Mau Beli Kylian Mbappe, Real Madrid Kok Kemaruk Banget, Sih!?!?

spot_img

Hasrat manusia itu ibarat lautan. Dikuras tak akan ada habisnya. Di dunia politik, hasrat dan ambisi adalah bahan bakarnya. Jadi walikota tak puas, ingin jabatan gubernur. Sudah menjabat gubernur, masih menginginkan kursi presiden. Setelah jadi presiden ingin menambah masa berkuasa.

Namun, hasrat atau lebih tepatnya kerakusan tidak hanya ada di dunia politik. Dalam hampir semua lini kehidupan, rakus tak bisa dilepaskan. Termasuk tentu saja di blantika sepak bola. Dan sebuah simbol kerakusan di sepak bola ada dalam diri raksasa Liga Spanyol, Real Madrid. Lho, mengapa begitu?

Sinyal Kuat Kylian Mbappe Merapat ke Real Madrid

Sudah menjadi rahasia umum kalau Real Madrid adalah tim terkuat. Bahkan tak berlebihan kalau menyebutnya terkuat dari yang terkuat. Di Eropa, Real Madrid adalah rajanya dengan 14 gelar Liga Champions. Los Merengues juga tidak pernah kehabisan pemain hebat dan mahal.

Musim 2023/24 saja Los Galacticos dipenuhi pemain-pemain yang, bukan hanya hebat, tapi juga harganya mehong. Mari mengabsennya beberapa. Jude Bellingham (180 juta euro), Federico Valverde (100 juta euro), Aurelien Tchouameni (90 juta euro), Eduardo Camavinga (90 juta euro), Rodrygo Goes (100 juta euro), Eder Militao (70 juta euro), hingga Vinicius Junior (150 juta euro).

Sudah punya para pemain mahal lagi berbakat, Los Blancos masih belum puas. Dikira menyerah mengejar Kylian Mbappe, Real Madrid justru menghidupkan lagi minatnya pada pemain tersebut. Bahkan sampai dengan naskah ini dibuat, rumor transfer Mbappe ke Real Madrid yang membosankan itu kabarnya akan sampai pada episode terakhir.

Dilansir Marca, sebuah media yang sering memoles citra Real Madrid, Mbappe siap menandatangani kesepakatan dengan Los Galacticos setelah memutuskan tak lagi bertahan di Parc des Princes. Menariknya Mbappe hanya akan digaji 15 juta euro (Rp254 miliar) per tahun di Real Madrid. Jumlah gaji yang bahkan tak sampai setengah gaji Mbappe di PSG (32 juta euro).

Memang, gaji Mbappe di Los Galacticos lebih sedikit dari saat bermain untuk PSG. Tapi menurut laporan Guillem Balague dari BBC Sport seperti dikutip Bleacher Report, Los Galacticos akan membayar 150 juta euro sebagai bonus penandatanganan. Ya, sekitar Rp2,5 triliun!

Jumlah uang tadi belum termasuk imbalan hak citranya. Dengan kata lain, walaupun statusnya bebas transfer, tapi Real Madrid masih akan mengeluarkan banyak uang hanya untuk mendapatkan tanda tangan peraih Piala Dunia 2018 itu. Menurut begawan transfer Fabrizio Romano, kesepakatan ini akan selesai pada 1 Juli 2024 mendatang.

Belum Selesai dengan Mbappe, Real Madrid Mau Beli Haaland!

Belum juga menonton aksi Mbappe merumput bareng Vinicius, Real Madrid kembali mempertontonkan ketamakannya. Los Galacticos masih akan memburu pemain mahal lagi. Dan pemain berikutnya yang rumornya akan merapat ke Santiago Bernabeu tiada lain adalah Erling Braut Haaland.

Tidak, kamu tidak salah dengar. Ya, Erling Haaland pemain Manchester City yang hobi nyekor itu. Bahkan bocorannya Los Galacticos sedang bergerilya untuk mendatangkan bomber Norwegia itu. Muncul rumor bahwa meskipun kontraknya baru akan habis 2027 mendatang, Haaland bisa saja meninggalkan Etihad lebih cepat.

Apalagi agennya, Rafaela Pimenta sering mengunjungi Santiago Bernabeu. Bahkan, menurut laporan Goal, jika El Real tertarik mendatangkan Haaland, mereka akan memperoleh diskon khusus. Ya, diskon khusus! Sudah kayak 12.12 Shopee aja!

Alih-alih 200 juta euro (Rp3,3 triliun), Real Madrid bisa membayar Haaland hanya dengan 100 juta euro (Rp1,6 triliun) saja. Coba bayangkan! Real Madrid punya Erling Haaland dan Kylian Mbappe. Wah, hampir bisa dipastikan kalau Real Madrid akan meraih gelar demi gelar.

Liga Champions bisa-bisa tak perlu digelar. Langsung saja kirim trofinya ke Bernabeu! Apabila dua pemain tadi betul-betul merapat ke Real Madrid, ini makin menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang kemaruk.

Ambisi Buta Florentino Perez

Seluruh keserakahan di Real Madrid hari ini bisa dialamatkan pada satu orang. Ia adalah Florentino Perez. Los Blancos mungkin tidak akan menjadi tim yang tamak jika tak disusupi ambisi buta Perez. Sejak berkampanye dalam pemilihan presiden Real Madrid untuk gantikan Lorenzo Sanz, Florentino Perez sudah omon-omon soal proyek “Galacticos”.

Ia berambisi memboyong seluruh pemain terbaik di dunia ke Bernabeu. Bahkan janji kampanyenya adalah mendatangkan Luis Figo. Jika tidak berhasil mendatangkan bintang Portugal itu, Perez bahkan berani menanggung biaya keanggotaan lebih dari 83 ribu socios menggunakan duitnya.

Setelah terpilih, Perez sungguh-sungguh memboyong Luis Figo dari Barcelona seharga 60 juta euro tahun 2000. Angka yang cukup banyak waktu itu. Usai merekrut Figo, ambisi Perez membawa seluruh bintang terbaik makin menggebu-gebu.

Zinedine Zidane, David Beckham, Claude Makelele, Ricardo Kaka, Cristiano Ronaldo, Jude Bellingham, dan silakan kamu menyebutkan pemain lainnya. Mereka semua didatangkan oleh Perez. Kalau dihitung dari dua periode ia memimpin, Perez menghabiskan sekitar 2 miliar euro lebih, setidaknya terhitung hingga Februari 2024.

Itu kalau dirupiahkan sekitar Rp33,8 triliun. Selama kepemimpinan Perez, terutama dalam beberapa tahun terakhir, Real Madrid tidak hanya membeli pemain bintang dan berpengalaman dengan harga tinggi, tapi juga pemain muda. Misalnya, Real Madrid membeli Rodrygo yang usianya baru 18 tahun seharga 45 juta euro (Rp762,1 miliar) tahun 2019.

Hal yang sama juga dilakukan pada Vinicius Junior. Tahun 2022 Real Madrid juga membeli pemain yang baru berusia 22 tahun seharga 80 juta euro (Rp1,3 triliun) bernama Aurelien Tchouameni. Oh tentu kita tak bisa melupakan Endrick Felipe. Pemain yang usianya baru 17 tahun dan bahkan masih bermain di Palmeiras itu, sudah dibeli El Real seharga 45 juta euro.

Dari Mana Real Madrid Dapat Duit?

Banyaknya pemain mahal yang didatangkan dan betapa maruknya Real Madrid, kalau dipikir-pikir tidak relevan dengan sistem yang dipakai tim ini. Real Madrid bukan Manchester City yang dibiayai taipan dari Abu Dhabi, pun tak seperti PSG yang dapat gelontoran dana dari Qatar.

Los Galacticos adalah tim yang dibiayai sekaligus dimiliki oleh para socios atau penggemarnya sendiri. Nah, para socios itu tak semuanya orang kaya. Ada yang pekerja kantoran, buruh, pekerja paruh waktu, bahkan pekerja setengah pengangguran alias serabutan.

Jadi, bagaimana Real Madrid bisa membeli pemain-pemain mahal? Jawabannya adalah Florentino Perez itu sendiri. Perez tidak hanya menyalurkan ketamakannya, tapi juga kecerdasannya dalam bernegosiasi. Pada periode pertamanya, untuk mengeruk banyak uang, Perez menjual aset Real Madrid.

Salah satunya tempat latihan seharga 500 juta euro (Rp8,4 triliun). Selain itu, demi mewujudkan ambisi “Galacticos”, Perez memasarkan tim secara agresif di ranah global dan merekrut beberapa perusahaan multinasional di dunia untuk mendapatkan sponsor. Dengan begitu Madrid bisa memperoleh 350 juta euro (Rp5,9 triliun) per tahun.

Itu belum termasuk hak siar. Madrid bisa saja memperoleh setidaknya 160 juta euro (Rp2,7 triliun) dari sana per tahun. Belum undangan untuk pertandingan komersial atau persahabatan. Belum dari hadiah kompetisi seperti Liga Champions. Terus juga penjualan merchandise dan iuran dari socios itu sendiri.

Namun, Perez juga pernah berutang untuk membeli pemain, terutama di periode kedua. Kendati begitu, keuangan Real Madrid masih bisa dikendalikan, sehingga utang tak menggunung. Musim lalu saja, Real Madrid utangnya hanya 47 juta euro (Rp796 miliar).

Siasat Licik dan Pembajakan

Real Madrid juga sering memakai cara-cara kotor untuk merekrut pemain. Mereka memang tak selalu mengabarkan pemain yang diincar. Tapi kerap melakukan manuver tak terduga di belakang. Neymar saja dulu pernah hampir didatangkan Real Madrid lewat cara kotor, yakni melalui perjanjian pra kontrak.

Real Madrid juga beberapa kali membajak pemain. Sebutlah misalnya Xabi Alonso yang dibajak dari Liverpool atau Eden Hazard yang ditebus dari Chelsea. Real Madrid juga kerap menikung pemain incaran tim lain. Jude Bellingham contohnya. Tidak hanya itu, Madrid juga sering mengganggu rencana transfer tim lain.

Hal itu dilakukan dengan cara ikut-ikutan menawar pemain yang sama. Baru-baru ini Real Madrid sedang mencoba mengganggu rencana transfer Manchester United yang ingin mendatangkan Matthijs de Ligt. Waduh, emang boleh sekemaruk itu?

Sumber: ManagingMadrid, BR, FootballTransfers, Min, Marca, Goal, BR

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru