Drama masa depan Carlo Ancelotti yang berjilid-jilid kini mencapai episode terakhir. Timnas Brasil telah dipilih menjadi pelabuhan baru bagi Don Carlo. Dari Los Blancos yang terkenal sebagai pemegang tahta Eropa, menuju Selecao yang masyhur sebagai rajanya tim nasional. Sepertinya, pria Italia yang satu ini memang ditakdirkan untuk memimpin tim terbaik di antara yang terbaik.
Pilihan karir di Brasil dianggap tepat bagi Ancelotti untuk melengkapi CV nya sebagai manajer kelas kakap. Setelah melanglang buana membesut klub, ini pertama kalinya Ancelotti memegang mandat melatih tim nasional. Sekalinya melatih timnas, pemilik lima titel Liga Champions ini langsung menjadi pelatih asing pertama yang menangani Timnas Brasil sejak 1965.
Lantas seperti apa skuad yang akan disusun oleh Carletto? Mungkinkah ini adalah Dream Team yang akan mengantarkan Selecao ke titel Piala Dunia keenamnya?
Daftar Isi
Pentingkan Pengalaman daripada Eksperimen
Melihat rapor jelek di tangan Dorival Junior yang justru memilih bereksperimen dengan nama-nama baru, Carletto mungkin akan bermain aman. Eks pelatih Everton itu akan lebih memilih pemain yang berpengalaman ketimbang nama baru. Don Carlo tidak akan coba-coba. Apalagi dengan gaya melatihnya yang cenderung pragmatis.
Lalu formasi apa yang akan dipakai Carlo Ancelotti? Demi mewujudkan dream team versinya, Carletto boleh jadi akan memakai formasi 4-2-3-1. Salah satu jenis skema yang disukai, dan cocok dengan peta permainan juara dunia lima kali ini. Jadi, siapa yang bakal mengisi setiap posnya?
Kiper: Alisson Becker
Dari posisi stopper, sudah pasti nama Alisson Ramses Becker yang jadi primadonanya. Hampir tak ada yang menyangkal, kalau aset Liverpool ini adalah kiper terbaik Brasil saat ini. Sejak debut pada 2015, kiper 32 tahun ini kerap jadi pilihan nomor satu sejak rezim Dunga hingga Dorival Junior, sekalipun datang Ederson Moraes yang mencuat bersama Manchester City.
Berbekal 72 caps di timnas, Ancelotti jelas membutuhkan tenaga dari penerima penghargaan kiper terbaik Copa America 2019. Apalagi Alisson masih menjadi bagian dari solidnya pertahanan Liverpool musim ini. Dengan capaian 9 kali clean sheets, dan rata-rata penyelamatan mencapai 72,2 persen, kiper setinggi 193 cm kembali mempersembahkan titel juara bagi The Reds.
Alisson and Davinson Sanchez had to both be taken from the field, Sanchez on a stretcher, following a horrific head clash during Brazil’s victory 🤕
A fresh injury worry for Liverpool’s Premier League run-in for Arne Slot…😫 pic.twitter.com/VFbQITpS7A
— Football on TNT Sports (@footballontnt) March 21, 2025
Urusan di timnas, Alisson sempat absen di laga terakhir kualifikasi Maret lalu, saat Selecao dipermak Argentina 4-1 lantaran cedera saat menghadapi Kolombia. Melihat kondisinya yang sekarang sudah jauh membaik, Alisson akan dipanggil lagi memperkuat Brasil.
Bek: Danilo, Marquinhos, Murillo, Renan Lodi
Selanjutnya menuju kuartet lini belakang, sektor paling rapuh yang dimiliki Brasil sekarang. Posisi bek kanan jatuh pada figur senior, yakni Danilo. Pemilihan Danilo didasari karena pengalamannya di sektor kanan. Rekam jejak 65 caps di timnas sudah cukup membuat Ancelotti tak ragu memakainya.
🚨🔴⚫️ Flamengo are closing in on Danilo deal as he will terminate his contract at Juventus next week, as planned.
Danilo has decided to return to Brazil and the move should be completed next week.
Two year deal for Danilo at Flamengo, as @cahemota reports.
Here we go, soon. pic.twitter.com/apOaRGjea1
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) January 24, 2025
Bersama Flamengo pun, Danilo masih menunjukkan permainan yang ganas, sekali pun sudah tak lagi muda. Kendati ada nama Wesley Franca yang jadi juniornya di klub, Ancelotti dinilai lebih sreg menempatkan mantan prajurit Real Madrid itu dalam formasinya.
Bergeser ke bek tengah, Ancelotti rasanya tak mungkin melewatkan yang satu ini. Marquinhos adalah bek tengah terbaik Brasil saat ini, sekaligus yang mengemban ban kapten di lengan. Dua belas tahun mengabdi di timnas, pemain 31 tahun sudah pasti jago dalam urusan pertahanan.
🚨🇧🇷 𝐎𝐅𝐅𝐈𝐂𝐈𝐀𝐋 | Marquinhos (29) is now PSG’s all-time highest appearance holder with 436 games for the club!
Top achievement for the defender. 🔴🔵 pic.twitter.com/nl84VZX09z
— EuroFoot (@eurofootcom) April 10, 2024
Musim ini saja, pria kelahiran Sao Paulo bak tembok kokoh yang melengkapi barisan belakang PSG. Mungkin, kalau Marquinhos cedera parah hingga hiatus membela timnas, serasa ada lubang besar di tengah pertahanan.
Untuk menemani Marquinhos, mantan arsitek Chelsea bisa memberi kepercayaan lebih banyak pada Murillo. Bisa dibilang, pemuda 22 tahun yang naik daun bersama Nottingham Forest ini paling kompeten untuk bertandem dengan Marquinhos.
What a journey for this man, Murillo.
– 2023: Makes Senior Corinthians debut
– 2023: Signs for Nottingham Forest
– 2024: Crucial in Forest’s PL survival
– 2025: 60 Forest apps, playing for UCL football
– 2025: First start for BrazilAll inside two years. What a player 🙌🇧🇷… pic.twitter.com/PlfQwie6I3
— Jamie Martin (@ImJamieMartin) March 25, 2025
Cederanya Gabriel Magalhaes, membuat Brasil sempat kebingungan menentukan penggantinya. Sampai muncullah Murillo yang berkontribusi besar bagi ketahanan lini belakang Forest.
Sementara bek kiri jadi milik Renan Lodi. Sempat terpinggirkan di zaman Dorival, penampilan apik Lodi bersama Al-Hilal jadi bukti sahih kalau dirinya perlu diangkut Ancelotti untuk menutup kelemahan sektor kiri.
Renan Lodi no está en el mercado y no dejará el Al Hilal.
Recibió un sondeo del Galatsaray pero el brasileño ni empezó a negociar. pic.twitter.com/fR5WyigdqD
— Matteo Moretto (@MatteMoretto) August 22, 2024
Bukan hanya cakap mengawal pertahanan, Lodi bisa jadi penolong dengan golnya di saat kebuntuan. Kebetulan, menepinya Guilherme Arana, bisa jadi momen kembalinya pemain 27 tahun, sejak terakhir kali dipanggil pada 2023. Lodi adalah amunisi berkelas, di tengah seretnya pilihan yang bagus di bek kiri.
Gelandang Bertahan: Bruno Guimaraes dan Casemiro
Maju lagi ke pos gelandang bertahan. Mimin agaknya menerka-nerka, kalau Bruno Guimaraes akan diduetkan dengan gelandang veteran yang sedang menemukan top perform di klubnya saat ini, Casemiro. Duo ini terlihat jadi pilihan yang terbaik untuk mengemban tugas mengalirkan bola ke depan.
Brazil v Colombia 🇧🇷
Photos of Bruno playing for Brazil against Colombia in one of their World Cup qualifying matches. Ending in a 2-1 fantastic win to Brazil. pic.twitter.com/KQdDbCF8Mk
— Team Bruno Guimarães (@TeamBGuimaraes) March 21, 2025
Guimaraes adalah satu-satunya gelandang bertahan yang belum tergantikan posisinya sejak awal kualifikasi zona Conmebol, September 2023 lalu. Setiap kali turun, punggawa Newcastle United selalu tampil all out, dan pergerakannya amat dinamis. Sembari membantu alur penyerangan, Guimaraes tetap fokus mempertebal pertahanan.
Setelah berulang kali berpasangan dengan rekan yang bapuk dan nyusahin, Guimaraes bisa bernafas lega, karena Ancelotti yang sangat mungkin mengundang lagi Casemiro. Usai alami musim naik turun, Casemiro muncul sebagai penerang di antara kegelapan Manchester United.
Casemiro is always there! Another goal of the Brazilian to take Manchester United to the UEFA Europa League final! pic.twitter.com/msNbINVGYY
— CONMEBOL Copa América™️ ENG (@copaamerica_ENG) May 8, 2025
Panggung Europa League musim ini ia sulap menjadi pertunjukan kelasnya sebagai pemilik lima titel Liga Champions. Usut punya usut, di balik keputusan Carletto melatih Tim Samba ada peran Casemiro. Sejak meninggalkan Los Blancos, Casemiro masih menjalin hubungan intens dengan Carletto. Jadi besar kemungkinan Casemiro akan masuk skuad Ancelotti.
Oh ya, duet Casemiro-Guimaraes juga pernah dicoba di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Tepatnya saat melumat Bolivia 5-1. Waktu itu Selecao masih ditukangi Fernando Diniz.
Gelandang Serang: Rodrygo, Roberto Firmino, Raphinha
Sekarang menuju trio pengampu jabatan gelandang serang. Mulai dari sayap kanan yang diplot khusus untuk Rodrygo Goes. Sekalipun sedang diterpa isu miring tentang ketidakharmonisan di Madrid, Ancelotti tampaknya tetap menaruh talenta 24 tahun sebagai pilihannya nanti.
Carlo Ancelotti: “Everyone has special love for Rodrygo, especially me.” pic.twitter.com/7bcFxUirr5
— Madrid Universal (@MadridUniversal) May 13, 2025
Walau mulai jarang terlihat di formasi Madrid, Ancelotti tak bisa melewatkan Rodrygo, melihat sosoknya yang jenius di sayap kanan. Selain Rodrygo, masih ada sang GOAT, Antony sebagai pelapis. Ancelotti pasti masih ingat saat Madrid besutannya diobrak-abrik Antony yang terlahir kembali bersama Real Betis.
Antony. WOW 🤯#UECL pic.twitter.com/9O1QksikB0
— UEFA Conference League (@Conf_League) May 1, 2025
Di sebelah Rodrygo, mimin menjagokan Roberto Firmino untuk kembali hadir di posisi depan tengah. Mungkin ada yang kontra dengan pendapat ini, tapi rekam jejak Bobby dibutuhkan Ancelotti untuk menyapu bersih dua laga Juni mendatang.
Sempat kesulitan beradaptasi di Saudi bareng Al-Ahli, pria 33 tahun mulai menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya musim ini. Eks pahlawan Liverpool itu belum lama mengantarkan Al-Ahli merajai Liga Champions Asia 2025. Ia pun termasuk dalam tiga besar top skor ajang itu dengan 6 gol.
Bobby Firmino assisted both goals in the AFC Champions League final to lead Al-Ahli to the title.
He had 13 G/A in 12 matches and won Player of the Tournament 👏 pic.twitter.com/K9dEB82ek4
— ESPN FC (@ESPNFC) May 3, 2025
Pasti ada yang mengharapkan Neymar akan dipanggil lagi Juni nanti, secara dia adalah ikonnya Timnas Brasil. Namun, dengan catatan cedera kambuhan di Santos, Ancelotti tak mau berharap banyak padanya. Sehingga Bobby adalah pilihan tersedia yang berkualitas.
Brazilian sources claim that Ancelotti informed Raphinha of his negotiations with the Brazilian national team after the Copa del Rey final.
— @sport pic.twitter.com/Mmg0ciJdx6
— Barça Universal (@BarcaUniversal) May 14, 2025
Sedangkan di sayap kiri, sudah pasti jadi milik Raphinha. Siapa yang berani meragukan performanya sebagai pelengkap trisula tajam Barcelona bareng Robert Lewandowski dan Lamine Yamal?
Belum lagi torehan 13 gol di UCL, tak salah kalau winger 28 tahun adalah tumpuan utama di sektor kiri Selecao. Jaminan untuk dirinya tetap stay di formasi ala Ancelotti. Apalagi belum ada amunisi sayap kiri yang kualitasnya menyamai mantan pemain Leeds United ini.
Penyerang Tunggal: Vinicius Jr.
Posisi terakhir adalah penyerang tunggal yang hampir pasti ditempati Vinicius Junior. Bukan hanya soal Madrid Connection saja, Vini adalah entitas yang memang sepantasnya menempati posisi ini. Dapat dilihat dari catatan sembilan kali diturunkan sejak awal kualifikasi, empat di antaranya dijalani sebagai penyerang tunggal.
📊 Raphinha and Vinicius Jr – stats for Brazil:
🇧🇷 Raphinha: 11 goals, 7 assists
🇧🇷 Vinicius Jr: 6 goals, 6 assists— Sholy Nation Sports (@Sholynationsp) March 21, 2025
Sekalipun posisi penyerang tunggal kadang bergantian diisi Igor Jesus, atau Joao Pedro, rasanya tidak ada yang selevel dengan jebolan akademi Flamengo ini. Kondisi terbaru sejauh ini menyatakan kalau pemain 24 tahun itu alami cedera engkel saat El Clasico kemarin. Jadi, Ancelotti tinggal berharap agar pemulihannya lebih cepat, sehingga dapat berpartisipasi di timnas.
Itu tadi gambaran dream team Carlo Ancelotti di Timnas Brasil versi Starting Eleven. Kira-kira dengan komposisi demikian, Don Carlo tetap bakalan dianggap pelatih yang miskin taktik nggak nih?
goal.com, bola.kompas.com, dailymail.co.uk , football-espana.net, theguardian.com, si.com, the-afc.com


