Timnas Kanada Mengajari Kita Cara Wujudkan Mimpi di Siang Bolong

spot_img

Cyle Larin, Tajon Buchanan, dan Junior Hoilett secara bergiliran membobol gawang Timnas Jamaika. Tiga gol itu plus satu gol bunuh diri dari pemain Jamaika, Adrian Mariappa memastikan Kanada memesan satu tiket ke Qatar. Ini adalah kali pertama Kanada lolos ke Piala Dunia usai terakhir melakukannya tahun 1986.

Para pemain Timnas Kanada yang kebanyakan tidak bermain di liga-liga top dan jarang tersorot kamera, kini punya kesempatan untuk merasakannya. Ditonton banyak orang dan kemungkinan juga bakal ada satu-dua pemandu bakat Eropa yang melirik mereka.

Hebatnya lagi, kelolosan Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 tanpa bantuan bintang andalan, Alphonso Davies yang masih harus tinggal di Jerman karena serangan miokarditis akibat COVID. Davies tidak tampil di lima kali pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

The Canucks nyatanya tidak perlu pemain bintang untuk sekadar lolos. Timnas Kanada sudah terbangun sedemikian rupa untuk mewujudkan mimpi di siang bolong. Lolosnya Kanada ke Piala Dunia sekaligus menjadi pelipur hati yang kecewa selama 36 tahun hanya berkutat di zona Concacaf. Dan itu mereka lakukan dengan kerja keras.

Bangkitnya Talenta-Talenta Hebat

Tahun 1986 terakhir kalinya Kanada masuk Piala Dunia. Kita tak perlu mengingat-ingat masa lalu. Yang jelas, lepas tahun 1986, Kanada selalu masuk ke dalam lubang yang sama. Les Rouges selalu tersandung di kualifikasi Piala Dunia. Sekalipun Kanada pernah beberapa kali menjuarai Piala Konfederasi.

Tentu prestasi gemilang yang mereka kunci di BMO Field Toronto beberapa hari lalu, jelas tak seperti menanak nasi. Butuh waktu dan waktunya itu tidak seperminuman kopi, tapi 36 tahun. Sampai Timnas Kanada mengubah haluan mereka demi meraih buahnya hari ini.

Transformasi yang seolah hanya terjadi dalam semalam itu tak bisa lepas dari keberhasilan regenerasi pemain muda. Lihat saja! Betapa skuad Timnas Kanada Piala Dunia 2022 ini penuh sesak dengan para pemain muda.

Keberhasilan regenerasi ini rasa-rasanya membuat siapa pun yakin kalau Kanada serius dalam pengembangan sepak bola. Bahwa Kanada sudah bisa membuktikan diri sebagai penguasa Concacaf. Keyakinan itu juga terpancar dari pelatih mereka, Jord Herdman yang mantap mengakuinya.

“Kami punya bintang muda yang akan ada untuk generasi mendatang,” tegas John Herdman usai timnya melumat Amerika Serikat 2-0, seperti dikutip The Athletic.

Kita bisa melihat salah satu yang terbaik seperti Jonathan David. Pemain yang baru berusia 22 tahun itu kiprahnya sudah sangat luar biasa. David bermain di juara Ligue 1 Prancis, Lille. Ia juga punya pengalaman bermain di Liga Champions Eropa.

Jonathan David juga punya kemampuan mengendalikan bola dari umpan lambung yang mana itu adalah kemampuan khas seorang striker. Kita bisa menyaksikan itu ketika Kanada menghadapi Honduras di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Striker top itu menerima umpan direct dari rekannya, mengontrolnya, dan kemudian dengan sangat tenang meloloskan bola ke gawang Honduras. Ia bahkan mendapat pujian dari sang pelatih.

“Ini adalah usahanya, tingkat kerjanya, dan disiplin taktiknya. Dia (Jonathan David) adalah pemain top dunia,” kata John Herdman seperti dikutip Sporting News.

Cakap Memanfaatkan Pemain Imigran

Yang perlu digarisbawahi, Timnas Kanada sebetulnya terbangun bukan hanya karena pemain lokal atau asli yang berpaspor Kanada. Akan tetapi, federasi sepak bola Kanada juga ternyata sangat mumpuni dalam memanfaatkan pemain imigran.

Tentu yang dimaksud memanfaatkan di sini adalah ke arah yang positif. Induk sepak bola dunia, FIFA sendiri tidak melarang satu Tim Nasional menggunakan pemain imigran atau berkebangsaan ganda.

Namun, tentu dalam aturan FIFA, induk sepak bola dunia itu mengizinkan pemain yang berkebangsaan ganda atau imigran bisa bermain di kancah internasional tempatnya berdomisili.

Asalkan si pemain tersebut sudah tinggal minimal tiga tahun jika mereka pindah ke negara bersangkutan sebelum usia 10 tahun, atau minimal lima tahun jika pindah setelah berusia 10 tahun. Dan Kanada menunjukkan kepada semua Tim Nasional, termasuk tentu saja Indonesia cara memanfaatkan pemain yang bukan asli dengan sangat efektif.

“Inilah yang kami provokasi di seluruh dunia, ketika para pemain berpaspor ganda ini melihat di mana mereka menjanjikan masa depan internasional mereka. Semua ini penting untuk kesuksesan kami (Kanada), ” kata Herdman dikutip Daily Hive.

Omongan Herdman bukan manis di bibir saja. Itu memang sudah terbukti bahwa para pemain imigran punya kredit khusus di Tim Nasional Kanada. Sebutlah seperti kiper Timnas Kanada, Milan Borjan yang sejatinya juga punya kewarganegaraan Kroasia.

Sam Adekugbe yang lahir di London, Inggris. Jonathan David yang ternyata warga Brooklyn. Jayson Leutwiler, seorang pemain senior yang juga memiliki paspor Swiss. Sampai seorang Alphonso Davies, pemain Bayern Munchen yang asli Buduburam, Ghana.

Yang patut kita catat, mereka masuk Timnas tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan klub lokal, namun untuk meniti kariernya agar lebih kece lagi. Misalnya, Alphonso Davies yang mendapat penghargaan Pemain Terbaik Kanada tiga kali dan masuk FIFA World XI 2020.

Pengaruh Herdman

Setiap Tim Nasional biasanya jika skuadnya sudah sangat bagus, tinggal bagaimana memanfaatkannya. Ibarat bumbu, para pemain itu butuh sosok yang sanggup meraciknya agar menjadi masakan yang sedapnya bukan main. Maka di situlah posisi John Herdman tak mungkin kita sisihkan.

Herdman bukan sekadar kharismatik, ia adalah pelatih pertama yang membawa tim sepak bola putri dan putra lolos ke Piala Dunia. Baginya, Kanada adalah negara sepak bola, dan Herdman bertekad untuk memulainya.

Ia rela menempuh jalur karier sebagai pelatih yang tak biasa. Kendati Herdman adalah seorang pria yang penuh rencana. Selain rendah hati, Herdman jugalah seorang komunikator dan motivator yang hebat. Ia juga sanggup membangun kepercayaan pada semua orang.

Maka dari itu, pemain seperti Stephen Eustaquio, Ike Ugbo, dan para pemain Timnas Kanada percaya pada pria dengan aksen Inggris itu. Hubungan dengan kepercayaan membuatnya mudah mentransmisikan idenya, mulai dari taktik dan keputusan-keputusan lainnya ke para pemain.

Kedalaman Skuad

Herdman sosok yang cerdas bin cerdik. Untuk membangun skuad Kanada yang menguasai seluruh sektor lapangan tentu bukan perkara sulit bagi dirinya. Skuad Kanada di kualifikasi Piala Dunia 2022 telah menggambarkan hal itu.

Les Rouges tidak kesulitan bermain tanpa Alphonso Davies. Taktik Herdman yang menggunakan umpan-umpan sederhana dan giringan yang biasanya dilesakkan seorang Davies diambil alih pemain lain.

Seperti Sam Adekugbe di posisi wing back kiri dan Richie Laryea di kanan bisa menggiring mudah. Lalu, di depan selain Jonatan David, Herdman masih memiliki Cyle Larin yang, disamping penyelesaiannya yang mbois juga memiliki kekuatan dalam mengontrol bola.

Begitulah Kanada. Negara di belahan Amerika yang memiliki tekad tak pernah aus di dunia sepak bola. Hari ini, Timnas Kanada, Les Rouges, The Canucks mengajari kita bagaimana caranya mewujudkan mimpi di siang bolong.

https://youtu.be/7RgOk8qTHbw

Sumber referensi: OutLookIndia, CBC, MLSSoccer

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru