Selama kurun waktu 16 tahun terakhir, penikmat sepakbola dunia dimanjakan oleh duo pemain sekaligus ikon sepakbola modern, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Selama periode waktu itulah, Ronaldo dan Messi menjelma menjadi pesepak bola hebat yang bergelimang prestasi.
Namun, masa keemasan Ronaldo dan Messi tampaknya mulai memudar. Hal itu terbukti dari tersingkirnya kedua pemain di babak 16 besar Liga Champions musim 2020/21. Seperti kita ketahui, baik Ronaldo dan Messi gagal membawa timnya masing-masing melaju ke perempat final Liga Champions musim ini.
Ronaldo yang membela Juventus gagal melangkah lebih jauh setelah disingkirkan oleh wakil asal Portugal, FC Porto. Meskipun menang 3-2 pada laga leg kedua yang berlangsung di Allianz Stadium, Turin, namun itu tidak cukup membantu klub berjulukan si nyonya tua itu melaju ke delapan besar. Sebab, kedua tim meraih hasil imbang 4-4 secara agregat. Juventus gagal lolos karena kalah agresivitas gol tandang dari Porto.
Di sisi lain, Lionel Messi juga gagal membawa Barcelona lolos ke perempat final. Tragisnya, mereka tersingkir secara menggenaskan. Dilibas PSG 4-1 di kandang sendiri stadion Camp Nou, Barca lalu hanya mampu meraih hasil imbang saat tandang ke Parc Des Princes, markas PSG. Skor agregat 5-2 membawa PSG ke perempat final.
Terhentinya langkah Ronaldo dan Messi menciptakan sejarah di Liga Champions. Karena untuk pertama kalinya sejak musim 2004-2005, Liga Champions tanpa Ronaldo atau Messi di perempat final.
Pada musim 2004/05, Liga Champions saat itu tanpa kedua pemain tersebut. Ronaldo menjalani tahun keduanya bersama Manchester United. Sedangkan Messi baru memulai karir profesionalnya bersama Barcelona.
Sejak musim berikutnya, 2005/06 hingga musim 2019/20, perempat final Liga Champions selalu disuguhkan oleh aksi Messi atau Ronaldo atau bahkan keduanya. Namun musim ini Liga Champions terasa hampa tanpa kehadiran dua ikon tersebut di babak 8 besar.
Jika melihat fakta tersebut mungkinkah era Ronaldo dan Messi telah berakhir? Coba kita ulas bersama-bersama.
Semua sepakat bahwa kedua mahkhuk tersebut merupakan jagoan di Liga Champions dalam periode 16 tahun terakhir. Buktinya, baik Ronaldo dan Messi telah menyumbangkan deretan trofi untuk klub yang dibelanya.
Ronaldo tercatat sudah memperoleh 5 trofi Liga Champions, sementara Messi mempunyai 4 gelar liga Champions. Jika digabungkan, maka keduanya telah berhasil mengumpulkan 9 trofi si kuping besar. Sebuah angka yang luar biasa di era sepakbola modern.
Ronaldo mendapat gelar pertamanya saat masih berseragam Manchester United. Kala itu, pemain Portugal yang didatangkan MU pada 2003 itu sukses mencetak satu gol saat MU menekuk Chelsea lewat drama adu penalti di Final tahun 2008. Pada tahun yang sama, Ronaldo melengkapi gelar Liga Champions dengan sebuah trofi premier league dan yang lebih penting lagi meraih Ballon D’or.
Sementara Messi mendapatkan trofi Liga Champions pertamanya pada tahun 2006. Meski tak tampil di pertandingan final kontra Arsenal, namun ia menjadi bagian dari skuad Barcelona di Liga Champions musim tersebut. Hanya tiga tahun berselang, Barcelona kembali menasbihkan diri sebagai yang terkuat di daratan eropa. Kali ini, Messi menjadi aktor utama keberhasilan Barcelona melewati hadangan Manchester United dengan Cristiano Ronaldo-nya.
Pada tahun 2009 itu pula, Messi meraih gelar Ballon D’or pertamanya. Ia mengalahkan Ronaldo dan sejak saat itu persaingan kedua mega bintang itu dimulai. Terlebih lagi, kepindahan Ronaldo dari MU ke Real Madrid semakin membuat rivalitas makin sengit.
Kedua pemain selalu ingin menjadi yang terbaik. Laga demi laga, kompetisi demi kompetisi diarungi oleh kedua pemain. Status mega bintang pun menyemat kepada mereka berkat segudang prestasinya di atas lapangan hijau.
Prestasi Ronaldo dan Messi makin hari kian tak terbendung. Ronaldo, setelah merengkuh trofi si kuping besar pertamanya, kembali meraihnya lagi tahun 2014, 2016,2017 dan 2018 bersama Real Madrid. Tak hanya itu, dalam dekade yang sama Ronaldo juga mengukir sejumlah prestasi yang tak kalah mengagumkan. Ia kembali mencatatkan namanya sebagai pesepakbola terbaik dunia pada tahun 2013, 2014, 2016 2017. Serta ia juga berhasil mengharumkan negaranya di kancah piala eropa 2016.
Pada dekade yang sama, Messi menandingi Ronaldo dengan sejumlah prestasi yang luar biasa. Tercatat, pemain asal Argentina itu sukses memperoleh 6 trofi Ballon D’or, yang terakhir diraihnya pada tahun 2019. Selain itu, Messi juga membawa Barcelona meraih trofi Liga Champions 2011 dan 2015 yang dibarengi dengan titel La Liga dan Copa Del Rey.
Selain gelar juara, dominasi keduanya juga bisa dilihat dari partisipasi di babak semifinal Liga Champions. Tampil di babak empat besar seperti sudah menjadi rutinitas bagi Messi dan Ronaldo. Messi tercatat sudah delapan kali tampil di semifinal Liga Champions. Sementara Ronaldo tampil tiga kali lebih banyak dibanding Messi.
Kini, era kedua pemain semakin meredup. Tanda-tanda itu sebenarnya telah dimulai beberapa musim sebelumnya. Messi misalnya, ia kesulitan membawa Barcelona meraih gelar Liga Champions sejak 2015, utamanya setelah ditinggal beberapa pemain penting seperti Xavi Hernandez, Carles Puyol dan Andres Iniesta. Meski masih cukup dominan di kompetisi domestik, tapi tetap saja masih kalah pamor di banding Liga Champions.
Untuk musim ini kesulitan itu semakin ruwet karena ditambah konflik internal di tubuh Barcelona. Padahal secara komposisi pemain, Barcelona harusnya bisa mendapatkan gelar Liga Champions. Masalahnya ada pada kondisi internal Blaugrana yang sempat kacau balau setahun terakhir. Messi bahkan sempat memberontak ingin pergi.
Sementara itu, Ronaldo juga belum pernah memenangkan trofi liga Champions sejak meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Juventus di tahun 2018. Padahal ia direkrut oleh Juventus agar membawa si nyonya tua meraih trofi si kuping besar tersebut. Keputusan Bianconeri masuk akal, mengingat beberapa tahun sebelumnya Ronaldo membawa Los Blancos berjaya. Namun, sepertinya Juve membuat kesalahan mendasar. Mereka hanya merekrut Ronaldo tanpa dibarengi dengan pembelian bintang lainnya.
Faktor usia tentu berperan penting terhadap penurunan prestasi Ronaldo dan Messi. Harus diakui keduanya telah melewati masa usia emas karena sudah berkepala tiga. Meski begitu, keduanya masih terlihat tajam di kompetisi domestik. Hal itu dibuktikan dengan kedua pemain yang masih sama-sama dalam laju perebutan topskor liga masing-masing.
Habisnya era dominasi Messi dan Ronaldo juga dibarengi dengan kemunculan calon pengganti mereka. Orang-orang menyebut bahwa Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang akan menggantikan Ronaldo dan Messi dalam persaingan di sepakbola dunia. Mbappe dan Haaland tidak dapat dimungkiri merupakan dua pemain yang sering mendapat sorotan dalam tiga musim terakhir.
Mbappe, pemain asal Prancis telah moncer sejak bersama Monaco, sebelum kemudian bersinar bersama PSG. Ia juga sukses membawa tim ayam jantan merebut piala dunia 2018. Sementara Haaland, kemunculannya baru terdengar bising pada awal musim 2019/20, ketika membuat sejumlah rekor di Liga Champions. Haaland yang memperkuat RB Salzburg kemudian diboyong oleh Dortmund pada Januari 2020 dan sejauh ini sudah mencetak 47 gol dari 47 laga di semua kompetisi bersama klub asal Jerman tersebut.
Kini patut dinantikan, apakah era Ronaldo dan Messi benar-benar telah habis? kedua pemain masih mempunyai kesempatan untuk menasbihkan diri sebagai raja sepakbola, ketika FIFA menggelar ajang turnamen sepakbola terbesar di Qatar pada tahun depan.
