Menjadi pesepakbola kaya akan resiko. Selain mengalami cedera, nyawa pun kadang menjadi taruhannya. Tak sedikit pesepakbola yang menghembuskan nafas terakhirnya di lapangan. Umumnya karena serangan jantung atau alami pelanggaran keras.
Pesepakbola juga manusia, yang suatu saat bisa berpulang kapan saja. Namun, pernahkah kamu membayangkan ada pemain yang meninggal dunia kemudian hidup lagi. Sulit untuk dibayangkan mungkin. Namun demikian, peristiwa luar biasa itu memang benar-benar pernah terjadi dalam dunia sepakbola.
Kejadian langka mati suri sendiri sempat menimpa pesepakbola muda Inggris, Fabrice Muamba. Ia secara medis dinyatakan meninggal selama 78 menit setelah henti jantung dalam laga perempat final Piala FA 2012. Ia kala itu membela Bolton Wanderers melawan Tottenham Hotspurs.
Selain Muamba, pemain lain yang pernah merasakan mati suri adalah David Ginola. Ginola sendiri merupakan pemain asal Prancis yang berkarir di era 90-an. Ginola dikenal dengan liukan tubuhnya yang erotis tatkala mengendalikan bola di atas rumput hijau. Bukan itu saja, ia juga punya paras yang rupawan. Tak heran jika kemudian dirinya menekuni dua profesi sekaligus pada masa jayanya, yakni sebagai pesepakbola dan model.
Sepanjang karirnya, pria yang kini berusia 53 tahun ini pernah bermain di Liga Prancis dan Liga Inggris. Ia adalah bintang PSG pada tahun 1992 – 1995, selain itu ia juga pernah merumput di Tottenham Hotspurs, Newcastle United, Aston Villa dan Everton.
Perjalanan hidup Ginola penuh dengan lika-liku. Ia pernah dituding jadi tersangka gagalnya Prancis lolos ke piala dunia 1994. Tak hanya itu, pola hidupnya pun mulai berubah tidak lama setelah ia gantung sepatu pada 2002. Di mana ayah dua anak itu semakin sering merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.
Dalam kehidupannya, ada satu hal yang paling membuat kita merinding, yakni ketika Ginola dinyatakan meninggal dunia namun kemudian dapat hidup lagi. Peristiwa itu terjadi pada mei 2016, dan diceritakan oleh Ginola enam bulan kemudian, atau tepatnya november 2016.
Ginola mengalami serangan jantung dan membuatnya secara klinis meninggal selama 8 menit sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim medis.
Ginola mengaku tengah mengikuti laga amal saat insiden tidak terlupakan itu terjadi. Ia tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri dengan posisi lidah tertelan. Kondisi itu membuatnya berhenti bernafas dan dikatakan meninggal hingga tim medis datang dan memberinya pertolongan pertama. Ginola kemudian dilarikan ke rumah sakit dan menjalani empat kali operasi bypass demi menyelamatkan nyawanya.
“Saat itu, saya sedang berlari ke garis belakang saat mendadak, boom! Jantung saya berhenti berdetak dan saya jatuh dengan muka tertelungkup ke tanah. lucunya, teman-teman meyakini pada waktu itu saya hanya sengaja main-main!”
Sesaat kemudian, pemain lainnya baru tersadar situasinya gawat saat melihat lidah Ginola tertelan sehingga tidak bisa bernapas. Mereka berusaha menarik tapi gagal lantaran gigi Ginola terkatup dengan rapat. Sembari menunggu ambulans datang, rekan-rekannya berusaha memompa jantung Ginola secara manual.
Tak lama kemudian tim medis datang. Mereka hampir menyerah setelah jantung Ginola disetrum sebanyak tiga kali, tetapi tidak juga ada tanda-tanda kehidupan. Ketika itu, rekan-rekannya terus menyemangati petugas medis untuk tetap berusaha. Dan entah bagaimana, mereka bisa melihat badan Ginola berjuang untuk tetap hidup kembali.
Setelah disetrum untuk keempat kalinya, jantung Ginola akhirnya berdenyut kembali. Tim medis memberitahu rekan-rekan Ginola bahwa mereka telah menemukan denyut. Semua orang yang melihat Ginola mulai bersorak dan menangis melihat keajaiban yang telah terjadi.
Dalam laga amal itu, Ginola sebenarnya disarankan oleh rekan-rekannya untuk tidak bermain, Sebab, Ginola mengeluhkan pusing dan nyeri pada otot. Namun, pria Prancis itu bersikukuh ingin tetap tampil pada pertandingan amal tersebut.
Setelah mengalami kejadian mati suri itu, Ginola mulai memikirkan tentang kematian dan mencoba mulai menata kehidupannya, setelah sebelumnya, ia sama sekali tidak pernah memikirkan tentang hal tersebut.
“Bagiku mati itu seperti melihat televisi yang tiba-tiba blank. Aku tidak merasakan apapun. Sejak saat itu, aku menanyakan kepada diriku sendiri apakah aku layak mendapatkan kesempatan kedua,” Ucap Ginola.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=HcSTcV4Cip8[/embedyt]


