Dendam terselubung menjadi tajuk penghias Grup B Liga Champions musim ini. Ya, dendam itu terjadi antara Porto terhadap Atletico Madrid berkat kejadian musim lalu. Grup ini memang kurang populer dari segi atensi dibanding grup lain. Namun jangan salah, grup yang dihuni Atletico, Porto, Leverkusen dan Club Brugge ini sebenarnya punya cerita dan keseruan tersendiri.
Bukan hanya masalah dendam antara dua unggulan, tapi Leverkusen dan Club Brugge juga tak mau dianggap sebagai pemanis belaka di grup ini. Meskipun diremehkan, mereka berusaha sekuat tenaga demi satu tiket lolos dari grup ini.
Daftar Isi
Atletico Unggulan, DNA UCL Simeone Harus Dibuktikan Kembali
Sebagai unggulan pertama, Atletico Madrid asuhan Diego Simeone kali ini kembali diuji kekuatannya. DNA UCL mereka yang kuat selama satu dekade ini, diharapkan kembali muncul musim ini. Dan semuanya itu harus dibuktikan dahulu dengan lolos dari Grup B.
Perjalanan mereka diawali dengan bermain di Wanda Metropolitano melawan calon pengusik, FC Porto. Secara performa, anak asuh Simeone di musim ini tak terlalu istimewa sebenarnya. Di La Liga buktinya mereka masih hinggap di peringkat ke 7 klasemen dengan 2 kali menang 1 kali seri dan 1 kali kalah.
Kekuatan Los Colchoneros musim ini bersifat tambal sulam. Hal itu dilakukan karena untuk menghindari ancaman Financial Fair Play berkat neraca keuangan mereka yang tak seimbang. Untuk itu, Atletico disamping mendatangkan pemain macam Axel Witsel, Reguillon maupun Nahuel Molina, mereka juga banyak melepas pemain macam Suarez, Vrsaljko, Daniel Wass, Renan Lodi, Herrera, maupun Vitolo. Atletico lebih ramping musim ini secara skuad, termasuk kembalinya Morata dan Saul sekalipun.
🔴 𝗖’𝗘𝗦𝗧 𝗢𝗙𝗙𝗜𝗖𝗜𝗘𝗟 !
✍️ Le mercato estivale 2022 de l’Atlético de Madrid coté arrivé :
• Samuel Lino 🇧🇷 : 6,5M€ (👋 preté)
• Axel Witsel 🇧🇪 : libre
• Nahuel Molina 🇦🇷 : 20M€
• Sergio Reguilón 🇪🇸 : prêt💸 Total : 26,5M€
Une note/10 ? pic.twitter.com/cuV77Ie2ij
— Atleti Francia 🇫🇷 (@AtletiFrancia) September 1, 2022
Menakar kiprah mereka di Grup ini, partai pertama melawan Porto menjadi kunci mereka melangkah. Dan benar saja, meskipun dengan susah payah, mereka mampu meraih 3 poin di saat-saat terakhir perpanjangan waktu babak kedua. Gol sundulan Griezmann mampu membawa modal bagus bagi Atletico untuk benar-benar merealisasikan target mereka sebagai juara Grup B ini.
90+1’—Atlético 1-0 Porto
90+6’—Atlético 1-1 Porto
90+11’—Atlético 2-1 PortoFootball! pic.twitter.com/Bwjpn7gij5
— B/R Football (@brfootball) September 7, 2022
Terlepas dari potensi kelolosan Atletico, mungkin banyak fans bola di seluruh dunia mengharapkan Atletico musim ini melaju jauh. Tak dipungkiri mereka selama satu dekade ini sering melangkah jauh di Liga Champions. Paling tidak setelah dipegang Simeone. Atletico tak sekalipun absen di kompetisi ini. Bahkan mereka pernah dua kali masuk final.
Dendam Kesumat Porto
Namun, langkah Atletico harus lebih dahulu diuji oleh FC Porto. Klub yang juga punya DNA di kompetisi ini. Kita tahu Porto ini pernah menjadi kejutan dengan menjuarai kompetisi ini di musim 2003/04 ketika dipegang Jose Mourinho.
Namun setelah juara, Porto belum pernah lagi melangkah lebih jauh. Langkah mereka mentok hanya sampai babak perempat final di tiga musimnya yakni di musim 2008/09, 2014/15, dan 2018/19.
Na nossa história 𝐨𝐮𝐭𝐫𝐚 𝐯𝐞𝐳 💙 Sérgio Conceição é, agora, o nosso treinador com mais jogos na Liga dos Campeões🤩
35.º jogo ao comando do FC Porto👏#UCL #AMFCP pic.twitter.com/XN6q0wWSq3
— FC Porto (@FCPorto) September 7, 2022
Di bawah pelatih yang merupakan legenda sayap Portugal di era-90 an, Sergio Conceicao, Porto sejak musim 2017/18 selalu konsisten dan melangkah masuk babak 16 besar di kompetisi ini. Kecuali musim lalu, yang jadi bekas luka bagi publik Porto. Luka itu timbul berkat ulah Atletico yang mereka akan hadapi kembali musim ini.
Luka itu berupa kekalahan 3-1 di Estadio Do Dragao atas Atletico di pertandingan akhir fase grup. Hasil itu membuat sang tuan rumah tak mampu lolos dari babak grup untuk pertama kalinya di era Conceicao. Padahal hasil imbang saja sebenarnya mampu membawa Porto lolos.
Atlético de Madrid se impone de visita 1-3 sobre Porto y se mete a siguiente ronda de la UEFA Chapions League temporada 2021-2022. pic.twitter.com/VlxPPmtQUo
— El Tiempo Deportivo (@ElTiempoDeporti) December 7, 2021
Kali ini, Porto benar-benar akan serius menuntaskan dendam kesumatnya musim lalu. Namun apa yang terjadi? Dendam itu urung terjadi di partai pertama. Mereka harus mengakui kekalahan Atletico secara dramatis. Sebenarnya mereka mampu menahan imbang Atletico 0-0 selama 90 menit. Namun hasil akhir berkata lain lewat 3 gol dramatis yang tercipta di menit 90 ke atas itu. Porto pun kandas 2-1.
Dengan hasil itu, bisa jadi malah membuat dendam pasukan Conceicao semakin menggebu. Selain mengincar satu tiket lolos dari grup ini, menuntaskan dendam di Do Dragao 1 November nanti menjadi misi yang harus diselesaikan.
Leverkusen Tanpa Beban
Di sisi lain, di luar kontestasi dan dendam dua unggulan Porto dan Atletico, ada Bayer Leverkusen. Klub jerman yang penampilannya musim lalu mengejutkan Bundesliga dengan menyodok ke posisi 3 klasemen. Di bawah asuhan pelatih Gerrard Seoane, klub yang bermarkas di Bay Arena ini mempunyai kans sebagai kejutan di grup ini.
Bercerita juga tentang track record. Selain Atletico dan Porto yang memiliki DNA untuk melaju lebih di kompetisi ini, Leverkusen juga sebetulnya punya. Mereka tak dipungkiri pada musim 2001/02 silam pernah melaju ke partai puncak Liga Champions. Namun, setelah itu tren mereka menurun hingga hanya bisa mentok sampai 16 besar. Bahkan di dua musim terakhirnya justru tak bisa lolos dari fase grup.
A throwback to the 2001-02 Leverkusen team that made it all the way to the Champions League final. 🔴⚫️ pic.twitter.com/DuXLIFmXlZ
— bet365 (@bet365) May 29, 2020
Leverkusen musim ini hadir dengan tanpa beban. Namun, secara kekuatan kalau dibandingkan dengan Porto, sebenarnya beda tipis. Patrik Schick, Moussa Diaby, maupun Sardar Azmoun masih menjadi andalan lini depan Seoane. Ditambah rekrutan barunya Adam Hlozek dan Callum Hudson-Odoi.
.@Calteck10 wird bei der #Werkself mit der Nummer 17 auflaufen.
Ihr könnt euch das Shirt von Callum ab jetzt im Shop bestellen:
👉 https://t.co/g22mmvoXu5#Bayer04 pic.twitter.com/aVC3dY8hMc— Bayer 04 Leverkusen (@bayer04fussball) August 30, 2022
Namun apa yang terjadi dengan performa mereka musim ini? 4 kali kalah dari 5 laga awal Bundesliga mengacaukan mental mereka. Mereka kini terpuruk di posisi 14 klasemen Bundesliga. Hal yang menjadikan mereka hanya bisa nothing to lose dalam menghadapi partai awalnya melawan Club Brugge di grup ini.
Naas memang, menghadapi Club Brugge yang tak terlalu diperhitungkan saja, mereka tak mampu meraih poin. Saking tanpa bebannya, Leverkusen ini akhirnya menerima pil pahit kekalahan 1-0 atas wakil dari Belgia itu.
Three points secure for the hosts and Leverkusen lose again – seven competitive matches of which they’ve lost six that has Seoane under real pressure, albeit a microscopic offside denied them a leveller. pic.twitter.com/ssk21lrNtR
— SportzGlobal01 (@SportzGlobal01) September 7, 2022
Hal yang harusnya tak diulangi lagi bagi pasukan Seoane jika masih ingin bersaing di grup ini. Namun, jika performanya masih seperti ini, bukan tidak mungkin posisi mereka akan terancam, bahkan oleh Club Brugge sekalipun.
Club Brugge Coba Cari Celah
Sementara itu, justru yang hilang dari radar pembicaraan di grup ini yakni Club Brugge mampu memberi kejutan di partai awal. Mereka tak diduga mampu mencuri celah dengan meraih 3 poin atas Leverkusen. Hal ini membuat mental dan semangat anak asuh Carl Hoefkens ini meningkat.
Club Brugge hero Abakar Sylla 👊#UCL pic.twitter.com/HqE4kjnbpo
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) September 7, 2022
Kekuatan Club Brugge masih terbukti ampuh, meskipun ditinggal pilar pentingnya macam Charles De Katalere yang hijrah ke AC Milan. Penambahan pemainnya pun tak mewah macam Ferran Jutla maupun Roman Yaremchuk. Di bawah komando pemain senior timnas Belgia seperti Simon Mignolet maupun Dedryck Boyata, bukan tidak mungkin justru merekalah yang akan membuat perlawanan di grup ini.
Kans Club Brugge untuk melaju memang kecil dibandingkan yang lain. Namun, dengan modal 3 poin awal ini semakin menambah pede wakil Belgia dalam berjuang. Terlebih mereka belum pernah lolos dari lubang fase grup selama partisipasinya di kompetisi ini.
Boleh jadi Club Brugge bisa mencuri celah untuk lolos dari grup musim ini. Semua memang serba mungkin. Justru Porto dan Atletico yang diproyeksikan lolos, harusnya bersiap menghadapi ledakan Club Brugge selanjutnya.
Make us proud, boys. ✨ #CLUB04 #UCL pic.twitter.com/rpkSNlINtD
— Club Brugge KV (@ClubBrugge) September 7, 2022
https://youtu.be/EYRSjScrOPA


