Unai Emery Cahaya Villarreal, Akankah Terus Bersinar?

spot_img

Villarreal secara luar biasa menekuk Juventus 3-0 di kandang Juve. Catatan ini melengkapi musim yang cerah The Yellow Submarine bersama pelatih mereka, Unai Emery. Sejauh ini, Emery menjadi semacam cahaya buat tim yang serba kuning tersebut.

Ia cukup piawai membuat Villarreal jadi tim yang berkutat di papan tengah menjadi pembunuh klub-klub raksasa. Ya walaupun secara skuad masih kalah mewah dari Atletico, Real Madrid, atau Barcelona. Pertanyaannya, apakah cahaya ini bakal terus menyala? Atau justru ada masanya bakal meredup?

Kedatangan Pertama Unai Emery

Kedatangan sang pelatih bekas Arsenal yang pernah melalang buana di La Liga bareng Sevilla, Valencia, maupun Almeria tersebut menjadi berkah buat tim kapal selam kuning. Pasalnya selain sudah berpengalaman, Emery dianggap cocok menangani tim medioker La Liga yang punya materi pemain merata. Ambil contoh seperti ketika di Sevilla yang meraih hattrick Europa League.

Dia dikontrak Villarreal selama tiga tahun terhitung sejak musim 2020/21. Keberadaannya di Villareal diharapkan mampu meningkatkan performa tim yang beberapa musim belakangan minim prestasi dan kontribusi di kancah Liga Eropa.

Bahkan selama satu dekade ini Villarreal sempat terdegradasi dari La Liga pada musim 2011/12. Terakhir kali asa Villarreal berprestasi yakni kesempatan masuk UCL pada musim 2015/16. Ketika itu di bawah pelatih Marcelino, Villarreal finish di peringkat 4 klasemen La Liga. Meskipun akhirnya harus terhenti di babak kualifikasi oleh AS Monaco dan hanya bermain di Europa League.

Keberadaan Emery di musim pertamanya diwarisi skuad ala kadarnya. Pemberian uang belanja Villarreal oleh presiden Fernando Roig pun tidak banyak. Emery pun harus jeli dalam mengevaluasi tim dan beroperasi dalam bursa transfer. Pemain mana saja yang akan dibutuhkan dalam menjalankan skema permainannya.

Evaluasi Tim dan Transfer Musim Pertama Emery

Peninggalan skuad musim lalu oleh pelatih Javier Calleja membuat Emery harus beradaptasi sembari mengevaluasi. Kehilangan beberapa pemain depan seperti Karl Toko Ekambi yang pergi ke Lyon, dan kunci di lini tengah, Andre Zambo Anguissa ke Napoli membuat Emery harus segera mengisi spot tersebut.

Ia pun membeli Francis Coquelin dan Dani Parejo sebagai kunci lini tengah baru mereka. Kemudian semakin dipercayanya Paco Alcacer, Carlos Bacca dan Gerard Moreno sebagai andalan di lini depan membuahkan hasil.

Emery langsung bergerak mengubah sistem yang telah diwarisi pelatih sebelumnya, Javier Calleja 4-2-3-1 menjadi 4-3-3 dengan trio Parejo, Capoue, dan Trigueros. Gaya permainan yang lebih agresif dan mengandalkan penguasaan bola terbukti berhasil di musim pertamanya itu. Pengoptimalan dua bek sayapnya yakni Mario Gaspar dan Alfonso Pedraza berhasil. Serta perkembangan pesat bek muda mereka Pau Torres dan striker mereka Gerard Moreno yang sukses menjadi bagian timnas Spanyol di EURO 2020.

Atas perubahan itu, mereka mampu mengukir prestasi yang tak terduga di musim pertamanya yakni juara Europa League. Meskipun secara hasil evaluasi tim di musim pertamanya dinyatakan kurang berhasil di liga. Villarreal hanya mampu finish di posisi 7 La Liga.

Juara Europa League Di Musim Pertamanya

Pada gelaran Europa League musim 2020/2021, status Villarreal sebagai peserta awalnya tidak diunggulkan seiring terdapatnya klub besar macam MU. Lolos dari fase grup sebagai juara grup, Villarreal setidaknya bermimpi bersama Unai Emery mengukir sejarah untuk meraih trofi langganannya itu.

Mengalahkan RB Salzburg, Dinamo Kiev, Dinamo Zagreb dan Arsenal di fase knockout sebelum mereka masuk final melawan MU. Emery kembali meraih mahkota langganannya itu setelah menang adu tendangan penalti melawan pasukan Ole.

Evaluasi dan Transfer Musim Kedua Emery

Memasuki musim kedua Emery di Villarreal, ia bertekad memperbaiki peringkatnya di La Liga sembari berprestasi lebih di kompetisi Eropa maupun domestik seperti Copa Del Rey. Beberapa poin evaluasi pun dilakukan.

Emery tidak banyak kehilangan pemain di musim 2021/22. Praktis hanya Carlos Bacca dan Funes Mori yang hengkang. Tidak ada pemain pentingnya lagi yang hengkang. Ia pun menambah amunisi baru macam Arnaut Danjuma, Boulaye Dia, Aissa Mandi, Lo Celso dan Serge Aurier.

Pemain yang datang cenderung berkelas medioker. Harganya pun terbilang sangat murah. Emery nampaknya ingin menyelaraskan skuad lamanya dengan sedikit penambahan saja di pos tertentu. Ia enggan merombak secara besar-besaran skuadnya.

Hasilnya, mengantarkan pada kestabilan skuad paling tidak hingga Maret 2022 ini. Mereka bahkan sempat beberapa kali dengan racikan pemain barunya mampu menahan imbang Atletico Madrid dan Real Madrid di La Liga.

Mimpi Musim 2005/2006

Kini, Villarreal menatap lembaran baru dengan Emery. Tidak hanya Europa League lagi sekarang, melainkan Champions League. Villarreal mengikuti Champions League musim 2021/2022 lewat jalur juara Europa League musim sebelumnya. Mengingat mereka hanya finish di posisi 7 La Liga musim lalu.

Berpartisipasi di Champions League mengingatkan mereka pada kenangan indah masa lalu. Masa indah Villareal untuk mengulang kesuksesan di zaman Manuel Pellegrini di musim 2005/06 sejenak terngiang. Ketika itu mereka berhasil mencapai semifinal Champions League. Langkah Villarreal bersama pemain macam Riquelme, Forlan, Senna, maupun Santi Cazorla di semifinal akhirnya harus terhenti oleh Arsenal.

Masa indah bersama Pellegrini pun berlanjut di La Liga musim 2007/2008. Ketika itu Villarreal berhasil dibawanya finish sebagai runner up liga di bawah Real Madrid. Inilah beberapa prestasi yang akan diharapkan diulang oleh Emery di Villarreal.

Pasukan Emery melangkah ke babak 16 besar Champions League untuk melawan raksasa Italia Juventus. Kembali, cahaya Emery pun bertuah. Mereka secara mengejutkan menyingkirkan nyonya tua dan berhasil masuk babak perempat final. Mereka sudah ditunggu klub raksasa lainnya dari Jerman yakni Bayern Munchen.

Setidaknya hingga fase ini, Emery hampir saja mengulangi mimpi kapal selam kuning menuju semifinal Champions League di musim 2005/2006. Berharap mereka menjungkalkan raksasa Munchen seperti mereka menjungkalkan Juventus dan kembali masuk semifinal. Meskipun kesempatan itu kecil dan tidak mudah.

Di La Liga sendiri secara klasemen mereka berada di posisi ke 7 dengan 45 poin sampai pekan ke 29. Selisih 5 poin dari Real Betis yang berada di posisi kelima klasemen di persaingan perebutan tempat Europa League musim depan.

Cahaya Emery sejak kedatangannya ke The Yellow Submarine membawa secercah harapan. Seiring perjalanannya, perlahan harapan itu mulai ia wujudkan. Dengan keadaan seperti sekarang sampai April 2022, bukan tidak mungkin cahaya itu akan terus bersinar hingga akhir musim, atau bisa juga cahaya itu tiba-tiba meredup.

https://youtu.be/-V6TJpG5U1g

Sumber Referensi : theathletic, onefootball, thesun

 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru