Merchandise Unik yang Dijual Official Store Klub Sepak Bola Eropa

  • Whatsapp
Merchandise Tak Masuk Akal yang Dijual Official Store Klub Sepak Bola Eropa
Merchandise Tak Masuk Akal yang Dijual Official Store Klub Sepak Bola Eropa

Di masa kini, sepak bola bukanlah sekadar olahraga biasa. Fokus klub sepak bola juga sudah bukan soal prestasi semata. Tak bisa dipungkiri bahwa sepak bola kini telah bertransformasi menjadi sebuah industri.

Selain prestasi, pendapatan dan keuntungan finansial juga jadi tujuan klub. Laiknya perusahaan, terdapat beberapa sumber pemasukan klub sepak bola. Salah satunya adalah sektor komersial.

Bacaan Lainnya

Sektor komersial jadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar klub sepak bola Eropa di tengah pandemi Covid-19. Bersama dengan penghasilan dari hak siar TV, sektor komersial yang ditopang oleh kesepakatan sponsor dan penjualan merchandise jadi penyambung hidup klub sepak bola di tengah situasi pandemi yang tak pasti.

Jika kamu mengira bahwa klub sepak bola hanya menjual merchandise yang erat kaitannya dengan dunia olahraga saja, seperti jersey, kaos, topi, jaket, dan bola, maka kamu salah besar. Faktanya, mereka juga menjual berbagai aksesoris menarik lainnya, seperti gantungan kunci, tas sekolah, mug, thermos, bantal, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Akan tetapi, klub sepak bola Eropa berikut ini punya pemikiran yang out of the box. Mereka berinovasi dengan menjual merchandise unik, bahkan mungkin kelewat unik dan nyeleneh. Berikut ini starting eleven ulas beberapa barang unik yang pernah dijual Official Store klub sepak bola Eropa.

 

Chelsea: Frankie’s Magic Football

Di mulai dari klub asal London yang identik dengan jersey biru, Chelsea. The Blues pernah begitu erat dengan nama Frank Lampard. Mantan pemain timnas Inggris itu memang jadi salah satu idola di Stamford Bridge.

Semasa bermain untuk Chelsea, Lampard adalah sosok pemain yang cukup aktif menulis. Bahkan, ia telah menerbitkan lebih dari selusin buku, tetapi bukan sembarang buku yang ditulis oleh Lampard. Legenda Chelsea itu terkenal sebagai penulis buku cerita anak-anak.

Chelsea memanfaatkan kepopuleran tersebut dengan menjual buku karya Lampard yang berjudul “Frankie’s Magic Football”. Buku cerita anak berseri itu mengisahkan seorang anak yang mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang pesepak bola hebat.

Frank Lampard pernah kedapatan memberi tanda tangan cuma-cuma kepada setiap buku yang dibeli secara langsung di official store Chelsea. Hmm, sungguh strategi marketing yang menarik ya.

 

Everton FC: USB Adaptor

Beralih ke klub biru lainnya di Inggris, yakni Everton. Klub berjuluk The Toffees itu kedapatan pernah menjual beberapa item unik di official store mereka. Yang pertama adalah aksesoris elektronik.

Seperti yang kita tahu, pada umumnya aksesoris elektronik yang lazim dijual adalah berupa mouse pad, power bank, casing smartphone, hingga headphone yang bertema klub tersebut. Everton juga menjual barang-barang tersebut, tetapi ada satu item unik yang pernah mereka pajang di etalase toko mereka.

Merchandise tersebut adalah USB Adaptor. Selain unik dan out of the box, yang menjadikan item tersebut unik adalah warnanya yang sangat tidak Everton. Alih-alih berwarna biru seperti aksesori elektronik lainnya, USB Adaptor yang berguna saat bepergian tersebut justru berwarna putih. Soal harga, item tersebut dijual dengan harga sekitar 15 poundsterling.

Namun jangan salah, beberapa musim yang lalu, Everton pernah menjual merchandise yang jauh lebih nyeleneh. Barang tersebut adalah shower gel yang tentu saja bergambar logo Everton. Bagi sebuah perusahaan penginapan atau hotel, item tersebut tentu wajar dijual. Namun menjadi unik ketika yang menjual adalah sebuah klub sepak bola.

 

Liverpool: Pengharum Ruangan Balotelli

Apa yang dilakukan Everton rasanya tak ada apa-apanya bila dibanding rival abadinya, Liverpool. Sekitar tahun 2014 saat mereka diperkuat Mario Balotelli, The Reds cukup berani dengan menjual merchandise bermotif Super Mario.

Masalahnya, cendera mata yang mereka jual cukup nyeleneh, yakni sebuah pengharum ruangan yang tentu saja bermotif Balotelli. Tak ayal, merchandise tersebut jadi bahan tertawaan pendukung klub lain. Maklum, di Liverpool, karier Balotelli terbilang singkat dan gagal.

 

Leeds United: Ember Bielsa

Berbeda dengan klub lainnya, apa yang dijual Leeds United di official store mereka justru terinspirasi oleh pelatihnya. Semenjak ditangani Marcelo Bielsa, pendukung Leeds United langsung tergila-gila dengan sosok pelatih berjuluk Si Gila tersebut.

Satu kebiasaan Bielsa saat mendampingi anak asuhnya bertanding adalah berjongkok di pinggir lapangan. Tak jarang pula, Bielsa duduk di atas kotak es. Seperti yang dulu ia lakukan saat awal melatih Leeds United. Melihat hal tersebut, manajemen klub membuatkan ember khusus berlogo Leeds United agar Bielsa dapat duduk dengan nyaman.

Kebiasaan nyentrik Bielsa tersebut ternyata juga mengundang ketertarikan para penggemar. Manajemen Leeds United kemudian melihat hal tersebut sebagai peluang bisnis. Ember yang kerap diduduki Bielsa kini diproduksi masal dan produk replika Bielsa’s Bucket dijual di official store mereka. Jika kamu tertarik, kamu dapat membelinya denga harga 80 poundsterling.

 

Stoke City: Pita Pengukur

Beralih ke klub kasta kedua Liga Inggris. Di sana ada Stoke City yang dulu pernah meramaikan persaingan papan tengah Premier League. Klub berjuluk The Potters itu sepertinya layak dinobatkan sebagai klub Inggris dengan produk merchandise paling unik.

Beberapa musim yang lalu, mereka pernah kedapatan menjual pita pengukur bermotif Stoke City. Ya, kamu tak salah dengar. Entah apa alasan Stoke City menjual barang yang identik dengan pertukangan tersebut.

Setelah kami telusuri via website official store mereka, Stoke City ternyata masih menjual barang tersebut dengan harga 10 poundsterling. Dan ternyata, klub berjuluk The Potters itu masih punya merchandise unik lainnya, seperti celemek dan talenan, kain gorden dengan motif stadion, hingga celengan berbentuk babi lengkap dengan topi wol di kepalanya.

Hmm, apa barang-barang tadi benar-benar laku ya?

 

Reading FC: Penggaruk Punggung

Tak kalah nyeleneh, rival Stoke City di divisi Championship, Reading FC juga punya produk merchandise yang unik. Klub berjuluk The Royals itu berinovasi dengan menjual produk cendera mata berupa penggaruk punggung. Mungkin mereka berpikir bahwa barang tersebut dapat menolong banyak penggemar merek yang gatal ya.

 

Benevento: Monopoli

Beralih ke luar Inggris. Di Italia, ada Benevento yang pernah melakukan inovasi bisnis merchandise yang belum pernah dilakukan klub lain. Saat mereka berhasil promosi ke Serie A di akhir musim 2019/2020, Benevento merilis produk merchandise anyar berupa papan permainan monopoli yang bertema kota Benevento. Uniknya, monopoli edisi Benevento tersebut dijual limited edition dengan harga normal 44,5 euro.

 

Bayern Munchen: Alat Pembuat Waffle

Beralih ke tanah Jerman. Ternyata, dua klub terbesar Bundesliga Jerman pernah kedapatan menjual merchandise aneh yang mirip di periode yang sama. Bayern Munchen dengan produk alat pembuat waffle-nya dan Borussia Dortmund yang menjual alat toaster roti.

Yang menjadikan item tersebut unik adalah hasil cetakan berupa logo klub yang dihasilkan alat tersebut pasca digunakan. Ternyata, alat serupa juga pernah dijual raksasa Liga Turki, Galatasaray. Di tahun 2014 silam, mereka juga pernah menjual alat toaster roti.

Itulah beberapa merchandise unik yang pernah dijual Official Store klub sepak bola Eropa. Meski kesannya nyeleneh, tujuan klub-klub tadi menjual cendera mata tersebut tak lain dan tak bukan adalah demi meraup keuntungan. Walaupun terlihat lucu dan aneh, merchandise unik tadi adalah salah satu sumber pendapatan klub yang sangat berarti untuk menunjang kehidupan dan bisa saja jadi penyelamat kondisi finansial mereka.

Jadi, tertarik untuk membeli merchandise yang mana football lovers?

***
Sumber Referensi: Balls.ie, The Sportster, Benevento Calcio, Stoke City Store, Yorkshire Evening Post.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *