Mau Datang ke Indonesia Saja, Timnas Bahrain NGEDRAMA LAGI!

spot_img

Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, alangkah baiknya kita menebar benih kebaikan. Janganlah kita menebar kebencian terhadap sesama manusia, apalagi kalau sesama muslim. Namun kalau bencinya sama Timnas Bahrain, boleh nggak sih?

Sebab sebagian besar publik sepakbola Indonesia, masih rada gedek dengan tingkah laku drama Timnas Bahrain selama ini. Masalahnya mereka nggak selesai-selesai bikin drama. Usai drama nyuruh venue dipindah ke tempat netral, kini muncul drama baru lagi jelang laga tandang mereka ke Indonesia. Mohon maaf nih, situ timnas sepak bola atau sinetron Ikatan Cinta, kok ngedrama mulu?

Hmm… ngomong-ngomong mereka tuh kenapa lagi sih sekarang? Masih nggak mau dateng ke Indonesia?

Luka Tragedi Wasit Alkaf

Momen pilu Timnas Indonesia saat tragedi 90+6 di Bahrain, masih menyisakan luka bagi publik sepakbola Indonesia. Luka tersebut sampai sekarang belum kering. Sebab, Timnas Bahrain belum menerima balasan yang setimpal.

Sejak tragedi wasit Alkaf itu, publik sepakbola Indonesia jadi makin penasaran, menanti kedatangan Timnas Bahrain bertandang ke Indonesia. Banyak sumpah serapah yang keluar dari mulut para fans Garuda yang berharap mereka bisa membalaskan dendam luka itu di Jakarta.

Dan kini… waktu yang ditunggu itu telah tiba. Suporter Timnas Indonesia akan segera menyambut tamu agung di Jakarta. Bahrain pun makin merasa ketar-ketir. Ia takut dibalaskan dendamnya. Namun ya bagaimana lagi.. fans Timnas Garuda sudah kadung muak dengan ulah mereka.

Drama Nggak Mau Datang Ke Indonesia

Yang lebih buat muak lagi, Timnas Bahrain ini tak ubahnya seperti sutradara film yang juga pandai membuat naskah drama. Ya, jelang kedatangannya ke Indonesia, beberapa drama pun mereka ciptakan. Termasuk drama tak mau berlaga di Indonesia, dan meminta laga dipindahkan ke tempat netral.

Oktober 2024, Asosiasi Sepakbola Bahrain (BFA), resmi melayangkan surat kepada AFC dan FIFA tentang penolakan bermain di Jakarta. BFA berpendapat bahwa Timnas Bahrain tidak merasa aman apabila berlaga di Indonesia.

Surat tersebut lalu ditanggapi langsung oleh PSSI. PSSI mengatakan bahwa, selama Timnas Bahrain berada di Indonesia, mereka akan menjamin seluruh keamanannya. PSSI melalui Exco-nya, Arya Sinulingga bahkan sudah mengirim tiga surat kepada AFC dan FIFA agar laga tetap berjalan fair dan tetap digelar di Jakarta.

Ditolak AFC Dan FIFA

Dari adanya beberapa dua surat pengaduan dari kedua negara tersebut, akhirnya AFC dan FIFA berembuk untuk menentukan sikap. Awalnya, ada perbedaan sikap antara AFC dan FIFA. Dari pihak AFC, mereka langsung merespons permintaan Timnas Bahrain terkait penggunaan stadion netral. Namun dari pihak FIFA, cenderung diam dan belum mengeluarkan pendapat atau putusan apa pun.

Barulah selang dua bulan, tepatnya di bulan Desember, FIFA akhirnya menentukan sikap. Sikapnya tegas, yakni laga tersebut tetap digelar di Indonesia. Keputusan tersebut didapat oleh Ketum PSSI, Erick Thohir pasca pertemuannya dengan AFC dan FIFA di Lusail, Qatar. Keputusan dari FIFA tersebut akhirnya juga diikuti oleh AFC.

Drama Pengamanan Khusus

Apa boleh buat, Timnas Bahrain tak bisa mengelak. Mau tidak mau mereka harus mematuhi kebijakan tersebut. Toh apa susahnya sih menuruti aturan? Namun bukan Bahrain namanya kalau menyerah begitu saja. Drama yang satu gagal, mereka coba ciptakan drama yang lain.

Jelang beberapa minggu kedatanganya ke Indonesia, Timnas Bahrain meminta secara khusus pengamanan dengan mobil rantis selama berada di Jakarta. Ini menjadi bukti bahwa Timnas Bahrain makin tak percaya jaminan keamanan yang sudah berkali-kali keluar dari mulut Ketum PSSI.

Erick Thohir mulutnya mungkin sudah sampai berbusa bolak-balik menjelaskan soal jaminan keamanan terhadap Timnas Bahrain. Lagian, buat apa coba pakai mobil rantis segala, memangnya situ prajurit yang mau perang?

Kabar soal permintaan mobil rantis dari Timnas Bahrain tersebut, pun akhirnya dibantah oleh Ketum PSSI. Erick mengatakan bahwa tidak ada mobil rantis yang disediakan pihak tuan rumah. Penanganan keamanan kedua tim sama dan setara.

Drama Pengintaian Tim Khusus

Baru saja usai drama permintaan mobil rantis, Timnas Bahrain kembali menciptakan drama berikutnya. Ada drama baru soal pengintaian tim khusus sebelum, selama, dan pasca laga Indonesia vs Bahrain berlangsung.

Jadi, nantinya akan ada tujuh hingga delapan tim khusus dari AFC yang akan diterjunkan di Jakarta, guna memantau dan memastikan laga berlangsung aman. Anehnya, kebijakan tersebut datang dari permintaan satu pihak saja, yakni Timnas Bahrain. PSSI juga terheran-heran dengan kebijakan sepihak dari AFC ini. Kok AFC mau-mau saja mengabulkan permintaan Bahrain tersebut?

Delapan tim khusus tersebut nantinya akan bekerja secara senyap selama berada di Jakarta. Mereka akan melaporkan hari demi harinya, tentang perkembangan jelang laga. Pengintaian ini tentu membuat publik sepakbola Indonesia makin nggak nyaman. Takutnya, tim tersebut membuat laporan yang mengada-ada terkait laga tersebut.

Bahrain Makin Ketar-Ketir

Yang jelas, drama pengintian ini membuktikan bahwa nyali Timnas Bahrain masih saja ciut untuk datang ke Indonesia. Mereka seolah tak percaya dengan jaminan keamanan dari tentara maupun polisi di Indonesia. Hmmm, memangnya ada ya, yang nggak percaya sama tentara dan polisi Indonesia?

Sudahlah Bahrain… tinggal datang saja ke Indonesia kok kebanyakan drama. Bertandinglah secara fair, perkara hasil nomor kesekian. Kalau masih saja banyak drama, menandakan bahwa Timnas Bahrain memang penakut.

Rasa takut Bahrain itu, akan semakin menjadi-jadi ketika tiket laga Bahrain vs Indonesia langsung ludes terjual dalam beberapa jam ketika baru dibuka. Full suporter Garuda akan memerah putihkan seisi Gelora Bung Karno. Mereka ingin sekali bersilaturahmi menyambut kedatangan yang mulia Timnas Bahrain yang penuh dengan drama itu.

Oh iya… jangan lupakan juga lho, akan ada persembahan koreo khusus dari La Grande Indonesia untuk menyambut kedatangan Timnas Bahrain. Kurang spesial apalagi coba sambutan publik sepakbola Indonesia? Gitu kok dibilang nggak aman.

Persiapan

Drama Timnas Bahrain “mungkin” belum usai, yang jelas kini segala persiapan jelang laga sudah mulai dilakukan. Dari mulai jam kick-off. Laga Indonesia vs Bahrain akan digelar mulai pukul 20.45 WIB, atau sehabis sholat tarawih. Keputusan tersebut sudah diketok oleh AFC, mengingat laga digelar bertepatan di bulan Ramadan.

Tak hanya soal jam kick-off. Wasit yang akan memimpin laga tersebut juga sudah ditunjuk oleh AFC. Wasit yang akan memimpin laga tersebut adalah wasit asal Tajikistan bernama Gulmurodi Sadullo.

Jika melihat rekam jejak wasit Sadullo, sepertinya nggak akan macam-macam seperti Al-Kaf, deh. Secara track record memimpin laga Timnas Indonesia, wasit Tajikistan ini ternyata sempat menguntungkan Indonesia juga lho. Tepatnya ketika laga melawan Vietnam di Piala Asia 2023 lalu. Wasit 34 tahun itu menghadiahi penalti bagi Indonesia, dan kartu merah bagi Timnas Vietnam.

Ya, pada akhirnya kini tinggal menghitung hari saja menunggu kedatangan Timnas Bahrain. Bagi publik sepakbola Indonesia, ayolah sambut dengan meriah Timnas Bahrain. Tunjukan pada mereka, bahwa Indonesia tak seperti apa yang mereka bayangkan.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru