Pemain Top Ini Justru Menderita di Liga Arab Saudi

spot_img

Eksodus para pemain yang bermain di Eropa ke Arab Saudi dalam satu tahun terakhir telah menimbulkan berbagai respons, tak terkecuali respons negatif. Seperti yang dikatakan oleh Presiden Barcelona, Joan Laporta pemain-pemain bintang yang pada akhirnya memilih bermain di Liga Arab Saudi murni karena uang. Tak ada alasan lain.

Dengan kualitas liga yang dianggap tak sebagus dan tak se-kompetitif liga-liga top Eropa, bermain di Liga Arab Saudi dianggap sebuah penurunan level. Eks pemain top Eropa pasti tak akan kesulitan karena minimnya persaingan.

Namun, yang terjadi akhir-akhir ini justru berkebalikan. Beberapa pemain malah kesulitan dan mendapatkan banyak masalah setelah bermain di Arab Saudi. Mau bukti? Berikut adalah daftar pemain top yang menderita di Arab Saudi.

Karim Benzema

Setelah meraih gelar Ballon d’Or bersama Real Madrid pada tahun 2022, Karim Benzema mengejutkan jagad sepakbola dengan memutuskan untuk bergabung dengan Al-Ittihad pada awal musim 2023/24. Ia bergabung dengan status bebas transfer setelah sepakat untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama El Real.

Menjadi bagian dari proyek gila Al-Ittihad, Benzy tak butuh waktu lama untuk memberikan service bintang lima di depan gawang. Dari enam pertandingan awal, mantan pemain Lyon itu sudah berkontribusi dalam lima gol Al-Ittihad. Semua terlihat baik-baik saja sampai pada akhirnya Benzema terlibat perselisihan dengan sang pelatih, Nuno Espirito.

Nuno menganggap kalau Benzema adalah pemain yang malas. Benzema yang tak terima pun akhirnya ngambek dan ngilang dari skuad dan mematikan media sosialnya. Meski Nuno sudah dipecat, Benzy tetap belum kembali ke skuad Al-Ittihad. Oleh karena itu ia jadi bahan olok-olok fans di Arab Saudi. Karena tak menemukan titik temu, Benzy dirumorkan hengkang dari Al-Ittihad.

Roberto Firmino

Pemain selanjutnya adalah salah satu legenda Liverpool, yakni Roberto Firmino. Pada awalnya, situasi tampak sangat baik bagi Roberto Firmino. Dia meninggalkan Anfield untuk bergabung dengan Al-Ahli yang memang tengah membutuhkan striker baru guna bersaing dengan klub-klub elite yang lain.

Firmino langsung tancap gas ketika memainkan laga debutnya untuk Al-Ahli. Bukan hanya satu atau dua gol saja, pemain berkebangsaan Brazil itu langsung mencetak gol di laga debut melawan Al-Hazem. Namun, itu jadi satu-satunya hari di mana Firmino mencetak gol. Sisanya, Firmino melewati hari demi hari tanpa sekalipun menjebol gawang lawan.

Apabila dibandingkan dengan musim lalu, performa Firmino menurun drastis. Bersama Liverpool ia bisa dengan mudah mencapai dua digit gol dalam satu musim. Sedangkan musim ini ia gagal mencetak gol dalam 18 pertandingan beruntun. Kontribusinya bahkan kalah dari pemain lokal Firas Al-Buraikan yang sudah mencetak tujuh gol dalam 12 pertandingan. 

Neymar

Neymar juga jadi pemain bintang yang justru makin menderita ketika bermain di Arab Saudi. Sepakbola Eropa di Paris Saint-Germain digadaikan begitu saja oleh pemain asal Brazil tersebut. Daripada melanjutkan mimpinya untuk meraih Ballon d’Or, Neymar lebih memilih hidup dengan fasilitas mewah bersama Al-Hilal.

Berbeda dengan pemain lain yang bergabung dengan status bebas transfer, Neymar ditebus dengan mahar 90 juta euro atau setara dengan Rp1,5 triliun dari PSG. Itu memang bukan angka yang kecil, tapi bukan uang yang seberapa buat Al-Hilal yang disokong langsung oleh pemerintah Arab Saudi.

Fasilitas kelas wahid macam rumah mewah, mobil mewah, hingga jet pribadi pun telah disiapkan. Namun, Neymar kabarnya tak bisa menikmati kemewahan itu. Dirinya justru lebih disibukan dengan pemulihan cedera ACL nya. Kita semua bisa melihat video yang menampilkan dirinya hanya terbaring di kamar sambil mengerang kesakitan saat melakukan terapi.

Jota

Pemain berikutnya adalah Jota. Eits, bukan Jota yang di Liverpool ya. Sama-sama berasal dari Portugal, Jota yang ini membangun reputasinya sebagai pemain bintang bersama klub Skotlandia, Celtic. Saking dicintai oleh publik Glasgow, fans Celtic sampai memiliki lagu khusus tentangnya yang berjudul “Jota On The Wing”.

Pemain yang memiliki nama lengkap Joao Pedro Neves Filipe ini rela meninggalkan kehidupan yang penuh cinta di Celtic demi gaji selangit yang ditawarkan Al-Ittihad pada awal musim 2023/24. Tapi setelah tawaran itu diambil, Jota terlihat nggak betah di Arab Saudi.

Baru sebulan bergabung, Jota sudah diisukan ingin hengkang dari Al-Ittihad. Dilansir Sportbible, Jota kurang mampu beradaptasi dengan kultur dan cuaca di Arab Saudi. Oleh karena itu, ia merasa tak akan bisa berkontribusi banyak pada tim. Kabarnya, kini sang pemain sedang bernegosiasi dengan Al-Ittihad untuk mengakhiri kontraknya lebih awal.

Jordan Henderson

Meski sudah dilatih oleh mantan rekannya, yakni Steven Gerrard, Jordan Henderson tetap merasa tak betah di Arab Saudi. Pemain berusia 33 tahun itu sebetulnya jadi langganan lini tengah skuad asuhan Steve G. Namun, sang pemain khawatir tak bisa membela tim nasional Inggris lagi.

Tahun 2024, Inggris akan berlaga di EURO 2024 dan Jordan Henderson tak ingin melewatkan itu. Ia merasa kalau terus bermain di Arab Saudi, kemungkinan untuk membela timnas jadi semakin kecil. Akhirnya Henderson berdiskusi dengan klub untuk mencari pintu keluar dari Arab Saudi.

Kedua belah pihak kabarnya telah melakukan pembicaraan untuk mengakhiri kontrak tiga tahun yang sebelumnya sudah ditandatangani. Menurut beberapa media Inggris, Jordan Henderson dikabarkan akan segera bergabung dengan Ajax Amsterdam pada bursa transfer Januari ini. 

Yannick Carrasco

Kalau pemain yang satu ini sih memang memiliki perjalanan karir yang cukup aneh. Sebelum akhirnya bermain untuk Al-Shabab, Yannick Carrasco memang sudah dikenal mata duitan sejak pindah ke Liga China pada tahun 2018. Namun, bermain di liga yang kualitasnya jauh di bawah La Liga, Carrasco justru tak mampu bersinar. 

Jika musim lalu dirinya mampu mencetak dua digit gol di semua ajang bersama Los Rojiblancos, musim ini pemain yang mirip dengan Zayn Malik itu baru bisa cetak enam gol untuk Al-Shabab. Statistik itu kian terlihat buruk karena ia baru mencetak dua gol dalam 13 pertandingan di Saudi Pro League.

Meski terlihat kesulitan, Carrasco menganggap hal seperti ini wajar terjadi dan tak ada niatan untuk meninggalkan Arab Saudi. Dilansir Brussel Times, Arab Saudi adalah pilihan yang realistis bagi kariernya. Carrasco merasa usianya sudah tak muda lagi dan ingin menghindari kemungkinan cedera. Karena di Arab Saudi, jadwal pertandingannya cenderung lebih santai, tidak sepadat di Eropa.

Karl Toko Ekambi

Terakhir ada Karl Toko Ekambi. Agustus tahun 2023, Ekambi bergabung dengan Abha dari klub lamanya, Lyon. Sama halnya dengan pemain-pemain lain, Toko Ekambi awalnya betah-betah aja main di Arab Saudi. Pihak klub dan fans menyambut baik kedatangannya. Namun, seiring berjalannya waktu pemain kelahiran Prancis itu justru mengalami kesulitan mencetak gol.

Mantan penyerang Villarreal itu baru mencetak lima gol dari 17 pertandingan di Saudi Pro League. Menjadi satu-satunya pemain bintang di lini serang, kesulitan mencetak gol jadi beban tersendiri baginya. Ia mendapat tekanan lebih besar daripada di Lyon dan itu membuatnya tak nyaman.

Situasi makin sulit karena Abha kini duduk di zona degradasi dengan hanya mengumpulkan 14 poin dari 19 pertandingan. Banyaknya keluhan dan performa tim yang kian menurun membuat Karl Toko Ekambi ingin hengkang bulan Januari ini. Kabarnya, klub Eropa adalah tujuan prioritas dari Ekambi.

Sumber: Planetfootball, Goal, Sportbible, Standard

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru