Malaysia GEMBAR-GEMBOR Naturalisasi, Tapi Malah DISTOP Pemerintah Sendiri

spot_img

Pernahkah kalian menginginkan sesuatu, namun gagal terwujud? Kecewa dong pastinya. Namun apa jadinya jika keinginan tersebut sudah digembar-gemborkan terlebih dahulu kepada banyak orang dan gagal terwujud? Hmmm..pasti malu tuh jatuhnya.

Situasi seperti itulah yang kini sedang melanda Timnas Malaysia. Di saat mereka geger soal pemain keturunan yang antri untuk dinaturalisasi, eh… justru ditolak oleh pemerintahnya sendiri. Loh, kok bisa? Memangnya kenapa Pemerintah Malaysia menolak naturalisasi?

Pernah Halu Naturalisasi Pemain

Bukan barang baru Timnas Malaysia memendam rasa kecewa soal naturalisasi. Di sepanjang tahun 2024 lalu, berita soal naturalisasi pemain Timnas Malaysia sempat heboh di mana-mana. Gimana nggak heboh coba, deretan pemain Grade A digosipkan mempunyai darah keturunan Malaysia, dan siap untuk dinaturalisasi.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) menyebut bahwa mereka sudah memiliki sejumlah daftar pemain calon naturalisasi Timnas Malaysia. Ada pemain Burnley, Josh Brownhill, pemain Chelsea, Kiernan Dewsbury-Hall, pemain Bournemouth, Marcus Tavernier, pemain Fulham, Emile Smith Rowe, maupun pemain Portsmouth, Isaac Hayden.

Bayangkan saja, jika pemain tersebut berhasil dinaturalisasi oleh FAM, bakal ngeri banget tuh materi pemain Timnas Malaysia. Namun nasib berkata lain, belum juga diproses naturalisasi oleh FAM, satu per satu pemain bergantian membantah berita naturalisasi tersebut.

Termasuk apa yang terjadi pada pemain Burnley, Josh Brownhill. Gelandang 29 tahun tersebut, mengaku tidak punya darah Malaysia. Dirinya mengaku hanya punya satu darah, yakni Inggris. Begitu pula pemain Portsmouth, Isaac Hayden. Pemain 29 tahun itu juga menyebut tidak punya darah Malaysia, dan hanya punya darah Inggris dan Jamaika.

Tentu beberapa bantahan tersebut menjadi pukulan telak bagi FAM. Artinya, mereka tidak belajar dari kegagalan. Sebab, sebelumnya FAM juga sempat ditolak calon pemain naturalisasi, seperti Naim Garcia, Ethan Wheatley, maupun Ferdy Druijf.

Pernah Ditolak FIFA

Tak kapok dengan peristiwa penolakan tersebut, FAM coba untuk melakukan naturalisasi lagi. Pemain klub Go Ahead Eagles yang berposisi sebagai bek kanan, Mats Deijl, coba diproses untuk segera dinaturalisasi.

Bermodal darah keturunan Deijl yang “katanya” berasal dari sang nenek, FAM coba kebut proses naturalisasinya. Mereka gerak cepat mengumpulkan dokumen administrasi pemain 27 tahun tersebut, untuk segera dikirim ke FIFA. FAM berharap Mats Deijl bisa tersedia untuk memperkuat skuad Harimau Malaya di ajang Piala AFF 2024.

Namun apa yang terjadi? Kenyataan pahit yang justru diterima Malaysia. FIFA mengirim surat sakti yang berisi bahwa, proses naturalisasi Mats Deijl ditolak. Dalam laporannya, FIFA menyebutkan bahwa darah keturunan Malaysia yang didapat Deijl bukan dari neneknya, melainkan dari buyutnya.

Kebohongan tersebut pun membuat malu publik sepakbola Malaysia. Beberapa fans pun menuduh bahwa FAM tak becus menaturalisasi pemain. Tak hanya soal ketidakbecusan menaturalisasi pemain, ketidaklolosan Harimau Malaya ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, juga membuat publik sepakbola Malaysia makin jengkel pada FAM.

CEO Dan Pelatih Baru

Ketidakpuasan terhadap FAM tersebut, akhirnya melahirkan ide berupa revolusi sepakbola Malaysia. Berbagai pergerakan soal revolusi sepakbola Malaysia, perlahan makin terlihat. Seperti halnya pertemuan darurat yang diadakan antara FAM dan stakeholder sepakbola Malaysia pada awal bulan Desember 2024.

Pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan beberapa keputusan, termasuk menunjuk seorang CEO dan pelatih baru. Pada pertengahan bulan Desember, FAM mengumumkan Peter Cklamovski sebagai pelatih baru Timnas Malaysia.

Cklamovski bukan pelatih sembarangan. Pelatih 46 tahun itu dulunya adalah mantan asisten Ange Postecoglou di Timnas Australia maupun Yokohama Marinos. Reputasi Cklamovski sebagai pelatih yang punya track record mentereng, diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Timnas Malaysia.

Tak sampai di situ, FAM juga melakukan gebrakan dengan menunjuk CEO. Mantan pemain La Galaxy, Rob Friend, ditunjuk sebagai CEO Timnas Malaysia. Rob Friend ini juga bukan orang sembarangan. Ia punya segudang pengalaman di bidang investasi sepak bola, infrastruktur kepemilikan klub, maupun pengembangan fasilitas pelatihan. Peran CEO Timnas Malaysia ini, diharapkan mampu membantu mengarahkan sepakbola Malaysia menjadi lebih baik.

Presiden FAM Baru

Menunjuk pelatih dan CEO saja, dianggap belum cukup. Publik sepakbola Malaysia juga mendesak agar Presiden FAM harus diganti. Di tahun 2025, pada akhirnya desakan tersebut terwujud. FAM tidak lagi dipimpin oleh Datuk Hamidin.

Datuk Joehari Mohd Ayub, resmi terpilih sebagai presiden Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) yang baru untuk periode 2025 hingga 2029. Joehari sebagai calon tunggal, terpilih tanpa perlawanan dalam kongres FAM yang digelar pada bulan Februari.

Joehari memiliki tugas yang maha berat untuk segera mengangkat sepak bola Malaysia yang sering mendapat kritikan publik sendiri. Periode kepemimpinan baru FAM ini sangat diharapkan oleh publik sepakbola Malaysia bisa membawa banyak perubahan bagi persepakbolaan Malaysia.

Harapan Naturalisasi Baru

Ada secercah harapan dari publik sepakbola Malaysia. Sebagai gebrakan, kepemimpinan Joehari, FAM mulai merangkul semua pihak demi memajukan Timnas Malaysia. Termasuk mendengar masukan dari Putra Mahkota Johor, sekaligus pemilik klub Johor Darul Takzim, Tunku Ismail Idris.

Tunku Ismail turut andil memberikan saran kepada FAM soal naturalisasi pemain. Sebagai hasilnya, bos JDT itu sudah memantau beberapa calon pemain keturunan yang kemungkinan bisa segera diproses naturalisasi. Tak main-main, bos JDT itu mengklaim bahwa sudah menemukan enam hingga tujuh pemain keturunan yang siap diproses naturalisasi.

Tunku Ismail juga memastikan, ketujuh pemain keturunan itu tengah berkarier di liga top Eropa. Secara spesifik ia menyebut bahwa deretan pemain naturalisasi tersebut berposisi sebagai bek, gelandang hingga striker.

Beberapa pemain tersebut sempat bocor ke awak media. Media Belanda, Voetbalzone, sempat melaporkan bahwa ada tiga pemain asal Belanda yang akan diproses naturalisasi Timnas Malaysia, yakni Ferdy Druijf (Rapid Wien), Sem Scheperman (Heracles Almelo), dan Dylan van Wageningen (Sparta Rotterdam).

Nah, enam hingga tujuh pemain yang ditemukan oleh Tunku Ismail tersebut, sedang diurus dokumen administrasinya oleh FAM. Setelah beres, lalu pihak FAM akan menyerahkannya kepada Pemerintah Malaysia. Sebab, Pemerintah Malaysia-lah yang akan memutuskan proses naturalisasi ini disetujui atau tidak.

Ditolak Pemerintah

Namun apa yang terjadi? Tepat di bulan suci Ramadan, yakni Maret 2025, Pemerintah Malaysia malah mengumumkan bahwa proyek naturalisasi Timnas Malaysia resmi dihentikan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Chow Yoo Hoo.

Chow Yoo Hoo menegaskan bahwa, naturalisasi merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri dan harus mengikuti kebijakan yang berlaku. Salah satu alasan kenapa program naturalisasi ditolak, karena ada syarat-syarat yang tak dipenuhi FAM.

Salah satu syarat yang gagal dipenuhi FAM sejauh ini adalah, sang calon pemain naturalisasi harus bermain di Liga Nasional (Liga Super Malaysia), setidaknya selama lima tahun berturut-turut, dan di bawah naungan FAM. Lalu, sang pemain juga harus berusia di atas 18 tahun, dan belum sempat mewakili negara lain di level mana pun.

Keputusan ini tentu jadi tamparan besar bagi skuad besutan Peter Cklamovski. Sebab, penambahan pemain naturalisasi, kini sedang diharapkan skuad Harimau Malaya jelang hadapi Kualifikasi Piala Asia 2027. Namun ya…apa boleh buat. Mau tidak mau itulah keputusan yang sudah mereka pilih sendiri.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru