Pakai Nomor 4, Mampukah David Alaba Gantikan Peran Sergio Ramos di Real Madrid?

spot_img

Setelah nyaris sepuluh tahun lamanya membela FC Bayern, David Alaba resmi mengumumkan kepergiannya dari klub asal Jerman. Alaba yang telah kumpulkan banyak trofi bergengsi bersama The Bavaria resmi bergabung dengan Real Madrid. Pemain berusia 28 tahun yang diboyong dengan status bebas transfer itu dikontrak dengan durasi lima tahun lamanya.

Setelah resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru Los Galacticos, David Alaba muncul dengan nomor punggung 4. Nomor yang kita tahu banyak digunakan oleh pemain legendaris, dengan pemakai terakhirnya adalah Sergio Ramos.

Dalam hal ini, Alaba berujar bila dirinya sudah meminta izin kepada Ramos untuk mengenakan nomor tersebut. Alaba mengaku sangat terhormat dan mendapat motivasi tinggi untuk bisa teruskan kiprah menakjubkan Sergio Ramos di Real Madrid.

Dengan adanya hal tersebut, mampukah Alaba gantikan peran Sergio Ramos di Real Madrid?

Alaba Punya Kemampuan yang Tak Kalah Hebat

Melihat kemampuan Sergio Ramos yang luar biasa hebat tidak lantas membuat David Alaba minder. Pemain Austria ini juga punya reputasi terbaik sebagai seorang pemain bertahan. Ketika mengetahui Ramos bisa bermain dalam sejumlah posisi, seperti menjadi bek sayap maupun bek tengah, maka Alaba bisa lebih dari itu.

Dia merupakan pemain serba bisa yang tak akan kesulitan ketika ditempatkan sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, gelandang sayap, bek sayap, penyerang sayap, hingga bek tengah itu sendiri. Pada musim lalu bersama FC Bayern, Alaba tampil dalam 23 laga sebagai bek tengah, enam kali sebagai bek kiri, dan delapan kali sebagai gelandang bertahan. Sisanya, dia bermain dalam posisi lain.

Selain menjadi pemain serba bisa, nilai plus lainnya yang dimiliki Alaba adalah kesadaran ruangnya. Ketika tengah bertahan, kesadaran ruang membuat Alaba mampu ciptakan keputusan-keputusan tepat.

Ketika full-back Bayern maju kedepan, Alaba bisa mengcover sisi sayap sekaligus posisi aslinya sebagai bek tengah meski tanpa bantuan seorang gelandang. Hal yang sama juga berhasil dia lakukan ketika ditempatkan sebagai bek kiri, dimana dirinya akan mampu mengcover sisi yang menjadi tugasnya itu, sekaligus posisi bek tangah.

Bicara tentang agresivitas, Alaba juga tak kalah menakutkan dari Ramos. Dirinya yang sudah mampu menembus skuad utama Bayern di usia muda, berhasil membuat permainan tim jadi lebih berwarna. Kekuatan fisik yang dimiliki membuat Alaba sulit dilewati. Belum lagi ketika melihat dirinya merebut bola dari lawan. Maka kita akan disuguhkan oleh sebuah pertunjukkan yang akan sangat disayangkan bila terlewatkan.

Pada musim lalu, Alaba berhasil catatkan rataan tekel per laga sebanyak 1,1 kali dan rataan intersep per laga sebanyak 1,2 kali.

Masih soal agresivitas, Alaba yang punya posisi asli sebagai pemain bertahan juga tak jarang membantu serangan. Ketika sang gelandang tak memiliki banyak ruang untuk bergerak, Alaba bisa menjadi solusi. Dia akan berani maju sedikit ke sepertiga lapangan untuk menerima bola, untuk kemudian mendistribusikannya ke lini depan.

Tidak perlu khawatir tentang kemampuan mengumpan Alaba. Pada musim lalu, rataan umpannya mencapai 66,6 kali per laga dengan persentase sebesar 84,9. Meski masih kalah dari Sergio Ramos yang mencapai lebih dari 90%, kemampuan yang dimiliki Alaba sudah cukup untuk menutup lubang yang ditinggalkan.

Tercatat, sebesar 39% dari operannya berhasil menggerakkan bola ke depan, dimana itu menjadi salah satu yang tertinggi di Eropa. Sebagai perbandingan, Sergio Ramos juga rata-rata ciptakan sekitar 39% operan kedepan.

Sisi positif dari Alaba lainnya adalah, dia bisa dimanfaatkan sebagai eksekutor bola mati.

Laman Marca menyatakan bila David Alaba terus melakukan percobaan tendangan bebas di kamp latihan Real Madrid. Para staf pun yakin ketika disana ada nama Karim Benzema dan Gareth Bale yang biasa ditunjuk untuk mengeksekusi bola mati, Alaba bisa menjadi penantang serius bagi kedua pemain tersebut.

Usai kepergian Ronaldo dari el Real, Los Blancos hanya mampu mencetak empat gol dari 66 kesempatan tendangan bebas. Gareth Bale yang sempat jadi pengganti Ronaldo gagal dalam 15 upaya. Kemudian, Benzema dan Asensio juga gagal dalam 7 kesempatan, dengan diikuti Casemiro yang gagal dalam enam kesempatan. Sisanya masih ada nama Isco, Toni Kroos, sampai Sergio Ramos yang juga gagal dalam beberapa kesempatan.

Di sisi lain, David Alaba berhasil mencetak 10 gol dari 124 kesempatan tendangan bebas. Catatan terbaiknya terjadi pada musim 2014/15 ketika pemain Austria ini berhasil cetak tiga gol tendangan bebas dari 12 kesempatan yang didapat.

Dengan jumlah gol yang diciptakan dari tendangan bebas, Alaba berhasil mencetak satu gol dalam setiap 12,4 percobaan, sementara Ronaldo mencetak satu gol dalam setiap 13,4 percobaan, serta Gareth Bale dalam setiap 17,5 upaya yang dilakukan.

Kemudian ketika bicara soal jiwa kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Sergio Ramos, nama David Alaba boleh dicoba. Ketika tampil untuk timnas Austria, dia bisa dengan baik mengontrol permainan, mengkomunikasikan dimana pemain harus berada, serta memahami siapa lawan yang layak ditandai.

Di ajang Piala Eropa kemarin, kita semua tahu bila perannya sangat-sangatlah krusial. Satu yang paling menarik perhatian adalah ketika pemain ini secara tegas mencekik serta menutup mulut rekan setimnya, Marko Arnautovic, yang melakukan tindak rasis.

Tindakan yang dilakukan Alaba itu pun langsung mendapat apresiasi, sekaligus membuktikan bahwa apa yang dilakukan lebih dari sekadar kepemimpinannya di atas lapangan.

Kelemahan Alaba

Namun perlu diingat pula bila dalam setiap kelebihan, pasti ada kekurangan.

Meski lihai dalam menjaga pertahanan lawan. Alaba kerap bertahan dengan cara buru-buru. Ketika berhadapan dengan lawan yang menguasai bola, Alaba tak jarang tergesa-gesa untuk menekan. Hasilnya, kelemahan tersebut seringkali berhasil dieksploitasi lawan.

Aspek ini harus diperhatikan betul oleh pelatih Carlo Ancelotti, mengingat banyak penyerang La Liga yang punya kecepatan luar biasa.

Ancelotti harus bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki Alaba, sekaligus meminimalisir kekurangan sang pemain. Bila pelatih asal Italia itu berhasil menerapkan skema yang pas, maka sudah bisa dipastikan bila Real Madrid tidak akan merasa kehilangan sosok Sergio Ramos di jantung pertahanan tim.

Sumber referensi: Bavarain Football, Marca, Footy Headlines, Marca 2

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru