Saingan Berat Bellingham Raih Golden Boy, Apa Hebatnya Warren Zaire-Emery?

spot_img

Di tengah bejibunnya pemain bintang di PSG, terselip satu berlian yang mengkilap bernama Warren Zaire-Emery. Siapanya Unai Emery ya? Tidak, tidak ada kaitanya. Melihat namanya, mungkin kurang dikenal. Maklum, dia masih terlalu muda dan mungkin jarang kesorot media.

Menarik melihat peningkatan performa dari wonderkid Prancis yang satu ini. Bahkan nih, berkat kegacorannya di usia yang masih sangat belia, ia kini digadang-gadang sebagai calon terkuat penerima penghargaan Golden Boy. Lalu sehebat apa sih dia?

Siapa Warren Zaire-Emery?

Bernama lengkap Warren Zaire-Emery, lahir di Montreuil Prancis pada tahun 2006 silam. Usianya kini baru 17 tahun. Zaire-Emery ini mulai masuk akademi muda PSG pada tahun 2014. Berkat bakatnya yang makin berkembang di akademi PSG itu, ia akhirnya dipanggil Timnas Prancis U-17 pada tahun 2022.

Ajang Euro U-17 pada tahun 2022 jadi ajang pertamanya di level timnas. Tak disangka bakatnya benar-benar makin matang. Ia berhasil memimpin tim Prancis U-17 jadi juara Euro U-17. Bahkan nih, ia dianugerahi pemain terbaik di turnamen tersebut

Melihat hal itu, PSG tak tinggal diam. Mereka langsung mengunci wonderkid potensial itu dengan kontrak permanen sebagai pemain profesional pada 15 Juli 2022. Ia langsung dicoba di beberapa tur pra musim PSG pada musim 2022/23. Ya, pelatih Christophe Galtier terus melihat perkembangannya dan cukup terkesan. Artinya PSG tak salah memberinya kontrak profesional.

Galtier Percaya

Kepercayaan Christophe Galtier musim lalu pada Zaire-Emery adalah kunci bagaimana ia tak tersia-siakan. Terbukti pada laga melawan Clermont 6 Agustus 2022, Zaire-Emery akhirnya debut bersama tim senior PSG. Bahkan ia menjadi pemain termuda yang debut dengan seragam PSG, yakni 16 tahun 151 hari.

Musim lalu menjadi sebuah pengalaman yang berharga bagi Zaire-Emery. Meski tak selalu full bermain 90 menit, namun ia sudah mencicipi sebanyak 31 laga di semua kompetisi. Bahkan dua golnya menjadi catatan penting bagi perjalanan awal kariernya di level senior.

Galtier tentu tahu potensi dari Emery. Meski ia punya pemain tengah lain yang menumpuk seperti Carlos Soler, Fabian Ruiz, Vitinha, Renato Sanches, maupun Verratti, ia masih percaya memberi menit bermain bagi Zaire-Emery.

Gaya Main Zaire-Emery

Sebagai seorang gelandang, Zaire-Emery itu adalah tipe gelandang kreatif yang punya agresivitas tinggi. Tak hanya umpan-umpannya yang menjadi keunggulan, namun beberapa tusukan-tusukannya ke lini belakang lawan, juga jadi andalan.

Dilansir Goal, Galtier sempat membeberkan beberapa kekuatan utama Zaire-Emery. “Kedua kakinya sama kuat. Sentuhan bola serta umpannya sangat akurat. Ia bisa bermain di posisi “No 6” maupun “No 8”. Dia tipe gelandang penjelajah di segala lini,” kata Galtier.

Kepercayaan Berlanjut Bersama Luis Enrique

Lalu bagaimana pada musim ini? Toh pelatih PSG sudah bukan Galtier lagi. Namun, justru ketika Luis Enrique datang, pandangannya tentang bakat Zaire-Emery ternyata sama dengan Galtier. Bahkan Enrique sangat menyukai gaya mainnya. Perlu diingat, sosok Enrique itu dikenal sangat percaya pemain muda seperti ia mempercayakan Gavi dan Pedri saat membesut La Furia Roja.

Awalnya sempat muncul kekhawatiran ketika Enrique mendatangkan Manuel Ugarte, gelandang muda potensial dari Sporting CP. Tapi di saat yang sama, PSG ternyata juga melepas banyak gelandangnya seperti Renato Sanches, Verratti, Wijnaldum, maupun Paredes. Jadi, kesempatan bermain bagi Zaire-Emery masih tergolong terbuka.

Terbukti, ia perlahan menjelma menjadi pemain yang sering dimainkan Enrique di komposisi lini tengahnya. Bermain dengan sistem 4-3-3, Zaire-Emery biasanya didampingi Ugarte, dan Vitinha.

Dari data Transfermarkt, hingga pekan ke-11 Ligue 1 ia sudah bermain 10 kali dan hanya absen sekali kala melawan Strasbourg. Tak hanya menjadi ban serep, Zaire-Emery bermain sebagai starter selama 9 laga, dan hanya sekali menjadi pemain pengganti. Bahkan nih, di Liga Champions ia selalu dipercaya 90 menit di tiga laga awal fase grup.

Peran Zaire-Emery

Seiring dengan kepercayaan dan polesan Luis Enrique, Zaire-Emery juga mampu menjelma sebagai gelandang yang cukup produktif. Hingga 13 laga yang sudah ia lakoni musim ini, ia sudah mengemas 2 gol dan 5 assist bagi PSG.

Peningkatan performa Emery ini juga berkat gemblengan dan peran yang diberikan Enrique. Ia dibebaskan perannya di lini tengah layaknya Jamal Musiala di Munchen. Emery lebih berperan sebagai gelandang yang sering melakukan ancaman ke area pertahanan lawan. Posisinya yang selalu di-backup oleh satu gelandang bertahan, baik itu Ugarte maupun Fabian Ruiz membuatnya makin nyaman untuk menjelajah di lini pertahanan lawan.

Tapi jika dilihat naluri utamanya, ia adalah salah satu pengumpan yang handal. Karena kalau dilihat dari data Fbref, catatan yang paling menonjol dari Zaire-Emery ini adalah pass completed, yakni 90,9% per 90.

Umpan yang mematikan dari Zaire-Emery ini terbukti sudah memakan korban musim ini. Termasuk saat AC Milan diobok-obok di Liga Champions 3-0. Dua assist Zaire-Emery turut mewarnai hasil akhir laga tersebut. Ia juga sudah mulai produktif dengan mencetak dua gol sementara ini di Ligue 1.

Proyek Akademi PSG

Kegemilangan Zaire-Emery di dalam skuad utama PSG bisa menjadi titik balik kembalinya kekuatan akademi PSG. Ini juga bisa menjadi tolok ukur sekaligus lecutan agar PSG kembali menghidupkan akademinya. Sebab selama ini, banyak sekali pemain akademi PSG yang justru tidak memperkuat tim utama.

Misalnya, Christopher Nkunku, Mike Maignan, Moussa Diaby, sampai Kingsley Coman yang notabene hasil didikan PSG malah dijual, alih-alih menjadi pilar di tim utama. Nah, Zaire-Emery harus dipertahankan. Jangan sampai pemain yang satu ini nasibnya menjadi seperti para pemain tadi.

Calon Terkuat Golden Boy

Apalagi kini Zaire-Emery juga digadang-gadang menjadi calon kuat peraih penghargaan Golden Boy. Namanya muncul dalam nominasi penghargaan pemain muda terbaik Eropa di bawah 21 tahun yang diselenggarakan oleh media Italia, Tuttosport itu. Yang mengejutkan, pemain PSG itu memimpin dalam perolehan suara di situsweb Tuttosport.

Per 4 November 2023, Zaire-Emery sudah memperoleh 11.427 suara dari 16.147 suara yang sudah masuk. Itu artinya ia memperoleh suara 70,8%. Ia bahkan mengungguli Jude Bellingham, sang peraih Kopa Trophy yang baru memperoleh 13,5% suara.

Namun, penghargaan itu baru akan diumumkan pada 4 Desember mendatang di Turin. Kalau beneran Zaire-Emery meraih Golden Boy 2023, ia akan jadi pemain Prancis keempat yang meraih penghargaan tersebut. Setelah Pogba (2013), Anthony Martial (2015), dan Kylian Mbappe (2017).

Well, terlepas ia akan menyandang Golden Boy tahun ini atau tidak, yang jelas PSG sangat beruntung punya berlian seperti Zaire-Emery. Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti ia bisa jadi bintang layaknya Mbappe. Jadi, teruslah berkembang Warren Zaire-Emery.

Sumber Referensi : theathletic, eurosports, fbref, transfermarkt, fotmob, tuttosport, frenchfootball

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru