Piala Super Eropa Tercetus Berkat Seorang Wartawan

spot_img

Pada 12 Agustus 2021 lalu, seharusnya Chelsea bisa lebih cepat berpesta. Skuad asuhan Thomas Tuchel telah meraih trofi Liga Champions Eropa, dan saat itu Hakim Ziyech sudah membuat Chelsea unggul di Piala Super Eropa. Namun musuh yang dihadapi adalah Villarreal. Anak asuh Unai Emery kala itu terkenal militan.

Apalagi Unai Emery jelas bukan pelatih kacangan yang bisa diremehkan begitu saja. Dan benar, menit 73, pemain Villarreal, Gerard Moreno memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Beruntung, di babak penalti, Chelsea sanggup menang, dan bikin fans The Blues di seluruh dunia bergembira untuk kedua kalinya.

Chelsea pun kembali masuk ke daftar pemenang UEFA Super Cup, sejak terakhir menjuarainya tahun 1998. Piala Super Eropa sendiri sudah ada selama lebih dari empat dekade, atau 48 tahun secara resmi. Namun, siapa menyangka kalau piala yang hanya diikuti dua peserta itu dicetuskan oleh seorang wartawan, bukan petinggi UEFA.

Anton Witkamp

Pria pencetus Piala Super Eropa berasal dari Negeri Kincir Angin. Pria tersebut belakangan diketahui bernama Anton Witkamp. Seorang reporter yang kemudian menjadi editor olahraga di surat kabar Belanda, De Telegraaf.

Witkamp mengusulkan Piala Super Eropa karena ingin ada satu saja klub yang secara definitif disebut terkuat di Eropa. Mengingat kala itu, UEFA memiliki dua kompetisi antarklub yang berbeda, European Cup (kini UCL) dan Winners Cup.

Witkamp mengajukan usulan tersebut kepada Presiden Ajax kala itu, Jaap van Praag sekitar tahun 1972. Tujuannya untuk mempertemukan Ajax, yang waktu itu Juara European Cup (UCL) dan Rangers yang di waktu yang sama meraih Winners Cup.

Jaap van Praag tentu menyambut sumringah usulan itu. Bahkan ia mengatakan bahwa ide Piala Super adalah ide yang bagus. Apalagi ini bukan soal seberapa banyak uang yang didapat oleh pemenang, tapi status terbaiklah yang dikejar.

Mencari Dukungan

Setelah kesepakatan anatra Witkamp dan Jaap van Praag terjalin, keduanya pun mencari dukungan ke badan sepak bola Eropa. Namun, sayang sekali mereka tidak mendapatkan dukungan itu. UEFA menolak pertandingan Ajax vs Rangers di Piala Super Eropa 1972.

Alasannya, Rangers sedang dikenai skorsing setahun dari UEFA karena perilaku buruk para pendukungnya. Jadi, kalaupun keduanya ngotot pengin bertanding, ya berarti pertandingan Piala Super Eropa tersebut tidak diakui UEFA.

Namun, Witkamp tak patah arang. Ia memutuskan untuk mencari dukungan ke tempat kerjanya. De Telegraaf, yang kala itu menjadi surat kabar terlaris di Belanda akhirnya mau mendanai laga Ajax vs Rangers. Laga Piala Super Eropa 1972 pun tetap berjalan dengan sistem dua leg.

Leg pertama berlangsung di Glasgow, Skotlandia, pada 16 Januari di tahun yang sama, sekaligus memperingati seratus tahun Rangers ada. Sedangkan leg kedua berlangsung di Amsterdam pada 24 Januari. Hasilnya, Johan Cruyff CS memetik kemenangan di Glasgow dengan skor 3-1. Begitu pula ketika balik keloso ke Amsterdam.

Rangers yang saat itu masih diperkuat Alex McDonald belum sanggup menaklukan Ajax. Gol McDonald dan Quintin Young tak mampu membawa Rangers menang. Rangers pun kalah 2-3 di markas Ajax Amsterdam. Walaupun belum diakui oleh UEFA, pertandingan tersebut tetap berkesan dan tentu saja mendatangkan finansial.

UEFA Mengakui

Semusim berselang, UEFA akhirnya mengakui usulan Anton Witkamp. Piala Super Eropa pertama yang diakui UEFA pun berlangsung tahun 1973. Ajax yang kala itu masih musimnya gacor, meraih juara Liga Champions, sedangkan AC Milan meraih Winners Cup. Keduanya bertemu di Piala Super Eropa tahun 1973.

Ajax pun harus mengakui keunggulan AC Milan di leg pertama di San Siro dengan skor tipis 0-1. Namun, ketika lawatannya ke Amsterdam, AC Milan justru menelan pil pahit setelah diamuk Ajax 6-0. Secara agregat, Ajax unggul 6-1 atas Rossoneri. Laga UEFA Super Cup itupun mendapat pengakuan dari UEFA, dan Ajax tercatat sebagai peraih Piala Super Eropa pertama tahun 1973.

Pernah Tidak Terselenggara

Dalam sejarahnya, Piala Super Eropa menemui jalan terjal. Karena tahun berikutnya, pada 1974, Piala Super Eropa terpaksa tidak terlaksana. Bayern Munchen dan FC Magdeburg yang semestinya berjumpa di Piala Super Eropa tak menemukan tanggal yang cocok.

Pada tahun 1981, Liverpool yang seharusnya meladeni perlawanan Dinamo Tbilisi malah nggak sanggup menyediakan ruang. Liverpool baru bisa bermain lagi di Piala Super Eropa tiga tahun berikutnya. Tahun 1984, Liverpool menghadapi Juventus di Piala Super Eropa dan harus kalah 0-2 dari Si Nyonya Tua. Sementara di tahun 1985, Piala Super Eropa ditiadakan.

Selain tidak terlaksana sama sekali, Piala Super Eropa juga pernah terlaksana satu kali saja, dengan kata lain tidak home away. Seperti ketika situasi politik memaksa laga Manchester United vs Crvena Zvezda hanya dilangsungkan di Old Trafford, pada tahun 1991. Begitu pula Piala Super Eropa 1986, di mana Steaua Bucharest dan Dinamo Kyiv yang hanya bermain di Stade Louis II, Monaco.

Berubah Format

Piala Super Eropa akhirnya mengalami perubahan format di tahun 1998. Kala itu, Chelsea yang juara Piala Winners harus menghadapi Real Madrid yang menjuarai UEFA Champions League. Yang mana pertandingan tidak digelar dalam dua leg. Laga Real Madrid vs Chelsea hanya dihelat di Stade Louis II, Monaco dan berakhir dengan kekalahan Los Galacticos 0-1. Gus Poyet yang tengah gacor kala itu menjadi aktor yang mengubur mimpi Real Madrid.

Nah, setelah Piala Winners sudah tidak terselenggara tahun 1999, pemenang Piala UEFA lah yang akan menghadapi juara Liga Champions Eropa di Piala Super Eropa. Sebelum akhirnya Piala UEFA berubah lagi menjadi UEFA Europa League atau liga malam Jumat sejak 2010.

For your information saja nih, dari tahun 1998-2012, Stade Louis II menjadi venue tetap pertandingan Piala Super Eropa. Akan tetapi, selepas itu pertandingan UEFA Super Cup tidak lagi digelar di Stade Louis II. Perebutan trofi tersebut akhirnya berlangsung di kota-kota Eropa yang berbeda setiap tahunnya.

Sumber referensi: uefa.com, wikipedia.org

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru