Dalam satu tahun terakhir, pegawai Transfermarkt cabang Asia Tenggara jadi makin sibuk seiring banyaknya pemain keturunan yang bergabung dengan Timnas Indonesia. Mereka kembali harus merevisi data yang ada di situs Transfermarkt demi menyesuaikan susunan skuad yang dipanggil oleh Shin Tae-yong.
Bukan itu saja. Pegawai Transfermarkt juga harus mengatur ulang daftar pemain yang memiliki angka market value tertinggi di Asia Tenggara. Lantas, siapa saja sebelas pemain termahal di Asia Tenggara saat ini?
GK: Maarten Paes
Dalam tim ini, kita akan menggunakan formasi 4-2-3-1. Kita mulai dari posisi penjaga gawang lebih dulu. Di posisi ini ada kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes. Menurut situs Transfermarkt, kiper FC Dallas itu memiliki market value di angka 1,5 juta euro atau Rp25 miliar.
Paes jadi salah satu nama terbaru yang masuk dalam daftar ini. Itu karena dirinya baru saja melakukan debut di Timnas Indonesia saat melawan Arab Saudi di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan pengalaman dan performa yang luar biasa dalam dua pertandingan kemarin, tentu Paes sangat layak dihargai segitu dan mengisi skuad ini.
RB: Sandy Walsh
Berlanjut ke bek kanan, posisi ini masih diisi oleh pemain Indonesia. Bukan Asnawi Mangkualam, melainkan Sandy Walsh. Menurut situs Transfermarkt, pemain yang kini berseragam KV Mechelen itu dibanderol sekitar 1,3 juta euro atau Rp22 miliar. Walsh sendiri merupakan salah satu pemain keturunan angkatan pertama di skuad asuhan Shin Tae-yong.
Maka dari itu, dirinya sudah mengantongi 14 penampilan dan mencetak dua gol bersama Skuad Garuda. Di level klub pun Sandy adalah pemain reguler. Dirinya menjadi bagian penting Mechelen dalam empat tahun terakhir. Sementara Sandy akan mengisi posisi ini sebelum nantinya digeser oleh Perry Ng, calon bek kanan Timnas Singapura yang kabarnya dibanderol 3,8 juta euro.
CB: Dion Cools
Di sektor bek tengah akan diisi oleh dua bek tangguh Asia Tenggara. yang pertama adalah Dion Cools. Dirinya bakal jadi satu-satunya wakil dari Timnas Malaysia di daftar ini. Dion kini dihargai 800 ribu euro atau Rp13 miliar. Cools sendiri merupakan satu dari sekian banyaknya pemain naturalisasi yang dimiliki Harimau Malaya.
Di usianya yang sudah 28 tahun, Dion sudah kenyang pengalaman di Eropa. Sebagian besar karirnya dihabiskan di Belgia bersama Club Brugge dan Zulte Waregem. Dirinya juga sempat merantau ke Denmark bersama FC Midtjylland sebelum akhirnya melipir ke ASEAN dan bermain di Buriram United.
Namanya akan mengisi skuad termahal di Asia Tenggara. Setidaknya sampai Mees Hilgers mengantongi status WNI. Jika sudah sah, bek Twente itu akan menggeser Dion Cools karena market value-nya mencapai 7 juta euro (Rp118 miliar)
CB: Jay Idzes
Yang menjadi partner Dion Cools adalah Bang Jay. Menurut Transfermarkt, bek Venezia itu dibanderol dengan harga 2,5 juta euro atau sekitar Rp42 miliar. Dengan usia yang masih muda, yakni 24 tahun dan kualitasnya yang sangat berkelas, Timnas Indonesia bisa dibilang sangat beruntung mendapatkan jasa Idzes.
Idzes sudah mencatatkan lima penampilan dan mencetak satu gol untuk Indonesia. Selain menjadi palang pintu tim nasional, Bang Jay juga berstatus sebagai kapten tim. Dirinya menggantikan posisi Jordi Amat yang masih belum pulih dari cedera. Dan nampaknya, Idzes juga layak menjadi kapten tim termahal ini.
LB: Calvin Verdonk
Untuk melengkapi kuartet di belakang, Calvin Verdonk yang dibanderol 2,5 juta euro akan mengisi posisi bek kiri. Meski baru tampil sebanyak tiga kali untuk Timnas Indonesia, Calvin bisa dibilang langsung nyetel dengan skema permainan Shin Tae-yong.
Bek kiri NEC Nijmegen itu bahkan jadi pemain dengan rating terbaik di dua laga melawan Arab Saudi dan Australia. Kecepatan dan kemampuan transisi dari bertahan ke mode menyerang yang begitu rapi jadi atribut utama Calvin. Selain itu, ketenangan yang dimilikinya juga sangat membantu tim untuk meloloskan diri dari high press lawan.
DM: Thom Haye
Beralih ke sektor gelandang, tim ini menggunakan double pivot yang salah satunya akan diisi oleh Thom Haye. Pemain yang dijuluki El Profesor itu memiliki market value di angka 3 juta euro. Di usianya yang hampir menginjak 30 tahun, Haye sudah mengantongi lima penampilan untuk Timnas Indonesia.
Meski baru lima, Haye dinilai sebagai otak dari permainan Skuad Garuda. Begitupun jika masuk dalam skuad impian ini. Dengan kemampuan distribusi bola yang baik dan pembacaan permainan yang oke, Haye bisa jadi otak dari permainan tim ini. Kelemahan pemain ini cuma satu, yakni tidak bisa bermain di udara yang panas.
DM: Hoang Duc Nguyen
Nah, yang akan menjadi tandem Thom Haye di lini tengah adalah gelandang Timnas Vietnam, Hoang Duc Nguyen. Pemain yang kini berseragam klub kasta tertinggi Liga Vietnam, Viettel FC itu memiliki harga pasar di angka 400 ribu euro. Di posisinya saat ini, Nguyen jadi yang termahal di Asia Tenggara.
Meski baru berusia 26 tahun, Nguyen boleh dikata merupakan pemain berpengalaman di tim nasional. Hal itu ditunjukan dari jumlah penampilannya yang sudah mencapai 32 penampilan. Berbeda dengan Thom, Nguyen berkaki kiri. Dirinya memiliki penguasaan bola yang sangat baik. Ia kerap memecah pressing dengan aksi individu yang memukau.
AM: Chanatip Songkrasin
Untuk gelandang serang, posisi ini akan diisi oleh pemain Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin. Dilansir Transfermarkt, Songkrasin kini dibanderol 1 juta euro. Menariknya, ini bukan angka tertinggi yang mampu dicapai Songkrasin. Pemain yang dijuluki Lionel Messi-nya Thailand itu pernah dibanderol 2,4 juta euro saat membela Consadole Sapporo tahun 2019.
Soal kualitas, Chanatip tentunya sudah tidak usah diragukan lagi. Bermodalkan kecepatan dan akselerasi yang luar biasa, Chanatip bisa jadi mesin pembongkar pertahanan yang mematikan. Dirinya bisa menyelinap di sela-sela pertahanan lawan untuk menyasar ruang kosong di kotak penalti.
RM: Suphanat Mueanta
Posisi sayap kanan masih akan diisi oleh pemain Timnas Thailand. Dia adalah Suphanat Muenta. Dirinya kini dibanderol dengan harga 800 ribu euro (Rp13 miliar). Harga pasar dari pemain yang masih berusia 22 tahun itu melonjak saat dirinya dipinjamkan ke klub kasta tertinggi Liga Belgia, OH Leuven dari Buriram United.
Sebagai pemain sayap, adik dari Supachok Sarachat ini mengandalkan kontrol bola dan skill individu. Tak cuma itu, dirinya juga dikenal memiliki naluri mencetak gol yang luar biasa. Dari 22 penampilan bersama Timnas Thailand, Mueanta terbukti gacor dengan catatan sembilan golnya.
LM: Ragnar Oratmangoen
Sementara di sektor kiri, tim ini akan mengandalkan Ragnar Oratmangoen yang memiliki market value di angka 450 ribu euro. Pemain yang baru saja bergabung dengan klub kasta tertinggi Liga Belgia, sebetulnya versatile. Maka dari itu dirinya juga bisa bertukar posisi dengan Mueanta jika tim memerlukan rotasi.
Ragnar sendiri sudah mengantongi lima penampilan dan mencetak satu gol bersama Timnas Indonesia. Pemain baru FCV Dender itu akan mengandalkan kecepatan dan kreativitasnya di sisi kiri. Dari sisi kiri, Ragnar bisa menciptakan peluang untuk rekan-rekannya atau melakukan aksi individu untuk membongkar pertahanan lawan.
ST: Supachai Chaided
Sementara itu, posisi penyerang tengah akan kembali diisi oleh pemain Timnas Thailand, Supachai Chaided. Pemain yang kini memperkuat Buriram United itu kabarnya memiliki market value di angka 1,2 juta euro. Angka itu membuat Supachai jadi penyerang termahal ASEAN saat ini.
Di usianya yang masih 25 tahun, Supachai telah mengantongi 39 penampilan dan mencetak tujuh gol untuk Tim Gajah Perang. Di level klub, Supachai termasuk striker papan atas. Dirinya bahkan mencatatkan 21 gol dari 29 penampilan di Liga Thailand musim 2023/24. Selain itu, kelebihan Supachai adalah posturnya yang tinggi, yakni 185 cm.
Sumber: Idn Times, Sport Detik, Transfermarkt
