Pemain Yang Tidak Seharusnya Dijual Chelsea

  • Whatsapp
Pemain Yang Tidak Seharusnya Dijual Chelsea
Pemain Yang Tidak Seharusnya Dijual Chelsea

Chelsea, dalam beberapa tahun ke belakang, masih terus menjadi tim yang sangat disegani. Mereka yang terus tampil kompetitif di level domestik, juga berhasil menunjukkan kualitas di kompetisi Eropa.

Dalam beberapa tahun ini, mereka bahkan layak disebut sebagai pesaing paling berbahaya bagi tim besar lainnya. Selain punya pelatih yang terbilang jempolan, dalam sejarahnya sejak resmi menjadi tim unggulan, Chelsea sudah dihuni oleh banyak sekali pemain hebat.

Bacaan Lainnya

Sayangnya, dalam perjalanan hebat itu, tidak sedikit pemain yang sebetulnya punya kualitas tinggi mendapat banyak kesempatan. Ada beberapa pemain yang pernah berseragam Chelsea, justru berjaya di tim besar lainnya.

Pada bahasan kali ini, starting eleven akan coba merangkum pemain yang tidak seharusnya dijual Chelsea.

Ryan Bertrand

Nama Ryan Bertrand sangat layak mendapat perhatian lebih. Bermain untuk Chelsea sejak tahun 2006, dia lalu berhasil masuk ke tim utama setahun setelahnya. Sejak saat itu, Bertrand sejatinya menjadi pemain yang cukup mumpuni. Dia merupakan tipe pemain serba bisa yang tentu saja sangat bisa diandalkan..

Sayangnya, Chelsea terus saja meminjamkan pemain tersebut. Padahal saat berstatus sebagai pemain the blues, dia menjadi bagian dari skuad yang berhasil memenangkan trofi Liga Champions Eropa dan juga Liga Europa.

Namun sekali lagi, kepercayaan yang tidak benar-benar diberikan membuatnya harus menerima pinangan Southampton secara permanen. Sejak tahun 2015, Bertrand sudah memainkan sebanyak 200 pertandingan untuk klub barunya itu. Padahal bila Chelsea lebih jeli dalam memanfaatkan bakatnya, Bertrand mungkin akan sangat berguna bagi klub asal London tersebut.

Juan Cuadrado

Juan Cuadrado telah mengambil keputusan tepat saat memilih untuk pergi meninggalkan Chelsea.

Dalam kasus ini, lagi-lagi Chelsea disebut sebagai klub yang kurang pandai mengamati bakat pemain Cuadrado didatangkan Chelsea dari Fiorentina pada tahun 2015. Akan tetapi, di tahun yang sama dia langsung dipinjamkan ke klub Serie A lainnya, Juventus. Pemain asal Kolombia ini hanya tampil dalam 15 pertandingan untuk Chelsea, sebelum akhirnya mampu mengukir sejarah bersama tim Nyonya Tua.

Bersama Juventus, Cuadrado hanya gagal sekali meraih scudetto, yaitu pada musim ini. Selebihnya, dia mampu menjadi andalan dan bahkan sukses membawa Juve menuju partai final Liga Champions Eropa. Hingga pada akhirnya, tepat di tahun 2017, dia resmi dipermanenkan Juventus dan masih terus menjadi andalan, meski usianya kini sudah menginjak 33 tahun.

Mohamed Salah

Mohamed Salah merupakan pemain tercepat yang mampu mencetak sebanyak 50 gol untuk Liverpool. Ini kemudian menjadi fakta yang luar biasa setelah mengetahui bahwa posisi asli sang pemain asal Mesir adalah seorang winger.

Namun sebelum menjadi bintang di Liverpool, Salah sempat bermain untuk Chelsea. Dia tiba di Chelsea pada tahun 2014 setelah digaet dari FC Basel. Namun setelah tiba di Stamford Bridge, Salah tidak langsung tampil bersama skuad utama secara konsisten. Pada 2015, dia justru dipinjamkan ke Fiorentina, untuk kemudian hijrah secara permanen ke AS Roma dengan biaya senilai 15 juta pounds dua tahun berselang.

Saat itulah, Liverpool yang terus memantau bakat Salah tertarik untuk mendapatkan tanda tangannya. Dengan biaya senilai 34 juta pounds, Liverpool akhirnya berhasil mendapatkan jasa Salah dan langsung menerima dampak yang begitu luar biasa, dimana Salah langsung memenangkan penghargaan Sepatu Emas dan PFA Player of the Season di tahun pertamanya bersama the Reds.

Nathan Ake

Nathan Ake telah menghabiskan selama semusim penuh bersama akademi Chelsea pada tahun 2011, sebelum diboyong ke tim utama setahun kemudian. Namun meski telah dimasukkan ke dalam skuad utama, nama Ake jarang kesankan banyak pihak. Padahal sebagai seorang bek, Ake punya kemampuan terbaik dalam bertahan. Dalam situasi tertentu, dia juga tak jarang membantu serangan.

Karena Chelsea tak ingin buang-buang waktu, dia akhirnya hanya tampil dalam tujuh pertandingan selama semusim, sebelum dipinjamkan ke Reading, Watford, dan di permanenkan Bournemouth.

Bersama Bournemouth, Ake tampil luar biasa. Chelsea memang menjadi tim yang cenderung kurang sabar dalam membina pelatih. Hasilnya, Ake yang berjaya bersama Bournemouth pun diboyong Manchester City dengan harga 41 juta pounds pada Agustus 2020 lalu.

Namanya bahkan masuk ke skuad timnas Belanda yang berlaga di ajang Piala Eropa 2020.

Romelu Lukaku

Rekan satu tim De Bruyne di Belgia, Romelu Lukaku, juga mengalami nasib yang sama. Dibeli dari Anderlecht pada tahun 2011 silam, Lukaku malah mendapat kesempatan yang tidak diinginkan. Dia tidak langsung dipakai di klub dan menjalani sejumlah masa peminjaman.

Pada tahun 2014, karena begitu diandalkan di Everton, dia lalu ditebus oleh rival Liverpool tersebut dengan banderol senilai 28 juta euro. Hanya dalam waktu tiga tahun, Lukaku berhasil mencetak 53 dari total 110 penampilan. Selanjutnya, dia dibeli oleh Manchester United untuk kemudian berjaya bersama Inter Milan setelah putuskan pergi ke Italia pada 2019 silam.

Kini, nama Lukaku sangatlah diperhitungkan. Selain punya bentuk tubuh yang besar dan kuat, dia juga punya kecepatan sekaligus kemampuan mencetak gol luar biasa.

Juan Mata

Pada jendela transfer musim dingin 2014 lalu, Juan Mata resmi dilepas Chelsea ke Manchester United. Padahal dia layak disebut sebagai salah satu pemain penting dalam tiga tahunnya di Stamford Bridge.

Ketika itu, Mata tersingkir karena Mourinho lebih suka memainkan Oscar ketimbang dirinya. Padahal seperti yang kita tahu, pemain seperti Juan Mata sangatlah krusial. Sejak bergabung dengan tim Setan Merah saja, dia mampu menjadi andalan di banyak laga.

Lebih dari itu, dia juga berhasil menyumbangkan banyak piala, termasuk trofi Liga Europa.

Kevin de Bruyne

Kevin de Bruyne mungkin menjadi penjualan yang paling disesali oleh Chelsea. Betapa tidak? Setelah tidak dibutuhkan oleh klub asal London tersebut,, De Bruyne malah menjadi bintang dan sukses berikan banyak gelar untuk Manchester City.

De Bruyne, yang sebetulnya punya kualitas jempolan, merasa tidak dipakai oleh Jose Mourinho. Kemudian, dia meminta klub untuk menjualnya, jadilah pada tahun 2014, Dia resmi dilepas ke Wolfsburg dengan biaya senilai 18 juta pounds. Di kompetisi Bundesliga Jerman, De Bruyne berhasil mencetak 10 gol dan membuat 20 assist.

Berkat penampilan gemilangnya itu, De Bruyne lalu diboyong ke Etihad Stadium dengan mahar 55 juta pounds.

Andai saja Chelsea lebih jeli dalam mengamati bakat De Bruyne, mereka kini mungkin akan memiliki pemain yang unggul dalam segala hal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *