Mata Xabi Alonso berkaca-kaca. Seolah enggan berpisah dengan Bayer Leverkusen. Tempat yang bukan hanya melambungkan namanya, tapi laboratorium tempatnya mengembangkan ide, filosofi, dan reputasi. Tapi perpisahan dengan publik BayArena sejatinya sudah diprediksi jauh-jauh hari.
Ketika pertama kali datang, para penggemar boleh jadi telah merelakan apabila klub kesayangannya itu, hanya menjadi batu loncatan Xabi Alonso ke Real Madrid. Apalagi mana kala sang pelatih terbukti sukses.
Tibalah saat Los Blancos berpisah dengan Carlo Ancelotti dan meminta Xabi Alonso menjadi penggantinya. Tentu beda pelatih, berbeda pula taktiknya.
Lantas, formasi seperti apa yang akan dipakai Xabi Alonso di Real Madrid? Dan, siapa saja pemain yang akan mengisi Starting XI impian Alonso di tim yang digadang-gadang sebagai Galacticos Jilid III itu?
Daftar Isi
Formasi 3-4–2-1
Xabi mungkin akan main aman terlebih dahulu saat pertama kali melatih Real Madrid dengan tidak mengubah pakem dan gaya bermainnya. Jika berkaca saat Alonso melatih Bayer Leverkusen, besar kemungkinan formasi yang akan dipakai di Real Madrid adalah 3-4-2-1.
Tinggal bagaimana ia meminta Real Madrid menyesuaikan gaya dan taktiknya. Inilah yang membedakan pelatih muda dan filosofis seperti Xabi dengan pelatih bangkotan seperti Carlo Ancelotti.
🚨🤍 Xabi Alonso to Real Madrid, here we go! Story confirmed and deal sealed for Xabi as new manager until 2028.
Staff sorted, contract in place and three year deal for Alonso with Real planning for him to start at FIFA Club World Cup.
Ancelotti farewell soon, then Xabi era. 🎞️ pic.twitter.com/s6jY4DzZmx
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) May 12, 2025
Apakah itu artinya Xabi adalah pelatih yang egois, pelatih yang ogah menyesuaikan apa yang ada? Tidak juga. Dalam situasi tertentu, pelatih berhak meminta klub untuk membeli pemain yang sesuai taktiknya.
Selama klub tidak mempersoalkan, ya tidak masalah. Ini Real Madrid bung, bukan Liverpool. Real Madrid kabarnya akan mengizinkan Xabi Alonso meminta pemain. Lantas, pemain seperti apa yang akan diminta Xabi Alonso?
Penyerang Tengah Nomor “9”: Patrik Schick
Lantaran memakai formasi 3-4-2-1, Xabi membutuh seorang striker pembunuh yang dalam bahasa taktikal disebut striker nomor “9”. Kalau tidak salah, Real Madrid saat ini tak memiliki penyerang murni. Maka dari itu, Xabi mungkin akan meminta Florentino Perez mendatangkan seorang penyerang nomor “9”.
Bukan penyerang semahal Victor Osimhen maupun Erling Haaland yang namanya muncul ke permukaan. Justru penyerang yang besar kemungkinan didatangkan adalah mantan anak asuhnya di Bayer Leverkusen, Patrik Schick.
Patrik Schick | SPOTIFY ARTIST pic.twitter.com/fiyrmH1X7b
— GND (@tinercignd) April 28, 2025
Jika dibandingkan striker yang dimiliki Real Madrid Castilla bernama Gonzalo Garcia, penyerang Republik Ceko itu tak lagi muda. Usianya hampir kepala tiga. Tapi jika Madrid perlu penyerang nomor “9” dengan segambreng pengalaman, Schick nama yang tepat.
Penyerang kelahiran Praha itu musim ini juga sudan bermain dalam 30 laga di Bundesliga, dan mencetak 19 gol. Belajar dari kedatangan Joselu, Real Madrid butuh penyerang yang bukan hanya tajam, tapi berpengalaman. Nah, Schick cocok karena dia juga telah merasakan berbagai atmosfer kompetisi.
Main di Liga Champions, pernah. Main di Liga Eropa, siapa tahu Real Madrid kepengin jajal main di Liga Malam Jumat, Schick juga berpengalaman. Ketimbang memaksa Gonzalo yang masih muda di posisi ini, Kylian Mbappe mungkin jadi opsi lain. Entah ia akan dipasang sebagai nomor “9” atau false nine.
🚨 Kylian Mbappé does not want to play the number 9 position at Real Madrid! 😬🇫🇷
He prefers his normal position from the left. 😳
(Source: @sport) pic.twitter.com/Dsps7szW78
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) November 6, 2024
Tapi mungkin lebih baik Los Blancos bujuk Schick aja deh. Meski kontraknya baru habis 2027 mendatang, harga Schick ini terjangkau bagi Madrid, hanya 27 juta euro saja. Nah, kalau strikernya Schick, siapa dua pemain yang akan membantunya di belakang?
Attacking Midfielder: Jude Bellingham dan Vini Jr
Schick akan dibantu dua gelandang serang yang gaya bermainnya beda: Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Kita mulai dari yang disebut belakangan. Pemain 180 juta euro itu memang daerah operasionalnya ada di lini tengah, tepatnya gelandang serang. Dengan memainkan Jude di habitatnya, Xabi akan lebih memaksimalkan potensinya.
Jude bisa menjadi penghubung antar-lini. Pergerakannya yang cair bisa menjadi opsi serangan dari lini kedua. Belum lagi, pemain kelahiran Midlands Barat itu juga mampu membikin pemain belakang lawan patah pinggang. Akselerasi dan giringannya berguna untuk menembus pertahanan lawan.
23 gols e 12 assistências para Jude Bellingham.
23 gols e 11 assistências para Vinícius Jr.
12 MOTM em La Liga para Jude.
11 MOTM em La Liga para o Vini.Que dupla 🔥 pic.twitter.com/hP3lnfyL8I
— 𝐋𝐚 𝐋𝐢𝐠𝐚 𝐁𝐫 🇪🇸🇧🇷 (@LaLigaBR) May 14, 2024
Oh ya, kemampuan umpan dan akurasi tembakan jarak jauhnya juga bermanfaat saat menghadapi lawan dengan pertahanan rendah. Bagaimana dengan Vini? Vini adalah pemain yang serba guna. Itu paten. Karena keserbagunaannya itu, El Kemaki bisa ditaruh di gelandang serang.
Mungkin walau ditaruh di tengah, Vini akan tetap bermain melebar lewat aksi meliuk-liuk khas Sambanya. Atau, bisa juga ia menjalankan peran sebagai pemancing pressing lawan, karena Vini juga cukup jago dalam melakukan link-up play.
Center Midfielder: Eduardo Camavinga dan Federico Valverde
Bagaimana dengan dua gelandang tengah? Real Madrid sebenarnya mengincar sejumlah pemain. Salah satunya Martin Zubimendi. Tapi sang pemain lebih condong ke Arsenal. Selain itu, Madrid juga sempat inginkan Rodri. Namun peraih Ballon d’Or itu tak menggubris Los Blancos.
Joshua Kimmich yang semula diproyeksikan menjadi penerus Toni Kroos, justru memperpanjang kontrak di Bayern Munchen. Hingga sejauh ini, Real Madrid kehabisan opsi gelandang baru. Namun, Xabi tak perlu cemas karena di skuad saat ini banyak stok pemain tengah yang bisa dipakai.
Fede Valverde (24)
Aurélien Tchouaméni (23)
Eduardo Camavinga (20)
Jude Bellingham (19)Imagine this future Real Madrid midfield 💫 pic.twitter.com/HvmrAUVn2b
— B/R Football (@brfootball) May 3, 2023
Boleh jadi Xabi Alonso akan menduetkan Eduardo Camavinga dan Federico Valverde di lini tengah. Camavinga sebagai pemain yang versatile punya kelincahan dan sapuan-sapuan yang luar biasa. Di satu sisi, Valverde bisa menawarkan agresivitas.
Keahliannya dalam menembak juga sangat dibutuhkan, terutama tatkala menghadapi lawan yang bermain pertahanan rendah. Lanjut ya, nah karena memakai formasi 3-4-2-1, Xabi membutuhkan dua bek sayap. Jika di Leverkusen, ia punya Jeremie Frimpong dan Alex Grimaldo, kalau di Real Madrid, siapa yang mengisi posisi itu?
Wingback, Kanan: TAA, Kiri: Alex Grimaldo
Jelas di posisi bek sayap kanan akan diisi Trent Alexander-Arnold. Pemain yang diboyong dari Liverpool memang paling pas mengisi sektor bek sayap kanan. TAA pemain yang fleksibel. Ia juga eksplosif. TAA yang kadang bermain sebagai gelandang juga bisa menjadi bek sayap yang bergerak inverted. Gerakannya itu bisa saja membuat pemain seperti Vini melebar.
Jika di kanan Madrid sudah punya TAA, bagaimana di kiri? Sejumlah media termasuk Relevo memberitahu bahwa Alejandro Grimaldo adalah opsi yang tepat. Bek kiri asal Spanyol itu sudah begitu nyetel dengan taktik Alonso.
Grimaldo adalah bek kiri serba bisa. Di tangan Alonso, ia kuat dalam bertahan dan menyerang. Keahlian umpan ditambah kontrol bolanya yang apik bisa mendukung progresi permainan Los Blancos. Itu di posisi bek sayap, lalu bagaimana dengan tiga bek di lini belakang?
🚨🚨 CONFIRMED: Alex Grimaldo is a REAL option to become Real Madrid’s new LB. @JorgeCPicon @MatteMoretto pic.twitter.com/JBBscYOet3
— Madrid Zone (@theMadridZone) May 12, 2025
Center Back: Dean Huijsen, William Saliba, Piero Hincapie
Kalau sektor bek tengah rumornya banyak banget. Baru-baru ini saja Madrid kabarnya sudah menjalin kesepakatan verbal dengan bek Bournemouth, Dean Huijsen. Ya, Huijsen mungkin akan mengisi salah satu slot bek tengah era Xabi.
Usianya baru 20 tahun, tapi tampil cemerlang di Premier League. Ia sosok bek yang agresif, cakap membaca permainan, dan proaktif berkat ketenangannya menguasai bola. Huijsen ini juga bisa mencetak gol seperti idolanya, Sergio Ramos. Ya, Huijsen menjadikan eks bek Los Blancos itu referensi.
🚨⚪️ Real Madrid had a direct contact with Dean Huijsen’s camp and player’s priority is confirmed.
Real also registered release clause details: £50m to be paid in 3 installments, not in one solution.
❗️ Timing will be key as Chelsea, Liverpool and Arsenal are ready to advance. pic.twitter.com/CntjunRWey
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) May 13, 2025
Selain Huijsen siapa lagi? Ada William Saliba yang terus dilirik. Meski kemungkinan negosiasi dengan Arsenal alot, Madrid masih mengusahakan. Saliba sosok bek yang juga agresif. Ia cukup klinis di lini belakang dengan kepiawaiannya dalam menyapu bola.
Selain dua nama tadi, Xabi kabarnya juga akan membawa bekas beknya, Piero Hincapie ke Bernabeu. Pemain Ekuador itu dinilai cocok dalam proyek Galacticos Jilid III. Demi mewujudkannya, Madrid perlu menebus klausul pelepasan senilai 68 juta euro, mengingat kontrak sang pemain baru rampung 2029 mendatang. Tinggal apakah Perez mau menebus klausul itu.
🚨 NEW: Real Madrid are monitoring Bayer Leverkusen’s Piero Hincapié.
Xabi Alonso would be delighted if Real Madrid signed him. @Rodra10_97 @relevo pic.twitter.com/X51DGw7jeP
— Madrid Zone (@theMadridZone) May 3, 2025
Fyi aja nih, Hincapie adalah sosok bek dengan kemampuan ball-playing. Ia memiliki umpan yang baik. Serangan Leverkusen beberapa kali juga berasal darinya. Hincapie bisa menjadi opsi yang lebih baik daripada terus memaksakan Raul Asencio sebagai pilihan utama.
Kiper: Thibaut Courtois
Mungkin kamu akan tanya, terus kipernya siapa min? Thibaut Courtois rasanya akan tetap menjadi andalan. Kiper-kiper Bayer Leverkusen seperti Lukas Hradecky maupun Matej Kovar tidak sepadan dengan kiper Belgia itu. Jadi, Xabi akan tetap memainkan Courtois sebagai kiper utama.
Dengan susunan pemain seperti ini, menurut football lovers, terutama para fans Real Madrid nih, musim depan bisa nggak tim jagoanmu itu meraih treble? Bisa dong, ya. Masa kalah sama Manchester City?!
Sumber: beinSPORTS, Grada3, TeamTalk, TheSun, FootballTalentScout, Tribuna, YahooSport


