Setelah sepuluh tahun lamanya, Persib Bandung akhirnya memulangkan trofi Liga 1 Indonesia ke Bumi Pasundan. Melihat sepak terjang musim lalu dan pergerakannya di bursa transfer musim ini, sepertinya tak berlebihan jika Persib kembali dijagokan untuk mempertahankan gelar.
Namun, skuad asuhan Bojan Hodak tak bisa leha-leha. Karena yang bertambah kuat bukan mereka saja. Beberapa klub berikut ini siap bersaing di papan atas dan merebut mahkota juara dari Maung Bandung. Penasaran klub apa saja yang akan menebar ancaman di Liga 1 musim ini?
Daftar Isi
Dewa United
Dewa United diperkirakan bakal jadi kekuatan baru di Liga Indonesia musim 2024/25. Sempat terbantu pemutihan pada kompetisi 2022/23, Tangsel Warrior langsung tancap gas dengan menempati posisi kelima musim lalu. Itu jadi bukti kecil bahwa Dewa United telah mengalami peningkatan performa yang signifikan.
Target mereka musim ini adalah juara. Dilansir Antara News, salah satu pemain mereka, Rangga Muslim yakin manajemen dan para pemain sepakat untuk membawa pulang trofi. Keseriusan Dewa bisa dilihat dari geliat transfernya.
Sejauh ini, Dewa sudah mendatangkan tiga pemain asing baru. Meski hanya tiga, nama-nama yang didatangkan telah terbukti kualitasnya di Indonesia. Hingga narasi ini ditulis, Dewa sudah mendatangkan Alexis Messidoro dari Persis Solo, Jaja dari Madura United, dan Taisei Marukawa dari PSIS Semarang.
Ketiga pemain itu merupakan tulang punggung lini serang di masing-masing timnya musim lalu. Belum lagi pemain-pemain musim lalu seperti Ricky Kambuaya, Egy Maulana, Asep Berlian, dan masih banyak lagi. Dengan kedalaman skuad yang terbilang sangat baik, Dewa rasanya tak akan menghuni papan tengah lagi. Bukan tidak mungkin anak asuh Jan Olde Riekerink bisa merebut gelar musim ini.
Malut United
Meski masih bau kencur, Malut United FC layak masuk dalam daftar kali ini. Debutan Liga 1 tersebut sangat serius dalam mempersiapkan skuad musim 2024/25. Malut jadi salah satu tim paling sibuk di bursa transfer musim ini. Dengan Rp80 miliar, Malut kini berstatus sebagai tim dengan nilai skuad termahal kedua setelah Persib Bandung (Rp86 miliar).
Sejauh ini, Laskar Kie Raha sudah mendatangkan belasan pemain baru. Pemain yang didatangkan pun bukan sembarangan. Hampir semua pemain asingnya memiliki pengalaman di sepakbola Eropa. Sebut saja seperti Adriano Castanheira yang malang melintang di Liga Portugal. Dirinya bahkan punya 34 caps di kasta tertinggi sepakbola Portugal.
Sedangkan pemain-pemain lokal, Malut United mengincar pemain-pemain berlabel timnas. Sebut saja seperti Yandi Sofyan, Wahyu Prasetyo, Manahati Lestusen, hingga Sayuri bersaudara. Selain itu, keputusan untuk mempertahankan Imran Nahumarury juga jadi langkah yang tepat. Itu membuat transisi tim tetap berada dalam komando yang sama seperti musim lalu.
Walaupun begitu, Imran tidak ingin terlalu jumawa dengan materi skuadnya yang mewah. Ia menyadari bahwa timnya masih perlu proses untuk terus berkembang. Apalagi dengan adanya beberapa pemain asing baru. Imran tinggal butuh beberapa penyesuaian dan strategi yang matang untuk membawa Malut United sebagai tim yang merepotkan di Liga 1 Indonesia musim ini.
PSBS Biak
Memiliki latar belakang yang sama dengan Malut United, PSBS Biak juga diprediksi bakal menyulitkan tim-tim raksasa Liga 1. Perwakilan Papua ini juga sangat aktif di bursa transfer jelang bergulirnya Liga 1 musim 2024/25. Bahkan dilansir Bola.com, tim berjuluk Badai Pasifik itu telah menghabiskan puluhan miliar demi menyusun skuad yang kompetitif.
Menariknya, PSBS tidak melupakan talenta lokal. Mereka juga menggaet beberapa pemain Papua seperti Rivaldo Todd Ferre, Barnabas Sobor, dan Marckho Sandy untuk melengkapi tim. Tak hanya soal pemain, manajemen PSBS juga memperhatikan soal kualitas tim kepelatihan mereka. PSBS bahkan langsung mendatangkan sosok pelatih papan atas dalam diri Juan Esnaider.
Pelatih yang satu ini mempunyai reputasi mentereng di sepakbola Eropa. Sebagai pemain, Esnaider pernah berseragam Juventus dan Real Madrid. Sementara di dunia kepelatihan, Juan Esnaider pernah menukangi beberapa tim Spanyol seperti Getafe, Real Zaragoza, dan Córdoba.
Pelatih kelahiran Argentina ini kabarnya dikontrak dengan durasi dua musim. Gebrakan PSBS ini terhitung mengejutkan. Karena mereka merupakan wajah baru di kasta tertinggi Liga Indonesia. Ini adalah kali pertama mereka tampil di kasta tertinggi sepakbola Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir.
Barito Putera
Laskar Antasari jadi klub paling awal dalam membangun tim untuk musim baru. Saat klub lain masih sibuk mencari pemain baru dan pelatih baru, Barito Putera malah sudah lebih dulu melengkapi skuad dengan delapan pemain asing sesuai regulasi yang ada.
Barito kabarnya bakal jadi tim dengan pertahanan terbaik di Liga 1. Mereka memiliki pemain seperti Lucao, Chechu Meneses, Iqbal Gwijangge, Bagas Kaffa, hingga Nova Sasongko di lini belakang. Sedangkan di bawah mistar, Barito memiliki dua penjaga gawang dengan kualitas sama baiknya dalam diri Muhammad Ridho dan Satria Tama.
Selain nama-nama itu, Barito juga diperkuat Levy Madinda, pemain dari Gabon yang sudah malang melintang di persepakbolaan Spanyol dan Turki. Rahmad Darmawan yakin bisa memaksimalkan Madinda sebagai motor serangan di lini depan.
CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, optimis dengan kualitas skuad yang dimiliki musim ini. Dilansir Apakabar.co.id, Hasnuryadi merasa timnya sudah menempuh persiapan yang maksimal. Tim Barito Putera telah menjalani persiapan intensif di Yogyakarta sejak awal Juli. Itu bisa dibilang lebih awal ketimbang tim-tim lain.
Persebaya Surabaya
Akan kurang lengkap jika kita tak menyebut Persebaya Surabaya dalam daftar ini. Tim yang memiliki julukan Bajul Ijo itu siap menjadikan kegagalan di musim lalu batu loncatan untuk mencapai prestasi yang lebih baik musim 2024/25. Bermodalkan kombinasi pemain muda dan pemain senior, Persebaya akan mengganggu dominasi tim-tim raksasa Liga 1.
Tim ini dibangun dengan kecepatan dan semangat juang para pemain muda dan senior. Skema permainan yang ditunjukan Persebaya juga selalu memukau penonton. Para pecinta sepakbola tanah air pasti akan menantikan aksi-aksi menawan dari Bruno Moreira cs.
Persebaya Surabaya siap menghadapi Liga 1 Indonesia 2024/25 dengan optimisme tinggi. Dengan segala persiapan dan evaluasi yang telah dilakukan, Bajul Ijo siap menjadi salah satu tim paling berbahaya di Liga Indonesia. Apalagi Persebaya juga dilatih pelatih asing, Paul Munster.
Semen Padang
Kembali beraksinya Semen Padang di kasta tertinggi Liga Indonesia menarik perhatian musim ini. Namun, bukan hanya keberhasilan mereka yang menarik perhatian, tetapi juga nilai skuad mereka. Dengan total market value mencapai Rp59,45 miliar, Semen Padang menjadi tim promosi dengan nilai skuad termahal kedua di Liga 1 Indonesia musim ini.
Semen Padang tidak main-main dalam menyusun skuad. Tim yang berjuluk Kabau Sirah itu tercatat sudah mendatangkan 20 pemain baru jelang bergulirnya musim 2024/25. Menariknya, salah satu pemain asing yang didatangkan Semen Padang adalah Charlie Scott. Dia pernah satu tim dengan Marcus Rashford di Manchester United U-23.
Soal target, Semen Padang mematoknya cukup tinggi. Meski berstatus sebagai tim promosi, Kabau Sirah tidak mau hanya sekadar numpang lewat di kompetisi mendatang. Mereka ingin mengembalikan nama baik tim di kasta tertinggi Liga Indonesia. Penasehat Semen Padang, Andre Rosiade berambisi bisa meraih prestasi dalam dua musim ke depan.
Sumber: Lapang Bola, Bola.net, Antara News, Suara


