Timnas Jerman telah resmi mengumumkan skuadnya untuk EURO 2020. Rabu, 19 Mei lalu, pelatih timnas Jerman, Joachim Low memimpin langsung pengumuman para pemain yang akan ia bawa ke ajang Piala Eropa tahun ini.
Joachim #Löw has arrived at the press conference as he prepares to announce his Germany squad 🎙️#DieMannschaft #EURO2020 pic.twitter.com/Nzx7B4t5HE
— Germany (@DFB_Team_EN) May 19, 2021
Seperti yang kita ketahui, ajang EURO 2020 sedianya diselenggarakan pada 12 Juni hingga 12 Juli tahun lalu. Namun, ajang 4 tahunan tersebut terpaksa ditunda setahun akibat pandemi Covid-19 dan dijadwal ulang pada 11 Juni hingga 11 Juli 2021.
Dengan alasan masih pandemi, UEFA juga memperbolehkan setiap kontestan membawa sebanyak 26 pemain ke EURO tahun ini. Pada ajang sebelumnya, tiap tim hanya boleh membawa maksimal 23 pemain. Keputusan tersebut dibuat sebagai langkah antisipasi kemungkinan adanya wabah Covid di sebuah tim dan untuk mengurangi kelelahan fisik akibat padatnya jadwal kompetisi sebelum ajang Piala Eropa dimulai.
Jerman kebetulan jadi salah satu tim yang paling cepat mengumumkan skuadnya untuk EURO 2020. Dari 26 nama yang sudah dipilih Joachim Low, kembalinya Mats Hummels dan Thomas Muller tentu yang paling menyita perhatian.
Welcome back to #DieMannschaft, @esmuellert_ and @matshummels! 🇩🇪#EURO2020 pic.twitter.com/SSgXn7Xf81
— Germany (@DFB_Team_EN) May 19, 2021
Setelah gagal total di Piala Dunia 2018, Low memang banyak menyingkirkan pemain senior. Hummels dan Muller adalah salah satunya. Bersama Jerome Boateng, ketiganya resmi didepak dari timnas Jerman sejak Maret 2019.
Dulu, Low beralasan bahwa ia akan membuat rencana masa depan timnas Jerman tanpa Hummels dan Muller dalam skuadnya. Seakan menelan ludah sendiri, kini Low justru kembali memanggil 2 pemain yang dulu ia buang.
Daftar Isi
Jadi, apa alasan Joachim Low kembali memanggil Mats Hummels dan Thomas Muller?
Kepada surat kabar Bild, Low mengaku bahwa kebutuhan pemain berpengalaman jadi alasan utama di balik keputusannya memanggil kembali Thomas Muller dan Mats Hummels.
“Kesuksesan di Piala Eropa 2020 sangat penting bagi sepakbola Jerman, bagi seluruh bangsa. Itulah mengapa kami memutuskan untuk membawa kembali Thomas Müller dan Mats Hummels. Para pemain ini dihormati dan diterima oleh para pemain yang lebih muda karena penampilan mereka yang luar biasa dan pengalamannya yang luas,” jelas Low kepada Bild, dikutip dari okezone.com.
Akan tetapi, apakah hanya itu alasan Low memanggil Hummels dan Muller?
BREAKING
Thomas Müller and Mats Hummels return to Germany’s squad for #EURO2020. The two last played for the national team in 2018. pic.twitter.com/oZp9itIQiM
— DW Sports (@dw_sports) May 19, 2021
Faktanya, ada 3 alasan yang memang memaksa Low untuk memanggil kembali 2 pemain seniornya itu. Berikut ini Starting Eleven ulas 3 alasan teknis dibalik kembalinya Mats Hummels dan Thomas Muller ke timnas Jerman di EURO 2020.
1. Memperbaiki Pertahanan yang Keropos
Diketahui, Mats Hummels terakhir kali tampil untuk Der Panzer pada laga UEFA Nations League, November 2018. Selepas itu, Joachim Low banyak memanggil bek muda dalam skuadnya. Hasilnya, di tahun 2020 saja, gawang Jerman sudah bobol 10 gol hanya dalam 8 laga. Sementara di tahun 2021, mereka sudah kebobolan 2 gol dalam 3 laga.
Melihat dari catatan tersebut, memanggil kembali Mats Hummels memang sebuah urgensi. Apalagi, bek 32 tahun itu tampil begitu solid di Bundesliga musim ini. Hummels telah membuat 68 intersep, 183 sapuan, 66 tekel, dan 39 blok sepanjang musim ini untuk Borussia Dortmund. Tak hanya itu, pemilik 70 caps bersama timnas Jerman itu juga tercatat telah melakukan 264 pressing, dimana 147 diantaranya dilakukan di area pertahanan.
Mats Hummels pourrait faire son retour en équipe d’Allemagne pour l’Euro 🇩🇪
(@BILD) pic.twitter.com/3Hd0OY8BvQ— Univers Dortmund 🇫🇷 (@UniversDortmund) May 17, 2021
Statistik Hummels musim ini jauh mengungguli bek Jerman lainnya yang dipanggil ke EURO 2020. Selain Hummels, Low juga memanggil Robin Koch (Leeds), Christian Gunter (Freiburg), Antonio Rudiger (Chelsea), Matthias Ginter (Borussia Monchengladbach), Niklas Sule (Bayern Munich), Lukas Klostermann (RB Leipzig), Marcel Halstenberg (RB Leipzig), dan Robin Gosens (Atalanta) untuk menjaga pertahanan Der Panzer.
Low sendiri telah mengakui bahwa sosok Hummels begitu dibutuhkan di pertahanan timnas Jerman. Lagipula, Hummels yang baru saja mempersembahkan trofi DFB-Pokal untuk Dortmund juga tampil produktif musim ini dengan torehan 5 gol.
“Di pertahanan kami tidak memiliki stabilitas yang diinginkan baru-baru ini. Mats adalah pemain yang memengaruhi pemain lain dan membawa pengalaman.” kata Joachim Low, dikutip dari BBC.com
2. Memperkuat Lini Serang
Sementara itu, pemanggilan kembali Thomas Muller erat kaitannya dengan performa lini serang Jerman akhir-akhir ini. Selama 2 tahun terakhir, anak asuh Joachim Low sudah mencetak 19 gol dalam 11 laga terakhir. Namun, gol-gol Jerman justru lebih banyak hadir dari pemain tengah atau pemain sayap.
Lagipula, performa Thomas Muller dalam 2 musim terakhir sangat sayang bila tak disalurkan ke timnas Jerman. Di tahun 2020, Muller mampu mencetak 14 gol dan 26 asis dalam 50 laga bersama Bayern Munchen. Di tahun itu, ia juga membantu Bayern meraih treble winners.
BREAKING: Germany recall Thomas Muller for the Euros.
He hadn’t played for Germany since 2018. pic.twitter.com/TW2AJwZqon
— B/R Football (@brfootball) May 19, 2021
Sementara di musim ini, Muller sudah menghasilkan 15 gol dan 24 asis dalam 45 laga. Statistik tersebut jelas lebih baik dari Timo Werner yang selalu jadi andalan Low selama ini. Werner baru membuat 12 gol dan 15 asis bersama Chelsea.
Lagipula, Muller adalah pemilik 100 caps bersama timnas Jerman dan sudah menyumbang 38 gol. Jadi, sangat aneh bila Low tak menyertakan penyerang 31 tahun itu. Di tambah lagi, Muller adalah seorang penafsir ruang yang serba bisa dan dapat bermain di segala posisi di lini depan, mulai dari striker, winger, hingga gelandang serang.
3. Menularkan Mentalitas Juara
Terlepas dari performa apik Hummels dan Muller, Joachim Low memang harus memanggil pemain seniornya dalam skuad EURO 2020. Pasalnya, dalam 11 laga terakhir, Der Panzer hanya mampu menang 5 kali, imbang 4 kali, dan 2 kali kalah.
Yang paling diingat tentu kekalahan menyakitkan 6-0 dari Spanyol di ajang UEFA Nations League (17 November 2020). Kekalahan kedua yang Jerman derita juga tak bisa dianggap remeh. Mereka kalah 1-2 dari Makedonia Utara di matchday ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 (31 Maret 2021). Di 2 laga tersebut, Jerman tampak begitu kesulitan mencetak gol dan bermain tanpa komando.
Hadirnya Muller dan Hummels jelas akan memberi tambahan amunisi yang butuhkan Jerman saat itu, khususnya dalam hal mentalitas juara. Dalam skuad Jerman untuk EURO 2020, hanya tersisa 5 anggota yang dulu mempersembahkan trofi Piala Dunia 2014. Mereka adalah Manuel Neuer, Matthias Ginter, Toni Kroos, serta Mats Hummels dan Thomas Muller. Low sendiri telah mengakui bahwa kepemimpinan Hummels dan Muller sebagai pemain senior sangat ia butuhkan.
“Mereka telah memainkan musim yang luar biasa. Mereka bisa menambah banyak tim dalam hal kepemimpinan di lapangan. Mereka tahu pola pikir, filosofi, dan dihormati oleh pemain lain karena apa yang telah mereka capai.”, kata Joachim Low dikutip dari bulinews.com.
Kepemimpinan pemain senior memang dibutuhkan dalam skuad Jerman yang punya rata-rata usia 27,5 tahun. Ban kapten tetap jadi milik Manuel Neuer. Sayang, Jerman tak dapat mengikutsertakan kiper Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen yang tengah bersiap menjalani operasi lutut. Sebagai gantinya, Low memanggil kiper Arsenal, Bernd Leno dan Kevin Trapp dari Eintracht Frankfurt.
𝗚𝗢𝗔𝗟𝗞𝗘𝗘𝗣𝗘𝗥𝗦 🇩🇪
Bernd Leno
Manuel Neuer
Kevin Trapp#DieMannschaft #EURO2020 pic.twitter.com/UdffTfcDv7— Germany (@DFB_Team_EN) May 19, 2021
Khusus untuk Muller, ia dapat jadi mentor yang baik bagi deretan penyerang yang dibawa Joachim Low. Selain membawa Muller, Low juga memanggil Timo Werner dan Kevin Volland. Bagi Volland, dipanggilanya penyerang AS Monaco itu ke ajang EURO 2020 bakal jadi keikutsertaannya yang pertama di turnamen besar.
16- Kevin Volland scored 16 goals in this season’s Ligue 1 – the most of any German player in Europe’s Top 5 leagues. Lethal. #DieMannschaft #EURO2020 pic.twitter.com/cNkNqSZDPn
— OptaFranz (@OptaFranz) May 19, 2021
Volland memang tampil apik di Ligue 1 musim ini. Penyerang 28 tahun itu sudah mengemas 16 gol. Selain Volland, Low secara mengejutkan juga membawa pemain 18 tahun milik Bayern Munchen yang tengah naik daun, Jamal Musiala. Musiala yang lebih memilih Jerman ketimbang Inggris sudah mencetak 6 gol dan 1 asis musim ini.
Jamal Musiala. 18-years old. Bayern Munich first team player. Bundesliga Rookie of the Year nominee. Included in Germany’s squad for the EUROs.
What a debut season for the youngster. 🔥 pic.twitter.com/ek5mG6sYyc
— Football Tweet (@Football__Tweet) May 19, 2021
Sayangnya, Low kembali ditinggal salah satu andalannya, Marco Reus. Kapten Dortmund itu memutuskan tidak memperkuat Jerman pada Piala Eropa nanti untuk memulihkan fisik pasca cedera. Namun, Low masih dapat memanggil beberapa pemain kunci lainnya, seperti Toni Kroos (Real Madrid), Emre Can (Dortmund), Joshua Kimmich (Bayern Munich), Ilkay Gundogan (Manchester City), Leon Goretzka, (Bayern Munich), Leroy Sane (Bayern Munich), dan Kai Havertz (Chelsea). Untuk memperkuat lini tengah, pelatih 61 tahun itu juga membawa Florian Neuhaus dan Jonas Hofmann, dua punggawa Borussia Mönchengladbach yang tampil apik di Bundesliga musim ini.
Daftar pemain yang dipanggil Joachim Low rata-rata mampu memainkan lebih dari 1 posisi. Ini akan jadi keuntungan untuk Jerman. Low dapat mencoba lagi skema 3-4-2-1 atau memainkan formasi 4-3-3 seperti yang kerap ia pilih. Memakai kembali formasi 4-2-3-1 seperti era Piala Dunia 2014 juga sangat mungkin dilakukan.
Our 26-man squad for @EURO2020 🇩🇪#DieMannschaft #EURO2020 pic.twitter.com/BmvAvUtTX0
— Germany (@DFB_Team_EN) May 19, 2021
Yang pasti, pengumuman skuad Der Panzer untuk EURO tahun ini memang jadi salah satu yang paling dinanti. Dengan status juara Piala Dunia 2014, performa Jerman setelah gugur di babak grup Piala Dunia 2018 memang jadi sorotan. Peringkat mereka di ranking FIFA juga turun ke posisi 12.
Lebih dari itu, Joachim Low jelas ingin meninggalkan perpisahan yang manis kepada Jerman. Seperti yang diketahui, pelatih 61 tahun itu akan memutuskan mundur dari kursi pelatih Der Panzer usai gelaran EURO 2020.
#JoachimLöw has announced his 26-man squad for Germany that will compete in the #EURO2020 and #BayernMunich dominates the roster with 8 Bayern players called to represent #DieMannschaft.#SportsNews #Football #UEFA #ThomasMüller pic.twitter.com/1r2xtgq3FZ
— Account Exchange (@Acc_Ex1) May 19, 2021
Namun, dengan kembalinya Mats Hummels dan Thomas Muller dalam skuad Der Panzer, setidaknya akan memberi harapan positif kepada Low dan utamanya publik Jerman. Pasalnya, di EURO 2020, Jerman tergabung di grup neraka. Mereka tergabung dalam Grup F bersama juara bertahan Portugal, juara Piala Dunia 2018 Prancis, dan peraih medali perunggu Piala Eropa 1964, Hungaria.
Mampukah Jerman keluar dari grup neraka dan melangkah jauh di Piala Eropa tahun ini?
***
Sumber Referensi: Bulinews, Okezone, BBC, DFB, Bavarian Football


