Di dunia ini terlalu banyak hal yang dibesar-besarkan padahal biasa-biasa saja. Tokoh, ideologi, kebijakan, hingga IKN. Manusia memang suka membesar-besarkan suatu hal, apalagi kalau itu berkenaan dengan kekuatan dan kesempurnaan. Di sepak bola yang demikian sering terjadi.
Ketika muncul wonderkid baru, namanya sudah dibesar-besarkan. Membuat para bocah yang bahkan belum belajar mencukur jenggot itu, sudah dibebani harapan tinggi dari para fans. Begitulah yang dialami dua wonderkid asal Brasil yang dibeli dua raksasa Liga Spanyol: Endrick Felipe dan Vitor Roque.
Pul sepatu belum menginjak lapangan, tapi dua bocah asal Brasil itu sudah disebut-sebut sebagai “The Next Ronaldo Nazario”. Sebuah label yang terlalu pagi untuk disematkan. Alhasil mereka meredup sebelum bersinar. Tak sanggup memikul beratnya nama El Fenomeno. Bagaimana dua wonderkid ini jadi melempem seperti kerupuk dicelup air?
Daftar Isi
Endrick Datang Tahun 2022
Mari kita mulai dari Endrick Felipe. Real Madrid, raksasa Eropa yang bergelar rajanya Liga Champions, punya fetish membeli para bocah dari Brasil. Los Galacticos selalu sukses mengorbitkan mereka. Ambil contoh Vinicius Junior dan Rodrygo Goes. Hal itu tidak lepas dari peran Juni Calafat, pemandu bakat yang memang dikirim ke Amerika Latin.
Nah, pada penghujung tahun 2022, Real Madrid membeli Endrick Felipe dari Palmeiras. Masih belia. Usianya baru 16 tahun kala itu. Tapi Los Blancos sudah harus menghabiskan uang tak kurang dari 72 juta euro untuk menerbangkan Endrick dari Brasil ke Spanyol.
Endrick adalah talenta luar biasa di Palmeiras. Di usianya yang masih belum memenuhi syarat bikin KTP, Endrick sudah bermain di tim utama Palmeiras. Sebelumnya Endrick bermain untuk tim muda. Setiap kali memegang bola, ia seperti maling sandal di masjid: gesit dan gerakannya susah ditebak.
Itulah kenapa Endrick sanggup mengoleksi 165 gol dari 169 laga bersama tim muda Palmeiras. Tak ayal Endrick digembar-gemborkan sebagai Ronaldo Nazario versi terbaru. El Fenomeno sendiri yang langsung memujinya. Bagi Ronaldo, Endrick punya masa depan yang menjanjikan.
Vitor Roque ke Barcelona
Bagaimana dengan Vitor Roque? Jika Endrick datang ke Los Blancos pada akhir tahun 2022, Roque menginjakkan kakinya di Camp Nou pada 2023. Ceritanya Barcelona tak mau kalah dari Real Madrid yang mendatangkan Endrick. Meski sejatinya mereka punya sejarah buruk dalam mendatangkan pemain muda dari Brasil.
Lihat saja sejumlah nama seperti Douglas, Henrique, dan Keirrison, ke mana mereka sekarang? Tapi Los Cules sepertinya tak ambil pusing dengan kegagalan-kegagalan sebelumnya. Alhasil, dibelilah Vitor Roque dari Atletico Paranaense. Harganya lebih murah dari Endrick, yakni 30 juta euro. Tapi usianya lebih tua sedikit. Saat gabung ke Barca, Roque sudah berusia 18 tahun.
Sama seperti Endrick, Roque juga disebut-sebut sebagai “The Next Ronaldo Nazario”. Jika Endrick menawan di Palmeiras, Roque mengesankan di Timnas Brasil U-20. Ia membantu Tim Samba muda menjuarai Copa Amerika Selatan U-20 tahun 2023. Penampilannya di turnamen tersebut disiram pujian, termasuk dari Direktur Olahraga SC Internacional, Gustavo Rossi.
Nah, orang inilah yang seenak perut menyebut Roque titisan Ronaldo Nazario. Sesuatu yang kian mendorong Barcelona membeli Roque. Namun, baik Barcelona yang membeli Vitor Roque maupun Real Madrid yang membeli Endrick, sama-sama seperti membeli kucing dalam karung. Jangankan menjadi The Next Ronaldo, untuk berjalan ke arah sana saja tidak.
Vitor Roque Kesulitan Beradaptasi
Vitor Roque gagal beradaptasi di Barcelona. Ia kesulitan menyesuaikan diri dengan gaya permainan dan taktik yang diterapkan Blaugrana. Selain sebetulnya, yang cukup mencengangkan, Roque bukanlah pemain yang diinginkan. Dulu, tatkala Barcelona masih dilatih Xavi, sang pelatih tak menginginkan Roque.
Yang kepincut padanya Deco. Tapi saat kepincut pada talenta Brasil itu, Deco belum menduduki posisi penting di Barcelona. Direktur Barcelona saat itu masih dipimpin Mateu Alemany dengan Direktur Olahraga Jordi Cruyff. Nah barulah saat pergantian posisi, di mana Deco menggantikan posisi Jordi Cruyff, Vitor Roque didatangkan.
Xavi menyambut Roque. Tapi itu hanya citra di depan sang pemain dan Deco. Di lapangan, Xavi tak memberikan menit bermain padanya. Bahkan Roque baru debut di La Liga pada Januari 2024. Apakah ketika kursi pelatih bergeser ke Hansi Flick, Roque mendapat menit bermain? Tidak. Ia justru makin tersingkir.
Setibanya di Camp Nou, Flick langsung mengatakan bahwa Roque tidak masuk rencananya. Roque pun dipinjamkan ke Real Betis. Peminjaman biasanya membuat sang pemain mendapat lebih banyak menit bermain.
Tapi Manuel Pellegrini tak melihat Roque sebagai pemain yang bisa diandalkan di lini depan. Hanya mencetak empat gol dan main cuma 22 pertandingan, Roque dipulangkan ke Barcelona.
Dijual ke Palmeiras
Musim 2025/26 sebetulnya bisa menjadi musim comeback Roque di Barcelona. Ia punya keinginan, tapi Flick yang menentukan. Sekali tak masuk, itu artinya tidak untuk selamanya. Roque yang dulu dielu-elukan, disebut sebagai titisan Ronaldo Nazario, akhirnya justru dilepas oleh Blaugrana. Ironisnya bukan ke klub besar, tapi ke kampung halamannya
Seperti pedagang di Tanah Abang yang mesti menjual dagangannya lebih murah agar tetap laku, Barcelona berani melepas murah Roque di harga 25,5 juta euro. Lumayan, tidak terlalu banyak ruginya. Yah, daripada cuma duduk di bangku cadangan seperti mahasiswa abadi yang betah di kantin.
Meski terbilang murah, nominal itu menjadikan Roque penandatangan termahal dalam sejarah sepak bola Amerika Latin. Jika Roque pulang ke Brasil, bagaimana nasibnya dengan Endrick Felipe?
Nasib Tak Menyenangkan Endrick
Endrick masih di Real Madrid. Namun Endrick masih kerepotan memanggul tekanan publik Santiago Bernabeu. Bersamaan dengan itu, Endrick juga jarang diberikan menit bermain lantaran persaingan di posisinya begitu ketat.
Mirisnya, ketika diberikan kesempatan bermain pun, Endrick malah ngablu. Carlo Ancelotti saat melatih Real Madrid pernah marah karena Endrick bermain tidak serius. Hal yang membuat Endrick gagal memperoleh kepercayaan sang pelatih. Don Carlo akhirnya lebih mengutamakan pemain lain seperti Brahim Diaz.
Bukan hanya saat bermain penampilannya jelek, Endrick juga sering dipeluk cedera. Kemarin saja, ia tidak ikut Piala Dunia Antarklub karena mengalami cedera hamstring. Peluang untuk masuk ke skuad Xabi Alonso pun sirna.
Makin Sulit Bersaing
Persaingan di lini depan Los Galacticos sekarang ini juga semakin ketat. Selain ada Kylian Mbappe, anak muda lain bernama Gonzalo Garcia siap merebut tempat Endrick. Garcia sepertinya akan masuk ke tim utama Xabi Alonso musim depan. Performanya yang menawan di Piala Dunia Antarklub menjadi dasarnya.
Di situasi itu, Real Madrid pun mencari jalan keluar untuk Endrick. Belakangan ini ia dikabarkan bakal pindah ke Real Sociedad. Sebuah kesepakatan peminjaman sedang dicoba. La Real memberi jaminan jam terbang untuk bocah asal Brasil yang baru saja menikah itu.
Tapi apes bagi Endrick. Ketika narasi ini ditulis, Sociedad mundur dari upaya meminjam sang pemain. Kenapa? Karena Endrick mengalami cedera pinggul yang kambuh saat sesi latihan.
Oalah, Ndrick… Ndrick… lagi semangat-semangatnya unjuk gigi malah dihalangi pinggul sendiri. Ibarat mau naik motor ngebut, eh, rantainya copot duluan.
Sumber: beinSPORTS, GFNG, beinSPORTS, SempreBarca, YahooSports, FCB, 90Min, LigaOlahraga, StartingEleven


