Mengapa Son Heung-min Bertahan di Tottenham Hotspur?

spot_img

Sulit untuk tidak mengakui bahwa kualitas seorang Son Heung-min luar biasa. Ia punya kecepatan yang membuat lawan ketar-ketir. Ia mampu menusuk ke jantung pertahanan lawan dan mencetak gol hanya dengan seorang diri saja.

Maka, bukan sebuah kemustahilan bahwa sosok pemain yang kabarnya pernah dekat dengan Jisoo Blackpink itu disebut-sebut sebagai pesepakbola Asia yang paling sukses di Eropa. Son Heung-min sudah menjadi role model para pesepakbola Asia yang bakal berkiprah di Eropa.

Tentu saja dengan deretan gelar individu yang ia raih, Son pantas disebut seperti itu. Sayangnya kualitas individu Son ini tidak pernah ia imbangi dengan gelar mayor di level klub. Sekalipun ia pernah meraih gelar-gelar individu seperti Pemain Terbaik Asia.

Banyak yang bilang itu karena Son Heung-min bermain di Tottenham Hotspur. Ia yang lama bertahan di Tottenham dan tak segera enyah dari sana membuat gelar level klub seperti angan belaka.

Son bergabung ke Tottenham Hotspur sejak 2015 dari Bayern Leverkusen. Kala itu Spurs menebus Son dengan banderol 30 juta euro atau melebihi Rp 500 miliar. Saat bergabung ke Tottenham, kemampuan Son pun langsung moncer.

Son langsung menjadi pemain kunci di Tottenham Hotspur dengan torehan 108 gol dari 281 caps. Duetnya bersama Harry Kane membuat lini serang Tottenham sangat tajam.

Namun, Son belum satu pun mendapat gelar mayor di level klub. Banyak orang menyangsikan keberadaan ia di Tottenham. Karena jika Son menginginkan sebuah trofi Liga Champions atau sekadar Piala FA, Tottenham Hotspur bukanlah klub yang tepat.

Ironisnya, untuk tidak menyebutnya aneh, saat Harry Kane yang sama moncernya itu sudah mulai diisukan bakal hengkang dari Spurs di musim panas nanti, Son justru tidak. Belum juga kontraknya habis di Tottenham, pria kelahiran Chuncheon, Korea Selatan itu justru memperpanjang kontraknya bersama The Lilywhites hingga 2025 mendatang.

Ingin Menghabiskan Karier di Tottenham

Kontrak itu, alih-alih disambut baik, justru dikritik oleh legenda Tottenham Hotspur, Danny Murphy. Murphy menyatakan kekesalannya pada Son Heung-min karena cepat sekali memperpanjang kontrak untuk Tottenham Hotspur tanpa berpikir kemungkinan untuk pergi. Seperti dikutip TalksSport, ia mengatakan Son adalah pemain yang tidak punya ambisi.

Semestinya dengan kualitas yang ia miliki, Son bisa berlabuh ke klub lain yang lebih sanggup memberinya gelar di level klub. Sehingga lengkap sudah kariernya sebagai pesepakbola. Tapi Son malah tetap bertahan di klub medioker.

Padahal banyak klub besar dan jelas-jelas bisa memberinya gelar seperti Bayern Munchen sampai Real Madrid menginginkannya. Namun, Son seolah tidak tertarik. Jadi, mengapa Son Heung-min bertahan di Tottenham Hotspur?

Alasan yang cukup kuat adalah Son Heung-min ingin mengakhiri kariernya di Tottenham Hotspur. Entah apa alasannya, tapi yang pasti kalau seorang pesepakbola mengakhiri karier di satu klub, bukan tidak mungkin ia bakal menjadi legenda.

Ia sendiri memang sudah menargetkan bakal bermain untuk The Lilywhites selama satu dekade. Dan jika melihat kontraknya yang sudah diperbaharui sampai 2025, keinginannya itu kemungkinan besar akan terwujud.

“Saya bisa berada di sini selama 10 tahun atau lebih. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Son Heung-min.

Tottenham Hotspur Memberi Son Kenyamanan

Selain memberinya waktu yang boleh jadi cukup untuk satu gelar, bertahan di Tottenham Hotspur malah bisa membuat Son tak mendapat satu pun gelar di level klub sepanjang kariernya. Mengapa? Karena kita semua tahu bahwa Tottenham belum pernah sanggup tampil konsisten, meskipun sudah ditangani pelatih kaliber Antonio Conte.

Namun, tampaknya Son sudah tidak peduli dengan gelar mayor di level klub. Ia merasa betah bersama Tottenham Hotspur. Apalagi klub London Utara itu memberikan sepenuhnya bagi Son Heung-min, termasuk tentu saja kenyamanan.

Sejak 2015, Son Heung-min memang sudah menjadi idola baru penggemar Tottenham Hotspur. Baginya, Tottenham seperti rumah. Dan para fans telah memberikan cinta yang luar biasa kepada Son Heung-min.

Belum lagi, klub sudah sepenuhnya percaya pada Son Heung-min. Terbukti kontraknya yang bakal habis di tahun 2023 langsung diperpanjang Tottenham sampai tahun 2025.

“Mereka menunjukkan betapa mereka mencintai saya. Saya sudah enam tahun bermain di sini (Tottenham), tetapi mereka memberi saya begitu banyak, dan saya ingin memberikan sesuatu kembali,” kata Son Heung-min.

Mencatatkan Rekor

Sekalipun sudah menunjukkan keinginannya untuk bertahan di Tottenham sampai 10 tahun lebih, Son tidak bisa lepas dari isu kepergiannya dari The Lilywhites. Pemain yang kini berusia 29 tahun itu pernah santer dikabarkan bakal hengkang dari Tottenham, andai Harry Kane angkat kaki.

Son bakal kehilangan partnernya, kata para pengamat sepak bola. Namun jika Kane pergi dari Spurs, hal itu justru bisa jadi bakal menguntungkan Son. Ia akan menjadi pencetak gol terbanyak di Tottenham Hotspur. Walaupun posisi naturalnya adalah pemain sayap.

Itu belum terjadi saja, peraih Puskas Award 2020 itu sudah mencatatkan rekor unik di Tottenham. Ia menjadi pencetak gol terbanyak The Lilywhites di luar pemain Inggris dan Irlandia. Son sudah mengemas total 118 gol dari 311 caps-nya bersama Tottenham di segala kompetisi.

Kesepakatan Finansial yang Bagus

Terlepas dari alasan-alasan tadi, Son bertahan cukup lama di Tottenham Hotspur karena mendapat kesepakatan finansial yang bagus. Legenda Spurs, Danny Murphy berpendapatan demikian. Di luar apa yang klub berikan untuk Son, ia bertahan karena kesepakatan finansial tercapai.

Meski tak disebutkan jumlah gajinya, tapi itu adalah alasan jujur mengapa Son bakal bertahan, bahkan sampai 2025 atau 10 tahun ia bakal bertahan di Tottenham.

“Saya yakin dia (Son) mendapat kesepakatan finansial yang bagus. Jadi jelas dia tidak peduli memenangkan sesuatu,” kata Danny Murphy.

Apa pun itu, Son Heung-min memanglah salah satu talenta terbaik yang keluar dari rahim Benua Asia. Andai kata ia sungguh-sungguh bertahan di Tottenham sampai waktunya pensiun, bisa jadi Son Heung-min adalah sosok pemain Asia yang menciptakan legacy bagi publik Tottenham Hotspur Stadium. Meskipun Tottenham hanya mampu dibawanya sampai ke final Liga Champions saja.

https://youtu.be/8lDouyRgdCg

Sumber referensi: spurs-web.com, thenationalnews.com, sportbible.com, goal.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru