Lagi-lagi, Mesut Ozil menemui jalan terjal dalam perjalanan karier sepak bolanya. Kali ini ia bermasalah dengan klubnya saat ini, Fenerbahce. Ozil resmi tidak dimasukan dalam rencana pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal.
Hal itu terungkap melalui situs resmi Fenerbahce. Pihak klub menyampaikan bahwa sesuai keputusan yang telah diambil, Mesut Ozil bersama Ozan Tufan telah dikeluarkan dari squad.
Kabarnya, salah satu alasan dicoretnya Ozil dari skuad Fenerbahce karena ia sempat terlibat cekcok dengan sang pelatih. Ozil tidak senang ketika ia ditarik keluar pada babak pertama saat melakoni pertandingan terakhirnya melawan Konyaspor, Minggu lalu.
Mesut Ozil has been suspended by Fenerbahce 😮 pic.twitter.com/3I7sGOmXT6
— Mirror Football (@MirrorFootball) March 24, 2022
Ini bukan kali pertama Mesut Ozil mendapat masalah dengan pihak klub. Sepanjang kariernya Ozil juga kerap dilabeli sebagai pemain yang malas dan tak berkomitmen. Namun, benarkah demikian?
Daftar Isi
Pensiun Dari Timnas
Rangkaian permasalahan yang dihadapi Mesut Ozil memang cukup panjang. Contohnya saja dalam kasus Ozil yang mengklaim bahwa ia mendapat tindakan kurang menyenangkan berbau diskriminasi dari federasi sepak bola Jerman.
Semua itu berawal pada pertengahan tahun 2018 ketika foto Mesut Ozil dengan presiden Turki, Erdogan mencuat di media yang akhirnya memunculkan banyak stigma dari masyarakat, terutama para politikus Jerman.
Di mata sejumlah politikus Jerman, aksi Ozil seakan-akan memberikan dukungan kepada parpol pimpinan Erdogan. Padahal, selama ini pemerintah Jerman bersikap kritis terhadap kampanye Erdogan untuk menarik dukungan dari kalangan keturunan Turki yang bermukim di negara-negara Eropa.
Presiden federasi Sepak Bola Jerman pun ikut mengecam Ozil atas tindakannya itu. Ozil merasa otoritas sepak bola Jerman berlebihan dalam menanggapi kontroversi ini. Ia merasa telah mendapat perlakuan diskriminasi oleh federasi sepak bola Jerman. Ozil juga sempat mendapat ejekan dan ancaman dari penggemar Timnas Jerman.
Bahkan fans menganggap Ozil sebagai penyebab atas kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2018. Segala perlakuan tidak mengenakan itu yang membuat Ozil tak lagi mau bermain untuk Timnas Jerman.
Julian brandt on mesut ozil #ozil #brandt #germany pic.twitter.com/ygPQAM152X
— FootGasm (@foot_gasm) August 3, 2018
Ozil sempat merespon bahwa berfoto dengan Presiden Erdogan bukan tentang politik atau pemilu, Ozil hanya menghormati jabatan tertinggi negara dari keluarganya. Kita ketahui Ozil juga memiliki darah Turki dari kakek dan neneknya.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Ozil terlanjur sakit hati dan ia merasa sudah tak diinginkan oleh publik Jerman. Ozil merasa mereka telah melupakan jasa-jasa Ozil di Timnas Jerman sejak 2009 silam.
Mesut Ozil Pemain yang Malas
Praktis setelah momen pengunduran diri itu, banyak pihak yang speak up dan berpendapat soal keputusan yang diambil oleh Ozil. Ada yang mendukung, namun, ada juga yang malah membeberkan fakta-fakta lain bahwa Ozil memang pribadi yang toxic dan terkadang jadi sumber masalah.
Permasalahan Ozil dengan sepak bola Jerman memancing Uli Hoeness selaku presiden klub Bayern Munchen untuk berkomentar. Dikutip dari SportBild ia berkata “Ozil tak serius dalam bermain bola dalam bertahun-tahun. Ia hanya melakukan umpan silang”.
Bahkan, Uli mengklaim bahwa Ozil sudah lama tak mencatatkan tackle success. Yang berarti bahwa Ozil jarang berlari untuk merebut bola. “Setiap kali kami (Bayern Munchen) bermain melawan Arsenal, kami mengeksploitasi ruang di mana ia bermain, karena kami tahu dia adalah titik lemah di skuad Arsenal.” Tambah Uli Hoeness.
Alhasil, seperti yang kita tahu sekarang, Arsenal kerap menjadi lumbung gol bagi The Bavarian apabila mereka bertemu di kompetisi Eropa.
Pernyataan tersebut setali tiga uang dengan pendapat dari legenda Arsenal, Thierry Henry. Ia sejatinya pernah mengaku sebagai penggemar dari pemain kidal ini. Henry mengakui bahwa saat performanya sedang bagus penampilanya hampir tak terbendung.
Namun, ketika Ozil bermain dengan jersey Arsenal, terkadang performanya di lapangan tidak memenuhi standar klub. Hal itu karena menurut Henry, Ozil belum cukup keras dalam berusaha di tempat latihan.
Gajinya yang sangat tinggi malah jadi bumerang tersendiri bagi Ozil. Para fans menyebutnya sebagai pemain pemalas yang hanya makan gaji buta. Lantaran performa yang ia tunjukan tak mencerminkan jumlah gajinya yang mencapai 350 ribu euro atau sekitar Rp5,5 miliar per minggu.
Attitude Buruk Mesut Ozil
Tak berhenti di situ, selain dikenal sebagai pemain yang mager, Ozil juga kerap menunjukan sikap yang kurang profesional kepada klub. Seperti contoh saja sewaktu ia memasuki masa-masa akhir di Arsenal.
🗣 Unai Emery on Mesut Ozil: “His performances are unpredictable.
“He’s a bit below the top players at the moment.
“Sometimes Arsenal play better with him but other times he doesn’t make such a difference.” pic.twitter.com/LFnD3vlW7l
— GOAL (@goal) January 31, 2020
Unai Emery yang kala itu masih menukangi Arsenal sempat membeberkan perilaku tidak profesional yang dilakukan oleh Mesut Ozil. Emery menyoroti tindakan Ozil yang mengabaikan jadwal pertemuan dengannya usai kekalahan Arsenal di Final Liga Europa tahun 2019 lalu.
Ia sempat membicarakan hal tersebut pada salah satu sesi wawancara dengan media Inggris “Kami kembali ke London pukul delapan pagi dan saya pulang ke rumah, tidur tiga jam, dan kemudian kembali ke Colney (tempat latihan Arsenal),” ungkap Emery.
“Saya mengadakan pertemuan dengan semua pemain hari itu. Obrolan empat mata selama setengah jam dengan masing-masing pemain. Hanya Ozil yang tidak mau datang,” pungkas Emery kepada Daily Mail.
Tak Mendapat Kepercayaan Dari Rekan Satu Tim
Unai Emery selaku manajer Arsenal selalu berusaha membangun kedekatan dengan masing-masing pemain, termasuk Mesut Ozil. Namun, sikap yang ia tampilkan dan tingkat komitmen yang rendah dirasa cukup menyulitkan bagi Emery.
Dengan komitmen Ozil yang menurun, itu mengakibatkan kepercayaan rekan satu tim pun ikut menurun. Rekan satu tim di Arsenal sudah tidak mempercayai Ozil untuk menjadi kapten tim.
Sejatinya Ozil hanya berstatus kapten keempat di Arsenal. Ia hanya memerankan sebagai kapten Arsenal untuk beberapa laga saja. Namun, dengan tingkat komitmen terhadap klub yang begitu rendah, rekan satu tim memandang Ozil sebagai pemain yang tak pantas menjadi pemimpin tim. Bahkan hanya untuk menjadi kapten keempat.
Rumor Rans Cilegon
Kini Ozil kembali bermasalah dengan klubnya Fenerbahce, ia dicoret dari daftar skuad utama hingga waktu yang tak ditentukan. Hal ini menimbulkan netizen Indonesia untuk memakai ilmu cocokologi mereka.
Mesut Ozil didepak dari squad utama Fenerbahce. Fenerbahce tidak ungkapkan alasannya. pic.twitter.com/AvFj52j6d4
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) March 24, 2022
Beberapa bulan yang lalu memang sedang santer terdengar bahwa Ozil akan bermain di Liga Indonesia bersama Rans Cilegon. Rumor itu mencuat setelah Rans Cilegon berhasil mengamankan satu tiket promosi ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Beberapa netizen menyimpulkan bahwa sikap Ozil yang mengakibatkan ia dicoret dari skuad merupakan trik untuk segera keluar dari Fenerbahce agar bisa secepatnya gabung Rans Cilegon. Kalo soal begini, netizen Indonesia memang paling bisa.
https://youtu.be/H8fdgjrdZlk
Sumber: The Athletic, Daily Mail, Goal, Daily Star, The Guardian


