Transfer Ngampas Klub Medioker Arsenal

spot_img

Demi melaksanakan Mission Impossible, untuk kembali ke empat besar. Arsenal mempertaruhkan uang sebanyak 135 juta euro atau setara Rp2 triliun untuk mendatangkan beberapa amunisi baru. Contohnya saja, Gabriel Jesus dan Oleksandr Zinchenko yang didatangkan dari tim juara musim lalu, Manchester City. Mungkin dengan mendatangkan mereka, Arteta berharap mental juara City menular ke Arsenal.

Ngomong-ngomong soal jor-joran di bursa transfer, musim lalu Arsenal juga melakukan hal demikian dengan mendatangkan Ben White, Aaron Ramsdale, hingga Martin Odegaard. Tapi hasilnya? Sama saja. Mereka tetap finis di urutan kelima klasemen Liga Inggris karena disalip oleh Spurs racikan Antonio Conte.

Lantas, mengapa mereka berani gas pol lagi di bursa transfer musim panas kali ini? Apa Arsenal nggak takut zonk lagi? Banyak lho pemain yang didatangkan Arsenal dengan tujuan untuk meningkatkan performa tim, tapi justru berakhir flop. Mau bukti? Berikut daftarnya.

Nicolas Pepe

Sebagian besar sejarah kesuksesan Arsenal berkat pemain sayap jempolan macam Thierry Henry atau Theo Walcott yang diandalkan Arsene Wenger sebagai pemain kunci. Jadi tak heran ketika Arsenal memecahkan rekor transfer 80 juta euro (Rp1,2 triliun) untuk Nicolas Pepe, fans sangat antusias melihat apa yang bisa ia berikan untuk tim.

Pepe datang dengan reputasi sebagai pemain sayap yang piawai mencetak gol dan menciptakan peluang dari sisi kanan serangan. Di musim terakhirnya bersama Lille, ia berhasil mencetak 22 gol dan 11 assist dari 38 pertandingan. 

Namun, kenyataannya situasi Pepe di Arsenal sangat berbeda dengan harapan para pendukung Arsenal. Di musim pertamanya di Arsenal, Pepe hanya berhasil mencetak 5 gol dan 6 assist dalam 31 pertandingan liga. Performa terbaiknya datang pada musim 2020/2021, ketika ia berhasil mencetak 10 gol dalam 29 pertandingan liga. Tapi, performa itu tak pernah sepadan dengan uang yang dikeluarkan Arsenal untuk mendatangkannya.

Shkodran Mustafi

Selanjutnya ada Shkodran Mustafi. Cukup aneh mendengar Arsenal mendatangkan pemain yang memiliki statistik biasa-biasa saja dengan harga tak kurang dari 41 juta euro atau setara dengan Rp624 miliar. Mungkin hanya satu yang bisa diunggulkan dari Mustafi, yakni gelar juara Piala Dunia 2014 bersama Timnas Jerman tepat dua tahun sebelum bergabung dengan Arsenal.

Mustafi datang ke Emirates Stadium dengan reputasi sebagai bek yang berkembang pesat setelah tampil impresif bersama Sampdoria dan Valencia. Namun, dalam beberapa pertandingan awal, inkonsistensi dan blunder konyol sering mengganggu performanya di London. 

Disamping penurunan performa, Mustafi juga kerap dilanda cedera kambuhan yang akhirnya membuat ia dicoret dari skuad utama ketika Mikel Arteta mengambil alih Meriam London pada tahun 2019. Setelah tak lagi mendapat menit bermain, ia dilepas ke Schalke secara gratis pada Januari 2021.

Willian

Ketika Arsenal yang berhasil mendapatkan Willian secara gratis pada tahun 2020, legenda Liverpool John Barnes sempat memuji pergerakan transfer Arsenal musim itu. Karena mereka bisa mendapatkan Willian, salah satu pemain terbaik Chelsea tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. 

Tapi pujian itu berubah menjadi omong kosong ketika melihat penurunan performa Willian bersama The Gunners. Penampilan pemain Brazil itu bahkan membuat para Gunners bertanya-tanya, apakah dia adalah agen yang dikirim oleh Chelsea untuk menghancurkan Arsenal?

Hubungan antara Willian dan klub London Utara itu pun jadi kurang baik. Bahkan dilansir Talksport, Willian merasa tak betah dengan hinaan fans dan ingin segera keluar dari Arsenal meski baru 3 bulan bergabung. Setelah menandatangani kontrak berdurasi 3 tahun, Willian akhirnya hanya bertahan setahun di Arsenal. 

Pada tahun 2021, Willian memilih untuk pulang kampung dan bermain untuk Corinthians. Arsenal rugi belasan juta euro untuk menggaji Willian, pemain yang sebenarnya tak ingin bermain untuk mereka.

Gervinho

Jauh sebelum transfer Nicolas Pepe, tampaknya Lille sudah berhasil menipu Arsenal dengan transfer Gervinho. Arsenal mengontrak Gervinho dari Lille pada tahun 2011 dengan menelan biaya 12 juta euro atau sekitar Rp181 miliar. 

Melihat lulusan Lille angkatan Gervinho macam Eden Hazard dan Yohan Cabaye sukses bersama klub baru mereka, Gervinho justru melempem di Arsenal. Jadi wajar untuk mengatakan bahwa Arsene Wenger telah mendatangkan pemain yang salah, karena pemain Pantai Gading itu gagal menggantikan Samir Nasri yang hijrah ke Manchester City.

11 gol dalam 63 penampilan menunjukkan bahwa Gervinho bukan sosok yang tepat untuk memimpin lini serang Arsenal. Ia juga dikenal kerap melewatkan peluang emas seperti yang ia lakukan kala melawan Bradford di Piala Liga tahun 2012.

Henrikh Mkhitaryan

Pertukaran pemain antara Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan jadi salah satu kesepakatan aneh yang pernah terjadi di Liga Inggris. Kesepakatan ini tak menguntungkan pihak mana pun karena keduanya sama-sama tak mampu membuktikan diri di klubnya masing-masing.

Khusus untuk Henrikh Mkhitaryan, ia jadi pemain yang sulit berkembang di Arsenal. Hal itu karena ia memiliki kesamaan posisi dengan Mesut Ozil. Kala itu, Arsene Wenger lebih gemar memasang Ozil sebagai pemain nomor “10” ketimbang Mkhitaryan. Alhasil, Mkhitaryan harus rela bermain di posisi sayap atau gelandang tengah. 

Secara keseluruhan selama dua setengah musim, Henrikh Mkhitaryan membuat 54 penampilan untuk The Gunners. Pemain berkebangsaan Armenia itu hanya berhasil mencetak 9 gol dan memberikan 13 assist untuk Meriam London, sebelum dilepas ke AS Roma secara gratis pada tahun 2020.

Yaya Sanogo

Yaya Sanogo mungkin jadi pengingat bagi fans Arsenal untuk tidak berharap banyak pada Gabriel Jesus, karena mereka pernah memiliki pemain yang gacor di pramusim, tapi melempem ketika peluit kick off Liga Inggris dibunyikan.

Pemain asal Prancis itu didatangkan dari Auxerre secara gratis dengan harapan bisa menjadi masa depan lini serang Arsenal. Sanogo sempat mencetak empat gol dalam kemenangan atas Benfica di Piala Emirates 2014. Tampak meyakinkan bukan? Tapi ia tak bisa berbuat banyak di Liga Inggris. 

Sanogo hanya menjadi penghangat bangku cadangan di Arsenal. Ia hanya mengantongi 20 penampilan bersama klub dan menjalani beberapa masa pinjaman ke Crystal Palace, Ajax Amsterdam, Charlton Athletic, hingga akhirnya kini berstatus tanpa klub.

Lucas Perez

Lucas Perez didatangkan Arsenal setelah berhasil menyelamatkan Deportivo dari jurang degradasi dengan mencetak 17 gol di La Liga musim 2015/2016. Statistik tersebut membuat Arsenal kepincut dan menebusnya dengan bandrol 20 juta euro atau setara Rp303 miliar.

Sialnya, Perez tak mampu mengulangi raihan golnya bersama Arsenal. Ia hanya memainkan 11 pertandingan dengan hanya mencetak 1 gol di musim pertamanya untuk Meriam London. 

Perez pun menghabiskan musim berikutnya kembali ke Deportivo La Coruna dengan status pinjaman, sebelum akhirnya Arsenal melepasnya ke West Ham dengan harga 4 juta euro (Rp60 miliar), yang mana saat itu klub menelan kerugian 16 juta euro (Rp242 miliar).

Sumber Referensi: Planetfootball, FootballTransfer, The Sun, Football London

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru