Tak Disangka! Pemain Hebat Ini Pernah Bermain di Brescia

spot_img

Sepakbola Italia dihiasi oleh banyak klub yang kaya akan sejarah. Salah satu daerah yang dikenal telah melahirkan klub-klub bersejarah itu adalah Lombardia, suatu area di bagian utara Italia yang dihimpit oleh pegunungan Alpen dan Lembah Po. Di situlah lahir klub-klub macam AC Milan, Inter Milan, dan Atalanta.

Dari ketiga nama besar itu ada satu lagi klub yang tak kalah menarik untuk dibahas, yakni Brescia. Meski hanya berlaga di kasta kedua Liga Italia, tim ini sering dibela oleh pemain-pemain top Eropa. Penasaran, siapa saja pemain top yang pernah nyasar ke klub antah berantah ini? Berikut adalah deretan pemain hebat yang pernah berseragam Brescia.

Sandro Tonali

Sandro Tonali yang sukses bersama AC Milan dan kini bermain untuk Newcastle United jelas jadi pemain yang mesti masuk dalam daftar. Menariknya, Tonali bukan datang sebagai pemain bintang. Ia merupakan produk asli dari klub yang bermarkas di Stadio Mario Rigamonti itu. 

Gelandang bertahan yang disebut-sebut memiliki gaya bermain campuran antara Gennaro Gattuso dan Andrea Pirlo itu memang jadi salah satu bakat yang menarik perhatian. Ia dinilai memiliki potensi yang lebih baik daripada pemain-pemain seangkatannya. Itu dibuktikan dengan penampilan yang sangat baik ketika promosi ke tim utama pada musim 2017/18.

Peran Tonali di Brescia sangat penting. Ia bahkan jadi aktor di balik kesuksesan Brescia menjuarai Serie B musim 2018/19. Tonali mencatatkan 89 penampilan dengan torehan 16 assist sebelum akhirnya pindah ke AC Milan tahun 2020. Kesempatan itu diambil setelah dirinya gagal menyelamatkan Brescia yang terlempar dari Serie A musim 2019/20.

Andrea Pirlo

Andrea Pirlo ternyata pernah dua kali membela Brescia. Ia juga merupakan produk asli akademi tim tersebut. Jadi, bisa dibilang Pirlo ini seniornya Tonali. Berstatus sebagai pemain jebolan akademi Brescia, Pirlo melesat jadi maestro lini tengah ketika sudah bermain di AC Milan dan Juventus.

Namun, sebelum dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia, Pirlo lebih dulu dikenal sebagai seorang gelandang serang di Brescia. Di usia yang masih 17 tahun, ia sudah terlibat dalam proses Brescia naik kasta ke Serie A tahun 1997. Kemampuannya mulai menarik perhatian ketika tampil di Serie A. 

Tercatat Pirlo memainkan 49 pertandingan di semua kompetisi sebelum akhirnya bergabung dengan Inter Milan tahun 1998. Tapi, Pirlo tak begitu tersorot ketika bermain di sana. Perannya mulai vital ketika bermain sebagai gelandang bertahan di AC Milan. Setelah berganti posisi, barulah Pirlo dikenal dunia dan menjadi salah satu regista terbaik yang pernah ada.

Pep Guardiola

Satu lagi gelandang hebat yang pernah berseragam Brescia adalah Pep Guardiola. Berbeda dari Tonali dan Pirlo yang merupakan didikan akademi Brescia, Pep bergabung dengan tim asal Italia itu di usia yang cukup matang, yakni 30 tahun. Datang dengan status bebas transfer pada tahun 2001, Pep membawa segudang pengalamannya di Barcelona ke Italia.

Sayangnya Pep tak lama di Brescia. Terhitung ia berseragam biru selama satu setengah musim. Itu saja dibagi menjadi dua periode karena tahun 2002 ia sempat bermain selama enam bulan di AS Roma sebelum akhirnya kembali ke Brescia pada awal tahun 2003. Dalam kurun waktu yang singkat itu, Guardiola hanya memainkan 25 pertandingan saja.

Setelah dari Brescia, Pep Guardiola sempat bermain di Qatar bersama Al-Ahli dan di Meksiko bersama Dorados sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2006. Kita semua tahu, setelah pensiun mantan pemain Barcelona ini langsung jadi pelatih sukses yang kini jadi kiblat para pelatih-pelatih muda.

Mario Balotelli

Kita tak bisa melupakan Mario Balotelli ketika membahas pemain top yang pernah berseragam Brescia. Mengawali karir profesional bersama Inter Milan, Balotelli awalnya dikenal sebagai salah satu striker paling berbakat di Italia. Namun, dengan kelakuan minus di dalam maupun luar lapangan, Balotelli mengalami degradasi performa yang cukup tajam.

Sempat berkelana ke Inggris dan Prancis, Balotelli mengalami beberapa masalah yang membuat reputasinya hancur. Dan Brescia lah yang klub yang mau menampung Balotelli ketika banyak klub yang sudah muak dengan attitude buruknya. Bergabung pada tahun 2019, Super Mario hanya bertahan semusim saja.

Setelah hanya mencatatkan 19 penampilan, Balotelli dilepas Brescia karena ketahuan sengaja mangkir dari jadwal latihan. Presiden Brescia, Massimo Cellino bahkan tak habis pikir dengan pemain yang satu ini. Ia bahkan mencap Balotelli sebagai pemain paling tidak profesional.

Luca Toni

Selain Balotelli, beberapa penyerang kelas kakap lain juga pernah berseragam Brescia. Salah satunya Luca Toni. Pemain yang memiliki selebrasi ikonik ini dikenal sebagai striker yang doyan gonta-ganti klub. Dari sekian banyak klub, Toni tercatat pernah membela Biancazzurri sejak 2001 sampai 2003.

Sayangnya, penampilan Toni di Brescia tak begitu istimewa. Ia hanya mencetak 16 gol dalam 50 laga di semua kompetisi. Meski begitu, ia tetap jadi pencetak gol terbanyak klub di musim 2001/02 dengan catatan 13 gol. Setelah dari Brescia, karirnya justru kian membaik. Ia bahkan sempat mencetak 31 gol dalam 38 pertandingan bersama Fiorentina. 

Toni makin terkenal karena gacor di usia yang sudah tak lagi muda. Kita bisa lihat ketika dirinya memperkuat berbagai tim seperti Palermo, Bayern Munchen, dan Hellas Verona, torehan golnya luar biasa. Total ia mencatatkan 301 gol sepanjang karirnya sebelum akhirnya pensiun di tahun 2016.

Roberto Baggio

Di era yang sama dengan Luca Toni, Brescia juga memiliki striker papan atas lain, yakni Roberto Baggio. Di penghujung karirnya, Baggio memutuskan untuk bergabung dengan Biancazzurri pada tahun 2000. Meski datang di usia 33 tahun, nyatanya ketajaman Baggio belum luntur. 

Membela Brescia selama empat musim lamanya, Baggio konsisten mencetak dua digit gol untuk membantu tim survive di kasta tertinggi Liga Italia. Pemain yang identik dengan rambut kuncir kudanya itu bahkan masih mencetak 12 gol dan 10 assist dalam 26 pertandingan di Serie A musim 2003/04.

Sayangnya, saat performanya dirasa masih layak untuk bersaing di kasta tertinggi, Baggio memutuskan pensiun di akhir musim 2003/04. Para fans yang mengetahui niat Baggio pun berusaha untuk membujuk dan menahan sang pemain untuk menunda pensiunnya. Namun keputusan striker gaek itu sudah bulat. Ia merasa waktunya untuk menepi dari dunia sepakbola sudah tiba.

Marek Hamsik

Pemain terakhir juga memiliki rambut yang ikonik. Ia adalah Marek Hamsik. Pemain yang terkenal dengan potongan mohawknya itu pernah membela Brescia sejak tahun 2005 hingga 2007. FYI aja, Brescia merupakan klub profesional pertama dari Hamsik. Ia bahkan sempat menimba ilmu di Brescia U-19 terlebih dahulu sebelum akhirnya menembus skuad utama.

Kala itu, Hamsik membela Brescia yang masih berlaga di Serie B. Meski usianya masih muda dan bukan talenta lokal, Hamsik langsung jadi andalan di lini tengah Brescia. Fleksibilitas dan naluri menyerangnya begitu dimanfaatkan oleh Biancazzurri

Penampilannya di musim 2006/07 bahkan membuat klub Serie A, Napoli tertarik untuk memboyongnya. Karirnya kian cemerlang bersama Il Partenopei. Ia membangun reputasi sebagai gelandang papan atas hingga disejajarkan dengan Andrea Pirlo dan Daniele De Rossi. Pemain asal Slovakia itu bahkan sempat memenangkan beberapa gelar bersama Napoli. 

Sumber: Squawka, Foot Champion, These Football Times, GMU

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru