Pelatih Timnas Spanyol saat ini, Luis Enrique telah menyebutkan 55 nama pemain yang akan di seleksi dan dipangkas menjadi 26 pemain. Nantinya, 26 nama itulah yang akan diberangkatkan ke Qatar. Namun, ada yang menarik dari daftar pemain yang disebutkan oleh Enrique. Selain kembalinya nama Sergio Ramos ke skuad La Roja, Enrique kembali mengabaikan kiper nomor satu Manchester United, David De Gea.Ten
Nama De Gea justru tergantikan oleh beberapa nama koleganya di Liga Inggris. Contohnya saja seperti kiper Chelsea yang performanya tengah menanjak, Kepa Arrizabalaga, lalu ada penjaga gawang tim gurem macam Robert Sanchez dari Brighton dan David Raya dari Brentford.
Tentu jadi pertanyaan ketika De Gea tak lagi dipanggil oleh Enrique ke Timnas Spanyol. Sebab performa dari pemain yang menyukai musik metal itu dirasa tak begitu buruk bersama Setan Merah. Bahkan beberapa pengamat sepakbola berkeyakinan, kalau selama ini yang menyelamatkan MU dari kegagalan yang lebih besar adalah De Gea. Kalau kiper MU bukan dirinya, mungkin ceritanya akan lain.
Daftar Isi
Pernah Jadi Andalan La Roja
Sebelum tersisih seperti sekarang, David De Gea merupakan tulang punggung lini pertahanan Timnas Spanyol bersama Sergio Ramos dan Gerard Pique. De Gea dianggap sebagai suksesor yang sempurna dari sosok kiper legendaris Spanyol, Iker Casillas. Setelah Casillas tak dipanggil timnas lagi, De Gea lah yang mengisi kekosongan sebagai palang pintu terakhir La Furia Roja.
Pemilik satu gelar Liga Inggris ini sebetulnya sudah bergabung dengan skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2014. De Gea dipanggil oleh Vicente Del Bosque untuk melapisi sang senior, Iker Casillas dan Pepe Reina di Brazil. Sayangnya, De Gea tak mendapat semenit pun waktu bermain. Ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
De Gea mulai menjadi pilihan utama La Roja ketika memasuki tahun 2016. Ketika itu, jabatan kiper utama Spanyol yang dulunya dipegang oleh Casillas berganti ke De Gea setelah level permainan Casillas kian menurun. Euro 2016 yang waktu itu diselenggarakan di Prancis pun jadi penampilan perdana De Gea di kompetisi besar bersama Spanyol.
Spain boss Roberto Moreno after giving David de Gea his first start in four games.
“The other day Kepa did very well, and today it was David’s turn. This will be the case for the national team – sometimes it will be one and sometimes it will be the other.” pic.twitter.com/d5yvweMjVY
— SBOBET (@SBOBET) September 9, 2019
Tergabung dengan Kroasia, Republik Ceko, dan Turki di Grup D, Spanyol tampil apik bersama De Gea. Dari tiga pertandingan penyisihan grup, De Gea mengantongi dua clean sheet dan hanya kebobolan satu gol saja. Sayangnya, Spanyol gugur di babak 16 besar setelah ditaklukan oleh Italia 2-0.
Setelah hanya duduk di bench pada edisi sebelumnya, De Gea pun bermain reguler pada Piala Dunia 2018. Sejak babak kualifikasi, ia tak tergantikan di bawah mistar gawang Timnas Spanyol. Memainkan sembilan pertandingan kualifikasi, De Gea mencatatkan enam clean sheet dan hanya kebobolan tiga gol saja.
Di penyisihan Grup B, De Gea mempersembahkan 1 kemenangan dan 2 hasil imbang yang membuat Spanyol lolos ke babak 16 besar. Namun mereka kalah dari tim tuan rumah, Rusia melalui babak adu penalti.
Kedatangan Enrique Mengubah Segalanya
Dibayangi kegagalan di dua edisi Piala Dunia, federasi sepakbola Spanyol akhirnya kembali merombak tim kepelatihan Timnas Spanyol. Pada Juli 2018, federasi menunjuk mantan pelatih Barcelona, Luis Enrique sebagai pengganti Fernando Hierro.
Selain terkenal dengan inovasi dan terobosan dalam melatih, Enrique juga dikenal dengan keputusan-keputusannya yang kontroversial. Contohnya saja ketika Enrique dituduh anti Madrid saat tak memanggil satupun pemain Real Madrid ke skuad La Roja. Selain itu, keputusannya untuk tidak memanggil sang kapten, Sergio Ramos di ajang UEFA Nations League juga menjadi sorotan.
Dan kini, Enrique menyingkirkan kiper nomor satu Spanyol, David De Gea dari skuad Timnas Spanyol. Awal-awal kedatangan Enrique, De Gea memang masih menjadi pilihan utama. Namun, itu hanya bertahan selama empat bulan saja. De Gea sudah dicadangkan ketika Spanyol bermain melawan Bosnia pada laga uji coba November 2018 lalu.
Patrice Evra: “Saya terkejut dengan keputusan manajer Spanyol, Luis Enrique untuk meninggalkan David de Gea dari skuad Piala Dunia. Saya harus memeriksa ulang untuk melihat apakah itu kenyataannya. Saya akan jujur, saya pikir ini adalah masalah di luar lapangan.” pic.twitter.com/zOXkFY4ISB
— Manchester United World (@manutd_world) November 2, 2022
Memang, De Gea masih masuk dalam skuad Enrique hingga akhir 2021 kemarin. Namun, ia sama sekali tak mendapat menit bermain bersama Timnas Spanyol. Posisinya digantikan oleh kiper Athletic Bilbao, Unai Simon. Luis Enrique pun terang-terangan menyebut kriteria kiper yang diminatinya dan De Gea tak pernah jadi favoritnya.
Dilansir Fourfourtwo, pelatih berusia 52 tahun itu menginginkan penjaga gawang yang piawai melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Ia juga menggemari penjaga gawang yang pandai memainkan bola menggunakan kaki layaknya kiper-kiper modern saat ini.
Performa De Gea? Tak Buruk!
Lantas, apakah De Gea merupakan penjaga gawang yang tak piawai melakukan transisi dan memainkan bola menggunakan kaki? Pernyataan itu tak sepenuhnya benar. Penjaga gawang berusia 31 tahun itu memang datang ke Manchester United sebagai shoot stopper, bukan penjaga gawang yang lihai membagi bola macam Ederson di Manchester City.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, terutama di bawah asuhan Erik Ten Hag, De Gea menjadi pemain yang memiliki peran vital di lini bertahan United. Meninggalkan kotak kecil dan merasa nyaman dengan bola di kakinya bukanlah atribut yang biasa kita lihat selama 11 tahun pemain Spanyol itu di Theater of Dreams.
“He has the capabilities” 🗣
Erik ten Hag on David de Gea playing the ball with his feet 👀 pic.twitter.com/ibONEiGp0i
— Man United News (@ManUtdMEN) October 30, 2022
Tapi De Gea dengan cepat menjadi sosok yang meyakinkan di lini belakang. Ia mulai nyaman memainkan peran ganda sebagai penghalau sepakan lawan dan bertindak sebagai libero ketika pemain United sedang menguasai bola.
Dikutip dari situs resmi Manchester United, Erik Ten Hag juga mengakui hal tersebut. Ia merasa, dalam beberapa pekan terakhir, De Gea telah menunjukan progres yang positif sebagai penjaga gawang yang aktif dalam permainan. Kemampuan passing dan ketenangan pemain berusia 31 tahun itu telah jauh meningkat.
Bukti De Gea Belum Habis
Pertandingan kontra West Ham di Liga Inggris akhir pekan lalu jadi bukti kecil kalau De Gea masih layak masuk timnas. Menurut Ten Hag, fungsi utama penjaga gawang untuk menghalau bola dan membantu tim terhindar dari kebobolan, dan De Gea luar biasa dalam hal itu. Penjaga gawang asal Spanyol itu tercatat melakukan empat kali penyelamatan dan empat kali recovery bola.
David De Gea vs West Ham (H) pic.twitter.com/mhcvk08Lfy
— Viran🇲🇾 (@MadnessFc4) October 31, 2022
Rangkaian penyelamatan yang dilakukan De Gea terbilang sangat krusial, termasuk ketika menepis tembakan jarak jauh Declan Rice di menit-menit akhir. Dengan tambahan clean sheet di laga kontra West Ham, De Gea pun sukses menjaga gawangnya tetap perawan dalam lima laga kandang terakhir Manchester United di semua kompetisi.
Meski performa United masih angin-anginan, penampilan De Gea di bawah asuhan Ten Hag tak bisa dianggap buruk, bahkan ia tampil apik dan stabil. Ia kuat di darat maupun di udara, pembacaan arah bolanya juga masih menjadi yang terbaik, seperti biasanya.
Namun, Enrique malah memanggil kiper Chelsea, Kepa yang baru kembali ke skuad utama asuhan Graham Potter. Hmmm, menurut football lovers, ini De Gea yang nggak layak masuk timnas, atau Enrique aja yang sensi sama De Gea?
https://youtu.be/5Yn_2AcR17c
Sumber: Manutd, 90min, Unitedfocus, Bola, Fourfourtwo


