Entah keberuntungan dari mana yang di dapat oleh penyerang berkebangsaan Kamerun, Eric Maxim Choupo-Moting. Jelang penutupan jendela transfer musim panas 2020, jagad sepak bola dikejutkan dengan transfer aneh yang melibatkan Choupo-Moting dengan Bayern Munchen.
Berbicara soal Choupo-Moting, kalian pasti masih ingat bahwa ia juga pernah bermain bersama raksasa Liga Prancis, PSG. Ajaibnya Ia berhasil membantu PSG untuk menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Status Choupo-Moting sebelum bermain bersama PSG lah yang jadi pertanyaan. Pasalnya Choupo-Moting datang ke paris dengan berstatus pemain gagal di Liga Inggris. Lantas, apa yang membuat klub-klub besar seperti PSG dan Bayern kepikiran untuk mendatangkan Choupo-Moting?
Daftar Isi
Gagal Menyelamatkan Stoke City
Semua berawal pada musim 2017/18, pelatih Stoke City kala itu, Mark Hughes membujuk Choupo-Moting untuk bermain di Liga Inggris. Dengan segudang pengalaman di Bundesliga, Choupo-Moting menghadapi ekspektasi fans yang cukup tinggi.
Ia tercatat memiliki CV yang cukup bagus di Bundesliga. Ia pernah bermain sembilan musim di Jerman dengan membela klub-klub seperti FC Nürnberg, Hamburg SV, Mainz, dan Schalke.
Pada musim pertamanya di Liga Inggris, Choupo-Moting langsung menghadapi masa-masa sulit sebagai seorang striker. Ia hanya mencetak 5 gol dari 30 pertandingan yang sudah ia mainkan bersama Stoke City.
Sialnya, di akhir musim Stoke kalah 1-2 oleh Crystal Palace, yang mana kekalahan tersebut membuat Stoke City terdegradasi ke Divisi Championship setelah sepuluh musim mengarungi Premier League.
Di laga penentuan tersebut, Choupo-Moting malah tak bermain lantaran sedang mengalami cedera. Akhirnya Choupo-Moting pun dianggap sebagai pemain debutan yang gagal, karena ia gagal menyelamatkan The Potters dari jurang degradasi.
Banyak di antara penggemar sepak bola yang mengira ini adalah momen penurunan kariernya. Namun, siapa sangka, Choupo-Moting justru direkrut oleh raksasa Liga Prancis, Paris Saint-Germain.
Mengapa PSG Merekrut Choupo-Moting?
Banyak yang terkejut ketika Choupo-Moting direkrut oleh Paris Saint-Germain pada musim panas 2018 lalu. Bagaimana tidak? Ia hanya berstatus sebagai striker Stoke City yang gagal.
OFFICIAL : PSG sah tandatangani Eric Maxim Choupo-Moting secara percuma dari Stoke City selama 2 tahun. pic.twitter.com/qoc3j7pkMz
— TRIVIA BOLA (@twt_trivia_bola) August 31, 2018
Bahkan Peter Crouch, selaku mantan rekan Choupo-Moting di Stoke City juga tak habis pikir dengan transfer tersebut. Ia sempat berceloteh bahwa Choupo-Moting mungkin memiliki agen yang sangat-sangat bagus sehingga ia bisa bermain untuk PSG.
Ditambah lagi, ia gagal membuat Stoke bertahan di Liga Inggris. Secara tidak langsung, kontribusinya di Stoke tidak sepadan untuk menjadi pemain depan PSG. Lantas mengapa PSG terbujuk untuk mendatangkan Choupo-Moting?
Ternyata PSG punya alasan tersendiri untuk merekrut Choupo-Moting. Saat itu PSG terancam mendapat sanksi financial fair play lantaran mengeluarkan dana raksasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk mendatangkan Neymar dan Kylian Mbappe.
PSG pun melakukan manuver unik dengan mendatangkan Choupo-Moting. Selain karena gratis, ia juga masih berusia 29 tahun kala itu. Usia tersebut belum terlalu tua untuk bermain di PSG. Jika dilihat dari CV-nya juga tak terlalu buruk. Ia cukup berpengalaman di sepak bola Jerman.
Jadi menurut pihak PSG, Choupo-Moting setidaknya akan berguna sebagai striker cadangan. Ia akan menjadi pelapis dari bintang-bintang seperti Neymar, Kylian Mbappe, Edinson Cavani, hingga Mauro Icardi.
Hari di Mana Choupo-Moting Mendapat Gelar Lord
Di musim pertamanya bersama PSG, Choupo-Moting mewujudkan apa yang semua orang takutkan. Di laga kandang melawan Strasbourg, alih-alih mencetak gol mudah, Choupo-Moting justru menggagalkan peluang emas milik rekan setimnya.
Football Lovers pasti masih ingat video yang menampilkan Kylian Mbappe terkejut hingga melongo di bangku cadangan PSG? Itulah reaksi ikonik Mbappe yang tak habis pikir melihat aksi konyol dari Lord Choupo-Moting.
“Mbappe’s reaction says it all.” 😳
Is this Eric Choupo-Moting miss the worst you have ever seen? pic.twitter.com/PdS0awFbUq
— ESPN FC (@ESPNFC) April 8, 2019
Choupo-Moting sebenarnya berhasil mencetak gol cepat untuk membuka keunggulan PSG atas Strasbourg. Namun, ketika memasuki pertengahan babak pertama, tendangan Christopher Nkunku yang sudah melewati kiper lawan dan bergerak menuju gawang yang kosong malah digagalkan oleh Choupo-Moting.
Niat hati ingin “merebut” gol Nkunku lewat tap-in, tapi hasilnya bola justru berhenti tepat di garis gawang, dan akhirnya bola pun dapat diselamatkan oleh bek Strasbourg.
Malah Jadi Pahlawan PSG
Meski terkadang Choupo-Moting kerap melakukan aksi-aksi di luar nalar, tapi ia mampu tampil trengginas ketika diturunkan dari bangku cadangan. Apalagi saat laga kontra Atalanta di perempat final Liga Champions musim 2019/20.
Suporter PSG pun wajib sungkem sama lord yang satu ini atas gol krusialnya ke gawang Atalanta. Masuk sebagai pemain pengganti, Choupo-Moting mencetak gol kemenangan Les Parisiens, ia mencetak gol penting tersebut pada masa injury time.
Berkat golnya itu, PSG lolos ke semifinal dan berhasil mencapai final Liga Champions untuk pertama kali sepanjang sejarah klub. Namun, sayangnya PSG gagal membawa pulang Si Kuping Besar ke Paris.
Bersama PSG, dengan memiliki tinggi badan yang bagus, skill olah bola yang lumayan dan bisa mengisi segala pos penyerangan, Choupo-Moting berhasil membangun reputasi sebagai pemain yang memiliki paket lengkap. Meski hanya sebagai seorang striker pelapis.
Dua musimnya di PSG bukan tanpa hasil. Choupo-Moting berhasil merengkuh dua gelar Liga Prancis, satu Piala Prancis, satu Piala Liga, dan satu Piala Super Prancis.
Direkrut Bayern Munchen
Belum genap dua bulan dari laga final Liga Champions musim 2019/20 itu, tiba-tiba Bayern Munchen justru berniat untuk mengontrak Choupo-Moting dengan durasi kontrak satu tahun. Tentu, Bayern hanya menawarkan posisi sebagai pelapis dari Robert Lewandowski.
Mungkin Munchen kepincut dengan performa Choupo-Moting di fase gugur Liga Champions musim sebelumnya. Keserbabisaan Choupo-Moting untuk mengisi setiap pos lini serang, membuat raksasa Liga Jerman tersebut yakin bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk menjadi pelapis Lewandowski.
3⃣3⃣ – Happy Birthday, Eric Maxim Choupo-Moting 🎂🎁⚽️🏆#UCL | @FCBayern pic.twitter.com/P6oBHlbAPq
— UEFA.com DE (@UEFAcom_de) March 23, 2022
Jika berhasil mendapatkan striker serba bisa, namun dengan biaya gratis tentu ini adalah bisnis yang menguntungkan untuk Bayern Munchen.
Akhirnya pada awal musim 2020/21 lalu ia mudik ke Bundesliga bersama Bayern Munchen. Tak berharap banyak karena cuma diberi kontrak selama satu musim, kontraknya malah diperpanjang lantaran kontribusinya cukup meyakinkan.
Di musim pertamanya saja ia sudah membantu Bayern untuk meraih trofi liga, trofi Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Jerman.
Choupo-Moting merasa nyaman di Bayern berkat suasana kekeluargaan di klub cukup hangat. Secara umum, ia tak kesulitan untuk membaur dengan tim, terutama karena memang ia lahir dan besar di Jerman.
Kenyamanan ini tentu bagus untuk sekelas pemain cadangan seperti Choupo-Moting. Jika keberuntungan kembali memihak padanya, sepertinya ia akan terus mengangkat trofi bila masih bertahan dengan Bayern.
https://youtu.be/5FIsArSrCLA
Sumber: Goal, 90min, Liga Laga, Give me Sport


