Beranda blog Halaman 115

Didominasi Indonesia! Begini Jika Pemain Termahal di ASEAN Jadi Satu Tim

0

Dalam satu tahun terakhir, pegawai Transfermarkt cabang Asia Tenggara jadi makin sibuk seiring banyaknya pemain keturunan yang bergabung dengan Timnas Indonesia. Mereka kembali harus merevisi data yang ada di situs Transfermarkt demi menyesuaikan susunan skuad yang dipanggil oleh Shin Tae-yong.

Bukan itu saja. Pegawai Transfermarkt juga harus mengatur ulang daftar pemain yang memiliki angka market value tertinggi di Asia Tenggara. Lantas, siapa saja sebelas pemain termahal di Asia Tenggara saat ini? 

GK: Maarten Paes

Dalam tim ini, kita akan menggunakan formasi 4-2-3-1. Kita mulai dari posisi penjaga gawang lebih dulu. Di posisi ini ada kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes. Menurut situs Transfermarkt, kiper FC Dallas itu memiliki market value di angka 1,5 juta euro atau Rp25 miliar.

Paes jadi salah satu nama terbaru yang masuk dalam daftar ini. Itu karena dirinya baru saja melakukan debut di Timnas Indonesia saat melawan Arab Saudi di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan pengalaman dan performa yang luar biasa dalam dua pertandingan kemarin, tentu Paes sangat layak dihargai segitu dan mengisi skuad ini.

RB: Sandy Walsh

Berlanjut ke bek kanan, posisi ini masih diisi oleh pemain Indonesia. Bukan Asnawi Mangkualam, melainkan Sandy Walsh. Menurut situs Transfermarkt, pemain yang kini berseragam KV Mechelen itu dibanderol sekitar 1,3 juta euro atau Rp22 miliar. Walsh sendiri merupakan salah satu pemain keturunan angkatan pertama di skuad asuhan Shin Tae-yong.

Maka dari itu, dirinya sudah mengantongi 14 penampilan dan mencetak dua gol bersama Skuad Garuda. Di level klub pun Sandy adalah pemain reguler. Dirinya menjadi bagian penting Mechelen dalam empat tahun terakhir. Sementara Sandy akan mengisi posisi ini sebelum nantinya digeser oleh Perry Ng, calon bek kanan Timnas Singapura yang kabarnya dibanderol 3,8 juta euro.

CB: Dion Cools

Di sektor bek tengah akan diisi oleh dua bek tangguh Asia Tenggara. yang pertama adalah Dion Cools. Dirinya bakal jadi satu-satunya wakil dari Timnas Malaysia di daftar ini. Dion kini dihargai 800 ribu euro atau Rp13 miliar. Cools sendiri merupakan satu dari sekian banyaknya pemain naturalisasi yang dimiliki Harimau Malaya. 

Di usianya yang sudah 28 tahun, Dion sudah kenyang pengalaman di Eropa. Sebagian besar karirnya dihabiskan di Belgia bersama Club Brugge dan Zulte Waregem. Dirinya juga sempat merantau ke Denmark bersama FC Midtjylland sebelum akhirnya melipir ke ASEAN dan bermain di Buriram United.

Namanya akan mengisi skuad termahal di Asia Tenggara. Setidaknya sampai Mees Hilgers mengantongi status WNI. Jika sudah sah, bek Twente itu akan menggeser Dion Cools karena market value-nya mencapai 7 juta euro (Rp118 miliar)

CB: Jay Idzes 

Yang menjadi partner Dion Cools adalah Bang Jay. Menurut Transfermarkt, bek Venezia itu dibanderol dengan harga 2,5 juta euro atau sekitar Rp42 miliar. Dengan usia yang masih muda, yakni 24 tahun dan kualitasnya yang sangat berkelas, Timnas Indonesia bisa dibilang sangat beruntung mendapatkan jasa Idzes.

Idzes sudah mencatatkan lima penampilan dan mencetak satu gol untuk Indonesia. Selain menjadi palang pintu tim nasional, Bang Jay juga berstatus sebagai kapten tim. Dirinya menggantikan posisi Jordi Amat yang masih belum pulih dari cedera. Dan nampaknya, Idzes juga layak menjadi kapten tim termahal ini.

LB: Calvin Verdonk 

Untuk melengkapi kuartet di belakang, Calvin Verdonk yang dibanderol 2,5 juta euro akan mengisi posisi bek kiri. Meski baru tampil sebanyak tiga kali untuk Timnas Indonesia, Calvin bisa dibilang langsung nyetel dengan skema permainan Shin Tae-yong. 

Bek kiri NEC Nijmegen itu bahkan jadi pemain dengan rating terbaik di dua laga melawan Arab Saudi dan Australia. Kecepatan dan kemampuan transisi dari bertahan ke mode menyerang yang begitu rapi jadi atribut utama Calvin. Selain itu, ketenangan yang dimilikinya juga sangat membantu tim untuk meloloskan diri dari high press lawan.

DM: Thom Haye

Beralih ke sektor gelandang, tim ini menggunakan double pivot yang salah satunya akan diisi oleh Thom Haye. Pemain yang dijuluki El Profesor itu memiliki market value di angka 3 juta euro. Di usianya yang hampir menginjak 30 tahun, Haye sudah mengantongi lima penampilan untuk Timnas Indonesia.

Meski baru lima, Haye dinilai sebagai otak dari permainan Skuad Garuda. Begitupun jika masuk dalam skuad impian ini. Dengan kemampuan distribusi bola yang baik dan pembacaan permainan yang oke, Haye bisa jadi otak dari permainan tim ini. Kelemahan pemain ini cuma satu, yakni tidak bisa bermain di udara yang panas.

DM: Hoang Duc Nguyen 

Nah, yang akan menjadi tandem Thom Haye di lini tengah adalah gelandang Timnas Vietnam, Hoang Duc Nguyen. Pemain yang kini berseragam klub kasta tertinggi Liga Vietnam, Viettel FC itu memiliki harga pasar di angka 400 ribu euro. Di posisinya saat ini, Nguyen jadi yang termahal di Asia Tenggara.

Meski baru berusia 26 tahun, Nguyen boleh dikata merupakan pemain berpengalaman di tim nasional. Hal itu ditunjukan dari jumlah penampilannya yang sudah mencapai 32 penampilan. Berbeda dengan Thom, Nguyen berkaki kiri. Dirinya memiliki penguasaan bola yang sangat baik. Ia kerap memecah pressing dengan aksi individu yang memukau.

AM: Chanatip Songkrasin

Untuk gelandang serang, posisi ini akan diisi oleh pemain Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin. Dilansir Transfermarkt, Songkrasin kini dibanderol 1 juta euro. Menariknya, ini bukan angka tertinggi yang mampu dicapai Songkrasin. Pemain yang dijuluki Lionel Messi-nya Thailand itu pernah dibanderol 2,4 juta euro saat membela Consadole Sapporo tahun 2019.

Soal kualitas, Chanatip tentunya sudah tidak usah diragukan lagi. Bermodalkan kecepatan dan akselerasi yang luar biasa, Chanatip bisa jadi mesin pembongkar pertahanan yang mematikan. Dirinya bisa menyelinap di sela-sela pertahanan lawan untuk menyasar ruang kosong di kotak penalti. 

RM: Suphanat Mueanta

Posisi sayap kanan masih akan diisi oleh pemain Timnas Thailand. Dia adalah Suphanat Muenta. Dirinya kini dibanderol dengan harga 800 ribu euro (Rp13 miliar). Harga pasar dari pemain yang masih berusia 22 tahun itu melonjak saat dirinya dipinjamkan ke klub kasta tertinggi Liga Belgia, OH Leuven dari Buriram United. 

Sebagai pemain sayap, adik dari Supachok Sarachat ini mengandalkan kontrol bola dan skill individu. Tak cuma itu, dirinya juga dikenal memiliki naluri mencetak gol yang luar biasa. Dari 22 penampilan bersama Timnas Thailand, Mueanta terbukti gacor dengan catatan sembilan golnya. 

LM: Ragnar Oratmangoen

Sementara di sektor kiri, tim ini akan mengandalkan Ragnar Oratmangoen yang memiliki market value di angka 450 ribu euro. Pemain yang baru saja bergabung dengan klub kasta tertinggi Liga Belgia, sebetulnya versatile. Maka dari itu dirinya juga bisa bertukar posisi dengan Mueanta jika tim memerlukan rotasi.

Ragnar sendiri sudah mengantongi lima penampilan dan mencetak satu gol bersama Timnas Indonesia. Pemain baru FCV Dender itu akan mengandalkan kecepatan dan kreativitasnya di sisi kiri. Dari sisi kiri, Ragnar bisa menciptakan peluang untuk rekan-rekannya atau melakukan aksi individu untuk membongkar pertahanan lawan.

ST: Supachai Chaided

Sementara itu, posisi penyerang tengah akan kembali diisi oleh pemain Timnas Thailand, Supachai Chaided. Pemain yang kini memperkuat Buriram United itu kabarnya memiliki market value di angka 1,2 juta euro. Angka itu membuat Supachai jadi penyerang termahal ASEAN saat ini.

Di usianya yang masih 25 tahun, Supachai telah mengantongi 39 penampilan dan mencetak tujuh gol untuk Tim Gajah Perang. Di level klub, Supachai termasuk striker papan atas. Dirinya bahkan mencatatkan 21 gol dari 29 penampilan di Liga Thailand musim 2023/24. Selain itu, kelebihan Supachai adalah posturnya yang tinggi, yakni 185 cm. 

Sumber: Idn Times, Sport Detik, Transfermarkt

9 Permintaan ANEH Pesepakbola dalam Kontraknya

0

Salah satu periode yang paling dinanti fans sepakbola di awal musim adalah bursa transfer pemain. Terjadinya sebuah transfer pemain itu ternyata melalui beberapa tahapan yang rumit, dan terkadang kerap menghadirkan hal-hal aneh. Permintaan pribadi sang pemain dalam klausul kontraknya, bisa menjadi sebuah cerita tersendiri dalam hal kesepakatan transfer.

Banyak permintaan aneh dari sang pemain kepada calon klub anyarnya yang membuat fans terheran-heran. Nah, berikut ini tim Starting Eleven List telah merangkum sembilan diantaranya.

GIUSEPPE REINA

Cerita lucu dialami penyerang asal Jerman, Giuseppe Reina. Cerita itu terjadi kala sang pemain akan pindah ke klub Bundesliga, Arminia Bielefeld pada tahun 1996. Dalam kesepakatan kontraknya dengan Arminia Bielefeld, Reina meminta klub tersebut membangunkan sebuah rumah baginya setiap tahun selama berada di klub tersebut. Pihak manajemen Bielefeld awalnya menyanggupi permintaan aneh Reina itu.

Setelah tiga tahun menjalani kontraknya, Reina menagih untuk segera dibangunkan rumah. Namun manajemen mengakalinya dengan mengatakan bahwa, Reina tidak memberikan spesifikasi tipe rumah yang diinginkan. Manajemen Bielefeld pun lalu membangunkan Reina tiga rumah yang terbuat dari Lego.

Reina pun lalu marah dan merasa dipermainkan. Ia kemudian menuntut Bielefeld karena dianggap mengkhianati janjinya. Namun akhirnya, perselisihan tersebut berakhir setelah pihak Bielefeld menggantinya dengan nominal uang tunai.

GUIE MIEN

Selain Reina, ada juga pemain lain yang akan pindah ke Bundesliga namun menginginkan hal-hal yang aneh. Ia adalah Rolf Christel Guie Mien, pemain asal Kongo yang pindah ke Eintracht Frankfurt di tahun 1999.

Menurut cerita, Guie Mien saat itu hanya mau meneken kontrak jika pihak Frankfurt bersedia memfasilitasi kursus memasak untuk istrinya. Sang pemain bersikeras bahwa peningkatan keterampilan memasak pasangannya tersebut bisa membantunya beradaptasi lebih baik dalam tim.

Permintaan itupun akhirnya dituruti oleh pihak klub. Bahkan menurut Talksport, Guie Mien sempat mengatakan energinya selalu prima di lapangan setelah mencoba hidangan pizza buatan istrinya.

NEYMAR

Permintaan aneh pesepakbola dalam klausul kontraknya juga dialami oleh Neymar. Kepindahan Neymar dari Santos ke Barcelona pada 2013 diiringi banyak klausul yang tak hanya kompleks, tapi juga aneh.

Menurut laporan Daily Star, Neymar meminta kepada pihak klub agar bisa mengundang teman-temanya dari Brasil untuk berkunjung ke Barcelona selama kurun waktu dua bulan sekali. Dan semua akomodasi teman-temannya tersebut, ditanggung oleh pihak klub.

Tak hanya itu saja, klausul aneh lainnya juga diungkap oleh Daily Star, termasuk pesta seks untuk ayahnya di sebuah hotel di kawasan London. Bahkan permintaan aneh tersebut juga diketahui langsung oleh Presiden Santos saat itu, Luis Alvaro de Oliveira Ribeiro.

RONALDINHO

Tak hanya Neymar saja yang menuntut permintaan aneh kepada klub, bintang Brasil lainnya Ronaldinho Gaucho juga sama. Selepas memperkuat AC Milan, pemain bernama lengkap Ronaldo de Assis Moreira itu pulang kampung ke Flamengo pada tahun 2011.

Di sela-sela negosiasi kepindahannya tersebut, Ronaldinho meminta diberikan keleluasaan untuk berpesta di klub malam sebanyak dua kali dalam satu pekan. Menurut laporan, memang Ronaldinho sudah cinta dengan dunia malam sejak awal karier sepakbolanya.

Saking terpikatnya dengan Ronaldinho, Flamengo tanpa pikir panjang langsung mengiyakan permintaan aneh Ronaldinho tersebut. Namun, Ronaldinho hanya sempat memiliki kebebasan tersebut selama semusim saja, karena setelahnya ia pindah ke Atletico Mineiro pada tahun 2012.

SAMUEL ETO’O

Rekan Ronaldinho saat di Barca, Samuel Eto’o juga meminta hal aneh ketika dirinya ditransfer ke klub Rusia, Anzhi Makhachkala pada tahun 2011. Eks Timnas Kamerun itu menghendaki fasilitas yang sangat mewah kepada klub, yakni jet pribadi.

Usut punya usut, Eto’o meminta jet pribadi tersebut karena ia tak mau tinggal di daerah Dagestan, Rusia, tempat tim Anzhi Makhachkala menetap. Ia ingin tinggal di Kota Moscow. Akibatnya ia harus bolak-balik Dagestan-Moscow setiap akan berlatih dengan tim

Menariknya, Anzhi Makhachkala menyetujui permintaan Eto’o tersebut hingga dua musim. Jadi, setiap Eto’o mau latihan, ia harus terbang dengan jet pribadinya tersebut sejauh 1.200 mil dari Moscow ke Dagestan.

MAURO ICARDI

Pemain lain yang meminta hal aneh dalam klausul kontraknya adalah Mauro Icardi. Hal itu terjadi ketika pemain asal Argentina itu menjadi pemain pinjaman di klub Turki, Galatasaray pada tahun 2022.

Permintaan aneh tersebut sebenarnya bukan dari kemauan Icardi pribadi, melainkan kemauan Wanda Nara. The Sun melaporkan ada enam tuntutan yang diajukan. Termasuk menginginkan supir pribadi selama 24 jam.

Selain itu, Wanda Nara juga meminta pengamanan rumahnya selama 24 jam. Ia juga meminta koki pribadi di rumahnya selama 24 jam. Tak hanya itu saja, ia juga meminta disediakan hotel untuk berlibur bagi keluarganya pada bulan Desember 2022 di Istanbul.

Wanda Nara juga meminta pihak Galatasaray memenuhi biaya sekolah untuk anak-anaknya selama di Istanbul. Dari banyaknya permintaan tersebut, Galatasaray pun akhirnya menyetujui kesepakatan tersebut selama semusim.

MOISE KEAN

Pemain asal Italia, Moise Kean, pernah menuntut permintaan aneh ketika ia direkrut Juventus pada usia 14 tahun. Menurut ayah Moise Kean, Biorou Kean, ada sejumlah klausul kontraknya yang belum dipenuhi oleh pihak Juventus. Ia meminta pihak Bianconeri segera menepati janjinya untuk memberikan sesuatu yang memang terdengar aneh, yakni mesin traktor.

Usut punya usut, dulu ayah Moise Kean meminta sebuah mesin traktor untuk membantu bisnis pertaniannya di Pantai Gading. Namun, ayah Kean mengatakan, saat itu pihak Juventus belum memiliki dana khusus untuk membelikannya traktor tersebut. Dan anehnya, sampai sekarang permintaan traktor tersebut belum dipenuhi oleh pihak Juventus.

GERVINHO

Masih ingat pemain dengan rambut nyentrik, Gervinho? Ya, mantan pemain Arsenal ini juga pernah menuntut permintaan aneh dalam klausul kontraknya ketika ia akan direkrut klub Uni Emirat Arab, Al Jazira pada tahun 2013.

Merasa sudah menjadi bintang di Arsenal, ia lalu menuntut beberapa permintaan mewah kepada Al Jazira sebagai klub yang akan merekrutnya. Namun, daftar permintaan Gervinho ternyata terlalu banyak. Ia meminta helikopter yang bisa dipakai kapanpun, baik untuk akomodasi pribadi maupun keluarganya.

Selain itu, Gervinho juga minta tiket pulang-pergi ke Pantai Gading jika mau pulang kampung. Dan yang lebih bombastis, ia minta disediakan pantai pribadi. Terang saja Al Jazira lalu menolak semua permintaan Gervinho tersebut. Alhasil, kepindahannya ke Uni Emirat Arab pun batal terlaksana.

ADEBAYOR

Sama-sama eks Arsenal seperti Gervinho, Emmanuel Adebayor juga pernah punya tuntutan aneh dalam klausul kontraknya ketika akan direkrut Lyon pada tahun 2016. Meski bukan pantai pribadi seperti permintaan Gervinho, namun legenda Timnas Togo tersebut sempat meminta rumah dengan pemandangan pulau Corsica di lepas pantai bagian Prancis Selatan.

Tak hanya itu saja, Adebayor juga meminta koki pribadi di rumah pribadinya, helikopter pribadi, serta kostum dengan nomor punggung 10 yang kala itu sedang dipakai oleh Alexandre Lacazette. Namun dengan permintaan yang serba mewah tersebut, Lyon batal merekrutnya dengan alasan, tak mampu menyanggupi semua tuntutannya.

Sudah Pecah Tetep Jago! Rahasia Negara Pecahan Yugoslavia Jago Main Bola

0

Meskipun sudah terpecah belah sejak tiga dekade lalu, negara-negara bekas Yugoslavia selalu saja menelurkan banyak pemain top. Dari zaman Nemanja Vidic hingga Josko Gvardiol ataupun Dejan Stankovic hingga Luka Modric, mereka selalu saja punya bakat-bakat terbaik dalam sepak bola.

Yang lebih mencengangkan, hanya dalam kurun waktu yang relatif pendek sejak perang, salah satu negara pecahan tersebut bisa sampai ke final Piala Dunia. Edan bukan? Lantas, apa sebenarnya rahasia negara-negara bekas Yugoslavia bisa jago dalam bermain sepak bola?

 

Budaya Olahraga yang Mengakar

Satu hal yang sangat membantu kemajuan sepak bola dan olahraga secara keseluruhan di negara-negara bekas Yugoslavia adalah budaya olahraga yang sudah sangat mengakar di sana. Olahraga bukanlah sesuatu yang asing dan mahal di sana. Orang bisa dengan mudah menemukan fasilitas olahraga tanpa harus susah payah menyewa dengan harga mahal.

Ini bisa terjadi karena di masa lalu, saat pemerintahan monarki berhasil digulingkan oleh kekuatan sosialis-komunis, olahraga merupakan barang wajib di Yugoslavia. Warga negara haruslah sehat agar bisa ikut berkontribusi dalam masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah Yugoslavia yang dipimpin oleh karib Soekarno, Josip Broz Tito, melakukan kampanye olahraga besar-besaran.

Mereka memang secara tidak langsung memakai olahraga sebagai cara untuk unjuk gigi di mata dunia. Melalui olahraga, bendera dan lagu kebangsaan mereka bisa dikibarkan dan dinyanyikan di wilayah lain. Oleh karena itu, kompetisi olahraga sering disebut sebagai pengganti dari perang. Ya kira-kira seperti kita orang Indonesia yang bangga ketika ada atlet nasional yang berhasil menang di kompetisi internasional. 

Timnas sepak bola Yugoslavia sendiri bisa dibilang membanggakan di kompetisi mayor. Selama 74 tahun berdiri, Yugoslavia pernah dua kali menjadi semifinalis Piala Dunia, dua kali finalis Piala Eropa, sekali juara Olimpiade, tiga kali runner up Olimpiade, dan sekali meraih perunggu di ajang Olimpiade. Sebuah prestasi yang tidak buruk-buruk amat lah ya.

Lalu, apa dampak dari kampanye soal olahraga ini? Ya jelas pembangunan fasilitas olahraga di mana-mana. Dari stadion baru hingga lapangan kecil dibangun sehingga warga bisa mengakses dan terbiasa dengan berolahraga. Termasuk juga pembentukan program pembinaan sepak bola di segala tingkat usia.

Ironisnya, investasi jangka panjang ini justru baru benar-benar membuahkan hasilnya setelah Yugoslavia bubar. Masyarakat yang sudah kadung gila olahraga mulai naik level. Dari yang awalnya berolahraga agar sehat, menjadi berolahraga sebagai profesi. Banyak orang akhirnya tertarik menjadi atlet profesional. Semua berjalan perlahan, tak ada yang instan, bahkan mie instan pun harus dimasak step by step.

Di sepak bola sendiri, semua negara bekas Yugoslavia punya tokohnya sendiri-diri dalam sepak bola. Di Slovenia ada Jan Oblak dan Benjamin Sesko, Kroasia ada Luka Modric dan Josko Gvardiol, Bosnia dan Herzegovina punya Edin Dzeko dan Miralem Pjanic, Serbia punya Nemanja Vidic dan Dusan Vlahovic, Montenegro punya Stefan Jovetic dan Adam Marusic, Makedonia Utara punya Goran Pandev dan Eljif Elmas, bahkan Kosovo saja punya Vedat Muriqi dan Amir Rrahmani.

Yang paling mengesankan dari investasi jangka panjang Yugoslavia tadi adalah ketika Kroasia secara mengejutkan bisa bermain hingga final Piala Dunia 2018. Bayangkan saja negara yang dua dekade sebelumnya masih berperang dan baru relatif stabil sejak 2006, bisa bermain di pertandingan tertinggi dalam kancah sepak bola.

Bahkan Luka Modric saja merasakan seperti apa rasanya hidup dalam perang. Prestasi ini tak mungkin diraih jika mereka tidak jago. Dan satu-satunya cara mereka bisa menjadi jago adalah berlatih dan menambah jam terbangnya. Bagaimana bisa jago main bola kalau main bola saja nggak pernah?

 

Kompetisi yang Kompetitif

Untuk mewadahi bakat-bakat sepak bola tadi, sejak 1945 telah dibentuk Liga Yugoslavia. Liga ini pada masa jayanya merupakan salah satu yang terbaik di Eropa. Pada tahun 1983 saja, mereka menduduki posisi ke-4 dalam ranking koefisien UEFA. Mereka hanya lebih rendah dari Jerman Barat, Spanyol, dan Inggris. Sayangnya, koefisien mereka makin menurun sejalan dengan kondisi negara yang akhirnya bubar pada tahun 1992.

Namun, dari kompetisi inilah bakat-bakat terbaik lahir. Mereka akhirnya terbiasa bermain pada pertandingan level yang tinggi. Tak hanya pembangunan liga, Yugoslavia sebagai negara juga mendorong terbangunnya klub-klub baru yang dapat menyerap dan menumbuhkan bibit pemain.

Klub-klub seperti Crvena Zvezda, Dinamo Zagreb, hingga Partizan merupakan klub yang lahir dari inisiasi Yugoslavia untuk memajukan sepak bola. Hingga kini, klub-klub tersebut silih berganti tampil di kompetisi Eropa. Tak hanya membangun tim baru, klub-klub lama yang mati suri pun dihidupkan lagi, misalnya Sloboda Tuzla.

Setelah bubar, tiap negara akhirnya punya liganya dan sistem pembinaannya masing-masing. Satu contoh yang cukup mengesankan adalah Serbia. Mereka ini memiliki kompetisi sepak bola yang terbagi ke dalam 8 kasta. Ya, kalian tak salah dengar, negara dengan populasi lebih kecil dari Jakarta ini punya 8 kasta. Sudah kebayangkan seperti apa kompetitifnya mereka? 

Banyaknya kompetisi ini sangat berguna untuk pemain muda. Mereka bisa memanfaatkan banyaknya klub yang berlaga untuk mencari jam terbang dan menambah pengalaman. Oleh karena itu jangan heran jika pada tiga edisi Euro U17 terakhir, Serbia bisa tembus hingga semifinal. Padahal lawan-lawannya negara kelas berat semua. Pemain berbakat bukanlah gas melon alias barang langka di Serbia.

 

Saking Banyaknya SDM, Akhirnya Jadi Pengekspor

Karena negara-negara tadi gila main bola, akhirnya mereka punya banyak pemain bola. Karena kebanyakan, akhirnya memaksa banyak pemain harus abroad ke luar negeri agar bisa bermain. Baik yang mereka yang jago banget, atau yang sekadar jago aja. Bahkan, Serbia dan Kroasia masuk sebagai 10 besar negara pengekspor pemain bola. Keren!

Berdasarkan Insider Monkey, musim 2023/24 lalu saja, Serbia duduk di posisi ke-10, satu tingkat di atas Belanda. Sementara Kroasia berada di peringkat ke-8. Bahkan di tahun 2019, Serbia bisa bercokol di posisi ke-6. Fakta luar biasa jika mengingat jumlah penduduknya tak lebih dari 7 juta, yang mana jauh lebih kecil dari Jakarta!

Tak hanya dua negara tadi, negera-negara bekas Yugoslavia lain juga melakukan hal serupa. Banyak pemain mereka yang melanglang buana ke negeri yang jauh. Bahkan kalau kalian sadar, di ASEAN ada loh tiga pemain naturalisasi dari negara pecahan Yugoslavia. Singapura punya Fahrudin Mustafic dari Serbia, Malaysia punya Liridon Krasniqi dari Kosovo, dan kita, Indonesia, punya Ilija Spasojevic dari Montenegro.

Tak hanya pemain, dua negara ini juga tergolong produktif mengekspor pelatih. Menurut data Football Observatory, pada 2020, Serbia adalah negara pengekspor pelatih terbanyak ketiga di dunia, di bawah Argentina dan Spanyol. Sementara Kroasia bersama Bosnia dan Herzegovina, duduk sejajar di posisi ke-11.

Pada musim 2024/25, banyak sekali pelatih asal negara pecahan Yugoslavia di liga-liga ASEAN. Di Indonesia ada Milomir Seslija dan Bojan Hodak, Malaysia ada Tomislav Steinbrückner dan Miroslav Kuljanac, Thailand ada Milos Joksic dan Srdan Trailovic, serta ada Aleksandar Rankovic di Singapura.

Gini nih kalo udah kebanyakan pemain sama pelatih, diekspor ke luar semua!

 

Sumber: Le Monde, Football Fandom, Football Observatory, Transfermarkt, UEFA, Insider Monkey, dan Tribuna

Bikin Klub Bapuk Jadi Raksasa Eropa! Ini Rahasia Simone Inzaghi Sulap Inter

Performa menawannya bersama Inter membuat Simone Inzaghi masuk ke jajaran pelatih top Eropa saat ini. Namun, saudara Filippo Inzaghi ini, dengan segala prestasinya, malah kurang mendapatkan sorotan jika dibandingkan pelatih asal Belanda dan Jerman. Namanya jarang sekali dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa yang sedang mencari juru taktik anyar.

Padahal pria kelahiran 1976 ini memiliki kemampuan yang sudah jarang dimiliki oleh para pelatih modern. Sampai-sampai Pep Guardiola sangat kagum kepadanya. Lantas, apa sih rahasia Simone Inzaghi menyulap Inter yang morak-marik sejak ditinggal Jose Mourinho, menjadi raksasa di Eropa lagi?

 

Kemampuan Memoles Pemain

Satu hal yang luput orang lihat dari Simone Inzaghi adalah kemahirannya memoles pemain. Di luar dari taktiknya yang dianggap cerdik, pemain adalah faktor pertama yang harus Simone selesaikan terlebih dahulu. Apakah dia memiliki pemain yang pas? Apakah pemainnya mau bermain untuknya? dan Apakah pemainnya bisa bermain dengan skemanya? Pertanyaan tadi merupakan persoalan yang Simone tuntaskan sejak awal.

Kerendahan hatinya membuatnya mendapat tempat tersendiri di hati para pemain. Simone menang tak memiliki ambisi setinggi Antonio Conte, kharisma secerah Carlo Ancelotti, atau pun keberanian taktikal seperti Roberto de Zerbi. Namun, kesederhanaan Simone merupakan faktor yang membuatnya spesial. Prinsipnya sederhana, Simone suka melatih karena ingin menunaikan cita-citanya.

Sejak menjadi pemain, Simone memang dikenal memiliki kepekaan taktikal yang baik. Bahkan, sang kakak, Filippo Inzaghi mengakuinya. Kepekaan inilah yang membuat karir kepelatihan kakak-beradik ini terbalik dengan karir keduanya saat masih aktif sebagai pemain.

Untuk mendukung keberhasilan taktiknya, Simone tahu bahwa pemain adalah faktor paling penting yang ia butuhkan. Oleh karena itu, Simone menganggap kedekatannya dengan pemain merupakan faktor yang sangat penting. Dia bukan pelatih diktator semacam Antonio Conte, namun dia adalah motivator ulung. Ya, mungkin berkat pengalaman memotivasi dirinya dari bayang-bayang sang kakak.

Hasilnya, Simone berhasil menyulap banyak pemain biasa-biasa saja mencapai top performanya. Bahkan sejak masih memegang Lazio, Simone sudah membuktikan kemahirannya memoles pemain. Ia berhasil mengubah Ciro Immobile yang awalnya hanya striker rata-rata di Serie A menjadi mesin pencetak gol berbahaya.

Berkat polesan Simone, Immobile selalu berhasil mencetak lebih dari 18 gol per musim. Bahkan, Immobile berhasil menjadi capocannoniere musim 2019/20. Ia berhasil mencetak 36 gol yang juga membuatnya menyamai rekor gol Gonzalo Higuain. Kasus lain, bisa juga dilihat pada mercusuar Inter, Francesco Acerbi.

Saat pertama kali ditangani Simone Inzaghi pada 2018, usia Acerbi sudah 31 tahun. Usia yang tergolong uzur. Namun siapa sangka, di usia seuzur itu, Acerbi masih mampu mencapai top performanya. Sampai-sampai, Erling Haaland ngebet minta bertukar baju. Sebab, ia sudah 2 kali merasakan seperti apa rasanya dikantongi Acerbi. Kurang ngeri apa coba pemain ini?

Tak hanya dua pemain itu saja, di Inter, Simone berhasil memaksimalkan potensi Lautaro Martinez. Selama tiga musim bersama Simone, kawan Lionel Messi ini selalu konsisten mencetak lebih dari 20 gol, torehan yang sebelumnya tak pernah dia capai. Sampai-sampai El Toro masuk sebagai kandidat Ballon d’Or 2024. Mematikan bukan?

Masih banyak nama lain yang berhasil dipoles oleh Simone Inzaghi. Baik dari pemain yang usianya masih muda seperti Federico Dimarco dan Alessandro Bastoni, hingga yang sudah uzur seperti Matteo Darmian dan Henrikh Mkhitaryan. Mereka adalah bukti kemahiran Simone menyulap pemain biasa menjadi salah satu yang terbaik di posisinya. 

 

Taktik Sederhana agar Tak Kehilangan Bola

Simone Inzaghi datang ke Giuseppe Meazza mewarisi tim yang mengalami turbulensi setelah ditinggal Antonio Conte. Turbulensi tak hanya terjadi pada urusan mental, namun juga di level taktikal. Simone datang setelah Inter kehilangan pilar-pilar terbaiknya di era Conte.

Kepergian Mauro Icardi, Achraf Hakimi, Ivan Perisic, hingga Radja Nainggolan, cukup untuk membuat permainan Inter goyang. Diikuti dengan kepergian Christian Eriksen dan Romelu Lukaku, Simone benar-benar dituntut untuk membangun ulang Inter dari kekacauan yang terjadi semenjak Conte pergi.

Inter yang sebelumnya memiliki winger dengan kemampuan giring bola ciamik dalam diri Ivan Perisic dan Achraf Hakimi, disulap menjadi mesin gol yang tak menjadikan dribble sebagai tumpuannya. Inter adalah klub besar Eropa dengan catatan dribble yang minim. The Athletic menyebutkan, tiap pertandingan, Inter hanya memiliki rataan 11 dribble dan 2,29 gol. Ini berbanding jauh dari klub lain seperti Bayer Leverkusen yang punya 21,4 dribble dan 2,56 gol per laga.

Simone cerdik dalam memetakan kekuatan yang dimilikinya. “Kalau nggak punya pemain yang jago menggiring bola, ya gak usah lah main dribbledribble,” mungkin seperti itu yang ada di pikiran Simone. Ia mengubah Inter menjadi klub yang bertumpu pada umpan. Oleh karena itu, ia berani membajak Hakan Calhanoglu dari AC Milan.

Tak hanya mendatangkan Hakan, untuk mendukung taktik umpan cepatnya, Simone juga mendatangkan pemain-pemain yang mampu mendukung skemanya. Dari Henrikh Mkhitaryan hingga Francesco Acerbi ia datangkan. Semuanya demi skema sederhana umpan cepat yang dapat meminimalisir hilangnya bola. 

Alhasil, permainan umpan Inter menjadi salah satu yang terbaik di Eropa saat ini. Mereka mahir mengalirkan bola dari kaki ke kaki dengan sangat cepat. Sampai-sampai membuat lini belakang lawannya kelabakan. Skema jenius ini kemudian disempurnakan dengan dua orang striker di depan. Dan boom! Remuk sudah gawang tim lawan.

 

Menuai Hasil dan Pujian

Kejeniusan Simone Inzaghi tersebut perlahan demi perlahan menuai hasilnya. Mulai dari menaklukkan Juventus di final Coppa Italia 2021/22 hingga pada puncaknya menghajar AC Milan guna mengunci gelar scudetto ke-20 Inter, Simone Inzaghi menahbiskan dirinya sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa.

Selama tiga musim menjadi pelatih La Beneamata, Simone telah memberikan 6 trofi, yakni sebuah scudetto, 2 Coppa Italia, dan 3 Supercoppa Italiana. Simone memang sangat produktif, setiap satu musimnya ia konsisten mendaratkan 2 buah trofi. Sesuatu yang berbanding terbalik dengan karir kepelatihan sang kakak, Filippo Inzaghi.

Kejeniusan taktiknya ini pun diakui oleh para pelatih top. Pep Guardiola yang merasa kesulitan menghadapi Simone di final Champions League mengaku terkesima dengan apa yang disajikan oleh Inter.

“Mereka bermain sepak bola modern, mereka kuat secara fisik, dan terlatih sangat baik dengan taktik Simone Inzaghi,” ujar Guardiola via Sempre Inter

Mantan rekannya di Lazio, Diego Simeone, juga memuji skema yang Simone pakai. Saat Atletico Madrid dan Inter bertemu di 16 besar Champions League 2023/24, Diego merasa kesulitan untuk mengatasi serangan dan pertahanan Inter. Serangan balik khas Diego dipatahkan begitu saja oleh lini belakang Inter. Anak asuh Simone akhirnya memaksa Atletico ke adu penalti. Sayang, Inter harus kalah atas aksi ciamik Jan Oblak.

Meskipun namanya sudah dikenal di seantero Eropa, Simone Inzaghi jarang dikaitkan dengan tim besar. Hal ini sangat bertolak belakang dengan rekan senegaranya yang lain semacam Thiago Motta dan Roberto De Zerbi. Tapi satu hal yang pasti, Simone Inzaghi merupakan salah satu pelatih terbaik saat ini.

Sumber: The Athletic, BBC, Goal, dan Sempre Inter

Berita Bola Terbaru 20 September 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga UCL, Atletico Madrid berhasil mengemas tiga poin setelah berhasil mengalahkan Leipzig dengan skor 2-1. Gol Los Colchoneros dicetak oleh Antoine Griezmann di menit 28, dan Jose Gimenez di menit 90. Berkat hasil tersebut anak asuh Diego Simeone sementara berada di posisi 12 klasemen UCL.

Berbeda dengan Atletico Madrid, klub Spanyol lainya Barcelona malah menelan kekalahan. Blaugrana harus mengakui keunggulan tuan rumah, AS Monaco 2-1 setelah harus bermain dengan 10 pemain. Gol AS Monaco dicetak oleh Akliouche di menit 16, dan Illenikhena di menit 71. Sementara gol satu-satunya Barca dicetak oleh Lamine Yamal di menit 28. Berkat hasil minor ini, Barca sementara harus berada di posisi 22 klasemen UCL, sedangkan AS Monaco berada di posisi 14.

Di laga lainnya, Feyenoord yang menjadi tuan rumah harus kalah telak oleh tamunya Bayer Leverkusen empat gol tanpa balas. Gol Die Werkself dicetak oleh brace dari Florian Wirtz di menit 5 dan 36. Lalu dua gol lainnya dihasilkan oleh Alex Grimaldo di menit 30, dan gol bunuh diri dari pemain Feyenoord, Wellenreuther di menit 45. Raihan tiga poin ini membuat pasukan Xabi Alonso sementara berada di posisi 3 klasemen UCL.

Pindah ke Italia. Bermain di kandang sendiri Atalanta harus bermain imbang 0-0 atas tamunya Arsenal. La Dea sebenarnya hampir unggul di laga tersebut ketika mendapat penalti. Sayang, tendangan penalti Retegui berhasil ditepis David Raya. Berkat hasil tersebut, Arsenal dan Atalanta masing-masing berada di peringkat 16 dan 17 UCL.

BISIKAN PELATIH KIPER ARSENAL KE DAVID RAYA

Dari laga Atalanta vs Arsenal di UCL, kepiawaian David Raya menepis dua kali kesempatan Retegui mencetak gol telah dipuji banyak orang. Namun pasca laga usai, David Raya malah mengakui bahwa yang layak dipuji adalah pelatih kiper Arsenal, Inaki Cena. Cena-lah orang yang membisiki Raya sebelum mengantisipasi tendangan penalti Retegui. Saat laga terhenti berkat pengecekan VAR penalti bagi Atalanta, David Raya terlihat menghampiri Inaki Cena di pinggir lapangan, dan diberikan arahan khusus. Menurut Raya, Cena telah memberitahunya kemana ia harus mengantisipasi tendangan penalti tersebut.

FOTO TIM ARSENAL DIEJEK FANS CITY

Beralih ke kabar lainnya dari Arsenal. Dilansir dari Daily Mail, foto skuad lengkap Arsenal terbaru untuk musim 2024/25, telah menjadi bahan tertawaan di media sosial. Foto tersebut diejek terutama oleh fans City karena hanya ada bola yang ada di depan barisan para pemain. Fans City tersebut membandingkanya dengan foto skuad lengkap City yang biasanya menaruh beberapa trofi di depan barisan para pemain. “Arsenal tidak memenangkan satu pun trofi musim lalu, jadi mereka harus menggunakan bola sebagai gantinya di dalam foto,” kata salah satu fans City dengan emot ketawa.

DE BRUYNE ABSEN LAWAN ARSENAL

Sementara itu kabar buruk datang dari Manchester City. Dilansir Daily Mail, De Bruyne dipastikan absen di laga melawan Arsenal pada pekan ke-5 Liga Inggris. Absennya De Bruyne dinilai sebagai tindakan pencegahan setelah sang pemain menderita cedera pada pangkal pahanya saat melawan Inter. Gundogan kemungkinan besar akan menjadi penggantinya. Ia akan bersama Bernardo Silva dan Rodri mengawal lini tengah City saat hadapi arsenal.

BELLINGHAM DAN VINICIUS NAIK GAJI

Dari Inggris kita ke Spanyol. Dilansir Daily Mail, Jude Bellingham dan Vinicius Jr telah diberi kenaikan gaji di Real Madrid. Berkat kenaikan tersebut gaji tahunan mereka setara dengan gaji Kylian Mbappe, yakni 15 juta euro per musim. Menurut Florentino Perez, kenaikan gaji Vini dan Bellingham tersebut ditujukan untuk menyetarakan ketiga bintang tersebut supaya tidak terjadi kesenjangan.

ATLETICO MADRID AKAN DIBELI ARAB SAUDI

Bergeser ke kabar dari Atletico Madrid. Dilansir Sportbible, pihak Arab Saudi melalui perusahaan Riyadh Air bersiap untuk membeli saham mayoritas Atletico Madrid. CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil Marin juga dilaporkan siap menjual sahamnya kepada pihak Arab Saudi tersebut. Riyadh Air sendiri telah resmi menjadi sponsor Los Colchoneros musim ini. Jika jadi, Arab Saudi juga akan mengambil hak penamaan stadion.

LATIHAN MILAN DITUNDA GARA-GARA IBRAHIMOVIC

Beralih ke kabar dari Serie A. Dilansir dari Football Italia, Zlatan Ibrahimovic meminta sesi latihan AC Milan mundur. Pasalnya, Ibrahimovic meminta waktu untuk bertemu seluruh pemain AC Milan di ruang ganti. Akibatnya, skuad Rossoneri yang seharusnya memulai latihan sekitar pukul 11.30 waktu setempat, menjadi molor hingga pukul 11.00. Menurut laporan, tindakan Ibrahimovic berbicara dengan seluruh pemain AC Milan tanpa didampingi oleh pelatih Paulo Fonseca.

BEBERAPA PEMAIN MUNCHEN KESAL DENGAN KOMPANY

Kabar selanjutnya datang dari Bundesliga. Dilansir dari getfootballnewsgermany, gesekan terjadi di Bayern Munchen. Beberapa pemain yang kurang menit bermainnya mulai kesal pada Vincent Kompany. Mereka yang kesal seperti Eric Dier, Konrad Laimer, Joao Palhinha, hingga Leon Goretzka. Menurut mereka, Kompany dinilai sering mengumumkan skuad intinya hanya lewat pesan Whatsapp kepada para pemain. Para pemain yang kesal tersebut merasa tak pernah diajak bicara langsung kenapa tidak pernah mendapat menit bermain lebih.

FANS MARSEILLE DILARANG DATANG KE LYON

Pindah ke kabar dari Ligue 1. Dilansir dari getfootballnewsfrance, jelang laga Lyon vs Marseille, Menteri Dalam Negeri Prancis melarang para fans Marseille untuk datang ke Stadion Groupama demi keamanan. Laga yang akan dihelat pada hari Minggu 22 September 2024 tersebut, telah dikategorikan sebagai laga berisiko tinggi. Laga antara kedua rival bebuyutan tersebut sering menimbulkan kerusuhan. Tahun lalu, laga yang dihelat di Stade Velodrome harus dijadwalkan ulang setelah pendukung Marseille menyerang bus milik Lyon dalam perjalanan menuju stadion.

MESSI LUNCURKAN PERUSAHAAN HIBURAN BARU

Kabar berikutnya datang dari Lionel Messi. Dilansir dari The Sun, La Pulga bekerjasama dengan Smuggler Entertainment meluncurkan perusahaan baru yang bergerak di sektor hiburan yang diberi nama 525 Rosario. Ini adalah perusahaan hiburan yang memproduksi beberapa konten kreatif dengan berbagai macam tema. SeIain itu, perusahan tersebut juga nantinya akan bekerjasama dengan beberapa pihak untuk memproduksi acara televisi, film, maupun menyiarkan acara olahraga secara langsung.

TIMNAS INDONESIA U-20 BATAL PAKAI SUGBK

Beralih ke kabar dari sepakbola nasional. Venue laga Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 telah resmi dipindah dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ke Stadion Madya, Jakarta. Alasan pemindahaan tersebut adalah karena adanya surat dari Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) GBK tentang pemeliharaan SUGBK. Dengan begitu, Timnas U-20 asuhan Indra Sjafri akan melangsungkan seluruh laga di Grup F melawan Yaman, Timor Leste, dan Maladewa di Stadion Madya yang letaknya tak jauh dari SUGBK.

PRESIDEN FIFA AKAN RESMIKAN TRAINING CENTRE DI IKN

Sementara itu dari kabar lainnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino akan turut menghadiri peresmian Training Center (TC) Timnas Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 11 Oktober 2024. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketum PSSI, Erick Thohir. Menurut Erick, FIFA dilibatkan dalam acara launching tersebut karena dana pembangunannya turut dibantu oleh mereka. Program bantuan dana pembangunan Training Centre Timnas Indonesia di IKN tersebut diwujudkan lewat program FIFA Forward. Lewat program tersebut PSSI mendapatkan dana hibah dari FIFA senilai Rp 85,6 miliar.

DITONTON STY, ASNAWI RIBUT DENGAN DIMAS DRAJAD

Dari laga AFC Champions League 2 antara Persib Bandung vs Port FC, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong turut menyaksikan duel tersebut untuk memantau aksi tiga pemainnya, yakni Asnawi Mangkualam, Dimas Drajad, dan Edo Febriansyah. Namun, STY malah disuguhi keributan antara Asnawi dan Dimas. Keributan itu dipicu dari kaki Dimas yang terinjak oleh Asnawi. Sang striker tersebut lalu tak terima dan menghampiri Asnawi sampai hampir berantem. Untung saja rekan-rekannya cepat melerai. Dimas terlihat kesal setelah kejadian tersebut.

RANKING FIFA TIMNAS NAIK, PM MALAYSIA GERAM

Masih dari dalam negeri. Berdasarkan update ranking FIFA, peringkat Timnas Indonesia berhasil berada di atas Malaysia. Timnas Indonesia saat ini berada di posisi 129, sedangkan Malaysia 132. Kondisi ini mengusik ketenangan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Menurut laporan, Anwar Ibrahim marah besar pada Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) setelah melihat rankingnya di bawah Indonesia. Pada hari Kamis 19 September 2024, ia langsung menggelar pertemuan mendadak dengan pejabat FAM dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia. Pada pertemuan itu menurut sejumlah sumber, Anwar membahas kelemahan sepak bola Malaysia. Anwar juga sempat mengungkit perihal dana dan program naturalisasi Timnas Malaysia.

GRAHAM ARNOLD MUNDUR

Kabar berikutnya datang dari pelatih Australia, Graham Arnold. Setelah hanya mendapat hasil Imbang melawan Indonesia, Graham Arnold resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Australia per Jumat 20 September 2024. Pengumuman mundurnya Graham Arnold disampaikan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Australia. Sebenarnya, Arnold sudah mengatakan kepada Dewan Sepakbola Australia akan mundur sejak awal minggu lalu. Kini The Socceroos tengah mencari pelatih baru untuk laga Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan Oktober nanti.

JORDI AMAT DIKLAIM SEBAGAI PEMAIN MALAYSIA

Dari kabar lainya, bek timnas Indonesia, Jordi Amat diklaim sebagai pemain dari Malaysia. Hal tersebut terjadi saat laga AFC Champions League Elite antara Shanghai Port vs Johor Darul Takzim. Di data informasi pemain jelang laga bergulir, di situ terdapat nama pemain kedua kubu beserta negara asal sang pemain. Dari data informasi tersebut, nama Jordi Amat justru ditulis Malaysia, alih-alih Indonesia. Sontak hal tersebut menggegerkan netizen di tanah air.

TERUNGKAP RAHASIA KEBUGARAN PARA PEMAIN CITY

Dilansir dari Daily Mail, Manchester City ternyata punya fasilitas canggih di training center mereka untuk menghindari kelelahan dan stres para pemain yang menjalani jadwal padat. Menurut laporan, di training center City terdapat alat khusus krioterapi yang mengeluarkan asap. Para pemain yang masuk ruangan berasap tersebut bisa mengurangi rasa lelahnya setelah bertanding secara signifikan. Lalu ada kursi canggih yang mempunyai daya gravitasi untuk mengurangi tekanan tambahan pada tubuh. Kursi canggih tersebut juga sekaligus bisa memijat seluruh bagian tubuh para pemain yang duduk disitu.

FIX, OLD TRAFFORD AKAN DIRUNTUHKAN

Beralih ke kabar dari klub tetangga City, Manchester United. Dilansir dari Daily Mail, MU dilaporkan mengubah kebijakannya mengenai Old Trafford saat rencana pembangunan stadion baru terus berjalan. Setelah sebelumnya ingin menjadikan Old Trafford markas tim sepakbola wanita dan akademi, kini MU malah berniat meruntuhkan Old Trafford. Keputusan meruntuhkan Old Trafford sudah dipikirkan matang oleh pemilik. Sir Jim Ratcliffe menganggap stadion baru MU yang akan dibangun juga tetap akan memasukan unsur-unsur dari Old Trafford. Pihaknya kini sedang membentuk tim warisan Old Trafford yang nantinya bertugas untuk memelihara peninggalan bersejarah dari Old Trafford.

SAKA DAN CALAFIORI PULIH DARI CEDERA

Beralih ke kabar selanjutnya dari Arsenal. Dilansir dari Arsenal.com, pemain yang sebelumnya menderita cedera yakni Bukayo Saka dan Ricardo Calafiori dilaporkan sudah mulai pulih dan terlihat sudah berlatih bersama tim. Saka dan Calafiori disebut siap untuk ditampilkan oleh Arteta di laga penting pekan ke-5 Liga Inggris melawan City di Etihad. Selain Saka dan Calafiori, Declan Rice juga bisa kembali tampil saat melawan City setelah hukuman kartu merahnya berakhir. Namun pemain seperti Odegaard, Tomiyasu, Zinchenko, maupun Merino, masih akan absen dalam waktu yang cukup lama.

CHIESA BAKAL DEBUT DI LIGA INGGRIS

Sementara itu kabar dari Liverpool, pemain baru mereka Federico Chiesa dilaporkan akan segera menjalani debut pertamanya di Liga Inggris pekan ini. Dilansir dari Liverpool.com, Arne Slot sudah menyatakan akan coba memberi menit bermain bagi Chiesa saat laga melawan Bournemouth di Anfield, Sabtu 21 September 2024. Tapi kemungkinannya, Chiesa kembali akan menjadi pemain pengganti di babak kedua. Sebelumnya, Chiesa telah bermain sebagai pemain pengganti saat menggantikan Mo Salah saat melawan AC Milan di UCL.

BEIN SPORTS BELUM BAYAR HAK SIAR TV LIGUE 1

Beralih ke kabar berikutnya dari Ligue 1. Dilansir dari L’Equipe, meski Ligue 1 telah dimulai dan telah disiarkan oleh beIN Sports selama lebih dari sebulan, pihak beIN Sports ternyata dilaporkan belum membayar hak siar yang telah dijanjikan kepada Badan Pengelola Ligue 1, atau Ligue de Football Professionnel (LFP). Kesepakatan kerjasama antara beIN Sports dengan pihak LFP yang bernilai total 100 juta euro selama lima tahun tersebut kini telah dinanti pembayarannya. LFP mengaku bahwa seluruh klub-klub Ligue 1 telah menagih janji pembayaran hak siar tersebut.

JELANG DERBY MILAN, MAIGNAN TERANCAM ABSEN

Dari Ligue 1 beralih ke kabar dari Serie A. Dilansir dari Football Italia, kiper AC Milan, Mike Maignan yang terkena cedera saat menghadapi Liverpool, dikabarkan belum pasti akan sembuh saat laga Derby Della Madonnina pekan ini. Menurut laporan, meski masa pemulihan cedera kiper Prancis itu mengalami perkembangan, namun tim medis memprediksi Maignan belum siap untuk laga terdekat. Dengan kondisi tersebut, untuk menghadapi Inter Milan pekan ini, Rossoneri kemungkinan akan memakai kiper 19 tahun, Lorenzo Torriani.

ADRIANO MAIN BOLA LAGI

Sementara itu ada kabar terbaru dari mantan pemain Inter Milan era 2000-an awal, Adriano Leite. Dilansir dari Goal, pemain asal Brasil tersebut telah mengumumkan bahwa ia akan berpartisipasi dalam laga eksebisi pada 15 Desember 2024 di Stadion Maracana. Di usia 42 tahun, Adriano bertekad untuk kembali berlaga setelah terakhir kali ia berlaga di tahun 2018. Laga tersebut akan menghadirkan pertarungan antara Flamengo vs Inter Milan. Dua klub yang notabene sempat jadi tempat Adriano bernaung. Nantinya di laga tersebut, pemilik tendangan geledek itu akan membela Flamengo di babak pertama, dan Inter di babak kedua.

ELKAN BAGGOTT FRUSTRASI

Kabar berikutnya datang dari Elkan Baggott. Bek setinggi hampir dua meter itu sedang mengalami cedera parah di Blackpool FC, klub yang dibelanya saat ini. Bek pinjaman dari Ipswich Town tersebut dikabarkan sampai frustrasi. Hal itu disampaikan oleh pelatih Blackpool, Steve Bruce. Cedera itu, kata Bruce, sampai membuat Baggot mesti memakai sepatu khusus demi perawatan. Eks pelatih Newcastle United itu mengatakan, Baggott akan absen selama sebulan ke depan akibat cederanya tersebut.

INILAH HARGA TIKET LAGA TIMNAS INDONESIA U-20 DI GBK

Dari kabar lainnya. Tiket pertandingan Timnas Indonesia U-20 pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 yang akan digelar di GBK, sudah resmi dijual. Timnas Indonesia U-20 akan menghadapi Maladewa, Timor Leste, dan Yaman pada Grup F Kualifikasi Piala Dunia U-20 2025. Tiket pertandingan Timnas Indonesia U-20 bisa dibeli melalui situs resmi kitagaruda.id/tickets. Hanya 31 ribu tiket per pertandingan yang dijual pihak PSSI untuk ajang ini. Ada tiga kategori tiket yang dijual yakni dengan harga mulai dari Rp 150 ribu, Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu. Selain itu PSSI juga menyediakan tiket terusan untuk tiga laga sekaligus dengan harga paket mulai dari Rp 400 ribu, Rp 700 ribu, hingga Rp 1 juta.

MAARTEN PAES KEBOBOLAN GOL DARI JARAK JAUH

Kabar selanjutnya datang dari kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes. Kegemilangan Paes menjaga gawang Timnas Garuda ternyata berbanding terbalik saat dirinya menjaga gawang klubnya FC Dallas. Di laga melawan Salt Lake pada laga MLS Matchday ke-29, gawang Paes dibobol oleh gol cantik dari jarak jauh. Paes kebobolan gol dari tengah lapangan oleh pemain Salt Lake, Julio Santos pada menit ke-24. Santos melepaskan tendangan jarak jauh tersebut setelah melihat posisi Paes jauh meninggalkan garis gawang. Akurasi tendangan Santos begitu bagus sehingga Paes tidak bisa menjangkau bola tersebut.

Saat Pep Guardiola Selamatkan Karir Thiago Alcantara dari Kehancuran

0

Sebelum musim 2024/25 dimulai, kita dikejutkan dengan keberadaan Thiago Alcantara di kamp latihan Barcelona. Thiago ternyata hadir untuk mendampingi Hansi Flick sebagai asisten pelatih. Posisi itu diambil Thiago usai dirinya menyatakan pensiun dari sepakbola profesional di akhir musim 2023/24.

Meski pada akhirnya Thiago tidak melanjutkan kebersamaannya dengan Barca karena satu dan lain hal, momen ini memancing ingatan di masa lalu. Kemunculannya di kamp latihan Barcelona terbilang mengejutkan karena sebelumnya Thiago pernah memiliki hubungan yang rumit dengan raksasa La Liga tersebut.

Ya, sebelum meraih kesuksesan di Bayern Munchen dan Liverpool, Thiago merupakan pemain lulusan La Masia. Meski memiliki talenta yang luar biasa, Thiago ternyata tak begitu dihargai oleh klub Catalan tersebut. Benarkah demikian? Berikut adalah kisah saat Thiago Alcantara terbuang dari skuad Barcelona.

Lulusan La Masia

Menjadi putra seorang pesepakbola asal Brazil, yakni Mazinho membuat pemain yang memiliki nama lengkap sebagai Thiago Alcântara do Nascimento itu memiliki DNA sepakbola yang sangat kental. Saat ayahnya berkarir di Spanyol, Thiago pun langsung didaftarkan ke akademi terbaik di dunia, La Masia.

Meski begitu, akademi Barcelona bukan sekolah sepakbola pertama bagi Thiago. Sebelumnya, dirinya juga sudah pernah bergabung dengan beberapa klub seperti Flamengo, Kelme, hingga Ureca, menyesuaikan pekerjaan ayahnya. Maka dari itu, dirinya terbilang telat untuk masuk La Masia. Dia baru bergabung di usianya yang sudah remaja, yakni 14 tahun. 

Sudah berpengalaman di usia muda, Thiago tak butuh waktu lama untuk menembus skuad utama. Setidaknya, Thiago hanya butuh waktu tiga tahun untuk menarik perhatian petinggi klub Barcelona. Alhasil, dirinya mendapat kesempatan untuk masuk skuad utama di usianya yang kala itu masih 17 tahun. Dirinya dinilai jadi yang terbaik dibandingkan rekan-rekan seusianya kala itu.

Diberi Debut Oleh Pep Guardiola

Pada 17 Mei 2009, Thiago Alcantara akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di skuad utama La Blaugrana. Dibawa oleh Pep Guardiola ke skuad yang menghadapi Real Mallorca pada ajang La Liga musim 2008/09, Thiago diturunkan pada menit ke-74 menggantikan Eidur Gudjohnsen. Sayangnya, di satu-satunya penampilan Thiago musim itu, ia mengalami kekalahan 2-1 dari Mallorca.

Di musim 2009/10, Pep Guardiola mulai beberapa kali memasukan Thiago ke skuad utama Barcelona. Di musim itu, Thiago mendapat kesempatan starter pertamanya di laga Copa Del Rey melawan Sevilla. Ini merupakan keputusan yang berani dari Pep. Selain karena butuh kemenangan, Sevilla bukan lawan yang remeh. Alhasil, Thiago kembali gagal memberikan kemenangan untuk La Blaugrana.

Barcelona kalah 2-1 atas Sevilla di leg perdana 16 besar Copa Del Rey. Namun, Pep masih menaruh harap pada Thiago. Sang pemain pun kembali diberi menit bermain di ajang La Liga. Kala itu, Thiago diturunkan sebagai pemain pengganti saat Barcelona sudah unggul 3-0 atas Racing.

Meski hanya bermain selama 14 menit, Thiago berhasil menunjukan permainan yang ciamik. Selain menciptakan beberapa umpan sukses, Thiago berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Dengan tambahan satu golnya, El Barca akhirnya menang 4-0 di laga tersebut.

Musim itu jadi musim yang luar biasa bagi Barcelona. Mereka mengakhiri musim 2009/10 dengan gelar Juara La Liga mengalahkan rival terkuatnya Real Madrid. Meski hanya tampil sekali di musim 2009/10, Thiago Alcantara tetap berhak menjadi penerima medali juara La Liga. Musim itu jadi awal dari kisah asam bersama Barcelona.

Menggeser Xavi dan Iniesta

Walaupun minim kesempatan, Pep Guardiola yakin betul bahwa Thiago Alcantara memiliki talenta yang luar biasa. Pelatih asal Spanyol itu pun akhirnya mendaftarkan Thiago sebagai salah satu pemain di skuad Barcelona musim 2010/11.

Lagi-lagi, ini jadi langkah yang ekstrim dilakukan. Beberapa petinggi klub bahkan sampai mempertanyakan keputusan Pep. Bagaimana tidak? Musim itu, Barcelona masih memiliki nama-nama besar seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Seydou Keita, dan Javier Mascherano. Pep bahkan baru saja mempromosikan Sergio Busquets musim lalu. Lantas, mau dimainkan dimana Thiago?

Bukan Pep Guardiola namanya jika tidak mempunyai rencana yang bagus untuk setiap pemainnya. Pada awal musim 2010/11, Pep menjadikan Thiago sebagai pemain rotasi untuk menjaga kebugaran Xavi dan Iniesta yang baru pulang dari Piala Dunia 2010 bersama Timnas Spanyol. Tapi perlahan namun pasti, Thiago justru mulai menggeser mereka di lini tengah Barca.

Momen itu terjadi di paruh kedua musim 2010/11. Sejak Bulan April hingga Mei 2011, Thiago mulai sering dimainkan sebagai starter. Pemain sekaliber Xavi dan Iniesta sampai-sampai harus terbiasa duduk di bangku cadangan karena adanya Thiago. Padahal kita tahu sendiri, Iniesta dan Xavi baru saja membawa Timnas Spanyol juara Piala Dunia 2010.

Melihat hasil yang positif, Pep Guardiola pun mulai menambah jam terbang Thiago di musim 2011/12. Bukan lagi sebagai pelapis Xavi dan Iniesta, Thiago digunakan sebagai gelandang inti di dalam skema yang diusungnya. Pep merasa bahwa gaya bermain Thiago seperti gabungan antara Xavi dan Iniesta. Ketimbang menurunkan Xavi dan Iniesta, Pep merasa memainkan satu Thiago saja sudah cukup dan mampu menghemat ruang di starting line up.

Pep Hengkang ke Bayern Munchen

Musim 2011/12 tercatat sebagai musim terbaik bagi Thiago Alcantara. Dirinya mencatatkan lebih dari 1800 menit penampilan di La Liga musim tersebut. Dirinya dengan permanen menggeser posisi Andres Iniesta sebagai gelandang utama Barcelona. Cedera robek otot yang dialami Iniesta seakan jadi momen dimana Thiago menunjukan siapa dia sebenarnya.

Tampil sebanyak 45 laga di semua kompetisi, Thiago mencatatkan delapan assist dan mencetak empat gol. Mencapai statistik itu di skuad Barcelona adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Mengingat usianya kala itu masih 20 tahun. Dengan performa yang luar biasa itu, Pep meminta Barca untuk menghadiahinya kontrak profesional.

Sialnya, setelah teken kontrak Pep Guardiola justru hengkang dari Barcelona. Ada beberapa alasan yang membuat Pep meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya itu. Satu alasan yang paling kuat adalah, hubungan buruk dengan manajemen dan sang pelatih ingin mencari tantangan baru di luar Spanyol. 

Beberapa media lebih menganggap bahwa Pep tak merasa nyaman dengan tekanan yang didapatkan selama menukangi Barca. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kekalahan dari Chelsea di semifinal Liga Champions dianggap sebagai titik awal mengapa Pep ingin hengkang. Dirinya merasa bahwa kondisi tim sudah tak kondusif dan powernya di ruang ganti menjadi lemah.

Namun, apapun alasan yang keluar dari mulut Pep, itu sama sekali bukan jawaban yang diinginkan oleh Thiago Alcantara. Ia merasa kehilangan sosok paling penting dalam karirnya. Karena hanya Pep lah yang percaya akan kemampuannya. Dan benar saja, di musim 2012/13 posisi Thiago Alcantara di skuad utama Barcelona sudah tak sama seperti di era Pep Guardiola.

Thiago Mulai Kesulitan

Barcelona tak ambil pusing untuk mencari pengganti Pep. Mereka langsung menunjuk asistennya, yakni Tito Vilanova sebagai nakhoda tim yang baru. Meski telah menjadi asisten Pep Guardiola selama bertahun-tahun, ternyata Tito memiliki pendapat yang berbeda tentang keberadaan Thiago Alcantara di skuad utama.

Pelatih yang juga berkebangsaan Spanyol itu merasa bahwa Thiago terlalu muda untuk mengemban tugas berat di lini tengah La Blaugrana. Toh, Tito tak memiliki kepentingan untuk mempertahankan Thiago di tim. Saat itu Tito masih percaya dengan Xavi dan Iniesta. Jadi ngapain repot-repot mengandalkan pemain muda yang performanya belum konsisten.

Di bawah asuhan Tito Vilanova, trio lini tengah Barcelona kembali ke setelan pabrik. Barca kembali mengandalkan duet Xavi dan Iniesta. Posisi gelandang bertahan yang awalnya diisi oleh Javier Mascherano pun praktis jatuh ke tangan Sergio Busquets, bukan Thiago. Jadi sudah tidak ada tempat lagi untuk Thiago.

Terlebih, kebijakan Barcelona untuk mendatangkan Cesc Fabregas dari Arsenal semakin memastikan bahwa Tito tidak membutuhkan kehadiran Thiago Alcantara lagi. Tito lebih menggemari gaya permainan Fabregas yang menurutnya lebih matang dalam pengambilan keputusan dan kreatif saat membantu serangan daripada Thiago.

Itu bukan kondisi yang menguntungkan bagi Thiago. Bakatnya bisa terbuang percuma bila terus menjadi pemain pelapis. Situasi yang dialami Thiago di Barcelona membuat membuat banyak klub mengajukan penawaran untuk mendatangkannya. Di akhir musim 2012/13, banyak rumor yang mengaitkan dirinya dengan beberapa klub top Eropa seperti Bayern Munchen dan Manchester United.

Menyusul Pep ke Jerman

Pep Guardiola yang berada di Jerman pun mulai menghubungi Thiago. Pep bertanya apa yang terjadi padanya di Spanyol? Thiago senang bisa menjadi bagian sejarah di Barcelona. Tapi, ketika Pep pergi, ia merasa kebahagiaannya juga ikut pergi bersama Pep. Thiago merasa potensinya terhalang oleh banyaknya pemain bintang di Barcelona. Dirinya tidak bisa mendapat menit bermain sebanyak yang dia inginkan.

Mendengar itu, Pep pun membujuk sang pemain untuk bergabung dengan Bayern Munchen. Thiago pun tertarik dengan tawaran sang pelatih. Pep meminta manajemen untuk mempelajari kemungkinan untuk mendatangkan Thiago meski kontraknya masih panjang. Setelah diteliti, ternyata Thiago memiliki klausul pelepasan yang sangat murah, yakni 18 juta euro. Itu adalah angka yang kecil untuk ukuran pemain bertalenta sepertinya.

Padahal pada awal penandatanganan kontrak di tahun 2011, Thiago memiliki klausul pelepasan di angka 90 juta euro. Tapi, karena ada klausul tentang menit bermain, angka tersebut turun secara drastis di tahun 2013. Dilansir Marca, nilai tersebut anjlok hingga hanya 18 juta euro ketika Thiago tidak bermain dalam jumlah menit tertentu pada musim 2012/13.

Thiago pun akhirnya merampungkan transfer ke Bayern Munchen dengan biaya 25 juta euro pada tahun 2013. Kepindahan tersebut memancing banyak media untuk berkomentar. Bahkan, Bleacherreport dengan berani menyebut transfer Thiago ke Munchen bakal jadi penyesalan besar bagi manajemen klub Catalan.

Selain itu, hal ini menunjukkan betapa tidak kompetennya tim manajemen dari presiden Barcelona saat itu, Sandro Rosell. Karena sudah kehilangan Pep Guardiola dan seorang gelandang yang digadang-gadang bakal menjadi penerus Xavi Hernandez suatu saat nanti hanya dalam dua tahun.

Jadi Andalan dan Memenangkan Banyak Gelar

Berusaha move on dari Barcelona, sehari setelah kedatangannya ke Bayern Munchen Thiago Alcantara mengungkapkan kalimat yang menarik. Ia berkata bahwa meninggalkan Barcelona yang merupakan klub masa kecilnya, adalah keputusan sulit. Tapi reuni bersama Pep Guardiola yang bisa dibilang sebagai sosok berjasa yang mengangkat pamornya adalah hasrat yang tak tertahankan.

Tapi jika kalian berpikir bahwa Thiago akan langsung nyetel di Bayern Munchen, kalian salah. Karena permainan yang diusung Pep Guardiola di Bayern sangat berbeda dengan di Barca. Pep butuh beberapa waktu untuk memaksimalkan peran Thiago dalam skuadnya. Setidaknya Pep berusaha menyelamatkan potensinya agar tak terbenam di Barcelona.

Pep membentuk permainan Thiago agar sesuai dengan karakter permainan Bayern dan sepakbola Jerman. Pep terus bekerja keras mengasah kemampuan pengambilan keputusan Thiago. Karena kelemahannya itulah Thiago kalah saing dengan Fabregas yang baru saja didatangkan Barcelona.

Upaya Pep Guardiola pun tak sia-sia. Thiago kemudian bisa berkembang sebagai sosok sentral di lini tengah Bayern Munchen. Sejak bergabung bersama raksasa Bundesliga itu, Thiago berkontribusi banyak. Dirinya bahkan membawa Die Roten menjuarai Bundesliga sebanyak tujuh kali secara beruntun, sejak 2013/14 hingga 2019/20. 

Bahkan, saat Pep Guardiola pergi meninggalkan Bayern Munchen pada akhir musim 2015/16, Thiago Alcantara masih menjadi pilihan utama di skuad Bayern Munchen. Dirinya selalu mengemban peran vital di era Carlo Ancelotti, pelatih yang menggantikan peran Pep di Munchen.

Menolak Barca dan Juara UCL

Melihat perkembangan yang signifikan di Bayern Munchen, Barcelona pun kembali menunjukan ketertarikan padanya tahun 2018. Bahkan, Lionel Messi secara terbuka menginginkan Thiago kembali bermain untuk Barca. Tapi Thiago sepertinya sudah tidak melihat Barcelona sebagai tempat yang nyaman baginya.

Kabarnya, Barcelona ingin menjadikan Thiago sebagai pengganti Iniesta yang kala itu memilih untuk hengkang. Tapi Thiago memilih untuk tetap bertahan di Bayern Munchen. Di sisi lain, justru beredar isu bahwa Thiago lebih berminat gabung Real Madrid atau Atletico Madrid jika harus kembali ke Spanyol. Itu jadi salah satu sikapnya karena merasa kecewa dengan sikap Barca di masa lalu.

Keputusan Thiago untuk bertahan setahun lagi di Bayern Munchen terbukti tepat. Di era kepemimpinan Hansi Flick, Thiago berperan penting dalam pencapaian Die Roten menjuarai Liga Champions musim 2019/20. Meski ini bukan trofi UCL pertamanya, trofi ini justru lebih berkesan karena Thiago benar-benar memperjuangkannya, tidak seperti di Barcelona dulu.

Sumber: 90min, BR, Football Espana, Bundesliga, Antara News

FIFA Tutup Mata Saat Sepak Bola China Dicengkeram Pemerintah

0

Federasi atau asosiasi sepak bola di bawah naungan FIFA adalah badan independen. Pihak ketiga, tak terkecuali pemerintah negara terkait, dilarang campur tangan. Misalnya, menempatkan salah satu menteri untuk memimpin federasi sepak bola atau bahkan menempatkan sang presiden itu sendiri.

Sudah banyak federasi sepak bola yang disikat FIFA karena membiarkan pemerintah mengintervensi. Iran, Kenya, Spanyol, sampai Indonesia pernah merasakannya. Namun, ada satu negara yang federasi sepak bolanya sudah lama dicengkeram presiden tapi tidak pernah dihukum FIFA. Negara itu adalah China.

Jadi, apa yang membuat FIFA, dari generasi sebelumnya hingga Gianni Infantino terkesan seperti kerupuk disiram air di hadapan China?

Aturan FIFA

Selama berdiri FIFA tidak menginginkan federasi atau asosiasi sepak bola mendapat intervensi dari pihak ketiga, termasuk pemerintah. Hal itu diatur dalam Peraturan FIFA Pasal 17 yang berbunyi, “Setiap anggota harus mengelola urusannya secara independen dan tanpa pengaruh pihak ketiga.”

Melalui aturan itu, FIFA tidak suka apabila pemerintah campur tangan terhadap federasi sepak bola di sebuah negara. Meskipun sebetulnya tidak ada definisi pasti apa yang dimaksud dengan “campur tangan”. Beberapa kali FIFA menindak tegas federasi yang urusannya dicampuri pemerintah.

Sebelum menjuarai EURO 2008, Spanyol pernah terancam tidak diizinkan bertarung di kompetisi paling bergengsi antarnegara Eropa itu. Penyebabnya, pemerintah Spanyol waktu itu sempat menghalangi pemilihan umum pengurus Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Spanyol Diperingatkan Tahun 2018

Kurang lebih sepuluh tahun setelah ancaman tidak ikut EURO 2008, Federasi Sepak Bola Spanyol atau RFEF kembali harus berurusan dengan FIFA. Mengutip Forbes, ujung tahun 2017, FIFA memanggil pejabat pemerintahan Spanyol dan salah satu dari pengurus RFEF untuk membahas adanya dugaan campur tangan pemerintah.

FIFA mencurigai ada intervensi Pemerintah Kerajaan Spanyol atas proses pemungutan suara presiden baru RFEF. Waktu itu RFEF dipimpin Juan Luis Larrea sebagai presiden sementara. Ia menggantikan Angel Maria Villar yang didorong mundur karena dakwaan kasus korupsi.

Keinginan Larrea untuk menjadi presiden hingga 2020 menimbulkan polemik. Posisi tersebut pada waktu itu juga menjadi incaran Luis Rubiales. Rubiales pun mengajukan agar pemungutan suara terjadi pada 16 Januari 2018.

Perebutan kekuasaan ini akhirnya membuat Kabinet Spanyol turun tangan meminta Dewan Olahraga Spanyol mengadakan pemungutan suara untuk memilih presiden RFEF yang baru. Hal inilah yang membuat FIFA mencuriga adanya intervensi politik.

Isunya kemudian melebar. Spanyol pada waktu itu terancam gagal berpartisipasi di Piala Dunia 2018. Namun, setelah RFEF bersurat dengan FIFA, masalah itu akhirnya bisa diselesaikan. Pihak RFEF juga membantah kalau Spanyol dilarang bermain di Piala Dunia 2018.

Indonesia Dibekukan

Kalau di kasus tadi RFEF tak sampai dijerat, beda lagi dengan yang dialami federasi sepak bola kesayangan kita. PSSI pernah benar-benar disikat FIFA akibat intervensi dari pemerintah. Itu terjadi 30 Mei 2015 saat FIFA membekukan PSSI.

Mengutip laporan Tempo, saat itu terjadi pecah kongsi dalam tubuh PSSI. Ingat bagaimana Timnas Indonesia bahkan ada dua? Nah, Imam Nahrawi yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga turun tangan untuk menangani perebutan kekuasaan di tubuh induk sepak bola tanah air tersebut.

Pada 17 April 2015, Imam Nahrawi mengeluarkan Surat Keputusan untuk membekukan PSSI. Intervensi Menpora ini lalu memicu sikap tegas dari FIFA. Masih dari Tempo, FIFA lalu mengirim surat sanksi kepada Indonesia pada 30 Mei 2015. Isinya PSSI dibekukan karena melanggar Statuta FIFA Pasal 13 dan 17.

Pembekuan federasi membuat sepak bola Indonesia lumpuh dalam sekejap. Hukuman ini juga menimbulkan efek bola salju. Timnas Indonesia U-19 dan U-16 ikut terkena imbasnya.

2006, Iran Juga Kena

Hukuman yang diterima Indonesia menggegerkan publik. Tidak hanya publik nasional, tapi juga internasional. Hukuman itu bahkan lebih parah dari apa yang diterima Iran. Tahun 2006, FIFA pernah menangguhkan Iran selama beberapa bulan buntut dari intervensi pemerintah Iran terhadap federasi sepak bola.

Dilansir Play The Game, sejak Iran dikuasai Mahmoud Ahmadinejad, ia cawe-cawe dalam segala hal, termasuk federasi sepak bola. Salah satunya adalah penyingkiran Mohammad Dadkan sebagai presiden federasi yang sah menurut FIFA.

Induk sepak bola dunia itu mendesak Iran mengembalikan jabatan presiden FA Iran pada Dadkan. Namun, hal itu tidak dipenuhi. Iran pun dilarang mengikuti kompetisi internasional pada waktu itu.

Zimbabwe dan Kenya

Dua tahun lalu Zimbabwe dan Kenya juga pernah didamprat FIFA akibat intervensi pemerintahnya. Pihak berwenang Zimbabwe campur tangan melawan inkompetensi, korupsi, dan pelecehan seksual yang terjadi di sepak bola negara tersebut. Asosiasi Sepak Bola Zimbabwe membantah hal itu.

Mengutip VOA, FIFA menilai bahwa masalah itu harus diselidiki secara internal, tidak melibatkan pemerintah. Namun, masih dari laporan yang sama, Sport and Recreation Commission Zimbabwe, melalui ketuanya, Gerald Mlotshwa menilai Gianni Infantino tak paham hukum yang berlaku di Zimbabwe.

SRC Zimbabwe menilai kasus yang ada di FA Zimbabwe sudah masuk ranah hukum peradilan negara tersebut. Walau begitu, FIFA tetap menskors FA Zimbabwe dengan menangguhkan status keanggotaannya.

Sementara di Kenya, pemerintah dinilai ikut campur mengganti Federasi Sepak Bola Kenya dengan komite sementara. Kedua negara pun dilarang bermain di kompetisi di bawah naungan FIFA maupun CAF selama masa penangguhan.

Campur Tangan Xi Jinping

Sama seperti negara sebelumnya, sepak bola China juga dipengaruhi oleh pemerintah. Bahkan pengaruhnya sangat besar. Saudara Ilkay Gundogan, Ilker Gundogan yang juga seorang doktor di Universitas Ruhr di Bochum, Jerman menulis bahwa sepak bola China mengalami perubahan drastis di bawah kepemimpinan Xi Jinping.

Xi Jinping menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok pada 2012. Setahun berikutnya, melalui Kongres Rakyat Nasional ke-12 di Beijing, ia menjadi presiden setelah mendapat dukungan 2.952 suara. Setahun berselang, Jinping mencengkram sepak bola China, termasuk urusan pengembangan.

Mimpinya membawa China memenangkan Piala Dunia. Di tangan Jinping, sepak bola China sempat memimpin Asia. Dengan dana besar, sepak bola China pun disorot. Ketua federasi pun diisi para politikus. Dari Cai Zhenhua hingga Chen Xuyuan terafiliasi dengan partainya sang presiden.

Namun, menyerahkan urusan sepak bola pada politikus ibarat menyelundupkan tikus ke federasi. Kasus korupsi pun terkuak, sepak bola China ambruk dalam sekejap. Tapi Xi Jinping bertanggung jawab.

Ia turun gunung untuk memimpin investigasi guna mencari para garong di sepak bola China. Setelah beberapa tahun, para pencoleng berhasil diringkus. Al-Jazeera melaporkan, mantan Presiden CFA, Chen Xuyuan dijatuhi hukuman seumur hidup karena menerima suap.

Teranyar, mengutip laporan The Guardian, CFA menjatuhkan larangan seumur hidup pada 38 pemain dan lima pejabat klub setelah penyelidikan dua tahun terkait skandal pengaturan skor dan perjudian. CFA menemukan bahwa 120 pertandingan telah diatur dan tak kurang dari 41 klub terlibat di dalamnya.

Mengapa FIFA Lembek pada Xi Jinping?

Meski campur tangan Xi Jinping pada sepak bola China terang-terangan, tapi FIFA tak pernah mengungkit permasalahan ini. Memang, sehebat itu ya Xi Jinping, sampai FIFA tak ubahnya MK ketika menghadapi anak presiden?

Menurut Aneliya Petrova, pengacara yang fokus menangani kasus di bidang olahraga, dikutip Forbes, FIFA tidak terlalu peduli pada China. Sebab China bukan kekuatan sepak bola. Masih menurut Petrova, intervensi yang dilakukan Jinping ke sepak bola China dengan memberi dana, juga dilakukan oleh pemerintah negara lain.

Di Indonesia, pemerintah beberapa kali menggelontorkan dana buat PSSI. Tapi terlepas dari itu, menurut Petrova, FIFA tak mau kehilangan pasar. China adalah sahabat baik karena punya uang. Singkatnya, FIFA masih butuh duit, sedangkan China memiliki uang itu.

Sumber: TheGuardian, Forbes, PlayTheGame, CNNyTimes, Sportlicitors, PanditFootball, Tandfonline

Berita Bola Terbaru 19 September 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga ronde ke-3 Carabao Cup, Brighton sukses melangkah ke babak selanjutnya setelah berhasil mengalahkan Wolves di Amex Stadium dengan skor 3-2. Gol dari anak asuh Fabian Hurzeler dicetak masing-masing oleh Carlos Baleba di menit 14, Simon Adingra di menit 31, dan pemain baru Ferdi Kadioglu di menit 85.

Sementara itu di laga Carabao Cup lainnya, Tottenham Hotspur juga berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah berhasil comeback atas tuan rumah Coventry City dengan skor 2-1. Dua gol pasukan Postecoglou dihasilkan di menit 88 oleh Djed Spence, dan menit 90+2 oleh Brennan Johnson.

Beralih ke hasil dari UCL. Finalis musim lalu Borussia Dortmund berhasil mengemas tiga poin setelah mengandaskan tuan rumah Club Brugge tiga gol tanpa balas. Tiga gol dari Die Borussen dicetak oleh brace dari pemain muda Jamie Gittens di menit 76 dan 86, lalu gol dari Sehrou Guirassy di menit 90+5. Berkat hasil ini, pasukan Nuri Sahin sementara berada di posisi 4 klasemen UCL.

Sementara itu di Paris, PSG berhasil menang dramatis atas tamunya Girona 1-0. Gol satu-satunya dari PSG diciptakan dari gol bunuh diri kiper Girona Paulo Gazzaniga di menit 90. Berkat raihan tiga poin ini, pasukan Luis Enrique sementara ini berada di posisi 10 klasemen UCL.

Dari laga lainnya, di Etihad Stadium Manchester City hanya bermain seri atas tamunya Inter Milan 0-0. Berkat hasil kacamata tersebut, Inter dan City masing-masing berada di posisi 11 dan 12 klasemen UCL.

KENAPA CITY PAKAI BAN HITAM SAAT LAWAN INTER?

Dari laga UCL antara City vs Inter Milan, ada sesuatu yang menarik di masing-masing lengan pemain kedua tim. Dilansir dari Sportbible, pemain kedua tim sama-sama menggunakan ban hitam di lengan sepanjang laga guna menghormati salah satu legenda sepakbola Italia yakni Salvatore “Toto” Schillaci. Mantan pemain Juventus dan Inter Milan itu baru saja meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah dua tahun berjuang melawan penyakit kanker usus besar.

HAALAND MARAH PADA ACERBI

Masih dari laga City vs Inter. Dilansir dari Sportbible, saking frustrasinya tak bisa membobol pertahanan yang dikawal Acerbi dan kawan-kawan, Erling Haaland kemudian meluapkan kekesalannya pasca laga usai. Striker Norwegia itu langsung menghampiri Acerbi yang terbukti berhasil mengantonginya sepanjang laga. Haaland terlihat marah dan protes dengan bek italia tersebut karena dianggap sering menarik kaosnya sepanjang laga.

DE BRUYNE CEDERA

Disamping Haaland yang marah, City pasca laga melawan Inter merasa khawatir karena pemain pentingnya Kevin De Bruyne mengalami cedera. De Bruyne ditarik paksa di babak pertama saat ia terjatuh dan memegang pangkal pahanya. Fisioterapis yang datang untuk menangani masalah tersebut, langsung tak mengizinkan De Bruyne untuk melanjutkan laga. Belum diketahui seberapa parah cedera De Bruyne, karena masih dalam tahap pemeriksaan. Hal tersebut menimbulkan kecemasan Pep karena di hari Minggu The Citizens akan hadapi laga penting melawan Arsenal di Liga Inggris.

MOUNT DAN HOJLUND KEMBALI BERLATIH

Lain halnya dengan City yang cemas ketika dilanda cedera pemainnya, MU punya kabar baik ketika dua pemainnya Rasmus Hojlund dan Mason Mount sudah pulih dari cedera hamstringnya dan sudah mulai berlatih bersama skuad. Dilansir dari Sky Sports, dua pemain tersebut dikabarkan sudah siap menjadi bagian dari tim yang akan diandalkan Ten Hag. Bahkan di laga Liga Inggris terdekat hari Sabtu ini melawan Crystal Palace, dua pemain tersebut juga akan dibawa oleh Ten Hag.

ARSENAL AKAN JUAL TOMIYASU JANUARI

Beralih ke kabar lainnya. Dilansir dari The Sun, Arsenal siap melepas salah satu beknya yakni Takehiro Tomiyasu pada bulan Januari mendatang. Pemain yang masih menderita cedera ini sudah dipersilahkan Mikel Arteta untuk meninggalkan Emirates. Menurut laporan, klub seperti Inter Milan, Napoli dan Juventus, ingin menampungnya. Pemain jepang tersebut akan dibandrol Arsenal sebesar 25 juta pounds. Namun, jika tim-tim tak ada yang mau menebusnya, The Gunners terbuka untuk opsi peminjaman.

DE ROSSI DIPECAT, FANS ROMA MARAH

Dari Serie A, kabar heboh datang dari AS Roma. Pelatih Daniele De Rossi resmi dipecat pada hari Rabu 18 September 2024. Pemecatan sepihak tersebut membuat fans maupun Ultras AS Roma marah. Mereka berbondong-bondong datang ke tempat latihan Roma pasca De Rossi dipecat. Para Ultras ini bahkan menyalahkan para pemain Roma yang dianggap sengaja mengorbankan De Rossi disaat performa tim menurun. Fans yang muak tersebut, merasa tak terima legenda mereka diperlakukan secara tidak hormat oleh klub.

JURIC RESMI GANTIKAN DE ROSSI

Setelah De Rossi didepak, selang beberapa jam manajemen AS Roma secara resmi mengumumkan pelatih baru mereka yakni Ivan Juric. Pelatih asal Kroasia tersebut akan menandatangani kontrak selama satu tahun, hingga Juni 2025. Juric sebelumnya adalah pelatih yang malang melintang di beberapa klub Italia seperti Mantova, Crotone, Genoa, Verona, maupun Torino. Fyi, Juric ini merupakan salah satu pelatih yang belajar dari Gian Piero Gasperini. Ia pernah menimba ilmu langsung dari Gasperini saat menjadi pembantunya di Genoa, Palermo, dan Inter.

DITELPON IBRA, EDIN TERZIC LATIH MILAN?

Semetara itu AC Milan bisa saja mengikuti jejak AS Roma yang mendepak pelatih dan segera menunjuk pelatih baru. Dilansir dari Football Italia, penasihat Red Bird Capital, Zlatan Ibrahimovic dilaporkan telah menghubungi mantan pelatih Borussia Dortmund, Edin Terzic untuk menjajaki ketersediaannya untuk melatih Rossoneri. Pelatih AC Milan, Paulo Fonseca berisiko didepak setelah rentetan hasil minor yang diraih. Menurut laporan, jika di laga pekan depan melawan Inter Milan kembali meraih hasil minor, bisa dipastikan Fonseca akan didepak dan akan digantikan oleh Terzic.

CONOR GALLAGHER DICORET SIMEONE DI UCL

Dari Italia beralih ke kabar dari sepakbola Spanyol. Dilansir dari Footbal Espana, Atletico Madrid dilaporkan akan mencoret pemain barunya Conor Gallagher dari daftar pemain inti Atletico Madrid jelang laga melawan RB Leipzig di UCL. Meski tampil apik melawan Valencia di La Liga, Gallagher disebut akan ditepikan Simeone dan akan digantikan Rodrigo Riquelme. Simeone beralasan bahwa Gallagher perlu diatur menit bermainnya karena masih dalam fase adaptasi di skuad Los Colchoneros.

MARSEILLE TAMPUNG MUDRICK?

Dari Liga Prancis, dilansir dari Teamtalk, Marseille dilaporkan bersedia menampung Mykhailo Mudrick yang rencananya akan dibuang Chelsea, Januari nanti. Marseille berharap membawa Mudrick dengan status pinjaman. Roberto De Zerbi mengaku adalah penggemar berat pemain sayap Ukraina tersebut. Ia yakin Mudrick dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di Marseille, seperti halnya Mason Greenwood.

DISAMBUT MERIAH, MARTIAL JADI PEMAIN AEK ATHENS

Beralih ke kabar lainnya. Dilansir dari Daily Mail, Anthony Martial disambut meriah oleh pendukung fanatik AEK Athens saat ia mendarat di ibu kota Yunani pada Rabu 18 september 2024 malam. Ribuan penggemar AEK terlihat memadati Bandara Internasional Athena demi menyambut kedatangan Martial. Martial diangkut AEK Athens sebagai agen bebas dan akan menandatangani kontrak selama tiga tahun. Martial nantinya di AEK Athens akan menerima total gaji sebesar 7,5 juta pounds per musim termasuk bonus. Gaji tersebut adalah gaji termahal yang pernah dikeluarkan oleh AEK Athens sepanjang sejarah.

BUANG JERSEY MESSI, I SHOW SPEED BIKIN GEMPAR INDONESIA

Tak hanya kedatangan Martial saja yang heboh, kedatangan YouTuber I Show Speed di Indonesia juga tak kalah heboh. Youtuber yang dijuluki netizen Indonesia sebagai “El Kecepatan” itu membuat heboh dunia saat aksinya melempar dengan sengaja jersey Argentina Lionel Messi yang disodorkan oleh fans di kawasan Kota Tua Jakarta. Saking bencinya di adsengan Messi, tak hanya jersey Messi saja yang dilempar. Saat ia dikasih hadiah boneka Messi oleh Medy Renaldy, ia juga langsung marah-marah dan bahkan membanting Renaldy.

TIMNAS INDONESIA U-20 PANGGIL 30 PEMAIN

Beralih ke kabar dari sepakbola nasional. PSSI telah merilis 30 pemain yang akan dipanggil untuk Timnas Indonesia U-20 pada ajang Kualifikasi Piala Asia U-20 2025. Timnas Indonesia U-20 asuhan Indra Sjafri, akan melakoni laga Kualifikasi Piala Asia U-20 pada 25 hingga 29 September mendatang di GBK. Timnas Indonesia akan berada di Grup F bersama Yaman, Maladewa, dan Timor Leste. Di laga pertama, Timnas Garuda akan menghadapi Maladewa pada 25 September. Kemudian untuk laga kedua menghadapi Timor Leste pada 27 September, dan terakhir menghadapi Yaman pada 29 September. Nantinya yang memuncaki klasemen grup, mereka berhasil lolos langsung ke Piala Asia U-20 yang akan digelar di Tiongkok pada bulan Februari 2025.

RIZKY RIDHO KE BRISBANE ROAR?

Lanjut ke kabar berikutnya. Usai mendapatkan Rafael Struick, kini Brisbane Roar dikabarkan kembali mengincar salah satu pemain timnas Indonesia lainnya. Nama yang paling mungkin untuk direkrut adalah bek asal Persija, Rizky Ridho. Rumor ini berhembus ketika CEO Brisbane Roar mendatangi langsung markas klub Persija Jakarta. Rizky Ridho yang digadang-gadang sudah siap untuk bermain di liga luar negeri, telah diminati langsung oleh CEO Brisbane Roar. Tim manajemen Brisbane Roar telah berangkat ke Jakarta untuk menemui manajemen Persija guna membahas beberapa strategi bisnis, termasuk bisnis transfer. Fyi, saham Brisbane Roar ini dan Persija sama-sama dipunyai oleh perusahaan Indonesia, Bakrie Group.

SALIBA DAN GABRIEL TARGET UTAMA PSG

Dilansir dari psgtalk, dua tembok kokoh Arsenal William Saliba dan Gabriel diam-diam sedang dipantau oleh PSG. Pemandu bakat PSG terlihat datang langsung saat laga Tottenham Hotspur vs Arsenal di Liga Inggris. PSG dilaporkan akan memboyong salah satu dari mereka musim depan. Meski kontrak keduanya masih berlaku hingga 2027, PSG optimis bisa menebus salah satunnya. Sosok Saliba dan Gabriel dipilih PSG sebagai target utama karena dinilai berpengalaman di Ligue 1. Saliba pernah membela Saint Etienne dan Marseille, sedangkan Gabriel pernah membela Lille.

UANG YANG AKAN DIDAPAT KLUB BUNDESLIGA DARI UCL

Beralih ke kabar lainnya. Dilansir dari getfootballnewsgermany, terungkap nominal uang yang akan dihasilkan wakil-wakil Bundesliga yang berlaga di UCL musim ini. Tim seperti Munchen, Dortmund, Stuttgart, Leipzig dan Leverkusen masing-masing akan mendapatkan 18,62 juta euro berkat partisipasinya di UCL musim ini. Jumlah tersebut mengalami kenaikkan 3 juta euro dari musim lalu. Selain itu, tim yang finis di antara posisi pertama hingga kedelapan, akan mendapatkan tambahan 2 juta euro. Ada juga besaran uang yang didapat ketika masuk ke babak berikutnya, seperti babak 16 besar yang akan mendapatkan 11 juta euro, perempat final 12,5 juta euro, semifinal 15 juta euro, dan final 18,5 juta euro.

LEROY SANE GERAM DENGAN PERLAKUAN BAYERN MUNCHEN

Masih dari kabar sepakbola Jerman. Dilansir dari bavarianfootbalworks, pemain Bayern Munchen Leroy Sane dilaporkan geram terhadap perlakuan klubnya. Sane geram dengan tawaran kontrak barunya yang dinilai lebih rendah dari sebelumnya. Sane tak sudi menerima nilai kontrak baru tersebut. Ia lebih memilih hengkang musim depan. Fyi, kontrak Sane di Allianz Arena akan berakhir tahun 2025 mendatang. Kondisinya Leroy Sane kini juga hanya jadi pemain pelapis belaka di Die Roten setelah kehadiran Olise.

BEN YEDDER AJUKAN REHABILITASI ALKOHOL

Beralih ke kabar selanjutnya. Dilansir dari getnewsfootballfrance, mantan pemain AS Monaco, Wissam Ben Yedder mengaku bersedia menjalani proses rehabilitasi alkohol untuk menghindari penahanan praperadilan. Pernyataan tersebut diucapkan langsung oleh Ben Yedder di sidang lanjutan kasusnya pada 17 September 2024. Selain menjalani proses rehabilitasi, Ben Yedder juga akan menjalani beberapa ketentuan seperti lapor dua kali seminggu ke kepolisian, larangan pergi ke bar atau klub malam, serta larangan meninggalkan rumah pada malam hari. Beberapa hal tersebut akan dilakukan Ben Yedder sampai sidang putusan pada 15 Oktober 2024.

AJAX KEMBALI KONTRAK KLAASSEN

Dari kabar sepakbola Belanda, Ajax Amsterdam berhasil membawa pulang mantan pemainnya, Davy Klaassen. Dilansir dari situs resmi Ajax, De Godenzonen mendapatkan kembali Klaassen secara gratis setelah ia dilepas Inter Milan bulan Juli lalu. Klaassen akan menandatangani kontrak di Amsterdam Arena hingga 30 Juni 2025. Kepulangan Klaassen diharapkan direktur teknik Ajax Alex Kroes, akan menjadi amunisi baru untuk kedalaman skuad pasukan Francesco Farioli musim ini. Pemain berusia 31 tahun tersebut juga mengaku terkesan akhirnya bisa diterima lagi di klub masa kecilnya tersebut.

PSV SEGERA REKRUT IVAN PERISIC

Tak mau kalah dengan Ajax yang mendapatkan pemain baru, PSV Eindhoven juga dilaporkan segera mendapatkan pemain baru yakni Ivan Perisic. Dilansir dari eurofootballnews, pemain asal Kroasia yang berstatus sebagai agen bebas tersebut selangkah lagi akan menandatangani kontrak dengan PSV. Mantan pemain Hajduk Split tersebut dilaporkan akan segera terbang menuju Eindhoven dalam minggu ini. Direktur teknik PSV, Earnest Stewart rela tidak ikut rombongan tim yang away ke Juventus di UCL, demi menyelesaikan kesepakatan transfer dengan pihak Ivan Perisic.

MESSI DAN SUAREZ PUNCAKI PENJUALAN JERSEY DI MLS

Dari sepakbola Belanda beralih ke kabar dari sepakbola MLS. Dilansir dari Goal, dua pemain Inter Miami yakni Luis Suarez dan Lionel Messi berhasil memuncaki penjualan jersey di MLS tahun 2024. MLS resmi merilis daftar penjualan jersey teratas tahun 2024 yang dihitung dari bulan 1 Januari 2024 hingga 31 Agustus 2024. Lionel Messi berada di urutan pertama dan Luis Suarez di urutan nomor 2. Menariknya di peringkat tiga hingga lima tidak diisi nama-nama beken, melainkan diisi pemain seperti Denis Bouanga (LAFC), Lucho Acosta (Cincinati), dan Cucho Hernandez (Columbus).

BAMBANG PACUL BERANGKATKAN PEMAIN KE PORTUGAL

Beralih ke kabar sepakbola nasional. Politikus PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul baru saja meluncurkan program bernama “Korea-Korea Selecao”. Lewat program ini talenta muda sepakbola Jawa Tengah U-15 akan dikirim ke Portugal untuk menimba ilmu. Dalam program ini, Bambang Pacul bekerja sama dengan pundit ternama Justinus Lhaksana dan mantan pemain Timnas Portugal, Abel Xavier. Justin dan Xavier nantinya akan berkolaborasi menyaring talenta terbaik. Seleksi awal akan dimulai tanggal 21 September hingga 13 Oktober 2024 di Semarang. Sementara itu seleksi tahap akhirnya juga bakal digelar di Semarang pada 26 Oktober 2024. Nantinya dalam tahap akhir, akan dipilih sebanyak 17 pemain yang akan diberangkatkan ke Lisbon, mulai bulan November 2024 mendatang.

ANGGOTA DPR KRITIK PROGRAM NATURALISASI TIMNAS INDONESIA

Beralih ke kabar selanjutnya. Meski rapat DPR RI Komisi III yang membahas proses naturalisasi Hilgers dan Eliano berjalan mulus, namun menyisakan cerita dari salah satu anggota DPR RI yang mengkritik keras proses naturalisasi timnas. Dilansir dari video kanal YouTube DPR RI, anggota DPR Fraksi Gerindra Dapil Jawa Barat bernama Nuroji, mengaku tak bangga dengan apa yang dicapai timnas lewat pemain naturalisasinya. Nuroji mengatakan bahwa terlalu banyak pemain naturalisasi justru menghambat perkembangan sepak bola Indonesia di level akar rumput.

HILGERS BENTANGKAN BENDERA INDONESIA

Sementara itu, calon pemain naturalisasi Mees Hilgers justru sedang berbangga hati setelah proses naturalisasinya sebagai WNI berjalan mulus. Pasca timnya, FC Twente menang 2-0 atas SC Heerenveen di Eredivisie, Hilgers menyempatkan diri berfoto dengan membentangkan bendera Indonesia. Hilgers mendapatkan bendera Indonesia tersebut dari penonton yang duduk di tribun stadion. Sambil tersenyum lebar, Hilgers dengan bangga membentangkan bendera Indonesia tersebut.