Beranda blog Halaman 775

5 Pemain Yang Kembali Gacor Setelah Pindah Klub Baru

Terkadang Pergi Memang Jalan yang Terbaik. Takdir setiap orang memang tidak ada yang tahu pasti, begitupun yang dialami para pemain sepak bola. Entah kemana mereka akan berlabuh di akhir bursa transfer selalu menjadi teka-teki, apakah dia akan bertahan atau harus rela hijrah ke tim lain untuk mendapatkan tantangan baru atau karena sudah tersisihkan.

Banyak pemain yang akhirnya harus menerima dengan ikhlas kala dirinya dilego ke klub lain, meskipun dalam hati mereka ingin bertahan. Tapi ini adalah sepak bola yang ada di era industri, dimana janji loyalitas tidak menjamin mereka akan bertahan lebih lama di sebuah klub. Setidaknya deretan pemain di bawah ini bisa menjadi contoh jika pergi tidak selalu buruk, daripada bertahan cuma bikin sakit.

 

1. Romelu Lukaku

Romelu Lukaku tampil gemilang selama kembali berseragam biru tua. Dirinya dulu adalah orang yang masuk daftar top skorer Premier League saat masih berseragam Everton.

Sampai akhirnya Manchester United yang dinaungi Jose Mourinho hadir merekrutnya karena mereka baru saja gagal mendapatkan Alvaro Morata. Awal laga bersama MU Lukaku tampil bagus, meskipun sering menyia-nyiakan peluang juga.

Sampai tiba waktunya Jose Mourinho pergi dari MU dan datanglah Ole Gunnar Solskjaer. Dibawah pelatihan Ole, Lukaku mulai sering kehilangan menit main karena Ole lebih sering memainkan pemain muda seperti Rashford, Martial, bahkan Greenwood. Demi kebaikan bersama akhirnya Lukaku hijrah ke Italia untuk mengembalikan performa terbaiknya, disusul oleh Alexis Sanchez, Ashley Young, dan Matteo Darmian di kemudian hari.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Romelu Lukaku (@romelulukaku)

Bersama Inter Milan tidak menunggu lama Lukaku langsung menggebrak jadi penyerang yang menakutkan. Gol-golnya berhasil mengantarkan Inter Milan ke final Europa League, meskipun dia juga yang akhirnya ngegagalin Inter juara. Tapi kontribusinya memang sangat paten.

Musim ini juga dia menjadi ujung tombak utama bagi Nerrazurri. Aksi solo runnya saat Derby Milan menjadi perhatian media yang tidak ada habisnya. Mantan penyerang Chelsea itu juga menjadi pesaing serius di daftar top skorer Serie-A, bersama Cristiano Ronaldo. Lukaku juga menjadi nyawa Inter yang mengantarkan mereka merasakan dinginnya ke puncak klasemen.

Terkait hubungan dia dengan Ole yang melegonya ke Italia, Lukaku mengaku tidak ada masalah. Saat membuka QnA di akun Twitternya, ada fans yang iseng bertanya bagaimana hubungan dia dengan Ole, dan Lukaku jawab begini.

“Dia udah melakukan hal yang baik di pekerjaannya. Lu mesti tau nih, kalo gue menyayangi dia sebagai teman dan manager. Ya gue sih berharap yang terbaik aja buat Ole kedepannya.”

Tidak diragukan lagi sih jika Lukaku akan menjadi penyerang ganas di Serie-A, faktor utamanya menurut saya adalah hadirnya Antonio Conte. Dimana Conte sudah mengincar Lukaku sejak dia melatih Chelsea, jadi nggak heran jika Conte mampu memoles Lukaku menjadi sebagus sekarang.

 

2. Leroy Sane

Yang tak disangka-sangka, Leroy Sane yang saya kira sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Manchester City malah pindah ke Bayern Munchen. Awal Juli tahun lalu Bayern mengumumkan secara resmi terkait kedatangan pemain barunya itu yang pulang kampung ke Jerman. Tujuannya mereka merekrut Sane ya ternyata memang buat ngumpulin pemain Jerman di tim.

Meskipun ada drama bocornya foto Sane berseragam Bayern sebelum diresmikan, tapi The Bavarian dengan profesional meminta maaf terkait hal tersebut.

Kembali ke keputusan Sane yang mudik ke kampung halaman, ini adalah salah satu kepindahan yang tepat. Memang sih dia tidak langsung menjadi andalan bagi tim terbesar di Bundesliga ini, namun melihat pencapaian Sane bersama Bayern saya yakin tidak ada penyesalan berarti terkait kepergiannya meninggalkan kota Manchester.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Leroy Sané (@leroysane)

Jaminan juara sudah pasti akan dia dapatkan setiap musim. Liga Champions? Sudah nggak khawatir lagi bakal mentok di perempat final. Dan yang pasti bekerja dekat dengan keluarga di rumah adalah berkah yang disyukuri setiap orang.

 

3. Cristiano Ronaldo

Kepindahan Ronaldo ke Juventus sangat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya Ronaldo ini sudah digadang-gadang sama dedemit buat jadi legenda klub mereka. Ditambah sudah taken kontrak jangka panjang juga dengan Real Madrid, tapi lagi-lagi takdir memang nggak ada yang tahu. Ronaldo pindah ke Juventus bukan untuk menikmati sisa karir, dirinya dibeli mahal jelas untuk menjadikan Juve pesaing kuat di Eropa, walaupun kenyataannya masih ngampas juga alias belum juara.

Tapi kualitas Ronaldo memang tak bisa dibohongi, dengan individu sebagai pesaing top skor dan memecahkan rekor rekor baru sejak hijrah ke Italia. Kini di usianya yang mau kepala empat, perfromanya masih saja on fire dan menjadi tumpuan utama Juventus di lini depan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Cristiano Ronaldo (@cristiano)

Bagaimana dengan Real Madrid yang ditinggalkan Ronaldo? Agak kelimpungan juga mereka mencari pengganti yang setidaknya mendekati level Ronaldo. Dan sekarang ditambah pula masalah badai cedera di lini depan, untungnya masih bisa mengantongi kemenangan di Liga Champions leg pertama.

 

4. Oliver Giroud

Ini pindahnya nggak jauh-jauh amat sih, masih tetap di kota London cuma geser sedikit ke tetangga sebelah. Oliver Giroud bersama Chelsea memang tidak menjadi pilihan utama, tapi dia tidak pernah menyia-nyiakan menit main saat dirinya diturunkan. Bahkan kadang jadi kartu As buat tim saat mengalami kebuntuan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Olivier Giroud (@giroud918)

Bersama Arsenal Giroud terbiasa disuguhi FA Cup dan klasemen empat besar. Tapi di Chelsea dirinya naik tingkat menjadi juara Eropa, kasta kedua tapi. Dan gokilnya lagi di final dia mengalahkan mantan klubnya itu.

Bagaimana dengan catatan gol? Setidaknya jauh lebih baik. Di ajang UCL jumlah gol Oliver Giroud lebih banyak dari Arsenal semenjak dirinya berseragam Chelsea.

 

5. Jesse Lingard

Ini punchline yang paling ditunggu-tunggu, YouTuber kesayangan seluruh umat manusia di dunia, Jesse Ellis Lingard. Awal Januari kemarin Manchester United meminjamkan Lingard ke West Ham buat collab bareng mantan pelatih mereka, David Moyes.

Nggak kaleng-kaleng, di pertandingan debut melawan Aston Villa dirinya langsung mencetak brace. Nggak cukup sampe disitu, tiga laga selanjutnya dirinya juga membukukan satu gol dan satu assist.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh JLingz👑 (@jesselingard)

Atau yang masih anget anget deh waktu lawan Tottenham Hotspur kemarin, ketemu lagi sama Jose Mourinho. Lingard juga membawa kemenangan untuk West Ham dengan menceploskan satu gol. Mempermalukan deretan pemain bintang Tottenham dan membuktikan siapa penguasa kota London yang sebenarnya.

Memang keputusan Lingard untuk pergi dari MU tidak bisa dibilang buruk, setidaknya dia bisa mengembalikan performa terbaiknya seperti dahulu sekaligus meningkatkan nilai transfer dia nanti. Toh West Ham juga nggak buruk-buruk amat kok, musim ini mereka bisa bersaing di zona Liga Champions, membelakangi Tottenham Hotspur dan Arsenal yang entah sekarang ada di klasemen berapa.

Dari kasus-kasus diatas kita bisa belajar, bahwa pergi tak selamanya menyakitkan. Terkadang itu adalah pilihan terbaik daripada bertahan cuma nyiksa hati.

Akhir Cerita Liga Champions Minggu Ini

Hilal terkait siapa saja yang akan lolos ke perempat final UCL sudah mulai terlihat jelas. Setidaknya satu langkah awal menunju kemenangan sudah dikantongi beberapa tim dua ini, meskipun tidak dipungkiri jika nanti akan kembali terjadi keajaiban comeback di leg kedua.

Dua laga Manchester City dan Real Madrid menjadi penutup pekan Liga Champions di leg pertama babak 16 besar. Tidak terlalu banyak kejutan sebenarnya, sebelum laga dimulai pun pasti sudah banyak yang menebak siapa yang akan lolos, karena diatas kertas jelas sekali dua tim itu lebih mencolok untuk diunggulkan. Hanya saja biar fair yaudah kita bahas sama-sama ya.

Yang pertama dulu nih ada Real Madrid yang melawan Atalanta. Belum setengah jam laga berjalan, nasib buruk dialami Atalanta setelah kehilangan satu pemainnya di lapangan akibat kartu merah. Karena unggul jumlah pemain, Real Madrid memanfaatkan itu untuk menguasai pertandingan. Cukup banyak peluang di babak pertama tapi tidak ada satupun yang berhasil menjadi gol. Sampai babak pertama usai skor masih kacamata untuk kedua tim. Ini asli saya pun nggak paham, pemain bagus-bagus lawan 10 orang aja nggak bisa.

Di babak kedua pun tak beda jauh, Real Madrid masih sulit membobol gawang tim underdog asal Italia ini. Dari free-kick Marco Asensio, sampai shooting-nya Toni Kroos gagal kabeh son.

Baru nih di empat menit sebelum waktu normal selesai, Ferland Mendy yang sebelumnya menjadi penyebab diusirnya Remo Freuler dari lapangan tampil menjadi pahlawan tim dengan satu golnya. Gol tunggal yang mengantarkan Los Blancos pada satu tapak ke perempat final. Meskipun masih rawan kena comeback juga.

Disini yang paling keliatan dodolnya adalah sektor lini depan Real Madrid. Niatnya mah udah mending gitu kan bisa mencatatkan 19 shoot dimana 4 diantaranya adalah shoot on target. Tapi berapa gol yang berhasil disarangkan? Cuma satu. Kasusnya sama kek Chelsea, tumpul banget itu para penyerang.

Cuma disini yang perlu digarisbawahi bukan hanya keampasan lini depan Real Madrid saja yang menyebabkan mereka susah menang, tapi karena barisan pertahanan dari Atalanta juga tak bisa diremehkan. Seperti tim underdog pada umumnya, La Dea mengandalkan adu fisik dan bertahan sebagai taktik utama. Dan saya rasa mereka berhasil mengeksekusi itu dengan baik. Defisit satu gol sepertinya masih bisa Atalanta kejar di leg kedua nanti, toh main sepuluh pemain aja Madrid udah kelimpungan nggak karuan kek anak ayam.

Oke, terus bagaimana tanggapan Zinedine Zidane melihat masalah ini di timnya? Dia sih alesannya karena lagi kena badai cedera dan banyak pemain andalan kek Rodrigo, Eden Hazard, dan Karim Benzema yang harus absen. Dilansir dari situs resmi UEFA, Zidane ngomong begini.

“Gue nggak terlalu mikirin kreativitas di permainan sih, yang penting bisa nyetak gol dan nggak kebobolan aja udah. Lu kan tau kalo pemain gue banyak yang absen, dan at least kita udah ada di jalur yang bener kok.”

Yang kedua ini ada Manchester City yang sama-sama beruntung karena mendapatkan lawan tim underdog, yaitu Borussia Moenchengladbach. Seperti biasa, laga tandang Manchester City mainnya di luar Jerman karena terkendala peraturan pemerintah.

Di Puskas Arena, Budapest, City tampil dominan sejak awal tapi masih sulit untuk membangun peluang. Sebelum akhirnya Bernardo Silva datang untuk membuka keunggulan bagi The Sky Blues. Satu gol yang bertahan sampai babak pertama selesai.

Di babak kedua giliran Gladbach yang mulai membuat pusing baris belakang Manchester City berkat manuver mereka dalam melakukan serangan, tapi ya realistis aja, City yang lagi di puncak performa, ditambah pemain mereka juga unggul kualitas, serangan Gladbach masih bisa diredam dengan cukup baik.

Justru anak asuh Pep Guardiola yang menambah gol berkat sontekan dari Gabriel Jesus. 2-0 untuk keunggulan Manchester City yang membawa mereka menang di laga ini. Menjadi pengantar setengah jalan menuju perempat final nanti.

Catatan 19 kemenangan beruntun yang dibukukan Manchester City menjadikan mereka sebagai favorit juara, tapi Pep Guardiola seperti biasanya, dia selalu dengan rendah hati menepis spekulasi itu.

“Kalo banyak yang bilang kita favorit ya okelah gue maklumin, tapi perlu diingat lagi lah cuy kalo kita ini masih tim yang baru banget di UCL. Main di semifinal aja baru sekali sejak 10 tahun terakhir. Cuma ya kalo mereka bilang gitu biarin aja. Gue tegasin lagi ya kalo fokus gue itu ya di laga selanjutnya, yaitu pas lawan West Ham.”

Kali ini sedikit banyak saya agak setuju jika Manchester City memang difavoritkan tapi masih sulit untuk mereka juara beneran di kompetisi Eropa, kalo di liga lokal okelah. Karena di Eropa tidak hanya butuh skill dan kualitas, namun juga mental juara. Hal itu yang masih belum terlihat dari City sehingga dari dulu kebiasaan mentok di perempat final selalu terulang.

Dan Liga Champions musim ini menurut saya cukup seru juga, karena diprediksi akan lebih banyak drama aksi comeback pada leg kedua nanti. Kenapa? Karena kebanyakan tim yang menang, mereka cuma unggul satu dua gol, dimana itu masih riskan untuk kena comeback. Jadi tungguin aja bulan Maret nanti siapa yang akan tepongkeng dan kita ketawain bareng bareng disini.

Berita Bola 1 Maret 2020: AC Milan Pecundangi Roma – Obsesi Beckham! Datangkan Messi dan CR7 – Gerrard Gantikan Klopp

Berita Bola Terbaru Hari Ini Senin, 1 Maret 2013

MO SALAH DISARANKAN GABUNG BAYERN MUNCHEN

Winger Liverpool, Mohamed Salah disarankan untuk bergabung dengan Bayern Munchen. Kepala akademi Marseille, Nasser Larguet mengatakan, Salah harus pindah ke Bayern jika ingin memenangi banyak gelar bergengsi. Menurut pelatih asal Maroko tersebut, Bayern bisa mewujudkan impian-impian Salah, selain bisa memberi gaji yang lebih fantastis. Nasser menambahkan, Mo Salah harus move on dari Liverpool. Dua gelar bergengsi, Liga Champions 2018/19 dan Liga Inggris 2019/20 sudah cukup buat Salah di Anfield.

Sumber : Bola.com

HASENHUTTL : MUSIM ORIOL ROMEU TELAH BERAKHIR

Southampton mendapat kabar buruk dari salah satu pemainnya, yakni Oriol Romeu. Sang pelatih, Ralph Hasenhuttl mengatakan, Oriol Romeu akan melewatkan sisa musim ini karena cedera pergelangan kaki yang membutuhkan operasi. Striker asal Spanyol itu dipaksa keluar lapangan pada laga Southampton kontra Leeds United pekan lalu. “Musim Oriol Romeu sudah berakhir. Operasi pada hari Senin berarti tiga bulan lagi” kata Hasenhuttl.

Sumber : Skysports

MU INCAR SALAH SATU BEK TERBAIK LA LIGA, PAU TORRES

Manchester United dikabarkan telah mengalihkan perhatian transfer mereka ke bek Villarreal Pau Torres. MU sebelumnya mengincar bek Sevilla, Jules Kounde, namun sang bek mempunyai klausul pelepasan sebesar 68 juta pounds yang dianggap MU terlalu mahal. Melansir Football Espana, bek tengah Spanyol Torres kini muncul sebagai opsi yang lebih terjangkau, dengan klausul pelepasannya sendiri hanya 43 juta pounds. Harga itu akan lebih terjangkau untuk MU dalam kondisi keuangan saat ini, karena Solskjaer ingin merombak pertahanannya menjelang musim 2021/22.

Sumber : Football Espana

SOLSKJAER MINTA FANS MU BERSABAR DENGAN SHOLA SHORETIRE

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer meminta para fans MU tidak berekspektasi terlalu besar kepada Shola Shoretire. Ia menyebut sang pemuda masih butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan sempurna di skuat Setan Merah. Nama Shoretire beberapa hari terakhir sedang jadi bahan pembicaraan di kalangan fans MU. Setelah pemuda 17 tahun itu diberikan debut oleh Solskjaer saat MU menghadapi Newcastle pekan lalu. Solskjaer menegaskan bahwa ia tidak mau buru-buru memberikan terlalu banyak jam bermain kepada Shoretire.

Sumber : AS

MOURINHO : BALE LEBIH BAHAGIA DARI SEBELUMNYA

Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho mengatakan Gareth Bale saat ini terlihat lebih bahagia dari sebelumnya, saat pemain internasional Wales itu melanjutkan kebangkitannya pada periode kedua bersama the Lilywhites. Di awal musim ini, Bale memang belum memperlihatkan performa seperti yang diharapkan, namun belakangan ia sudah mencetak beberapa gol penting, khususnya saat Spurs menundukkan klub Austria Wolfsberger di Liga Europa.

Sumber : Goal

JURGEN KLOPP, DARI JUARA EPL HINGGA MERASA BERAT FINIS DI POSISI 4 BESAR

Jurgen Klopp mengakui, akan menjadi ujian berat bagi Liverpool untuk menuntaskan musim di posisi empat besar dengan keadaan mereka saat ini. Sang juara bertahan mengalami kemerosotan di kampanye 2020/21, menelan rentetan hasil inkonsisten, setelah satu per satu pemain kunci mereka digerogoti cedera. Liverpool berada di posisi luar empat besar. Ditanya mengenai kans Liverpool mengamankan posisi empat besar akhir musim, Klopp mengakui bakal dibutuhkan perjuangan ekstra.

Sumber : Goal

BARCELONA TIM MEDIOKER, TERLALU BERGANTUNG PADA MESSI

Barcelona ‘disengat’. Pelatih kawakan Argentina Carlos Bianchi menyebut bahwa Barcelona hanya tim medioker dan terlalu bergantung pada performa Lionel Messi. Pada beberapa tahun terakhir, Los Cules tidak bisa dipungkiri tidak lagi setangguh dulu. Di musim ini, Barca tercecer dalam persaingan gelar juara La Liga. Kiprah Barcelona di Eropa pun terancam tamat lebih awal usai dipermalukan PSG 1-4 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Sumber : Marca

SEPAKBOLA SPANYOL DITAKSIR RUGI SEGINI SELAMA PANDEMI

Sepakbola Spanyol menderita kerugian finansial selama pandemi. Klub-klub La Liga kehilangan ratusan juta euro akibat dampak ekonomi. Sebuah studi La liga yang dibuat perusahaan PricewaterhouseCoopers baru-baru ini merilis data kerugian yang dialami klub-klub di dua divisi teratas Liga Spanyol. Dalam data tersebut, diketahui klub-klub La Liga dan Segunda kehilangan pemasukan sebesar 825 juta euro (Rp 14,3 triliun) hingga satu miliar euro (Rp 17,3 triliun). Dalam dua musim, total kerugian yang diderita bahkan menyentuh angka dua miliar euro (Rp 34,5 triliun).

Sumber : Football Espana

IBRA SEMPROT LEBRON JAMES : ATLET JANGAN IKUT NGOMONG POLITIK

Zlatan Ibrahimovic turut menyinggung pebasket NBA, Lebron James dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh UEFA yang tayang pada Kamis (25/2/21). Ibra kesal dengan aksi politik yang dilakukan LeBron. Menurutnya atlet tak seharusnya ikut bicara politik. “Dia (Lebron) sangat fenomenal, tetapi saya tak suka ketika orang dengan status bicara soal politik. Lakukan saja apa yang kalian kuasai. Saya bermain bola karena saya menguasai permainan ini, saya bukan politisi.” Ucap Ibra. Beberapa dekade terakhir, Lebron memang sangat vokal mengomentari beberapa topik, terutama yang berhubungan dengan isu Afrika-Amerika. Ia juga memicu kontroversi saat menyerang mantan presiden AS, Donald Trump dalam berbagai aspek.

Sumber : Football Espana

AS ROMA MENARIK RENCANA PEMBANGUNAN STADION BARU

AS Roma telah memfokuskan upaya keuangan mereka untuk meningkatkan tim di lapangan, daripada pindah ke stadion baru dalam waktu dekat. Seperti diketahui, Roma telah menyusun rencana untuk pindah dari Stadio Olimpico, dengan situs baru di Tor Di Valle di tenggara ibukota Italia. Saran dari administrasi, yang bertemu [pada hari Jumat], setelah studi dari penasihat keuangannya, telah menyimpulkan bahwa saat ini tidak ada syarat untuk mengkonfirmasi minat dalam penggunaan stadion di Tor di Valle.

Sumber : Marca

USAI TERSINGKIR DI UEL, PUTRA PELATIH RED STAR BELGRADE HINA AC MILAN

Filip Stankovic, putra dari pelatih Red Star Belgrade, Dejan Stankovic, menghina AC Milan usai timnya disingkirkan wakil asal Italia itu di ajang Liga Europa. Usai laga leg kedua 32 besar pekan kemarin, Filip, yang juga merupakan kiper Inter Primavera, mengucapkan selamat pada ayahnya. Ia memuji Dejan meski gagal membawa timnya lolos ke babak berikutnya. Akan tetapi, ia juga menambahkan kata hinaan pada Milan. Hal tersebut ia lontarkan via akun Instagram pribadinya. Akan tetapi unggahan itu kemudian mendapatkan banyak protes. Selang beberapa menit kemudian, Filip akhirnya menghapus unggahan tersebut.

Sumber : Football Italia

EDIN DZEKO HARUS ABSEN SELAMA DUA PEKAN

Penyerang Roma, Edin Dzeko menderita cedera tingkat pertama di paha kiri dan dikabarkan akan absen selama dua pekan. Menurut laporan, Dzeko menjalani tes instrumental di klinik Villa Stuart sabtu kemarin dan pemain asal Bosnia itu akan absen selama dua minggu. Dzeko sebelumnya tampil melawan Sporting Braga di leg kedua babak 32 besar Liga Europa dan mencetak gol pembuka di babak pertama, tetapi ia dipaksa keluar setelah 67 menit.

Sumber : Football Italia

BORUSSIA DORTMUND IKUT BERBURU STRIKER SOCIEDAD, ISAK

Dilansir Marca, Direktur olahraga Borussia Dortmund, Michael Zorc mengakui bahwa klub Jerman itu mengawasi striker Real Sociedad, Alex Isak, yang dapat mereka beli kembali dengan biaya 30 juta euro musim panas ini. Pemain 21 tahun itu pindah dari Dortmund ke Sociedad pada musim panas 2019, namun beberapa pihak di klub San Sebastian menyatakan bahwa opsi pembelian kembali hanya akan dimungkinkan jika beberapa syarat terpenuhi. Masih harus dilihat seperti apa kondisi ini.

Sumber : Marca

FIFA STOP PEMERIKSAAN KASUS SUAP FRANZ BECKENBAUER

Hakim etika FIFA menutup penyelidikan penyuapan terhadap legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer. Hal itu karena jangka waktu kasus menurut undang-undang pembatasan telah kedaluwarsa. Diketahui, Beckenbauer dan pejabat Jerman lainnya yang membantu penyelenggaraan Piala Dunia 2006 menjadi sasaran penyelidikan etika FIFA yang dibuka pada 2016. Tidak ada batasan waktu untuk penuntutan suap dalam kode etik FIFA sampai aturan itu diubah pada 2018 dengan menetapkan batasan 10 tahun. Beckenbauer sendiri dituding mengetahui adanya dana terselubung (suap) yang nilainya mencapai 10,3 juta franc Swiss.

Sumber : AS

HASIL PERTANDINGAN

Liverpool sukses mengalahkan Sheffield United 2-0 dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Bramall Lane. The Reds membuka keunggulan di menit 48 lewat aksi Curtis Jones. Pada menit 68, Liverpool menggandakan skor lewat gol bunuh diri pemain Sheffield, Kean Bryan. Dengan hasil ini, Liverpool menambah koleksi poin mereka menjadi 43 dan duduk di tangga keenam. Sedangkan Sheffield masih berada di dasar klasemen. Pada laga lainnya, Chelsea bermain imbang 0-0 dengan Manchester United, Tottenham menang 4-0 atas Burnley, dan Leicester City takluk 1-3 dari Arsenal.

Dari ajang La Liga Spanyol, Villareal harus menyerah dari tamunya, Atletico Madrid dengan skor 2-0. Kemenangan tim berjuluk Los Rojiblancos itu tercipta berkat gol bunuh diri Alfonso Pedraza di menit 27 dan Joao Felix menit 69. Dengan hasil ini, Atletico semakin nyaman di puncak klasemen dengan koleksi 58 poin. Sedangkan Villarreal bertengger di urutan ketujuh. Sampai dengan pekan ini, Lionel Messi masih memuncaki daftar top skor dengan jumlah 19 gol, diikuti oleh Luis Suarez dengan 16 gol.

Di ajang Serie A Italia, AC Milan berhasil mempecundangi AS Roma dengan skor 2-1. Bertanding di stadion Olimpico, Milan membuka skor di menit 43 lewat penalti Franck Kessie. Namun, I Lupi menyamakan kedudukan di awal babak kedua berkat aksi Jordan Veretout. Tak berselang lama kemudian, Milan kembali unggul setelah Ante Rebic menggetarkan jala AS Roma. Dengan hasil ini, Milan berada di urutan kedua dengan koleksi 52 poin, tertinggal 4 poin dari Inter di puncak klasemen. Sedangkan Roma masih tertahan di urutan kelima. Pada hasil laga lainnya, Napoli menang atas Benevento 2-0. Sampai dengan pekan ini, Cristiano Ronaldo memimpin daftar topskor dengan koleksi 19 gol, diikuti oleh Romelu Lukaku dengan 17 gol.

Sumber : Livescore

CHELSEA VS MU 0-0, SOLSKJAER : KAMI HARUSNYA DAPAT PENALTI

Ole Gunnar Solskjaer mengklaim Manchester United seharusnya mendapat tendangan penalti saat bermain imbang 0-0 melawan Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge. Solskjaer merujuk pada insiden yang terjadi menit ke-12, ketika eksekusi tendangan bebas Marcus Rashford dimentahkan oleh kiper Edouard Mendy dan bola mengenai tangan Callum Hudson-Odoi sebelum disapu dari area berbahaya. Wasit Stuart Artwell sempat meninjau langsung insiden itu di tayangan ulang VAR, tetapi pada akhirnya tak memberikan hadiah apa pun bagi Setan Merah.

Sumber : Skysports

GARETH BALE CETAK BRACE, SPURS PERMAK BURNLEY 4-0

Gareth Bale tampil gemilang saat Tottenham Hotspur mencukur Burnley 4-0 dalam laga kandang pekan ke-26 Liga Inggris 2020/21. Selain mengemas dua gol, Bale juga terlibat langsung dalam proses terjadinya dua gol Tottenham lainnya yang dicetak Harry Kane dan Lucas Moura. Bale sendiri mencetak gol pada menit ke 2 dan menit 55. Atas performa apiknya ini, Jose Mourinho pun memberikan pujian kepada Bale. Mou mengaku menikmati penampilan apik Bale selama 70 menit.

Sumber : Theguardian

CURTIS JONES PERSEMBAHKAN GOLNYA UNTUK ALISSON BECKER DAN ALMARHUM AYAHNYA

Youngster Liverpool, Curtis Jones, mempersembahkan gol yang dicetaknya ke gawang Sheffield United untuk mendiang ayah Alisson Becker. Ayah Alisson, Jose Agostinho Becker, meninggal dunia setelah ditemukan tenggelam di sebuah danau di kota Lavras do Sul, Brazil selatan 24 Februari 2021 lalu. Lebih lanjut, pemain 20 tahun itu merasa senang dengan keberhasilan Liverpool yang akhirnya meraih kemenangan dalam lanjutan Liga Inggris.

Sumber : Dailymail

CASSANO MENILAI RONALDO TELAH GAGAL DI JUVENTUS

Cristiano Ronaldo sudah mencetak 90 gol dalam 17 laga bersama Juventus. Namun demikian, Performa apik Ronaldo bersama Juve ternyata tidak berarti di mata Antonio Cassano, salah satu legenda sepak bola Italia yang pernah bermain untuk Inter Milan, AC Milan, AS Roma, dan Real Madrid. Cassano menyebut Ronaldo telah gagal di Juventus. “Juventus mengontraknya untuk memenangi gelar Liga Champions. Tetapi mereka telah meraih hasil lebih buruk dengannya daripada sebelumnya,” kata Cassano.

Sumber : Beinsports

SIMEONE SAMAI REKOR KEMENANGAN ARAGONES DI ATLETICO MADRID

Kemenangan 2-0 Atletico Madrid atas Villarreal memiliki nilai tersendiri bagi sang pelatih, Diego Simeone. Juru taktik asal Argentina itu menyentuh kemenangan ke-308 bersama Atletico Madrid di semua kompetisi. Angka tersebut sama dengan Luis Aragones yang memegang rekor kemenangan terbanyak bersama Los Rojiblancos. Catatan yang dicapai Simeone kian mentereng lantaran hanya melewati 512 pertandingan, lebih sedikit 100 laga dari Aragones.

Sumber : Beinsports

DAVID BECKHAM MASIH BERMIMPI DATANGKAN MESSI DAN RONALDO

Pemilik Inter Miami, David Beckham, terus membidik nama-nama besar untuk bisa diboyongnya ke klub sepakbola Amerika Serikat itu. Kini, dua nama pemain besar di dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dikabarkan juga jadi bidikan dari Beckham untuk dibawa ke Miami. Beckham sendiri memiliki rencana super ambisius untuk Miami. Keinginan Beckham bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Belum lama ini, dia bahkan berhasil mendatangkan Phil Neville sebagai pelatih anyar, serta para pemain seperti Gonzalo Higuain, Blaise Matuidi, dan Ryan Shawcross.

Sumber : Sports

PEDRI TERANCAM ABSEN DUA PEKAN AKIBAT CEDERA OTOT

Barcelona mengonfirmasi bahwa Pedri mengalami cedera otot betis kiri setelah menjalani pemeriksaan medis pada Minggu pagi waktu setempat. Pemain 18 tahun itu mengalami cedera saat Barcelona menghadapi Sevilla akhir pekan lalu. Di mana pada menit ke-71, ia ditarik keluar dan digantikan Ilaix Moriba. Akibat cederanya, Pedri terancam absen hingga dua pekan. Itu artinya, ia bakal melewatkan laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan PSG (11/3) mendatang.

Sumber : Football Espana

3 PEMAIN AC MILAN CEDERA USAI MENANG ATAS AS ROMA

AC Milan mendapat kabar buruk usai mengalahkan AS Roma 2-1. Pasalnya, tiga pemain Milan tidak bisa bermain hingga akhir laga lantaran mengalami cedera. Pemain pertama Milan yang harus mengakhiri laga lebih cepat adalah Hakan Calhanoglu. Setelah itu, Ibrahimovic yang cedera pada menit 56 dan juga Ante Rebic yang harus keluar pada menit ke-67. Pelatih Milan, Stefano Pioli, memastikan ketiga pemain kuncinya itu mengalami cedera. Belum bisa dipastikan seberapa parah kondisi mereka. Pioli menduga mereka cedera otot karena faktor kelelahan.

Sumber : Marca

LIVERPOOL INCAR STEVEN GERRARD SEBAGAI PENERUS JURGEN KLOPP

Juergen Klopp kabarnya sedang diincar Timnas Jerman. Sebab, Die Mannschaft siap mengganti Joachim Loew. Klopp diyakini akan sulit menolak tawaran itu. Jika demikian, maka Liverpool mau tak mau mencari manajer baru, yang mana rumor menyebut Steven Gerrard menjadi sosok terdepan. Gerrard merupakan legenda Liverpool yang sedang meniti karir bersama Rangers. Di Skotlandia, catatannya juga cukup impresif. Musim ini, Rangers dibawanya tak terkalahkan di 31 pertandingan, dan di ambang meraih gelar juara.

Sumber : Marca

SCHALKE PECAT PELATIH CHRISTIAN GROSS

Schalke telah memecat manajer Christian Gross pada Minggu (28/2) setelah hanya dua bulan bertugas bersama dengan empat staf senior, dalam upaya putus asa untuk menghindari degradasi Bundesliga. Klub yang bermarkas di Gelsenkirchen itu berada di posisi terbawah liga dan sembilan poin dari zona aman dengan 11 pertandingan tersisa. Gross dipecat sehari setelah kalah 5-1 di Stuttgart, membuat Schalke mencari pelatih kelima mereka di musim yang penuh gejolak.

Sumber : Skysports

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=5pEwaH1Pjzc[/embedyt]

Tiada Tandingan! ‘King Kazu’ Bermain Sepakbola Sampai Usia 54 Tahun

The Japan Times, melaporkan, pemain tertua asal Jepang bernama Kazuyoshi Miura akan terus bermain sepak bola sampai usia 54 tahun. Pemain berjuluk ‘King Kazu’ itu baru saja memperpanjang kontrak dengan klub nya saat ini Yokohama FC.

Dia baru akan menginjak usia 54 tahun pada 26 Februari mendatang. Meski usianya sudah terlampau tua, King Kazu berniat untuk terus bermain bola.

“Semangat bermain sepak bola ku semakin meningkat,” ungkap Miura.

Miura sendiri dinobatkan sebagai pemain tertua yang berlaga di kompetisi J League, pada September 2020 lalu, di usianya yang menginjak 53 tahun, 6 bulan dan 28 hari. Dia telah melampaui rekor Masashi Nakayama bersama Consadole Sapporo di tahun 2012 lalu dengan usia 45 tahun, 2 bulan dan 1 hari.

Selain menjadi pemain tertua di kompetisi J League, Miura juga menjadi pencetak gol tertua di usia 50 tahun 14 hari. Saat itu pada Maret 2017 Miura membawa Yokohama FC menang 1-0 atas Thespakusatsu Gunma.

Kazuyoshi Miura memang tampak menjadi pemain yang begitu terobsesi dengan sepakbola. Ia mengaku ingin terus bermain, meski dia hanya tampil dalam 7 laga selama dua tahun terakhir.

Sejak kecil, Kazuyoshi Miura, seperti diceritakan situs bbc, sudah “mengikuti” gelaran Piala Dunia dari tahun 1970. Dia mengenal sepakbola dari sang ayah, yang lama tinggal di Meksiko. Ayahnya memang tergolong kedalam orang yang begitu mencintai sepakbola. Oleh sebab itu, ketika ada gelaran Piala Dunia, dia menonton langsung ke Stadion dan mengambil video dengan kameranya.

“Ayah ku berada di Meksiko pada tahun 1970 untuk menonton Piala Dunia,”

“Dia merekam pertandingan dengan kamera video 8mm. Saat itu, Pele sedang bermain, dan aku tumbuh besar dengan menonton video yang diambil oleh ayah ku.”

Miura saat itu baru berusia tiga tahun. Akan tetapi dia sudah sangat tertarik dengan aksi Pele di gelaran Piala Dunia 1970 yang sempat direkam oleh sang ayah. Dia menonton secara berulang-ulang hingga benar-benar tertarik dengan olahraga ini.

Miura dibesarkan di keluarga yang mencintai sepakbola di Shizuoka. Di kawasan tersebut, sepakbola memang menjadi olahraga yang sangat populer. Kakaknya yang bernama Yasutoshi juga menggeluti pekerjaan sebagai seorang pesepakbola. Oleh sebab itu, menjadi hal yang mudah bagi Miura untuk menekuni olahraga tersebut.

Miura tumbuh sebagai bocah yang mencintai sepakbola Brasil. Pele adalah idolanya dan dia ingin menjadi seperti sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa itu. Ayah Miura yang kebetulan memiliki kerabat di Brasil pun langsung membawa sang anak menuju negeri Samba. Di usia 15 tahun, Miura meninggalkan Jepang dan terbang ke Brasil untuk menekuni karir sepakbolanya.

Selain karena ingin menekuni karir sepakbolanya, Miura juga merasa kesulitan bila harus bertahan di Jepang, mengingat kompetisi J League baru saja dimulai ada tahun 1993. Pertama kali mendarat di Brasil, Miura bergabung dengan Clube Atlético Juventus yang berbasis di Sao Paulo. Namun ternyata itu bukan awal yang mudah bagi Miura. Dia merasa kesulitan karena tidak terlalu memahami bahasa Portugis. Oleh sebab itu, dia mencoba untuk belajar bahasa Portugis, demi menunjang adaptasinya disana.

“Aku merasa kesulitan. Disana memiliki bahasa dan tradisi yang berbeda. Jadi aku sering merasa kesepian,”

Namun begitu, segala kondisi yang memberatkan tidak lantas membuat Miura menyerah. Dia yang memang bercita-cita menjadi pemain sepakbola terus mempelajari segala hal yang memang seharusnya dikuasai.

Hingga pada akhirnya, tepat pada tahun 1986, Miura berhasil menarik minat klub yang pernah dibela Pele, yaitu Santos. Dia berstatus sebagai pemain Santos selama kurang lebih empat tahun, meski karirnya lebih banyak dihabiskan di Palmeiras sebagai pemain pinjaman.

Pernah membela klub sekelas Santos, Miura langsung menarik minat media-media Jepang. Lalu di tahun 1990, dia tertarik untuk pulang ke Negeri Sakura dan memulai karir disana. Dia dipandang sebagai seorang superstars dan dianggap sebagai pemain yang akan memberi perubahan pada sepakbola Jepang.

Pada tahun 1993, ketika kompetisi Jepang dimulai, Miura sempat bermain di salah satu klub disana, sebelum akhirnya berkarir di Italia bersama Genoa. Bermain di Italia pada era tersebut jelas menjadi salah satu kebanggaan tersendiri, apalagi bagi pemain Asia yang dikenal sebagai benua yang belum banyak menelurkan pemain populer di kancah dunia.

Sayangnya, perjalanan di Serie A tidak berjalan mulus, setelah dia mengalami cedera pasca berbenturan dengan bintang AC Milan, Franco Baresi.

Bertahan selama semusim dan hanya mampu mencetak satu gol saja merupakan sebuah hal yang tidak menyenangkan bagi seorang Miura. Maka dari itu, jurnalis sepakbola di Jepang bernama Sean Carroll, mengatakan bila sama sekali tidak ada hal istimewa yang diciptakan Miura di Italia.

“Sama sekali tidak ada hal yang bisa dilebih-lebihkan,” ucap Sean Carroll.

Kendati demikian, Sean Carroll tetap mengakui bila Miura termasuk ke dalam pesepakbola paling populer di Jepang, sama seperti Diego Armando Maradona di Argentina. Malah, Miura menjadi pemain Jepang pertama yang meraih penghargaan Asian Footballer of the Year pada 1992.

Bersama timnas Jepang, Miura berhasil menciptakan sebanyak 5 gol dari 89 penampilan yang ia jalani dari 1990 hingga 2000. Lebih dari itu, dia juga berhasil menyumbangkan trofi Piala Asia pada tahun 1992.

Memasuki milenium baru, atau tepat pada tahun 2005, Miura sempat akan diisukan pensiun. Akan tetapi, di usia yang menginjak 38 tahun saat itu, Miura secara mengejutkan malah resmi menandatangani kontrak dengan Yokohama FC. Dia menjadi pemain kunci di tim tersebut dan berhasil membawa Yokohama FC naik ke kompetisi tertinggi Liga Jepang pada tahun 2006.

Meski sudah berusia tua, dia ternyata masih bermain di sana sampai 10 tahun ke depan. Pada tahun 2016, ketika usianya menginjak 48 tahun, dia bermain sebanyak 20 kali dan sukses mencetak dua gol.

Di usia yang seharusnya sudah membuatnya beristirahat, Miura justru kian semangat bermain bola. Dia jarang mengalami cedera, dan berkata bahwa dia hanya memiliki masa pemulihan yang sedikit lebih lama dari para pemain muda, bila terjadi masalah pada kondisinya.

“Aku hanya memiliki pemulihan yang lebih lama dari pemain muda,”

“Aku semakin semangat bermain dan sama sekali tidak kehilangan hasrat untuk bermain,”

Apa yang dikatakannya sekitar lima tahun lalu pun masih terus dibuktikan hingga sekarang. Dia terus bermain di usia yang bakal menginjak 54 tahun dan masih belum memikirkan untuk pensiun dari dunia sepakbola.

Saat ditanya tentang rahasianya menjadi pesepakbola hebat hingga usia yang nyaris menginjak 54 tahun, Miura mengatakan bila kerja keras, dedikasi, dan bertindak sebagai seorang inspirasional, adalah kunci utamanya.

“Aku masih sangat menikmati sepakbola. Setiap saat.”

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Si7JlWOr87k[/embedyt]

 

Sumber referensi: bbc, japantimes, ligalaga

Mengapa Kiper Sulit Mendapat Penghargaan Ballon D’or?

Bagi setiap individu, bisa mendapat penghargaan Ballon D’or merupakan sebuah hal yang sangat istimewa. Seorang pemain akan dianggap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa ketika sudah pernah naik podium untuk menerima penghargaan tersebut. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, dua nama terhebat, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, terus jadi topik pembicaraan. Betapa tidak? Dua superstar sepakbola itu silih berganti untuk membawa pulang penghargaan Ballon D’or.

Beruntung, pada tahun 2018, pemain asal Kroasia bernama Luka Modric mampu mematahkan dominasi dua pemain tersebut. Meski pada edisi berikutnya Lionel Messi kembali terpilih menjadi pemain terbaik, keberadaan Luka Modric diantara dua nama hebat itu tetap menjadi yang paling bersejarah.

Semua orang dibuat puas dengan kemenangan yang diraih oleh Modric, meski sebagian tetap mengatakan bahwa belum ada pemain yang mampu melebihi kualitas Messi maupun Ronaldo.

Satu hal yang mencuri perhatian lainnya, dalam malam mewah milik Luka Modric pada tahun 2018 silam, adalah ketika tidak ada satupun kiper yang ikut duduk dalam daftar 10 besar. Disana, hanya terdapat nama Thibaut Courtois yang cuma duduk di tangga ke 14. Apa yang menjadi perhatian tersebut lantas memunculkan pertanyaan, mengapa seorang kiper terlihat sangat sulit untuk mendapat penghargaan Ballon D’or?

Melansir dari laman ligalaga, untuk menjawab pertanyaan semacam ini, kita perlu menarik jauh ke belakang, tentang bagaimana peran dan posisi kiper sebelum masuk ke era sepakbola modern. Menurut sejarah, atau tepat pada abad ke 19, sepakbola yang sudah menjadi olahraga yang mulai terkenal, memiliki tujuan bahwa permainan ini hanyalah mencetak gol sebanyak-banyaknya. Tidak peduli seberapa banyak sebuah tim kebobolan, yang pasti, mereka harus mencetak gol lebih banyak untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan.

Melalui konsep ini, posisi kiper ketika itu sama sekali belum ada. Sebuah tim hanya memunculkan pemain belakang yang ditugaskan untuk menyapu bola ke depan, ketika lawan datang menyerang. Saat itu, pemain tersebut juga belum dianggap sebagai kiper. Dia hanya berposisi sebagai pemain belakang yang punya tugas lebih, dan tentunya, tidak diperbolehkan untuk menyapu bola dengan menggunakan tangan.

Pemain yang memiliki peran itu juga pada akhirnya disebut sebagai “anti-footballer”, yang merujuk pada sebuah istilah yang mengatakan kalau sepakbola adalah tentang konsep sepakbola yang mana para pemain harus menyerang dan mencetak gol sebanyak-banyaknya. Pemain dengan peran tersebut dianggap sudah cukup digunakan untuk menjaga pertahanan, yang sebenarnya pada saat itu, mereka juga tidak terlalu dibutuhkan.

Lalu, stigma seorang pemain yang menghalau bola dari serangan lawan juga semakin buruk ketika, kiper, yang posisinya sudah mulai diakui, digunakan sebagai bentuk “hukuman” oleh para pihak Gereja. Mengapa gereja? Ya, karena pada saat itu, olahraga sepakbola digunakan sebagai alat dakwah oleh pihak gereja. Di buku Jonathan Wilson, The Outsiders, pihak gereja menjadikan sepakbola sebagai olahraga yang memperkuat persatuan umat sekaligus mengajarkan nilai-nilai moralitas dalam konsep spiritual atau rohani.

Mereka mengatakan bila gawang adalah surga. Jadi semua pemain harus berlomba-lomba untuk bisa mencetak gol ke dalam gawang. Dalam hal ini, bentuk “hukuman” merujuk pada kiper yang jelas dianggap sebagai antithesis dari semua sifat surgawi. Kiper dianggap sebagai penghalang menuju surgawi. Lebih lanjut, posisi kiper biasanya dihuni oleh para anak-anak nakal yang tengah terkena hukuman.

Dari sejarah yang telah terangkum tersebut, orang-orang jadi sulit untuk menganggap bahwa sosok kiper adalah pahlawan. Mereka sudah terlanjur memandang sebelah mata posisi kiper dan menganggap bahwa pemain yang berdiri di bawah mistar hanya sebagai pelengkap sebuah kesebelasan saja.

Dari fakta tersebut pula, kiper sulit untuk mendapat sebuah penghargaan individu, apalagi yang sifatnya sekelas penghargaan Ballon D’or.

Beruntung pada tahun 1963, ada sosok luar biasa berada di bawah mistar bernama Lev Yashin. Lev Yashin adalah kiper Uni Soviet, yang sampai saat ini, namanya masih dianggap sebagai kiper terbaik sepanjang masa. Lev Yashin bisa dibilang menjadi penjaga gawang terhebat dunia yang pernah ada. Dia telah bermain sebanyak 22 musim untuk Dinamo Moskwa, yang mana itu menjadi satu-satunya klub yang pernah ia wakili. Selama perjalanannya, Yashin juga berhasil memenangkan lima kejuaraan liga dan tiga kejuaraan lainnya.

Dalam seluruh perjalanan karirnya, dia telah memenangkan banyak piala, dan juga bermain di tiga edisi Piala Dunia (1958, 1962 dan 1966). Kemudian pada tahun 1956, dia juga menjadi salah satu pemain tim nasional Uni Soviet yang sukses memenangkan olimpiade di Melbourne. Empat tahun kemudian ia berhasil memenangkan kejuaraan Eropa.

Penghargaan tertinggi dari segala pencapaiannya tentu satu penghargaan Ballon D’or yang dia dapat pada tahun 1963. Dari situ, Lev Yashin benar-benar mengubah stigma penggemar sepakbola tentang buruknya posisi penjaga gawang. Apparel perlengkapan olahraga mulai berdatangan untuk menawarkan sebuah kerja sama. Beragam produk, seperti sarung tangan, topi, hingga kaos kaki diproduksi khusus untuk para penjaga gawang.

Namun begitu, semenjak Yashin terpilih sebagai pemenang penghargaan Ballon D’or tahun 1963, tidak ada lagi kiper yang mampu naik ke panggung tertinggi.

Bila diperhatikan, meski citra buruk seorang kiper sudah berhasil diredam oleh Lev Yashin, ada sejumlah alasan lagi yang membuat kiper masih akan sulit mendapat penghargaan Ballon D’or, salah satunya tentu tentang munculnya para pemain-pemain hebat, yang tidak berposisi sebagai kiper.

Dalam hal ini, penyerang khususnya, sering dianggap sebagai pahlawan. Mereka yang mencetak gol untuk kemudian memberikan sebuah gelar untuk timnya masih terus didewakan. Jadi bila ada seorang kiper yang ingin memenangkan penghargaan Ballon D’or, maka harus ada masa dimana tidak ada seorang penyerang atau bahkan winger yang tampil paling menonjol. Jika masih ada pemain seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, akan semakin sulit pula bagi kiper untuk bisa unjuk gigi di panggung tertinggi.

Jika pun pemain hebat selain kiper akan terus lahir, maka para kiper setidaknya harus berharap bahwa pada dalam satu tahun, pemain yang dianggap hebat tersebut mengalami cedera, dan di sisi lain, kiper tersebut harus banyak melakukan penyelamatan-penyelamatan penting, seperti tampil paling menonjol di partai final atau semacamnya.

Dalam hal ini, kiper bisa bertindak sebagai pemain yang menggagalkan tendangan penalti, melakukan penyelamatan satu lawan satu, dan dilengkapi dengan aksi heroik lainnya, yang tentunya semua itu dilakukan di partai-partai krusial.

Jika situasi tersebut tidak bisa didapatkan, maka kiper-kiper yang ada akan mengalami nasib yang sama dengan sejumlah nama di bawah mistar seperti Dino Zoff, Oliver Kahn, Gianluigi Buffon, sampai Manuel Neuer. Mereka semua gagal menjadi yang terbaik karena ada pemain yang tentunya tidak berposisi sebagai seorang kiper, yang dianggap lebih berpengaruh pada timnya dalam memenangi gelar juara.

Karena dianggap sulit memenangi penghargaan Ballon D’or, para kiper kini bisa sedikit lemparkan senyum, karena France Football telah menciptakan sebuah penghargaan yang khusus diberikan kepada seorang kiper bernama Yachine Trophy. Sudah jelas bahwa nama Yachine Trophy diambil dari sosok kiper hebat yang berasal dari Uni Soviet.

Direktur Football France, Pascal Ferre, menyebut bahwa penghargaan tersebut memang khusus diberikan kepada penjaga gawang terbaik, yang dipilih oleh panel spesial Internasional yang juga ditugaskan untuk memilih pemenang penghargaan Ballon D’or.

Pada edisi pertama Yachine Trophy yang diselenggarakan, kiper Liverpool, Alisson Becker, menjadi pemenangnya. Alisson berhasil memenangkan penghargaan tersebut karena sukses membawa Liverpool menjuarai gelar Liga Champions Eropa dan mengantar timnas Brasil jadi juara Copa America. Menyusul prestasi terbaiknya itu, Alisson juga berhasil menempati posisi ke tujuh daftar terbaik peraih penghargaan Ballon D’or 2019 lalu.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Q0EgMlRvKbU[/embedyt]

 

Sumber referensi: ligalaga, as, quora

Mungkinkah Ronaldo Kembali Ke Manchester United?

Sudah lebih dari dua musim berjalan, sejak resmi memutuskan pergi dari Real Madrid dan bergabung dengan Juventus, Ronaldo masih terus kesankan para penggemar sepakbola. Dibalik usia yang sudah semakin tua, pemain yang identik dengan nomor punggung 7 ini terus ciptakan rekor. Yang terbaru, ketika diplot sebagai pembunuh utama Si Nyonya Tua di laga melawan AS Roma, dia berhasil mencetak salah satu gol kemenangan Juve pada menit ke 13.

Dengan catatan tersebut, Ronaldo resmi menjadi pemain yang berhasil mencetak 300 gol sejak usianya menginjak angka 30 tahun. Sebelum menginjak usia 30 tahun, Ronaldo tercatat telah berhasil menciptakan sebanyak 463 gol dari 718 laga yang dijalani. Raihan itu tentu sama sekali tidak bisa diremehkan.

Meski awalnya banyak yang meremehkan kehadirannya di Serie A, Ronaldo nyatanya mampu bersaing dalam daftar top skor liga selama beberapa musim dia disana. Ronaldo memang sosok panutan. Dia adalah pemenang sejati, dan entah sampai kapan kita akan melihat aksi gilanya diatas lapangan.

Yang pasti, dia merupakan pria yang tidak mudah menyerah dan akan selalu tampil lebih baik, ketika kritik terus berdatangan.

Dengan performa yang masih optimal meski usia sudah tak muda lagi, muncul kabar bahwa Ronaldo bakal kembali mencicipi panggung Liga Primer Inggris. Satu klub yang serius meminatinya, siapa lagi kalau bukan Manchester United.

Melansir dari situs give me sport, Ronaldo bakal diplot sebagai pengganti Paul Pogba yang terus dihadapkan dengan jalan keluar Stadion Old Trafford. Mino Raiola yang merupakan agen sang pemain asal Prancis tersebut menjelaskan bahwa Pogba kerap dikaitkan dengan kepergiannya dari MU. Dia membenarkan dan sampai saat ini sudah ada banyak sekali klub yang datang memberi penawaran.

Yang mengejutkannya lagi, Pogba disebut-sebut bakal kembali berseragam Juventus, dimana klub asal Turin memang beberapa kali mengutarakan keinginannya untuk memulangkan sang pemegang trofi Piala Dunia 2018. Maka ada sedikit pintu terbuka yang mengatakan bila terdapat rencana pertukaran pemain hebat yang bakal dilakukan Manchester United dan Juventus.

Di sisi lain, Andrea Pirlo yang kini tangani Juventus juga sangat tertarik untuk memulangkan Pogba ke Juve. Pemuda 27 tahun itu dianggap cocok memainkan pola 3-5-2 yang diusungnya. Seperti diketahui, Pogba sempat bersinar bersama Juventus dengan pola tersebut, ketika tim Zebra berhasil meraih kesuksesan bersama Antonio Conte. Pirlo yang pernah menjadi partner Pogba di lini tengah Juve juga paham betul dengan kualitas sang pemain. Dia tentu tidak asal-asalan ingin memulangkan Pogba. Ada hal serius yang ia amati, meski dengan harus mengorbankan salah satu pemain bintangnya.

Satu hal lain yang dipercaya bakal menjadi jalan mulus bagi MU untuk bisa pulangkan Ronaldo adalah Ed Woodward. Kita semua tahu bila Ronaldo menjadi nama yang sangat diinginkan Ed Woodward. Dia ingin membangun kembali era kejayaan MU bersama Ronaldo. Dia ingin bernostalgia dengan CR7 yang dulu pernah saling menguntungkan dalam periode cukup lama.

Selain itu, Woodward juga tengah mencari cara untuk kembali meningkatkan euforia para penggemar, agar mau datang kembali ke Old Trafford ketika situasi sudah berjalan normal. Jadi, mendatangkan pemain bintang, apalagi sekelas Ronaldo yang dulu pernah menjadi pujaan, sangat cocok untuk dijadikan sebagai faktor pendukung.

Apa yang telah direncanakan MU pun tampak berjalan sesuai rencana. Selain pelatih Andrea Pirlo yang terus memberikan kode ingin memulangkan Pogba, Juve saat ini juga masih mengalami kesulitan finansial karena terdampak pandemi global.

Saat ini, Ronaldo menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Serie A, yang mencapai 27 juta pounds per musim. Nilai tersebut dinilai berat bagi Juventus untuk menanggung. Apalagi seperti yang sudah dijelaskan, mereka tengah mengalami kesulitan keuangan. Ronaldo memang masih terus menjadi andalan, dan sama sekali tidak tampil mengecewakan. Namun permasalahan finansial juga tidaklah sembarangan. Itu bisa menjadi pertimbangan bagi klub Turin untuk melepas sang pemain, dan mendatangkan pemain anyar untuk menutup lubang, dengan tentunya melalui biaya yang tidak terlalu mahal.

Satu hal yang mungkin masih mengganjal bagi Juve mungkin hanya gelar Liga Champions Eropa. Kita semua paham dan tahu betul bahwa mendatangkan Ronaldo merupakan salah satu cara Juventus untuk menuntaskan misi jadi jawara di panggung Eropa. Ronaldo sudah membuktikannya bersama Real Madrid, dimana dia mampu memenangkannya sebanyak empat kali, dengan tiga diantaranya diraih secara beruntun.

Maka dari itu, Juve masih sangat percaya dan punya harapan besar, bahwa bersama Ronaldo mereka mampu memutus paceklik gelar di Eropa.

Jika mereka benar-benar ingin melepas sang pemain sebelum trofi Eropa mendarat, maka itu mungkin akan menjadi perjudian terbesar yang mereka lakukan.

Menurut situs unitedfocus, kepindahan Ronaldo menuju MU sendiri hanya tinggal menunggu waktu. Mereka percaya bahwa cepat atau lambat, Ronaldo akan pulang ke Old Trafford dan sekali lagi bakal memberi kegembiraan bagi para penggemar.

Alasan pertama adalah hubungan baik antara MU dan Jorge Mendes. Belum lama ini, Jorge Mendes berhasil membawa Bruno Fernandes menuju Old Trafford. Kepindahan itu pun sukses besar, dimana sang pemain mampu memberikan perubahan signifikan pada kubu Setan Merah.

Dengan agen yang sama, dan tentunya hubungan yang begitu baik, bukan tak mungkin kepulangan Ronaldo ke Old Trafford akan menjadi kenyataan. Apalagi pemain incaran utama MU, yakni Jadon Sancho sangat sulit didapat.

Melihat duet Bruno Fernandes dan juga Cristiano Ronaldo di klub Manchester tentu akan menjadi sebuah pemandangan yang begitu luar biasa.

Alasan berikutnya adalah, dengan kehadiran Ronaldo, MU tentu akan sangat diuntungkan, apalagi di tengah kondisi mereka yang masih ingin mengembalikan kejayaan. Ronaldo dipercaya bisa membawa MU kembali berjaya. Sudah banyak bukti dari kualitas sang pemain meski usianya sudah tak muda lagi. Untuk mendatangkannya pun, seperti yang sudah dijelaskan, Ed Woodward yang sangat ingin memulangkan CR7, bisa menjadi kekuatan besar bagi Setan Merah untuk segera merealisasikan proses negosiasi.

Sebelum MU kalah cepat dengan tim lain, terutama PSG yang juga berminat datangkan sang pemain, mereka harus bergerak lebih cepat, untuk kembali mendatangkan Ronaldo, yang sampai saat ini masih belum ada pemain yang benar-benar mampu gantikan perannya sejak kepergian sang pemain pada 2009 silam.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SCllqdz3T-Y[/embedyt]

 

Sumber referensi: givemesport, reddevilarmada, unitedfocus, weallfollowunited

Mengapa Banyak Pesepakbola Yang Pensiun Di Usia 30 Tahun?

Seiring berkembangnya zaman, sepakbola juga turut mengalami beragam perubahan, termasuk kemajuan yang telah kita rasakan selama ini. Sejumlah kemajuan yang terdapat pada sepakbola adalah teknologi dan juga jadwal kompetisi yang kian padat. Pada sepakbola era sekarang, kerap ditemukan kompetisi baru yang mau tidak mau memaksa pemain untuk pandai menjaga kondisi.

Namun begitu, banyak nya kompetisi juga turut membuat stamina para pemain mudah terkuras hingga tak sedikit yang pada akhirnya menimbulkan berbagai resiko bagi pesepakbola itu sendiri. Setelah mengalami banyak perubahan dengan terus memainkan pertandingan, usia para pemain juga tak melulu berada pada rentang produktif. Hal itu tentu mendorong aktor lapangan untuk mengakhiri perjalanannya dengan cara pensiun.

Bicara tentang pensiun, kebanyakan para pemain akan mengalami fase tersebut ketika usia mereka sudah mulai menginjak rentang 30 tahun. Pertanyaannya, mengapa kebanyakan pemain sepakbola memilih pensiun pada usia 30 tahun an?

Melansir dari laman fieldinsider, ada sejumlah alasan yang mendasari pensiunnya seorang pemain sepakbola pada usia 30 tahunan.

Pertama adalah ketika mereka memutuskan untuk terus bermain di usia 30 tahun atau lebih, atau bahkan mungkin sampai pada usia 40 tahun, para pemain ini tidak akan memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga. Usia tersebut merupakan rentang usia yang memang sudah seharusnya difokuskan untuk keluarga. Terlebih, para pemain sepakbola juga tentunya sudah memiliki banyak tabungan dari hasil yang mereka dapat selama bermain sebagai pemain profesional.

Pada usia 30 tahunan, kebanyakan orang-orang juga dipercaya sudah kehilangan motivasi untuk terus mencapai hal-hal yang pada hakikatnya hanya menguntungkan dirinya sendiri. Mereka banyak yang beranggapan bahwa pada rentang usia 20 tahunan lah waktu yang tepat untuk meraih ketenaran. Namun bila sudah melewati angka 30 tahun, motivasi untuk bermain sudah tidak lama lagi. Tujuan mereka lebih kepada bagaimana cara membahagiakan keluarga.

Alasan kedua adalah jelas, yaitu berkurangnya kemampuan fisik. Dalam hal ini, seperti yang sudah dijelaskan, kebanyakan pemain memiliki ambisi untuk meraih banyak hal termasuk ketenaran pada rentang usia 20 tahunan. Maka dari itu, ketika mereka sudah menginjak usia 30 tahunan, hanyalah terdapat sisa-sisa dari kemampuan, tenaga, dan stamina yang dimiliki.

Apalagi, di era sepakbola sekarang ini, pemain dituntut untuk memiliki stamina luar biasa untuk menghadapi permainan cepat, yang mana sudah banyak pemain muda yang unjuk gigi di level Internasional.

Maka dari itu, kita sering menemui sebuah klub yang hanya memberi kontrak jangka pendek kepada pemain berusia lebih dari 30 tahun. Pasalnya mereka menyadari kalau kekuatan yang dimiliki sudah tidak seperti para pemain muda yang terus muncul dan lebih menjanjikan untuk diberi kontrak panjang.

Alasan ketiga, atau yang terakhir adalah masalah cedera. Di usia lebih dari 30 tahunan, pemain seringkali lebih rentan terkena cedera. Pada rentang usia tersebut, cedera yang didapat juga seringkali nyeri, keseleo, atau salah gerakan. Selain rentan terkena cedera, pemain yang berusia lebih dari 30 tahun juga akan mengalami masa dimana mereka akan memakan waktu pemulihan lebih lama pasca cedera.

Namun meski banyak pemain yang memilih pensiun pada rentang usia 30 tahunan, tak sedikit pula yang baru memilih untuk berhenti pada usia 41 tahun. Contohnya adalah Paolo Maldini. Paolo Maldini, one man club milik AC Milan, baru berhenti bermain sepakbola pada usia 40 tahun. Dia merupakan kapten sejati yang memang punya kemampuan spesial hingga stamina luar biasa.

Satu hal yang lebih mencengangkan adalah Paolo Maldini telah memulai karir profesionalnya sejak usia 17 tahun.

Berikutnya ada nama Francesco Totti yang memutuskan pensiun pada usia yang sama, yaitu 41 tahun. Sang pangeran Roma juga memiliki reputasi seperti Paolo Maldini, yaitu hanya setia pada satu klub saja. Dia telah memainkan sebanyak 619 penampilan dan mencetak 250 gol.

Yang tak kalah hebat adalah pria asal Argentina yang bermain untuk tim Serie A, yaitu Javier Zanetti. Zanetti sudah bermain sepakbola sejak usia 15 tahun. Dia adalah kapten sejati dan memang memiliki kekuatan fisik luar biasa. Zanetti yang lahir dari keluarga pas-pas an telah dididik untuk menjadi pria kuat. Dengan begitu, wajar bila terus bermain bola sampai mencapai usia 41 tahun.

Pemain lain yang juga baru pensiun pada usia setidaknya 40 tahun adalah Rivaldo, Ryan Giggs, hingga Romario.

Mereka semua adalah anomali dari kebiasaan yang terjadi selama ini.

Kendati demikian, bila diperhatikan, mengapa banyak kiper yang memiliki karir lebih panjang dari pemain lain?

Dalam hal ini, ada anggapan yang mengatakan bila penjaga gawang itu seperti anggur. Semakin tua, maka akan semakin baik pula kualitasnya. Meski pemain biasanya pensiun pada usia 30 tahunan, di usia tersebut, penjaga gawang malah banyak yang mencapai periode puncaknya.

Alasannya, di usia 30 tahunan, tak sedikit kiper yang baru memiliki banyak pengalaman untuk menjadi hebat. Di usia tersebut, banyak penjaga gawang yang tahu bagaimana cara menempatkan posisi, mengatur lini pertahanan, hingga menebak arah bola.

Alasan berikutnya, dan yang paling penting adalah, kiper hanya berlari di area mereka saja. Tak banyak kecepatan yang harus dikeluarkan, kecuali bila memang lini pertahanan tengah digempur habis-habisan. Dengan begitu, stamina mereka lebih banyak tersimpan dan memungkinkan untuk memiliki karir yang lebih lama.

Contoh kiper yang masih mampu menunjukkan performa prima di usia lebih dari 30 tahunan adalah Iker Casillas, Edwin van der Sar, Peter Schmeichel, Dino Zoff, Peter Shilton, Lev Yashin, Rogerio Ceni, hingga saat ini yang masih aktif di usia 43 tahun, Gianluigi Buffon.

Kembali lagi, inti dari mengapa banyak pemain yang pensiun pada rentang usia 30 tahunan adalah karena semakin padatnya kompetisi, stamina yang tak lagi prima, hingga resiko cedera yang semakin besar.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=9kYMsbLOkpY[/embedyt]

 

Sumber referensi: fieldsinsider, bleacherreport, quora

Berita Bola 27 Februari 2021: RIVAL PANAS! MU Bentrok Dengan Milan – Chelsea Gaet Haaland – Gattuso Dipecat? Diganti Sarri

0

Berita Bola Terbaru Hari Ini Sabtu, 27 Februari 2021

MICHAIL ANTONIO DIRAYU UNTUK BELA TIMNAS JAMAIKA

Striker West Ham United, Michail Antonio, tengah dirayu oleh tim nasional Jamaika untuk membela negara yang berada di Kepulauan Karibia itu. Hal itu diungkapkan oleh pejabat federasi sepakbola Jamaika, JFF, yang mengaku ingin membawa Antonio untuk membantu negaranya dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONCACAF mulai september nanti. Antonio beberapa kali dipanggil oleh timnas Inggris tetapi belum pernah mencatatkan penampilan secara resmi. Penyerang berusia 30 tahun itu bisa membela Jamaika lewat jalur keturunan orang tuanya.

Sumber : Skysports

GUARDIOLA SEBUT ‘UANG’ ADALAH RAHASIA PENAMPILAN IMPRESIF MAN CITY

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola angkat bicara soal kesuksesan timnya meraih 19 kemenangan secara beruntun. Dalam pernyataannya, Pep menjelaskan faktor ekonomi sangat penting bagi klub berjuluk the Citizen tersebut. “Kami punya banyak uang untuk membeli banyak pemain luar biasa,” tegas Guardiola. Pernyataan Guardiola menyeruak selepas timnya berhasil mengantongi kemenangan 2-0 atas Borussia Monchengladbach pada leg pertama 16 besar Liga Champions 2020/21 tengah pekan kemarin.

Sumber : Skysports

MANCHESTER CITY INCAR DUO DORTMUND

Manchester City dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk sekaligus merekrut dua pemain Borussia Dortmund, Erling Haaland dan Giovanni Reyna. Menurut AS, klub Liga Inggris itu menganggap keduanya sebagai pemain potensial untuk menguatkan klub dalam jangka panjang. Haaland, 20 tahun, telah mencetak 17 gol dan memberikan tiga assist dalam 17 pertandingan Bundesliga musim ini. Reyna, pemain Amerika Serikat berusia 18 tahun, memiliki tiga gol dan empat assist dalam 21 pertandingan liga.

Sumber : AS

KABAR TERBARU CEDERA PAUL POGBA

Manchester United memastikan lolos ke babak 16 besar Liga Europa meskipun hanya bermain imbang 0-0 dengan Real Sociedad. Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, menyatakan masih belum dapat memastikan apakah Paul Pogba akan bermain pada laga babak 16 besar. Pogba tercatat telah absen pada tiga laga terakhir MU, termasuk kontra Sociedad. Dia mengalami cedera pada laga kontra Everton 6 Februari lalu. Solskjaer menyatakan bahwa Pogba kemungkinan masih akan absen dalam beberapa pekan ke depan. Dia tak bisa memastikan kapan si pemain akan kembali bermain.

Sumber : Goal

MATIC DAN MAGUIRE LANGGAR ATURAN YANG MEREKA BUAT SENDIRI

Nemanja Matic mengungkap aturan ketat yang dibuatnya dengan Harry Maguire di Manchester United. Keduanya bahkan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Maguire dan Matic sebagai dua pemain senior MU punya kuasa untuk mendisiplinkan para pemain Setan Merah. Mereka diberi mandat untuk menyusun aturan dan denda dalam internal tim pada musim ini. Maguire melanggar aturan usai menggunakan ponsel saat di gym menjelang latihan. Matic sampai harus menjatuhkan sanksi kepada Maguire akibat aturan yang keduanya susun sendiri.

Sumber : Sportbible

PILIH DE GEA, MU SIAP UANGKAN DEAN HENDERSON RP 800 MILIAR

Ole Gunnar Solskjaer tampaknya tetap lebih memprioritaskan David de Gea sebagai kiper utama untuk dipertahankan di Old Trafford, ketimbang prospek menjaga Dean Henderson dan menjadikannya sebagai penjaga gawang nomor satu di masa mendatang. MU dilaporkan siap menjual kiper pilihan kedua mereka Henderson dan membandrol kiper internasional Inggris tersebut senilai Rp 800 Miliar, saat setidaknya ada tiga klub, dua diantaranya dari Premier League, yang dikaitkan minat pada jasanya.

Sumber : Sportskeeda

BENZEMA PULIH, SIAP DITURUNKAN LAWAN ATLETICO MADRID

Penyerang Real Madrid, Karim Benzema telah pulih dari cederanya. Ia diperkirakan akan kembali beraksi untuk pertandingan melawan Atletico Madrid pada pekan ke-26 Liga Spanyol di Estadio Wanda Metropolitano, Minggu, 7 Maret 2021. Pemulihan cedera Benzema agar bisa kembali bermain menjadi prioritas utama bagi staf medis Real Madrid. El Real membutuhkan striker pilihan pertamanya itu untuk pertandingan melawan Atletico Madrid dan Atalanta di leg kedua babak 16 besar Liga Champions pada Rabu, 17 Maret nanti.

Sumber : Marca

CURHAT JAMES RODRIGUEZ : TAK ADA YANG INGINKAN SAYA DI REAL MADRID

James Rodriguez sepertinya tidak ingin kembali ke Real Madrid. Menurutnya, baik pemain, pelatih dan direksi tidak ada yang menginginkan kehadirannya lagi. James memang jarang dipercaya selama berseragam Real Madrid. Maka dari itu dia dipinjamkan ke Bayern Munchen selama dua musim dan sekarang menjalani musim yang hebat bersama Everton. Winger 29 tahun itu telah mengoleksi 18 penampilan dengan menorehkan lima gol dan 4 assist di premier league.

Sumber : Marca

IBRA : RONALDO PEMAIN TERBAIK DALAM SEJARAH

Siapa pesepakbola terbaik sepanjang masa masih terus diperdebatkan. Namun bagi bintang veteran AC Milan Zlatan Ibrahimovic, Ronaldo Nazario adalah orangnya. Legenda sepakbola Brasil tersebut pernah membela tim-tim macam Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan dan masing-masing dua kali memenangi Piala Dunia dan Copa America. Menurut Ibra, Ronaldo Nazario tidak ada bandingannya dengan pemain manapun.

Sumber : Goal

EKS GELANDANG JUVE, MARCHISIO SIAP TERJUN KE DUNIA POLITIK

Mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio mengaku tertarik dengan dunia politik. Sejak pensiun pada 2019 lalu, Marchisio memang belum menunjukkan tanda-tanda akan menekuni dunia kepelatihan. Pria 36 tahun kini justru tertarik dengan dunia di luar sepakbola, yakni politik. Apalagi selama ini hari-harinya selalu diisi dengan percakapan seputar perpolitikan, terutama di Italia. “Saya akan menjadi orang pertama yang melangkah dan mengatakan ya jika saya dibutuhkan di Piedmont dan Turin.”

Sumber : Football Italia

MUSIM 2020/21 BELUM SELESAI, JUVE SUDAH MERUGI RP 1.9 T

Juventus mengumumkan kabar buruk seputar neraca keuangannya. Diketahui bahwa juara bertahan Serie A tersebut sudah mencatatkan kerugian sebesar 113 juta euro atau setara Rp 1,9 Triliun dalam waktu enam bulan terakhir. Angka ini melampaui total kerugian Bianconeri dalam kurun waktu yang sama di musim lalu sebesar 50,3 juta euro saja atau senilai Rp 872 Juta. Salah satu faktor yang berperan besar terhadap kerugian tersebut adalah pandemi virus menular yang tak kunjung selesai.

Sumber : Football Italia

LIMA STAF INTER MILAN POSITIF CVD19 TERMASUK MAROTTA

Inter Milan mengumumkan lima anggota staf mereka dinyatakan positif virus menular. Mereka yang positif adalah Direktur Pelaksana Alessandro Antonello dan Giuseppe Marotta, direktur olahraga Piero Ausilio, serta pengacara Angelo Cappellini. Seorang anggota staf teknis pemimpin Serie A yang tidak disebutkan namanya juga dinyatakan positif. Inter memastikan wabah ini tidak menyebar ke skuad atau pelatih tim utama mereka. Saat ini mereka tengah berada dalam periode yang sangat positif dalam persaingan di Serie A.

Sumber : Football Italia

BALAS RAIOLA TERKAIT ERLING HAALAND, MICHAEL ZORC ANGKAT BICARA

Direktur Olahraga Borussia Dortmund, Michael Zorc, angkat bicara setelah Mino Raiola “main-main” dengan masa depan Erling Haaland. Belum lama ini, Raiola menilai bahwa tidak sembarang klub yang bisa merekrut striker Norwegia itu. Hanya ada 10 klub, menurut Raiola, yang mampu mengontrak Haaland di masa depan. Di mata Zorc, Raiola terlalu optimistis dengan segala yang dia keluarkan dari mulutnya. Sebab, menurut Zorc, Haaland tidak bisa seenak jidat memilih klub baru yang disebutkan Raiola jika pergi dari Dortmund.

Sumber : Beinsports

LEWANDOWSKI BAHAS KEMUNGKINAN PINDAH KE MLS

Bintang Bayern Munchen Robert Lewandowski, mengaku menyadari betul soal gosip kepindahannya ke Major League Soccer (MLS), namun dia enggan meladeni pembicaraan tersebut. Istri Lewandowski pernah mengatakan jika suaminya tertarik mengakhiri karir di Los Angeles, sehingga membuat dua tim LA Galaxy dan Los Angeles FC pasang kuda-kuda. Pemain berusia 32 ini tidak menutup kemungkinan apapun namun masa depan bukanlah sesuatu yang sedang dipikirkannya sekarang ini.

Sumber : AS

SULIT BAGI PSG PERMANENKAN STATUS MOISE KEANE

Direktur olahraga PSG, Leonardo, akhirnya buka suara untuk memberikan komentar terkait masa depan Moise Kean di skuad Les Parisiens. Sang direktur mengaku sangat sulit bagi PSG jika ingin mempermanenkan status striker asal Italia tersebut. Seperti diketahui, Kean dipinjam oleh PSG dari Everton pada musim panas tahun lalu selama musim 2020/21. The Toffees sendiri memberikan lampu hijau bagi PSG untuk mempermanenkan status sang pemain, hanya saja mereka meminta mahar yang menyentuh angka 80 juta euro sementara market value sang pemain berada di kisaran angka 30 juta euro saja. Kondisi keuangan yang berantakan akibat pandemi membuat PSG masih ragu untuk mempermanenkan status Kean.

Sumber : Goal

RONALD KOEMAN MIMISAN SAAT KONFERENSI PERS

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, mengakhiri sesi konferensi pers menjelang laga melawan Sevilla lebih cepat karena hidungnya tiba-tiba mengeluarkan darah. Duel Sevilla vs Barcelona merupakan laga pekan ke-26 Liga Spanyol yang akan dihelat di Stadion Ramón Sánchez Pizjuán akhir pekan ini. Pada konferensi pers virtual menjelang laga, Koeman hanya bisa menjawab pertanyaan dari sembilan media selama sekitar 10 menit. Koeman sudah mencoba untuk melanjutkan konferensi pers dengan menghentikan darah dari hidungnya menggunakan tisu. Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil.

Sumber : Barcauniversal

HASIL DRAWING BABAK 16 BESAR UEL : MU KETEMU AC MILAN

Drawing babak 16 besar Liga Europa 2020/21 telah selesai dirampungkan di markas UEFA, di Nyon, pada Jumat (26/2/21). Di fase ini, tidak ada pembatasan apapun sehingga tim-tim yang berada dalam satu federasi sepakbola pun bisa saling berhadapan. Hasilnya, sebuah big match tersaji usai Manchester United terundi dengan AC Milan. MU akan menjadi tuan rumah lebih dulu saat melawan Milan. Sementara itu dua tim Liga Inggris lainnya: Arsenal bersua Olympiakos, kemudian Tottenham Hotspur mesti menghadapi Dinamo Zagreb. Wakil kedua Italia, AS Roma, terundi dengan wakil Ukraina Shakhtar Donetsk sementara Ajax Amsterdam akan memenuhi tantangan klub Swiss, Young Boys. Laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa akan dimainkan pada 11 Maret, dan leg kedua dilangsungkan pada 18 Maret 2021.

Sumber : Goal

SOLSKJAER SANJUNG IBRAHIMOVIC SETINGGI-TINGGINYA

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menyanjung AC Milan dan Zlatan Ibrahimovic setinggi langit. Ungkapan itu keluar jelang kedua tim jumpa pada babak 16 Besar Liga Europa. Laga kedua tim akan menjadi panggung reuni MU dengan Ibrahimovic. Pria asal Swedia itu pernah bermain untuk setan merah selama satu tahun delapan bulan (2016-2018) pada masa kepelatihan Jose Mourinho. Solskjaer tidak sabar untuk berjumpa dengan Ibrahimovic yang sedang on fire di Milan.

Sumber : Football Italia

TUCHEL SUMRINGAH, ABRAMOVICH SETUJUI UNTUK MEMBURU HAALAND

Taipan asal Rusia, Roman Abramovich menyetujui keinginan pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, untuk merekrut Erling Haaland. Tentu saja, persetujuan pemilik Chelsea ini membuat Tuchel sumringah. Kabarnya, setujunya Abramovich terhadap keinginan Tuchel membawa Haaland karena pria kaya raya ini menilai armadanya tidak punya bomber kelas dunia. Sebagai bukti persetujuannya kepada Tuchel, isunya, Abramovic siap menyuntikkan dana bernilai fantastis kepada Tuchel. Konon, Abramovich menyiapkan kas belanja 250 juta pounds atau setara Rp 4.9 triliun.

Sumber : Dailymail

LIVERPOOL HARUS KEHILANGAN JORDAN HENDERSON SAMPAI APRIL

Gelandang sekaligus kapten klub Liverpool, Jordan Henderson absen dari lapangan hingga bulan April mendatang setelah menjalani operasi pada bagian selangkangannya. Pihak manajemen klub tak mau memberikan tanggal pasti ia akan kembali tampil. Dengan absennya pemain berusia 30 tahun itu, kini Liverpool telah kehilangan lima pemain bertahan mereka karena cedera. Sebelumnya ada Virgil Van Dijk, Joel Matip, Joe Gomez, dan Fabinho yang masuk daftar pemain cedera.

Sumber : Theguardian

PIRLO : LUTUT DYBALA TAK PERLU DI OPERASI

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, menilai Paulo Dybala tidak perlu sampai naik meja operasi meski cedera lututnya tak kunjung membaik. Seperti diketahui, Juve harus kehilangan Dybala akibat mengalami cedera lutut dalam laga melawan Sassuolo pada pekan ke-17 Serie A. Sejak saat itu, Dybala tidak lagi memperkuat Juve. Semula tim medis Juve mengestimasi Dybala bakal absen hingga 20 hari saja. Namun kenyataan berkata lain. Demi mencapai kesembuhan yang optimal, pihak Juve telah mencarikan solusi bagi Dybala, yakni dengan mengirimnya ke Barcelona guna menjalani pemulihan cedera lututnya. Di sana, Dybala berkonsultasi dengan ahli bedah lutut, Ramon Cugat. Pirlo mengatakan bahwa proses penyembuhan cedera lutut Dybala bakal terus dievaluasi oleh klub.

Sumber : Football Italia

NAPOLI PERTIMBANGKAN BAWA PULANG MAURIZIO SARRI

Napoli dikabarkan sedang mempertimbangkan kembalinya Maurizio Sarri sebagai pelatih pada musim 2021/22. Pelatih saat ini Gennaro Gattuso tak akan dipecat sampai akhir musim. Tetapi tak ada jaminan bagi dia untuk melanjutkan pekerjaannya di Napoli pada musim depan. Sebab, Napoli tersingkir dari Liga Europa di tangan Granada dan duduk di posisi ketujuh klasemen Serie A. Hasil tak cukup bagus yang diperoleh Napoli tersebut memunculkan spekulasi tentang masa depan Gattuso. Sehingga memulangkan Sarri, pelatih yang tengah menganggur pun mencuat di berbagai kabar rumor.

Sumber : Football Italia

SOAL KONTRAK SERGIO RAMOS DI REAL MADRID, ADA SINYAL POSITIF?

Bek tangguh, Sergio Ramos sebelumnya dikabarkan siap meninggalkan Real Madrid. Itu setelah kontrak bek asal Spanyol tersebut akan habis pada akhir musim nanti dan tawaran perpanjangan kontrak dari pihak klub menemui kendala. Tapi belakangan, diklaim ada sinyal positif sang kapten akan meneken kontrak baru. Ramos kabarnya sudah bertemu dengan Presiden Florentino Perez pada Selasa (23/2/2021). Pertemuan itu kabarnya berlangsung dengan begitu profesional, hangat, dan sangat baik. Adapun hasil pertemuannya akan segera diketahui ke depannya.

Sumber : Marca

XAVI HERNANDEZ : BELUM GENAP 2 TAHUN MELATIH, 5 TROFI SUDAH DIRAIH

Mantan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez cukup sukses sebagai pelatih. Ia baru saja meraih trofi kelimanya bersama klub Qatar Al Sadd. Trofi kelima itu diraih Xavi dalam kurun waktu belum genap dua tahun. Xavi baru saja mengantarkan Al Sadd memenangkan Qatar Cup 2021, usai mengalahkan Al Duhail 2-0 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha. Sebelumnya, mantan penggawa Timnas Spanyol itu sudah memenangkan trofi Qatar Cup 2020, Qatari Super Cup 2019, Emir of Qatar Cup 2020, dan Qatari Stars Cup 2019/2020.

Sumber : Marca

EKS PELATIH ARGENTINA, JORGE SAMPAOLI JADI PELATIH BARU MARSEILLE

Mantan pelatih Timnas Argentina, Jorge Sampaoli resmi ditunjuk sebagai juru taktik baru klub Prancis, Marseille. Hal itu dikonfirmasi langsung klub berjuluk Les Phoceens, Sabtu (27/2/21). Sampaoli menandatangani kontrak kerja hingga Juni 2023 dan pemilik Marseille Frank McCourt menyebut penunjukan eks pelatih Sevilla itu sebagai bagian dari lembaran baru klub.

Sumber : Beinzports

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=4NU1_cNJB24[/embedyt]