Ketika Seorang Wartawan Bawa Brasil Juara Piala Dunia

spot_img

Beberapa waktu lalu, jagat media sempat digemparkan oleh seorang pria bernama Tiago Andre Rech. Seorang eks wartawan asal Brazil yang sukses bawa FC Santa Cruz meraih trofi Copa Gaucha pertamanya.

Ternyata, jauh sebelum Rech, dulu juga ada seorang wartawan yang disebut-sebut berhasil bawa timnya jadi juara. 

Dia adalah Joao Saldanha, seorang kuli tinta sepakbola yang tak punya pengalaman sebagai pemain sepakbola di Brasil. Namun, meski tak berpengalaman sebagai pemain bola, Saldanha sering melayangkan kritikan pedas pada para pemain sepakbola, pemilik klub, dan pelatih timnas Brasil.

Selain itu, Saldanha yang merupakan anggota partai komunis juga terkenal vokal dalam mengkritik para politisi.

Ia memang tak segan untuk memberikan kritik kepada orang-orang yang dianggapnya tidak bekerja secara maksimal. Kritikannya tersebut terkadang ia sampaikan baik lewat tulisan atau secara ucapan.

Lalu, pada tahun 1957, Saldanha mendapat tawaran untuk melatih klub Botafogo. Tanpa pikir panjang, Saldanha menerima posisi tersebut. Meski ia tahu jika ia tak punya  pengalaman berdiri di pinggir lapangan. 

Dari Botafogo lah, Saldanha mulai menuliskan namanya sendiri ke dalam sejarah sepakbola Brasil. Bersama Botafogo, Saldanha menerapkan permainan yang cepat dan efisien. Berbekal para pemain hebat seperti Didi, Nilson dan Garrincha, Saldanha mampu membuat Botafogo memenangkan kejuaraan negara bagian Rio De Janeiro.

Namun, kebersamaan Saldanha bersama Botafogo hanya berlangsung selama dua tahun. Pada tahun 1959, ia menolak memperpanjang kontraknya bersama klub dan memilih untuk melanjutkan karirnya sebagai seorang jurnalis.

Seiring berjalannya waktu, melihat karir Saldanha yang kian melejit, pengurus federasi yang sering jadi sasaran kritik pedasnya memberinya tantangan. Saat itu, tepatnya pada tahun 1969, Saldanha diminta untuk menangani Timnas Brasil. Joao Havelange selaku presiden federasi sepak bola Brasil (CBF) saat itu sengaja menunjuk Saldanha sebagai pelatih agar ia bisa mengurangi kritiknya.

Ajaib, Saldanha sukses meraih enam kemenangan dari enam pertandingan awal kualifikasi piala dunia 1970. Bahkan, saat itu, Brasil jadi tim paling produktif yang berhasil mencetak 23 gol dan hanya kebobolan 2 gol. Kesuksesan ini membuat Brasil lolos ke Piala Dunia 1970.

Namun sayang, langkah gemilang Saldanha bersama Timnas Brasil tak bisa diteruskan. Masalah mulai muncul ketika Saldanha mengatakan jika ia tak akan menempatkan Pele dan Tostau dalam satu tim. Publik Brasil semakin dibuat panas ketika Saldanha berucap jika Pele tak masuk dalam skuat karena masalah penglihatan.

Puncak dari intrik yang terjadi dalam tubuh timnas Brasil adalah ketika presiden mereka yaitu Emilio Garrastazu Medici meminta Saldanha untuk membawa Dario dan Dada ke dalam timnya. Melihat adanya intervensi dari pemerintahan Brazil, Saldanha menunjukkan ketidaksukaannya dan berkata,

“Saya tidak membuat kacau Kabinet yang ia punya, jadi dia juga tidak boleh mengacaukan tim saya.”

Selain diintervensi oleh pihak pemerintah, Saldanha juga mendapat kritik dari pelatih Flamengo, Dorival Yustrich. Namun, Saldanha yang punya temperamen menanggapi kritikan itu dengan mengacungkan pistol. 

Akhirnya, karena tidak ingin konflik terus berlanjut, CBF memutuskan untuk memecat Saldanha, tepat tiga bulan sebelum piala dunia dan menggantinya dengan Mario Zagallo, pelatih muda yang merupakan anggota tim pemenang Piala Dunia 1958.

Setelah pemecatan itu, Saldanha kembali bekerja sebagai seorang jurnalis untuk media O Globo. Namun, lagi-lagi ia membuat kontroversi.

Saldanha mengatakan jika selain bermasalah dengan pinggul yang membuatnya sulit bergerak dengan benar, Pele juga merupakan penderita miopia yang tidak mungkin menemukan bola saat pertandingan digelar malam hari’.

Kendati demikian, kritikan tersebut tidaklah berpengaruh, faktanya Pele tampil gemilang dan membawa Brasil juara dunia setelah mengalahkan Italia di partai final.

Namun, terlepas dari segala kontroversi yang ada, bagaimanapun juga pondasi skuat juara Brasil 1970 dibentuk oleh Saldanha.

Saldanha kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dua puluh tahun kemudian, tepat pada 12 juli 1990 di kota Roma, Italia.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=k6tCmp1VoEM[/embedyt]

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru