Selain menampilkan drama dan keindahan, sepakbola juga kerap dihiasi dengan pencapaian-pencapaian luar biasa. Baik oleh pemain maupun satu kesatuan klub. Kalian pasti masih ingat ketika Lionel Messi melewati tahun 2012 dengan mencetak 91 gol.
Pencapaian itu kemudian menjadi suatu hal yang bahkan bisa membuat orang tercengang. Selain pencapaian yang dilakukan Messi, sepakbola masih menyimpan banyak fakta unik dan pencapaian luar biasa yang mungkin kalian belum tahu. Dan berikut adalah statistik dan pencapaian di luar nalar yang pernah terjadi di sepakbola.
Daftar Isi
Neymar > Messi Soal POTM
Lionel Messi merupakan salah satu dari dua pesepakbola terbaik dalam dua dekade terakhir. Maka dari itu, seharusnya pemain seperti Neymar tidak akan bisa lebih baik daripada Messi. Pemain asal Brazil itu bahkan selalu berada di balik bayang-bayang Messi baik di Barcelona maupun PSG.
Tapi, Neymar patut berbangga hati soal pencapaian yang satu ini. Ketika Neymar masih bermain bersama Messi di Barcelona, ia lebih dulu memenangkan penghargaan Player of The Month ketimbang La Pulga. Karena gelar ini baru ada pada tahun 2013, Neymar jadi pemain Barcelona pertama yang memenangkan gelar ini pada tahun 2015. Sedangkan Messi baru meraihnya pada tahun 2016.
Philipp Lahm
Pencapaian di luar nalar selanjutnya dicatatkan oleh legenda Timnas Jerman, Philipp Lahm. Ia pernah mencatatkan rekor tak pernah melanggar pemain dalam waktu satu tahun penuh. Pemain yang lama bermain di Bayern Munchen ini memang dikenal sebagai bek yang piawai dalam membaca permainan dan disiplin dalam bertahan.
Pencapaian yang mungkin sulit untuk ditiru oleh siapa pun itu terbentang sejak September 2014 hingga Oktober 2015. Dalam rentang waktu itu, Lahm selalu melayangkan tekel yang bersih apabila sedang berduel satu lawan satu dengan lawan. Lahm juga terkenal karena tak pernah mendapat kartu merah di sepanjang karirnya.
Gerard Pique Lebih Baik dari Ronaldo Nazario?
Setelah membahas soal kerapihan dalam bertahan, kita akan berganti membahas soal jumlah gol di Liga Champions. Ada pencapaian sekaligus fakta yang menarik soal gol yang telah dicetak oleh Gerard pique di Liga Champions. Mantan punggawa Barcelona itu telah mencatatkan 16 gol selama karirnya.
Menariknya, jumlah tersebut ternyata lebih banyak dari striker top asal Brazil, Ronaldo Nazario. Pemain yang juga pernah membela Barcelona itu tercatat baru mencetak 14 gol saja di ajang Liga Champions. Gol-golnya tersebar saat dirinya bermain di Inter Milan dan Real Madrid. Ia justru tak pernah tampil di UCL ketika berseragam Barcelona.
Rogerio Ceni
Masih berurusan dengan mencetak gol. Faktanya, sebelas pemain yang turun di lapangan berhak dan bisa mencetak gol. Tak terkecuali para penjaga gawang. Nah, dalam sejarahnya ada banyak penjaga gawang yang mampu mencetak gol. Sebut saja seperti Alisson Becker, Tim Howard, Ivan Provedel, dan masih banyak lagi.
Namun, catatan gol mereka tak ada yang mengalahkan Rogerio Ceni. Penjaga gawang asal Brazil itu sudah mencetak 131 gol di sepanjang karirnya. Itu karena dirinya ditunjuk sebagai eksekutor tendangan penalti dan tendangan bebas di klubnya, Sao Paulo. Tahun 2005 jadi musim terbaik Ceni dengan mencetak 21 gol di semua kompetisi.
Mark Hughes Dua Kali Sehari
Selain menjadi pemain dan pelatih, Mark Hughes juga terkenal dengan buku autobiografinya yang berjudul Sparky-Barcelona, Bayern and Back-Autobiography dan Hughesie: The Red Dragon. Nah, dalam kedua buku itu ada kisah unik yang dituliskan oleh legenda sepakbola Inggris tersebut.
Pada 11 November 1987, Hughes menceritakan kalau dirinya harus bermain di dua tempat dalam satu hari. Kala itu, ia harus memperkuat Wales dan Bayern Munchen di hari yang sama. Hanya saja, waktu kick-off-nya yang berbeda. Hughes bermain bersama Wales di waktu sore dan membela Bayern di malam hari.
Setelah main 90 menit bersama tim nasional, Hughes segera terbang ke Jerman Barat untuk bermain pada putaran kedua DFB-Pokal melawan Borussia Mönchengladbach. Namun, ia datang terlambat. Maka dari itu Hughes baru dimainkan di babak kedua.
Jose Mourinho Tak Terkalahkan Selama 9 Tahun
Pencapaian di luar nalar selanjutnya diciptakan oleh seorang pelatih kontroversial. Siapa lagi kalau bukan Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal ini memang punya segudang prestasi bersama klub-klub yang pernah dilatihnya. Namun, pencapaiannya kali ini sedikit berbeda. Ia tercatat pernah tak terkalahkan saat bermain di kandang selama sembilan tahun lamanya.
Rekor itu terbentang sejak tahun 2002 hingga 2011. Kala itu, rangkaian tak terkalahkan di kandang milik Mourinho berakhir usai Real Madrid takluk 1-0 di Santiago Bernabeu oleh Gijon pada tahun 2011. Perlu diketahui, sebelum itu Mourinho tak pernah kalah di kandang. Kekalahan terakhirnya terjadi saat Porto ditekuk Beira Mar tahun 2002.
Pelatih Inggris Nggak Pernah Menang di Inggris
Catatan menarik berikutnya masih datang dari kalangan pelatih. Meski daratan Inggris sering menciptakan pemain top nyatanya tak banyak pelatih hebat yang berasal dari negara tersebut. Itu dibuktikan dengan catatan menarik kalau ternyata pelatih lokal belum pernah memenangkan Liga Inggris.
Sejak berganti nama menjadi Premier League pada tahun 1992, memang belum ada pelatih Inggris yang memenangkan kompetisi tersebut. Sejauh ini, pelatih Skotlandia, Spanyol, dan Italia jadi yang paling sering menyabet gelar Premier league. Howard Wilkinson tercatat jadi pelatih Inggris terakhir yang menjuarai Liga Inggris pada tahun 1992 saat masih melatih Leeds United.
Nottingham Forest Lebih Baik Daripada Manchester City dan PSG
Setelah sekian percobaan, akhirnya Manchester City berhasil meraih trofi Liga Champions musim 2022/23. Namun, prestasi itu tak bisa dibanggakan oleh fans City di hadapan Nottingham Forest. Kenapa gitu? Ya karena kalau urusan jumlah trofi Liga Champions, Forest masih unggul.
Itu fakta yang harus diakui oleh dunia termasuk fans City itu sendiri. Meski kini statusnya hanya sebagai klub gurem saja, Forest tercatat pernah menjuarai Liga Champions yang dulu masih bernama European Cup sebanyak dua kali. Tepatnya pada 1979 dan 1980.
Jadi, itu lebih baik dari Manchester City yang baru punya satu. Selain lebih baik dari Manchester City, torehan itu juga membuat Forest lebih baik dari Paris Saint-Germain yang belum sekali pun juara di Liga Champions. Bahkan saat kompetisi ini belum bernama Liga Champions.
Barcelona Selalu Kalah dari Dundee United
Klub lain yang memiliki pencapaian menarik adalah Dundee United. Klub asal Skotlandia itu tercatat belum pernah kalah dari Barcelona. Bukan karena belum pernah bertemu ya, tapi Dundee emang jago saat menghadapi Barcelona. Selama empat kali pertemuan sepanjang sejarah, Dundee bak menjadi batu kryptonite bagi Barcelona.
Empat pertemuan itu terbagi dalam dua kompetisi. Pertama di Piala Intertoto dan Piala UEFA. Nah, dalam pertemuan itu Dundee selalu menang dengan skor 2-1, 2-0, 1-0, 2-1. Sampai saat ini, tak ada tim lain yang memiliki rasio kemenangan 100% saat memainkan lebih dari satu pertandingan melawan Barcelona.
AC Milan
Dalam sepakbola, siapa yang mencetak gol lebih banyak itu yang menang. Jadi tak heran apabila juara liga sering dikorelasikan sebagai tim yang paling banyak mencetak gol. Namun, yang dilakukan AC Milan agak berbeda.
Milan berhasil menjuarai Serie A musim 1993/94 dengan hanya mencetak 36 gol saja. Ya, itu berarti Milan hanya mencetak kurang lebih satu gol saja di setiap pertandingan musim itu. Sedangkan tim paling produktif di musim tersebut, yakni Sampdoria yang mencetak 64 gol hanya bertengger di peringkat ketiga klasemen Serie A.
Sumber: Planetfootball, Footyroom, Sportbible, BR


