Hilal terkait siapa saja yang akan lolos ke perempat final UCL sudah mulai terlihat jelas. Setidaknya satu langkah awal menunju kemenangan sudah dikantongi beberapa tim dua ini, meskipun tidak dipungkiri jika nanti akan kembali terjadi keajaiban comeback di leg kedua.
Dua laga Manchester City dan Real Madrid menjadi penutup pekan Liga Champions di leg pertama babak 16 besar. Tidak terlalu banyak kejutan sebenarnya, sebelum laga dimulai pun pasti sudah banyak yang menebak siapa yang akan lolos, karena diatas kertas jelas sekali dua tim itu lebih mencolok untuk diunggulkan. Hanya saja biar fair yaudah kita bahas sama-sama ya.
🔹 𝗥𝗼𝘂𝗻𝗱 𝗼𝗳 𝟭𝟲 𝗳𝗶𝗿𝘀𝘁-𝗹𝗲𝗴 𝗿𝗲𝘀𝘂𝗹𝘁𝘀 🔹
Which 2 sides impressed you most?#UCL pic.twitter.com/K2iwDzHuN7
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) February 25, 2021
Yang pertama dulu nih ada Real Madrid yang melawan Atalanta. Belum setengah jam laga berjalan, nasib buruk dialami Atalanta setelah kehilangan satu pemainnya di lapangan akibat kartu merah. Karena unggul jumlah pemain, Real Madrid memanfaatkan itu untuk menguasai pertandingan. Cukup banyak peluang di babak pertama tapi tidak ada satupun yang berhasil menjadi gol. Sampai babak pertama usai skor masih kacamata untuk kedua tim. Ini asli saya pun nggak paham, pemain bagus-bagus lawan 10 orang aja nggak bisa.
Di babak kedua pun tak beda jauh, Real Madrid masih sulit membobol gawang tim underdog asal Italia ini. Dari free-kick Marco Asensio, sampai shooting-nya Toni Kroos gagal kabeh son.
Baru nih di empat menit sebelum waktu normal selesai, Ferland Mendy yang sebelumnya menjadi penyebab diusirnya Remo Freuler dari lapangan tampil menjadi pahlawan tim dengan satu golnya. Gol tunggal yang mengantarkan Los Blancos pada satu tapak ke perempat final. Meskipun masih rawan kena comeback juga.
Disini yang paling keliatan dodolnya adalah sektor lini depan Real Madrid. Niatnya mah udah mending gitu kan bisa mencatatkan 19 shoot dimana 4 diantaranya adalah shoot on target. Tapi berapa gol yang berhasil disarangkan? Cuma satu. Kasusnya sama kek Chelsea, tumpul banget itu para penyerang.
Cuma disini yang perlu digarisbawahi bukan hanya keampasan lini depan Real Madrid saja yang menyebabkan mereka susah menang, tapi karena barisan pertahanan dari Atalanta juga tak bisa diremehkan. Seperti tim underdog pada umumnya, La Dea mengandalkan adu fisik dan bertahan sebagai taktik utama. Dan saya rasa mereka berhasil mengeksekusi itu dengan baik. Defisit satu gol sepertinya masih bisa Atalanta kejar di leg kedua nanti, toh main sepuluh pemain aja Madrid udah kelimpungan nggak karuan kek anak ayam.
🗒️ MATCH REPORT: Mendy’s late strike for Real Madrid breaks ten-man hosts’ resistance…
👀 Second-leg predictions?#UCL
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) February 24, 2021
Oke, terus bagaimana tanggapan Zinedine Zidane melihat masalah ini di timnya? Dia sih alesannya karena lagi kena badai cedera dan banyak pemain andalan kek Rodrigo, Eden Hazard, dan Karim Benzema yang harus absen. Dilansir dari situs resmi UEFA, Zidane ngomong begini.
“Gue nggak terlalu mikirin kreativitas di permainan sih, yang penting bisa nyetak gol dan nggak kebobolan aja udah. Lu kan tau kalo pemain gue banyak yang absen, dan at least kita udah ada di jalur yang bener kok.”
Yang kedua ini ada Manchester City yang sama-sama beruntung karena mendapatkan lawan tim underdog, yaitu Borussia Moenchengladbach. Seperti biasa, laga tandang Manchester City mainnya di luar Jerman karena terkendala peraturan pemerintah.
Di Puskas Arena, Budapest, City tampil dominan sejak awal tapi masih sulit untuk membangun peluang. Sebelum akhirnya Bernardo Silva datang untuk membuka keunggulan bagi The Sky Blues. Satu gol yang bertahan sampai babak pertama selesai.
Di babak kedua giliran Gladbach yang mulai membuat pusing baris belakang Manchester City berkat manuver mereka dalam melakukan serangan, tapi ya realistis aja, City yang lagi di puncak performa, ditambah pemain mereka juga unggul kualitas, serangan Gladbach masih bisa diredam dengan cukup baik.
Justru anak asuh Pep Guardiola yang menambah gol berkat sontekan dari Gabriel Jesus. 2-0 untuk keunggulan Manchester City yang membawa mereka menang di laga ini. Menjadi pengantar setengah jalan menuju perempat final nanti.
🗒️ MATCH REPORT: Manchester City have now won 19 games in a row in all competitions…
🔵 Unstoppable? #UCL
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) February 24, 2021
Catatan 19 kemenangan beruntun yang dibukukan Manchester City menjadikan mereka sebagai favorit juara, tapi Pep Guardiola seperti biasanya, dia selalu dengan rendah hati menepis spekulasi itu.
“Kalo banyak yang bilang kita favorit ya okelah gue maklumin, tapi perlu diingat lagi lah cuy kalo kita ini masih tim yang baru banget di UCL. Main di semifinal aja baru sekali sejak 10 tahun terakhir. Cuma ya kalo mereka bilang gitu biarin aja. Gue tegasin lagi ya kalo fokus gue itu ya di laga selanjutnya, yaitu pas lawan West Ham.”
Kali ini sedikit banyak saya agak setuju jika Manchester City memang difavoritkan tapi masih sulit untuk mereka juara beneran di kompetisi Eropa, kalo di liga lokal okelah. Karena di Eropa tidak hanya butuh skill dan kualitas, namun juga mental juara. Hal itu yang masih belum terlihat dari City sehingga dari dulu kebiasaan mentok di perempat final selalu terulang.
Dan Liga Champions musim ini menurut saya cukup seru juga, karena diprediksi akan lebih banyak drama aksi comeback pada leg kedua nanti. Kenapa? Karena kebanyakan tim yang menang, mereka cuma unggul satu dua gol, dimana itu masih riskan untuk kena comeback. Jadi tungguin aja bulan Maret nanti siapa yang akan tepongkeng dan kita ketawain bareng bareng disini.


