5 Pemain Yang Kembali Gacor Setelah Pindah Klub Baru

  • Whatsapp

Terkadang Pergi Memang Jalan yang Terbaik. Takdir setiap orang memang tidak ada yang tahu pasti, begitupun yang dialami para pemain sepak bola. Entah kemana mereka akan berlabuh di akhir bursa transfer selalu menjadi teka-teki, apakah dia akan bertahan atau harus rela hijrah ke tim lain untuk mendapatkan tantangan baru atau karena sudah tersisihkan.

Banyak pemain yang akhirnya harus menerima dengan ikhlas kala dirinya dilego ke klub lain, meskipun dalam hati mereka ingin bertahan. Tapi ini adalah sepak bola yang ada di era industri, dimana janji loyalitas tidak menjamin mereka akan bertahan lebih lama di sebuah klub. Setidaknya deretan pemain di bawah ini bisa menjadi contoh jika pergi tidak selalu buruk, daripada bertahan cuma bikin sakit.

Bacaan Lainnya

 

1. Romelu Lukaku

Romelu Lukaku tampil gemilang selama kembali berseragam biru tua. Dirinya dulu adalah orang yang masuk daftar top skorer Premier League saat masih berseragam Everton.

Sampai akhirnya Manchester United yang dinaungi Jose Mourinho hadir merekrutnya karena mereka baru saja gagal mendapatkan Alvaro Morata. Awal laga bersama MU Lukaku tampil bagus, meskipun sering menyia-nyiakan peluang juga.

Sampai tiba waktunya Jose Mourinho pergi dari MU dan datanglah Ole Gunnar Solskjaer. Dibawah pelatihan Ole, Lukaku mulai sering kehilangan menit main karena Ole lebih sering memainkan pemain muda seperti Rashford, Martial, bahkan Greenwood. Demi kebaikan bersama akhirnya Lukaku hijrah ke Italia untuk mengembalikan performa terbaiknya, disusul oleh Alexis Sanchez, Ashley Young, dan Matteo Darmian di kemudian hari.

Bersama Inter Milan tidak menunggu lama Lukaku langsung menggebrak jadi penyerang yang menakutkan. Gol-golnya berhasil mengantarkan Inter Milan ke final Europa League, meskipun dia juga yang akhirnya ngegagalin Inter juara. Tapi kontribusinya memang sangat paten.

Musim ini juga dia menjadi ujung tombak utama bagi Nerrazurri. Aksi solo runnya saat Derby Milan menjadi perhatian media yang tidak ada habisnya. Mantan penyerang Chelsea itu juga menjadi pesaing serius di daftar top skorer Serie-A, bersama Cristiano Ronaldo. Lukaku juga menjadi nyawa Inter yang mengantarkan mereka merasakan dinginnya ke puncak klasemen.

Terkait hubungan dia dengan Ole yang melegonya ke Italia, Lukaku mengaku tidak ada masalah. Saat membuka QnA di akun Twitternya, ada fans yang iseng bertanya bagaimana hubungan dia dengan Ole, dan Lukaku jawab begini.

“Dia udah melakukan hal yang baik di pekerjaannya. Lu mesti tau nih, kalo gue menyayangi dia sebagai teman dan manager. Ya gue sih berharap yang terbaik aja buat Ole kedepannya.”

Tidak diragukan lagi sih jika Lukaku akan menjadi penyerang ganas di Serie-A, faktor utamanya menurut saya adalah hadirnya Antonio Conte. Dimana Conte sudah mengincar Lukaku sejak dia melatih Chelsea, jadi nggak heran jika Conte mampu memoles Lukaku menjadi sebagus sekarang.

 

2. Leroy Sane

Yang tak disangka-sangka, Leroy Sane yang saya kira sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Manchester City malah pindah ke Bayern Munchen. Awal Juli tahun lalu Bayern mengumumkan secara resmi terkait kedatangan pemain barunya itu yang pulang kampung ke Jerman. Tujuannya mereka merekrut Sane ya ternyata memang buat ngumpulin pemain Jerman di tim.

Meskipun ada drama bocornya foto Sane berseragam Bayern sebelum diresmikan, tapi The Bavarian dengan profesional meminta maaf terkait hal tersebut.

Kembali ke keputusan Sane yang mudik ke kampung halaman, ini adalah salah satu kepindahan yang tepat. Memang sih dia tidak langsung menjadi andalan bagi tim terbesar di Bundesliga ini, namun melihat pencapaian Sane bersama Bayern saya yakin tidak ada penyesalan berarti terkait kepergiannya meninggalkan kota Manchester.

Jaminan juara sudah pasti akan dia dapatkan setiap musim. Liga Champions? Sudah nggak khawatir lagi bakal mentok di perempat final. Dan yang pasti bekerja dekat dengan keluarga di rumah adalah berkah yang disyukuri setiap orang.

 

3. Cristiano Ronaldo

Kepindahan Ronaldo ke Juventus sangat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya Ronaldo ini sudah digadang-gadang sama dedemit buat jadi legenda klub mereka. Ditambah sudah taken kontrak jangka panjang juga dengan Real Madrid, tapi lagi-lagi takdir memang nggak ada yang tahu. Ronaldo pindah ke Juventus bukan untuk menikmati sisa karir, dirinya dibeli mahal jelas untuk menjadikan Juve pesaing kuat di Eropa, walaupun kenyataannya masih ngampas juga alias belum juara.

Tapi kualitas Ronaldo memang tak bisa dibohongi, dengan individu sebagai pesaing top skor dan memecahkan rekor rekor baru sejak hijrah ke Italia. Kini di usianya yang mau kepala empat, perfromanya masih saja on fire dan menjadi tumpuan utama Juventus di lini depan.

Bagaimana dengan Real Madrid yang ditinggalkan Ronaldo? Agak kelimpungan juga mereka mencari pengganti yang setidaknya mendekati level Ronaldo. Dan sekarang ditambah pula masalah badai cedera di lini depan, untungnya masih bisa mengantongi kemenangan di Liga Champions leg pertama.

 

4. Oliver Giroud

Ini pindahnya nggak jauh-jauh amat sih, masih tetap di kota London cuma geser sedikit ke tetangga sebelah. Oliver Giroud bersama Chelsea memang tidak menjadi pilihan utama, tapi dia tidak pernah menyia-nyiakan menit main saat dirinya diturunkan. Bahkan kadang jadi kartu As buat tim saat mengalami kebuntuan.

Bersama Arsenal Giroud terbiasa disuguhi FA Cup dan klasemen empat besar. Tapi di Chelsea dirinya naik tingkat menjadi juara Eropa, kasta kedua tapi. Dan gokilnya lagi di final dia mengalahkan mantan klubnya itu.

Bagaimana dengan catatan gol? Setidaknya jauh lebih baik. Di ajang UCL jumlah gol Oliver Giroud lebih banyak dari Arsenal semenjak dirinya berseragam Chelsea.

 

5. Jesse Lingard

Ini punchline yang paling ditunggu-tunggu, YouTuber kesayangan seluruh umat manusia di dunia, Jesse Ellis Lingard. Awal Januari kemarin Manchester United meminjamkan Lingard ke West Ham buat collab bareng mantan pelatih mereka, David Moyes.

Nggak kaleng-kaleng, di pertandingan debut melawan Aston Villa dirinya langsung mencetak brace. Nggak cukup sampe disitu, tiga laga selanjutnya dirinya juga membukukan satu gol dan satu assist.

Atau yang masih anget anget deh waktu lawan Tottenham Hotspur kemarin, ketemu lagi sama Jose Mourinho. Lingard juga membawa kemenangan untuk West Ham dengan menceploskan satu gol. Mempermalukan deretan pemain bintang Tottenham dan membuktikan siapa penguasa kota London yang sebenarnya.

Memang keputusan Lingard untuk pergi dari MU tidak bisa dibilang buruk, setidaknya dia bisa mengembalikan performa terbaiknya seperti dahulu sekaligus meningkatkan nilai transfer dia nanti. Toh West Ham juga nggak buruk-buruk amat kok, musim ini mereka bisa bersaing di zona Liga Champions, membelakangi Tottenham Hotspur dan Arsenal yang entah sekarang ada di klasemen berapa.

Dari kasus-kasus diatas kita bisa belajar, bahwa pergi tak selamanya menyakitkan. Terkadang itu adalah pilihan terbaik daripada bertahan cuma nyiksa hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *