Nggak Usah Buru-buru Memuji Bruno Fernandes

  • Whatsapp

Manchester United membuka pekan pertama Liga Inggris dengan torehan yang menggembirakan. Setan Merah berhasil menggelar pesta di kandangnya sendiri setelah menaklukan Leeds United 5-1. Pada pertandingan tersebut Bruno Fernandes mencetak tiga gol. Dan dari situlah namanya melambung akhir-akhir ini.

Sejak di datangkan Manchester United dari Sporting CP pada Januari 2020 lalu, baru kali ini Bruno Fernandes mencatatkan hattrick untuk The Red Devils. Maka dari itu, pertandingan melawan Leeds United kemarin menjadi sangat berharga bagi seorang Bruno Fernandes. Tak ayal, pemain Timnas Portugal sampai-sampai pulang  dengan membawa bola duduk di sebelahnya di dalam mobil. Dan ia menunjukkan itu pada istri tercinta.

Bacaan Lainnya

Yup, Bruno adalah salah satu pemain kunci yang dimiliki skuad Ole Gunnar Solskjaer. Ia termasuk sosok yang tegas. Bruno tak tanggung-tanggung untuk menegur kawannya. Apalagi jika itu berhubungan dengan pola permainan Manchester United.

Ketika Bruno berhasil mencetak hattrick ke gawang Leeds, para fans bersuka cita dengan hal itu. Bruno dan tentu saja Paul Pogba menghiasi lini masa media sosial. Beberapa akun di Twitter bahkan membuat thread tentang kehidupan Bruno Fernandes ini. Layaknya seorang pemain sepak bola yang baru saja mengantarkan timnya juara Liga Champions tiga kali dalam semusim, Bruno menjadi buah bibir dan disanjung-sanjung.

Padahal pemain-pemain lain, seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Lionel Messi, hingga Harry Kane juga biasa-biasa saja ketika mencetak hattrick. Tapi entah kenapa, saat Bruno Fernandes melakukan itu, jagad maya heboh. Seakan-akan peristiwa itu adalah peristiwa yang maha penting. Barangkali ini lantaran faktor Manchester United.

Pelatih Setan Merah, Ole justru tak menaruh pujian lebih pada seorang Bruno Fernandes. Bruno boleh saja mencetak tiga gol, dan satu di antaranya akibat ia lolos dari jebakan offside dan diuntungkan peraturan VAR Premier League yang baru. Tapi para fans, terutama orang-orang yang mendadak jadi penggemar MU dan Bruno Fernandes harus tahu bahwa sepak bola adalah urusan momentum.

Kala itu pas seorang Bruno Fernandes tampil on fire. Ia juga sedang dalam performa terbaiknya. Dan satu lagi, jangan lupakan faktor Old Trafford yang angker itu. Para pemain Manchester United mendapat dukungan penuh dari publik Old Trafford, maka bukan tidak mungkin Leeds United kebagian magisnya stadion tersebut.

Orang-orang bisa jadi hanya latah saja. Sebelumnya, Bruno Fernandes terkenal sebagai pemain Manchester United yang hanya mampu mencetak di gol lewat tendangan penalti. Saat pertama kali Bruno datang ke Old Trafford ia sudah mencetak 22 gol sepanjang musim 2019/20. Dan dari 22 gol tersebut lebih dari 50 persennya, yaitu 12 gol berasal dari titik dua belas pas.

Di saat para fans, headline, dan orang-orang yang mendadak Mancunian mengagungkan Bruno Fernandes dan Paul Pogba, pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer justru memuji sosok Mason Greenwood. Greenwood yang diplot sebagai striker tengah lewat skema 4-2-3-1 justru hanya dua kali menyentuh bola di kotak penalti Leeds United, dan salah satunya membuahkan gol.

Greenwood, tak bisa dipungkiri, punya peran penting dalam pertandingan tersebut. Meskipun ia berposisi sebagai striker, Greenwood acap kali turun untuk membantu lini tengah. Turunnya Greenwood ke second line ini membantu penyerangan Manchester United. Hingga Bruno Fernandes pun bisa merangsek ke pertahanan lawan.

Greenwood turut serta membangun serangan bersama Paul Pogba di babak pertama kendati baru menghasilkan gol di babak kedua. Siapa menyangka gol pemain berusia 19 tahun pada menit 52′ membuka keran air gol-gol MU berikutnya.

Kehebatan Bruno Fernandes juga karena Leeds masih belum bisa mengatasi masalah mereka sejak musim lalu. Leeds begitu agresif melakukan pressing, tapi sayang tak punya jalan keluar lain pada saat pressing-nya gagal. Sejak awal pertandingan, Leeds sudah menekan MU, tapi skuad asuhan Ole itu jauh lebih baik dalam melakukan by-pass serangan.

Bruno Fernandes memang pemain hebat dan berbakat. Tapi memujinya hanya dari satu pertandingan tidak cukup. Bruno masih punya banyak waktu. Lagi pula saat pertandingan itu, toh Manchester United baru menghadapi Leeds. Setan Merah belum menghadapi tim-tim jalur degradasi lainnya seperti Arsenal atau Tottenham Hotspur.

Sumber referensi: Goal.com, Strettynews.com, Manutd.com, Fotmob.com.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *