Punya Kejayaan Masa Lalu! 8 Klub Ini Ternyata Raksasa Yang Masih Tertidur

spot_img

Sleeping giants. Atau dalam bahasa Indonesia adalah raksasa yang sedang tertidur. Dalam dunia sepak bola, istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan sebuah klub yang punya kejayaan di masa lalu.

Biasanya para klub itu sangat mendominasi baik di tingkat domestik atau benua. Tapi karena satu dan lain hal, atau karena perubahan zaman, mereka kini sedang berjuang mendapatkan kejayaan itu kembali. Lalu klub mana saja yang jadi sleeping giants di eropa? berikut 8 diantaranya.

Newcastle United

Mari kita awali daftar ini dengan klub dari Inggris. Newcastle United adalah salah satu alasan daftar ini dibuat. Setelah investor dari Arab mengambil alih, Newcastle kini berada di jajaran klub yang diperhitungkan di Inggris. Setelah investasi dari Arab, Jurgen Klopp bahkan pernah berkata: “Newcastle dijamin memainkan peran dominan dalam sepak bola dunia selama 20 atau 30 tahun kedepan”

Meski tampak sebagai tim yang baru akan bangkit akhir-akhir ini, tapi Newcastle sebenarnya adalah raksasa di masa lalu. The Magpies punya 4 gelar liga inggris. Meskipun semua gelar itu didapat sebelum era Premier League ada. Terakhir kali mereka juara adalah musim 1926/27.

Newcastle juga punya 4 gelar juara divisi kedua Inggris, 6 FA Cup, dan 1 Community Shield. Dengan total 15 trofi domestik, Newcastle adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah Inggris. Newcastle bahkan pernah juara Inter-Cities Fairs Cup, atau versi awal dari UEFA Europa League.

Dalam sejarahnya, Newcastle juga diisi oleh para pemain-pemain hebat Britania Raya. Sebut saja Alan Shearer, Jackie Milburn, Hughie Gallacher, Kevin Keegan, Shay Given, dan lainnya.

Aston Villa

Sebenarnya banyak klub Inggris yang bisa dikategorikan sebagai sleeping giants. Tapi untuk daftar ini kita cukupkan dengan dua saja. Dan sleeping giants lain selain Newcastle adalah Aston Villa. Bahkan bisa dibilang kalau Aston Villa lebih raksasa daripada Newcastle.

Di masa-masa awal Liga Inggris, Aston Villa konstan jadi penghuni 4 besar. The Villans telah menjuarai 7 gelar Liga Inggris. Tapi sama seperti Newcastle, semua gelar itu didapat sebelum era Premier League. Aston Villa juga punya koleksi 7 FA Cup, 5 Piala Liga, dan 1 Community Shield.

Tapi koleksi piala Aston Villa tidak berhenti sampai situ saja. The Villans juga secara konstan jadi perwakilan Inggris di Eropa. Khususnya di dekade 80-an awal sampai 90-an. Mereka bahkan pernah juara Liga Champions di musim 1981/82 dan UEFA Super Cup semusim setelahnya.

Deportivo La Coruna

Menyebrang ke daratan Spanyol, ada Deportivo La Coruna. Mereka mengejutkan semua orang lewat perkembangan pesatnya di sepak bola Spanyol pada dekade 1990-an. Super Depor adalah klub raksasa dan terkuat di Spanyol.

Dalam sejarahnya, La Liga hanya pernah dimenangkan oleh 9 klub, dan Deportivo adalah salah satunya. Tapi yang membuat gelar La Liga Deportivo hebat adalah mereka mendapatkannya di musim 1999/2000, dimana Real Madrid dan Barcelona sudah jadi penguasa di Spanyol. Selain itu mereka juga punya koleksi 3 Copa del Rey dan 3 Spanish Super Cup.

Super Depor juga beberapa kali jadi underdog di eropa, khususnya di dekade 2000-an. Mereka mampu menembus perempat final di musim 2000/2001 dan 2001/2002. Bahkan di musim 2003/04 bisa mengalahkan generasi AC Milan untuk sampai ke semifinal.

Sayangnya hutang dan masalah finansial menghancurkan Deportivo. Pertama mereka turun kasta ke Divisi 2, kemudian di tahun 2020 mereka degradasi ke Divisi 3. Melihat belum ada tanda-tanda kebangkitan, mungkin Depor lebih pantas disebut raksasa yang sudah mati.

Athletic Bilbao

Masih di daratan Spanyol, klub raksasa yang sedang tertidur adalah Athletic Bilbao. Tapi berbeda dengan Deportivo, Athletic Bilbao masih berjuang di La Liga setiap musimnya. Bahkan, bersama Barcelona dan Real Madrid, Bilbao adalah klub yang belum pernah terdegradasi sepanjang sejarah La Liga.

Yang unik dari Athletic Bilbao, mereka punya kebijakan klub yang tidak biasa. Yaitu hanya boleh punya pemain asal Basque atau pemain yang sudah sangat lama tinggal di Basque. Dan meskipun punya kebijakan local pride yang ketat, tapi Bilbao bisa bersaing dengan Barca dan Madrid.

Bilbao telah mengoleksi 8 gelar La Liga sepanjang sejarah. Terakhir kali mereka juara adalah di musim 1983/84. Sedangkan yang jadi kebanggaan klub Basque tersebut adalah torehan Copa del Rey nya.

Mereka telah 24 kali juara Copa Del Rey. Menjadikan mereka klub dengan koleksi Piala Raja terbanyak kedua di Spanyol. Hanya lebih sedikit dari Barca dan lebih banyak dari Real Madrid.

Borussia Monchengladbach

Jika kita berbicara soal Bundesliga, kita semua tahu siapa penguasanya. Jelas mereka adalah Bayern Munchen. Tapi itu tidak selalu terjadi, apalagi di dekade 1970-an. Di dekade tersebut Bayern Munchen punya pesaing ketat merebutkan gelar Bundesliga. Mereka adalah Borussia Monchengladbach.

Persaingan Munchen vs Gladbach bahkan dipercaya sebagai Der Klassiker asli dua tim besar di Jerman. Di dekade 70an itu, Die Fohlen berhasil menyabet lima gelar Bundesliga dalam 10 tahun.

Dua gelar pertama di dapat di musim 1969/70 dan 1970/71. Itu jadi pertama kalinya tim Bundesliga bisa mempertahankan gelar. Kemudian Tiga gelar lainnya didapat secara beruntun. Dari 1974/75, 1975/76, dan 1976/77. Sekaligus menjadikan Gladbach tim pertama yang dapat 5 gelar Bundesliga.

Die Fohlen juga dua kali jadi juara Europa League. Yaitu di tahun 1974/75 dan 1978/79. Terakhir kali mereka dapat trofi bergengsi saat di kasta tertinggi adalah DFB Pokal musim 1994/95. Setelah itu, mereka mengalami dua kali degradasi. Namun secara perlahan bangkit dan konsisten di papan tengah Bundesliga.

Genoa CFC

Di tengah dominasi Juventus dan dua klub Milan, Genoa sering dilupakan kalau mereka punya sejarah yang mentereng pula. Genoa adalah klub tertua di Italia dan klub tertua yang masih aktif di Serie A.

Banyak orang mengira kalau klub seperti Roma, Lazio, dan Napoli lah yang punya kejayaan selain Juve, Milan, dan Inter. Padahal Genoa punya 9 gelar scudetto. Gelar terbanyak dari semua tim Italia selain Juve, Milan, dan Inter.

AS Saint Etienne

Kebanyakan para penonton sepak bola yang masih muda akan menganggap kalau PSG adalah tim terbesar di Ligue 1. Well, memang benar sih. Tapi kejayaan PSG baru datang di dekade 2010-an awal. Sedangkan sebelum itu Saint Etienne sudah punya 9 trofi Liga Prancis.

Terakhir kali Saint Etienne juara liga adalah di tahun 1981. Sejak saat itu juga mereka telah dua kali terdegradasi. Sama seperti PSG, prestasi tertinggi Saint Etienne di eropa adalah jadi runner up. Itu terjadi di puncak kejayaan mereka di dekade 1970-an

Olympique Lyon

Sebelum PSG, Prancis punya penguasa lainnya. Mereka adalah Olympique Lyon. Di era 2000-an awal, Lyon adalah klub yang menguasai Ligue 1. Mereka pernah 7 kali jadi juara liga secara berturut-turut. Yaitu dari musim 2001/02 sampai dengan musim 2007/08.

Selain itu Lyon juga sering jadi pencetak pemain-pemain hebat Prancis. Sebut saja Hugo Lloris, Alexandre Lacazette, Florent Malouda, Gregory Coupet, sampai Karim Benzema. Juga ada Juninho Pernambucano dengan tendangan bebas gledeknya.

Itulah para raksasa yang sedang tertidur di Eropa. Menurut kalian, siapa yang kebangkitannya paling ditunggu?

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru