Beranda blog Halaman 765

Eden Hazard, From Hero To Zero

Eden Hazard. Saat kita menyebutkan nama tersebut, satu hal yang terlintas secara refleks dalam ingatan kita adalah bagaimana saat dia menjadi pemain yang sangat bersinar bersama Chelsea. Namanya bahkan selalu diperhitungkan masuk jajaran pemain terbaik Premier League. Skill individunya kerap membuat kelimpungan barisan pemain lawan, bahkan satu-satunya cara paling realistis untuk menghentikan pergerakan Hazard adalah dengan mengawalnya sepanjang laga, seperti taktik yang pernah diterapkan MU kala memerintahkan Ander Herrera dan Scott McTominay untuk selalu berlari di belakang Hazard kemanapun dia pergi. Iya gengs, saling ajaibnya kemampuan si Hazard ini.

Selama berseragam biru, Hazard juga menjadi aktor utama kesuksesan Chelsea dengan membantu Singa London menjuarai Premier League, Europa League, dan FA Cup. Pemain Belgia tersebut tidak hanya bisa menjadi orang jenius yang rutin memberikan assist, tapi juga berkontribusi langsung dalam terjadinya gol. Dari 352 kali bermain, Hazard membukukan 110 gol, membuatnya minim kritikan karena kekonsistenan dia selama di Chelsea.

Usai melewati musim yang indah dan panjang di ibukota Inggris, Hazard membuat keputusan untuk hijrah ke raksasa Spanyol, Real Madrid. Tidak ada yang salah sebenarnya, namanya pemain pasti ingin merasakan tantangan baru untuk mencoba liga-liga lain, apalagi jika penawaran itu datang dari klub besar seperti Los Blancos yang langganan juara UCL. Sulit rasanya untuk ditolak.

Saat ini terhitung sudah hampir dua musim berselang Eden Hazard menjadi pemain Real Madrid, namun dia hanya bolak-balik keluar masuk klinik BPJS di Madrid. Cedera mulu kerjaannya. Harapan awal saat Florentino Perez memboyong Hazard ke Real Madrid tentu supaya bisa membantu menjadi daya gedor lini serang Madrid yang baru sejak ditinggalkan Ronaldo ke Juventus. Namun sayangnya harapan itu sampai sekarang masih menjadi harapan tanpa kejelasan.

Entah ada masalah hidup apa, tapi Hazard yang kini di Real Madrid amat berbeda dengan Hazard yang kita kenal dulu kala membela Chelsea. Performanya ketika diturunkan sebenarnya tidak bisa dibilang ancur-ancuran banget, tapi masalah cederanya ini yang bikin pusing. Seperti bulan Januari lalu, baru gacor sebentar, di laga berikutnya malah kena cedera, absen lagi di waktu yang cukup lama sekitar tujuh laga karena cedera otot. Pertengahan Maret kemarin juga sama, baru bermain seperempat jam saat menghadapi Elche, masalah otot Hazard kumat lagi. Bahkan dari catatan statistik penampilan Hazard, dia lebih banyak menghabiskan waktu di meja perawatan daripada merumput di lapangan.

Saat tujuh tahun lamanya mencari nafkah di Inggris, Hazard hanya absen sebanyak 41 pertandingan, iya beb nggak nyampe 50 kali bolos meskipun hampir satu dekade main disono. Itupun tiga laga yang dia tidak ikuti karena kena hukuman kartu merah. Berbanding dengan di Real Madrid yang angka absennya sudah lebih dari 50, bahkan berpotensi semakin bertambah karena kondisinya sekarang yang rentan kambuh.

Seringnya cedera yang menghampirinya, membuat banyak kemungkinan terburuk jika seandainya Hazard kembali mengalami cedera serius yang butuh operasi. Sejak awal menginjakkan kakinya ke Santiago Bernabeu sampai saat ini, Hazard sudah mengalami cedera sebanyak 13 kali. Karena cederanya yang sudah belasan kali itu Hazard berpikiran dia bisa sembuh total dari cedera jika melakukan operasi engkel. Sayangnya pemikiran Hazard ini bertentangan dengan dr. Jose Gonzalez. Sebagai tenaga medis, yang tentunya lebih paham mengenai dunia percidroan, dr. Jose Gonzalez menyarankan Hazard untuk memikirkan kembali keputusannya itu. Karena terlalu beresiko jika Hazard kembali melakukan operasi pada engkelnya. Dilansir dari Givemesport, dr. Jose Gonzalez menyarankan seperti ini.

“Menurut pengamatan gue nih ya, keknya susah buat Hazard bermain maksimal di Real Madrid kalo kita liat cemana kondisi dia sekarang. Karena biasanya pemain kalo nggak rajin latihan pas abis kena cedera lama, ya kedepannya bakal cedera lagi cuy. Kalo gue lihat nih, dia tuh kek frustasi gitu loh, dia sebenernya pengen ngasih sepenuhnya buat main, tapi sayangnya belum kesampean juga. Dan terkait operasi engkelnya dia, itu tuh beresiko banget, kalo kumat lagi kemungkinan dia bisa pensiun.”

Dari pernyataan si dokter, kita bisa mengambil beberapa poin penting dari jawabannya dia. Yang pertama adalah kemungkinan kambuhnya cedera Hazard jika dia tidak memiliki banyak waktu untuk latihan, ini amat mungkin terjadi karena menurut John Obi Mikel selaku mantan rekan satu klub Hazard ketika di Chelsea dulu, Hazard ini orangnya mageran tiap disuruh latihan. Ya walaupun dulu tetap bisa berkontribusi dengan baik, tapi saat ini bagaimana dia sekarang? Jangankan berperan penting, main pun enggak.

“Lu tau nggak sih, dulu tuh jaman kita masih satu tim, setiap yang lain pada latihan, dia cuma berdiri doang ngliatin kita-kita yang pada latihan. Hazard tuh nggak pernah bener cuy tiap latihan, pokoknya dia itu pemain paling mager yang pernah gue temuin. Tapi ya dulu dia pas main tetep keren aja.”

Dan terkait rasa cemas atau frustasi yang dituturkan dr. Jose Gonzalez tadi itu memang benar adanya, mengutip dari Marca, pelatih timnas Belgia yaitu Roberto Martinez juga menuturkan hal yang sama, dimana Hazard mengalami frustasi terkait kondisinya tersebut.

“Nggak peduli berapa banyak pengalaman yang kalian punya, ketika kalian adalah seorang pemain sepak bola yang nggak bisa turun ke lapangan buat main, itu tuh rasanya aneh (bikin frustasi cuy).”

Deretan cedera yang kini menimpa Hazard sebetulnya sudah diprediksi oleh Jose Mourinho sejak bertahun-tahun lamanya. Seperti yang kita ketahui, jika Mourinho dan Hazard pernah bekerjasama saat di Chelsea dulu, meskipun endingnya antara dua orang ini agak kurang baik dan Mourinho akhirnya dipecat. Tepatnya pada tahun 2015 silam, Mourinho sempat menyoroti aksi lawan-lawannya Hazard yang suka seenak jidat nebas kaki anak asuhnya itu.

“Yakin deh gue, kalo orang-orang yang suka nonton bola udah pasti suka sama gaya permainan Hazard, tapi gue ngrasa kalo suatu hari nanti kita nggak bakal bisa liat lagi aksi dia yang bagus itu. Tau kenapa? Karena pemain lawan itu suka ngasih pelanggaran keras sama Hazard, mereka asal nendang udah kek mo ngabisin si Hazard aja.”

Dan ya memang benar, saat ini kita sulit sekali melihat sosok Hazard yang hebat seperti waktu di Chelsea dulu. Satu laga kita melihat Hazard versi Chelsea, di laga berikutnya dia mengalami cedera dan absen berbulan-bulan. Begitu terus siklusnya.

Karena tak kunjung menemukan performa terbaiknya seperti dulu, kabarnya Real Madrid siap menjual Hazard dengan harga 50 juta euro. Tapi kabar ini masih dipertanyakan dan baru rumor belaka, biasalah mendekati bursa transfer seperti sekarang tentu banyak rumor-rumor bertebaran. Namun jika itu benar terjadi pasti akan sangat merugikan pihak Real Madrid, mereka ini dulu ngebeli Hazard dengan harga 115 juta euro.

Jadi gimana? Adakah cara lain supaya Madrid tidak rugi? Ada. Setiap masalah tentu ada jalan keluarnya, betul? Saya setuju dengan penuturan Fernando Hierro jika Real Madrid perlu lebih mendisiplinkan pemainnya itu untuk menjalankan pemulihan cederanya. Menerapkan metode yang tepat supaya Hazard tidak mageran dan kembali top perform seperti dulu lagi.

Liverpool Masih Mau Berjuang

Musim ini bisa dibilang penuh kejutan bagi Liverpool, kena prank perkasa di awal jalannya kompetisi kemudian amburadul tidak karuan saat memasuki kalender tahun 2021. Mitos pemuncak klasemen di hari Natal pasti akan menjadi juara di akhir musim nyatanya tidak berlaku bagi Liverpool jika kita melihat kondisi mereka saat ini. Tidak perlu waktu lama untuk melongsorkan anak asuh Juergen Klopp dari pucuk ke papan tengah, terhitung hanya perlu waktu kurang dari tiga bulan saja. So pathetic.

The Reds sudah menelan enam kali kekalahan beruntun di Anfield, belum pernah mengantongi kemenangan di Anfield sejak tahun baru, dan dari 14 laga terakhir di Premier League, Liverpool sudah mengumpulkan delapan kekalahan, serta tiga kali imbang. Alias mereka cuma menang tiga kali. Torehan poin yang bahkan jauh lebih buruk dari David Moyes kala menukangi Manchester United.

Saat ini Liverpool sedang berkutat di klasemen 7, selisih 25 poin dengan Manchester City di puncak, dan selisih 5 poin dari zona UCL. Itupun masih berpotensi lebih longsor lagi karena abang mereka, yaitu Everton yang sekarang ada di posisi 8 dengan perolehan poin yang sama masih memiliki satu laga yang belum dimainkan. Nah, apa nggak makin was-was itu Liverpool?

Ada beberapa penyebab keolengan Liverpool musim ini, dimana sang juara bertahan nasibnya kurang beruntung karena dihantam badai cedera pemain utamanya, contohnya Virgil Van Dijk. Ya seperti yang kita tau lah gengs, kualitas pemain utama dan cadangan Liverpool itu timpang jauh banget, nggak seimbang kek Manchester City. Udah gitu lini serang mereka juga lagi tumpul, nggak mengerikan seperti musim-musim sebelumnya. Pokoknya tiap ketemu fans Liverpool alesannya mesti begini, “kita ngampas itu karena Van Dijk cedera.” Hilih, seharusnya itu tidak menjadi alasan, tim lain nggak ada Van Dijk masih bisa bersaing tuh.

Sadio Mane, selaku pemain depan andalan Liverpool menilai jika penurunan performa timnya itu adalah hal yang wajar. Karena setiap klub pasti pernah mengalami fase tersebut, tinggal gimana langkah selanjutnya aja buat kembali bersaing di perburuan gelar. Dilansir dari media Liverpool Echo, Mane blak-blakan kalo mereka belum mau nyerah dulu.

“Gimanapun juga kita harus bisa ngatasin masalah ini, jangan sampe putus asa, pokoknya harus usaha terus, ngejaga motivasi, sama gimana harus bangkit. Gue kasih tau ya, sebagai petarung itu kita nggak boleh nyari-nyari alesan, fokusin aja nyari solusi.”

Dari pernyataan Mane tersebut bisa disimpulkan jika dirinya dan rekan satu timnya masih berjuang dan belum mau menyerah. Mindset yang baik memang, karena musim masih berjalan dan sudah seharusnya memberikan usaha yang terbaik, terlepas dari hasilnya nanti bagaimana kan yang penting udah usaha aja dulu.

Tidak hanya Mane, Mohamed Salah juga ikut menyebarkan semangat positifnya terkait keambyaran Liverpool musim ini. Setelah hasil yang cukup memuaskan dengan lolos ke perempat final Liga Champions, dan berhasil mengalahkan Wolves di liga domestik, Salah berargumen jika Liverpool masih bisa tampil lebih baik lagi kedepannya.

“Jujur ini situasi yang menurut gue sulit saat ngliat posisi klasemen di Premier League, tapi gue masih yakin kok kalo kita bisa lebih baik lagi, ya kalian liat sendiri kan kalo di UCL kita masih bagus-bagus aja.”

Apakah musim depan Liverpool masih bisa bermain di Liga Champions? Mungkin bisa, dengan catatan mereka harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Ampas ampas begitu, Liverpool masih diunggulkan untuk bersaing di Liga Champions loh gengs, karena baru dua musim yang lalu mereka menjuarai kompetisi tersebut. Tentu sisa-sisa mental juaranya masih ada.

Di jalur Premier League sendiri meskipun kelihatannya sulit, tapi peluang Liverpool sebenarnya masih ada. Saat ini Premier League masih menyisakan 9 laga yang belum dimainkan, dan selisih poin dengan Chelsea di klasemen 4 adalah 5 poin. Tentu masih makes sense bagi Liverpool untuk mengejar, asal pemain intinya nggak kepleset aja pas perburuan tiket UCL nanti. Betul begitu, Steven Gerrard?

Tapi dan tapi lagi, konsistensi bukanlah hal yang mudah dijalankan. Apalagi ditambah dengan kondisi mereka saat ini yang seringkali tiba-tiba kumat dan sisa pemain seadanya. Jika Liverpool tidak mampu meraih poin penuh di minimal enam laga kedepan, yaudah say goodbye untuk bisa bermain di UCL. Fansnya tinggal bikin alibi aja tiap ada yang nanya kenapa nggak lolos UCL.

Aura baik yang mendukung lolosnya Liverpool ke Liga Champions musim depan tidak hanya datang dari lingkup klub mereka sendiri, tapi juga dari mantan striker klub lawan. Ada Ian Wright yang optimis jika Liverpool masih layak diperhitungkan di gelaran Eropa musim depan nanti. Perburuan tiket UCL musim ini terbilang sangat seru karena tidak hanya diramaikan oleh klub big six saja, tapi ada tim-tim kuda hitam seperti West Ham United, Leicester City, dan Everton yang turut berpartisipasi menjadi perusuh.

Menurut penuturan Ian Wright, dia masih kurang yakin ketiga klub underdog itu mampu mengemas satu tiket ke UCL nanti. Karena untuk bisa mengakhiri musim di posisi empat besar tentu membutuhkan konsistensi yang tinggi, ketiga klub itu diragukan Wright bisa menahan segala tekanan yang hadir saat musim mendekati akhir. Wah main-main ini si Wright sama lord Lingard kesayangan kita semua. Nggak tau apa betapa ajaibnya Lingard kalo main sampe bisa masuk timnas lagi.

Untuk Tottenham Hotspur asuhan Jose Mourinho, mereka juga dinilai tidak akan finish di posisi empat besar. Entah apa yang salah tapi memang kalau dibandingkan dengan Liverpool, skuad sehat Tottenham terbilang cukup bagus untuk bersaing, hanya saja saat di lapangan ekspektasi itu menguap begitu saja, pokoknya masih mending Liverpool kemana-mana deh kalo harus milih mana yang nantinya akan lolos empat besar.

Dalam riset yang dilakukan oleh International Federation of Football History & Statistic (IFFHS), Liverpool menempati posisi 17 dalam kategori klub terbaik selama satu dekade terakhir. Menandakan meskipun ambyar begitu mereka masih diperhitungkan masuk jajaran klub besar di Eropa.

Siapa saja yang pernah merasakan berada di situasi yang sama seperti Liverpool tentunya tidak akan mudah. Harus bermain bagus dalam keadaan skuad yang pincang, pemilik klub pelitnya bukan main, tekanan dari media yang tidak pernah berhenti, ditambah tim lawan yang makin lama makin kuat. Untung owner mereka bukan macem Roman Abramovich, ya meskipun pelit pelit begitu dan sering bikin emosi fans, pemilik klub Liverpool masih terbilang cukup sabar menyaksikan klub miliknya meskipun bermain buruk. Beda cerita kalo yang punya Liverpool itu Abramovich, udah dari kapan hari kali itu Juergen Klopp ditendang dari Anfield.

Dan keputusan The Reds untuk tetap berjuang sampai titik darah penghabisan juga mencerminkan sikap petarung yang sesungguhnya, walaupun banyak yang berspekulasi jika mereka sudah tidak mempunyai kesempatan bermain di UCL musim depan, tapi pihak Liverpool masih tetap optimis dan menjaga asa untuk bangkit kembali.

Intinya buat fans Liverpool, banyak banyakin sabar aja deh. Sama seperti siklus klub yang ada naik turunnya, siklus penggemar pun juga begitu, ada kalanya kalian bisa koar-koar karena habis juara, tapi kapan tiba waktunya juga harus menerima kalau kalian gantian dibully sama fans sebelah karena lagi mengalami fase ngampas.

7 Pemain Yang Kembali Bermain Meski Sudah Pensiun di Negaranya

Pensiun menjadi sebuah keputusan yang diambil oleh seorang pemain ketika merasa dirinya sudah tidak layak lagi tampil di level tertinggi. Selain itu, keputusan pensiun juga bisa diambil karena beberapa faktor lainnya, termasuk cedera parah.

Dalam sepakbola sendiri, pemain dihadapkan dengan dua karir, dimana pertama adalah level klub dan kedua adalah level Internasional, atau ketika mereka tampil untuk mewakili negaranya. Banyak pemain yang meski masih tampil di level klub, mereka sudah tidak lagi ambil bagian di level Internasional. Sudah ada banyak sekali contohnya.

Namun ternyata tidak semua pemain yang sudah putuskan pensiun lantas meninggalkan negaranya begitu saja. Ada beberapa dari mereka yang kembali tertarik untuk membela negara dan memutuskan untuk membatalkan masa pensiunnya.

Pada bahasan kali ini, starting eleven akan merangkum deretan pemain yang kembali bermain meski sudah putuskan pensiun dari negaranya.

Roger Milla (Kamerun)

Roger Milla menjadi satu nama yang pantas disebut legenda. Dia merupakan pria berkebangsaan Kamerun yang sempat tampil di Liga Indonesia. Milla, berkat prestasinya, pernah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika pada tahun 1976.

Dia lalu memutuskan pensiun pada tahun 1989, namun tetap mengikuti pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1990 dengan Kamerun. Presiden Kamerun ketika itu, Paul Biya, meminta Milla untuk tampil sekali lagi di ajang Piala Dunia. Akhirnya dia pun menuruti dan kembali bermain setelah sempat putuskan pensiun.

Hasilnya, Milla tampil menggila di ajang Piala Dunia 1990, dengan berhasil mengantar timnas Kamerun menuju fase perempat final.

Asamoah Gyan (Ghana)

Asamoah Gyan juga merupakan salah satu pemain Afrika yang namanya dikenal banyak orang. Dia merupakan pemain bintang asal Afrika di ajang Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan. Lalu usai membela Ghana di ajang Piala Afrika 2012, Asamoah Gyan memutuskan untuk beristirahat sebentar dari sepakbola Internasional.

Kemudian pada Mei 2019, Asamoah Gyan benar-benar memutuskan pensiun dari Ghana. Dia merasa kalau kemampuannya sudah sulit untuk mengimbangi permainan yang semakin berkembang. Namun setelah sempat putuskan mundur dari Ghana, dia kembali dari masa pensiunnya.

Hal itu terjadi karena sang presiden, Nana Addo Dankwa Akufo-Addo, memintanya untuk bertahan.

Henrik Larsson (Swedia)

Salah satu pemain terbaik asal Swedia, Henrik Larsson, sudah malang melintang di berbagai negara untuk tunjukkan bakatnya. Sepanjang karir profesionalnya, Henrik Larsson pernah tercatat sebagai pemain Manchester United, Barcelona, ​​Celtic, dan Feyenoord.

Selama membela Swedia di kancah Internasional, Larsson berhasil mencetak sebanyak 37 gol dalam 106 pertandingan. Dia juga mewakili Swedia di tiga edisi Piala Dunia dan tiga edisi Piala Eropa.

Larsson sendiri sempat putuskan pensiun usai membela Swedia di ajang Piala Dunia 2002. Namun dia kembali dan benar-benar putuskan pensiun usai tampil di ajang yang sama ada tahun 2006. Setelah itu, dia benar-benar putuskan berhenti mengenakan seragam kebesaran tim berjuluk The Blagult.

Claude Makelele (Prancis)

Salah satu gelandang terbaik yang pernah ada, Claude Makelele, begitu berjaya bersama klub yang dibelanya. Selain memiliki peran penting di kubu el Real, Makelele juga menjadi bagian dari awal era kejayaan Chelsea.

Makelele memang tidak menjadi bagian dari timnas Prancis yang sukses kibarkan bendera di tahun 1998 dan 2000, namun begitu dia tetap menjadi salah satu pemain yang akan selalu diingat oleh para penggemar. Dia memulai debut Internasionalnya di ajang Piala Dunia 2002, untuk kemudian putuskan pensiun usai membela Prancis di gelaran Euro 2004.

Namun, dia kembali mendapat panggilan dari timnas Prancis yang akan berlaga di ajang Piala Dunia 2006. Hasilnya, dia berhasil membawa Les Bleus ke partai final.

Zinedine Zidane (Prancis)

Zidane, mengawali kiprahnya di timnas Prancis dengan sangat gemilang. Dia menjadi bagian dari skuad juara tim ayam jantan di tahun 1998 dan 2000. Zidane memiliki peran yang begitu luar biasa. Tidak hanya di timnas Prancis, dia bahkan menjadi idola kala membela klub besar seperti Juventus maupun Real Madrid.

Namun setelah gagal mengantar Prancis ke jalur juara pada tahun 2002 dan 2004, dia memutuskan untuk pensiun. Keputusan yang sama dengan Claude Makelele. Namun, pelatih Raymond Domenech kembali memanggilnya untuk ikut tampil dalam gelaran Piala Dunia 2006.

Meski berhasil membawa Prancis lolos ke partai final dan sukses mencetak gol di laga puncak, nama Zidane sempat tercoreng dengan aksi tandukannya ke dada Marco Materazzi.

Lionel Messi (Argentina)

Lionel Messi menjadi nama berikutnya yang kembali dari masa pensiunnya di timnas. Pria Argentina telah menciptakan banyak cerita dalam dunia sepakbola. Namun, dia terlihat kurang beruntung ketika harus membela timnas Argentina di kancah Internasional. Padahal di level klub bersama Barcelona, Messi merupakan pemain dengan segudang prestasi besar.

Setelah Argentina kalah dari Chile di final Copa America 2016, Lionel Messi yang tak kuasa membendung air mata memutuskan untuk pensiun dari Argentina. Namun begitu, dia kembali lagi ke timnas dan membela Tim Tango di ajang Piala Dunia 2018.

Sayangnya, belum ada trofi Internasional yang berhasil dia berikan untuk Argentina sampai saat ini, selain trofi Piala Dunia U20 dan medali emas Olimpiade 2008.

Zlatan Ibrahimovic (Swedia)

Nama Zlatan Ibrahimovic saat ini masih menjadi bahasan. Betapa tidak, di usianya yang telah menginjak 39 tahun, Zlatan masih sanggup bermain di level tertinggi, dimana AC Milan menjadi klub yang dibelanya saat ini.

Zlatan yang telah banyak ciptakan cerita bersama tim-tim besar sejatinya pernah mengumumkan pensiun dari timnas Swedia pada tahun 2010 usai gagal membawa Swedia lolos ke gelaran Piala Dunia 2010.

Setelah itu, Zlatan berubah pikiran dan kembali lagi ke Swedia setahun kemudian.

Namun lagi-lagi dia putuskan pensiun setelah gagal membawa Swedia lolos dari penyisihan grup Piala Eropa 2016. Kini, di usianya yang sudah terlanjur tua, meski sudah putuskan pensiun nama Zlatan kembali dipanggil untuk mengisi skuad Swedia pada tahun 2021 ini.

Merespon hal tersebut, pemain yang sempat membela Inter Milan ini pun mengaku bahwa dia memang pantas untuk kembali memperkuat timnas Swedia menyusul pencapaiannya bersama AC Milan sejauh ini.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=9ud81mOu5lw[/embedyt]

 

Sumber referensi: sportszion

Berita Bola 29 Maret 2021: Ronaldo Murka Golnya Tak Diakui – Lukaku Ke Real Madrid – Jersey MU Musim Depan

0

Berita Bola Terbaru Hari Ini Senin 29 maret 2021

CHELSEA REKRUT LUKAKU JIKA GAGAL BOYONG HAALAND

Chelsea punya rencana cadangan jika gagal merekrut Erling Haaland musim panas nanti. Striker Inter Milan, Romelu Lukaku, jadi incaran The Blues. Keinginan Chelsea mendatangkan Haaland yang bersinar bersama Dortmund mendapat banyak rintangan. Banyak raksasa Eropa yang juga mengincarnya, dari Real Madrid, Barcelona, Manchester City dan Manchester United. Apalagi, sempat tersiar rumor Chelsea bukan masuk daftar klub yang ingin disinggahi Haaland jika pindah. Maka, Chelsea mencari alternatif lain. Dan Lukaku menjadi incaran setelah pemain Belgia itu tampil mempesona bersama Inter Milan.

Sumber : Talksport

ANGGAP DIRINYA SEBESAR KLUB, MOURINHO PUNYA SEBUTAN BARU UNTUK PENGGEMAR

Jose Mourinho sepertinya tak bisa lepas dari pernyataan kontroversial. Teranyar, Mou secara tak langsung menganggap dirinya sebesar klub sepakbola. Hal itu dia katakan saat menghadiri acara virtual dengan sponsor Tottenham Hotspur dan penggemar mereka di Singapura, sebagaimana dikutip dari Marca, Sabtu (27/3/21). Mou menyebut pendukungnya adalah salah satu motivasi terbesar untuk bisa mengakhiri paceklik trofi Tottenham dalam 13 tahun terakhir. Dalam kesempatan itu, ia menyebut para penggemarnya sebagai Mourinistas, merujuk pada kebiasaan orang-orang Portugal menamai para penggemar sebuah klub sepakbola.

Sumber : Marca

JORDAN HENDERSON TERANCAM ABSEN DI PIALA EROPA 2021

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, membuka peluang absennya gelandangnya, Jordan Henderson, di Piala Eropa 2020. Dia ragu Henderson bisa tampil lantaran kini tengah didera cedera. Henderson kini masih terus berjuang menyembuhkan cedera pada pangkal pahanya yang sudah diderita sejak bulan lalu. Henderson bahkan sudah naik meja operasi untuk bisa sembuh. Perkiraan tim medis, sang pemain akan absen setidaknya lima pekan.Tetapi, durasi absen Henderson diperkirakan bakal memakan waktu lebih lama lagi. Sebab, proses pemulihannya berpeluang memerlukan waktu lebih panjang yang membuatnya harus menepi melebihi waktu yang sudah diprediksi sebelumnya.

Sumber : Goal

EVERTON BAKAL PUNYA KANDANG BARU

Everton sedang mengucapkan selamat tinggal pada Goodison Park. Sebab proyek stadion baru mereka telah disetujui pemerintah kota Liverpool. Stadion baru Everton itu akan bertempat di daerah pelabuhan Liverpool, tepatnya di Bramley-Moore Dock. Stadion baru Everton itu nantinya akan berkapasitas 52 ribu tempat duduk. Dilaporkan, proyek tersebut bernilai 500 juta pounds atau sekitar Rp 9,9 triliun dengan kurs saat ini.

Sumber : Sportbible

MU INGIN BERIKAN KONTRAK BARU UNTUK LINGARD

Jesse Lingard nampaknya bisa melanjutkan karirnya di Manchester United. Karena Setan Merah berencana untuk memperpanjang kontraknya dalam waktu dekat ini. Seperti yang sudah diketahui, Lingard pergi dari Old Trafford di bulan Januari kemarin. Ia dipinjamkan ke West Ham hingga akhir musim nanti. Tidak disangka-sangka, Lingard malah moncer di The Hammers. Ia mencetak banyak gol dan assist di skuad besutan David Moyes itu. Atas hal itu, MU tidak menutup mata dengan performa Lingard tersebut.

Sumber : Sportsmole

MISLAV ORSIC, PEMAIN YANG SINGKIRKAN TOTTENHAM DIINCAR ARSENAL

Arsenal dilaporkan mengantri untuk mendapatkan bintang Dinamo Zagreb, Mislav Orsic. Pemain sayap itu menarik perhatian The Gunners setelah tampil memukau membela Dinamo Zagreb. Ia mencetak hattrick yang luar biasa dalam kemenangan leg kedua timnya atas Tottenham Hotspur di babak 16 besar Liga Eropa UEFA. Manajer Arsenal, Mikel Arteta terkesan dengan penampilan Mislav Orsic saat melawan Tottenham Hotspur dan ingin mengontraknya musim panas mendatang.

Sumber : Sportsmole

BARCELONA TERTARIK DENGAN FABIO BLANCO

Barcelona sedang mencari sosok potensial. Dan satu pemain yang menarik perhatian mereka adalah pemain muda Valencia Fabio Blanco. Pemain sayap kanan berusia 17 tahun, yang dijuluki ‘The Next Ferran Torres’, adalah salah satu pemain paling menjanjikan di Los Che dan kontraknya akan berakhir pada 30 Juni. Blanco saat ini bermain untuk tim Valencia Juvenil A (U-19), dan jika dia bergabung dengan Barcelona maka ia kemungkinan ditaruh di tim B.

Sumber : Marca

PESAN IKER CASILLAS UNTUK ZLATAN IBRAHIMOVIC

Legenda Real Madrid, Iker Casillas bereaksi terhadap kembalinya Zlatan Ibrahimovic ke Swedia. Penyerang AC Milan itu kembali memainkan pertandingan pertama bersama tim nasionalnya sejak 2016, ketika ia mengumumkan pengunduran dirinya secara internasional. Mantan kiper itu memuji Ibra dengan tweet yang memicu reaksi beragam. Casillas menyebut Ibra “GOAT (pemain terbaik dunia sepanjang masa)”, tetapi banyak pengguna tidak senang dengan komentarnya, sementara yang lain mendukung pemain berusia 39 tahun itu.

Sumber : Football Italia

SEMPAT PINGSAN, DEMBELE TELAH KEMBALI IKUT BERLATIH

Ada kekhawatiran besar di latihan Atletico Madrid pada hari Selasa lalu. Ketika itu striker Moussa Dembele tiba-tiba pingsan selama sesi pemanasan. Dalam video singkat, terlihat Dembele jatuh tiba-tiba dan kaki pemain asal Prancis itu sempat kejang-kejang. Namun sang penyerang dilaporkan dalam kondisi baik. Bahkan tiga hari kemudian, Dembele kini telah kembali ke fasilitas latihan klub untuk pertama kalinya sejak insiden itu. Pada sesi latihan, Dembele mendapatkan pendampingan dari staf klub.

Sumber : Football Espana

ITALIA GELAR PARTAI PEMBUKA PIALA EROPA DISAKSIKAN PENONTON

Italia akan menjadi tuan rumah laga pembuka Piala Eropa yang boleh dihadiri penonton. Turnamen yang ditunda tahun lalu karena pandemi itu akan mulai digelar di Stadion Olimpiade Roma pada 11 Juni ketika Italia menjamu Turki. Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Gabriele Gravina yakin Italia bisa membuka Piala Eropa di Roma dengan kehadiran penonton di dalam stadion. Italia adalah satu satu dari 12 negara penyelenggara Piala Eropa dan berencana menggelar turnamen sebulan penuh ini seperti sudah direncanakan.

Sumber : AS

JUVENTUS SIAP LEPAS RAMSEY DAN RABIOT MUSIM PANAS INI

Adrien Rabiot dan Aaron Ramsey masuk dalam daftar pemain yang bakal dilepas Juventus. Klub berjuluk Bianconeri itu memang dirumorkan bakal melakukan perombakan skuad pada bursa transfer musim panas 2021. Pasalnya, musim ini mereka mengalami penurunan yang cukup signifikan. Lini tengah jadi salah satu yang jadi prioritas pelatih Andrea Pirlo. Sejumlah nama pun mulai dikaitkan bakal jadi incaran Juventus pada bursa transfer musim panas nanti termasuk gelandang Manchester United, Paul Pogba.

Sumber : Football Italia

VAN DIJK DIRAGUKAN TAMPIL DI EURO, DE LIGT BUKA SUARA

Virgil van Dijk diragukan tampil di ajang piala eropa Juni nanti. Rekan setimnya, Matthijs de Ligt menyatakan Van Dijk akan segera membuat keputusan bermain atau tidaknya di Euro bersama timnas Belanda. Berbicara kepada awak media, De Ligt mengatakan timnas Belanda mengadakan pertemuan dan rekan satu timnya juga hadir. Dia pun memberikan gambaran bahwa bek Liverpool itu dalam keadaan yang baik. De Ligt menyebutkan memang dia tidak tahu pasti bagaimana perasaan rekan satu timnya terutama dengan kondisi fisiknya. De Ligt tegaskan bahwa para pemain dan timnas Belanda tidak memberikan tekanan untuknya.

Sumber : AS

ANAK NEDVED : MATERAZZI SELALU BAHAS PERISTIWA MASA LALU

Anak Pavel Nedved, Pavel Nedved Jr, membalas ledekan Marco Materazzi kepada ayahnya. Nedved dan Materazzi baru-baru ini saling ledek-ledekan terkait prestasi Juventus dan Inter. Hal tersebut dipicu komentar Nedved dalam wawancara kepada DAZN. Nedved menyebut timnya sudah mendominasi Liga Italia dalam satu dekade terakhir. Materazzi lalu membalasnya dengan menyinggung perolehan Liga Champions yang tak pernah diraih Juve selama periode tersebut. Ledekan Materazzi kepada Nedved pun mendapat tanggapan dari Pavel Nedved Jr. Dia menilai eks bek Inter Milan itu belum bisa move on dari masa lalu.

Sumber : Football Italia

FENERBAHCE INCAR MAURIZIO SARRI

Sejak dipecat dari kursi pelatih kepala Juventus pada 8 Agustus 2020 lalu, Maurizio Sarri belum mendapatkan pekerjaan baru hingga saat ini. Dua klub raksasa Serie A yakni Napoli dan Parma sebenarnya berencana merekrut Sarri setelah musim 2020/21 berakhir. Namun mereka sepertinya kalah cepat dengan klub Turki, Fenerbahce. Dilansir dari football-italia, Fenerbahce dikabarkan telah menghubungi Sarri dan akan melanjutkan pembicaraan dengan mantan pelatih Juventus itu pekan depan.

Sumber : Football Italia

JOSHUA KIMMICH MENJADIKAN XAVI SEBAGAI SOSOK PANUTAN

Gelandang andalan Bayern Munchen, Joshua Kimmich mengungkapkan sosok pemain yang menjadi panutan dalam karirnya. Sosok tersebut adalah legenda Barcelona, Xavi Hernandez. Menurutnya, Xavi adalah sosok idola sekaligus menjadi panutan bagi dirinya. Xavi disebutnya memang tidak pernah menjadi yang terbaik tetapi ia memiliki segalanya untuk menjadi seorang pemain hebat, mulai dari visi, umpan hingga teknik yang luar biasa. Kimmich mengatakan bahwa karakter dan kemampuan yang dimiliki oleh Xavi membuatnya terkesan.

Sumber : Marca

HASIL PERTANDINGAN

Dari ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 zona eropa grup C, Italia sukses mengalahkan tuan rumah Bulgaria dengan skor 2-0. Dua gol Gli Azzuri masing-masing diciptakan oleh Andrea Belotti di menit 43, dan Manuel Locatelli di menit 82.

Hasil manis juga didapat tim nasional Jerman kala bertandang ke markas Rumania. Tim asuhan Joachim Loew itu menang tipis satu nol berkat gol tunggal Serge Gnabry di menit 16.

Di tempat lain, Prancis juga meraih kemenangan atas tim tuan rumah. Kali ini adalah Kazakhstan yang menjadi korban Kylian Mbappe dkk. Prancis membawa pulang tiga poin berkat kemenangan dua nol lewat gol yang diciptakan oleh Ousmane Dembele dan gol bunuh diri pemain lawan.

Pada pertandingan lainnya yang berlangsung pada hari minggu, Swedia menang 3-0 atas Kosovo, Polandia menang 3-0 atas Andorra, Inggris menang 2-0 atas Albania, dan Spanyol menang 2-1 atas Georgia.

Sumber : Livescore

RONALDO MURKA GOLNYA TIDAK DISAHKAN,: SELURUH BANGSA DIRUGIKAN

Cristiano Ronaldo murka lantaran golnya ke gawang Serbia tidak diakui wasit. Seperti diketahui, Portugal bermain imbang 2-2 dengan Serbia pada Minggu dini hari kemarin. Jelang berakhirnya laga Ronaldo mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Namun, peluang Ronaldo tidak dianggap gol oleh wasit. Padahal, dari tayangan ulang, bola tendangan Ronaldo sudah melewati garis gawang dan seharusnya menjadi gol. Hanya saja, wasit tidak melihatnya sebagai gol karena bola kemudian ditendang pemain Serbia keluar dari gawang. Ronaldo marah besar atas momen itu. Sehari pasca laga tersebut, kapten timnas Portugal itu menilai momen itu menjadi kerugian bagi seluruh rakyat di negaranya.

Sumber : Skysports

KONTRAK DI REAL MADRID TERSISA 3 BULAN, NASIB RAMOS BELUM JELAS

Tersisa 95 hari Sergio Ramos akan benar-benar hengkang dari Real Madrid. Waktu yang tersisa sekitar tiga bulan itu membuat para pendukung mulai panik lantaran pihak klub belum mampu menemukan solusi yang pas. Ramos dapat hengkang secara gratis pada musim panas tahun ini setelah membela Los Blancos selama kurang lebih 16 musim. Masalah utama belum sepakatnya antara Ramos dan pihak klub adalah nilai gaji dan durasi kontrak.

Sumber : Dailymail

BOCORAN JERSEY MU MUSIM DEPAN

Manchester United dipastikan memakai jersey dengan desain baru pada musim 2021/22. Bukan hanya desain, MU juga telah mengkonfirmasi menjalin kerja sama dengan sponsor utama baru pada jersey mereka, yakni Team Viewer. Berbeda dengan musim ini, jersey MU musim depan, dikutip dari Footy Headlines, akan memakai warna merah bersih. Sementara, musim ini ada motif pada warna merahnya. Selain merah, ada warna putih sebagai kombinasi. Jersey musim 2021/22 disebut terinspirasi dengan jersey ikonik pada musim 1984-86.

Sumber : Footyheadlines

REAL MADRID BIDIK ROMELU LUKAKU DI MUSIM PANAS

Real Madrid dikabarkan mengincar Romelu Lukaku andai gagal mendapatkan striker bidikannya pada musim panas nanti. Los Blancos selama ini dikaitkan dengan penyerang seperti Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang ingin mereka rekrut pada musim panas. Namun El Real mengantisipasi andai gagal mendatangkan salah satu di antara Haaland atau Mbappe. Madrid menginginkan Lukaku yang tampil luar biasa bersama Inter Milan dengan sudah cetak 42 gol Serie A dalam 62 penampilan dalam dua musim terakhir.

Sumber : Football Espana

GAWANG TERLALU BESAR, LAGA SWISS VS LITHUANIA DITUNDA 15 MENIT

Swiss mengalahkan Lithuania 1-0, tetapi kick-off ditunda selama 15 menit karena salah satu gawang terlalu besar di Stadion Kybunpark St Gallen. Laporan menunjukkan tiang gawang terlalu tinggi di satu sisi ketika diperiksa sebelum pertandingan oleh ofisial pertandingan. Seorang petugas polisi membantu staf memindahkan gawang, yang akhirnya diganti dengan satu set cadangan.

Sumber : Worldsoccertalk

HARRY KANE DISARANKAN TINGGALKAN TOTTENHAM JIKA INGIN RAIH GELAR

Spekulasi mengenai masa depan Harry Kane di Tottenham Hotspurs terus berkembang. Pemain yang kontraknya habis pada 2024 itu belum memberikan jaminan bakal bertahan lama di Spurs. Legenda MU, Roy Keane pun bersuara terhadap hal itu. Ia justru menyarankan Harry Kane untuk meninggalkan Tottenham Hotspurs jika ingin meraih banyak gelar. Menurut Keane, Harry Kane tak akan mendapatkan trofi jika masih tetap bertahan di Spurs.

Sumber : Skysports

MANCINI BAWA ITALIA DEKATI REKOR TAK TERKALAHKAN

Tim nasional Italia di bawah pelatih Roberto Mancini tidak terkalahkan dalam 24 partai. Hal itu mendekati rekor sepanjang masa sebanyak 30 laga yang dibuat oleh Vittorio Pozzo pada tahun 1930-an. Kemenangan 2-0 di Bulgaria merupakan pertandingan tak terkalahkan ke-24, dan 19 diantaranya menang. Jika Mancini menghindari kekalahan pada hari Rabu melawan Lithuania, maka Mancini akan menyamai rekor hasil positif terlama Marcello Lippi yang berhasil membawa Italia tak terkalahkan dalam 25 partai dari 2004-2006.

Sumber : Football Italia

SAMIR HANDANOVIC SEMBUH DARI CVD19

Samir Handanovic telah pulih dari virus menular dan dapat memenuhi syarat untuk bermain melawan Bologna akhir pekan nanti. Pemain internasional Slovenia itu dinyatakan positif pada 17 Maret, tetapi menurut beberapa laporan di Italia, tes usap terbaru yang dijalaninya ternyata negatif. Dikabarkan, pemain berusia 36 tahun itu perlu menjalani tes medis dalam beberapa jam mendatang untuk bisa mengikuti pelatihan dengan anggota tim lainnya.

Sumber : Football Italia

6 PEMAIN YANG DIINCAR JUVENTUS, BAKAL DITUKAR DENGAN PAULO DYBALA

Masa depan Paulo Dybala di Juventus belum jelas. Dybala kemungkinan akan meninggalkan Juve pada musim panas 2021. Menurut laporan, Bianconeri ingin menukarkan Dybala dengan Isco (Real Madrid) atau Ousmane Dembele (Barcelona). Juventus juga dikabarkan mengincar Mauro Icardi (PSG) Joao Felix (Atletico Madrid), Paul Pogba (Manchester United), dan Gabriel Jesus (Manchester City). Total ada 6 pemain yang berpotensi ditukarkan dengan Dybala.

sumber : Football Italia

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=xlA9G0LWABQ[/embedyt]

Cerita Luar Biasa Dibalik Peningkatan Performa Erling Haaland

Dunia sepakbola sedang mengalami masa peralihan. Setelah dua nama hebat, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, mulai memasuki masa senja. Kini, muncul monster kecil asal Norwegia bernama Erling Haaland. Bersama pemain muda peraih trofi Piala Dunia, Kylian Mbappe, Haaland muncul sebagai sosok pelari cepat. Perawakannya yang tinggi serta kelincahannya yang membuat semua terpana, berhasil menempatkan namanya dalam daftar salah satu pemain paling diincar saat ini.

Haaland merupakan putra dari mantan pemain Manchester City, Alf Inge Haaland, yang memutuskan pensiun di usia 30 tahun, karena mengalami cedera yang tak kunjung sembuh usai kakinya disambar preman kota Manchester, Roy Keane.

Melalui rasa sakit yang tak kunjung terobati, Alf Inge Haaland mulai mempersiapkan putra nya yang lahir di Leeds sebagai senjata untuk teruskan mimpi. Erling Braut Haaland, begitu sosok putranya dikenal, tumbuh menjadi lelaki hebat yang gemar mencetak gol. Memulai karir sepakbolanya di Bryne FK, Haaland sudah tampil mengesankan di tim muda.

Dia yang mulai dipanggil ke tim cadangan pada tahun 2015 langsung berhasil membuat 18 gol dari 14 kesempatan yang diberikan. Haaland menyukai posisinya sebagai seorang striker. Dia bangga ketika timnya menang, dia juga senang ketika dirinya menjadi penentu kebahagiaan tim yang dibelanya. Karena mencetak gol menjadi satu-satunya cara untuk dilakukan, Haaland terus melakukan hal itu tanpa lelah.

Dipandang sebagai remaja yang begitu berbakat, Haaland langsung mendapat kesempatan untuk bermain bersama timnas Norwegia. Di level usia 15 tahun, Haaland, tanpa kompromi, langsung tunjukkan diri sebagai yang terbaik. Haaland lagi-lagi menjadi pemain yang diandalkan untuk mencetak gol, dimana hal itu mampu diselesaikannya dengan sangat baik.

Sejak saat itu, namanya mulai sering diperbincangkan. Dia dikenal sebagai remaja yang gemar mencetak gol, dan disiapkan sebagai salah satu masa depan timnas Norwegia di masa mendatang.

Pada tahun 2017, Haaland lalu pindah ke Molde. Disana, Haaland berhasil mencetak 20 gol dalam 50 pertandingan. Sesuatu yang pada akhirnya membuat lebih banyak klub arahkan perhatian kepadanya.

Ketika usianya baru menginjak 18 tahun, klub asal Austria, rela datang ke Norwegia untuk melakukan pembicaraan dengan Haaland. Tanpa pikir panjang, Haaland langsung menerima tawaran itu meski klub tersebut berada jauh dari tanah kelahiran.

Di Austria, Haaland bergabung dengan RB Salzburg, sebuah klub yang disponsori oleh minuman berenergi.

Disana, dia bertemu dengan Jesse Marsch sebagai manajer. Kesan pertama yang didapat sang pelatih terhadap sosok Haaland sangatlah luar biasa. Selain menilainya sebagai seorang yang rajin mencetak gol, pria yang kini berusia 47 tahun itu juga menjelaskan bahwa ada hal lain, yang tentunya lebih penting, yang mampu membuat Haaland menjadi salah satu pemain dengan torehan spektakuler.

“Dia sangat cepat, kuat, dan punya insting tajam untuk mencetak gol. Namun satu hal yang lebih penting, dia memiliki kepribadian yang sangat luar biasa. Dia mampu membuat orang-orang ingin selalu berada di dekatnya,” ujar Jesse Marsch (via cheap goals)

Selama menjadi manajer Salzburg, Jesse Marsch pernah mendapati Haaland sudah berada di klub selama kurang lebih enam bulan namun hanya memainkan sebanyak satu pertandingan saja. Dia kemudian menjalani turnamen Piala Dunia U-20 dan mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan.

Melalui pertandingan sensasional tersebut, hari-harinya di Salzburg mulai mampu dijalani nya dengan lebih indah. Dia yang sebelumnya tampil mengesankan di liga Norwegia, mampu melanjutkan eksistensinya sebagai seorang pembunuh di liga Austria.

Hari demi hari, Jesse Marsch melihat sesuatu yang semakin membuat matanya terbelalak. Dia sedang tidak bercanda soal kepribadian Haaland. Dikatakannya, Haaland bekerja lebih keras dari siapapun. Di ruang ganti, dia mampu menghidupkan suasana tim. Karakternya yang mudah bergaul serta senyum di wajahnya yang tak pernah larut membuat Haaland layak disebut sebagai pemuda brilian.

Oleh karena itu, lebih dari bakatnya, Haaland punya kepribadian luar biasa yang mampu mencakup energinya secara keseluruhan.

Masih dari pengakuan sosok Jesse Marsch, Haaland memang punya pengaruh positif kepada rekan setimnya. Selama bermain di Salzburg, Haaland memang mampu mencetak 29 gol dalam 27 penampilan. Namun dia bukan sosok pembunuh egois. Dia justru merasa bahagia ketika melihat rekan setimnya mampu mencetak gol.

“Kenangan terbaik yang aku dapatkan darinya adalah, dia hampir memberikan seluruh kesempatan penalti kepada rekan setimnya. Dia memberikan kesempatan emas itu untuk penyerang lainnya,”

“Baru setelah seorang pemain gagal, aku akan berkata, ‘ok Erling, ini adalah kesempatanmu untuk mengambil tendangan penalti’.” ujar Jesse Marsch.

Jesse Marsch tak henti-hentinya memuji sosok Haaland. Ketika kebanyakan pemuda 19 tahun memikirkan prestasi pribadinya, Haaland justru ingin melaju bersama rekan-rekannya. Dengan memberikan tendangan penalti kepada pemain lain, Haaland mengaku bahwa dia sangat bahagia. Dia ingin penyerang lain juga merasakan kesuksesan, kekuatan mencetak gol, dan tentunya kepercayaan diri.

Tanpa diragukan lagi, kepribadian Haaland itulah yang turut menjadi faktor penentu dari keberhasilannya sebagai seorang pemain muda berbakat.

Selain itu, ada faktor lain yang turut membantu Haaland berkembang, yakni sosok Cristiano Ronaldo. Dibalik semua kualitas yang ia miliki sekarang, Haaland mungkin merasa berhutang budi kepada sosok Ronaldo. Dalam proses evolusinya menjadi seorang penyerang handal, dia banyak belajar dari CR7 yang telah banyak membagi tips brilian.

Haaland mengakui Ronaldo sebagai sosok panutannya. Dia banyak belajar dari bintang asal Portugal itu ketika masih berada di Manchester United dan Real Madrid. Ronaldo menjadi sosok inspirasi Haaland pada satu area penting, yaitu etos kerja.

Sama halnya seperti Ronaldo, Haaland juga selalu ingin berkembang.

“Dia sangat pekerja keras. Setelah latihan, dia akan berlatih berbagai aspek lainnya, seperti umpan silang, sundulan, dan penyelesaian,” ujar Jesse Marsch.

Lebih dari itu, Haaland juga mengadopsi karakter Ronaldo yang selalu memperhatikan hal-hal kecil. Dia akan memakai kacamata khusus dalam memandang berbagai hal. Kemudian, satu yang tak ketinggalan adalah, pola makan sang superstar, yang selalu menjadi petokan baginya.

Kini, klub asal Jerman, Borussia Dortmund, masih menikmati kekuatan Haaland yang sangat menakjubkan. Melalui kesepakatan 20 juta euro atau setara 343 miliar rupiah, Haaland resmi menjadi bagian dari pasukan kuning. Gol demi gol terus dia ciptakan. Rekor demi rekor terus dia catatkan.

Di usianya yang masih sangat muda, bukan tak mungkin bila lembaran emas yang telah diciptakan Ronaldo dan Messi, mampu ditulis ulang oleh remaja berambut pirang bernama Erling Haaland.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=wEHwNAxuU9I[/embedyt]

 

Sumber referensi: cheapgoal, goal

Berhasil Ciptakan Rekor, Pemain Ini Jadi Yang Terbaik Sepanjang Sejarah Argentina

Tim nasional Argentina merupakan satu dari sekian tim yang selalu tampil di ajang Piala Dunia. Hal itu membuktikan bahwa negara tersebut tak pernah berhenti memproduksi bakat-bakat sepakbola. Sejak dulu, nama Argentina memang menjadi satu yang paling ditakuti. Dari mulai penjaga gawang hingga ke sisi penyerang, Argentina selalu punya nama untuk dijadikan sebagai andalan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan merangkum deretan pemain terbaik yang pernah membela timnas Argentina.

Javier Zanetti

Sosok kapten sejati yang karirnya banyak dihabiskan bersama Inter Milan, membuat nama Javier Zanetti menjadi satu dari sekian banyak talenta yang tak boleh dilupakan.

Javier Zanetti secara konsisten menjadi salah satu pemain terbaik dalam kurun waktu 20 tahun. Tepat setelah ia bergabung dengan I Nerazzurri pada tahun 1995, dari situ pula, dunia mulai mengakuinya sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia. Javier Zanetti merupakan ikon bagi Inter Milan. Dia juga menjadi nama yang tak boleh dilupakan dalam sejarah sepakbola Argentina.

Di usianya yang menginjak 39 tahun ketika itu, Javier Zanetti bahkan masih mampu bermain dalam sebanyak 32 pertandingan Liga Italia.

Selama membela Inter, semua piala berhasil dilahap. Ketika membela timnas Argentina, dia juga tak jarang mewakili tim tango di ajang-ajang kelas atas.

Mario Kempes

Nama Mario Kempes mungkin tidak asing bagi sebagian penggemar sepakbola tanah air. Pasalnya, di penghujung karir, Mario Kempes pernah tercatat sebagai pemain Pelita Jaya dan pernah memenangi kompetisi Galatama di musim 1993/94.

Sepanjang karirnya, Kempes dikenal sebagai pahlawan sepakbola Argentina. Dia pernah berjaya ketika berhasil membawa timnas Argentina jadi juara dunia pada tahun 1978 yang dihelat di tanah sendiri.

Di level klub sendiri, dia juga pernah begitu berjaya bersama Valencia dimana ia mampu bawa tim kelelawar jadi yang terbaik di turnamen Piala Winners plus Piala Super Eropa tahun 1980. Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini telah berhasil mencetak sebanyak 334 gol dalam 618 pertandingan di level klub, dan mencetak 20 gol dalam 43 pertandingan bersama timnas Argentina.

Daniel Passarella

Daniel Passarella dikenal sebagai salah satu bek terbaik yang pernah ada. Bersama Mario Kempes, dirinya juga menjadi bagian dari timnas Argentina yang berhasil memenangi ajang Piala Dunia. Bahkan ketika Argentina kembali meraih gelar juara pada tahun 1986, namanya juga masih terdaftar sebagai salah satu yang meraih medali emas.

Daniel Passarella boleh dibilang sebagai pemain legendaris di ajang Piala Dunia. Dia mampu menjadi sosok pemimpin sejati, bahkan ketika usianya masih tergolong muda. Meski berposisi sebagai bek dengan tinggi 174 cm saja, Passarella mampu menciptakan sebanyak 153 gol, yang hadir dari sundulan kepala atau tendangan bebasnya yang mematikan.

Passarella, yang seringkali mampu mengawal lini pertahanan Argentina dengan sangat baik, juga begitu tajam dengan torehan 22 gol dalam 70 pertandingan yang dijalani.

Di level klub sendiri, dia begitu berjaya bersama River Plate untuk kemudian berkarir di Italia bersama Fiorentina dan Internazionale Milano.

Gabriel Batistuta

Si pemilik kaki meteor, Gabriel Batistuta, tentu patut dimasukkan dalam daftar ini. Pemain dengan rambut gondrong dan skil olah bola tingkat tinggi ini merupakan satu dari sekian legenda yang namanya akan selalu dikenang.

Tiga tim pertama yang dibelanya merupakan nama besar di Argentina. Kemudian, pada tahun 1992, perwakilan asal Fiorentina datang langsung ke Amerika Selatan untuk memantau bakatnya. Tanpa basa basi, klub berjuluk la Viola bersedia memboyongnya ke negeri pizza. Bergabung dengan Fiorentina lantas membuat namanya kian melambung tinggi.

Dia disebut sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah ada, menyusul momen-momen spektakuler yang diciptakan bersama Fiorentina. Sayangnya, pemain berjuluk Batigol ini gagal meraih gelar Serie A bersama Fiorentina. Merasa belum lengkap bila tak mencicipi gelar tertinggi di Italia itu, Batistuta lalu putuskan hengkang ke AS Roma.

Keputusannya itu lalu berbuah manis. Bersama nama Francesco Totti, Batistuta berhasil persembahkan gelar Serie A untuk tim ibukota.

Sempat juga tampil untuk Inter Milan, Batistuta lalu putuskan berkarir di Qatar sebelum resmi menggantung sepatu.

Juan Roman Riquelme

Salah satu pemain bernomor punggung 10 terbaik di dunia, Juan Roman Riquelme, punya segalanya untuk menjadi legenda.

Riquelme tumbuh dengan bakat luar biasa. Dia lihai dalam mengolah bola plus punya kemampuan superior ketika mengeksekusi tendangan bola mati. Riquelme merupakan legenda klub besar Argentina, Boca Juniors. Dia dijadikan sebagai sosok idola oleh pemain-pemain hebat Argentina ketika masih muda.

Di tahun 1997, Riquelme yang tergabung dengan timnas Argentina U20 berhasil meraih gelar juara dunia. Da juga pernah mewakili timnas Argentina di ajang Piala Dunia 2006 yang dihelat di Jerman. Lalu pada tahun 2008, dia sukses mempersembahkan medali emas untuk Argentina di ajang Olimpiade.

Di level klub sendiri, selain memiliki nama besar di Boca Juniors, Riquelme juga layak dijadikan sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Villarreal. Pada tahun 2004, dia berhasil mempersembahkan Piala Intertoto.

Semua orang yang menyaksikan Riquelme ketika bermain, pasti akan setuju pemain kelahiran San Fernando, 42 tahun silam itu merupakan salah satu talenta terbaik yang pernah dilahirkan Argentina.

Diego Maradona

Diego Maradona baru saja pergi meninggalkan kita semua. Pemain ajaib dengan koleksi gelar Piala Dunia 1986 itu sudah sangat layak dijadikan sebagai legenda sepanjang masa. Namanya begitu agung di seluruh kalangan pecinta sepakbola.

Sepanjang karirnya, Maradona pernah tercatat sebagai pemain FC Barcelona sebelum akhirnya melegenda bersama Napoli. Di klub asal Italia itu, Maradona dipandang sebagai sosok dewa penolong. Berkatnya, Napoli menjelma menjadi tim yang tak lagi diremehkan lawan. Maradona sukses mengubah pandangan penggemar sepakbola, bahwa Napoli mampu menghancurkan dominasi tim-tim kuat Italia saat itu seperti Juventus dan AC Milan.

Setelah kepergiannya dari Napoli, klub tersebut bahkan mempensiunkan nomor punggung 10 yang menjadi miliknya kala masih jadi pemain.

Bersama timnas Argentina sendiri, gelar juara Piala Dunia yang telah disebutkan sudah cukup membuktikan bahwa dia memang benar-benar pantas disebut sebagai dewa sepakbola. Perjalananya di ajang empat tahunan tersebut begitu luar biasa. Aksi lapangan serta gol-gol yang diciptakan, dibayar lunas oleh sebuah trofi terbaik yang diperuntukkan bagi kumpulan pemain terbaik pula.

Lionel Messi

Lionel Messi menjadi satu-satunya pemain yang masih aktif bermain dalam daftar ini. Meski belum pernah mencicipi gelar Piala Dunia bersama timnas Argentina, nama Lionel Messi mungkin akan selalu dianggap sebagai pemain terbaik yang pernah dimiliki Argentina.

Untuk perjalanan karirnya di level klub, tak perlu diragukan lagi bahwa pemain berjuluk La Pulga sudah kumpulkan seluruh trofi juara yang tersedia. Messi merupakan satu-satunya pemain yang mampu meraih sebanyak enam penghargaan Ballon D’or. Selain itu, ada banyak rekor lagi yang mungkin sulit dipecahkan oleh para pemain lain. Seperti misalnya, ketika dia berhasil melewati rekor Pele yang menjadi pencetak gol terbanyak yang dicetak di satu klub.

Seperti diketahui, Pele sebelumnya berhasil mencetak 643 gol ketika membela Santos. Kemudian ketika sukses memecahkan rekor pemain asal Brasil, Messi mampu mengemas 644 gol untuk Barcelona.

Selain itu, masih ada lagi seperti gol terbanyak dalam sejarah La Liga, Gol terbanyak dalam pertandingan sistem gugur Liga Champions, gol terbanyak dalam satu musim La Liga, sampai yang tak akan terlupa gol terbanyak dalam satu tahun kalender.

Dengan banyaknya rekor yang diciptakan, rasa-rasanya tidak berlebihan memasukkan nama Messi ke dalam daftar ini.

Selain deretan pemain tersebut, masih ada lagi dua nama kehormatan yang sosoknya memiliki darah Argentina. Pertama adalah Alfredo Di Stefano. Lahir di Argentina, Di Stefano pada akhirnya juga diakui oleh timnas Spanyol. Kemudian ada nama Omar Sivori. Omar Sivori merupakan salah satu penyerang terbaik pada masanya. Dia menjadi striker dengan insting mencetak gol tajam, yang juga pernah membela timnas Italia, sekaligus menjadi legenda Juventus.

Jadi, mana pemain terbaik timnas Argentina menurut versimu?

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=T9IKWO5SJ-E[/embedyt]

 

Sumber referensi: sportskeeda, footballtalk, bleacherreport

Terjadi Berbagai Macam Tragedi, Layakkah Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia?

Piala Dunia menjadi ajang yang paling dinanti oleh seluruh penggemar sepakbola. Ajang yang digelar empat tahunan ini banyak digemari karena memang selalu ciptakan momen mengejutkan dan tak terlupakan.

Setelah beberapa tahun lalu kita baru merasakan Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia, kini sebentar lagi kita akan menyambut Piala Dunia Qatar yang akan digelar pada tahun 2022 mendatang.

Pada pertengahan 2020 lalu, FIFA baru saja merilis jadwal resmi pertandingan Piala Dunia 2022 yang dihelat di Qatar. Badan tertinggi sepakbola dunia itu mengumumkan tanggal penyelenggaraan serta stadion-stadion yang bakal dipakai di turnamen sepak bola terbesar itu. Dilaporkan, Piala Dunia 2022 Qatar bakal dimulai 21 November 2022 sampai dengan 18 Desember 2022, atau tepat seminggu sebelum Hari Natal.

Piala Dunia kali ini istimewa karena tidak digelar pada musim panas. Keputusan ini diambil karena pada musim panas, cuaca di Qatar mengalami titik tertinggi yaitu sekitar 41,3 derajat celcius, dan ditakutkan akan mengganggu para pemain.

Berbeda dengan edisi sebelumnya yang memainkan selama lima belas hari untuk menghabiskan fase grup, kini Piala Dunia Qatar hanya menghabiskan sebanyak 12 hari saja untuk memainkan fase grup.

Untuk pertandingan pertama sendiri akan digelar di Al Bayt Stadium, Stadion berkapasitas 60.000 penonton, dengan kick off dimulai pada pukul 13.00 waktu setempat. Untuk partai final, akan digelar di Lusail Stadium yang berkapasitas 80.000 penonton pada 18 Desember.

Dengan digulirkannya Piala Dunia pada akhir tahun atau musim dingin, otomatis hal ini akan berpengaruh pada kompetisi Eropa yang pada masa tersebut biasanya masih bergulir. Namun begitu, belum dirincikan lagi bagaimana kompetisi Eropa akan bergulir nantinya.

Dengan fakta tersebut, seperti yang sudah dijelaskan, Piala Dunia 2022 memang istimewa. Ya, saking istimewanya, persiapan segala hal yang akan digunakan nanti sampai menyimpan sejumlah misteri. Ada cerita kelam dibalik proyek Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sampai saat ini, diperkirakan terdapat 6.500 pekerja yang tewas dengan berbagai alasan. Kebanyakan buruh pekerja berasal dari Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal. Jumlah tersebut merupakan akumulasi selama 10 tahun lamanya, atau tepat ketika Qatar mulai membangun proyek Piala Dunia ini.

Dengan jumlah tersebut, maka setidaknya ada 12 pekerja yang tewas dalam persiapan itu. Angka itu pun dipercaya masih lebih besar lagi, mengingat buruh yang berasal dari Filipina dan Kenya tidak termasuk di dalamnya. Disana, para pekerja selain membangun stadion yang akan digunakan, juga membangun beragam fasilitas seperti hotel, bandara, jalan, serta tak ketinggalan fasilitas transportasi.

Meski banyak dari mereka yang meninggal secara alami seperti diakibatkan oleh serangan jantung atau gangguan pernapasan, korban yang jatuh akibat kecelakaan kerja jumlahnya masih lebih banyak.

Namun begitu, meski banyak korban yang berjatuhan, pemerintah Qatar mengklaim kalau para buruh telah mendapatkan hak yang memang seharusnya diterima. Pemerintah juga mengklaim kalau tingkat kematian di antara buruh migran telah menurun. Hal ini berkaitan dengan reformasi yang dilakukan dalam sistem ketenagakerjaan.

Sementara itu, pihak FIFA, pun mengatakan, bila perlindungan terhadap pekerja kontruksi Piala Dunia sangat tinggi.

Kembali lagi, berbagai pembelaan itupun nampak tiada artinya setelah ada salah seorang yang bernama Ganesh, berhasil “kabur” dari proyek mengerikan itu.

Melansir dari Spiegel pada 2014 silam, Ganesh menceritakan bahwa dia tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki di Qatar. Ia merasa trauma dan benar-benar tertekan ketika bangun di setiap pagi.

Ganesh merupakan seorang pria yang hadir dari Nepal. Sehari-harinya, dia selalu tampak lelah di sebuah tempat yang digunakan untuk tidur. Dia hanya menunggu waktu untuk bekerja dan bekerja sembari sedikit melemaskan otot.

Di sebuah ruangan berukuran 16 meter persegi, dia beristirahat dengan 9 pekerja lainnya. Dengan kipas angin tidak layak dan juga jendela yang tidak sempurna, tubuhnya tak jarang terkena angin malam yang dikenal jahat.

Di luar ruangannya beristirahat, terdengar suara generator diesel yang terus mengaum. Setelah terbangun, dia kembali dihadapkan dengan tumpukan batu bata yang lengkap dengan debu tebalnya. Dia setiap harinya merasa sedih karena hanya tinggal disebuah ruangan kecil dengan banyak pekerja lainnya. Tidak ada fasilitas memadai, apalagi hotel mewah yang mungkin bisa membuatnya bertahan lebih lama.

Menurut Ganesh, ketika ia bekerja dalam rentang waktu 2012 hingga 2013, ada sekitar 964 pekerja dari India, Nepal, dan Bangladesh yang telah meninggal di Qatar. Jumlah tersebut telah dikonfirmasi pemerintah Qatar. Menurutnya, yang menjadi saksi langsung dari kejamnya proyek tersebut, ada banyak pekerja yang mati karena kepanasan atau kecelakaan di tempat mereka bekerja.

Hal itu pun lantas membuatnya bertanya, seberapa penting kompetisi Piala Dunia sampai harus meregang banyak nyawa?

Lebih parahnya lagi, Ganesh tidak langsung mendapat gaji atas kerja kerasnya. Dia mengaku tidak langsung dibayar dan harus menunggu dalam waktu yang lama untuk menerima upahnya. Bahkan setelah gaji itu dibayar, dia akan membayar 5 persen dari upahnya dalam sebulan, bila kedapatan beristirahat sehari saja.

Dia yang mendatangi Qatar pun langsung mengklaim bahwa hukum bekerja disana masih tidak lebih baik bila dibandingkan dengan sistem perbudakan.

Selain Ganesh, ada lagi pria yang punya cerita serupa. Sedih bercampur perih. Semua tertuang dalam sebuah kawasan yang nantinya bakal mengundang banyak atensi.

Pria itu berusia 26 tahun. Ram Achal Kohar namanya. Ram Achal Kohar biasa dipanggil Anil. Dia merupakan pekerja dari Nepal yang ikut ke dalam proyek Piala Dunia Qatar. Anil dikenal sebagai pria periang dan suka bercanda. Namun ketika tinggal di Qatar, dia lupa bagaimana cara tertawa.

Dia bercerita bahwa gajinya lama ditahan. Maka dari itu, dia sering berhutang hanya demi sepotong roti, kentang, atau daging untuk dikonsumsi. Dia bahkan tidak punya uang untuk membeli tiket hingga harus berusaha berhutang demi bisa kembali ke kampung halamannya.

Namun hal itu sia-sia karena tidak ada yang bisa membantunya. Beruntung, dia sudah berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh di proyek Piala Dunia. Dia dikabarkan telah mendapatkan pekerjaan tetap sebagai tukang listrik di Doha. Tentunya, hasil dari pekerjaannya itu bakal dipakai untuk membeli tiket pulang ke kampung halaman.

Mengomentari peristiwa yang sangat tidak mengenakkan di Qatar, Jim Murphy yang merupakan sekretaris pembangunan internasional, menulis di The Guardian,

“Orang-orang tidak perlu mati hanya untuk membawa kita ke Piala Dunia, atau olahraga lainnya,”

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=iho_VqCz3FM[/embedyt]

 

Sumber referensi: spiegel, pikiran rakyat, bleacher report, nypost

8 Rekor Luar Biasa Ini Cuma Bisa Dibuat Oleh Lionel Messi

Sudah jadi barang tentu bila nama Lionel Messi selalu tampil mengesankan ketika tampil di atas lapangan. Bakat alami yang sudah lama tertanam benar-benar terasa seiring dengan bertambahnya usia.

Messi begitu lekat dengan bola. Wajar bila ketika tampil, dia tampak bermain dengan dunianya. Sulit untuk mengambil benda yang terus digiringnya. Menyusul performa luar biasanya selama ini, sudah banyak pula rekor-rekor menakjubkan, yang mungkin, hanya dirinya saja yang mampu membuatnya.

Kira-kira apa sajakah rekor spektakuler yang hanya bisa dibuat oleh Lionel Messi? Berikut kami berikan daftarnya.

Pemenang Terbanyak Penghargaan Ballon D’or

Lionel Messi baru saja menjadi pemain dengan koleksi penghargaan Ballon D’or terbanyak. Pada akhir 2019 lalu, dia berhasil mendapatkan penghargaan tersebut untuk keenam kalinya sepanjang sejarah.

Dengan jumlah sebanyak itu, kini Messi menjadi pemain dengan jumlah koleksi penghargaan Ballon D’or terbanyak, mengalahkan rival terdekatnya, Cristiano Ronaldo, yang telah mengoleksi lima gelar.

Di tahun 2019, nama Messi memang masih terus menjadi sorotan. Dia berhasil mencetak sebanyak 46 gol untuk Barcelona dan timnas Argentina. Dalam penghargaan edisi tersebut, Lionel Messi mampu mengalahkan bek Liverpool, Virgil van Dijk, yang juga memiliki tahun luar biasa bersama The Reds.

Sebelum penghargaan Ballon D’or yang didapat pada tahun 2019, Messi pernah memenangi ajang prestise itu pada tahun 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2015.

Sumber: espn

Pencetak Gol Terbanyak Dalam Sejarah La Liga

Setidaknya sampai pada akhir Februari lalu, Lionel Messi telah berhasil mencetak sebanyak 460 gol sepanjang karirnya di kompetisi La Liga. Raihan tersebut berhasil dia raih dalam 506 pertandingan yang dijalani. Dengan catatan 460 gol, Messi berhasil menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah La Liga.

Dalam mencatat rekor sebagai pencetak gol terbanyak, Messi juga sekaligus melewati rekor penampilan terbanyak untuk Barcelona yang dipegang Xavi dengan 505 pertandingan.

Sumber: newsbytes

Pencetak 50 Gol Di La Liga Dalam Satu Musim

Pada musim 2011/12, Lionel Messi berhasil menciptakan sebuah rekor luar biasa. Dia mampu mencetak sebanyak 50 gol dalam satu musim La Liga. Raihan itu menjadi yang paling spektakuler, yang bahkan pemain sekelas Cristiano Ronaldo pun tidak mampu memecahkannya.

Rekor tersebut dicetaknya saat ia berhasil mencetak gol di laga melawan Osasuna. Ketika itu, Barcelona sukses memenangi laga dengan skor 2-0.

Dalam hal ini, Lionel Messi sekaligus melewati rekor Ferenc Puskas yang mampu mencetak sebanyak 49 gol dalam satu musim La Liga.

Sumber: BBC

Pencetak Gol Terbanyak Dalam Satu Tahun Kalender

Siapa yang tak ingat dengan rekor luar biasa Lionel Messi pada tahun 2012? Di tahun tersebut, pemain berjuluk La Pulga ini mampu mencetak 91 gol dalam satu tahun kalender. Raihan tersebut menjadi yang terbanyak dalam sejarah sepakbola dan masih belum bisa dipecahkan oleh siapapun sampai saat ini.

Di tahun tersebut, Messi berhasil mencetak 79 gol untuk Barcelona dan 12 gol untuk timnas Argentina.

Peraih trofi Ballon D’or terbanyak dalam sejarah ini juga sekaligus memecahkan rekor legenda Jerman, Gerd Muller, yang pada tahun 1972 berhasil mencetak sebanyak 85 gol.

Sumber: fc barcelona

Pencetak Gol Terbanyak Untuk Satu Klub

Masih soal gol, kali ini, Lionel Messi berhasil menjadi pencetak gol terbanyak untuk satu klub. Pada akhir Desember lalu, Messi berhasil mengukir sejarah baru saat membantu FC Barcelona menaklukkan Real Valladolid dalam pertandingan pekan ke-15 Liga Spanyol. Messi yang turun sejak awal laga mampu menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-0 FC Barcelona atas tim tersebut.

Dengan mencetak gol tersebut, Messi berhasil mengambil alih rekor gol milik legenda Brasil, Pele. Seperti diketahui, Pele mampu mencetak 643 gol hanya untuk satu klub saja, yaitu Santos. Sementara itu, Messi berhasil mencetak 644 gol untuk Barcelona dan jumlah tersebut akan terus bertambah, mengingat La Pulga masih menjadi andalan tim Catalan.

Sumber: espn

Selalu Masuk Dalam Daftar Tiga Besar Ballon D’or

Malam Penghargaan Ballon D’or tahun 2018 silam tampak beda dari edisi-edisi sebelumnya. Mengapa begitu? Nama Lionel Messi untuk pertama kali tidak masuk dalam tiga besar di ajang tersebut.

Sebelumnya, atau dalam setidaknya 11 tahun secara beruntun, Messi selalu masuk ke dalam top three Ballon D’or. Dari seringnya dia masuk ke dalam daftar tersebut, Messi juga tak jarang mampu keluar sebagai juara.

Dalam daftar penghargaan Ballon D’or tahun 2018 itu sendiri, Messi hanya duduk di tangga kelima. Di posisi keempat ada nama Kylian Mbappe sementara kedua dan ketiga ada nama Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann. Pemenangnya? Adalah bintang timnas Kroasia, Luka Modric.

Sumber: goal

Peraih Sepatu Emas Terbanyak

Pada tahun 2019 lalu, nama Lionel Messi kembali meraih penghargaan sepatu emas Eropa. Trofi ini sendiri diberikan kepada pemain yang berhasil mencetak gol terbanyak di liga utama di kawasan Eropa dalam satu musim kompetisi.

Di tahun tersebut, Messi berhasil mencetak sebanyak 36 gol. Dengan penghargaan yang diraih pada tahun 2018 lalu itu, Messi resmi menjadi pemegang sepatu emas terbanyak sepanjang sejarah. Bintang asal Argentina ini sukses mengoleksi sebanyak enam sepatu emas, yaitu pada musim 2009/10, 2011/12, 2012/13, 2016/17, 2017/18, dan tentunya 2018/19.

Sumber: sportstar

Pencetak Gol Terbanyak Dalam Sejarah El Clasico

Lionel Messi yang membela Barcelona masih menjadi momok menakutkan bagi rival terbesar mereka, Real Madrid. Selain karena permainannya yang sulit dihentikan, Messi, dalam hal ini juga menjadi pencetak gol terbanyak salah satu laga paling dramatis dalam sejarah yaitu el Clasico.

La Pulga kini masih menjadi pencetak gol terbanyak di pertandingan klasik tersebut dengan raihan 26 gol. Di bawah nama Lionel Messi ada dua bintang el Real, Alfredo Di Stefano dan Cristiano Ronaldo, yang masing-masing mencetak 18 gol sepanjang sejarah el clasico.

Raihan itupun dipercaya sulit ditembus mengingat el clasico merupakan laga paling ketat dan selalu ciptakan momen-momen panas.

Sumber: The 18

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=p26_P6Ti33k[/embedyt]