Menakar Kiprah Julian Nagelsmann Bersama FC Bayern

  • Whatsapp
Menakar Kiprah Julian Nagelsmann Bersama FC Bayern
Menakar Kiprah Julian Nagelsmann Bersama FC Bayern

Dari kompetisi Bundesliga, FC Bayern baru saja mengumumkan bahwa mereka resmi mendapatkan pelatih muda nan potensial bernama Julian Nagelsmann. Pelatih yang didatangkan dari RB Leipzig seharga 25 juta euro ini resmi menggantikan posisi Hansi Flick, yang dikabarkan telah mengundurkan diri dari kursi kepelatihan The Bavaria.

Dalam pernyataannya, FC Bayern akan mulai bekerja sama dengan sosok pelatih berusia 33 tahun tersebut pada Juli 2021. Lebih lanjut, Nagelsmann dilaporkan bakal stay di Allianz Arena sampai 2026 mendatang.

Bacaan Lainnya

Sejatinya, Nagelsmann telah mendapat tawaran untuk melatih beberapa klub. Akan tetapi, dia akhirnya memilih FC Bayern sebagai destinasi barunya. Nagelsmann beralasan bahwa Bayern memang menjadi tim yang telah dia impikan sejak lama. CEO RB Leipzig, Oliver Mintzlaff, sejujurnya masih ingin mempertahankan Nagelsmann untuk menjadi pelatih kepala mereka. Akan tetapi, dia menyadari ambisi sang pelatih yang memang ingin menangani klub terbaik dengan sejarah luar biasa di Jerman.

Perjalanan Karir Sang Pelatih Muda

Julian Nagelsmann sendiri punya perjalanan yang unik sebelum menjadi salah satu juru taktik paling cemerlang di dunia. Nagelsmann sudah memutuskan pensiun dari dunia sepakbola sejak usia 21 tahun, karena mengalami cedera lutut parah. Karena tetap ingin berada di dunia yang dicintainya, Nagelsmann lalu menerima tawaran Thomas Tuchel yang mengajaknya untuk menjadi bagian dari tim Augsburg, tepat di tahun 2008. Ketika itu, Nagelsmann diminta untuk menjadi pelatih tim kedua Augsburg.

Kemudian, dia melanjutkan karir dengan menjadi pelatih akademi 1860 Munich. Tak berselang lama, Nagelsmann kembali lanjutkan langkah untuk bergabung dengan tim akademi Hoffenheim. Sempat ditawari untuk menjadi pelatih tim utama Hoffenheim pada musim 2016/17, Nagelsmann malah menerima jabatan itu lebih cepat.

Tepat pada tahun 2015 silam, pelatih kepala Huub Stevens, resmi mengundurkan diri dari klub karena masalah kesehatan. Maka dari itu, Nagelsmann maju dan resmi menjadi pelatih termuda, di usia 28 tahun.

Kiprah Nagelsmann ketika ditunjuk sebagai pelatih utama Hoffenheim langsung mencuri perhatian. Di musim pertamanya, dia berhasil menyelamatkan tim dari zona degradasi, dimana Hoffenheim hanya memiliki satu poin lebih banyak dari tim yang harus rela turun kasta.

Keajaiban berikutnya adalah, Nagelsmann berhasil membawa Hoffenheim lolos ke kompetisi Liga Champions Eropa untuk kali pertama dalam sejarah, pada musim 2016/17. Sejak saat itu, nama Nagelsmann terus dikaitkan dengan sejumlah tim top Eropa, tak terkecuali Tottenham Hotspurs dan juga Manchester United.

Pada 2019 silam, Nagelsmann kemudian menerima pinangan RB Leipzig, dimana dia juga berhasil ciptakan banyak kejutan di sana, salah satunya adalah membawa tim tersebut lolos ke babak semifinal Liga Champions Eropa. Tidak hanya itu, Nagelsmann juga berhasil menjadikan tim yang bermarkas di Red Bull Arena sebagai salah satu yang terus menjadi penantang gelar di kompetisi Bundesliga sampai sekarang.

Kini, di tengah kabar yang terus memberitakan kelanjutan karir sang manajer, seperti yang sudah disinggung di awal, FC Bayern resmi menjadi klub yang sukses mendapatkan jasanya.

