Manchester United vs Manchester City: Hari Pembalasan Setan Merah!

spot_img

Aku yang dulu, bukanlah yang sekarang”. Judul lagu milik Tegar Septian ini barangkali jadi kalimat yang tepat untuk menggambarkan situasi Manchester United saat ini. Sempat terseok-seok di awal musim 2022/23, kini United mulai menemukan performa terbaiknya. Beberapa fans pun meyakini kalau pelatih anyar mereka, Erik Ten Hag telah membawa United kembali ke jalan persaingan gelar.

United memang dalam tren positif. Dari sepuluh pertandingan terakhir di Liga Inggris, mereka baru menelan sekali kekalahan. Namun, Ten Hag merasa perjalanan masih panjang. Apalagi lawan MU berikutnya adalah sang juara bertahan, Manchester City.

Derby Manchester jilid dua akan tersaji akhir pekan nanti. Kedua tim kini hanya berjarak empat poin dengan Manchester Biru masih memimpin dengan torehan 39 poin. Apabila United mampu mengamankan tiga poin, maka kemenangan itu akan memangkas jarak. Well, setelah babak belur di pertemuan pertama Oktober lalu, mampukah Setan Merah membalaskan dendam di laga ini?

Dihantui Kekalahan 6-3

Belum genap 10 pekan berjalan, Manchester United sudah menghadapi lawan kuat sekaliber Manchester City. Bermain di Etihad Stadium, City mengamankan poin penuh dengan menaklukan United 6-3. Gol-gol The Citizens dibagi rata antara Erling Haaland dan Phil Foden. Keduanya tampil mempesona dengan mencetak hattrick. Sementara, tiga gol United lahir dari brace Anthony Martial, dan satu gol dari Antony.

Memungut bola dari gawangnya sebanyak enam kali, bahkan empat di antaranya pada babak pertama, jelas menjadi rapor buruk bagi David de Gea. Kiper asal Spanyol tersebut tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan gawang United. De Gea memang melakukan tiga penyelamatan, namun tugas yang ia emban terlalu berat lantaran pemain bertahan United sedang tak berada di performa terbaik.

Victor Lindelof yang masuk menggantikan Varane di menit ke-40 nyatanya tak mampu memperbaiki performa lini bertahan United. Bersama Lisandro Martinez, mereka bertiga tampil sangat buruk. 

Khusus untuk dua bek pemilik trofi Piala Dunia, yakni Varane dan Lisandro bahkan sudah diobok-obok dua pemain muda berusia 22 tahun, Erling Haaland dan Phil Foden sejak menit awal. Duet Varane-Lisandro tak cukup untuk membendung kekuatan super Haaland dan licinnya pergerakan Foden di kotak penalti.

Kekalahan di pertemuan pertama tentu menjadi catatan penting bagi Ten Hag. Seharusnya ia sudah menemukan celah yang harus diperbaiki ketika kembali bertemu dengan skuad racikan Pep Guardiola akhir pekan nanti.

Apa yang Harus Dilakukan MU?

Untuk menghentikan serangan City, United harus memperhatikan dua hal. Ten Hag harus memikirkan cara bagaimana menghentikan pergerakan Erling Haaland dan laju umpan dari Kevin De Bruyne. Dalam beberapa pekan terakhir, ini juga jadi masalah tim-tim Liga Inggris lain, karena kombinasi mereka sangat luar biasa.

Meski begitu, bukan berarti mereka tak bisa dihentikan. Dilansir The Athletic, layaknya seorang striker pada umumnya, Haaland juga butuh supply bola dari rekan satu tim. Di Manchester City ada De Bruyne. Jadi di situlah celahnya.

Menghadapi De Bruyne-Haaland, duo Varane-Lisandro yang kian solid akan memainkan peran penting. Sejak kekalahan 6-3 atas City, mereka belum mengalami satu pun kekalahan saat dimainkan bersama. 

Kuncinya adalah jangan beri ruang yang cukup untuk Haaland. Bek United harus fokus dan membuat Haaland tidak nyaman bergerak di kotak penalti. Jika Haaland mendapatkan bola, setidaknya harus ada dua pemain yang membayang-bayanginya.

Lantas bagaimana menghentikan De Bruyne? Serahkan saja pada idola baru Old Trafford, Casemiro. Gelandang asal Brazil itu mulai nyaman memainkan perannya sebagai “tukang bersih-bersih” di lini tengah United. Permainan lugas dan keras yang menjadi ciri khasnya pun mulai kembali. Casemiro bisa menjadi obat penawar bagi De Bruyne. 

Situasi yang Mendukung

Kendati kalah di laga pertama, tapi kita mesti melihat bagaimana situasi kedua tim sekarang. Manchester United kini tengah galak alias sedang dalam performa impresif. Setan Merah sudah meraih tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi. 

Yang teranyar, Setan Merah berhasil membungkam Bournemouth di Liga Inggris dengan skor telak 3-0 dan menyingkirkan Everton di kompetisi FA Cup dengan skor 3-1. Dua laga tersebut juga jadi bukti kalau produktifitas gol United telah membaik. Kepercayaan diri para penyerang jadi faktor di baliknya.

Marcus Rashford kembali moncer. Ia bisa jadi kartu truf di laga kontra Manchester City nanti. Kontribusinya di lini depan kian meningkat di bawah asuhan Ten Hag. Lulusan akademi Manchester United itu bisa menebar ancaman kepada lini bertahan City.

Fans City pasti akan berkata, “Menang lawan tim kecil aja bangga.” Eits jangan salah, faktanya Manchester City justru tak mampu mengalahkan Everton ketika kedua tim bertemu di pekan ke-18 lalu. Bermain di kandang sendiri, skuad asuhan Pep Guardiola hanya mampu menahan imbang skuad racikan Frank Lampard dengan skor 1-1.

Di saat Manchester Merah tengah berada di atas angin, performa Manchester Biru justru angin-anginan. Dalam lima pertandingan liga terakhir, pasukan Pep Guardiola hanya mampu meraih tiga kali kemenangan. Sisanya imbang melawan Everton dan kalah 1-2 saat menjamu Brentford. 

Menurut sejarah, United juga pernah menang di pertemuan kedua meski sempat kalah di pertemuan pertama. Momen itu terjadi di musim 2017/18 saat MU masih ditukangi oleh Jose Mourinho. Kalah di kandang dengan skor 1-2, United justru mencuri poin melalui comeback dramatis 2-3 di Etihad Stadium.

Kedalaman Skuad City Bisa Jadi Ancaman 

Meski demikian, lini depan Manchester City tetap harus diwaspadai oleh Manchester United. Apalagi Guardiola memiliki kedalaman skuad yang sangat baik jelang Derby Manchester nanti. Hal itu dibuktikan di ajang FA Cup saat mereka meluluhlantakkan Chelsea.

Tampil tanpa Kevin De Bruyne, Ederson Moraes, Ilkay Gundogan, hingga Erling Haaland, Manchester City tetap tampil superior dengan mencetak empat gol tanpa balas ke gawang Kepa Arrizabalaga. Padahal pelatih Chelsea, Graham Potter menurunkan skuad terbaik yang ia punya, rotasi hanya terjadi di lini belakang.

Baru babak pertama saja, City sudah unggul tiga gol melalui Riyad Mahrez, Julian Alvarez dan Phil Foden. Entah memang Chelsea yang sedang mleyot atau City yang overpower, laga ini membuktikan kalau Guardiola tak melulu bergantung pada Haaland dan Kevin De Bruyne. Jika Haaland dan De Bruyne tak berfungsi saat melawan United nanti, Pep masih punya seribu satu cara untuk kembali mengalahkan MU.

Laga derby ini sudah pasti akan jadi laga yang dinanti akhir pekan ini. Selain jadi ajang balas dendam sang Setan Merah, laga ini bakal jadi pembuktian Erik Ten Hag sebagai pelatih anyar United. Masak kalah sama Ole Gunnar Solskjaer, dia aja nggak pernah kalah dari Pep lho di dua musim 2019/20 dan 2020/21.

Sumber: Transfermarkt, The Athletic, Goal, 90min, Sporting News, The Sun

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru