Menanti Menurunnya Pamor Liga Spanyol Usai Ditinggal Messi

spot_img

Kabar Lionel Messi yang tidak lagi bermain untuk FC Barcelona lebih dari sekadar berita. Pun bukan hanya perpisahan seorang pemain dengan tim yang ikut membesarkan namanya. Namun dampak lain akan turut serta mengikuti langkah kaki Messi untuk keluar dari Camp Nou. Apa jadinya Barcelona tanpa La Pulga?

Begitu kira-kira pertanyaan yang menghiasi kepala para fans sepak bola. Namun bukan hanya Barcelona yang bakal merugi ditinggal Messi. Liga Spanyol atau La Liga juga kemungkinan besar mendapat kerugian yang sama, bahkan bisa jadi jauh lebih besar. Meskipun hal itu berkali-kali ditampik oleh Presiden La Liga, Javier Tebas.

Javier Tebas penuh keyakinan kalau La Liga tidak akan menderita tanpa kehadiran sosok Lionel Messi. Ia menyamakan kasus Messi ini dengan kepergian Cristiano Ronaldo dan Neymar beberapa tahun lalu. Waktu itu banyak yang berspekulasi kalau La Liga akan rugi secara finansial lantaran kehilangan sponsor akibat perginya Ronaldo dan Neymar.

Namun, sampai hari ini Javier Tebas tetap saja teguh dengan pernyataan “Kami siap!”. Seolah-olah La Liga Santander tak membutuhkan pemain bintang dan itu artinya tak memerlukan sponsor. Sebab tak dapat dipungkiri, kalau kehadiran pemain bintang di sebuah liga bakal berpengaruh pada sponsor yang masuk.

Tebas tampaknya perlu diingatkan kembali momentum Ronaldo yang hengkang dari Real Madrid. CR7 yang dipinang Juventus, raksasa Tim Liga Italia, Serie A sanggup memantik sponsor agar menambah nominalnya untuk si nyonya tua. Begini, saat belum kedatangan CR7, Jeep, sponsor Juventus, hanya spending di angka 16 juta euro atau waktu itu sekitar Rp 269 miliar.

Akan tetapi setelah CR7 berseragam Juventus sejak 2018 silam, Jeep berani menaikkan angkanya tiga kali lipat lebih, menjadi 50 juta euro atau 842 miliar saat itu. Apparel Adidas juga menaikan nilainya sampai 51 juta euro atau setara Rp 859 miliar kala itu. Berkat Ronaldo pula, pendapatan dari penjualannya jersey di seluruh official store Juventus mencapai Rp 884 miliar.

Sementara Los Blancos, klub yang ditinggalkan Ronaldo merana dan bahkan pamornya cenderung merosot. Marca melaporkan, seandainya Messi tetap bertahan di Barca, setidaknya itu bisa menguntungkan banyak pihak, termasuk para pebisnis klub di La Liga dan bahkan La Liga itu sendiri.

“La Liga tidak bisa membiarkan Messi pergi. Mereka akan membuat kesalahan dan kita akan menyesalinya,” kata Angel Torres, Presiden Getafe.

Direktur Umum Diagonal Investments, Marc Ciria kepada Marca mengatakan kalau Messi adalah aset berharga yang dimiliki La Liga. Messi itu satu-satunya pemain waralaba yang tersisa di La Liga. “Jika dia (Messi) pergi ke liga lain, maka sepak bola Spanyol menjadi kurang menarik dan tidak kompetitif,” kata Ciria.

Apabila nanti Liga Spanyol pamornya betul-betul turun drastis usai ditinggal Messi, kita tidak bisa langsung menuding Javier Tebas lah yang mesti bertanggung jawab. Karena sebenarnya, Tebas sendiri sudah sekuat tenaga untuk mempertahankan Messi di La Liga. Tebas dan bos El Barca, Juan Laporta sudah berkasak-kusuk untuk membuat peraturan La Liga lebih fleksibel demi sang mega bintang bisa menandatangani kontraknya lagi di Barcelona.

Namun belum juga beleid itu tercapai, banyak pihak yang mengkritik. Apalagi kalau hanya Barca yang diperbolehkan melebihi tagihan upah yang sudah ditentukan. Klub-klub lain di La Liga tentu akan iri, dan menganggap kalau Javier Tebas dan Juan Laporta sedang membentuk pohon oligarki.

Alhasil, Messi pun resmi bukan sebagai pemain Barcelona. Ia santer dikabarkan bakal bersama-sama sahabatnya, Neymar mengantarkan Paris Saint-Germain juara Liga Champions, kalau memungkinkan. Dan petaka pun bisa jadi menimpa La Liga. Javier Tebas harus menyadari hal itu secepatnya.

Mengingat Liga Spanyol memang kalah pamor dari Liga Inggris dan bahkan Liga Jerman. Nyaris tidak ada yang menarik dari pertandingan-pertandingan di La Liga. Satu-satunya yang menarik dan patut dinanti adalah laga El-Clasico, duel antara Real Madrid dan FC Barcelona.

Persaingan antar pemain di El-Clasico juga menjadi daya tarik tersendiri. Dari era Ronaldinho dan David Beckham, hingga Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Sepeninggal Messi, persaingan antar pemain di laga El-Clasico tak lebih menarik dari pertandingan tarkam. Siapa yang mau dan tertarik melihat duel Braithwaite vs Hazard? Melihat siapa yang paling tangguh, antara Pique dan Alaba, juga tak menarik.

Padahal, kedatangan David Alaba ke Real Madrid sedikit meningkatkan ekspektasi penonton. Banyak yang menantikan bagaimana seorang Messi melewati Alaba, atau sebaliknya. Alaba yang membikin Messi frustasi.

Namun apalah hendak dikata, La Liga sudah kehilangan pemain-pemain yang bernilai tinggi. Selain itu, persaingan di tangga klasemen Liga Spanyol juga tidak begitu kompetitif. Juaranya sudah bisa ditebak, kalau tidak Atletico Madrid, Atletico Madrid, atau ya Atletico Madrid. Sementara Barca dan Real Madrid hanya batu sandungan pasukan Diego Simeone. Klub lain? Tentu sebagai pelengkap, biar dikira tidak sedang main PES.

Kalau sudah begini, yang bisa ditonton dari La Liga dan bikin kita semua riang gembira cuma satu. Kostum kandangnya FC Barcelona yang seperti badut Ancol itu.

Sumber referensi: Timesofindia.com, Detik.com, Kompas.com, Marca.com.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru