Beranda blog Halaman 590

Karier Thomas Tuchel yang Selalu Mengekor Jurgen Klopp

0

Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel telah menata reputasinya sebagai dua pelatih hebat asal Jerman. Keduanya terakhir bertemu di ajang Carabao Cup, dan Jurgen Klopp yang kali ini memenangkan pertandingan dengan membawa Liverpool naik podium.

Terlepas dari itu, kedua pelatih ini memiliki jejak karier yang hampir sama. Mereka sama-sama mengawali karier di kompetisi Bundesliga. Namun, hubungan keduanya tidaklah terlalu dekat. Mereka justru enggan dibanding-bandingkan.

Sebagaimana yang kita lihat sekarang, kedekatan mereka hanya sebatas kolega, tak lebih. Bahkan faktanya Thomas Tuchel lah yang selama ini mengekor bagi Jurgen Klopp. Dengan kekalahan Tuchel di final kemarin, itu menandakan bahwa Tuchel belum bisa lolos dari bayang-bayang Jurgen Klopp.

Awal Karier Klopp dan Tuchel

Sebelum membahas kiprah Thomas Tuchel yang tak bisa lepas dari bayang-bayang Jurgen Klopp. Kita akan ulas sedikit tentang perjalanan karier dari pelatih asal Jerman tersebut. Karier Thomas Tuchel dan Jurgen Klopp tercatat memiliki beberapa kesamaan.

Jurgen Klopp mengawali karier sebagai pemain sepak bola. Setelah dirasa cukup, pelatih berusia 54 tahun ini memutuskan gantung sepatu sebagai pemain profesional di klub Mainz 05 pada tahun 2001. Sama halnya dengan Klopp, Thomas Tuchel juga berstatus sebagai pensiunan pemain sepak bola. Namun, Tuchel memutuskan gantung sepatu lebih dulu pada tahun 1998 bersama tim SSV Ulm 1846.

Baik Tuchel maupun Klopp sama-sama mengawali karier kepelatihan di Bundesliga. Jurgen Klopp pertama kali menjadi manajer di klub yang terakhir ia bela, yaitu Mainz. Sedangkan Thomas Tuchel mengawali karier kepelatihan sebagai pelatih tim muda VfB Stuttgart, yang kala itu dimentori langsung oleh Rangnick yang melatih tim utama. Tuchel pun turut berjasa dalam mengembangkan pemain masa depan Stuttgart seperti Mario Gomez dan Holger Badstuber.

Tuchel Dibalik Bayang-bayang Klopp

Karier Tuchel bersama tim muda Stuttgart cukup mengesankan. Ia berhasil mengantarkan tim muda Stuttgart menjuarai Bundesliga U-19. Dengan prestasinya tersebut, Tuchel direkrut FC Augsburg sebagai pelatih U-19, kemudian Tuchel dipromosikan ke FC Augsburg II pada 2007.

Dengan membawa FC Augsburg II tampil cukup apik, Tuchel akhirnya direkrut oleh Mainz untuk kembali melatih tim junior. Hebatnya, baru semusim bersama Mainz junior ia kembali meraih gelar Bundesliga U-19 pada musim 2008/2009.

Pada musim berikutnya, kala Mainz berhasil kembali ke kasta tertinggi Bundesliga. Tuchel ditunjuk oleh manajemen klub untuk mengisi posisi sebagai pelatih tim utama yang ditinggalkan oleh Jurgen Klopp lantaran ia ditunjuk untuk melatih Borussia Dortmund. 

Debut Tuchel dengan tim utama pun cukup menjanjikan, tak mengalami satu kekalahan pun dalam tiga pertandingan awal, termasuk berhasil mengalahkan raksasa Bundesliga, Bayern Munchen di pertandingan ketiga. Bersama Mainz, Tuchel mengandalkan metode latihan yang berbeda dengan Jurgen klopp.

Berbekal ilmu dari sang guru, Ralf Rangnick, Tuchel menyajikan permainan sepak bola yang variatif dan kuat dari segi taktis. Bahkan Tuchel berhasil membawa Mainz finis di peringkat lima Bundesliga 2010/2011, sehingga Mainz mengamankan satu tiket untuk bermain di Europa League.

Namun, semua pencapaian ini nyatanya tak bisa mengeluarkan Tuchel dari bayang-bayang Klopp. Lantaran publik Mainz belum bisa melupakan sang pendahulunya, sosok kharismatik dan energik di pinggir lapangan serta genre heavy metal football milik Jurgen Klopp.

Komparasi ini cukup menjengkelkan bagi Tuchel, ia ingin memberikan warna baru di tubuh Mainz, tentu dengan gaya Tuchel sendiri bukan gaya Klopp. Namun, bagaimanapun ia mencoba, kharisma dari Jurgen Klopp tetap mengakar di benak fans Mainz 05.

Terulang Kembali di Dortmund 

Sialnya, hal serupa terulang kembali di Signal Iduna Park. Tepatnya pada tahun 2015, Tuchel kembali mewarisi skuad peninggalan Jurgen Klopp di Dortmund. Kala itu Dortmund mengalami musim yang cukup mengecewakan pada musim terakhir bersama Klopp. Dengan datangnya Tuchel, manajemen klub berharap ia memberi angin segar ke skuad  Die Borussen. 

Para pemain yang harus bekerja dengannya terbiasa dengan gaya sepak bola heavy metal milik Jurgen Klopp. For your information saja, sepak bola heavy metal adalah tekanan agresif, serangan balik tujuh hari tujuh malam dan memberikan permainan dengan intensitas tinggi hingga menit terakhir.

Lagi-lagi, Tuchel ingin lepas dari bayang-bayang seniornya tersebut dengan mengubah sistem yang sudah dibangun oleh Klopp. Tuchel bergerak cepat dengan mendatangkan Julian Weigl di musim pertamanya. 

Layaknya Xavi atau Andrea Pirlo, Julian Weigl menjelma sebagai kunci lini tengah Dortmund dan kehadirannya membuat Die Borussen berubah dari tim yang menyerang balik cepat menjadi tim yang lebih menguasai bola.

Tentu banyak yang mengapresiasi tindakan Thomas Tuchel yang berani mengubah sistem sepak bola heavy metal yang sudah matang pada era Jurgen Klopp. Dia lebih mendorong pemain untuk membangun serangan dari bawah ketimbang melakukan counter-pressing dan memaksa lawan membuat kesalahan. 

Segala usaha Tuchel untuk meloloskan diri dari bayang-bayang Klopp tampaknya tak berjalan sesuai ekspektasinya. Meskipun dapat menampilkan pola permainan yang ciamik mirip-mirip dengan pola permainan milik Pep Guardiola. Namun, Tuchel hanya menghasilkan satu buah trofi DFB Pokal pada musim 2016/2017 bagi Die Borussen.

Sangat jauh berbeda apabila dibandingkan dengan yang sudah Jurgen Klopp dapat sewaktu masih melatih Borussia Dortmund. Klopp berhasil meraih dua titel juara Bundesliga, satu DFb Pokal, dua kali German Super Cup, serta satu kali menembus final Liga Champions pada tahun 2013. 

Kembali Bertemu di Liga Inggris

Sejatinya Tuchel memiliki kesempatan untuk melepaskan diri dari nama besar Jurgen Klopp ketika ia hijrah ke kota Paris untuk melatih Paris Saint Germain. Di Liga Perancis, ia tak lagi kesal lantaran selalu dibanding-bandingkan dengan Jurgen klopp.

Akan tetapi, mungkin kedua pelatih Jerman ini memang berjodoh. Bagaimana tidak? Kala Tuchel ditunjuk sebagai penerus Frank Lampard untuk pelatih Chelsea pada tahun 2021, ia kembali dipertemukan dengan Klopp yang sudah terlebih dahulu malang melintang bersama Liverpool di sepak bola Inggris.

Kini, Persaingan lama antara dua teman dekat telah dihidupkan kembali dalam beberapa waktu terakhir, dengan Klopp sekarang menjadi lawan yang paling sering dihadapi Tuchel dalam beberapa kompetisi. 

Tercatat, pertemuan Thomas Tuchel dengan Jurgen Klopp sudah tersaji sebanyak 18 kali, dengan sepuluh kemenangan untuk Klopp dan tiga kemenangan bagi Tuchel dan sisanya berakhir imbang.

Satu-satunya hal yang bisa diunggulkan oleh Tuchel adalah perolehan trofi. Ia telah mengoleksi sepuluh trofi sedangkan Jurgen Klopp baru mengumpulkan sembilan trofi. Sialnya dengan kekalahan Tuchel di final Carabao Cup, Jurgen Klopp berhasil menyamai perolehan trofi milik Tuchel.

Persaingan kedua pelatih asal Jerman ini telah menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa mereka mampu memberikan inspirasi dari pinggir lapangan bagi persepakbolaan dunia. 

https://youtu.be/u9lqw7f7bek

Sumber: Panditfootball, Goal, Eurosport, SI

Mengingat Roman Abramovich Saat Awal Kedatangannya Ke Chelsea

Invasi Rusia terhadap Ukraina berdampak pada urusan sepak bola. Termasuk pelarangan hal-hal yang berbau Rusia di sepak bola. Sang Pemilik Chelsea, Roman Abramovich yang berasal dari Rusia juga tak luput terdampak.

Ia baru-baru ini melepas kepengurusan dalam tubuh Chelsea terkait imbas invasi. Hal ini banyak memunculkan spekulasi apa yang akan terjadi kedepannya terhadap tubuh The Blues.

Terlepas dari itu, bagi Chelsea, sejak kepemilikan Roman Abramovich adalah berkah tersendiri. Sebab hal ini tentu menjadi dasar bagi Chelsea selama ini, menikmati apa yang pernah dilakukan sang bos dalam perkembangan sepakbola klub London Barat tersebut.

Membeli Chelsea 2003

Datang ke London pada tahun 2003 dengan latar belakang bisnis yang berkembang di bawah pemerintahan Vladimir Putin, Roman Abramovich dengan cepat muncul sebagai salah satu orang terkaya di Rusia ketika itu.

Roman memutuskan untuk berinvestasi dalam bidang olahraga. Ia memutuskan untuk merogoh koceknya pada tahun 2003 untuk berinvestasi di klub Chelsea. Meskipun saat itu ditawari klub besar lain seperti Manchester United maupun Tottenham.

Ada banyak alasan yang mempengaruhi Roman dalam keputusannya membeli Chelsea. Selain sebelumnya ia sudah memiliki tempat tinggal di London, hutang Chelsea yang menggunung ketika itu membuat Chelsea ditawarkan dengan harga saham yang murah.

Chelsea bersedia untuk menjual seluruh sahamnya kepada Roman. Dan kesepakatan pun terjadi antara kedua belah pihak pada bulan Juni 2003. Awalnya Roman membeli saham 50% Chelsea dengan harga 30 juta pound atau Rp 574 miliar sebelum akhirnya menyelesaikan pengambilalihan penuh dengan total harga 140 juta pound atau Rp 2 triliun.

Di luar Chelsea, sebenarnya Roman juga berminat terhadap klub London lainnya yakni Spurs. Namun kesepakatan antara Roman dan Tottenham pada saat itu mengalami kegagalan. Karena Daniel Levy sang pemilik Tottenham hanya bersedia menjual 30% saham milik Tottenham.

Sejak kedatangan Roman Abramovich di Chelsea beberapa sektor yang amburadul perlahan mulai dibenahi, termasuk fasilitas, infrastruktur maupun jaringan bisnis.

Membangun Fasilitas Dan Pasar Bisnis

Sejak pengambilalihan Abramovich, Chelsea telah meningkatkan beberapa fasilitas termasuk tempat latihan mereka. Tempat latihan Chelsea, Cobham, adalah tempat semua pemain tim utama dan tim cadangan berlatih selama kompetisi.

Cobham berkembang perlahan dengan baik, semakin baik fasilitasnya, semakin baik pula konsep pelatihannya. Tak jarang para pemain muda yang menjadi tulang punggung Chelsea lahir berkat berkembangnya fasilitas ini.

Selain itu, Roman membangun sebuah museum Chelsea agar para penggemar bisa bernostalgia, atau bagi siapa saja orang awam yang ingin tahu lebih banyak tentang Chelsea. Hal ini sepertinya remeh, tapi secara tidak langsung ini berguna untuk meningkatkan citra Chelsea sebagai calon klub besar di mata dunia dan juga sekaligus meningkatkan sumber daya pendapatan klub.

Setiap klub besar mesti memiliki basis penggemar fanatik di beberapa negara. Kemampuan untuk menjangkau massa penggemar sepak bola di seluruh dunia penting bagi Chelsea. Hal itulah yang dikerjakan Roman Abramovich dengan timnya guna mengenalkan Chelsea ke pasar global.

Selang dua atau tiga tahun sejak kedatangan Roman ke Chelsea, jumlah penggemar Chelsea di negara-negara Asia seperti Cina, Korea, Jepang dan juga di benua Amerika telah meningkat secara drastis, dan ini bukan kebetulan tetapi digarap secara serius oleh pemilik.

Kemudian Abramovich mengembangkan strategi pemasaran global lainnya seperti tur pramusim di Asia dan Amerika, maupun membuat Official Megastore atau tempat menjual Merchandise Chelsea di seluruh dunia.

Kerja keras sang pemilik Roman Abramovich dan tim Public Relation serta pakar pemasarannya, telah membantu Chelsea tumbuh menjadi lebih dari sekadar klub sepak bola, dan perlahan sudah menjadi merek yang mendunia.

Fasilitas dan jaringan bisnis yang oke belum apa-apa jika Chelsea tidak berprestasi. Maka dari itu, mendatangkan pemain bintang untuk mendongkrak prestasi adalah prioritas Abramovich.

Membajak Peter Kenyon

Membawa dan meyakinkan pemain bintang untuk bermain di sebuah tim memang tak mudah. Butuh sosok yang bisa dipercaya untuk menangani itu. Dalam hal ini Roman membajak seorang mantan kepala eksekutif yang sukses bersama Manchester United, Peter Kenyon.

Kenyon dipercaya Roman untuk mengepalai operasi pembangunan di tubuh Chelsea dalam segala bidang. Kenyon juga dipercaya sebagai orang yang memiliki tanggung jawab besar terhadap transfer-transfer yang dilakukan Chelsea.

Kenyon berperan penting dalam kedatangan Jose Mourinho yang menggantikan Claudio Ranieri pada tahun 2004. Kenyon juga yang meyakinkan produsen perlengkapan olahraga seperti Adidas dan Samsung bergabung di Chelsea. Bagi The Blues, hal ini merupakan keuntungan finansial yang sangat besar bagi perkembangan klub kedepannya.

Transfer Awal Chelsea Dibawah Roman Abramovich

Peter kenyon selain membawa juru taktik handal dari Porto, Jose Mourinho juga beroperasi pada bursa transfer dengan cerdik. Beberapa nama bintang akhirnya mau bergabung dengan Chelsea.

Pembelian pertamanya yakni seorang remaja bek kanan Inggris bernama Glen Johnson, diambil dari rival London lainnya, West Ham, bersama rekan setimnya Joe Cole. Kemudian pemain serba bisa asal Kamerun, Geremi tiba dari Real Madrid. Lalu, kedatangan sayap eksplosif Damien Duff dari Blackburn Rovers dan Gelandang Scott Parker dari Charlton Athletic.

Pemain lain yang datang yakni Wayne Bridge yang dibeli dari Southampton, ada juga Juan Veron dan Hernan Crespo, dua bintang Argentina yang direkrut dari MU dan Inter Milan. Lalu, jangkar kunci Real Madrid asal Prancis, Claude Makelele dan bintang Rumania Adrian Mutu yang dibeli dari Parma. Para pemain baru Chelsea tersebut akan bergabung bersama pemain lama seperti William Gallas, Frank Lampard maupun John Terry.

Operasi transfer awal Chelsea di bawah sang pemilik Abramovich dinilai sebagai salah satu hal yang mencengangkan di publik Inggris, mengingat Chelsea belum pernah melakukan operasi transfer sebanyak itu dan hampir mengeluarkan total uang sebanyak 121 juta pound Rp 2,3 triliun

Kiprah Chelsea sebagai klub yang berisikan para pemain bintang pun mulai terasa dampaknya ketika berbanding lurus dengan prestasi yang dicapai. Bagaimanapun Chelsea ketika di musim 2003/2004 sudah mulai diperhatikan dunia sebagai salah satu klub besar berkat tangan sang pemilik baru Roman Abramovich.

Prestasi Awal Chelsea Dibawah Roman Abramovich

Dari segi prestasi, sepertinya kedatangan Abramovich menunjukan perkembangan yang sangat positif. Perkembangan itu terlihat ketika Chelsea yang masih ditangani pelatih Claudio Ranieri bisa finish sebagai runner up Premier League pada musim 2003/2004 di bawah sang juara, Arsenal usai di musim sebelumnya hanya berada di posisi empat klasemen.

Di musim yang sama, ketika Chelsea berkiprah di Champions League, mereka mampu melaju hingga ke babak semifinal dan harus mengakui keunggulan AS Monaco ketika itu.

Peningkatan prestasi yang sejatinya belum memuaskan sang pemilik ini tentu menjadi evaluasi di tahun berikutnya. Benar saja di musim berikutnya 2004/2005 akhirnya Chelsea dengan sederet bintang baru yang datang dan racikan pelatih baru Jose Mourinho mampu berbuah gelar juara Premier League yang sudah lama diidam-idamkan publik Stamford Bridge.

Beberapa kesuksesan di tahun-tahun berikutnya termasuk juara Champions League tidak luput berkat tangan dingin sang pemilik. Rasa terima kasih yang amat banyak harusnya sekarang diucapkan seluruh fans The Blues di seluruh belahan dunia terhadap jasa Roman Abramovich. Terlepas dari keterlibatannya pada kasus invasi Rusia dan mundurnya dia dari kepengurusan Chelsea.

https://youtu.be/ehg3UEV2j20

Sumber Referensi : thesportrush, dailystar, bleacherreport

Mengapa Son Heung-min Bertahan di Tottenham Hotspur?

0

Sulit untuk tidak mengakui bahwa kualitas seorang Son Heung-min luar biasa. Ia punya kecepatan yang membuat lawan ketar-ketir. Ia mampu menusuk ke jantung pertahanan lawan dan mencetak gol hanya dengan seorang diri saja.

Maka, bukan sebuah kemustahilan bahwa sosok pemain yang kabarnya pernah dekat dengan Jisoo Blackpink itu disebut-sebut sebagai pesepakbola Asia yang paling sukses di Eropa. Son Heung-min sudah menjadi role model para pesepakbola Asia yang bakal berkiprah di Eropa.

Tentu saja dengan deretan gelar individu yang ia raih, Son pantas disebut seperti itu. Sayangnya kualitas individu Son ini tidak pernah ia imbangi dengan gelar mayor di level klub. Sekalipun ia pernah meraih gelar-gelar individu seperti Pemain Terbaik Asia.

Banyak yang bilang itu karena Son Heung-min bermain di Tottenham Hotspur. Ia yang lama bertahan di Tottenham dan tak segera enyah dari sana membuat gelar level klub seperti angan belaka.

Son bergabung ke Tottenham Hotspur sejak 2015 dari Bayern Leverkusen. Kala itu Spurs menebus Son dengan banderol 30 juta euro atau melebihi Rp 500 miliar. Saat bergabung ke Tottenham, kemampuan Son pun langsung moncer.

Son langsung menjadi pemain kunci di Tottenham Hotspur dengan torehan 108 gol dari 281 caps. Duetnya bersama Harry Kane membuat lini serang Tottenham sangat tajam.

Namun, Son belum satu pun mendapat gelar mayor di level klub. Banyak orang menyangsikan keberadaan ia di Tottenham. Karena jika Son menginginkan sebuah trofi Liga Champions atau sekadar Piala FA, Tottenham Hotspur bukanlah klub yang tepat.

Ironisnya, untuk tidak menyebutnya aneh, saat Harry Kane yang sama moncernya itu sudah mulai diisukan bakal hengkang dari Spurs di musim panas nanti, Son justru tidak. Belum juga kontraknya habis di Tottenham, pria kelahiran Chuncheon, Korea Selatan itu justru memperpanjang kontraknya bersama The Lilywhites hingga 2025 mendatang.

Ingin Menghabiskan Karier di Tottenham

Kontrak itu, alih-alih disambut baik, justru dikritik oleh legenda Tottenham Hotspur, Danny Murphy. Murphy menyatakan kekesalannya pada Son Heung-min karena cepat sekali memperpanjang kontrak untuk Tottenham Hotspur tanpa berpikir kemungkinan untuk pergi. Seperti dikutip TalksSport, ia mengatakan Son adalah pemain yang tidak punya ambisi.

Semestinya dengan kualitas yang ia miliki, Son bisa berlabuh ke klub lain yang lebih sanggup memberinya gelar di level klub. Sehingga lengkap sudah kariernya sebagai pesepakbola. Tapi Son malah tetap bertahan di klub medioker.

Padahal banyak klub besar dan jelas-jelas bisa memberinya gelar seperti Bayern Munchen sampai Real Madrid menginginkannya. Namun, Son seolah tidak tertarik. Jadi, mengapa Son Heung-min bertahan di Tottenham Hotspur?

Alasan yang cukup kuat adalah Son Heung-min ingin mengakhiri kariernya di Tottenham Hotspur. Entah apa alasannya, tapi yang pasti kalau seorang pesepakbola mengakhiri karier di satu klub, bukan tidak mungkin ia bakal menjadi legenda.

Ia sendiri memang sudah menargetkan bakal bermain untuk The Lilywhites selama satu dekade. Dan jika melihat kontraknya yang sudah diperbaharui sampai 2025, keinginannya itu kemungkinan besar akan terwujud.

“Saya bisa berada di sini selama 10 tahun atau lebih. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Son Heung-min.

Tottenham Hotspur Memberi Son Kenyamanan

Selain memberinya waktu yang boleh jadi cukup untuk satu gelar, bertahan di Tottenham Hotspur malah bisa membuat Son tak mendapat satu pun gelar di level klub sepanjang kariernya. Mengapa? Karena kita semua tahu bahwa Tottenham belum pernah sanggup tampil konsisten, meskipun sudah ditangani pelatih kaliber Antonio Conte.

Namun, tampaknya Son sudah tidak peduli dengan gelar mayor di level klub. Ia merasa betah bersama Tottenham Hotspur. Apalagi klub London Utara itu memberikan sepenuhnya bagi Son Heung-min, termasuk tentu saja kenyamanan.

Sejak 2015, Son Heung-min memang sudah menjadi idola baru penggemar Tottenham Hotspur. Baginya, Tottenham seperti rumah. Dan para fans telah memberikan cinta yang luar biasa kepada Son Heung-min.

Belum lagi, klub sudah sepenuhnya percaya pada Son Heung-min. Terbukti kontraknya yang bakal habis di tahun 2023 langsung diperpanjang Tottenham sampai tahun 2025.

“Mereka menunjukkan betapa mereka mencintai saya. Saya sudah enam tahun bermain di sini (Tottenham), tetapi mereka memberi saya begitu banyak, dan saya ingin memberikan sesuatu kembali,” kata Son Heung-min.

Mencatatkan Rekor

Sekalipun sudah menunjukkan keinginannya untuk bertahan di Tottenham sampai 10 tahun lebih, Son tidak bisa lepas dari isu kepergiannya dari The Lilywhites. Pemain yang kini berusia 29 tahun itu pernah santer dikabarkan bakal hengkang dari Tottenham, andai Harry Kane angkat kaki.

Son bakal kehilangan partnernya, kata para pengamat sepak bola. Namun jika Kane pergi dari Spurs, hal itu justru bisa jadi bakal menguntungkan Son. Ia akan menjadi pencetak gol terbanyak di Tottenham Hotspur. Walaupun posisi naturalnya adalah pemain sayap.

Itu belum terjadi saja, peraih Puskas Award 2020 itu sudah mencatatkan rekor unik di Tottenham. Ia menjadi pencetak gol terbanyak The Lilywhites di luar pemain Inggris dan Irlandia. Son sudah mengemas total 118 gol dari 311 caps-nya bersama Tottenham di segala kompetisi.

Kesepakatan Finansial yang Bagus

Terlepas dari alasan-alasan tadi, Son bertahan cukup lama di Tottenham Hotspur karena mendapat kesepakatan finansial yang bagus. Legenda Spurs, Danny Murphy berpendapatan demikian. Di luar apa yang klub berikan untuk Son, ia bertahan karena kesepakatan finansial tercapai.

Meski tak disebutkan jumlah gajinya, tapi itu adalah alasan jujur mengapa Son bakal bertahan, bahkan sampai 2025 atau 10 tahun ia bakal bertahan di Tottenham.

“Saya yakin dia (Son) mendapat kesepakatan finansial yang bagus. Jadi jelas dia tidak peduli memenangkan sesuatu,” kata Danny Murphy.

Apa pun itu, Son Heung-min memanglah salah satu talenta terbaik yang keluar dari rahim Benua Asia. Andai kata ia sungguh-sungguh bertahan di Tottenham sampai waktunya pensiun, bisa jadi Son Heung-min adalah sosok pemain Asia yang menciptakan legacy bagi publik Tottenham Hotspur Stadium. Meskipun Tottenham hanya mampu dibawanya sampai ke final Liga Champions saja.

https://youtu.be/8lDouyRgdCg

Sumber referensi: spurs-web.com, thenationalnews.com, sportbible.com, goal.com

Berita Bola Terbaru 1 Maret 2022 – Starting Eleven News

BERITA TERBARU DAN TERKINI

AKHIRNYA MO SALAH LEPAS DARI KUTUKAN KIPER SAKTI CHELSEA

Tak hanya membantu Liverpool meraih gelar juara Piala Liga Inggris, Mohamed Salah juga berhasil melepaskan ‘kutukan’. Ini menjadi kemenangan pertama Mo Salah atas kiper andalan Chelsea, Edouard Mendy. Sebelum final Piala Liga Inggris, kedua pemain terlibat dalam empat bentrokan di level klub maupun timnas. Hasilnya adalah Mo Salah menuai dua kekalahan dan dua kali imbang. Pertemuan terakhir kedua pemain, sebelum di Final Piala Liga, terjadi pada final Piala Afrika, di mana Mendy sukses mengungguli Mo Salah.

DISAMBUT FANS, STRIKER UKRAINA TAK KUASA MENAHAN AIR MATA

Penyerang Ukraina yang bermain bagi Benfica, Roman Yaremchuk terlihat menangis setelah mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan saat timnya bertanding melawan Vitoria Guimaraes, Senin (28/2). Sang penyerang memulai laga kontra Vitoria dari bangku cadangan sebelum dimasukkan pada menit ke-62. Ia bahkan diberi ban kapten, dengan suporter tuan rumah memberi sambutan meriah guna mengekspresikan dukungannya terhadap negara asal si pemain yang tengah diserang Rusia.

GARY NEVILLE DAN JAMIE CARRAGHER KECAM ‘DRAMA’ ABRAMOVICH DI CHELSEA

Jamie Carragher dan Gary Neville sama-sama mengecam Chelsea dan pemilik klub Roman Abramovich di tengah panasnya invasi Rusia ke Ukraina. Abramovich, yang telah dikritik atas dugaan hubungan dekatnya dengan Vladimir Putin, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa ia telah menyerahkan kepengurusan Chelsea ke yayasan amal klub. Berbicara di Sky Sports, Neville mengecam sikap Abramovich, dengan menjelaskan bahwa miliarder Rusia itu masih bertanggung jawab di klub. Carragher menambahkan komentar Neville, bahwa Chelsea telah mempermalukan diri mereka sendiri dengan pernyataan mereka.

NEWCASTLE UNITED INCAR KIPER TIMNAS SPANYOL KEPA

Klub sultan baru Inggris, Newcastle United dikabarkan siap mendatangkan kiper Spanyol, Kepa Arrizabalaga pada musim panas 2022. Namun demikian, keinginan Newcastle United tentu tak mudah, mengingat harga sang kiper yang terbilang tinggi. Chelsea dikabarkan akan mendengarkan klub yang berani menggelontorkan dana tak kurang dari 50 juta pounds (sekitar Rp 963 miliar). Tentunya, dana dengan jumlah tersebut tidak akan terlalu sulit bagi Newcastle United yang belakangan banyak menggelontorkan dana untuk memperbaiki skuatnya.

MANCHESTER CITY PALING DIJAGOKAN GAET HAALAND

Dilansir Marca, Manchester City menjadi kandidat terdepan untuk mendapatkan bintang muda Borussia Dortmund, Erling Haaland. City berupaya mencari striker setelah kegagalannya mendatangkan Harry Kane dari Tottenham Hotspur. Haaland sendiri mengungkapkan bahwa ingin mencoba menantang dirinya untuk bermain di Liga Inggris. Pihak Borussia Dortmund mengabarkan bahwa Haaland akan memberikan keputusan terkait masa depannya pada April mendatang.

TAK ADIL BANDINGKAN VLAHOVIC DENGAN RONALDO

Mesin gol anyar Juventus, Dusan Vlahovic, memakai nomor punggung tujuh peninggalan Cristiano Ronaldo. Vlahovic kini sudah menyarangkan empat gol dari enam pertandingan bersama Nyonya Tua di semua kompetisi. Dua gol terakhir Vlahovic membantu Bianconeri menggulung Empoli 3-2 dalam lanjutan Serie A 2021/22. Penampilan apik membuat lelaki asal Serbia itu pun mulai dibandingkan dengan Ronaldo. Akan tetapi, Allegri menegaskan, bahwa Vlahovic tak bisa dibandingkan dengan pemain yang kini membela Manchester United itu.

PERNAH JADI KORBAN PERANG, MODRIC: KAMI INGIN DAMAI

Konflik antara Rusia dengan Ukraina membuat pemain Real Madrid, Luka Modric bersuara. Pernah menjadi korban perang, gelandang Kroasia itu secara terang-terangan menceritakan pengalaman pahitnya tersebut. Modric menjadi satu dari sekian banyak pemain yang menyuarakan agar perang antara Rusia dan Ukraina dapat segara diakhiri. Pasalnya sudah banyak nyawa yang hilang dalam konflik tersebut. “Saya tumbuh selama perang dan saya tidak menginginkannya pada siapa pun,” kata Modric.

PUJI PEDRI, XAVI: DIA SEPERTI INIESTA

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez memberikan pujian kepada bintang mudanya Pedri dalam kemenangan 4-0 atas Athletic Bilbao, di Camp Nou Senin (28/2) dini hari WIB. Xavi mengaku melihat permainan Pedri mengingatkannya kepada mantan partner nya Andres Iniesta. Dan ia menegaskan jika berbicara mengenai bakat alami maka Pedri merupakan yang terbaik di dunia. Pedri pemain luar biasa dan Xavi belum pernah melihat banyak talenta seperti Pedri.

IBRAHIMOVIC: SAYA TAK AKAN PENSIUN SEBELUM MILAN JUARA

Meski usianya sudah kepala empat alias 40 tahun, Zlatan Ibrahimovic masih enggan pensiun. Ibra telah mengemas delapan gol dan dua assist dalam 15 penampilan di Serie A musim ini. Namun, Ibra belum tampil di 2022 akibat cedera kambuhan di otot Achilles-nya. Ibra percaya AC Milan layak diganjar trofi setelah menunjukkan kemajuan pesat. Saat ini Milan menempati urutan kedua di klasemen sementara Liga Italia dan menapaki semifinal Coppa Italia. Ibra ingin memimpin Milan ke tangga juara sebelum pensiun.

JUVENTUS JADIKAN PAUL POGBA SEBAGAI TARGET NOMOR SATU

Bintang Manchester United, Paul Pogba tampaknya akan meninggalkan Old Trafford. Juventus telah menjadikan Paul Pogba sebagai target transfer utama mereka untuk musim panas mendatang. Juve.com melaporkan gelandang Prancis itu tidak akan memperbarui kontraknya di Manchester United dan klub Serie A itu bermimpi untuk membawanya kembali ke Turin. Juve menikmati bakatnya ketika dia bermain antara 2012 hingga 2016 dan dia bisa membawa klub kembali ke puncak liga jika dia kembali.

FIFA BANNED SEPAK BOLA RUSIA

FIFA telah mengeluarkan pernyataan resmi, bahwa mereka melarang tim Rusia untuk berpartisipasi dalam kompetisi FIFA atau UEFA sampai pemberitahuan lebih lanjut setelah invasi ke Ukraina. Skorsing ini tentu akan berdampak pada tim nasional putra Rusia menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar. Rusia akan menghadapi Polandia di babak playoff kualifikasi pada pertengahan Maret mendatang.

UEFA RESMI AKHIRI KERJASAMA DENGAN GAZPROM

Setelah Schalke. Kini UEFA, badan sepak bola Eropa, mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri kontrak sponsor puluhan juta euro dengan perusahaan energi milik negara Rusia Gazprom setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Gazprom sendiri telah menjadi sponsor UEFA sejak tahun 2012, kabarnya kesepakatan itu bernilai sekitar 50 juta euro atau Rp. 805,7 miliar per tahun.

INGGRIS TOLAK TANDING LAWAN RUSIA

Asosiasi Sepak Bola Inggris mengumumkan bahwa mereka tidak akan memainkan pertandingan melawan Rusia di masa mendatang. Meski Timnas putra tak ada jadwal tanding melawan Timnas Rusia. Namun, Timnas wanita Rusia lolos ke Kejuaraan Eropa dan berpotensi bertemu Timnas wanita Inggris. European Championship ini akan dilaksanakan di Inggris pada musim panas nanti.

LEEDS TUNJUK PELATIH BARU

Leeds United resmi menunjuk Jesse Marsch sebagai pelatih kepala baru klub untuk menggantikan Marcelo Bielsa yang telah dipecat pada hari minggu lalu. Marsch, yang sebelumnya melatih di New York Red Bulls dan RB Salzburg, telah menandatangani kontrak hingga Juni 2025 dengan Leeds United. 

FULHAM TERTARIK DATANGKAN BALOTELLI

Menurut Football Italia, Fulham dikabarkan tertarik untuk mendatangkan penyerang Adana Demirspor, Mario Balotelli. Mengingat Fulham akan bersiap untuk kembali ke kasta tertinggi Liga Inggris. Fulham kini bertengger di puncak kelasemen kasta kedua Liga Inggris. Jadi tak heran apabila Fulham ingin mencari amunisi baru guna bersaing di EPL, dan Mario Balotelli merupakan pilihan yang tepat.

BUFFON TETAP BERMAIN HINGGA 2024

Usia hanyalah sebuah angka, mungkin pepatah itu yang tepat untuk menggambarkan kiper legendaris milik Italia, Gianluigi Buffon. Pasalnya penjaga gawang berusia 44 tahun ini telah menandatangani kontrak baru dengan Parma hingga Juni 2024, kesepakatan ini akan membuatnya tetap bermain untuk klub hingga usianya mencapai 46 tahun.

KODE DARI CONTE

Conte mengklarifikasi soal pernyataannya minggu lalu, yang mengisyaratkan bahwa ia sangat pesimis dengan posisinya sebagai pelatih di Spurs dan ingin meninggalkan klub apabila itu adalah opsi yang terbaik. Hal tersebut hanya untuk mengkode para pemainya yang tampil kurang memuaskan setelah mengalami kekalahan memalukan 1-0 atas Burnley. Meski ia tak menyampaikannya secara gamblang, secara pribadi ia tetap kecewa dengan penampilan punggawa Spurs yang tak konsisten.

SPARTAK MOSCOW DIDEPAK DARI EUROPA LEAGUE

Menurut Football Espana, UEFA akan membatalkan pertandingan 16 besar Liga Europa antara Spartak Moskow dengan RB Leipzig. Artinya Leipzig, yang mengalahkan Real Sociedad di babak playoff untuk melaju ke babak 16 besar, akan langsung melaju ke perempat final kompetisi tersebut. Sepertinya dampak dari invasi Rusia ke Ukraina sangat mempengaruhi sepak bola Rusia.

ANTHONY TAYLOR: WASIT JUGA INGIN DIMENGERTI

Wasit Liga Inggris, Anthony Taylor telah memohon kepada penggemar Arsenal, Chelsea dan Spurs untuk lebih memiliki pemahaman dan empati terhadap pengambilan keputusan wasit  dan VAR. Permohonan ini muncul setelah Mikel Arteta dan Frank Lampard mengkritik beberapa keputusan wasit. Anthony Taylor juga menyadari bahwa wasit hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna, jadi mohon pengertianya.

ARSENAL BEBERKAN JUMLAH KERUGIAN

Arsenal telah mengumumkan, bahwa mereka mengalami kerugian sebesar 107,3 ​​juta pounds atau sekitar Rp. 2 triliun dalam rekening keuangan hanya untuk musim 2020-2021. Kerugian itu dimulai dari masa pandemi. Terutama pendapatan dari penjualan tiket. Karena pada masa pandemi, laga berjalan tanpa penonton dan itu jadi kerugian besar bagi Arsenal dan klub-klub Liga Inggris lainnya.

PEP REKOMENDASIKAN PEMAIN PENGGANTI AUBAMEYANG PADA ARTETA

Pep Guardiola telah memberi tahu Mikel Arteta bagaimana cara menggantikan Pierre-Emerick Aubameyang di Arsenal. Pep Guardiola telah merekomendasikan Robert Lewandowski sebagai solusi terbaik bagi Arsenal saat mereka mencari pengganti jangka pendek Aubameyang yang pindah ke Barcelona. Dengan Bayern yang tak mau memberikan kontrak jangka panjang untuk Lewandowski, situasi ini bisa dimanfaatkan Arsenal untuk mengatasi krisis pemain depan mereka.

BARCA SEMAKIN DEKAT DENGAN KESSIE

Menurut Football Italia, Barcelona dilaporkan selangkah lebih dekat untuk mendatangkan gelandang AC Milan, Franck Kessie dengan status bebas transfer. Kontrak Franck Kessie akan habis pada akhir musim ini, dan Barcelona akan mempercepat negosiasi dengan pihak AC Milan untuk mengamankan tanda tangan kessie. 

ONANA SIAP TINGGALKAN AJAX

Inter siap mengumumkan Andre Onana sebagai pemain baru mereka. Pemain internasional Kamerun telah menjalani tes medis dengan sang juara Serie A pada Januari kemarin. Onana juga merasa waktunya bersama Ajax sudah habis. Ia menyatakan siap untuk meninggalkan Ajax, klub yang sudah ia bela selama tujuh tahun lebih.

RIBERY KECELAKAAN MOBIL, LAGI?

Salernitana mengumumkan bahwa Franck Ribery akan absen selama beberapa hari setelah terlibat dalam kecelakaan mobil. Ribery bukan yang menyetir mobil namun ia dikonfirmasi mengalami cedera ringan di bagian kepala. Kabarnya Ribery akan absen kurang lebih selama tujuh hari.

INTER MIAMI INGIN DATANGKAN MESSI DI TAHUN 2023

Inter Miami menargetkan untuk mendatangkan mega bintang, Lionel Messi apabila ia memutuskan untuk pergi dari PSG pada tahun 2023 mendatang. PSG masih memiliki opsi untuk memperpanjang kontrak Messi hingga 2024, tetapi Inter Miami terus memantau situasi La Pulga. Pemilik Inter Miami, David Beckham memiliki kedekatan dengan Messi, jadi bukan tidak mungkin bila Beckham dapat merayu Messi untuk bermain di Miami.

Berita Bola Terbaru 28 Februari 2022 – Starting Eleven News

Daftar Isi

Berita bola terbaru dan terkini

 

EVERTON KALAH, FRANK LAMPARD KECAM VAR

Manajer Everton, Frank Lampard mengecam VAR usai timnya kalah melawan Manchester City, kemarin. Lampard mengklaim bahkan putrinya yang berusia tiga tahun dapat melihat bahwa timnya seharusnya mendapat hadiah penalti di penghujung pertandingan saat kalah 1-0 dari City di Liga Inggris. Jelang laga bubaran, gelandang City Rodri sebenarnya telah menggunakan lengannya untuk mengontrol bola di area penaltinya sendiri. Liga Premier menjelaskan keputusan itu, dengan mengatakan bola tidak mengenai Rodri di bawah garis lengan atau “zona merah”.

COUTINHO MENGAKU TAK MENYESAL GABUNG BARCELONA

Philippe Coutinho tegas mengatakan tidak ada penyesalan meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan Barcelona beberapa tahun lalu. Saat itu Coutinho mengambil keputusan terbaik menurutnya. Namun karirnya di Barcelona berjalan tidak sesuai keinginan. Malah kini, sejak dipinjamkan ke Aston Villa, Coutinho mampu mencatatkan 2 gol dan 2 assist dari 5 laga. Dia siap membawa Villa mencapai target musim ini. Coutinho bekerja sama dengan Steven Gerrard, mantan rekannya di Liverpool dahulu yang menjabat sebagai pelatih Villa.

PELATIH PSG POCHETTINO TOLAK TAWARAN LATIH MU DEMI REAL MADRID

Pelatih PSG, Mauricio Pochettino santer diperkirakan akan kembali secara sensasional ke Liga Premier untuk mengambil alih Manchester United. Namun, eks manajer Tottenham mungkin telah menolak kesempatan itu sambil menunggu tawaran yang lebih baik dari tempat lain. Dilansir dari AS, Sabtu (26/2), Pochettino tertarik untuk pindah ke Bernabeu dan menyesal menolak Madrid ketika mereka ingin merekrutnya pada 2018. Dilaporkan Pochettino telah menolak pendekatan dari MU, setelah diberitahu bahwa Ancelotti mungkin sedang dalam perjalanan keluar dari Real Madrid.

MARTUNIS SIAP LELANG JERSEY ASLI RONALDO UNTUK BANGUN PESANTREN

Martunis, anak angkat megabintang Manchester United hendak melelang jersey CR7 untuk pembangunan pesantren. Seragam Cristiano Ronaldo yang hendak dilelang Martunis itu dipakai sang mega bintang saat Setan Merah menumbangkan klub asal Rumania bernama FC Dinamo Bucuresti dengan skor 3-0 dalam laga leg kedua pada babak ketiga kualifikasi Liga Champions 2004/05. Di jersey tersebut terdapat tanda tangan Cristiano Ronaldo dan kalimat spesial untuk Martunis.

ANCELOTTI PUAS MADRID BISA KALAHKAN RAYO VALLECANO

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti senang dengan kemenangan 1-0 timnya atas Rayo Vallecano dalam pertandingan La Liga, di Stadion De Vallecas, Ahad (27/2) dini hari WIB. Karim Benzema menjadi pahlawan berkat golnya tujuh menit jelang waktu normal berakhir. Kemenangan ini memperlebar jarak Madrid di puncak klasemen dari tim peringkat kedua, Sevilla. Itu sebabnya Ancelotti senang dengan hasil akhir meskipun butuh perjuangan keras untuk memenangkan pertandingan.

MADRID MAKIN PEDE BISA GAET MBAPPE SEKALIGUS HAALAND

Real Madrid terus dikait-kaitkan dengan dua nama pemain muda yang cemerlang saat ini, Kylian Mbappe dan Erling Haaland. Menariknya, El Real kini disebut-sebut berpotensi merekrut keduanya sekaligus pada musim panas mendatang. Sesuai laporan yang ada, tidak akan mudah bagi Madrid untuk memboyong kedua pemain tersebut, tapi klub raksasa Spanyol itu masih punya kemungkinan untuk bisa melakukannya. Batu sandungannya adalah fakta bahwa jika keduanya didatangkan bersamaan, tentu Madrid harus membayar biaya senilai 100 juta euro per tahun.

INTER MILAN TERUS PANTAU SITUASI ACERBI DI LAZIO

Francesco Acerbi mulai kehilangan tempatnya di skuat utama Lazio. Acerbi sudah jarang bermain untuk Lazio setelah bek berusia 33 tahun itu mengalami cedera hamstring di bulan Januari silam. Selain kebugarannya yang bermasalah, hubungan yang kurang harmonis antara sang bek dengan ultras Biancocelesti diyakini juga menjadi salah satu andil kenapa ia jarang dimainkan oleh pelatih Maurizio Sarri. Situasi itu pun kemudian dipantau oleh Inter Milan, yang berminat untuk menggunakan jasa sang bek pada musim depan.

NEDVED BERHARAP REPUBLIK CEKO IKUTI JEJAK POLANDIA DAN SWEDIA

Peristiwa perang membuat Polandia mengumumkan penolakan untuk bermain kontra Rusia, yang diamini oleh kiper Wojciech Szczęsny lewat unggahannya di akun Instagram pribadinya. Wakil presiden Juventus, Pavel Nedved, yang merupakan warga Eropa Timur, memahami pemikiran Szczesny, dan mengutarakan harapannya agar Republik Ceko juga mengambil langkah yang sama, seperti Polandia dan Swedia, yang menolak bermain kontra Rusia di play-off Piala Dunia 2022.

CEDERA KONTRA EMPOLI, ZAKARIA PERPANJANG DAFTAR PESAKITAN JUVENTUS

Juventus mengalahkan tuan rumah Empoli 3-2 pada pekan ke-27 Serie A 2021/22, kemarin. Namun, kemenangan Juventus ini harus dibayar dengan cederanya gelandang Denis Zakaria. Zakaria ditarik keluar dengan keadaan tertatih usai lutut pada kaki kirinya dikompres es pada menit ke-37 kontra Empoli. Kondisi Zakaria membuat pelatih Massimiliano Allegri terancam tanpa sembilan pemain seniornya ketika melawat ke markas Fiorentina untuk leg pertama babak semifinal Coppa Italia, Kamis (3/3) dini hari WIB.

HASIL PERTANDINGAN

Liverpool mengalahkan Chelsea di Final Carabao Cup Minggu di Wembley. Kedua tim bermain imbang selama 90 menit plus perpanjangan waktu 2×15 menit. Ketatnya pertandingan terus berlanjut hingga babak adu penalti. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan 10 eksekutor (non-kiper) penalti Chelsea dan Liverpool menunaikan tugasnya. Kepa Arrizabalaga yang bertugas sebagai eksekutor ke-11, menjadi satu-satunya penendang yang gagal. Liverpool pun menang adu penalti dengan skor 11-10.

Dari ajang La Liga Spanyol, Barcelona sukses menenggelamkan Athletic Bilbao dengan skor 4-0 di Camp Nou. Keempat gol Blaugrana dicetak oleh Aubameyang di babak pertama, serta Ousmane Dembele menit 73, Luuk de Jong menit 90, dan Memphis Depay menit 90+4. Kemenangan ini perlahan membuat Barca naik ke posisi empat besar La Liga. Sedangkan Bilbao masih bertahan di peringkat ke 8. Pada laga lainnya, Sociedad menang 1-0 atas Osasuna.

Dari ajang Serie A, AS Roma harus susah payah untuk bisa membawa tiga poin dari markas Spezia. Pasukan Jose Mourinho baru bisa nyetak gol di menit-menit akhir laga melalui sepakan penalti Tammy Abraham. Kemenangan ini pun membawa Roma naik ke posisi 6, sedangkan Spezia masih terdampar di posisi ke 16.

MENANG TIPIS ATAS WOLVES, WEST HAM JAGA ASA FINIS EMPAT BESAR

West Ham United berhasil mengamankan tiga poin vital usai menang tipis 1-0 atas Wolves dalam partai pekan ke-27 Liga Inggris 2021/22 di London Stadium, Minggu (27/2) malam. Satu-satunya gol dalam laga ini dicetak oleh Tomas Soucek di babak kedua. Kemenangan ini membuat The Hammers duduk di peringkat kelima dengan perolehan 45 poin dari 27 laga. Mereka memiliki poin yang sama dengan Arsenal di tempat keenam, tetapi baru memainkan 24 laga.

FINAL CARABAO CUP: SOLIDARITAS DARI WEMBLEY UNTUK UKRAINA

Laga final Carabao Cup antara Chelsea vs Liverpool yang digelar di Wembley juga ikut menunjukkan solidaritas untuk Ukraina yang saat ini sedang di invasi Rusia. Kapten dari kedua tim, Jordan Henderson dan Cesar Azpilicueta masuk ke lapangan dengan membawa karangan bunga berwarna biru dan kuning milik bendera Ukraina. Dengan jargon Football Stands Together, Ngolo Kante dan kawan-kawan serta Mohamed Salah dan kolega kemudian bertepuk tangan dengan maksud memberi semangat untuk Ukraina.

JURGEN KLOPP SANJUNG KIPER LIVERPOOL KELLEHER

Liverpool juara Piala Liga Inggris 2021/22 usai menekuk Chelsea lewat drama adu penalti. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, pun memuji performa kiper mudanya, Caoimhin Kelleher. Kiper 23 tahun asal Irlandia itu tampil tenang dan mencetak salah satu gol penalti Liverpool. “Di pemusatan latihan, kami memiliki kiper yang dapat memenangkan sesuatu. Caoimhin (Kelleher) mampu melakukannya dan sudah seharusnya seperti itu,” kata Klopp dilansir dari BBC.

THIAGO NANGIS, GAGAL MAIN DI FINAL CARABAO CUP KARENA CEDERA

Gelandang Liverpool, Thiago Alcantara tak kuasa menahan air matanya usai alami cedera. Pemain Spanyol itu pada awalnya masuk dalam starting XI Liverpool saat menghadapi Chelsea di Wembley, Minggu (27/2). Namun, apes Thiago malah cedera saat melakukan pemanasan sebelum melakoni pertandingan. Juergen Klopp kemudian mengambil keputusan untuk mengganti Thiago dengan Naby Keita. Situasi ini tak ayal membuat Thiago terpukul.

FIFA TAK IZINKAN BENDERA DAN LAGU KEBANGSAAN RUSIA DIGUNAKAN DALAM PERTANDINGAN

Dampak invasi Rusia ke Ukraina, FIFA mengambil sikap tegas kepada negeri beruang merah tersebut. Dikutip dari laman resminya, Senin (28/2), FIFA mengatakan bahwa semua tim yang tergabung dalam Persatuan Sepakbola Rusia tidak boleh mengibarkan bendera serta mengumandangkan lagu kebangsaan mereka dalam laga yang mereka ikuti. Kemudian, FIFA juga menjelaskan bahwa semua kompetisi internasional yang dimainkan di wilayah Rusia dengan status pertandingan kandang, wajib dimainkan di wilayah netral dan tanpa penonton. Semua anggota yang mewakili sepakbola Rusia harus menggunakan nama “Football Union of Russia (RFU), bukan “Rusia”

INGGRIS TOLAK LAWAN RUSIA DI PIALA DUNIA 2022 DEMI UKRAINA

Federasi Sepakbola Inggris (FA) ikut ambil tindakan terkait dengan serangan yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina. Bahkan saat ini FA telah membuat pernyataan Timnas Inggris tidak akan mau berhadapan dengan Timnas Rusia dalam kompetisi apapun. Hal ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada Ukraina. Bukan hanya Inggris yang menolak lawan Rusia. Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) juga mengeluarkan pernyataan menolak pertandingan melawan Rusia di semua level.

GILIRAN REPUBLIK CEKO BOIKOT RUSIA DI AJANG PIALA DUNIA 2022

Asosiasi Sepakbola Ceko telah mengkonfirmasi tim nasionalnya tidak akan melawan Rusia yang kemungkinan akan menjadi lawan mereka di babak play-off Piala Dunia 2022. Sebagai informasi, Ceko dijadwalkan untuk bertemu Swedia di babak pertama playoff di Stockholm pada 24 Maret sementara Rusia harus menunggu kunjungan Polandia ke Moskow pada hari yang sama. Asosiasi Sepakbola Swedia dan Ceko mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa FIFA akan mengubah lokasi pertandingan dari Rusia.

FEDERASI SEPAKBOLA PRANCIS: RUSIA HARUS TERSINGKIR DI PIALA DUNIA 2022

Ketua Federasi Sepak Bola Prancis, Noel Le Graet mendesak FIFA agar mencoret Rusia dari kualifikasi Piala Dunia 2022. “Dunia olahraga, terutama sepak bola, tidak bisa bersikap netral terus-terusan. Saya pastinya tidak akan menentang pengusiran Rusia,” kata Noel Le Graet. Kekuatan Prancis mungkin bakal membuat UEFA dan FIFA tergerak. Pasalnya, mereka masih menyandang status sebagai juara bertahan hingga sekarang.

RESMI LEEDS UNITED PECAT MARCELO BIELSA

Leeds United memecat pelatih Marcelo Bielsa usai rangkaian hasil buruk, Minggu (27/2). Pemilik Leeds United Andrea Radrizzani menyebut pemecatan Bielsa sebagai keputusan terberat yang harus diambil sejak berkuasa per Mei 2017. Leeds United dilaporkan membidik Jesse March sebagai pengganti Bielsa. Sebagai informasi, Marsch tengah menganggur usai diberhentikan RB Leipzig, Desember 2021. Dia baru bekerja lima bulan di sana menggantikan Julian Nagelsmann.

ZANIOLO TEBAR KODE KEPINDAHAN KE JUVENTUS?

Daun muda AS Roma Nicolo Zaniolo ketahuan memberikan sebuah kode yang diklaim dirinya tertarik untuk pindah ke Juventus. Football Italia melaporkan kalau Zaniolo baru saja menyukai sejumlah unggahan Instagram para pemain Juve menyusul kemenangan atas Empoli akhir pekan lalu. Media tersebut kemudian mengklaim kalau Zaniolo telah memberikan kode pindah ke Juve pada bursa transfer musim panas 2022 mendatang. Zaniolo memang sedang berada diambang pintu keluar AS Roma seiring dengan kontraknya yang habis pada 2024 mendatang tidak segera diperpanjang.

CARA MADRID RAYU MBAPPE, HAK GAMBAR SEPERTI RONALDO

Real Madrid menjadi klub yang paling getol meminang Mbappe. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian Madrid bisa mendapatkan bintang PSG tersebut. Kini, muncul kabar terbaru dimana El Real akan menggunakan cara lain untuk merayu Mbappe sehingga dia segera membuat keputusan. Image rights alias hak gambar bakal jadi daya tarik baru. Los Blancos bakal menggunakan persentase hak gambar seperti yang pernah diberikan kepada mantan bintangnya, Cristiano Ronaldo. Umumnya, Madrid membagi 50:50 untuk hak gambar pemainnya. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi CR7, yang menjadi pengecualian. Nah, Madrid akan menggunakan langkah serupa untuk menarik minat Mbappe. Sang pemain bakal mendapat pengecualian di Santiago Bernabeu di mana hak gambarnya bisa lebih dari 50 persen.

KALAHKAN LAZIO 2-1, NAPOLI GUSUR MILAN DARI PUNCAK SERIE A

Napoli meraih kemenangan penting atas Lazio dengan skor 2-1 pada lanjutan Serie A Italia 2021/22 di Stadion Olimpico, Roma, Senin (28/2) dini hari. Hasil pertandingan membuat I Partenopei naik ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 57 poin karena mereka unggul selisih gol dengan AC Milan yang memiliki jumlah poin serupa. Sementara itu, Lazio harus terima turun ke posisi tujuh karena baru memiliki 43 poin.

Inilah Kunci Sukses Newcastle United Bangkit Dari Keterpurukan

Setelah Newcastle United diakuisisi pemilik Arab Saudi, antusias dan harapan publik seketika melonjak. Publik sepak bola menanti apa yang bisa dilakukan dengan duit Arab tersebut pada Newcastle United.

Perlahan namun pasti, sejak diakuisisi pada bulan Oktober 2021, Newcastle mulai merapikan keadaan yang ada. Mengingat keadaan Newcastle sebelumnya sedang amburadul dan berada di jurang degradasi.

Dan benar saja, Newcastle mulai merangsek keluar dari zona degradasi. Performa The Magpies pun semakin menanjak, dan kini hingga laga ke-25, Newcastle United sudah bertengger di posisi 14 klasemen sementara Premier League. Tampaknya, pengaruh akuisisi itu sudah mulai kelihatan. Apalagi soal transfer pemain.

Kebijakan Transfer

Setelah mendapat dana segar dari Arab, terlihat Newcastle United sangat boros dalam menghabiskan dana itu di bursa transfer musim dingin 2022.

Newcastle lewat perantara akuisisi mereka yakni Amanda Staveley dan Mehrdad Ghodoussi pada awalnya ingin sekali untuk langsung mendatangkan direktur olahraga yang handal agar mereka tepat dalam beroperasi di bursa transfer Januari 2022.

Akan tetapi, nama-nama incaran seperti Emenalo, mantan direktur olahraga Chelsea, dan Luis Campos, direktur olahraga yang berhasil bersama AS Monaco dan Lille belum juga sepakat untuk datang ke Saint James Park.

Alhasil, dengan menggunakan sumber daya pemandu bakat yang ada, serta melirik pemain sesuai dengan kebutuhan pelatih, mau tidak mau harus dilakukan Newcastle. Dengan menghabiskan dana sekitar 92 juta pounds (Rp 1,9 triliun), Newcastle perlahan mulai membenahi skuadnya.

Pembelian pertama Newcastle yakni bek kanan Inggris, Kieran Trippier dari Atletico Madrid. Beberapa waktu kemudian, Newcastle membajak penyerang andalan sang rival di papan bawah Premier League, Burnley, yakni Chris Wood.

Jelang penutupan bursa, Newcastle United membuat kejutan dengan sukses memboyong gelandang Brasil, Bruno Guimarães dari Lyon. Kemudian pada hari terakhir bursa, Newcastle kembali mendatangkan dua pemain anyar lagi yakni Matt Targett dari Aston Villa dan Dan Burn dari Brighton.

Pos yang dibenahi Newcastle dengan transfer tersebut, di atas kertas, tepat. Seperti Trippier di sektor bek kanan yang sangat dibutuhkan dengan gol tendangan bebasnya maupun crossing-nya yang akurat.

Sementara itu kehadiran Chris Wood dapat menambal lini depan yang sering ditinggal Callum Wilson cedera. Kehadiran Dan Burn dan Matt Targett di sektor kiri juga menambal kebocoran sektor pertahanan kiri Newcastle. Seorang Bruno Guimaraes juga dapat diandalkan sebagai motor serangan yang flamboyan di tengah bagi Newcastle yang selama ini belum dipunyai.

Faktor Pelatih

Kebijakan transfer tersebut tentu berawal dari pengamatan secara langsung antara tim pelatih baru dan direktur olahraga Newcastle United. Mereka saling bertukar pikiran demi membawa pemain ke Newcastle dengan cara yang efektif dan efisien.

Tim pelatih baru Newcastle, Eddie Howe bersama asistennya, Jason Tindall yang datang pada November 2021 bertanggung jawab memberikan evaluasi, pos mana saja yang harus dibenahi di skuadnya.

Faktor pelatih Eddie Howe yang pernah melatih Bournemouth itu menjadi kunci perkembangan performa Newcastle. Meskipun, di awal kedatangannya tak mulus setelah debutnya berakhir imbang 3-3 melawan Brentford.

Di bawah asuhan Howe, permainan Newcastle selama beberapa bulan pertama terjebak di antara gaya permainan konservatif dan naluri medioker bekas peninggalan Steve Bruce. Alhasil, debut Howe mengalami 4 kali kekalahan dari 7 pertandingan yang ia jalani di Premier League.

Dalam hal penerapan filosofi bermain, tentu berbeda jauh dari pendahulunya di Newcastle, Steve Bruce yang cenderung bertahan dan terlihat miskin taktik. Howe adalah tipe pelatih muda yang progresif dan ekspansif dalam menerapkan sepak bola menyerang.

Howe sering menggunakan pakem menyerang 4-3-3 ketika di Bournemouth. Kini, pakem itu pun diterapkan di Newcastle. Ia mencoba memanfaatkan pemain yang ada, tentu juga dengan ditambah amunisi baru sesuai kebutuhan strateginya. Howe dalam hal ini membuat semacam revolusi taktik di tubuh skuadnya. Salah satunya yakni melakukan perombakan cara bermain di sektor lini tengah.

Transformasi Pemain

Beberapa hal transformasi pemain dilakukan Howe. Howe melakukan eksperimen dengan menaruh trio gelandang baru yakni Joelington, Joe Willock dan Jonjo Shelvey. Mereka dicoba Howe pertama kali pada partai melawan Leeds United pada 22 Januari 2022 di lanjutan laga Premier League.

Mengingat masing-masing dari trio itu punya peran yang berbeda dari sebelumnya. Joelinton awalnya adalah seorang Striker, kemudian Willock juga adalah gelandang serang yang sering dipakai di sisi sayap, Kemudian Jonjo Shelvey bukanlah seorang Defensive Midfielder murni tapi lebih ke Box to Box Midfielder.

Transformasi peran yang dilakukan Howe ternyata menuai hasil. Melihat perkembangan trio lini tengah barunya, Jonjo Shelvey lebih mengemban tugas sebagai penyaring serangan lawan, sedangkan Willock dan Joelington sebagai penyeimbang, perebut bola sekaligus melakukan penetrasi sesekali ke kotak penalti lawan.

Transformasi ini berjalan jika ditunjang dengan lini depan dan belakang yang seimbang. Di belakang dengan sering naiknya posisi Matt Targett di bek kiri dan Trippier maupun Emil Kraft di bek kanan akan memudahkan trio gelandang itu dalam melakukan kombinasi umpan guna melakukan penguasaan bola.

Di depan, peran Saint Maximin dan Fraser terlihat lebih menonjol untuk fokus menyuplai sang striker tunggal Chris Wood. Fraser yang sudah lama tenggelam di bawah Steve Bruce, kini seperti kembali menemukan performa terbaiknya bersama pelatih lamanya di Bournemouth, Howe.

Transformasi peran yang dilakukan Eddie Howe dan tim pelatih sejauh ini tampaknya berjalan lancar. Paling tidak pada medio Januari dan Februari 2022, tepatnya setelah melakukan beberapa aktivitas transfer.

Secara hasil, Newcastle United asuhan Eddie Howe meraup total 14 poin hingga partai terakhir melawan Brentford di 26 Februari 2022.

Newcastle tidak pernah kalah di Premier League sejak terakhir kali kalah 0-4 dari Manchester City pada 19 Desember 2021. Mereka setelah itu mencatat 4 kali kemenangan dan 3 kali seri. Newcastle juga setelah itu mampu mencatatkan 10 gol, dan kebobolan hanya 4 gol.

Hal ini menandakan progres nyata di lini belakang Newcastle. Perkembangan juga terjadi di sektor penyerangannya. Paling tidak dari semua hasil positif itu mampu mengangkat Newcastle di papan klasemen Premier League dan terhindar dari jurang degradasi.

Sumber Referensi : chroniclelive, fourfourtwo, mirror, the analyst

Tumbangnya Raksasa Tiongkok, Guangzhou Evergrande

0

Selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya Guangzhou Evergrande menguasai sepak bola China. Berbasis di kota Guangzhou, di provinsi Guangdong, Guangzhou Evergrande sempat menjadi kekuatan dominan dalam sepak bola Tiongkok setelah memenangkan gelar liga dalam tujuh musim berturut-turut. Meski sempat terputus di tahun 2018, mereka kembali memenangkan liga di tahun 2019. 

Klub yang memiliki nama asli sebagai Guangzhou FC ini merintis jalan baru menjadi kekuatan sepak bola Asia bersama Evergrande Real Estate Group, perusahaan properti paling besar di China saat itu. Dalam beberapa tahun terakhir Evergrande Group menjadi pemasok dana terbesar untuk Guangzhou demi mencapai kejayaan di sepak bola Asia.

Namun, di dunia ini tak ada yang abadi. Kejayaan yang sudah bertahun-tahun dibangun oleh Guangzhou di sepak bola Asia mendadak runtuh seketika pada akhir tahun 2021. Hal itu ditandai oleh sang investor utama, Evergrande Group yang terancam bangkrut karena terlilit hutang hingga milyaran dollar. Lantas bagaimana nasib Guangzhou Evergrande sekarang?

Guangzhou Evergrande

Dengan perkembangan industri sepak bola yang semakin masif, tim sultan di dunia sepak bola kini tidak hanya ada di Eropa saja. Beberapa kesebelasan di Benua Asia perlahan namun pasti juga mulai unjuk gigi dalam hal tersebut. Contohnya adalah Guangzhou Evergrande, klub sultan dari Chinese Super League, kasta tertinggi kompetisi sepak bola di China.

Sepak bola China sejatinya sebelas dua belas dengan sepak bola Indonesia, mereka miskin prestasi namun kaya akan masalah internal. Meskipun menjadi salah satu olahraga paling populer di China, skandal suap dan pengaturan skor terjadi di mana-mana. Tak jarang hal tersebut membuat beberapa pemain dan perangkat pertandingan mendekam di penjara.

Kejadian itu akhirnya menggugah pengusaha properti, Xu Jiayin yang mana ia adalah bos dari Evergrande Real Estate Group untuk mengambil jalan pintas. Pada awal 2010, Xu Jiayin mengambil alih klub Guangzhou FC dengan harga 11,2 juta euro atau hampir dua ratus miliar rupiah. 

Akhirnya Guangzhou FC pun berganti nama menjadi Guangzhou Evergrande. Pembelian ini cukup mengejutkan lantaran Guangzhou baru saja terdegradasi ke divisi dua Liga China.

Sempat Menjadi Raja Asia

Xu Jiayin selaku pemilik klub bergerak cepat untuk merombak besar-besaran Guangzhou Evergrande. Langkah awal Xu Jiayin adalah dengan mengontrak pelatih top Eropa yang sukses mengantarkan Italia meraih titel juara Piala Dunia 2006, Marcello Lippi sebagai pelatih kepala.

Selain Marcello Lippi, Guangzhou Evergrande juga pernah menggunakan jasa pelatih top lainnya seperti Luiz Felipe Scolari dan yang terakhir legenda Italia, Fabio Cannavaro.

Di sisi lain Guangzhou Evergrande juga memperkuat line up mereka dengan mendatangkan para pemain-pemain bintang Eropa dan Amerika Latin. Pada musim 2012/2013 Guangzhou mendatangkan Lucas Barrios dari kontestan Liga Jerman, Borussia Dortmund dengan biaya 8,5 juta euro atau sekitar Rp 136,4 miliar.

Lucas Barrios hanya sebagai nama pembuka saja, selain Barrios ada nama-nama bintang lainnya seperti Alberto Gilardino, Alessandro Diamanti, Paulinho, Jackson Martinez, Talisca hingga Robinho yang kala itu didatangkan langsung dari AC Milan.

Dalam sepuluh tahun dominasi mereka di sepak bola Tiongkok, Guangzhou Evergrande telah memenangkan segalanya. Tercatat mereka telah memenangkan delapan gelar Liga, empat trofi Chinese Super Cup, dua Chinese Cup dan dua kali meraih gelar Liga Champions Asia. 

Dengan catatan prestasi tersebut, menjadikan Guangzhou Evergrande sebagai klub paling sukses dalam sejarah sepak bola China. Bahkan berkat prestasinya di Asia, publik penikmat sepak bola sempat membanding-bandingkan Guangzhou Evergrande dengan raksasa Spanyol, Real Madrid dalam upaya mengincar pasar global.

Hebatnya, di tangan Xu Jiayin, Guangzhou Evergrande sempat menduduki peringkat keempat sebagai kesebelasan dengan pundi-pundi uang terbesar di dunia dan menjadi nomor satu di Asia, menurut Soccerex Football Finance 2018 edition.

Bangkrutnya Sang Investor

Namun, roda kehidupan akan selalu berputar dan yang berkilau tak selamanya indah. Pada akhir tahun 2021, Guangzhou Evergrande diambang kehancuran lantaran sang pemegang saham utama, Evergrande Real Estate Group sedang dililit utang dan terancam bangkrut. 

Kabarnya besaran utang Evergrande mencapai 300 miliar US dollar atau sekitar Rp 4,3 kuadriliun rupiah. Ditambah utang lain yang belum tercatat dengan jumlah yang belum diketahui.

Evergrande yang diambang kebangkrutan sangat mempengaruhi kestabilan keuangan Guangzhou Evergrande. Mereka telah melelang pemainnya untuk mengumpulkan uang  demi mencegah inflasi internal klub. Nama-nama seperti Talisca, Paulinho dan Ricardo Goulart dilego ke klub lain demi mengurangi beban gaji.

Saking kesulitannya untuk membayar utang, Evergrande sampai meminta pertolongan kepada pemerintah China agar perusahaan-perusahaan milik negara membeli beberapa aset milik Evergrande agar perusahaan terhindar dari kebangkrutan.

Terakhir, Guangzhou Evergrande juga telah melepas salah satu beban keuangan yaitu sang pelatih, Fabio Cannavaro. Pasalnya, selama Cannavaro menjadi pelatih Guangzhou, ia dikabarkan menjadi salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia sepak bola.

Cannavaro pun telah meninggalkan posnya sebagai manajer klub. Kedua belah pihak mencapai kesepakatan dengan persetujuan bersama di tengah krisis keuangan yang sedang dihadapi Evergrande. Kini posisi pelatih diisi oleh Zhi Zheng sebagai manajer sementara.

Keadaan Sekarang

Kini dengan segala upaya dari manajemen klub, keadaan Guangzhou mulai stabil. Namun, keadaan klub sekarang jauh berbeda dengan Guangzhou Evergrande yang kita kenal beberapa tahun lalu. Klub yang dulu berjaya dengan nama Guangzhou Evergrande, karena regulasi dari Liga China, kini mereka telah berganti nama dengan menggunakan nama awal klub, yaitu Guangzhou FC. 

Skuad mewah yang dulunya dihiasi oleh nama-nama beken sepak bola Eropa pun kini hanya didominasi oleh pemain-pemain muda dan pemain lokal China. Dominasi mereka di Chinese Super League pun mulai runtuh. Hal itu ditandai dengan dua tahun terakhir, CSL telah menemukan pemenang baru.

Pembangunan stadion baru Guangzhou FC pun tersendat. Evergrande sempat menghentikan konstruksi stadion berkapasitas seratus ribu kursi tersebut karena kekurangan dana. Kabarnya stadion tersebut akan dijual, dan jika tidak ada peminat maka pemerintah daerah akan mengakuisisinya melalui perusahaan negara.

Harga pasar dari Guangzhou FC pun turun drastis, kini mereka hanya menempati urutan ke delapan di daftar klub Tiongkok paling berharga, dengan harga pasaran sekitar Rp. 119 miliar. Kalah jauh dengan rival mereka Shanghai Port di urutan pertama dengan harga pasaran Rp. 571 miliar yang kini masih memiliki pemain asing kelas dunia seperti Aaron Mooy dan mantan pemain Chelsea, Oscar. 

Kasus ini kalau diingat-ingat mirip dengan klub Catalan, Barcelona. Hampir bangkrut karena terlilit utang, melego pemain bintangnya demi mengurangi beban gaji, dan kini sedang berjuang demi kestabilan finansial. Semoga Guangzhou FC bisa berjuang dari krisis dan kembali merajai sepak bola Asia.

Sumber: Thesefootballtimes, Transfermarketweb, Ny Times, Libero

Kejam ! Inilah 6 Ikon Real Madrid Yang Ditendang Florentino Perez

Presiden Real Madrid Florentino Perez memiliki rasa cinta dan kekaguman terhadap sejumlah bintangnya yang loyal. Namun, antara emosi dan realita pada kenyataannya bertolak belakang.

Sebagai seorang presiden klub, Florentino Perez tampaknya telah menempatkan klub di atas segalanya dan tak ragu bersikap kejam, termasuk deretan legenda sekalipun.

Dalam masa kepemimpinannya sebagai presiden Los Blancos, dia telah mendepak sejumlah legenda. Berikut adalah deretan para legenda atau bintang Real Madrid yang didepak Perez

Fernando Hierro

Legenda yang pertama berurusan dengan Florentino Perez sebagai presiden Real Madrid adalah Fernando Hierro. Bek ini sudah berada di Real Madrid sejak tahun 1989. Pada tahun 2003 merupakan tahun terakhirnya yang kemudian dipercaya menjadi kapten tim sekaligus ikon Real Madrid ketika itu.

Pembicaraan antara Hierro dan Perez terjadi ketika itu terkait rencana perpanjangan kontrak, namun dengan tawaran pemotongan gaji hingga setengah dari apa yang diterima Hierro. Namun yang terjadi kemudian adalah hingga jelang kontraknya berakhir, belum ada juga kesepakatan.

Hierro ketika itu langsung menyampaikan kekecewaannya dengan tidak ikut dalam hiruk pikuk suksesnya El Real menjadi juara La Liga. Kepergian Hierro pun menjadi trending pembicaraan publik Madrid ketika itu.

Luis Figo

Ikon lain yang didepak Perez adalah Luis Figo. Luis Figo adalah proyek Galacticos pertama yang didatangkan Florentino Perez. Namun, bintang asal Portugal ini kemudian menjadi Galacticos pertama pula yang pergi.

Momen 2005 menjadi fase yang menyulitkan bagi Luis Figo. Ketika kontraknya akan berakhir, namun tidak juga tercapai kesepakatan kontrak baru dengan Real Madrid. Hal itu membuat Luis Figo memutuskan untuk pergi.

Apalagi, ketika itu, banyak tawaran dari klub besar yang bersedia menampung Figo. Ironisnya, Florentino Perez tidak pernah terganggu dengan rencana kepergian Luis Figo.

Saat itu, Figo sepertinya sudah kehilangan tempat di skuad Real Madrid yang dilatih Vanderlei Luxemburgo kala itu. “Saya kira, mereka memang tidak ingin memperpanjang kontrak saya lagi,” kata Luis Figo yang kemudian bergabung ke Inter Milan pada tahun 2005

Raul Gonzalez

Legenda berikutnya yang didepak Perez adalah sang kapten, Raul Gonzalez. Tidak pernah terbayangkan Raul Gonzalez pergi meninggalkan Real Madrid. Namun, Florentino Perez justru mewujudkan apa yang tidak ingin dilihat suporter.

Loyalitas dan kontribusi Raul Gonzalez tidak membuat Real Madrid mempertahankan pemain ini hingga gantung sepatu.

Padahal Raul turut membawa Real Madrid merengkuh enam gelar Liga Spanyol, tiga Liga Champions, empat gelar Piala Eropa, satu Piala Super Eropa, empat trofi Piala Super Spanyol, dan dua Piala Interkontinental atau Piala Dunia Antarklub.

Tanda-tanda Raul akan dilepas terlihat ketika dirinya banyak berada di bangku cadangan. Pelatih Real Madrid ketika itu, Jose Mourinho tak menjanjikan posisi starter baginya. Apalagi sejak Florentino Perez mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Manchester United.

Raul akhirnya meninggalkan Real Madrid pada pertengahan 2010 dan bergabung ke Schalke. Raul bermain dalam 16 musim bersama Los Merengues dan dia pergi di usia 33 tahun. Nasib Raul tampaknya sama seperti Hierro dan Figo, ia tidak ditawari kontrak baru sejak kontraknya akan berakhir hingga 2011.

Iker Casillas

Legenda lain yang didepak adalah sang kiper, Iker Casillas. Casillas meninggalkan Madrid bukan tanpa sebab. Ia sering dicemooh fans Madrid ketika itu di akhir-akhir penampilannya yang buruk musim 2014/2015 dengan sorakan ‘boooo” di Santiago Bernabeu.

Bukan hal remeh itu saja, ia juga sempat menjadi korban fitnah Perez dalam kasus sengketa keuangannya dengan Real Madrid. Perez juga menyindir Casillas lewat rencana ketertarikannya mendatangkan kiper baru yang lebih muda. Situasi ini membuat Iker Casillas menyadari dirinya harus pergi. Meskipun kepergiannya adalah momen yang sulit bagi Casillas.

Akhirnya, Casillas pun pergi meninggalkan Bernabeu pada tahun 2015 dengan terpaksa. Ia akhirnya berlabuh dengan gaji yang rendah di klub Portugal, Porto demi keberlanjutan kariernya usai dicampakan Real Madrid.

Kepergian Casillas juga tidak ditandai dengan momen perpisahan di stadion atau semacamnya. Karena itu, dia pun menyampaikan kata hatinya yang amat jengkel dalam konferensi pers. Mirisnya, dalam konferensi pers tersebut tidak satu pun dari perwakilan dari klub yang menemani.

Cristiano Ronaldo

Mega bintang Cristiano Ronaldo juga adalah salah satu dari yang didepak Perez. Negosiasi kontrak antara CR7 dan Madrid menjadi begitu panjang. Situasi tersebut ditambah lagi dengan fakta bahwa sang pemain melihat kontrak Lionel Messi di Barcelona yang selalu nyaris diperbarui setiap tahun.

Ronaldo pun meminta kepada Florentino Perez agar dia mendapatkan perlakuan yang sama seperti Barcelona memperlakukan Messi. Tapi, kebijakan Madrid terkait kontrak sangat jauh berbeda dibanding Barcelona.

Ketika muncul kabar bahwa Barcelona nyaris memberikan kontrak kepada Messi yang nilainya 50 juta euro per tahun, Ronaldo pun meminta gaji lebih dari 30 juta euro yang sudah diterimanya.

Namun Perez menolak mentah-mentah permintaan Ronaldo itu. Dan, hasilnya seperti diketahui, tidak ada jalan lain bagi Real Madrid kecuali melepas Ronaldo. Akhirnya dengan rasa kecewa sang bintang pun pergi ke Italia dan berlabuh dengan Juventus pada tahun 2018. Bagaimanapun CR7 merasa dirinya didepak secara sengaja oleh Perez.

Sergio Ramos

Yang terbaru di depak Perez adalah sang kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Ramos menjadi korban dari perlakuan tak menyenangkan Perez. Statusnya sebagai bek tengah andalan dan kapten tim tak membuat posisinya istimewa di mata presiden klub. itulah yang menyebabkan Ramos pergi dari Bernabeu pada tahun 2021.

Keinginan Ramos untuk mendapat perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun tak disetujui Perez. Sesuai kebijakan klub, ia hanya bersedia memberikan perpanjangan kontrak berdurasi satu tahun untuk pemain yang berusia di atas 30 tahun.

Yang mengejutkan, Ramos mengaku menyetujui tawaran Madrid pada saat-saat terakhir. Namun pihak klub menolak keinginannya.

“Dalam percakapan terakhir, saya mengatakan bahwa saya menerima dan mereka mengatakan kepada saya bahwa tidak ada lagi tawaran,” kata Ramos pada jumpa pers perpisahannya bersama Madrid.

Dari pernyataan Ramos, bisa dibayangkan buruknya perlakuan Perez kepada pemain legendanya. Kontribusi pemain yang sudah membela klub selama lebih dari satu dekade seolah tak ada artinya.

Ramos kemungkinan bukan korban terakhir dari perlakuan buruk Perez. Bukan tidak mungkin nantinya pemain Madrid lain seperti Benzema, Marcelo, Kroos, Modric juga akan bernasib sama di masa depan.

https://youtu.be/t_RaIBgZa5Q

Sumber Referensi : footballespana, planetfootball, en.as