Sejak beberapa musim yang lalu, nama Declan Rice selalu gencar dibicarakan tiap menjelang dibukanya bursa transfer pemain. Meski baru berusia 23 tahun, tetapi bisa dibilang kalau gelandang West Ham United itu sudah jadi salah satu komoditi panas di pasar transfer pemain.
Seperti yang kembali terjadi akhir-akhir ini. Jelang akhir musim 2021/2022 dan dibukanya bursa transfer musim panas 2022, nama Declan Rice kembali menghiasi linimasa. Ini terjadi setelah West Ham United mematok harga senilai 150 juta euro untuk seorang Declan Rice.
Declan Rice’s price is reported to be around €150m. [@diarioas] pic.twitter.com/IfSywwBngi
— PurelyFootball®️ (@PurelyFootball) March 17, 2022
The Hammers punya alasan tersendiri mengapa mereka mematok harga yang sangat mahal untuk gelandang timnas Inggris tersebut. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan, apakah Declan Rice layak dihargai 150 juta euro?
Perjalanan Karier Declan Rice: Dibuang Akademi Chelsea, Bersinar di West Ham United
Sebelum menganalisisnya lebih jauh, ada baiknya kita kulik terlebih dahulu perjalanan karier Declan Rice hingga bisa menjadi seperti sekarang. Declan Rice lahir dan dibesarkan di sebuah kota bernama Kingston upon Thames yang terletak di wilayah administrasi London Raya. Saat usianya baru menginjak 7 tahun, Rice bergabung dengan akademi Chelsea, tim yang sudah ia tonton sejak saat kecil.
Chelsea academy days.
Reece James (left), Mason Mount (third from left), Declan Rice (second from right) and ex-Blue Franco Di Santo in the middle.
— Football Talent Scout – Jacek Kulig (@FTalentScout) April 8, 2021
Namun, ia tak bertahan lama di Chelsea. Pada tahun 2014, The Blues melepas Declan Rice dari tim akademi saat usianya baru 14 tahun. Rice bahkan mendapat kabar menyedihkan itu hanya melalui panggilan telepon saja.
Sempat terkatung-katung beberapa bulan, Declan Rice kemudian bergabung dengan akademi West Ham United setelah sebelumnya sukses menjalani trial di tim U-15. Di sinilah bakatnya ditampung dan dikembangkan dengan maksimal hingga di masa depan membuat Chelsea cukup menyesal telah melepasnya.
Bersama akademi West Ham United, Declan Rice dengan cepat melejit menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di Inggris. Baru 1 tahun mengenyam pendidikan di akademi, ia langsung disodori kontrak profesional pertamanya pada 16 Desember 2015.
Berbagai prestasi berhasil ditorehkan Declan Rice di tim muda West Ham. Ia mengantar tim U-21 menjuarai Piala Liga Inggris dan membawa tim U-23 promosi ke Premier League 2 Division 1. Saat itu, Rice yang masih berusia 18 tahun bahkan ditunjuk sebagai kapten tim U-23 The Hammers.
Bertransformasi Jadi Gelandang Bertahan, Performa Declan Rice Makin Menanjak
Rangkaian prestasi itu yang membuatnya dipanggil Slaven Bilic ke tim utama The Hammers untuk mendapat debut pertamanya di pertandingan terakhir Premier League musim 2016/2017. Semusim kemudian, Declan Rice resmi promosi ke skuad utama West Ham United dan hingga hari ini, ia selalu tampil reguler di bawah asuhan David Moyes.
Memang, sejak mencatat debutnya di tim utama West Ham pada 2017 silam, Declan Rice langsung jadi seorang primadona. Meski masih belia, ia seolah tak pernah tergeser dari susunan pemain inti. Oleh para pendukung The Hammers, ia bahkan dijuluki “The Basmati Busquets”.
Julukan tersebut ia dapat setelah tampil impresif saat membantu West Ham menahan imbang Liverpool pada pertandingan pekan ke-25 Premier League musim 2018/2019. Di laga tersebut, Declan Rice yang kala itu masih berusia 20 tahun tampil sangat disiplin di lini tengah dengan catatan 8 kali membuat tekel dan 11 kali memenangkan bola.
Declan Rice won 8 tackles vs. Liverpool, twice as many as any other player on the pitch. He also made the joint most ball recoveries (11).
“Basmati Busquets” 🍚🍚🍚 pic.twitter.com/skVEzDHjml
— Statman Dave (@StatmanDave) February 4, 2019
Akan tetapi, sebelum menjadi seorang gelandang bertahan hebat seperti sekarang ini, Declan Rice mengawali kariernya sebagai seorang bek tengah. Baru di musim 2018/2019, Rice digeser posisinya menjadi gelandang bertahan oleh manajer West Ham saat itu, Manuel Pellegrini.
Sejak berganti posisi menjadi gelandang bertahan, performa Declan Rice makin menjanjikan. Pengalamannya sebagai bek tengah membuat kemampuan bertahan Declan Rice tak perlu diragukan. Agresivitas, tekel, dan pembacaan permainannya sudah berada di level yang tinggi.
Salah satu sebab mengapa dirinya sampai dijuluki “The Basmati Busquets” juga adalah karena kemampuan Rice dalam mengatur tempo permainan. Ya, Declan Rice punya peran untuk mengatur dan mendikte tempo permainan West Ham United.
Di Premier League musim ini, Rice tercatat sudah 2.010 kali menyentuh bola dan melepas 1.623 umpan. Jumlah tersebut jadi yang terbanyak di antara pemain West Ham lainnya.
Seiring berjalannya waktu, kreativitas dan kontribusi Declan Rice dalam sektor penyerangan The Hammers juga makin meningkat. Di musim pertamanya sebagai gelandang bertahan, Rice hanya terlibat dalam 2 gol West Ham United. Jumlah keterlibatannya dalam gol-gol West Ham di Premier League terus meningkat signifikan di tiap musimnya.
Kini, Declan Rice sudah terlibat dalam 5 gol The Hammers di Premier League. Dalam 28 penampilan di liga, ia sukses menyumbang 1 gol dan 4 asis.
Meski kontribusinya ke sektor serangan makin meningkat, tetapi hal tersebut tak mempengaruhi kontribusinya terhadap pertahanan West Ham musim ini. Yang ada, daya jelajah dan kemampuan bertahan Declan Rice sebagai gelandang bertahan makin menunjukkan peningkatan.
Sejauh ini, pemain bertinggi badan 185 cm itu sudah membuat 65 tekel dan 47 intersep. Rice juga sudah 146 kali memenangi duel dan 238 kali memenangkan penguasaan bola.
🏴 PL – 71% tackle success
🇪🇺 UEL – 73% tackle success
🌎 #WCQ – 80% tackle success
🇪🇺 Euro 2020 – 74% tackle success💪 No matter the occasion, Declan Rice is making his presence felt in midfield pic.twitter.com/jZNZeTvYHt
— WhoScored.com (@WhoScored) March 23, 2022
Penyebab Declan Rice Dibanderol 150 Juta Euro
Berdasarkan beragam statistik tadi, Declan Rice bisa dibilang sebagai gelandang terbaik Inggris di Premier League musim ini. Statistik itu pula yang membuat nama Declan Rice kembali menjadi komoditi panas jelang dibukanya bursa transfer musim panas 2022.
Bukan tanpa alasan mengapa West Ham United mematok banderol hingga 150 juta euro bagi klub yang meminati Declan Rice. Gelandang timnas Inggris itu diketahui masih terikat kontrak dengan West Ham hingga 30 Juni 2024 dan masih punya opsi perpanjang selama 1 tahun. Yang lebih penting lagi, Rice adalah salah satu pemain yang sangat dicintai oleh para pendukung The Hammers.
Baru berusia 23 tahun, Rice tercatat sudah 183 kali tampil di tim utama dengan sumbangan 9 gol dan 9 asis di semua kompetisi. Selama berseragam The Hammers, Declan Rice sudah tercatat 3 kali terpilih secara beruntun sebagai pemain muda terbaik West Ham United dari musim 2017 hingga 2019. Pemain kelahiran 14 Januari 1999 itu juga mendapat penghargaan Hammer of The Year sebagai pemain terbaik West Ham di musim 2019/2020.
Apalagi, Declan Rice juga sukses menampilkan permainan yang sama bagusnya bersama timnas Inggris. Beberapa bulan yang lalu, ia berhasil mengantar The Three Lions melangkah hingga babak final Euro 2020. Rice juga jadi pilihan utama Gareth Southgate di timnas Inggris.
Akan tetapi, penyebab utama mengapa Declan Rice dipagari dengan banderol hingga 150 juta euro adalah karena belakangan ini klub-klub yang meminati jasanya makin intens melakukan pendekatan. Setidaknya ada dua tim yang menunjukkan keseriusannya, mereka adalah Manchester United dan Chelsea.
MU makin intens mengincar Declan Rice untuk memperkuat lini tengah mereka yang belum memiliki seorang gelandang bertahan yang mumpuni. Rice juga sedikit mengingatkan MU akan sosok Michael Carrick. Kebetulan, keduanya sama-sama lulusan akademi The Hammers.
Sementara itu, Chelsea yang dulu membuang Declan Rice dari tim akademinya dikabarkan kembali meminati gelandang 23 tahun itu. Sebelumnya, The Blues sudah pernah begitu mengejar Rice saat mereka masih dilatih Frank Lampard.
Berdasarkan beberapa laporan dari media-media lokal di Inggris, Declan Rice dikabarkan lebih memilih pergi ke Chelsea ketimbang Manchester United bila memang harus meninggalkan West Ham United di musim panas ini. Apalagi di sana ia bisa bereuni dengan sahabat karibnya, Mason Mount. Akan tetapi, dengan kondisi Chelsea saat ini, belum jelas apakah mereka akan serius mengejar Declan Rice.
Declan Rice prefers Chelsea FC transfer over Manchester United as the price raised to £150m. #CFC #MUFC [Standard] pic.twitter.com/X5QAdplH9M
— Football Talk (@Football_TaIk) March 24, 2022
Itulah beberapa penyebab yang menjadi alasan mengapa West Ham United berani mematok banderol hingga 150 juta euro bagi tim yang meminati Declan Rice. Bila ada yang berani menembusnya, maka Rice akan jadi pemain termahal Inggris dalam sejarah, mengalahkan rekor transfer Jack Grealish ke Manchester City.
Namun yang jadi pertanyaan, apakah harga selangit itu pantas untuk seorang Declan Rice? Jika menilik dari perkiraan transfermarkt, market value Declan Rice hanya senilai 75 juta euro. Harga tersebut agaknya lebih masuk akal. Sebab, beberapa gelandang muda seusianya seperti Kalvin Phillips, Amadou Haidara, hingga Aurelien Tchouameni juga punya market value yang tak sampai menembus 100 juta euro.
Jadi, harga 150 juta euro yang dipatok West Ham United sepertinya hanya gertakan yang mereka pakai untuk memagari Declan Rice dari para klub rival. Sebab, bagaimanapun juga, Rice adalah aset terbaik yang dimiliki The Hammers dan bila kita menilik dari usia dan potensi yang dimlikinya, gelandang bertahan timnas Inggris ini masih punya banyak ruang untuk berkembang, sehingga wajar bila West Ham berani memasang banderol yang super mahal.
Namun, West Ham juga harus berhati-hati. Sebab, bila mereka tak kunjung meraih prestasi atau minimal mentas ke Liga Champions, tentu cepat atau lambat Declan Rice akan semakin tertarik dengan tawaran klub lain yang lebih menjanjikan prestasi.
https://youtu.be/52JQM-1IUuk
***
Referensi: WHUFC, Standard, Talksport, Squawka, Premier League, Si, Forbes, SkySports.


