Tepat pada Juli 2018 lalu, dunia sepakbola dihebohkan dengan kepindahan Cristiano Ronaldo menuju Juventus yang diboyong dengan nilai sebesar 100 juta euro atau setara 1,68 triliun rupiah.
Kedatangan Ronaldo menuju Juventus telah membuat Serie A kian menarik. Kompetisi yang sebelumnya kurang diminati dalam waktu yang cukup lama itu kembali bergairah, berkat kedatangan CR7.
DONE DEAL: Cristiano Ronaldo has joined Juventus! 🏴🏳️ pic.twitter.com/A0Ls6GB0UN
— Football Daily (@footballdaily) July 10, 2018
Namun setelah beberapa tahun berlalu, masa depan sang pemain di Juventus terus dispekulasikan. Bahkan sudah ada beberapa klub yang berniat menampung jasa pemain yang kini berusia 36 tahun itu.
Sejatinya, rumor kepergian Ronaldo dari Juventus sudah tercium sejak beberapa bulan lalu. Terlebih, ketika Juventus kesulitan menembus posisi empat besar kompetisi Serie A. Si Nyonya Tua yang harus berjuang sampai titik penghabisan untuk bisa tampil di kompetisi tertinggi Eropa itu terus dihinggapi kabar bila salah satu bintang besarnya bakal tinggalkan klub.
Calciomercato bahkan mengungkapkan bila CR7 menginginkan hijrah dari Juventus dan telah menghubungi sang agen, Jorge Mendes. Ia berharap sang agen bisa mencarikannya klub baru setelah ia memutuskan berpisah dengan Juventus.
Kabar serupa juga diungkapkan oleh jurnalis Spanyol, Guillem Balague. Sang jurnalis mengatakan bila Ronaldo memang berpotensi tinggalkan Juventus. Namun menurutnya, bukan Ronaldo yang ingin hengkang, justru Juventus lah yang tampak tidak ingin mempertahankan sang pemain.
Di luar kabar yang terus berhembus, kiprah Ronaldo selama berseragam Juventus sejatinya tidak terlalu buruk. Apalagi di usianya yang ke 36 tahun.
Pada rekor klub, Ronaldo berhasil memecahkan rekor sebagai pemain tercepat Juve yang mampu mencetak sebanyak 10 gol dalam 16 laga di semua kompetisi. Selain itu, dia juga menjadi pencetak gol terbanyak Juventus dalam satu musim kompetisi dengan raihan 37 gol di musim 2019/20.
📆 2018-19: 28 goals
📆 2019-20: 37 goals
📆 2020-21: 35 goals*💯 up for Cristiano Ronaldo at Juventus 👑 pic.twitter.com/w6YMDuki3e
— Goal (@goal) May 12, 2021
Di kompetisi Serie A, Ronaldo berhasil mencetak gol terbanyak beruntun di Liga Italia dengan catatan 11 kali. Ia juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam tujuh pertandingan beruntun dalam musim debut di kompetisi Negeri Pizza.
Tidak sampai disitu saja, Ronaldo tercatat sebagai pemain Portugal pertama yang sukses mencetak hattrick di Liga Italia. Lebih lanjut, dia juga menjadi pemain tercepat yang mencetak 50 gol Liga Italia, yaitu hanya dalam 61 pertandingan.
Dengan deretan rekor luar biasa itu, apa jadinya bila Ronaldo tinggalkan Juventus?
Apa yang Akan Terjadi Bila Ronaldo Tinggalkan Juventus?
Bila menilik pada rekor yang diciptakan, terlihat bahwa Ronaldo hanya catatkan rekor pribadi. Padahal, rencana awal Juventus dalam mendatangkan Ronaldo adalah karena klub ingin memenangi kompetisi Liga Champions Eropa. Sedangkan selama kurang lebih tiga tahun dia membela klub, Juventus sama sekali tidak pernah merasakan gelar tertinggi Eropa itu.
Jadi bisa dibilang, rekor individu yang diciptakan Ronaldo tidak berdampak pada prestasi besar yang diraih Juventus. Atau dengan kata lain, kepergian Ronaldo mungkin akan menjadi sesuatu yang tidak disesali oleh Juventus.
Memang benar bila saat Ronaldo berada di klub, popularitas Juventus langsung meningkat tajam. bertambah signifikannya pengikut di sosial media. Selain itu, Juventus pernah menjual jersey Cristiano Ronaldo sampai Rp 892 miliar hanya dalam 24 Jam.
The first day of Ronaldo Juventus jersey sales made an absurd amount of money: https://t.co/ec17YTabo3 pic.twitter.com/7nnIqIJSk8
— BarDown (@BarDown) July 20, 2018
Namun semua hal itu tidak lantas berdampak pada prestasi mereka selama ini, terutama ketika bicara tentang level Eropa. Juventus memang berhasil menguasai kompetisi Italia selama 9 musim beruntun, namun mereka selalu kandas saat bermain di Liga Champions.
Di kompetisi Liga Champions Eropa musim 2020/21 lalu, Juventus resmi gagal usai disingkirkan FC Porto di babak 16 besar. Dengan begitu, klub yang berbasis di Turin Italia itu lagi-lagi kembali gagal meraih gelar yang sudah tak pernah dimenangkan sejak tahun 1996.
Bahkan boleh dibilang, sejak mendatangkan Ronaldo, prestasi Juventus secara keseluruhan justru mengalami penurunan!
Sebelum CR7 datang ke Juventus, klub tersebut mampu mencapai partai final Liga Champions Eropa sebanyak dua kali dalam kurun waktu empat tahun. Namun setelah Ronaldo datang, mereka hanya mampu melaju sampai ke babak perempat final di musim debut sang bintang, untuk kemudian tersingkir di babak 16 besar dalam dua musim berikutnya.
Lebih mirisnya lagi, kegagalan Juventus di kompetisi Eropa disebabkan oleh tim-tim yang seharusnya bisa mereka kalahkan, seperti Ajax Amsterdam, Lyon, hingga yang terakhir FC Porto.
UEFA Champions League – RESULTS:
Lyon 1-0 Juventus
Real Madrid 1-2 Manchester CityJuventus fail to find the net in France while Man City secure a massive victory in Spain.#UCL pic.twitter.com/2t4taRKtH3
— SuperSport 🏆 (@SuperSportTV) February 26, 2020
Bahkan, kegagalan Ronaldo dalam membawa Juventus berjaya tidak hanya terjadi di kompetisi Liga Champions Eropa saja. Di kompetisi domestik, Ronaldo gagal mempertahankan gelar scudetto yang sebelumnya sudah berhasil diraih sebanyak dua kali. Selain itu, dalam dua musim pertamanya, dia juga gagal persembahkan trofi Coppa Italia.
Padahal sebelum Ronaldo datang, Juventus berhasil meraih double winner selama empat musim beruntun.
Meski dengan torehan gol luar biasanya Ronaldo tidak lantas bisa disalahkan begitu saja, yang pasti, sejak kehadirannya, kestabilan skuad Juventus terus dipertanyakan. Kepergian Ronaldo disebut tidak akan berdampak masif pada kekuatan Juventus. Apalagi seperti yang sudah disinggung, Juventus justru memiliki prestasi yang lebih baik sebelum mendatangkan CR7.
Tuai Kritik Dari Banyak Pihak
Penurunan prestasi yang dialami Juve sejak mendatangkan Ronaldo kemudian mengundang kritik dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah Antonio Cassano. Eks pemain Real Madrid itu tak sungkan untuk menyebut bila Juventus telah melakukan kesalahan dengan merekrut Ronaldo.
Dalam hal ini, Cassano menyoroti prestasi Juventus yang belum juga meraih gelar Liga Champions Eropa. Padahal seperti yang kita tahu, tujuan utama mereka dalam merekrut Ronaldo adalah untuk memenangkan trofi Liga Champions Eropa.
“Juventus mendatangkan dia [Ronaldo] untuk memenangkan Liga Champions, namun mereka justru menjadi lebih buruk ketimbang sebelumnya,”
“Mereka sudah tentu menjuarai Scudetto tanpa dia. [Bersama Ronaldo] ini justru menjadi proyek yang salah.”
Satu kritik lainnya yang cukup mengejutkan adalah ketika pelatih baru Juventus, Massimiliano Allegri, mengatakan bila keberadaan Ronaldo justru mengganggu keseimbangan tim. Allegri disebut tidak menyukai Ronaldo dan memandangnya sebagai pemain yang tidak cocok untuk masuk dalam proyek perkembangan klub.
🗞 Before leaving Juventus, Allegri left a piece of advice for Agnelli: “Get rid of Ronaldo, he’s blocking the growth of the team and the club.”
[Via La Republicca] pic.twitter.com/ayrK8gfz6v
— Footy Accumulators (@FootyAccums) April 13, 2021
Allegri juga sedikit kecewa ketika salah satu pemain andalannya, Paulo Dybala, mengalami penurunan performa tepat setelah Ronaldo bergabung dengan Juve. Maka dari itu, pelatih asal Italia tersebut berencana membantu Dybala menemukan kembali level terbaiknya, dan siap memusatkan kekuatan Juve pada pemain berjuluk La Joya.
Bila Allegri memang tidak ingin mengikutkan nama Ronaldo di skuad Juventus pada musim depan, maka salah satu klub yang paling berpotensi mendapatkan jasa sang pemain adalah Paris Saint Germain.
PSG merupakan klub kaya raya. Maka mereka tidak akan kesulitan untuk membayar gaji Ronaldo. Selain itu, klub tersebut juga sudah banyak datangkan bintang. Ronaldo mungkin akan mempertimbangkan tawaran dari PSG yang kini sudah diisi oleh banyak pemain top, salah satunya Sergio Ramos, yang merupakan mantan rekan setimnya di Real Madrid.
Bahkan ada kabar yang menyebut bila PSG siap memasukkan nama Mauro Icardi sebagai pemulus transfer ini. Mereka siap membayar sejumlah dana plus Mauro Icardi demi memboyong Ronaldo ke Parc de Princes.
Manajemen Juventus Ingin Pertahankan Ronaldo
Namun begitu, bukan hal mudah bagi Allegri untuk membangun kekuatan Juventus tanpa Ronaldo. Pasalnya, Federico Cherubini yang merupakan direktur olahraga baru Juventus menegaskan bila belum ada pembicaraan dari pihak Ronaldo. Malah dia cenderung untuk mempertahankan sang bintang.
Cristiano Ronaldo has confirmed that he will stay at Juventus, with his agent pushing for a 1-year contract extension.
[La Gazzetta dello Sport] pic.twitter.com/eUblBpVk89
— Footy Accumulators (@FootyAccums) July 16, 2021
“Kami tidak perlu membicarakan transfer, dan Juventus tidak ingin menjual Cristiano Ronaldo. Kami berbicara soal pemain yang mencetak 36 gol dari 44 pertandingan bersama kami musim lalu,”


