Bukan Indonesia! Negara Ini Paling Banyak Pemain Naturalisasi di Piala Asia 2023

spot_img

Genderang perang sudah ditabuh oleh Vietnam. Jelang laga melawan Timnas Indonesia kemarin, bek tim nasional Vietnam, yakni Vo Minh Trong melemparkan psywar kepada skuad racikan Shin Tae-yong. Minh Trong sama sekali tak takut dengan kekuatan skuad Garuda. Menurutnya, Indonesia cuma mengandalkan pemain-pemain naturalisasi. 

Pernyataan tersebut tak sepenuhnya salah, karena Coach Shin memang membawa beberapa pemain keturunan. Jika Elkan Baggot dihitung, maka ada delapan pemain naturalisasi yang menghiasi skuad Timnas Indonesia di ajang Piala Asia kali ini.

Namun, Indonesia bukan “si paling” naturalisasi. Masih ada yang lebih banyak menggunakan pemain naturalisasi. Mau bukti? Berikut daftarnya.

Australia

Selain Jepang dan Korea Selatan, Australia menjadi salah satu kiblat sepakbola di Benua Asia. Kemajuan dan kesuksesan sepakbola yang dicapai Negeri Kanguru tak lepas dari peran asing. Bahkan dalam proses menjuarai Piala Asia 2015, Australia dibantu oleh pelatih keturunan Yunani, Ange Postecoglou.

Nah, di Piala Asia kali ini The Socceroos tetap memanfaatkan talenta-talenta keturunan yang ada. Saat pendaftaran pemain untuk berangkat ke Qatar ditutup, Timnas Australia asuhan Graham Arnold membawa sembilan pemain naturalisasi. Itu sedikit lebih banyak dari Indonesia.

Federasi sepakbola Australia cukup gencar menjaring dan menaturalisasi pemain-pemain yang memiliki darah Australia dari orang-orang Timur Tengah dan Eropa. Karena apabila ditelusuri dari sejarahnya, Australia memang jadi negara yang menampung cukup banyak pengungsi dari wilayah tersebut. Oleh karena itu, dua pentolan Socceroos yakni Harry Souttar dan Jackson Irvine merupakan pemain yang memiliki darah Skotlandia.

Irak

Salah satu lawan Timnas Indonesia di Grup D, Irak juga jadi salah satu negara yang mengandalkan pemain keturunan di kompetisi empat tahunan ini. Menurut statistik yang dikemukakan oleh Good Stats, tim nasional Irak setidaknya memiliki sepuluh pemain yang lahir dan besar di negara orang sebelum akhirnya memperkuat Singa Mesopotamia.

Irak tentu tak melewatkan kesempatan untuk memanggil talenta-talenta keturunan yang dimiliki untuk memperkuat tim nasional. Bahkan di skuad Irak yang tampil di Piala Asia 2023 setidaknya ada tujuh pemain yang pernah bermain di timnas kelompok umur negara lain. Pemain keturunan Irak yang paling mencolok adalah Frans Putros.

Dari nama saja udah nggak berbau Timur Tengah sama sekali. Pemain berusia 30 tahun itu lahir dan besar di Denmark. Frans Putros bahkan sempat membela Timnas Denmark U-20 dan U-21. Selain Frans, pemain-pemain lain yang lahir di luar Irak ada Zidane Iqbal yang lahir di Inggris, dan Danilo Al-Saed di Swedia. 

Palestina

Palestina jadi negara yang paling masuk akal apabila mengandalkan pemain-pemain keturunan dan diaspora untuk memperkuat tim nasional. Bagaimana tidak? Pasca invasi Israel, saudara jauh dari Indonesia ini kehilangan banyak penduduk karena memilih untuk mengungsi ke negara-negara lain.

Timnas Palestina masuk jajaran tim yang memiliki pemain keturunan paling banyak di Piala Asia 2023. Menurut CNN Indonesia, setidaknya ada sebelas pemain yang memiliki garis keturunan dari negara lain. Rata-rata pemain keturunan yang berseragam Lions of Canaan berasal dari Eropa. Namun ada pula yang berasal dari Benua Amerika Latin, tepatnya Chile.

Camilo Saldana jadi pemain Palestina yang memiliki darah Chile. Lahir di Santiago de Chile, Saldana baru debut di skuad Timnas Palestina pada November 2023. Selain Saldana, ada pemain  lain yang memiliki darah dan lahir di negara Eropa macam Michel Termanini yang lahir di Swedia dan Yaser Hamed yang lahir di Spanyol.

Qatar

Tim tuan rumah juga tak bisa dilepaskan dari pengaruh pemain-pemain keturunan. Bahkan saat menjuarai Piala Asia edisi 2019, sebagian besar pemain Timnas Qatar adalah pemain-pemain keturunan. Di edisi kali ini, Qatar kembali mengandalkan pemain naturalisasi. Menurut data yang diungkapkan CNN, Qatar membawa 12 pemain naturalisasi. 

Ya, anda tidak salah dengar. Itu sama saja satu skuad lebih. Tak main-main, pemain keturunan yang dimiliki skuad asuhan Tintin Marquez berasal dari negara-negara unggulan di dunia sepakbola dunia, seperti Portugal dan Brazil. Tapi, tak sedikit pula dihiasi pemain keturunan dari negara tetangga macam Bahrain dan Mesir.

Di skuad Qatar kali ini ada satu nama yang mencolok yakni Pedro Miguel. Pemain berusia 33 tahun itu merupakan pemain yang lahir di Portugal dengan garis keturunan Cape Verde, bukan Qatar. Namun, karena sudah menetap di Qatar sejak 2011 dan dianggap mampu memberikan kekuatan tambahan untuk Qatar, ia dinaturalisasi tahun 2016.

Dua pemain paling diandalkan Qatar, Almoez Ali dan Akram Afif juga bukan 100% Qatari. Ali lahir di Sudan, sedangkan Afif memiliki darah Tanzania dan Somalia dari sang ayah.

Hongkong

Di urutan ketiga negara yang paling memanfaatkan pemain keturunan di Piala Asia 2023 adalah Hongkong. Negara yang terkenal dengan industri perfilmannya itu memiliki total 12 pemain naturalisasi dan keturunan di skuad tim nasional. Rata-rata pemain yang dinaturalisasi federasi sepakbola Hongkong berasal dari Brazil.

Tapi tak sedikit juga yang berasal dari Inggris. Hal tersebut karena ada garis sejarah panjang yang terbentang antara Hongkong dan Inggris. Ya, sebelas dua belas sama apa yang dimiliki oleh Indonesia dan Belanda gitulah.

Pemain-pemain keturunan dan naturalisasi yang dibawa oleh Jorn Andersen antara lain Oliver Gerbig yang memiliki darah Jerman, Vas Nunez keturunan Meksiko, serta Everton Camargo dan Juninho yang sama-sama memiliki darah Brazil. Meski tak diunggulkan di Piala Asia kali ini, Hongkong tampaknya ingin berbenah. 

Lebanon

Timnas Lebanon turut jadi tim yang memiliki pemain keturunan paling banyak di Piala Asia 2023. Negara asal penyanyi religi terkenal, Maher Zain itu setidaknya memiliki 12 pemain dengan garis keturunan dari negara lain di skuad yang sedang berjuang di Qatar. Campuran asing di tim Lebanon terbilang beragam karena banyak warga Lebanon yang bermigrasi ke negara lain.

Rata-rata berasal dari Benua Eropa seperti Swedia, Denmark, bahkan Jerman. Namun ada pula pemain yang lahir di belahan benua lain seperti Kanada, Amerika Serikat, Venezuela, Meksiko, Australia, Sierra Leone, hingga di Benua Afrika seperti Pantai Gading.

Dari 12 nama itu, bahkan ada beberapa pemain yang sempat membela tim nasional kelompok umur di negara lain. Tiga pemain di antaranya adalah Soony Saad di Timnas Amerika Serikat U-17 dan U-20, Daniel Lajud di Timnas Meksiko U-20, dan Bassel Jradi di tim nasional Denmark U-20 dan U-21.

Malaysia

Di urutan puncak tidak lain dan tidak bukan adalah sang tetangga berisik, Malaysia. Di Piala Asia edisi kali ini, skuad racikan Kim Pan-gon membawa 14 pemain naturalisasi. Gokil, udah bisa bikin tim nasional sendiri tuh! Dari banyaknya nama tersebut, dibagi menjadi dua jenis. Pemain keturunan dan pemain yang dinaturalisasi karena performanya apik di kompetisi domestik.

Di Piala Asia 2023, tercatat ada empat pemain naturalisasi di skuad Harimau Malaya. Mereka adalah Endrick Dos Santos dan Paulo Josue dari Brazil, Mohamadou Sumareh dari Gambia, dan Romel Morales dari Kolombia. Sementara sepuluh pemain lain adalah pemain yang memang memiliki darah keturunan Malaysia.

Sementara beberapa pemain keturunan yang dimiliki Malaysia kebanyakan dari tanah Eropa seperti Inggris seperti Darren Lok dan La’Vere Corbin-Ong, lalu ada Dion Cools yang berdarah Belgia, dan ada saudara dari legenda Arema, Kiko Insa yakni Natxo Insa yang memiliki darah Malaysia-Spanyol.

Sumber: Good Stats, CNN Indonesia, Bolasport, Bola.net

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru