Dunia sepakbola sedang mengalami masa peralihan. Setelah dua nama hebat, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, mulai memasuki masa senja. Kini, muncul monster kecil asal Norwegia bernama Erling Haaland. Bersama pemain muda peraih trofi Piala Dunia, Kylian Mbappe, Haaland muncul sebagai sosok pelari cepat. Perawakannya yang tinggi serta kelincahannya yang membuat semua terpana, berhasil menempatkan namanya dalam daftar salah satu pemain paling diincar saat ini.
Haaland merupakan putra dari mantan pemain Manchester City, Alf Inge Haaland, yang memutuskan pensiun di usia 30 tahun, karena mengalami cedera yang tak kunjung sembuh usai kakinya disambar preman kota Manchester, Roy Keane.
Melalui rasa sakit yang tak kunjung terobati, Alf Inge Haaland mulai mempersiapkan putra nya yang lahir di Leeds sebagai senjata untuk teruskan mimpi. Erling Braut Haaland, begitu sosok putranya dikenal, tumbuh menjadi lelaki hebat yang gemar mencetak gol. Memulai karir sepakbolanya di Bryne FK, Haaland sudah tampil mengesankan di tim muda.
Dia yang mulai dipanggil ke tim cadangan pada tahun 2015 langsung berhasil membuat 18 gol dari 14 kesempatan yang diberikan. Haaland menyukai posisinya sebagai seorang striker. Dia bangga ketika timnya menang, dia juga senang ketika dirinya menjadi penentu kebahagiaan tim yang dibelanya. Karena mencetak gol menjadi satu-satunya cara untuk dilakukan, Haaland terus melakukan hal itu tanpa lelah.
Dipandang sebagai remaja yang begitu berbakat, Haaland langsung mendapat kesempatan untuk bermain bersama timnas Norwegia. Di level usia 15 tahun, Haaland, tanpa kompromi, langsung tunjukkan diri sebagai yang terbaik. Haaland lagi-lagi menjadi pemain yang diandalkan untuk mencetak gol, dimana hal itu mampu diselesaikannya dengan sangat baik.
Sejak saat itu, namanya mulai sering diperbincangkan. Dia dikenal sebagai remaja yang gemar mencetak gol, dan disiapkan sebagai salah satu masa depan timnas Norwegia di masa mendatang.
Pada tahun 2017, Haaland lalu pindah ke Molde. Disana, Haaland berhasil mencetak 20 gol dalam 50 pertandingan. Sesuatu yang pada akhirnya membuat lebih banyak klub arahkan perhatian kepadanya.
Ketika usianya baru menginjak 18 tahun, klub asal Austria, rela datang ke Norwegia untuk melakukan pembicaraan dengan Haaland. Tanpa pikir panjang, Haaland langsung menerima tawaran itu meski klub tersebut berada jauh dari tanah kelahiran.
Di Austria, Haaland bergabung dengan RB Salzburg, sebuah klub yang disponsori oleh minuman berenergi.
Disana, dia bertemu dengan Jesse Marsch sebagai manajer. Kesan pertama yang didapat sang pelatih terhadap sosok Haaland sangatlah luar biasa. Selain menilainya sebagai seorang yang rajin mencetak gol, pria yang kini berusia 47 tahun itu juga menjelaskan bahwa ada hal lain, yang tentunya lebih penting, yang mampu membuat Haaland menjadi salah satu pemain dengan torehan spektakuler.
“Dia sangat cepat, kuat, dan punya insting tajam untuk mencetak gol. Namun satu hal yang lebih penting, dia memiliki kepribadian yang sangat luar biasa. Dia mampu membuat orang-orang ingin selalu berada di dekatnya,” ujar Jesse Marsch (via cheap goals)
Selama menjadi manajer Salzburg, Jesse Marsch pernah mendapati Haaland sudah berada di klub selama kurang lebih enam bulan namun hanya memainkan sebanyak satu pertandingan saja. Dia kemudian menjalani turnamen Piala Dunia U-20 dan mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan.
Melalui pertandingan sensasional tersebut, hari-harinya di Salzburg mulai mampu dijalani nya dengan lebih indah. Dia yang sebelumnya tampil mengesankan di liga Norwegia, mampu melanjutkan eksistensinya sebagai seorang pembunuh di liga Austria.
Hari demi hari, Jesse Marsch melihat sesuatu yang semakin membuat matanya terbelalak. Dia sedang tidak bercanda soal kepribadian Haaland. Dikatakannya, Haaland bekerja lebih keras dari siapapun. Di ruang ganti, dia mampu menghidupkan suasana tim. Karakternya yang mudah bergaul serta senyum di wajahnya yang tak pernah larut membuat Haaland layak disebut sebagai pemuda brilian.
Oleh karena itu, lebih dari bakatnya, Haaland punya kepribadian luar biasa yang mampu mencakup energinya secara keseluruhan.
Masih dari pengakuan sosok Jesse Marsch, Haaland memang punya pengaruh positif kepada rekan setimnya. Selama bermain di Salzburg, Haaland memang mampu mencetak 29 gol dalam 27 penampilan. Namun dia bukan sosok pembunuh egois. Dia justru merasa bahagia ketika melihat rekan setimnya mampu mencetak gol.
“Kenangan terbaik yang aku dapatkan darinya adalah, dia hampir memberikan seluruh kesempatan penalti kepada rekan setimnya. Dia memberikan kesempatan emas itu untuk penyerang lainnya,”
“Baru setelah seorang pemain gagal, aku akan berkata, ‘ok Erling, ini adalah kesempatanmu untuk mengambil tendangan penalti’.” ujar Jesse Marsch.
Jesse Marsch tak henti-hentinya memuji sosok Haaland. Ketika kebanyakan pemuda 19 tahun memikirkan prestasi pribadinya, Haaland justru ingin melaju bersama rekan-rekannya. Dengan memberikan tendangan penalti kepada pemain lain, Haaland mengaku bahwa dia sangat bahagia. Dia ingin penyerang lain juga merasakan kesuksesan, kekuatan mencetak gol, dan tentunya kepercayaan diri.
Tanpa diragukan lagi, kepribadian Haaland itulah yang turut menjadi faktor penentu dari keberhasilannya sebagai seorang pemain muda berbakat.
Selain itu, ada faktor lain yang turut membantu Haaland berkembang, yakni sosok Cristiano Ronaldo. Dibalik semua kualitas yang ia miliki sekarang, Haaland mungkin merasa berhutang budi kepada sosok Ronaldo. Dalam proses evolusinya menjadi seorang penyerang handal, dia banyak belajar dari CR7 yang telah banyak membagi tips brilian.
Haaland mengakui Ronaldo sebagai sosok panutannya. Dia banyak belajar dari bintang asal Portugal itu ketika masih berada di Manchester United dan Real Madrid. Ronaldo menjadi sosok inspirasi Haaland pada satu area penting, yaitu etos kerja.
Sama halnya seperti Ronaldo, Haaland juga selalu ingin berkembang.
“Dia sangat pekerja keras. Setelah latihan, dia akan berlatih berbagai aspek lainnya, seperti umpan silang, sundulan, dan penyelesaian,” ujar Jesse Marsch.
Lebih dari itu, Haaland juga mengadopsi karakter Ronaldo yang selalu memperhatikan hal-hal kecil. Dia akan memakai kacamata khusus dalam memandang berbagai hal. Kemudian, satu yang tak ketinggalan adalah, pola makan sang superstar, yang selalu menjadi petokan baginya.
Kini, klub asal Jerman, Borussia Dortmund, masih menikmati kekuatan Haaland yang sangat menakjubkan. Melalui kesepakatan 20 juta euro atau setara 343 miliar rupiah, Haaland resmi menjadi bagian dari pasukan kuning. Gol demi gol terus dia ciptakan. Rekor demi rekor terus dia catatkan.
Di usianya yang masih sangat muda, bukan tak mungkin bila lembaran emas yang telah diciptakan Ronaldo dan Messi, mampu ditulis ulang oleh remaja berambut pirang bernama Erling Haaland.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=wEHwNAxuU9I[/embedyt]


