Trio Lini Depan Terbaik dan Menakutkan Dalam Dua Dekade Terakhir

  • Whatsapp
Dua Dekade TerakhirTrio Lini Depan Terbaik dan Menakutkan Dalam
Dua Dekade TerakhirTrio Lini Depan Terbaik dan Menakutkan Dalam

Mengandalkan tiga pemain depan dalam sebuah skema pertandingan menjadi hal yang sangat lumrah terjadi. Maka, muncul banyak sekali trio lini depan yang kerap mengancam pertahanan lawan. Sejauh ini, setidaknya selama kurun waktu dua dekade terakhir, ada beberapa trio yang dianggap terbaik lahir.

Mengambil dari sejumlah kompetisi besar, trio yang dinilai telah ciptakan banyak sejarah ini sempat membuat geger dunia sepakbola berkat aksi sensasionalnya di atas lapangan. Tak cuma performa gemilang, prestasi yang diberikan pun tergolong sangat sulit untuk dikejar.

Bacaan Lainnya

Kira-kira-siapa trio lini terbaik dan menakutkan yang mampu tebar ancaman kepada lini pertahanan lawan?

Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Robert Pires (Arsenal)

Kompetisi Liga Primer Inggris memang tak pernah mengecewakan para penggemar. Dalam setiap musimnya, kompetisi ini selalu memunculkan momen-momen menggelegar yang sulit dilupakan. Sedikit mundur ke belakang, tepat ketika tim Meriam London berkuasa, terdapat sebuah trio yang guncangkan kompetisi Inggris.

Arsenal yang ketika itu jadi tim yang sulit dikalahkan memiliki lini serang menakutkan dalam diri Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Robert Pires. Ketiganya berhasil mengantar Arsenal kumpulkan banyak gelar, termasuk yang paling menggelegar tentu saat tim London berhasil meraih trofi emas pada tahun 2004.

Dibawah asuhan Arsene Wenger, Henry berhasil ciptakan sebanyak 30 gol dan catatkan sembilan assist. Pires dan Bergkamp yang ketika itu jadi pendamping berhasil ciptakan masing-masing 14 dan empat gol.

Karim Benzema, Gareth Bale, Cristiano Ronaldo (Real Madrid)

Real Madrid pernah berjaya dengan nama Benzema, Bale, dan Cristiano, atau yang lebih akrab dikenal sebagai trio BBC. Trio BBC ketika itu boleh dibilang sebagai kunci keberhasilan Real Madrid dalam taklukkan dunia. Bersama kumpulan pemain tersebut, el Real berhasil meraih dua gelar La Liga Spanyol, satu Copa del Rey dan empat trofi Liga Champions, dimana tiga dari empat gelar juara Liga Champions diraih secara beruntun.

Ketangguhan dan kehebatan BBC saat berada di masa terbaiknya, sangatlah sulit dibendung. Meski ada salah satu dari ketiganya yang absen, kehebatan Real Madrid bahkan tidak berkurang sama sekali.

Selama enam musim bersama, atau tepat sebelum Ronaldo putuskan hengkang ke Juventus pada 2018 lalu dan Gareth Bale yang sempat pulang ke Spurs, trio BBC mampu mengoleksi 433 gol. Ronaldo jadi pemain dengan jumlah gol tertinggi yakni 249 gol kemudian diikuti oleh Benzema dan Bale dengan masing-masing 105 gol.

Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney and Carlos Tevez (Manchester United)

Kembali ke kompetisi Inggris, tepat pada tahun 2008 silam, siapa yang tidak ingat dengan kedigdayaan Manchester United yang berhasil torehkan tinta emas di persepakbolaan Eropa?

Ketika itu, masih di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, MU berhasil merengkuh trofi Liga Champions Eropa plus Liga Primer Inggris. Keberhasilan tim Setan Merah di Eropa tentu tak lepas dari peran tiga penggawa terbaiknya, yaitu Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, dan Carlos Tevez.

Pada musim 2007/08, ketiga pemain tersebut mampu ciptakan 79 gol dan 30 assist bersama-sama di semua kompetisi. Secara rinci, Ronaldo jadi yang paling superior setelah mampu torehkan sebanyak 42 gol dan 8 assist. Sementara itu, Rooney berhasil melengkapinya dengan raihan 18 gol dan 14 assist. Kemudian, Tevez yang tampil tidak kalah luar biasa, berhasil catatkan 19 gol dan 7 assist.

Sebagai puncak dari performa mereka, selain trofi yang didapat tentunya, Ronaldo berhasil meraih trofi Ballon D’or pertamanya.

Kebersamaan tiga pemain tersebut lalu berakhir setelah Cristiano Ronaldo putuskan pindah ke Real Madrid. Selain itu, Carlos Tevez yang tak kunjung pastikan masa baktinya di Old Trafford juga pada akhirnya resmi membelot ke klub rival, Manchester City.

Praktis, tinggal menyisakan nama Wayne Rooney, yang pada akhirnya keluar dari klub dengan status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa.

Roberto Firmino, Sadio Mane and Mohamed Salah (Liverpool)

Sama seperti Manchester United, Liverpool juga memiliki salah satu trio terganas sepanjang sejarah, yang bahkan masih bermain bersama sampai saat ini. Siapa lagi kalau bukan trio Firmansah, atau Firmino, Mane, dan Salah.

Berada di bawah arahan Jurgen Klopp, ketiga pemain tersebut berhasil mengangkat kembali kejayaan Liverpool, baik di pentas domestik maupun Eropa. Mane, Salah, dan Firmino berhasil mempersembahkan trofi Liga Primer Inggris pertama untuk Liverpool sepanjang sejarah. Selain itu, mereka juga tak kalah dalam menambah koleksi gelar Eropa The Reds menjadi 6 biji.

Pada musim 2018/19, Salah dan Mane tercatat sebagai pemain dengan torehan gol terbanyak di kompetisi Liga Primer Inggris, sama seperti Pierre Emerick Aubameyang. Di tengah bayang-bayang penyerang terbaik yang menghiasi kompetisi Inggris, ketiga pemain tersebut masih sangat layak bersaing.

Meski saat ini performa ketiganya terlihat menurun, tetap saja, Liverpool akan selalu tampil berbahaya ketika menempatkan trio terbaiknya itu di lini serang.

Lionel Messi, Neymar Jr, Luis Suarez (FC Barcelona)

FC Barcelona, tepat pada tahun 2015 lalu, berhasil menjadi tim yang banyak meraih gelar. Liga Champions Eropa, La Liga, sampai Copa del Rey, berhasil diraih oleh tim Catalan. Tiga dari sebelas pemain yang paling diandalkan Barca tentu yang berada di lini depan. Mereka adalah Luis Suarez, Lionel Messi, dan Neymar Jr. Trio tersebut seringkali dikenal sebagai trio MSN.

Menggunakan skema 4-3-3, selama kurang lebih tiga tahun bersama, mereka kompak ciptakan sebanyak 346 gol. Di musim pertama sebagai trio MSN, atau tepat pada 2014/15 silam, ada sekitar 122 gol yang total mereka ciptakan, dimana tiga gelar prestise dalam satu musim kompetisi berhasil dikunci.

Berlanjut ke musim berikutnya, Messi, Luis Suarez, dan Neymar mencetak total 131 gol. Memang benar bila trofi Liga Champions Eropa gagal dipertahankan. Namun trofi La Liga, Copa del Rey, sampai Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar Klub masih bisa didapatkan.

Di musim terakhirnya, trio MSN berhasil sumbangkan 111 gol untuk FC Barcelona. Trofi Copa del Rey dan Piala Super Spanyol menjadi penutup dari kebersamaan mereka dalam satu klub yang sama, setelah Neymar putuskan hengkang ke Paris Saint Germain pada 2017 silam.

Kepiluan para penggemar FC Barcelona kemudian kian memuncak setelah Luis Suarez ditendang oleh pelatih Ronald Koeman. Kemudian, belum lama ini, Lionel Messi juga gagal mencapai kesepakatan baru dengan FC Barcelona. Messi resmi tinggalkan FC Barcelona dan bergabung dengan Paris Saint Germain.

Neymar Jr, Lionel Messi, Kylian Mbappe (Paris Saint Germain)

Setelah mengulas sejumlah trio terbaik dalam kurun waktu dua dekade terakhir, sampailah pada masa dimana para penggemar sepakbola dipaksa untuk menyambut trio terbaru dalam balutan kostum Paris Saint Germain.

Neymar Jr, Lionel Messi, dan Kylian Mbappe, berpotensi menjadi trio lini depan paling menakutkan dalam sejarah. Memang, semua itu belum ada buktinya. Akan tetapi, bila menilik pada kemampuan, prestasi, serta popularitas ketiganya sebagai pemain jempolan, sulit rasanya untuk menyingkirkan fenomena ini.

Jadi, kita hanya tinggal menunggu, apakah Paris Saint Germain akan berjaya dengan trio tersebut, atau malah mundur dalam mengirim wakil dalam daftar ini, mengingat masa depan Kylian Mbappe di klub asal Prancis masih terus dispekulasikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *