STY Harus Pakai Formasi Ini Jika Ingin Lolos dari Grup Neraka Kualifikasi Piala Dunia 2026

spot_img

Beberapa hari lalu, Coach Justin mengeluarkan starting XI terbaik Timnas Indonesia versinya untuk ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, daftar pemain itu masih menggunakan nama-nama yang tersedia saja. Padahal PSSI sudah berjanji akan menambah beberapa pemain diaspora lagi untuk memperkuat tim.

Kira-kira siapa yang akan jadi tambahan baru? Berikut adalah susunan sebelas pemain terbaik Timnas Indonesia untuk ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 versi Starting Eleven. Sebelum kita spill pemain-pemainnya, kalian harus subscribe dan nyalakan lonceng terlebih dahulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.

GK: Maarten Paes 

Starting Eleven menyarankan Shin Tae-yong untuk menggunakan skema 3-4-3 dengan susunan pemain sebagai berikut. Dari penjaga gawang ada Maarten Paes. Secara postur dan jangkauan udara, penjaga gawang FC Dallas ini jadi pilihan terbaik untuk menghadapi negara-negara macam Australia dan Arab Saudi.

Namun, bagaimana dengan statusnya? Paes sudah mengantongi WNI. Kini tinggal masalah perpindahan federasi. Meski masih terkendala, PSSI optimis bisa memenangkan sidang perkara di Pengadilan Arbitrase Olahraga pada Juli nanti. Menurut Arya Sinulingga, PSSI sudah memperhitungkan berapa persen keberhasilannya. Paes tak akan semudah itu mengantongi status WNI jika dari awal sudah tak ada kemungkinan membela Timnas Indonesia.

CB: Rizky Ridho

Untuk formasi tiga bek, pilihan pertama jatuh pada Rizky Ridho. Mas-mas Jawa ini adalah bek tengah lokal terbaik yang dimiliki Indonesia. Secara postur, visi bermain, distribusi bola, pengambilan keputusan, dan komunikasi, Ridho berada di level yang hampir setara dengan pemain keturunan. Mimin juga bingung kenapa Ridho tak kunjung berkarir di luar negeri.

Ridho juga memiliki mental dan kedisiplinan yang bagus sebagai pemain belakang. Sejauh ini, permainannya serapih gaya berpakaiannya. Nah berkat poin yang satu ini, Ridho mengalahkan nama besar seperti Jordi Amat yang sejauh ini belum stabil. Mantan pemain Swansea itu acap kali melakukan kesalahan yang merugikan tim. Nantinya, Ridho akan mengisi bek tengah sebelah kanan.

CB: Jay Idzes

Nah, yang akan menjadi leader di tengah adalah Jay Idzes. Kualitas bek Venezia ini tak diragukan lagi. Berkarir di negara yang telah melahirkan banyak bek-bek kelas dunia telah membawa Idzes ke level permainan yang jauh di atas rata-rata. Secara ketenangan dan bagaimana caranya mengantisipasi serangan sangat memukau.

Keberadaannya begitu penting bagi skuad asuhan Shin Tae-yong. Itu dibuktikan dengan catatan manisnya bersama Timnas Indonesia. Bang Jay sudah memainkan tiga pertandingan bersama Skuad Garuda dan semuanya berakhir dengan nirbobol. Terakhir, Jay berhasil membantu Indonesia clean sheet saat menang 2-0 atas Filipina.

CB: Kevin Diks (Potensi Tambahan)

Kevin Diks kabarnya akan jadi salah satu tambahan amunisi Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 nanti. Jika itu benar terjadi, maka Kevin bisa mengisi posisi bek tengah bagian kiri. Meski bukan bek berkaki kiri, Kevin telah memainkan posisi tersebut hampir di semua pertandingan bersama FC Copenhagen musim lalu.

Selain mahir dalam bertahan, Kevin memiliki mobilitas yang tinggi. Dirinya bisa membawa nilai ofensif yang tinggi ke dalam tim. Jika PSSI berhasil mendapatkannya, maka Kevin akan menggeser posisi Justin Hubner. Jika ditanya mengapa? Maka jawabannya adalah tentang manajemen emosi. Indonesia memang butuh bek-bek keras macam Hubner. Tapi itu cukup beresiko, mengingat ini level Piala Dunia. 

LB: Calvin Verdonk

Beberapa dari kalian pasti berharap bahwa nama Pratama Arhan yang akan muncul untuk mengisi posisi bek kiri. Tapi maaf, kali ini pilihan jatuh pada Calvin Verdonk. Dirinya telah menunjukan kemampuan adaptasi yang sangat bagus di Timnas Indonesia. Meski baru bergabung, Verdonk cepat menyesuaikan diri dengan tim. 

Pemain NEC Nijmegen itu langsung tampil impresif di laga melawan Filipina kemarin. Sosok yang kerap disamakan dengan Dani Carvajal dan Jordi Alba itu memiliki segala atribut penting sebagai bek kiri modern. Dirinya memiliki kecepatan, umpan, dan naluri menyerang yang bagus. Calvin bahkan sering muncul di kotak penalti saat Indonesia sedang menyusun serangan. 

RB: Asnawi Mangkualam

Asnawi Mangkualam dan Sandy Walsh sama-sama bagus. Mereka juga punya gaya bermain dan keunikan masing-masing. Jadi, agak susah menentukan siapa yang layak masuk starting line up. Tapi, untuk menunjang agresivitas serangan, Asnawi adalah pilihan yang bijak. Tusukan dan pergerakan ofensifnya dapat membahayakan lini bertahan lawan.

Asnawi juga bisa dibilang sebagai bek sayap komplet. Selain kecepatan, stamina dan keuletan menjadi daya tawar Asnawi. Kemampuannya itu membantunya melakukan transisi dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya. Jika Asnawi dalam kondisi terbaik, belum ada bek kanan Indonesia yang bisa melebihi kualitasnya.

CM: Nathan Tjoe-A-On

Setelah lini bertahan kita akan membahas sektor tengah. Di sini kita akan memasang dua gelandang. Pilihan pertama adalah Nathan Tjoe-A-On. Sebetulnya posisi asli dari Nathan adalah bek kiri. Tapi karena posisi tersebut sudah banyak opsi, maka Shin Tae-yong lebih gemar memasangnya di lini tengah. Toh, Nathan begitu baik dalam memainkan peran tersebut.

Nantinya, Nathan akan mengambil peran lebih bertahan di lini tengah. Daya juang dan mobilitas tinggi sangat membantu kedalaman saat menguasai bola. Kita bisa melihat bagaimana kerja kerasnya di Piala Asia U-23 kemarin. Sampai nyangkut pula di jaring gawang. Selain itu, Nathan bisa diandalkan untuk mengeksekusi bola mati jarak pendek.

CM: Thom Haye

Yang akan menjadi partner Nathan di lini tengah sudah pasti Professor Thom Jan Marinus Haye. Sebetulnya, baik Nathan maupun Haye sama-sama pemain kreatif. Tapi, Haye lebih jenius. Dirinya bisa bermain sebagai deep-lying playmaker atau gelandang pengatur serangan yang bermain jauh lebih ke dalam daripada playmaker pada umumnya.

Jika Nathan lebih bertahan, maka Haye akan memainkan peran lebih menyerang. Haye lah yang akan mengatur arah serangan Timnas Indonesia. Peran dari mantan pemain Lecce ini sebelas dua belas sama Andrea Pirlo di AC Milan. Jarang lari, tapi sekalinya pegang bola langsung menciptakan peluang yang mengancam pertahanan lawan.

RW: Witan Sulaeman

Naik ke posisi sayap, mimin akan memasang Witan Sulaeman sebagai pemain sayap kanan. Selain karena memiliki naluri mencetak gol yang baik, performanya di Piala Asia U-23 jadi pertimbangan mengapa Witan yang terbaik untuk posisi ini. Di turnamen kelompok umur itu, Witan berada di mana-mana. Ia selalu terlibat dalam segala bentuk serangan Timnas Indonesia. 

Meski berposisi sebagai sayap, Witan tidak identik dengan gocek sana gocek sini. Dirinya cukup efektif dalam menggunakan kecepatan dan akselerasinya. Witan lebih gemar melakukan kombinasi umpan-umpan pendek cepat di sekitar kotak penalti lawan. Itu lebih mematikan ketimbang menciptakan situasi satu lawan satu.

LW: Ragnar Oratmangoen

Jika Witan di kanan, maka Ragnar Oratmangoen akan mengisi posisi sayap kiri. Sedikit berbeda dengan Witan, Ragnar adalah definisi pemain sayap sesungguhnya. Dengan kelincahan kakinya, Ragnar seringkali melakukan gerak tipu dan tusukan untuk membongkar lini bertahan lawan.

Dengan gaya bermain seperti ini, Ragnar bisa merusak bentuk pertahanan lawan. Dari situ pergerakan Ragnar bisa menciptakan peluang atau setidaknya ruang bagi rekan-rekan satu tim yang lain. Maka dari itu, untuk memaksimalkan kinerja Ragnar, Indonesia sangat membutuhkan target man di lini depan.

CF: Ole Romeny (Potensi tambahan)

Dan jawabannya ada pada Ole Romeny, penyerang FC Utrecht yang dirumorkan akan segera memulai proses naturalisasi. Sudah saatnya Indonesia memiliki goal getter berkualitas seperti dirinya. Dengan postur 185 cm, Ole Romeny dianggap sebagai striker yang ideal untuk melengkapi lini depan Timnas Indonesia. 

Mantan pemain FC Emmen itu juga bisa jadi target umpan-umpan silang yang cukup sering dimainkan oleh pemain-pemain Indonesia. Ole Romeny pasti akan dengan mudah mengonversi umpan silang berkualitas dari Calvin Verdonk menjadi sebuah gol. Kira-kira begitu prediksi line up versi Starting Eleven. Prediksimu gimana, football lovers?

Sumber: Antara News, Bolasport, Bola, Suara

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru