Beranda blog Halaman 9

Akankah Melejit? Karir Diaspora Indonesia di Klub Baru Musim Depan

0

Mendengar kabar Mees Hilgers masuk radar Crystal Palace, rasanya seperti melihat salah satu putra terbaik kita mulai menapak ke panggung besar sepak bola Eropa. Bangga? Jelas! Setiap laporan tentang ketertarikan Crystal Palace terhadap Hilgers seakan sanggup menggetarkan hati penggemar. Sebuah pengakuan bahwa darah Indonesia punya kualitas dunia. 

Jika Hilgers masih otw pindah, maka rekan-rekannya di tim nasional udah pada duluan menemukan destinasi baru di musim depan. Beberapa dari mereka bahkan menembus lima liga top Eropa. Lantas, siapa saja pemain diaspora Indonesia yang memutuskan pindah klub di musim panas kali ini? Dan bagaimana gambaran karir mereka di masa depan? Mari kita bahas.

Jay Idzes

Pemain pertama yang masuk daftar ini adalah Jay Idzes. Sempat masuk radar Inter Milan, Juventus, Torino, dan Aston Villa, Idzes resmi bergabung dengan Sassuolo. Bek tengah asal Indonesia ini diboyong dari Venezia dengan nilai transfer sekitar 8 juta euro. Itu menjadikannya bek termahal kedua dalam sejarah Sassuolo. Idzes hanya kalah dari Marlon yang dibeli dari Barcelona dengan mahar 12 juta euro.

Idzes diikat dengan kontrak berdurasi empat tahun. Itu akan membuatnya jadi pemain Sassuolo hingga 2029. Bergabung dengan Sassuolo adalah langkah strategis. Sassuolo dikenal sebagai klub yang mengutamakan pembangunan pemain muda, memberi ruang untuk berkembang di bawah tekanan Serie A tanpa ekspektasi instan seperti di klub top besar.

Lantas, bagaimana kecocokan strategi antara Idzes dan skema permainan Fabio Grosso? Singkatnya sih, Idzes dan Grosso saling membutuhkan. Keduanya sama-sama mengutamakan kontrol permainan dari belakang. Idzes memiliki kemampuan distribusi bola yang rapi dan tenang di bawah tekanan, membuatnya ideal dalam peran ini.

Dengan kontrak panjang, Idzes memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan diri dan membangun reputasi sebagai bek papan atas di liga Italia. Jika konsisten, ia bisa menjadi starter tetap di skuad asuhan Grosso. Bahkan, dengan terus tampil di Serie A, Idzes akan membuka kesempatan yang lebih besar agar mendapat pantauan dari klub-klub papan atas Serie A atau Liga Inggris. 

Emil Audero

Masih dari Serie A, ada Emil Audero yang berganti klub dari Como ke Cremonese. Berbeda dengan Jay Idzes yang menandatangani kontrak jangka panjang, Emil justru pindah dengan status pinjaman. Menurut laporan Sport.Detik, Cremonese punya klausul untuk mempermanenkan Emil di akhir masa peminjaman. 

Emil Audero datang ke Cremonese dengan membawa reputasi sebagai kiper berpengalaman Serie A yang pernah menjadi andalan Sampdoria dan sempat memperkuat Inter Milan. Keputusan pindah ke Cremonese membuka peluang besar baginya untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler setelah sebelumnya kerap dicadangkan oleh Como.

Maka dari itu, kepindahan ini bakal jadi momentum penting bagi Emil untuk melesat ke puncak karir. Jika tampil apik di bawah mistar, Emil bukan cuma bisa membantu Cremonese bertahan di Serie A. Dirinya akan jadi elemen penting di skuad Cremonese. Emil dikenal memiliki reflek cepat dan kemampuan positioning yang bagus.

Itu jadi kualitas yang sangat dibutuhkan Cremonese untuk bertahan hidup di liga yang kompetitif. Dengan kombinasi skill individu dan kecocokan taktik, Audero berpeluang memperbaiki reputasinya. Kalau tampil bagus di Serie A kan Patrick Kluivert pasti tak ragu untuk memilihnya sebagai kiper nomor 1 menggantikan Maarten Paes.

Kevin Diks 

Bergeser ke Jerman, ada Kevin Diks yang sah pindah dari FC Copenhagen ke tim Bundesliga, Borussia Monchengladbach. Sebetulnya, Diks sudah sepakat pindah sejak awal tahun 2025. Namun, sang pemain memilih untuk pindah secara gratis saja di akhir musim 2024/25. Maka dari itu, Diks masih menghabiskan musim 2024/25 bersama Copenhagen.

Gladbach terbilang beruntung karena mendatangkan Kevin di waktu yang tepat. Ibarat buah, klub Bundesliga itu memanen Diks dalam kondisi matang sempurna, tanpa perlu dikarbit. Bek tim nasional Indonesia itu tiba di Jerman dengan modal yang sangat cukup. Seperti reputasi yang tak terbantahkan, pengalaman kompetisi Eropa, dan fanbase yang besar dari Indonesia.

Dalam skema permainan Gerardo Seoane, yang kerap mengandalkan pressing intens dan transisi cepat, Diks punya profil yang pas. Ia mampu menjaga kedalaman ketika tim bertahan, tetapi juga bisa memberi lebar serangan dengan overlap atau umpan silang akurat. Di luar itu, Diks kabarnya akan memainkan peran bek tengah di Gladbach.

Ini agak berbeda dari apa yang ia lakukan di Copenhagen dan Timnas Indonesia. Namun, posisi bek tengah bukan posisi yang asing bagi Diks. Selama karirnya, Diks tercatat sudah memainkan posisi bek tengah sebanyak 74 kali. Dari posisi ini, dirinya tetap punya naluri menyerang yang tinggi. Ia telah mencetak 7 gol dan 4 assist dari posisi itu.

Justin Hubner 

Selanjutnya ada El Preman, Justin Hubner yang memutuskan pindah ke Belanda untuk bergabung Fortuna Sittard. Menurut CNN Indonesia, Hubner menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun. Dengan bergabung ke Fortuna Sittard, Hubner akan berjuang keras mendapatkan posisi di tim inti. Posisi yang tak pernah ia cicipi selama berseragam Wolves.

Eredivisie adalah babak baru bagi Hubner. Meski datang sebagai pemain yang belum punya pengalaman main di tim utama, Hubner dinilai punya kesempatan bermain reguler yang cukup besar. Pelatih Sittard, Danny Buijs terlihat punya pandangan yang berbeda pada Hubner. Ia melihat sebuah potensi yang dapat dimaksimalkan.

Sistem permainan Fortuna musim ini menuntut bek tengah yang bukan hanya kuat bertahan, tapi juga nyaman menguasai bola untuk membangun serangan dari belakang. Meski secara postur Hubner tidak terlalu kekar, spesifikasi itu jelas dimiliki oleh Hubner. 

Bersama Sittard, Hubner juga punya kesempatan memperluas jangkauan kariernya. Kalau tampil konsisten, bukan tidak mungkin pintu menuju klub papan atas Belanda macam Ajax atau PSV akan terbuka.

Nathan Tjoe-A-On

Masih dari Belanda, tapi kali ini dari kasta kedua. Ada Nathan Tjoe-A-On yang baru saja merampungkan kepindahannya dari Swansea ke Willem II. Di Swansea, karirnya tak berjalan dengan baik. Nathan tak mendapat kesempatan untuk menunjukan kebolehan. Maka dari itu, ia pulang ke Belanda demi mencari jam terbang.

Menit bermain adalah fokus Nathan. Karena ia ingin menghidupkan kembali karir sepakbolanya. Selain itu, mendapat jaminan bermain akan memudahkannya untuk bersaing di tim nasional. Sebab, Coach Patrick Kluivert lebih gemar memainkan pemain yang memiliki peran krusial di klubnya. Terbiasa berkompetisi dan tampil di lapangan dipercaya akan memberikan dampak positif bagi Skuad Garuda. 

Di bawah kendali John Stegeman, harapannya Nathan mampu mengeluarkan potensi maksimalnya. Dalam skema 4-3-3, bek kiri seperti Nathan mempunyai peran yang penting. Bukan cuma sebagai palang pintu pertahanan, melainkan juga overlap guna membantu serangan. Dengan atribut stamina, teknik, dan visi bermain Nathan bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen penting di sisi kiri Willem musim ini.

Shayne Pattynama

Melipir ke Asia, ada Shayne Pattynama yang memilih untuk berkarir di Thailand, tepatnya Buriram United. Awalnya, ini jadi keputusan yang mengejutkan. Namun, terlihat realistis ketika melihat situasi di lapangan. Momen-momen sulit jadi makanan sehari-hari Pattynama di KAS Eupen. Itu tampaknya menjadi katalisator baginya untuk mencari tantangan baru, sebuah lingkungan yang bisa mengembalikan sinarnya.

Pindah ke Thailand tentu bukan tanpa resiko. Liga Thailand itu liga paling kompetitif se Asia Tenggara. Banyak pemain-pemain asing yang tak bisa survive di sana. Namun, bagi Pattynama, ini bisa jadi sebuah langkah strategis. Kompetisi di Thailand menawarkan menit bermain yang lebih konsisten. Terlebih, Buriram tampil di Liga Champions Asia. Ini adalah eksposur internasional yang berharga.

Dengan manajemen klub yang solid dan status tim yang mendominasi di Liga Thailand, Buriram United jadi kesempatan kedua bagi Pattynama. Kini, tugasnya cuma satu. Kerahkan seluruh kemampuan. Jika tidak, maka bermain di Liga 1 hukumnya mutlak. Ini tidak hanya berlaku pada Pattynama, tapi semua yang ada di daftar ini. Jangan contoh pemain yang onoh. Masih muda udah main di Indonesia. Duh, peningnye!

Sumber: Football Italia, Goal, Detik, Kompasiana

Dulu Pemain Termahal, Jack Grealish Kini Hidup Segan, Mati Tak Mau

0

Setelah rumor sana rumor sini, Manchester City resmi melepas Jack Grealish ke Everton musim panas ini. Jika harus menggambarkan karirnya di Manchester City, Grealish tak ubahnya taburan kacang di semangkuk bubur ayam. Secara tampilan, sebetulnya tak ada masalah. Justru terlihat memperindah. Tapi dari segi rasa, kacang seperti tak seharusnya berada di situ. 

Kacang adalah kondimen yang tak begitu penting di bubur ayam. Bahkan, bagi sebagian orang, kacang justru merusak tatanan kenikmatan. Grealish awalnya terlihat sebagai pelengkap yang sangat dibutuhkan Pep Guardiola untuk memperindah skuad City. Namun, ketika mulai mengisi, bersinergi, dan membangun koneksi, Grealish seperti kurang pas aja gitu.

Dengan demikian, Grealish pun mulai terpinggirkan. Tidak jadi konsumsi utama Pep Guardiola dalam memilih line up di setiap pekannya. Padahal Pep membawa Grealish ke Etihad Stadium tidak dengan harga yang murah. City bahkan rela mengangkat derajat Grealish sebagai pemain termahal Inggris kala itu. Lantas, apa yang membuat Grealish jadi seperti ini? 

Masa Jaya di Aston Villa

Sebelum akhirnya menjadi pribadi yang hidup segan, mati pun tak mau, Jack Grealish pernah mencapai puncak performa dan ketenaran. Itu terjadi bersama Aston Villa, klub yang pertama kali menemukan, mengembangkan, dan menerbitkan bakat Grealish. Pemain yang berposisi sayap itu adalah “anak emas” Aston Villa. Ia bukan sekadar pemain, tapi simbol identitas klub. 

Lahir dan besar di Birmingham, ia masuk akademi Villa sejak usia 6 tahun. Dari remaja berambut klimis yang gemar menggocek lawan, Grealish tumbuh menjadi jantung permainan tim. Salah satu momen terbaiknya adalah saat membantu Villa promosi ke Premier League di akhir musim 2018/19. Kala itu, tiket Premier League didapat melalui laga play off

Ketika peluit panjang dibunyikan, Stadion Wembley yang dipadati fans Aston Villa pun bergemuruh. Jack Grealish yang lagi-lagi ditunjuk sebagai kapten larut dalam kebahagiaan. Meski tak berkontribusi dalam gol yang tercipta, ia tetap senang. Musim 2019/20 pun jadi momen bersejarah karena ia bisa membawa Villa kembali ke kasta tertinggi.

Bukannya minder atau kagok, Grealish justru tampil semakin dominan di skuad Aston Villa. Meski timnya berjuang keras menghindari degradasi, Grealish tampil bak oase di tengah padang pasir. Dribelnya halus, visinya tajam, dan ia selalu punya keberanian untuk memegang bola di momen-momen krusial. 

Pemain Termahal

Musim berikutnya, ia makin matang. Memainkan peran free role di lini tengah, Grealish jadi tulang punggung tim. Pada titik ini, ia bukan hanya pemain bintang Villa, tapi juga salah satu playmaker paling kreatif di liga. Dengan kombinasi teknik dan kaus kaki cekaknya, Grealish seketika jadi ikon Villa kala itu. 

Semua unsur itu menjadi alasan mengapa Manchester City rela menggelontorkan 100 juta pound untuk mengamankan tanda tangannya pada musim panas 2021. Angka yang mampu memecahkan rekor transfer pemain Inggris. Grealish berstatus pemain termahal Inggris saat itu. 

Dari sudut pandang banyak orang, Jack Grealish sedang berada di puncak gunung kariernya. Bergabung City adalah jalan pintas menuju kesuksesan. Namun, yang tak banyak disadari saat itu, puncak juga berarti tak ada jalan lain selain turun. Dan mulai dari situ, jalur menurun yang berkelok pun mulai disetapaki oleh Grealish.

Tak Pernah Memukau

Mendarat di Etihad dengan banderol selangit, Jack Grealish pun langsung memikul ekspektasi yang menggunung. Semua membayangkan ia akan menjadi pengubah permainan, membawa sentuhan kreatif khasnya ke tim Pep Guardiola. Tapi kenyataannya, ya itu tadi, Grealish tak ubahnya kacang yang berada di semangkuk bubur ayam.

Skema permainan yang tak sesuai dengan identitas Grealish jadi salah satu masalah. Di Aston Villa, Grealish bebas berkeliaran, mengambil bola dari lini tengah, melakukan dribble panjang, lalu memutuskan sendiri bagaimana menyerang. Di City, Pep menuntut winger bermain disiplin, tetap melebar untuk membuka ruang, dan mengutamakan umpan aman ketimbang aksi individu berisiko.

Hal ini membuat beberapa atribut spesial Grealish tidak bisa kita nikmati lagi. Pep seperti menekan potensi sang pemain. Persaingan internal juga jadi batu sandungan. Di sisi kiri, ia harus bergantian dengan Phil Foden, Bernardo Silva, dan beberapa tahun kemudian, Jeremy Doku yang punya kecepatan eksplosif datang. Rotasi ini membuatnya sulit menemukan ritme. 

Di musim 2021/22, Grealish hanya mencatatkan 3 gol dan 3 assist saja. Itu menurun drastis dari musim sebelumnya saat ia mencatatkan enam gol dan 12 assist dari jumlah pertandingan yang sama, yakni 26 laga. Mungkin, karena musim pertama. Grealish yang sudah dari bocah main di Aston Villa kagok ketika masuk skema Pep Guardiola.

Cedera & Kebugaran

Tapi, anggapan itu salah. Di musim-musim berikutnya, Jack Grealish sama saja, justru semakin buruk. Faktor lain yang tak kalah berpengaruh adalah cedera. Grealish beberapa kali absen di momen krusial, membuatnya kehilangan momentum untuk membuktikan diri di skuad utama. 

Sebetulnya Grealish tak pernah memiliki riwayat cedera yang parah. Paling hamstring atau cedera otot. Maklum, pemain doyan lari. Namun itungannya sering. Menurut situs Transfermarkt, cedera yang membuatnya absen selama berminggu-minggu paling terjadi sebanyak empat kali saja. Sisanya, ya masalah kebugaran.

Memang, cederanya tak begitu parah, tapi ternyata cedera otot membuat kebugaran Grealish terganggu. Sementara itu, Pep Guardiola terkenal sangat perfeksionis soal kondisi fisik pemainnya. 100% atau tidak sama sekali. Grealish yang mentok di 80% pun sering terpinggirkan. Pep memilih pemain lain untuk mengisi posisi sayap yang memang krusial dan membutuhkan kemampuan fisik optimal.

Kehidupan Di Luar Lapangan

Namun, setelah diteliti lebih dalam, yang menyebabkan pemulihan cedera Jack Grealish membutuhkan waktu lama adalah kehidupan di luar lapangan. Di luar sepakbola, Grealish dikenal sebagai pribadi yang flamboyan, nyentrik, dan ya, doyan pesta dan mabuk-mabukan. 

Bahkan sejak masih di Aston Villa, foto-fotonya tengah berpesta, menikmati minum-minuman beralkohol dengan kondisi sedikit tipsy kerap beredar di media Inggris. Sisi glamour sebetulnya sudah melekat di kehidupan pesepakbola profesional. Tapi, kalau konteksnya Jack Grealish agak berlebihan ya. 

Bagi Grealish, pesta dan kehidupan sosial tampaknya menjadi cara melepas tekanan dari sorotan publik yang intens. Masalahnya, di lingkungan sepakbola profesional, kebiasaan seperti itu bisa jadi bumerang. Kian memburuk karena Grealish tak kenal waktu. Saat performa menurun, alih-alih stop pesta dan memperbaiki diri, Grealish malah menjadi-jadi. 

Pada akhirnya, gaya hidupnya di luar lapangan sering dianggap sebagai salah satu faktor yang membuatnya sulit mempertahankan konsistensi di level tertinggi. Mimin curiga, bukan kebugaran Grealish saja yang tak pernah mencapai 100%, tapi kesadarannya juga. Lucu juga sih kalau ternyata selama ini ia bermain dengan keadaan pengar. 

Gabung Everton

Musim 2024/25 pun jadi puncak kesabaran Pep Guardiola terhadap Jack Grealish. Namanya jadi pilihan ketiga bahkan keempat di posisi sayap. Di belakang Savinho, Jeremy Doku, dan Omar Marmoush. Grealish yang ternyata masih peduli dengan karirnya duduk satu meja dengan manajemen untuk membahas situasi ini.

Kedua belah pihak sepakat untuk membiarkan Grealish pergi mencari klub baru. Kabar ini disambut baik oleh klub-klub lain. Beberapa tim, seperti Bayer Leverkusen, Napoli, hingga Newcastle United mulai berbaris rapi untuk mengamankan tanda tangannya. Tetapi, dengan kesadaran penuh, Grealish justru memilih Everton. Ia bergabung sebagai pemain pinjaman.

Rival Liverpool itu punya nasib yang sama dengan Grealish. Sukses segan, degradasi pun tak mau. Terkatung-katung aja gitu di papan bawah. Selain kesamaan nasib, Everton dinilai menawarkan peran krusial kepada Grealish. Mereka menjamin menit bermain Grealish akan lebih banyak dari sebelumnya. 

Grealish memilih Everton bukan karena tak ada pilihan lain, tapi karena inilah pilihan yang paling tepat. Ia mencari tempat di mana bisa dicintai, bisa ditegakkan kembali, dan bisa bersinar sebagai pemain, bukan sekadar barang mahal di bangku cadangan. Good luck Jack!

Sumber: BBC, The Guardian, Bein Sport, Sky 

Panasnya Persaingan Striker Premier League Musim 2025/26

0

Layaknya sebuah kiblat, Premier League jadi destinasi yang paling diusahakan oleh pemain-pemain top Eropa. Tak terkecuali para striker yang sedang naik daun. Di musim panas ini, mereka berbondong-bondong hijrah ke Negeri Tiga Singa demi mengadu nasib. Mereka berani bersaing dengan para penghuni lama yang sudah menancapkan bendera atas namanya di panggung Premier League.

Jika musim lalu ada striker Nottingham Forest, Chris Wood yang tampil mengejutkan dan mendobrak dominasi daftar top skor Premier League dengan 20 golnya. Kira-kira siapa yang akan merangsak ke daftar atas top skor di musim 2025/26? Dan berikut panasnya persaingan striker Premier League musim depan! Ada striker idola kamu nggak ya, football lovers?

Erling Haaland

Meski Manchester City baru saja menjalani musim yang tak patut dibanggakan, Erling Haaland tetap siap untuk terus merobek jala gawang lawan. Musim lalu, tak ada yang pasti dari City, selain Haaland itu sendiri. Di musim terburuk City saja, Haaland tetap mampu mengemas 22 gol di Premier League 2024/25.

Well, meski menurun ketimbang musim sebelumnya, ini menunjukan bahwa Haaland masih menjaga garansi yang ia janjikan. Haaland tetap jadi mesin gol yang menggaransi 20 gol lebih tiap musimnya. Di ajang pramusim 2025, Haaland pun tetap menunjukan performa apik. Ia bahkan mencetak tiga gol dari empat pertandingan di Piala Dunia Antarklub kemarin.

Selain kemampuan individunya yang tak terelakan, alasan mengapa Haaland akan tetap jadi penghuni daftar teratas pencetak gol Premier League adalah rekan-rekan satu timnya. Pep Guardiola menambahkan pemain-pemain baru, seperti Tijjani Reijnders dan Rayan Cherki. Dua pemain kreatif yang bisa menjadi pelayan bagi Haaland di lini depan. Jika skema Pep Guardiola berjalan lancar, 25 gol akan mengucur deras dari kaki Haaland.

Viktor Gyokeres

Striker anyar Arsenal yang satu ini konon akan jadi pesaing ketat Erling Haaland. Viktor Gyokeres mengantongi modal bagus untuk tebar pesona di Premier League musim depan. Di musim lalu, pria Nordik ini telah mencetak 39 gol dari 33 pertandingan di Liga Portugal. Itu artinya Gyokeres mampu mencetak 1,2 gol per 90 menit. Statistik yang luar biasa.

Tapi kan itu di Liga Portugal. Levelnya jauh dari Premier League. Benar, tapi Gyokeres punya segala aspek untuk sukses di Premier League. Untuk liga yang mengandalkan kemampuan fisik, Gyokeres memiliki postur tinggi kekar. Cocok untuk berduel dengan tower pertahanan lawan. Bukan cuma itu, ia juga cepat dan tajam. Gyokeres sulit untuk dihentikan.

Bahkan, menurut Talksport, ada beberapa lembaga survey yang menyebut Gyokeres ini punya peluang lebih besar dari Erling Haaland dan Mo Salah untuk memenangkan sepatu emas musim 2025/26. Persentase striker asal Swedia itu mencapai 30%. Sedangkan Haaland hanya 20% dan Salah malah cuma punya kemungkinan di angka 10%. Agak ngenyek ya, tapi ya emang segitu hitung-hitungan mereka.

Hugo Ekitike

Tapi tak apa, toh, Mo Salah tak masuk daftar ini. Sebab, dirinya bukan berposisi sebagai striker, melainkan sayap. Yang akan mewakili Liverpool di daftar persaingan ini adalah Hugo Ekitike. Sama halnya dengan Viktor Gyokeres, pemain yang namanya kalau di balik tetap terbaca Ekitike ini berstatus pemain baru di Premier League. 

Musim lalu, Ekitike menikmati performa luar biasa di Bundesliga bersama Eintracht Frankfurt. Pemain asal Prancis ini mengemas 15 gol dalam 33 penampilan liga. Secara kematangan bermain, mungkin Ekitike masih harus beradaptasi dengan intensitas Premier League dan skema permainan Arne Slot.

Namun, di pramusim kemarin maupun di Community Shield, Ekitike memberikan sinyal positif. Ia mampu mencetak gol dan membangun kemistri yang kuat dengan pemain-pemain The Reds yang lain. Secara taktik dan karakter permainan, Ekitike sebetulnya, bukan mesin gol. Ia diharapkan membawa dimensi baru ke skema pressing Liverpool. Jika melihat kemampuan mencetak golnya di Bundesliga, tak salah dirinya masuk daftar ini.

Joao Pedro

Bergeser ke London, ada Joao Pedro. Agak bingung nih doi masuk kategori mana. Bukan muka baru sih di Premier League, tapi doi baru aja ganti klub. Dari Brighton ke Chelsea. Meski berstatus pemain baru, Pedro terlihat cepat beradaptasi. Mungkin ilmu adaptasi cepat yang dipelajari dari Brighton sangat berperan di sini.

Didatangkan di pertengahan kompetisi Piala Dunia Antarklub 2025. ia mulai membuktikan diri dengan performa patut diapresiasi. Debut di perempat final, Pedro kemudian mencetak brace di semifinal melawan mantan klubnya, Fluminense. Dalam hal peran dan kecocokan taktik, Joao Pedro dikenal sebagai penyerang serba bisa. Ia mampu beroperasi sebagai striker utama, second striker, bahkan di sayap atau posisi nomor 10.

Hanya perkara waktu saja sampai Enzo Maresca bisa memaksimalkan potensi Pedro di lini depan Chelsea. Musim lalu, dirinya hanya mencetak 10 gol di Premier League. Dengan pindah ke Chelsea, bebannya akan bertambah. Berada di tim yang cukup kolektif dalam mencetak gol, 18-20 gol tentu jadi target yang realistis bagi Pedro. 

Benjamin Sesko

Masih dari tim Big Six, ada Benjamin Sesko yang baru saja diresmikan Manchester United. Sebetulnya, bisa jadi perdebatan juga mengapa penyerang Slovenia masuk daftar ini. Apalagi jika melihat performa United musim lalu. Agaknya untuk bersaing di papan atas aja terdengar mustahil.

Namun, situasi ini justru bisa jadi momen Sesko untuk unjuk gigi. Dengan modal 13 gol di Bundesliga musim lalu, Sesko bisa jadi pembeda di lini depan. Secara permainan, Sesko adalah target man yang kuat, cepat, dan piawai mengeksploitasi ruang. Beberapa media bahkan menyamakannya dengan Erling Haaland. 

Jika demikian, maka Ruben Amorim akan sangat bergantung pada Sesko musim depan. Kreativitas dari Bruno Fernandes, Cunha, dan Mbeumo akan bermuara di Sesko. Mungkin, United tak akan langsung masuk 4 besar musim depan. Namun, separuh dari saldo gol United di Premier League musim depan bisa saja beratas namakan Benjamin Sesko.

Alexander Isak

Di luar big six, ada Alexander Isak bersama Newcastle United. Isak akan tetap valid dalam perburuan sepatu emas Premier League 2025/26 jika memutuskan untuk stay di Newcastle. Jika dirinya pindah ke Liverpool, misalnya, Isak tak akan jadi mesin gol utama. Ia harus berbagi peran dengan Mo Salah dan Hugo Ekitike.

Tak ada yang sebergantung itu pada Isak selain Newcastle. Isak dan Newcastle adalah dua unsur yang saling membutuhkan. Newcastle butuh Isak untuk memaksimalkan peluang yang ada, sedangkan Isak butuh Newcastle untuk menjadikannya striker utama di lini depan. Musim lalu, Isak mengemas 23 gol, satu gol lebih baik dari Haaland.

Dan musim depan, angka yang kurang lebih sama akan diminta oleh The Magpies. Isak memasuki musim 2025/26 dengan pondasi kuat sebagai salah satu striker paling produktif di Premier League. Isak punya segalanya untuk sukses. Ia cepat, cerdas, dan mampu mencetak gol dalam segala situasi. Dengan rekam jejak yang mapan dan status sebagai andalan taktis tim, Isak adalah kandidat serius di perburuan sepatu emas musim depan.

Ollie Watkins

Terakhir, ada Ollie Watkins dari Aston Villa. Sempat dirumorkan akan pindah ke Manchester United, Watkins tampaknya akan tetap jadi pahlawan Villa musim depan. Dia bukan cuma mesin gol, tapi juga punya keahlian dalam menciptakan peluang. Musim lalu, Watkins mengemas 16 gol di Premier League. Dan kini, Watkins siap meningkatkan jumlahnya.

Demi mengawali musim dengan tajam, Watkins bahkan bekerja ekstra di luar lapangan dengan pelatih performa pribadinya. Bukan cuma latihan fisik, Watkins kabarnya juga menonton beberapa video taktik untuk meningkatkan kinerjanya di kotak penalti lawan. Hasilnya terlihat di masa pramusim. Ia konsisten beri kontribusi penuh bagi tim

Kombinasi momentum pramusim dan rekor produktivitas yang menakjubkan, Watkins sudah siap bersaing dengan nama-nama baru. Sebagai pemain paling senior di daftar ini, Watkins siap buktikan. Bahwa pengalaman akan mengambil peran. 

Nah, segitu dulu daftar persaingan striker di Premier League musim depan. Menurut football lovers, yang jadi top skor salah satu dari mereka atau malah Mo Salah lagi nih?

Sumber: Sky Sport, The Athletic, Goal, BBC

MU vs Arsenal: Adu Mekanik Striker Baru di Premier League 2025/26

0

Laga perdana Manchester United di Premier League musim 2025/26 ibarat sepeda motor yang udah lama ngejogrok di parkiran, tiba-tiba dipake buat drag race di jalan raya. Skema permainan belum matang, kerangka tim belum terbentuk dengan baik, Setan Merah udah dipaksa untuk menghadapi Arsenal, tim yang musim lalu mengalahkan Real Madrid.

Ini bukan final kepagian lagi, tapi hari penghakiman bagi Manchester United. Jika mereka tampil buruk, sudah jelas mental pemain akan hancur. Kepercayaan fans pun akan terus menurun. Yaaa…. setidaknya selama satu minggu ke depan. Mereka yang tadinya yakin bakal tsunami trofi justru membanjiri kolom komentar dengan hujatan. 

Namun, di sisi lain keyakinan membara justru terpancar dari wajah Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa tim asuhannya punya semua modal untuk menaklukkan Arsenal. Ia ingin mengawali musim dengan indah. Apalagi laga ini dimainkan di Old Trafford, markas Setan Merah. 

Head to Head

Manchester United dan Arsenal sudah puluhan bahkan ratusan kali bertemu di Premier League. Namun, ada alasan yang membuat Ruben Amorim punya kepercayaan diri yang tinggi. Ya, head to head-nya dengan Arsenal asuhan Mikel Arteta cukup baik. Sejauh ini, Amorim dan Arteta sudah saling berhadapan sebanyak lima kali. 

Dari lima pertemuan itu, tak semuanya dimainkan dengan skuad Manchester United. Ada laga yang dimainkan Ruben Amorim sebagai pelatih Sporting CP. Pertemuan ini terjadi saat keduanya bertemu di babak 16 besar Europa League. Kedua laga berakhir imbang dengan skor identik, 2-2. Namun, pasukan Amorim menang di babak adu penalti.

Dengan begitu, Ruben Amorim mengantongi dua kemenangan, dua seri, dan baru kalah sekali dari Mikel Arteta. Kekalahan tersebut terjadi di pertemuan pertama di Premier League musim 2024/25. Kala itu, Amorim yang sudah menangani Manchester United kalah 2-0 di Emirates Stadium. Itu adalah pertandingan Premier League ketiga bagi Amorim. 

Kekalahan itu jadi pembelajaran bagi Amorim. Itu dibuktikan dengan hasil yang membaik di pertemuan berikutnya. Pada Maret 2025, Amorim pun telah memperbaiki skema permainannya. Bermain di Old Trafford, United yang tergopoh-gopoh di dasar klasemen pun berhasil menahan imbang Meriam London dengan skor 1-1.

MU Batu Sandungan Arsenal

Hasil imbang mungkin terkesan seperti win win solution. MU tak kalah, dan Arsenal tetap mendapatkan poin. Tapi, jika dipandang dari kacamata Arsenal, hasil imbang di paruh kedua musim 2024/25 adalah kegagalan yang memalukan. Bagaimana tidak? United kala itu bertengger di posisi 14 klasemen sementara. Sedangkan Arsenal masih berada di jalur perburuan gelar.

Hasil imbang melawan United pekan itu membuat Arsenal semakin jauh dari Liverpool di puncak klasemen. Karena di pekan yang sama, The Reds meraih kemenangan telak atas Soton. Tak berhenti di situ, United ini emang doyan jailin Arsenal. Mereka juga jadi batu sandungan Kai Havertz cs di ajang Piala FA. 

Bertemu di ronde ketiga, Arsenal justru ditahan imbang 1-1 oleh Bruno Fernandes cs. Padahal di laga itu United cuma main dengan sepuluh orang, usai Diogo Dalot diusir keluar karena melepaskan tekel keras ke Mikel Merino. Extra time berlangsung tanpa gol tambahan, kendati Arsenal terus menekan. Saat dilanjutkan ke adu penalti, di situlah petaka Arsenal muncul.

Arsenal terpeleset setelah Havertz gagal menjalankan tugasnya. Tendangan pemain Jerman itu berhasil diblokir oleh Altay Bayindir. Joshua Zirkzee kemudian menunaikan tugasnya dengan sempurna sebagai algojo penentu kemenangan 5-3 untuk United.

Kekuatan dan Kelemahan MU

Kepercayaan diri memang penting, tapi kepercayaan diri dan modal apik di musim lalu tak pernah cukup untuk menentukan bagaimana 90 menit ke depan akan berjalan. Apalagi ini musim baru. Sudah banyak perubahan dan penyesuaian yang dilakukan oleh kedua tim. Maka dari itu, di sini kita akan menganalisa kekuatan dan kelemahan masing-masing tim.

Dimulai dari Manchester United. Sebetulnya, kekuatan United masih belum tertakar. Sebab, lini depan mereka mengalami perombakan total. Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo didatangkan. Dua pemain paling konsisten di Premier League musim lalu itu siap menunjukan kreativitas dan ketajaman guna mengobrak-abrik pertahanan Arsenal yang dipimpin Gabriel Magalhaes dan William Saliba.

Secara skema, Ruben Amorim terlihat akan menjadikan sayap sebagai pemikul peran krusial. Amorim biasanya mengandalkan formasi dasar 3-4-3 atau 3-4-2-1 yang bisa berubah menjadi 5-4-1 saat bertahan. Pola ini memberinya keuntungan melawan tim seperti Arsenal yang gemar membangun serangan lewat lini tengah dan sisi sayap. 

Dengan tiga bek tengah, Amorim bisa mengunci pergerakan penyerang Arsenal di half-space. Sementara wing-back siap melakukan pressing cepat ke Bukayo Saka maupun siapapun nanti yang menempati posisi sayap. Secara teori, memang begitu. Tapi pertahanan United sangat bermasalah dengan apa yang dinamakan IQ dan konsistensi.

Lini pertahanan United masih jadi titik terlemah dalam permainan. Mereka tak bisa menerjemahkan instruksi Ruben Amorim dengan baik dan benar. Disuruh menjalankan Plan A, bisa jadi yang diaplikasikan justru Plan K, bukan B lagi. Karena saking menyimpangnya. Terlebih, kiper MU musim depan kayaknya sih masih Andre Onana ya. Tempatkan bola di pojok gawang, niscaya bola akan masuk gawang dengan sendirinya. 

Kekuatan dan Kelemahan Arsenal

Sama halnya dengan Manchester United, Arsenal juga tampil agresif di bursa transfer musim panas kali ini. Mikel Arteta hampir mengeluarkan 200 juta pound untuk memperkuat timnya. Target pasti adalah memperbaiki kedalaman skuad. Maka dari itu, setiap lini mendapatkan pemain tambahan musim depan.

Kehadiran Martin Zubimendi dan Christian Norgaard memberikan kontrol dan kedalaman taktik di sektor tengah. Memungkinkan kombinasi Declan Rice dan Martin Odegaard tampil lebih leluasa dalam mendistribusikan bola dan mengatur tempo permainan. Arteta sepertinya ingin membangun tim yang mampu menguasai lini tengah. Ide ini sama seperti apa yang dilakukan gurunya, yakni Pep Guardiola di Manchester City.

Dengan mendominasi lini tengah, harapannya Arsenal bisa mengurung pertahanan United. Jika sudah demikian, maka kontrol permainan jelas jadi milik Arsenal. Selain itu, Arsenal masih mempertahankan kekuatan di lini belakang, terutama lewat duet William Saliba dan Gabriel. Ditambah, Arsenal punya dorongan yang kuat untuk membuktikan diri. Lagi pede pedenya nih mereka.

Tapi, bukan berarti Arsenal datang tanpa kelemahan. Setiap permasalahan sudah berusaha diselesaikan oleh Mikel Arteta. Tapi, sang pelatih lupa bahwa dirinya juga perlu dievaluasi. Terkadang, Arteta kurang kreatif dalam memilih pemain. Dirinya acap kali terlambat untuk memasukan pemain dari bangku cadangan demi mengubah permainan. 

Arteta tak piawai membawa anak asuhnya keluar dari tekanan. Itu pula yang membuat anak asuh Mikel Arteta kadang kesulitan mempertahankan keunggulan di babak kedua. Karena gaya bermainnya sama seperti babak pertama. Udah ketebak. Jadi, kalau United bisa unggul lebih dulu sih kelabakan tuh Arteta.

Adu Striker

Terus gimana soal efisiensi penyelesaian akhir dikenal jadi masalah Arsenal musim lalu? Tenang, masalah ini sudah ada solusinya. Mikel Arteta mendapatkan bala bantuan dari Viktor Gyokeres. Striker asal Swedia ini hadir sebagai target man yang kuat, mampu melakukan hold-up play, dan menambah dimensi baru bagi serangan Arsenal.

Posturnya pun sempurna untuk Premier League. Pria Nordik ini tinggi nan kekar layaknya para Viking. Jika Mikel Arteta mampu memaksimalkan potensi Gyokeres, ini akan membuka lembaran baru bagi sejarah lini depan Arsenal. Dalam konteks menghadapi Manchester United, keberadaan striker nomor 9 yang klinis bisa jadi pembeda.

Sialnya, bukan Arsenal saja yang punya bomber baru. Manchester United yang tak mau kalah juga memiliki Benjamin Sesko sebagai ujung tombak. Arsenal mungkin dikenal sebagai “Gudang Senjata”, tapi senjata buatan Slovenia ini belum pernah mereka cicipi. Sesko bukan sekadar nomor 9, dia adalah teka-teki yang belum sempat dibaca oleh Mikel Arteta.

Asli! Laga ini bakal jadi laga adu mekanik bagi dua penyerang ini. Jika laga antara MU dan Arsenal diibaratkan sebagai perang kecepatan dan kekuatan, maka Sesko dan Gyokeres bak dua bilah pedang yang saling beradu. Mereka akan saling unjuk ketajaman demi nasib klub di musim depan.

Sumber: Premier League, Metro, Football London

Endrick dan Vitor Roque: Dua Wonderkid Titisan Ronaldo yang Redup Sebelum Bersinar

0

Di dunia ini terlalu banyak hal yang dibesar-besarkan padahal biasa-biasa saja. Tokoh, ideologi, kebijakan, hingga IKN. Manusia memang suka membesar-besarkan suatu hal, apalagi kalau itu berkenaan dengan kekuatan dan kesempurnaan. Di sepak bola yang demikian sering terjadi.

Ketika muncul wonderkid baru, namanya sudah dibesar-besarkan. Membuat para bocah yang bahkan belum belajar mencukur jenggot itu, sudah dibebani harapan tinggi dari para fans. Begitulah yang dialami dua wonderkid asal Brasil yang dibeli dua raksasa Liga Spanyol: Endrick Felipe dan Vitor Roque.

Pul sepatu belum menginjak lapangan, tapi dua bocah asal Brasil itu sudah disebut-sebut sebagai “The Next Ronaldo Nazario”. Sebuah label yang terlalu pagi untuk disematkan. Alhasil mereka meredup sebelum bersinar. Tak sanggup memikul beratnya nama El Fenomeno. Bagaimana dua wonderkid ini jadi melempem seperti kerupuk dicelup air?

Endrick Datang Tahun 2022

Mari kita mulai dari Endrick Felipe. Real Madrid, raksasa Eropa yang bergelar rajanya Liga Champions, punya fetish membeli para bocah dari Brasil. Los Galacticos selalu sukses mengorbitkan mereka. Ambil contoh Vinicius Junior dan Rodrygo Goes. Hal itu tidak lepas dari peran Juni Calafat, pemandu bakat yang memang dikirim ke Amerika Latin.

Nah, pada penghujung tahun 2022, Real Madrid membeli Endrick Felipe dari Palmeiras. Masih belia. Usianya baru 16 tahun kala itu. Tapi Los Blancos sudah harus menghabiskan uang tak kurang dari 72 juta euro untuk menerbangkan Endrick dari Brasil ke Spanyol.

Endrick adalah talenta luar biasa di Palmeiras. Di usianya yang masih belum memenuhi syarat bikin KTP, Endrick sudah bermain di tim utama Palmeiras. Sebelumnya Endrick bermain untuk tim muda. Setiap kali memegang bola, ia seperti maling sandal di masjid: gesit dan gerakannya susah ditebak.

Itulah kenapa Endrick sanggup mengoleksi 165 gol dari 169 laga bersama tim muda Palmeiras. Tak ayal Endrick digembar-gemborkan sebagai Ronaldo Nazario versi terbaru. El Fenomeno sendiri yang langsung memujinya. Bagi Ronaldo, Endrick punya masa depan yang menjanjikan.

Vitor Roque ke Barcelona

Bagaimana dengan Vitor Roque? Jika Endrick datang ke Los Blancos pada akhir tahun 2022, Roque menginjakkan kakinya di Camp Nou pada 2023. Ceritanya Barcelona tak mau kalah dari Real Madrid yang mendatangkan Endrick. Meski sejatinya mereka punya sejarah buruk dalam mendatangkan pemain muda dari Brasil.

Lihat saja sejumlah nama seperti Douglas, Henrique, dan Keirrison, ke mana mereka sekarang? Tapi Los Cules sepertinya tak ambil pusing dengan kegagalan-kegagalan sebelumnya. Alhasil, dibelilah Vitor Roque dari Atletico Paranaense. Harganya lebih murah dari Endrick, yakni 30 juta euro. Tapi usianya lebih tua sedikit. Saat gabung ke Barca, Roque sudah berusia 18 tahun.

Sama seperti Endrick, Roque juga disebut-sebut sebagai “The Next Ronaldo Nazario”. Jika Endrick menawan di Palmeiras, Roque mengesankan di Timnas Brasil U-20. Ia membantu Tim Samba muda menjuarai Copa Amerika Selatan U-20 tahun 2023. Penampilannya di turnamen tersebut disiram pujian, termasuk dari Direktur Olahraga SC Internacional, Gustavo Rossi.

Nah, orang inilah yang seenak perut menyebut Roque titisan Ronaldo Nazario. Sesuatu yang kian mendorong Barcelona membeli Roque. Namun, baik Barcelona yang membeli Vitor Roque maupun Real Madrid yang membeli Endrick, sama-sama seperti membeli kucing dalam karung. Jangankan menjadi The Next Ronaldo, untuk berjalan ke arah sana saja tidak.

Vitor Roque Kesulitan Beradaptasi

Vitor Roque gagal beradaptasi di Barcelona. Ia kesulitan menyesuaikan diri dengan gaya permainan dan taktik yang diterapkan Blaugrana. Selain sebetulnya, yang cukup mencengangkan, Roque bukanlah pemain yang diinginkan. Dulu, tatkala Barcelona masih dilatih Xavi, sang pelatih tak menginginkan Roque.

Yang kepincut padanya Deco. Tapi saat kepincut pada talenta Brasil itu, Deco belum menduduki posisi penting di Barcelona. Direktur Barcelona saat itu masih dipimpin Mateu Alemany dengan Direktur Olahraga Jordi Cruyff. Nah barulah saat pergantian posisi, di mana Deco menggantikan posisi Jordi Cruyff, Vitor Roque didatangkan.

Xavi menyambut Roque. Tapi itu hanya citra di depan sang pemain dan Deco. Di lapangan, Xavi tak memberikan menit bermain padanya. Bahkan Roque baru debut di La Liga pada Januari 2024. Apakah ketika kursi pelatih bergeser ke Hansi Flick, Roque mendapat menit bermain? Tidak. Ia justru makin tersingkir.

Setibanya di Camp Nou, Flick langsung mengatakan bahwa Roque tidak masuk rencananya. Roque pun dipinjamkan ke Real Betis. Peminjaman biasanya membuat sang pemain mendapat lebih banyak menit bermain.

Tapi Manuel Pellegrini tak melihat Roque sebagai pemain yang bisa diandalkan di lini depan. Hanya mencetak empat gol dan main cuma 22 pertandingan, Roque dipulangkan ke Barcelona.

Dijual ke Palmeiras

Musim 2025/26 sebetulnya bisa menjadi musim comeback Roque di Barcelona. Ia punya keinginan, tapi Flick yang menentukan. Sekali tak masuk, itu artinya tidak untuk selamanya. Roque yang dulu dielu-elukan, disebut sebagai titisan Ronaldo Nazario, akhirnya justru dilepas oleh Blaugrana. Ironisnya bukan ke klub besar, tapi ke kampung halamannya

Seperti pedagang di Tanah Abang yang mesti menjual dagangannya lebih murah agar tetap laku, Barcelona berani melepas murah Roque di harga 25,5 juta euro. Lumayan, tidak terlalu banyak ruginya. Yah, daripada cuma duduk di bangku cadangan seperti mahasiswa abadi yang betah di kantin.

Meski terbilang murah, nominal itu menjadikan Roque penandatangan termahal dalam sejarah sepak bola Amerika Latin. Jika Roque pulang ke Brasil, bagaimana nasibnya dengan Endrick Felipe?

Nasib Tak Menyenangkan Endrick

Endrick masih di Real Madrid. Namun Endrick masih kerepotan memanggul tekanan publik Santiago Bernabeu. Bersamaan dengan itu, Endrick juga jarang diberikan menit bermain lantaran persaingan di posisinya begitu ketat.

Mirisnya, ketika diberikan kesempatan bermain pun, Endrick malah ngablu. Carlo Ancelotti saat melatih Real Madrid pernah marah karena Endrick bermain tidak serius. Hal yang membuat Endrick gagal memperoleh kepercayaan sang pelatih. Don Carlo akhirnya lebih mengutamakan pemain lain seperti Brahim Diaz.

Bukan hanya saat bermain penampilannya jelek, Endrick juga sering dipeluk cedera. Kemarin saja, ia tidak ikut Piala Dunia Antarklub karena mengalami cedera hamstring. Peluang untuk masuk ke skuad Xabi Alonso pun sirna.

Makin Sulit Bersaing

Persaingan di lini depan Los Galacticos sekarang ini juga semakin ketat. Selain ada Kylian Mbappe, anak muda lain bernama Gonzalo Garcia siap merebut tempat Endrick. Garcia sepertinya akan masuk ke tim utama Xabi Alonso musim depan. Performanya yang menawan di Piala Dunia Antarklub menjadi dasarnya.

Di situasi itu, Real Madrid pun mencari jalan keluar untuk Endrick. Belakangan ini ia dikabarkan bakal pindah ke Real Sociedad. Sebuah kesepakatan peminjaman sedang dicoba. La Real memberi jaminan jam terbang untuk bocah asal Brasil yang baru saja menikah itu.

Tapi apes bagi Endrick. Ketika narasi ini ditulis, Sociedad mundur dari upaya meminjam sang pemain. Kenapa? Karena Endrick mengalami cedera pinggul yang kambuh saat sesi latihan.

Oalah, Ndrick… Ndrick… lagi semangat-semangatnya unjuk gigi malah dihalangi pinggul sendiri. Ibarat mau naik motor ngebut, eh, rantainya copot duluan.

Sumber: beinSPORTS, GFNG, beinSPORTS, SempreBarca, YahooSports, FCB, 90Min, LigaOlahraga, StartingEleven

Berita Bola Terbaru 10 Agustus 2025 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

MUSIM BELUM MULAI, MU UDAH BOYONG 2 TROFI

Laga reunian Manchester United dengan David De Gea telah digelar di Old Trafford. Skor akhir 1-1. Namun, United memenangkan laga melalui adu penalti. Dilansir Manchester Evening News, laga ini bertajuk Snapdragon Cup. Setelah memenangkan laga, United kembali meraih trofi kompetisi tersebut. Menurut laporan, ini artinya United telah memboyong dua trofi di edisi pramusim 2025. Pencapaian ini jadi pertanda apik menjelang dimulainya musim 2025/26.

MU PANTAU NICO PAZ

Masih dari Manchester United, ada rumor yang berkembang kalau pihak klub sedang mengeksplore kemungkinan untuk mendatangkan gelandang serang baru. Dilansir Fichajes, pemain yang sedang didekati United itu adalah Nico Paz dari Como. Klub asal Manchester itu kabarnya telah menyiapkan 70 juta euro untuk merekrut gelandang tersebut. Di bawah asuhan Cesc Fabregas, Paz memang tampil impresif. Ia jadi dirigen serangan Como musim lalu. Upaya United untuk mendatangkan Paz tidak mudah. Real Madrid pun masih mengawasi mantan pemainnya ini.

SPURS SIAP PULANGKAN KANE

Ada kabar mengejutkan dari Tottenham. Dilansir Football Insider, Tottenham telah merencanakan langkah sensasional untuk mendatangkan Harry Kane kembali musim depan. Rencana ini muncul setelah rincian klausul pelepasan dari Bayern Munchen terungkap. Kabarnya, Kane bisa tersedia di Bulan Januari mendatang dengan banderol 56 juta pound. Angka ini terbilang murah untuk jaminan gol darinya. Maka dari itu, Spurs berniat memulangkannya untuk menggantikan peran kepemimpinan yang ditinggalkan Son Heung-min.

LIVERPOOL RESMI LEPAS NUNEZ KE AL-HILAL

Liverpool akhirnya resmi melepas Darwin Nunez ke Al-Hilal. Klub arab Saudi itu kabarnya membayar total 46 juta pound untuk Nunez. Dilansir Fotmob, Nunez menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Al-Hilal. Kabarnya, Nunez akan mendapat lonjakan gaji yang signifikan. Ia akan mengantongi 24 juta euro per tahun. Konon, itu adalah jumlah gaji yang jauh lebih besar dari Mo Salah di Liverpool. Penjualan Nunez diharapkan bisa jadi penyeimbang keuangan setelah The Reds jor-joran di musim panas 2025.

NEWCASTLE TUTUP PINTU KELUAR UNTUK ISAK

Sementara itu, potensi Alexander Isak untuk bergabung Liverpool kabarnya semakin kecil. Selain karena Newcastle United yang gagal mendapatkan Benjamin Sesko, pemilik Newcastle yang berada di Arab Saudi tidak memberikan restu kepada Isak untuk pergi. Dilansir Liverpool Echo, para petinggi klub tak akan menyetujui transfer dengan harga berapapun musim panas ini. Bahkan, keputusan ini akan tetap berlaku, meski The Magpies berhasil mendatangkan Yoane Wissa musim panas ini.

GREENWOOD DIKEROYOK PEMAIN ASTON VILLA

Masih berhubungan dengan tim Inggris, ada momen menarik sekaligus menegangkan yang melibatkan Mason Greenwood dan tim Aston Villa. Dilansir Goal, Greenwood terlibat keributan dengan beberapa pemain Villa di ajang uji coba. Keributan ini bermula dari tekel keras Greenwood terhadap gelandang Villa, Amadou Onana.  Saat Greenwood dan Onana mulai saling dorong Tyrone Mings memisahkan mereka dan mencengkeram jersey striker Marseille itu seakan ingin membantingnya. Semua pemain Villa pun mengerubungi Greenwood yang justru tertawa mengejek. Bahkan, jersey Greenwood sampai robek. Di akhir laga, Marseille memenangkan pertandingan dengan skor 3-1

FLICK, LEWANDOWSKI, DAN YAMAL KENA SANKSI UEFA

Bergeser ke Spanyol, ada kabar buruk yang menimpa skuad Barcelona. Menurut Barca Blaugranes, Hansi Flick, Robert Lewandowski, dan Lamine Yamal harus dijatuhi sanksi oleh UEFA. Menurut laporan, Flick dijatuhi hukuman larangan satu pertandingan dan denda 20 ribu euro atas perilakunya selama kekalahan klub di semifinal Liga Champions melawan Inter. Sedangkan Yamal dan Lewy didenda 5000 euro karena melanggar peraturan Anti-Doping. Kedua pemain tersebut tidak segera melapor untuk tes doping sebagaimana disyaratkan setelah pertandingan di San Siro.

ATLETICO DIAM-DIAM DEKATI SANCHO

Bergeser ke Kota Madrid, ada Atletico Madrid yang kabarnya memantau kondisi Jadon Sancho di Manchester United. Dilansir Give Me Sport, nama Sancho muncul sebagai target “rahasia” untuk Atletico Madrid. Diego Simeone ingin memperkuat sektor sayap dan memandang Sancho sebagai pilihan yang menarik. Atletico telah diberitahu bahwa banderol Sancho berada di angka 24 juta pound. Kabarnya, Sancho siap mengurangi gajinya demi bisa menemukan klub baru musim depan. Atletico pun sedang mempersiapkan proposal terbaik untuk mewujudkan transfer ini.

DUA PEMAIN MADRID DIDEKATI KLUB ARAB

Sementara dari Real Madrid, kabarnya ada dua punggawa El Real yang diminati oleh klub Arab Saudi. Menurut Football Espana, dua pemain yang dimaksud adalah David Alaba dan Dani Ceballos. Tim Saudi Pro League diperkirakan akan menghidupkan kembali minat lama mereka terhadap dua bintang Los Blancos tersebut. Namun, kedua pemain ini punya pandangan yang berbeda. Ceballos masih ingin bertahan di Spanyol untuk bermain di level tertinggi. Sedangkan Alaba cukup terbuka dengan kepindahan ke Arab Saudi. Belum tahu juga klub apa yang nantinya maju untuk menggaet Alaba dan Ceballos.

MALICK THIAW SEPAKAT GABUNG NEWCASTLE

Spanyol sudah, kita ke Serie A untuk membahas saga transfer Malick Thiaw. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Thiaw kini berstatus here we go ke Newcastle United. Ia akan jadi tenaga tambahan di sektor pertahanan Eddie Howe. Kabarnya, Newcastle sepakat untuk menebus Thiaw di angka 40 juta euro. Tes medis pun sudah dijadwalkan. Thiaw akan kembali ke Milan terlebih dahulu setelah uji coba melawan Leeds United, dan mengemasi barangnya sebelum akhirnya terbang ke Newcastle.

MILAN DAN INTER REBUTAN BEK PARMA

Masih seputar AC Milan. Bersama Inter Milan, Rossoneri kabarnya tertarik untuk mendatangkan bek Parma, Giovanni Leoni. Dilansir Football Italia, Leoni jadi pemain yang cukup menarik perhatian di musim lalu. Dan kini duo Milan siap beradu strategi untuk menggoda bek kelahiran Roma, Italia itu. Musim lalu, remaja ini bermain 17 kali di Serie A untuk Parma dan membantu tim tersebut tetap berada di kasta tertinggi Italia. Usianya masih 18 tahun dan Leoni dianggap sebagai bek masa depan Timnas Italia.

KOLO MUANI HANYA INGIN JUVENTUS

Di sisi lain, ada kabar bahwa Randal Kolo Muani telah menolak tawaran dari beberapa klub Liga Inggris demi kembali bergabung Juventus. Dilansir Football Italia, Kolo Muani lebih nyaman untuk melanjutkan karir di Juventus ketimbang hijrah ke Liga Inggris. Namun, yang jadi masalah, Juve hanya berminat untuk mendatangkannya secara pinjaman lagi. Sedangkan PSG mau menjual Kolo Muani secara permanen. Kabarnya, PSG sedang berusaha membujuk Juve agar mau memasukan klausul pembelian secara permanen di musim depan. Angka yang harus dipenuhi kabarnya mencapai 40 juta euro.

MODRIC BERAMBISI MENGAKHIRI KARIR DI SWANSEA

Ada kabar menarik dari wonderkid abadi, yakni Luka Modric tentang masa depannya di dunia sepakbola. Meski baru saja pindah ke AC Milan, gelandang kroasia ini sudah memberi kode di mana ia akan pensiun. Menariknya, Milan bukan tempat yang ia inginkan. Dilansir Goal, Modric kabarnya terbuka untuk pensiun di klub Wales, Swansea. Tapi mengapa Swansea? Fyi saja, Modric kini berstatus pemegang saham minoritas di The Swans. Maka dari itu, Modric ingin terlibat lebih dalam di klubnya. Bukan cuma soal rapat atau pengambilan keputusan. Modric kabarnya siap memainkan tahun terakhirnya di Swansea demi membantu tim kembali ke Premier League.

JAY IDZES RESMI DIPERKENALKAN SASSUOLO

Setelah berkeliling Eropa, kita kembali ke Indonesia untuk membahas saga transfer punggawa tim nasional Indonesia. Dilansir CNN Indonesia, Jay Idzes akhirnya diresmikan sebagai pemain baru Sassuolo. Kabar ini telah dikonfirmasi oleh pihak klub melalui media sosialnya. Idzes telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Itu akan membuatnya stay di Sassuolo hingga 2029. Idzes akan menerima gaji sekitar 1,1 juta euro per musim. Itu sama dengan Rp20 miliar per tahun. Idzes akan dilatih oleh Juara Dunia 2006, Fabio Grosso dan menjadi bek termahal kedua di Sassuolo sepanjang sejarah menggeser posisi Merih Demiral.

THOM HAYE MASUK RADAR SCHALKE

Sementara rekan Jay Idzes, yakni Thom Haye kabarnya juga sedang didekati oleh klub baru. Dilansir VIVA, klub Bundesliga, Schalke jadi yang terbaru dikaitkan dengan Haye. Kabarnya, pihak Schalke masih mencari tambahan amunisi di lini tengah. Mereka disebut membutuhkan sosok playmaker yang mampu mengatur tempo permainan sekaligus menjadi kreator serangan. Dan Haye masuk dalam radar. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Schalke maupun Thom Haye terkait rumor ini. Namun, beberapa media Jerman kabarnya sudah mulai membicarakan rumor ini. 

MILAN SEPAKAT PINJAM HOJLUND DARI MU

Setelah Manchester United mencapai kesepakatan dengan Benjamin Sesko, AC Milan kabarnya mulai mendekati United untuk mendapatkan Rasmus Hojlund. Dilansir Football Italia, United terbuka untuk melepas sang pemain. Namun, Milan berniat untuk meminjam Hojlund terlebih dahulu. Kabarnya, Milan sudah menyodorkan proposal pinjaman dengan biaya sekitar 6 juta euro. United menerima proposal itu. Kini, sedang didiskusikan klausul pembelian secara permanen di akhir masa pinjaman. United menuntut biaya 40 juta euro.

ZANIOLO MASUK RADAR UDINESE

Nicolo Zaniolo kabarnya sudah tak masuk rencana Galatasaray musim depan. Kini, sang pemain sedang mempertimbangkan untuk kembali ke Italia. Dilansir Football Italia, kabarnya ada beberapa klub yang berminat padanya. Namun, hanya satu yang dari Italia. Mereka adalah Udinese. Zaniolo pun sedang mempertimbangkan segala tawaran yang ada. Udinese bisa jadi prioritas. Tapi, Benfica, PSV Eindhoven, dan Flamengo juga dalam antrian.

NWANERI PERPANJANG KONTRAK DI ARSENAL

Dari Italia, kita bergeser ke Inggris. Ada bintang muda Arsenal, Ethan Nwaneri yang dikabarkan telah menandatangani kontrak baru. Dilansir BBC, Nwaneri telah menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun dengan Meriam London. Sang pemain pun happy dengan kontrak ini. “Ini sangat berarti bagi saya, saya sangat senang telah menyelesaikannya. Di sinilah saya merasa betah, dan di sinilah saya akan mengembangkan potensi terbaik saya,” ujar Nwaneri.

SPURS PANTAU ELLIOTT

Masih dari London, ada Spurs yang kini bergerak untuk mendapatkan gelandang serang baru. Urgensi ini muncul setelah James Maddison mengalami cedera ACL yang cukup parah. Dilansir Give Me Sport, nama Harvey Elliott dari Liverpool muncul sebagai opsi. Thomas Frank sangat tertarik dengan bakat Elliott. Pembicaraan kabarnya sudah dilakukan. Frank bahkan sudah menghubungi Elliott langsung untuk menegaskan ketertarikan. Namun, komunikasi ini masih tahap awal. Spurs harus bersaing dengan RB Leipzig untuk mendapatkan tanda tangan Elliott.

ZABARNYI AKHIRNYA HERE WE GO KE PSG

Setelah negosiasi yang panjang, bek Bournemouth, Ilya Zabarnyi akhirnya mencapai kata sepakat untuk pindah ke PSG. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, status transfernya sudah mencapai kata Here We Go. PSG bersedia membayar 67 juta euro kepada The Cherrys. Zabarnyi kabarnya akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun. Tes medis pun akan segera dilaksanakan. 

BARCA PROYEKSIKAN BASTONI SEBAGAI PENGGANTI INIGO

Inggris sudah, kini kita bergeser ke Spanyol. Kabarnya, Barcelona mulai mencari pemain baru guna menggantikan peran Inigo Martinez yang hijrah ke Arab Saudi. Dilansir El Nacional, beberapa nama muncul sebagai opsi. Namun, Joan Laporta menginginkan klub untuk mendatangkan Alessandro Bastoni. Bek asli Italia itu dinilai cocok untuk masuk proyek yang dipimpin Hansi Flick. Ketangguhannya, pengalaman internasionalnya, dan kualitasnya dalam melepaskan bola menjadikannya profil ideal untuk mendampingi Pau Cubarsí. Bastoni akan jadi leader baru di lini pertahanan. Namun, menurut hitung-hitungan, Barca baru bisa merealisasikan ide ini tahun depan. 

GONZALO GARCIA TANDA TANGANI KONTRAK BARU DI MADRID

Masih dari Spanyol, ada striker muda Real Madrid, Gonzalo Garcia yang baru saja menandatangani kontrak baru. Dilansir The Athletic, Garcia menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan Madrid. Ini adalah salah satu upaya Madrid untuk mengapresiasi performa Garcia selama Piala Dunia Antarklub kemarin. Awalnya, Garcia akan pergi dengan status pinjaman. Namun, Xabi Alonso kabarnya telah meyakinkan Garcia untuk bertahan dan menandatangani kontrak ini. Xabi sepertinya punya rencana lain untuknya.

COMAN MERAPAT KE AL-NASSR

Beralih ke Asia, ada Kingsley Coman yang kabarnya masuk radar Al-Nassr musim panas kali ini. Menurut cuitan Fabrizio Romano, Al-Nassr sudah mengirimkan proposal ke Bayern Munchen untuk mendatangkan Coman. Negosiasi pun masih berlangsung. Negosiasi langsung melibatkan Munchen dan Coman. Semua dilakukan agar mempersingkat waktu. Kabarnya, keputusan akan diambil sesegera mungkin.

KO ITAKURA CETAK SEJARAH BARU DI AJAX

Dari Jepang, ada Ko Itakura yang kabarnya mencatatkan sejarah di Ajax Amsterdam. Menurut situs resmi Ajax, setelah diresmikan kemarin, Ko Itakura resmi menandatangani kontrak berdurasi empat tahun plus opsi perpanjangan satu tahun. Menurut Direktur Teknik Ajax, Alex Kroes, Itakura jadi pemain Jepang pertama dalam sejarah Ajax Amsterdam. “Dengan mentalitas dan kepemimpinan dia, dia juga bisa memiliki peran penting dalam menuntun tim. Kami tak sabar melihat dia dengan seragam Ajax,” ujar Alex Kroes.

PSSI RILIS HARGA TIKET PIALA KEMERDEKAAN

Sementara dari Indonesia, ada PSSI yang baru saja merilis daftar harga tiket nonton pertandingan Piala Kemerdekaan 2025. Mengutip Bola.com, turnamen ini akan digelar di Stadion Utama Sumatra Utara yang terletak di Deli Serdang mulai 12 Agustus. Tiket termurah dijual dengan harga Rp100.000. Tiket tersebut untuk kategori 3 yakni tribune utara atau selatan. Kemudian ada kategori 2 yang terdapat di tribune barat atau timur. Tiket kategori tersebut dijual oleh PSSI dengan harga Rp125.000. Tiket termahal ada pada kategori 1 yakni mencapai Rp150.000. Setiap penonton yang membeli tiket bisa menyaksikan dua laga di hari yang sama yakni pada sore dan malam hari. 

Berita Bola Terbaru 9 Agustus 2025 – Starting Eleven News

0

MU PAMER CARRINGTON YANG BARU

Ngakunya miskin, lagi berhemat, tapi Manchester United justru muncul dengan memamerkan Carrington yang baru. Terlihat lebih mewah, elegan, dan berteknologi tinggi. Dilansir Goal, United  telah menyelesaikan pembangunan kembali gedung Carrington dengan biaya senilai 50 juta pound. Kabarnya, fasilitas baru ini sudah kelas dunia dan memiliki banyak teknologi canggih. Ini adalah peningkatan besar pertama pada fasilitas pria sejak tempat latihan itu dibuka pada tahun 2000. Sekarang, udah nggak ada yang bisa mengeluhkan fasilitas jelek lagi nih.

UNITED MAU BALEBA, BRIGHTON MAU COLLYER

Ketertarikan Manchester United kepada Carlos Baleba kabarnya semakin serius. Pihak Brighton sudah mematok harga di angka 104 juta pound. Namun, kabarnya harga itu bisa sedikit turun jika United mau memasukan satu pemain sebagai alat tukar tambahan. Dilansir Manchester Evening News, The Seagulls terbuka jika United ingin memasukan nama Toby Collyer ke dalam kesepakatan. Nantinya, ia akan menjadi pengganti Baleba jika hengkang. Namun, pihak United kurang senang dengan skema ini. Collyer punya tempat tersendiri di skuad United saat ini. Ruben Amorim kabarnya akan sangat mengandalkannya musim depan.

GARNACHO RAIH KESEPAKATAN PRIBADI DENGAN CHELSEA

Di sisi lain, ada Alejandro Garnacho yang dikabarkan sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Chelsea. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Garnacho telah menyetujui setiap detail persyaratan pribadi dengan Chelsea. Garnacho hanya ingin pindah ke Chelsea. Dengan keputusan ini, Spurs dan Aston Villa terpaksa harus gigit jari. Kini, Chelsea sedang dalam momen krusial untuk mencari kesepakatan dengan Manchester United. Chelsea berusaha mencapai kesepakatan terbaik soal fee transfer yang harus dibayar.

MUSIM BELUM MULAI, RODRI UDAH CEDERA LAGI

Bergeser sedikit ke Manchester City, ada kabar kurang mengenakan datang dari kamp latihan. Dilansir Manchester Evening News, Pep Guardiola mengkonfirmasi bahwa gelandang andalannya, Rodri kembali mengalami cedera. Rodri sebelumnya sempat kembali bermain di Piala Dunia Antarklub kemarin. Namun, di situ awal kesialan Rodri. Menurut laporan, Rodri mengalami gangguan pada pangkal paha. Pep menggambarkan cedera ini sebagai cedera yang serius. Pelatih asal Spanyol itu mengkonfirmasi bahwa Rodri tak akan bisa bermain hingga September mendatang.

LIVERPOOL CETAK REKOR PENJUALAN JERSEY BARU MUSIM DEPAN

Kabar baik justru datang dari Liverpool. Dilansir Liverpool.com, The Reds kabarnya telah mencetak rekor baru dalam hal penjualan jersey kandang dan tandang musim ini. Menurut laporan, jersey garapan Adidas kali ini mendapat respons yang sangat luar biasa. Saking larisnya, jersey kandang yang kalcer ini telah melampaui penjualan peluncuran tahun lalu. Bahkan, peningkatannya mencapai lebih dari 700% jika dibandingkan musim lalu. Jersey ini juga dikirim ke 150 negara.

ISAK SULIT, LIVERPOOL PERTIMBANGKAN WISSA

Masih dari Liverpool, tapi kali ini soal transfer pemain. Setelah negosiasi soal Alexander Isak terlihat buntu, Liverpool kabarnya mulai mengalihkan perhatian kepada Yoane Wissa. Ya, The Reds siap bersaing lagi dengan Newcastle United untuk mendapatkan pemain incaran. Dilansir Empire of The Kop, Brentford terbuka untuk melepas Wissa di angka 50 juta pound. Itu jadi harga yang lebih murah daripada Isak. Liverpool perlu bertindak cepat jika ingin membajak sang pemain. Sebab, Wissa kabarnya sangat tertarik dengan proyek The Magpies musim depan.

KEHILANGAN COLWILL, CHELSEA PANTAU ARAUJO

Sedangkan dari Chelsea, Enzo Maresca yang kehilangan Levi Colwill akibat cedera kabarnya langsung menargetkan bek baru musim panas ini. Tanpa Colwill, kedalaman lini belakang The Blues begitu rapuh. Maka dari itu, menurut Fichajes, Chelsea memantau bek Barcelona, Ronald Araujo. Bek asal Uruguay ini dipandang sebagai salah satu pilihan utama untuk memperkuat lini pertahanan. Araujo punya pengalaman di level tertinggi dan dianggap siap untuk membantu Chelsea meraih trofi lagi musim depan. Kabarnya, Barca terbuka jika ada tawaran yang lebih tinggi dari 50 juta euro.

ENDRICK WARISI NOMOR 9 DI MADRID

Bergeser ke Spanyol, ada kabar mengejutkan yang muncul dari Real Madrid. Sempat dirumorkan bakal hengkang atau dipinjamkan, Endrick justru mewarisi nomor keramat, yakni sembilan di skuad Real Madrid. The Athletic melaporkan, awalnya, semua orang mengira Gonzalo Garcia akan mendapat kehormatan ini. Tapi nyatanya, rencana berubah. Endrick yang akan mengenakan nomor tersebut musim depan, melanjutkan jejak para legenda seperti Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, dan Ronaldo Nazario. Lalu bagaimana dengan Gonzalo? Kemungkinan besar ia akan “mewarisi” nomor 16 yang ditinggalkan Endrick.

MADRID AMATI SITUASI ALEXANDER NUBEL

Masih dari Real Madrid, ternyata diam-diam Xabi Alonso sedang mencari kandidat baru untuk menjadi suksesor jangka panjang bagi Thibaut Courtois. Dilansir Team Talk, Alonso sudah meminta anak buahnya untuk memantau kiper Stuttgart, Alexander Nubel. Alonso sadar, Courtois sudah tak muda lagi. Dirinya butuh penjaga gawang yang lebih muda. Bahkan, Alonso tak segan untuk menghubungi Ter Stegen untuk meminta pendapat sang penjaga gawang bagaimana potensi Nubel. Kiper Barca pun memberikan testimoni apik soal rekan senegaranya itu. Nubel memang punya potensi besar di sepakbola Jerman. 

TER STEGEN KEMBALI JADI KAPTEN BARCA

Ngomong-ngomong soal Marc-Andre Ter Stegen, kisruhnya dengan Barcelona dikabarkan mulai mendingin. Dilansir Goal, Barcelona telah mengkonfirmasi bahwa Marc-Andre ter Stegen telah kembali menjabat sebagai kapten klub. Keputusan ini diambil setelah Barca dan Ter Stegen menyelesaikan perselisihan terkait rekam medisnya pasca operasi punggung. Kini, Ter Stegen kabarnya bersedia menandatangani  formulir izin atau formulir yang menyatakan bahwa Ter Stegen akan absen dalam jangka panjang musim depan. Setelah ini, tim pun bisa fokus mempersiapkan musim depan.

KANE JADI TARGET BARCA MUSIM DEPAN

Masih dari Barcelona, ada kabar mengejutkan yang datang dari rencana transfer mereka. Dilansir Fichajes, Barcelona kabarnya kembali memasukan nama Harry Kane sebagai pemain incaran. Namun, bukan untuk musim panas 2025, melainkan musim panas 2026. Kabarnya, bintang Bayern Munchen itu memiliki klausul pelepasan khusus yang memungkinkannya meninggalkan klub pada tahun 2026. Barca pun ingin memanfaatkan celah ini untuk merayu Kane. Namun, ini masih rencana awal. Belum ada langkah konkret yang diambil oleh La Blaugrana.

RASPADORI HIJRAH KE ATLETICO MADRID

Spanyol sudah, kini kita bergeser ke Italia. Salah satu pemain depan Napoli, yakni Giacomo Raspadori kabarnya sudah sepakat untuk hengkang dan bergabung Atletico Madrid. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, status transfernya sudah Here We Go. Negosiasi terjadi sangat cepat. Atletico sepakat untuk membayar 26 juta pound sudah termasuk add ons kepada Napoli. Raspadori pun antusias dengan kepindahan ini. Namun, belum jelas berapa durasi kontrak yang akan didapat Raspadori.

DRAMA BERAKHIR, MORATA KE COMO

Setelah negosiasi yang panjang dengan melibatkan Galatasaray dan AC Milan, akhirnya Alvaro Morata sepakat gabung FC Como. Dilansir Goal, Milan telah mencapai kesepakatan untuk membayar Galatasaray hingga 3 juta euro plus bonus potensial untuk mengakhiri masa pinjaman Morata yang sebenarnya baru habis pada awal 2026. Nah, langkah ini membebaskan striker Spanyol tersebut untuk menyelesaikan transfer ke Como. Nantinya, Morata akan pindah ke Como dengan status pinjaman terlebih dahulu. Baru dipermanenkan musim depan dengan mahar 10 juta euro.

MEDIA MALAYSIA NYINYIR SOAL IDZES KE SASSUOLO

Masih dari Serie A, tapi kali ini melibatkan pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes. Pemain yang identik dengan rambut klimis ini kabarnya sudah sepakat untuk gabung Sassuolo. Tinggal merampungkan beberapa detail kecil hingga nantinya dapat diumumkan sebagai pemain baru. Ini jadi langkah menarik bagi Idzes untuk tetap berkarir di level tertinggi, Serie A. Namun, di balik pencapaian ini, ada media Malaysia yang nggak suka. Dilansir TVOnenews, ada akun media Malaysia bernama Onefootball.my, yang menyindir Idzes. Mereka menjelaskan bahwa La Liga lebih baik daripada Serie A. Konteksnya adalah, media Malaysia merasa pemain naturalisasi mereka, yakni Facundo Garces yang berkarir di La Liga bersama Alaves lebih baik ketimbang Idzes yang akan bermain untuk Sassuolo. Padahal, secara nilai pasar, Jay Idzes sebenarnya jauh lebih baik dari Facundo Garces. Bahkan, nilainya mencapai dua kali lipat.

SALING BERHADAPAN, HUBNER DEBUT, JAMES ASSIST

Masih dari Eropa, tapi kali ini dari Belanda. Ada dua pemain Timnas Indonesia yang saling berhadapan di laga perdana Eredivisie musim 2025/26. Fortuna Sittard yang dibela Justin Hubner menghadapi Go Ahead Eagles yang diperkuat Dean James. Dilansir Goal, keduanya sama-sama bermain sejak menit awal. Ini jadi laga debut Hubner bersama klub barunya. Sedangkan James berhasil tampil apik dengan mencatatkan satu assist dan menggagalkan kemenangan Fortuna. Skor akhir 2-2, Hubner dan James berbagi poin. 

ANTONY DIDEKATI BENFICA

Masa depan Antony masih abu-abu. Setelah diskusi dengan Real Betis mandek, kini Manchester United kabarnya telah membuka jalan untuk Benfica yang kabarnya juga berminat pada Antony. Dilansir Goal, Benfica kabarnya datang sambil membawa proposal pinjaman untuk pemain asal Brazil itu. Benfica ingin menggunakan Antony sebagai pengganti Angel Di Maria yang pulang kampung ke Rosario. Namun, United memprioritaskan untuk menjual sang pemain secara permanen. United meminta minimal 40 juta euro untuk menyegel kesepakatan. Benfica pun pikir-pikir lagi kalau diminta bayar segitu.

VILLA INGIN PAGARI MCGINN

Aston Villa yang masih hati-hati dalam mendatangkan pemain memilih untuk memperpanjang kontrak para pemain pentingnya. Dilansir The Athletic, John McGinn jadi salah satu yang akan diikat dengan kontrak jangka panjang. Diskusi sedang direncanakan. Villa tidak ingin kehilangan pemain internasional Skotlandia tersebut dan menganggapnya sebagai bagian penting dari proyek Unai Emery. Kontrak McGinn berlaku hingga 2027, dan Villa berniat untuk segera mengadakan pembicaraan mengenai kemungkinan perpanjangan beberapa tahun lagi. Ini jadi langkah pasti untuk memagari McGinn dari Everton dan Newcastle United.

WEST HAM DAPAT KIPER BARU

Masih dari Liga Inggris, ada West Ham United yang kabarnya sudah mencapai kesepakatan dengan kiper baru asal Leicester City, Mads Hermansen. Dilansir Give Me Sport, Potter sangat ingin mendatangkan penjaga gawang baru setelah membiarkan Lukasz Fabianski pergi di akhir kontraknya, dan Hermansen adalah sosok yang tepat. Kabarnya, West Ham telah sepakat untuk membayar 18 juta pound untuk kiper asal Denmark itu. Pemain tersebut kini akan pergi ke London untuk menyelesaikan pemeriksaan medis sebelum menandatangani kontrak.

BOLOGNA RAIH KESEPAKATAN DENGAN ZANOLI

Pindah ke Italia, ada Bologna yang kabarnya akan segera mendapat pemain baru. Menurut Tribuna, Bologna kabarnya semakin dekat dengan kesepakatan dengan pemain Napoli, Alessandro Zanoli. Kabarnya, Bologna akan membayar sekitar 5 juta euro plus 1 juta euro dalam bentuk bonus untuk Zanoli. Bek kanan berusia 23 tahun itu diperkirakan akan menjalani pemeriksaan medis dalam beberapa hari mendatang. Hanya menunggu beberapa detail kecil sebelum akhirnya ia diresmikan.

SEMUA PEMAIN SERIE A YANG DEGRADASI BAKAL POTONG GAJI

Menurut perjanjian baru antara Asosiasi Pesepakbola Italia dan Serie A, pemain dari tim yang terdegradasi ke Serie B akan mengalami pemotongan gaji. Dilansir Tribalfootball, pemotongan gaji ini bertujuan untuk meringankan beban finansial klub-klub yang tersingkir dari Serie A. Kabarnya, pemotongan ini sebesar 25%. Itu presentasi yang lumayan besar. Kabarnya, kebijakan ini akan berlaku untuk semua kontrak yang ditandatangani setelah 2 September 2025, atau akhir bursa transfer. 

RITSU DOAN NYEBRANG KE FRANKFURT

Mampir ke Jerman sebentar, ada bintang Timnas Jepang, Ritsu Doan yang baru saja merampungkan kepindahannya dari Freiburg ke Eintracht Frankfurt. Menurut Sporting Pedia, Frankfurt telah mempublikasikan transfer ini. Pemain berusia 27 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun. Menurut sumber yang ada, kesepakatan ini bernilai 21 juta euro. Doan akan menjadi tambahan yang sempurna bagi lini depan Frankfurt yang baru saja kehilangan Omar Marmoush dan Hugo Ekitike.

MUNCHEN IKUTAN BIDIK JACKSON

Sementara itu, Bayern Munchen yang sebenarnya tidak membutuhkan striker baru tiba-tiba mulai melirik striker Chelsea, Nicolas Jackson. Dilansir Goal, pihak Munchen kabarnya sudah menghubungi Chelsea dan mempertanyakan ketersediaan Jackson. Kabarnya, Chelsea bersedia melepas Jackson di angka 65 juta euro kepada Munchen. Setelah muncul rumor seperti ini, pimpinan Bayern, Max Eberl, sempat meredam spekulasi transfer Jackson. Ia mengatakan bahwa ia bahagia dengan komposisi skuad Munchen saat ini. 

RONALDO HATTRICK LAGI

Musim terus berganti, umur terus bertambah, Cristiano Ronaldo tetap bisa mencetak gol. Dilansir Fotmob, Ronaldo kembali jadi pahlawan Al-Nassr saat berhadapan dengan Rio Ave kemarin. Bukan satu atau dua, Ronaldo memborong tiga gol di kemenangan 4-0 Al-Nassr. menariknya, Ronaldo mencetak tiga gol hanya dari lima shoot on target saja. Ini statistik yang luar biasa bagi pemain yang sudah berusia 40 tahun.

PSSI BUKA SELEKSI UNTUK FIFAE WORLD CUP 2026

Dari Indonesia, ada kabar menarik dari PSSI. Mengutip laporan Bolasport,  PSSI serta IFeL melaksanakan seleksi terbuka untuk mencari atlet-atlet Timnas E-Sport Indonesia yang akan mewakili Tanah Air di FIFAe World Cup 2026. Nantinya, seleksi yang diadakan PSSI dan IFeL dilaksanakan melalui turnamen bertajuk Indonesia Football Esports Championship (IFEC) featuring eFootball. IFEC adalah turnamen resmi esports sepak bola digital yang dilakukan untuk menjadi wadah pembinaan sekaligus demi menjaring para pemain eFootball yang bakal mewakili Timnas E-Sports Indonesia pada FIFAe World Cup 2026 di Arab Saudi. Gimana football lovers, masih ada harapan nih buat jadi pemain tim nasional.

ERICK THOHIR INGIN ADOPSI PENGEMBANGAN SEPAKBOLA ALA VIETNAM

Masih seputar PSSI, Superball melaporkan bahwa Erick Thohir sedang mempertimbangkan untuk meniru sistem pengembangan sepakbola ala Vietnam.  Erick Thohir ingin mengubah fokus dari naturalisasi ke pengembangan pemain muda model Vietnam. Nantinya, tim nasional kelompok umur tak akan diisi oleh pemain-pemain naturalisasi. Akan tetapi berfokus pada penciptaan peluang bagi pemain-pemain binaan dalam negeri untuk bermain dan berkompetisi di tingkat internasional.

Gila, Tak Masuk Logika! Kenapa Benjamin Sesko Pilih Manchester United?

Manchester United itu klub susah….susah untuk ditolak maksudnya. Ya abis gimana dong, namanya juga klub besar. Benjamin Sesko menjadi bukti paling gres bahwa daya tarik juara 20 kali Premier League itu mampu mengalahkan gelimang uang. Kemarin saga transfer Sesko yang ibarat serial blockbuster itu tamat sudah episodenya.

Pada ending-nya, Manchester Merah menjadi tambatan hati pilihan Sesko. United bagai mendapatkan gadis cantik yang hampir saja dipersunting oleh saudagar minyak kaya raya dari Arab Saudi. United memang tak lagi sementereng dulu, tapi dengan sadar Sesko tetap memilihnya. Pemain asal Slovenia itu lantas terbang ke Old Trafford yang atapnya bisa jadi air terjun saat hujan deras itu. 

Jalan cerita yang mirip telenovela bukan? Tapi, itu baru secuil bagian dari kisah perjalanan Sesko hingga menemukan United sebagai persinggahannya. Masih banyak lagi bagian unik lainnya, termasuk alasan lain mengapa Sesko memilih United yang kalau dipikir-pikir kayak lirik lagu “Mangu”. Gila, tak masuk logika.

Pandangan Pertama Saat Usia 16 Tahun

Kalian mungkin masih banyak yang mengira kalau Manchester United baru melempar pesona kepada Benjamin Sesko musim panas ini kan? Sini Mimin kasih tahu fakta sebenarnya. Menurut Goal, usut punya usut, United ternyata sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat Sesko berusia 16 tahun. Momen itu terjadi ketika Sesko masih membela klub masa kecilnya, NK Domzale di Slovenia. 

Klub tersebut boleh dikata adalah kawah candradimuka Sesko dalam mengenal sepak bola. Bergabung pada 2018, bakat Sesko sebagai goal getter masa depan Eropa melampaui rekan sebayanya. Bersama Domzale, Sesko membantu memenangi kompetisi junior Slovenia. Sejak saat itu, ramai pemandu bakat dari klub beken Eropa datang memantaunya. 

Selain United, ada Manchester City, Bayern Munchen, Ajax, dan Juventus yang juga menyatakan minat untuk memboyong Sesko. United jelas tak mau melewatkan kesempatan ini, karena kapan lagi mendapatkan bibit penyerang no.9 yang murah tapi berkualitas? The Red Devils pun bergerak menawarkan proposal senilai 1 juta euro pada Domzale. 

Sayangnya, datang Salzburg yang mampu menggoda Sesko dengan proyek pengembangan jangka panjang. Keberhasilan memoles Erling Haaland menjadi umpan yang digunakan untuk menarik perhatian Sesko. Berkat rekomendasi sang agen, Sesko pun nurut untuk terbang ke Austria dengan biaya 2,5 juta euro. 

Bukannya Kejar Lagi, Malah Gambling Beli Hojlund

Selang beberapa tahun setelah kegagalan itu, Manchester United kembali mencoba peruntungan kedua. Musim panas 2022, United yang baru dilatih Avatar Aang… eh Erik ten Hag maksudnya, melirik Sesko yang sudah tumbuh bersama Salzburg. Namanya mulai diperhitungkan sebagai The Next Haaland. 

Waktu itu, Sesko yang baru berusia 19 tahun sudah punya market value di angka 22 juta euro. Mengetahui harganya yang meroket, United yang semula antusias perlahan mundur alon-alon. Mereka merasa harga tersebut tak worth-it untuk pemain muda yang baru mentas semusim di Austrian Bundesliga. Pada akhirnya, Sesko pindah ke RB Leipzig. 

Di sinilah letak dagelan yang dibuat United. Hanya karena memandang Sesko tak cocok dengan harga segitu, Setan Inggris justru rela mati-matian mengejar Rasmus Hojlund dari Atalanta setahun setelahnya. Hasilnya, uang 77 juta euro tak berakhir jadi untung, malah rugi bandar. United tertipu oleh gedebog Denmark, dibanding investasi jangka panjang pada Sesko. 

Arsenal Mundur, Newcastle Jadi Lawan Menyulitkan

Tahun berganti tahun, United juga berganti nakhoda. Usai alami musim terburuk sepanjang sejarah Premier League, Ruben Amorim menargetkan sosok penyerang baru. Mulanya, Viktor Gyokeres menjadi target impian. Demi bisa reuni, Amorim mendesak United mengangkut Gyokeres. Mau duitnya dari hasil ngepet pun, Amorim nggak peduli. Yang penting Gyokeres datang ke Old Trafford. 

Kebetulan di saat bersamaan, Benjamin Sesko yang semakin berkembang tengah didekati oleh Arsenal. Sebelas dua belas dengan Amorim, Mikel Arteta juga sangat membutuhkan penyerang haus gol. Jadilah Arsenal semakin aktif menghubungi Leipzig untuk menawar harga Sesko. Namun, manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang berkehendak. 

Gyokeres enggan temu kangen dengan Amorim, plus harga yang dipasang Sporting keterlaluan mahalnya. Sementara Leipzig ogah menerima tawaran Arsenal dan tetap teguh pada harga minimal 80 juta euro. Semenjak kejadian itu, peta bursa transfer musim panas berubah 180 derajat. 

Mengamati Arsenal yang meninggalkan Sesko, United mendapat dorongan untuk meminangnya. Awalnya, United masih cek ombak dulu sebelum melempar tawaran resmi. Lah kok ndilalah, Newcastle United tanpa basa-basi langsung mengirimkan proposal senilai 90 juta euro sudah termasuk bonus. 

Selepas momen itu, media-media mengabarkan kalau Sesko akan mendekat ke St. James Park. Apalagi Newcastle sedang kalang kabut karena mau ditinggal Alexander Isak. Butuh waktu beberapa hari bagi United untuk mengumpulkan uang receh dari biaya sell on sejumlah pemain. Sampai akhirnya, mereka bikin geger dengan mengirimkan tawaran 85 juta euro pada Leipzig. 

Senjata Tak Terduga United Bernama Christopher Vivell

Newcastle mungkin berpikir kalau Leipzig dan Sesko akan memilih amplop mereka. Secara, uang minyak mereka lebih banyak, sekalipun cuma beda 5 juta euro. Tapi, mereka lupa kalau United punya senjata tak terduga. Dialah Christopher Vivell yang diandalkan untuk menggoda Sesko. 

FYI, Vivell adalah mantan direktur pencari bakat Salzburg yang membawa Sesko ke Austria. Berbekal rekam jejak itu, United berharap Vivell bisa memancing Sesko. Kelebihan inilah yang tak dipunyai Newcastle. Itu sebabnya mulut petinggi The Magpies diyakini komat-kamit baca mantra untuk menggagalkan pendekatan Vivell. 

Namun, yang namanya ikatan batin yang kuat jelas tak bisa dibohongi. Sesko memutuskan untuk setuju bergabung dengan United. Bermula dari kesepakatan personal, Leipzig kemudian ikutan setuju menerima uang MU. Dengan begitu, tuntas sudah tugas Vivell mendatangkan anak emasnya itu ke Theatre Of Dreams. 

Dokumen persyaratan sudah rampung dan Sesko mendarat dengan selamat di Manchester. Dengan senyum yang tergores manis di wajahnya, Sesko seolah berkata dari lubuk hatinya “Tenang saja fans United, saya sudah ada di sini.”

Rela Potong Gaji Hingga Kekaguman Pada Zlatan Ibrahimovic

Setelah rampungnya gejolak transfer Benjamin Sesko, merebak pertanyaan tentang apa sebetulnya alasan yang mendasari sang pemain memilih Manchester United. Adakah alasan selain ingin bertemu lagi dengan Christopher Vivell? Pundit Sky Sports, Dharmesh Sheth membantu menjawabnya untuk kita. 

Dalam analisisnya, Dharmesh menyebut bahwa Sesko punya jiwa yang jarang dimiliki pemain incaran United lainnya. Lebih jelasnya, Sesko punya keinginan kuat untuk menjadi sosok yang bisa memperbaiki kondisi United. Dengan kesadaran dari diri sendiri, Sesko bersedia membantu United kembali ke marwahnya sebagai raksasa Inggris Raya. 

Itu sebabnya, Sesko tak silau sama sekali dengan tawaran uang bertumpuk dan kesempatan main di Liga Champions. Sekalipun Newcastle siap memberinya gaji tertinggi di klub, Sesko tetap pada pendiriannya. Bahkan demi bisa latihan di Carrington, Sesko rela potong gaji sehingga hanya menerima 160.000 pounds per minggu. 

Selain analisis tadi, yang satu ini juga bisa dijadikan alasan kenapa Sesko memilih United. Dalam wawancara bersama The Guardian pada 2023 lalu, Sesko mengungkapkan kalau dirinya mengidolakan Zlatan Ibrahimovic. Sejak lama, Sesko selalu senang memperhatikan video penampilan Ibra. 

Nah, kebetulan Ibra pernah membela United, tepatnya dari 2016-2018. Berhubung Sesko berniat mengikuti kesuksesan Ibra, bermain bersama United bisa jadi cek poin pertama untuk mencapai itu.

Lagi pula Sesko punya atribut yang bisa secemerlang Ibra saat di United. Postur tinggi menjulang, kecepatan lari yang mengesankan, dan finishing yang setajam silet, Sesko bahkan bisa melampaui pencapaian Ibra.

Dengan kick-off Premier League yang tinggal sebentar lagi, laga debut Sesko kemungkinan terjadi saat pekan pertama menjamu Arsenal. Jadi, buat bek-bek lawan mending banyakin berdoa aja deh. Sebab, Sesko sudah siap menebar ancaman. Ada Sesko di sini, ada Sesko jangan lari. 

goal.com, metro.co.uk, givemesport.com, skysports.com, sports.yahoo.com, theguardian.com