Sekarang, tinggal bagaimana sistem yang akan diusung oleh sang manajer dalam melanjutkan kedigdayaan Bayern di kancah domestik maupun Eropa.

Memanfaatkan Potensi Para Pemain Muda

Kita semua tahu bila sosok Julian Nagelsmann begitu lekat dengan barisan para pemain mudanya. Dia menjadi pelatih yang memang percaya bila kekuatan sebuah tim sedikit banyak bergantung dengan bagaimana cara mereka membina para pemain mudanya.

Di RB Leipzig, Julian Nagelsmann memiliki skuad dengan rata-rata usia 24,6 tahun. Tercatat, hanya nama Peter Gulacsi, Philipp Tschauner, dan Kevin Kampl saja yang sudah menyentuh angka 30 tahun. Jika menilik pada aktivitas transfer pemain yang dilakukan Nagelsmann, dia juga nyaris tidak pernah membeli pemain yang berada di usia lebih dari 25 tahun.

Misalnya saja Angelino dari Manchester City yang berusia 22 tahun, Patrik Schick dan Justin Kluivert dari AS Roma yang masing-masing baru berusia 23 dan 21 tahun. Selain itu, masih ada nama hebat lainnya seperti Alexander Sorloth, Dominik Szoboszlai, serta Hwang Hee-Chan yang usia nya tidak lebih dari 25 tahun.

Sebelum di RB Leipzig, atau tepatnya ketika masih menjadi bagian dari Hoffenheim, Nagelsmann juga begitu lekat dengan beberapa pemain yang bahkan dididiknya dari akademi, seperti Niklas Sule, Jonas Hofmann, Davie Selke, Nadiem Amiri, sampai Sead Kolasinac.

Dengan begitu, akan sangat wajar bila di Bayern nanti, dia akan mencoba untuk mengembangkan para bakat muda.

Bila mengingat pentingnya sosok Sebastian Rudy di era kejayaannya bersama Hoffenheim, Nagelsmann tampak akan tertuju pada pemain bernama Marc Roca. Sosok gelandang bertalenta itu saat ini memang masih belum mampu keluarkan aksi terbaiknya, setelah FC Bayern memiliki pemain sekelas Joshua Kimmich dan Leon Goretzka di lini tengah. Namun di bawah Nagelsmann nanti, bukan tak mungkin bila kita akan lebih sering menyaksikan aksi Roca di atas lapangan.

Di klub dengan gelar Bundesliga terbanyak itu, Nagelsmann akan memberi pengalaman berbeda pada para penggemar, dimana dia disebut akan lebih sering memunculkan nama pemain muda di daftar skuad yang diturunkan.

Perubahan Gaya Permainan

Berikutnya, selain akan lebih memaksimalkan para bakat muda, perubahan gaya bermain Bayern dibawah Julian Nagelsmann juga hampir pasti terjadi.

Di tangan Hansi Flick, Bayern memainkan pertandingan yang begitu luar biasa. Pelatih berusia 56 tahun tersebut berhasil catatkan 68 kemenangan, tujuh kali imbang dan hanya delapan kali kalah dari 83 pertandingan yang dimainkan. Selama 17 bulan kepemimpinannya, dia sangat lekat dengan sistem 4-2-3-1, kecuali dalam 12 pertandingan lainnya.

Di sisi lain, Julian Nagelsmann sangat cocok dengan formasi tiga bek. Meski Nagelsmann tidak asing dengan sistem 4-2-3-1 yang selama ini diusung Bayern, dirinya diprediksi akan tetap berada pada sistem 3-4-2-1 dimana dia telah menggunakannya dalam 58% pertandingan Leipzig musim ini. Perlu diketahui pula bahwa sistem ini sudah dia gunakan sejak menangani Hoffenheim.

Meski hanya menempatkan tiga bek, Leipzig menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di kompetisi Bundesliga sejauh ini (25). Tujuh lebih sedikit dari Wolfsburg dan 15 lebih sedikit dari FC Bayern!

Sistem tiga bek memungkinkan tim asuhan Nagelsmann untuk memainkan penguasaan bola, sembari mencari celah dari sisi lapangan dengan tetap melakukan umpan-umpan pendek. Lalu, ketika kehilangan bola, maka mereka akan berusaha untuk merebutnya secepat mungkin. Bahkan, bila memang dibutuhkan, para pemain depan akan turun ke belakang untuk membantu pertahanan.

Dengan cara itu, Leipzig mampu mengumpulkan sebanyak 57% penguasaan bola setiap pertandingannya. Mereka juga mampu menyelesaikan jumlah operan pendek yang sama seperti FC Bayern, yaitu sebanyak 541 kali per pertandingan.

Di FC Bayern, dalam posisi tiga bek, Nagelsmann mungkin akan memanfaatkan pemain seperti Lucas Hernandez, Niklas Süle dan Dayot Upamecano. Dalam hal ini, Nagelsmann praktis bakal mengutak-atik lini pertahanan Bayern, mengingat Die Roten, pada musim ini sering kebobolan oleh gol gol krusial karena memiliki garis pertahanan tinggi yang kerap berlebihan.

Di sistem serangan sendiri, Nagelsmann mungkin tidak akan melakukan banyak perubahan, namun tetap akan melihat potensi pemain yang dirasa cocok untuk mengisi posisi tertentu. Membangun serangan dengan umpan-umpan pendek akan menjadi andalan. Dengan adanya perubahan sistem, Bayern juga diprediksi bakal lebih sering memanfaatkan serangan balik yang tak jarang berawal dari sisi sayap.

Untuk mendukung rencana ini, dari sayap kiri, nama Alphonso Davies tentu akan menjadi andalan mengingat sang pemain punya kecepatan luar biasa. Lalu, di sayap kanan, nama Serge Gnabry juga berpotensi akan lebih sering digunakan, dimana kita tahu sang pemain pernah bekerja sama dengan Julian Nagelsmann ketika keduanya masih sama-sama membela Hoffenheim. Itu mungkin bukan posisi favoritnya, namun, langkah tersebut bakal menjadi solusi terbaik baginya untuk bisa mendapat lebih banyak menit bermain.

Kemudian, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, lini tengah Bayern diklaim akan tetap diisi oleh dua nama berkualitas, Leon Goretzka dan Joshua Kimmich. Dua pemain tersebut berpotensi berguna untuk membuat serangan Bayern datang dari segala arah, persis seperti yang dilakukan oleh Marcel Sabitzer bersama RB Leipzig.

Sementara itu, dua pemain di belakang Robert Lewandowski akan diisi nama Leroy Sane dan Thomas Muller. Ketiga pemain depan itu akan dimanfaatkan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya. Pasalnya, kita semua tahu bila tidak hanya Lewandowski saja yang punya kemampuan mencetak gol terbaik. Masih ada Thomas Muller dan Leroy Sane, yang memang punya kualitas jempolan sebagai penggedor lini pertahanan lawan.

Meski ada beberapa pemain yang mungkin akan berganti posisi, jangan ragukan Julian Nagelsmann. Dia sudah banyak mengubah posisi pemain. Sebut saja Marcel Sabitzer yang merupakan kapten Leipzig, dia memiliki posisi asli sebagai gelandang serang atau sayap kanan. Namun setelah Nagelsmann mencobanya untuk bermain di lini tengah, laju larinya yang tak kenal lelah serta tembakan gledek yang tak jarang dilepaskan, bisa sangat berguna bagi tim yang dibelanya.

Berikutnya ada Angelino yang kita tahu berposisi sebagai full back, namun diminta bermain lebih maju oleh Nagelsmann untuk menjadi seorang winger. Hasilnya, dia menjadi pemain dengan andil gol terbanyak (19) dibandingkan dengan pemain lain di Leipzig.

Jadi jangan khawatir bila nantinya nama Leroy Sane yang lebih sering kita lihat berposisi sebagai seorang pemain sayap, akan ditempatkan Nagelsmann di belakang penyerang utama. Kita mungkin akan melihat potensi yang jauh lebih besar dari pemain asal Jerman tersebut, ketika sudah ditangani oleh sang pelatih berjuluk “mini-Mourinho”.

 

Sumber referensi: bavarianfootball, dw, highlightsfootball, themastermindsite, bundesliga 1, bundesliga 2

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *