Beranda blog Halaman 527

Pemain yang Justru Gagal Ketika Dibeli Klopp

0

Lini masa ramai menyebut Darwin Nunez akan menjadi pembelian Klopp yang gagal. Itu hanya karena ia gagal mengeksekusi tendangan bola muntah ke gawang Manchester United.

Alih-alih mengarah ke gawang Manchester United, sepakan Nunez justru melambung tinggi. Namun terlalu dini untuk menyebut Darwin Nunez adalah pembelian Klopp yang flop. Apalagi itu cuma laga pra musim.

Terlepas dari itu, Jurgen Klopp memang terkenal sebagai sosok pelatih yang selalu jitu dan berhasil dalam pembelian pemain. Jadi, ketika ada kabar burung yang menyebut Nunez bakal flop, itu sulit untuk dibuktikan. Hanya saja, sebetulnya Klopp dalam pembelian pemain juga tak selamanya berhasil.

Sekalipun banyak contoh rekrutan sukses seperti Luis Diaz, Sadio Mane, Van Dijk, sampai Mohamed Salah, tapi kita juga tak bisa menutup mata bahwa beberapa pemain pernah didatangkan Klopp dan justru gagal. Nah, berikut ini pemain yang justru gagal di tangan Klopp, baik itu di Dortmund maupun Liverpool. Siapa saja mereka?

Adrian Ramos

Namanya memang terlihat asing, apalagi bagi penggemar Jurgen Klopp cabang Merseyside. Tapi buat yang mengikuti karier Klopp selama melatih, nama Adrian Ramos barangkali tidak terlalu asing. Ia adalah salah satu dari sedikit permata Hertha Berlin yang terlihat oleh Klopp.

Klopp melihat kualitas Adrian Ramos saat ia menukangi Borussia Dortmund. Manajer asal Jerman itu melihat sosok Adrian Ramos sebagai penembak jitu. Ramos sudah mengemas setidaknya 16 gol saat berseragam klub ibukota Jerman di Bundesliga pada musim 2013-14.

Kualitasnya itu memancing Klopp untuk membawanya ke Signal Iduna Park pada musim 2014-15. Klopp awalnya menginginkan Ramos sebagai pengganti Robert Lewandowski yang membelot ke Bayern Munchen.

Namun sayang, pemain yang dihargai 8,73 juta poundsterling (sekitar Rp155 miliar) itu gagal bersinar di bawah Jurgen Klopp. Adrian Ramos hanya mencetak dua gol di musim pertamanya bersama Dortmund. Jelas catatan itu menunjukkan penurunan besar-besaran sang pemain, dan membuatnya layak disebut pembelian gagal Jurgen Klopp.

Kendati pernah menjalani masa produktif di Dortmund pada musim 2015-16, tapi penampilan Adrian Ramos masih saja menyebalkan. Dari 27 pertandingan, ia hanya bisa mencetak 9 gol. Sungguh penampilan yang tak layak seorang rekrutan Jurgen Klopp.

Ciro Immobile

Agak mengherankan memang nama Ciro Immobile bisa masuk dalam salah satu rekrutan terburuk Jurgen Klopp. Kita bisa melihat betapa striker Italia tampil lumayan ketika berseragam Lazio sejak 2016. Namun, justru di titik itulah Immobile jadi pembelian terburuk Klopp.

Jurgen Klopp pada tahun 2014 membeli Ciro Immobile dari Torino dengan ongkos 16,2 juta poundsterling (sekitar Rp288 miliar). Maksud pembelian Immobile adalah untuk mempertajam lini serang Borussia Dortmund. Apalagi Klopp melihat penampilan Immobile bersama Torino sangat trengginas.

Immobile mencatatkan sekurang-kurangnya 22 gol dalam 33 pertandingan Torino di Serie A selama musim 2013-14. Namun, Immobile justru meredup di tangan Klopp. Setelah dibawa ke Signal Iduna Park, Ciro Immobile hanya mencetak tiga gol untuk raksasa Jerman di 24 penampilannya di Bundesliga.

Ia pun akhirnya dilepas ke Sevilla dengan meninggalkan catatan 10 gol dalam 34 pertandingan untuk Dortmund. Penjualan ke Sevilla menunjukkan kalau Immobile telah gagal di tangan Klopp. Apalagi ketika ia berseragam Lazio performanya justru makin gemilang.

Marko Grujic

Setelah dua nama pembelian Klopp yang gagal di Dortmund, nama berikutnya adalah pembelian gagal Klopp ketika sudah melatih Liverpool. Saat menukangi klub Merseyside, Klopp pernah merekrut Marko Grujic, salah satu talenta berbakat Serbia.

Pada saat Liverpool merekrutnya tahun 2016, Grujic adalah salah satu komoditi terpanas. Ia disebut-sebut sebagai gelandang muda terbaik. Grujic telah mewakili timnas Serbia dari segala level. Dia juga menjalani debutnya bersama klub Red Star Belgrade ketika berusia 17 tahun.

Pada musim 2015-16 ia menjadi gelandang kunci yang mengantarkan klubnya memenangkan gelar liga Serbia. Tak ayal banyak klub meminati Grujic, seperti Inter Milan, Juventus, dan Chelsea. Namun, Jurgen Klopp berhasil membujuknya untuk merapat ke Anfield.

Grujic didatangkan ke Liverpool dengan harga 7 juta euro (sekitar Rp105 miliar) pada tahun 2016. Meski begitu, ketika datang ia langsung dipinjamkan lagi ke Red Star. Sayangnya Grujic justru tidak terpakai oleh Klopp. Grujic harus menerima kenyataan hanya menjalani empat kali masa peminjaman.

Sementara di Liverpool sendiri, Marko Grujic sedikit sekali mendapatkan menit bermain. Grujic hanya bermain di 16 laga bersama Liverpool. Ia cuma mencatatkan 1 gol dan 1 asis.

Loris Karius

Jurgen Klopp menghubungi mantan klubnya di Jerman, Mainz untuk merekrut kiper mereka, Loris Karius. Kiper fenomenal itu pun didatangkan Klopp dari Mainz ke Liverpool dengan banderol ekonomis, yaitu 6,2 juta euro (sekitar Rp93 miliar).

Kedatangan Karius bisa menjadi opsi lain di sektor kiper The Reds. Penampilan Karius sebetulnya tidak terlalu buruk ketika berseragam The Reds. Meski jumlah kebobolannya nyaris menyamai jumlah laga yang ia lakoni. Karius kebobolan 47 gol dari 49 pertandingannya bersama The Reds.

Namun perlu dicatat pula, Karius juga mencatatkan clean sheets dari 49 pertandingannya itu. Ia sudah mengemas 22 clean sheets untuk The Reds. Akan tetapi sayang, kisah memalukannya di Kyiv saat Liverpool menghadapi Real Madrid tak bisa dilupakan. Dan dari situlah karier Karius menurun.

Dominic Solanke

Dominic Solanke merupakan pemain muda yang memiliki prospek di Chelsea. Namun, sebelum ia naik ke skuad utama, Jurgen Klopp menciduknya dan membawanya ke Anfield. Pada tahun 2017 Solanke direkrut Liverpool.

Dilansir Mirror, The Reds merekrut Solanke dengan biaya 4 juta poundsterling. Namun sayang sekali, pemain yang pernah meraih Golden Ball di Piala Dunia U-20 tahun 2017 bersama timnas Inggris itu malah tak bisa apa-apa di bawah asuhan Klopp.

Solanke justru mengalami kemerosotan penampilan. Puncaknya dalam 27 pertandingan bersama Liverpool di segala kompetisi, Solanke hanya mencetak 1 gol dan 1 asis saja. Penampilan buruknya itu membuat Liverpool akhirnya menjual Solanke. Beruntung The Reds bisa menjual Solanke di harga 21,2 juta euro (sekitar Rp319,7 miliar) pada Bournemouth.

Alexander Oxlade-Chamberlain

Alex Oxlade-Chamberlain barangkali menjadi salah satu pemain yang gagal ketika dibeli Klopp dan harganya mahal. Untuk menebus Chamberlain, Klopp harus membayar 38 juta euro (sekitar Rp573 miliar) pada Arsenal. Mengapa Chamberlain bisa mahal harganya?

Sebab pada waktu itu, Chamberlain menjadi salah satu gelandang yang unik. Ia adalah pemain versatile yang bisa bermain di segala posisi di lini tengah. Bukan cuma itu, Chamberlain juga memiliki kemampuan menggiring bola dengan kecepatannya untuk bermain di lini sayap. Teknik permainannya di lini tengah juga apik.

Namun, fleksibilitas Chamberlain itu justru bagai pedang bermata dua. Klopp yang kerap menaruh Chamberlain di banyak posisi, di sisi lain membuat kemampuan sang pemain tidak keluar.

Di usianya yang mendekati 30 tahun, Chamberlain belum menemukan gaya main yang pas. Bersama Liverpool, Chamberlain sudah bermain di 133 pertandingan, namun ia baru mengemas 17 gol dan 15 asis saja.

Naby Keita

Naby Keita memang belum mencapai tahap untuk benar-benar layak disebut “pembelian terburuk” Jurgen Klopp. Namun mengingat reputasinya ketika datang dari RB Leipzig, justru menghadirkan kekecewaan bagi publik Anfield.

Keita gagal memenuhi potensinya. Gelandang box-to-box yang sejatinya dinamis ini telah mendapat serangkaian cedera kecil yang bikin penampilannya terhambat. Total sudah 15 kali ia cedera sejak berada di Liverpool. Pemain yang dibeli Liverpool seharga 60 juta euro (sekitar Rp904 miliar) itu pun masih sulit menunjukkan kelasnya.

Sejak didatangkan tahun 2018, Keita hanya bermain sebanyak 76 kali di Premier League. Pria berkebangsaan Guinea itu baru mencatatkan 7 gol dan 5 asis. Dengan mempertimbangkan beberapa pembelian impresif Klopp, maka Keita layak masuk menjadi satu yang gagal.

https://youtu.be/wQm9bzswQLM

Sumber: Mirror, AllFootballApp, Sportskeeda, 90Min

Mengenang Momen Terbaik Jack Wilshere Sebelum Pensiun

Di masa mudanya, Jack Wilshere dianggap sebagai saah satu talenta paling menjanjikan di Inggris. Arsene Wenger pernah berkata kalau Wilshere diberkahi dengan bakat alami. Menurutnya, Wilshere punya “teknik Spanyol dengan hati Inggris”.

Sementara itu legenda Arsenal, Stewart Robson mengatakan bahwa Wilshere adalah bakat terbaik Inggris sejak Paul “Gazza” Gasciogne. Sayangnya, karier Wilshere malah berakhir sama seperti Gazza. Ia gagal memenuhi potensinya sebagai wonderkid.

Jack Wilshere Pensiun di Usia 30 Tahun

Cedera adalah penyebab utama di balik redupnya karier Jack Wilshere. Masalahnya, cedera yang diderita pemain kelahiran Stevenage, 1 Januari 1992 itu datangnya silih berganti hingga membuatnya sulit tampil reguler di tiap musimnya.

Karier Wilshere makin acakadut setelah kontraknya tak diperpanjang The Gunners di musim panas 2018. Hanya tampil 19 kali dalam 2 tahun, kontraknya diputus di tengah jalan di musim panas 2020.

Momen itu membuat karier Jack Wilshere sebagai pesepakbola terancam. Di sepanjang bursa transfer musim panas 2020, tak ada satupun tim yang mau memberinya kontrak. Beruntung, setelah menganggur 6 bulan, ia dipinang Bournemouth yang dulu pernah meminjamnya.

Bagai dejavu, Wilshere kembali menganggur usai dilepas Bournemouth di musim panas 2021. Namun, kali ini kondisinya lebih parah. Ia terancam pensiun dini, sebab sudah tak ada lagi tim papan atas yang meminatinya. Demi mengisi masa suram itu, Wilshere mengahabiskan waktunya untuk numpang beratih di Arsenal setelah sebelumnya sempat numpang di tim Serie B, Como.

Pada Februari 2022, Wilshere dikabarkan menandatangi kontrak jangka pendek dengan klub liga Denmark, Aarhus. Baru tampil 14 kali, kontrak Wilshere tak diperpanjang.

Singkat cerita, setelah kembali menganggur untuk kesekian kalinya, Jack Wilshere akhirnya mengumumkan pensiun pada 8 Juli 2022. Mantan wonderkid Arsenal itu gantung sepatu di usia 30 tahun.

“Hari ini saya mengumumkan pengunduran diri saya dari bermain sepak bola profesional: Ini adalah perjalanan yang luar biasa yang dipenuhi dengan begitu banyak momen luar biasa dan saya merasa terhormat telah mengalami semua yang saya lakukan selama karir saya. Dari menjadi anak kecil yang menendang bola di taman hingga menjadi kapten Arsenal tercinta dan bermain untuk negara saya di Piala Dunia. Saya telah menjalani mimpi saya.” tulis Wilshere, dikutip dari The Guardian.

Sebuah akhir sedih yang tentu tidak diharapkan dari karier seorang Jack Wilshere. Namun, meski terbilang singkat dan tampil dengan jumah caps yang terbatas, Wilshere punya beberapa momen ikonik yang layak untuk kita kenang.

Berikut ini adalah 5 momen terbaik Jack Wilshere sebelum dirinya pensiun.

 

1. Menjadi lulusan terbaik akademi Arsenal

Wilshere bergabung dengan Akademi Arsenal pada Oktober 2001 pada usia sembilan tahun. Karena bakat dan kemampuannya, Wilshere terbilang cepat naik pangkat. Pada usia 15 tahun, ia sudah jadi kapten tim U-16 dan beberapa kali dipanggil untuk memperkuat tim U-18.

Wilshere adalah salah satu produk terbaik yang dihasilkan akademi The Gunners. Saat berada di tim U-18, ia berhasil mempersembahkan trofi FA Youth Cup.

Wilshere kemudian membuat debut pertamanya di tim utama The Gunners pada tahun 2008. Kala itu, di usia 16 tahun 256 hari, Wilshere diturunkan di menit ke-84 dalam laga melawan Blackburn Rovers. Hingga hari ini, ia masih tercatat sebagai debutan termuda Arsenal di Premier league.

Musim 2010/2011 bisa dibilang sebagai pembuktian Wilshere sebagai seorang wonderkid. Di musim tersebut, ia mampu bermain sebanyak 35 kali di Premier league serta mencetak 1 gol dan 3 asis. Di musim tersebut, ia terpilih sebagai pemain terbaik Arsenal. Wilshere juga mendapat penghargaan Young Player of the Year dan masuk dalam 11 pemain terbaik Premier League versi PFA.

 

2. Juara bersama Arsenal

Jack Wilshere terhitung bermain untuk tim utama Arsenal selama periode 2008 hingga 2018. Karena masalah cedera, ia memang hanya sanggup bermain sebanyak 197 kali. Selain itu, trofi yang berhasil ia menangkan bersama The Gunners juga tak banyak.

Namun, setidaknya, ada 3 trofi domestik yang berhasil ia persembahkan untuk Meriam london, yakni dua trofi Piala FA yang didapat berturut-turut di tahun 2014 dan 2015 serta satu piala Community Shield di tahun 2014. Dengan kecintaannya yang besar untuk The Gunners, juara bersama Arsenal adaah salah satu momen terbaik dalam kariernya.

 

3. Penampilan terbaik Jack Wilshere di Arsenal

Jack Wilshere memang tak banyak menghasilkan gol dan asis untuk Arsenal. Ia tercatat hanya mencetak 14 gol serta 30 asis dalam 197 caps. Wilshere memang tidak dikenal karena jumlah gol atau asisnya, melainkan karena etos kerja dan daya jelajahnya di lini tengah yang sangat membantu rekan-rekannya, baik saat fase bertahan maupun menyerang.

Meski jumlah gol atau asisnya tak banyak, tetapi ada beberapa momen indah yang Wilshere buat semasa bersergam The Gunners. Salah satu yang paling membekas adalah saat ia tampil impresif di laga leg pertama melawan Barcelona di fase 16 besar liga Champions musim 2010/2011.

Wilshere memang tak menyumbang gol atau asis di laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 The Gunners. Namun, penampilan Wilshere yang kala itu masih berusia 19 tahun begitu merepotkan lini tengah Barcelona. Tak hanya merepotkan, ia juga sukses mengacak-acak lini tengah Barca yang dihuni trio Xavi, Iniesta, dan Busquets.

Saking bagusnya, seusai laga, pujian langsung membanjiri Jack Wilshere. Pelatih Barca saat itu, Pep Guardiola menyebut Wilshere sebagai “top player”. Sementara Xavi mengakui pemuda 19 tahun itu telah memainkan permainan yang fantastis.

Selain penampilannya saat melawan Barcelona, ada 2 gol indah yang Wilshere torehkan bersama Arsenal. Yang pertama adalah gol indahnya saat Arsenal menang atas Norwich City pada musim 2013/2014. Kombinasi umpan tiki-taka antara Santi Cazorla, Olivier Giroud, dan diakhiri dengan sepakan Jack Wilshere adalah salah satu gol terbaik di Premier league. Oleh BBC, gol tersebut dinobatkan sebagai Goal of The Season.

Jack Wilshere kembali membuat gol sensasional setahun kemudian. Sepakan volinya dari luar kotak penalti sukses meluncur deras ke gawang West Bromwich Albion. Gol spektakuler itu kembali dinobatkan oleh BBC sebagai Goal of The Season.

 

4. Cetak gol untuk timnas Inggris

Selain punya kenangan manis dengan Arsenal, Wilshere juga punya kenangan indah dengan timnas Inggris. Sejak usia remaja, Wilshere sudah jadi langganan timnas Inggris dan selalu menghiasi skuad The Three Lions berbagai kelompok usia.

Sama seperti saat berada di akademi The Gunners, ia juga selalu dimainkan dalam kelompok usia yang lebih tua. Saat masih berusia 14 tahun, Wilshere sudah dimainkan untuk tim U-16. Saat usia 15 tahun, ia bermain untuk tim U-17 dan jadi bagian skuad untuk Euro U-17 pada tahun 2009. Di turnamen tersebut, Wilshere terpilih sebagai salah satu dari 10 bintang masa depan pilihan UEFA dan masuk dalam susunan Team of the Tournament.

Jack Wilshere tercatat melakukan debut di tim senior pada usia 18 tahun 222 hari. Hingga hari ini, ia tercatat sebagai pemain termuda ke-10 yang mewakili The Three Lions. Wilshere jadi langganan The Three Lions dari periode 2010 hingga 2016 dan tercatat jadi bagian skuad Euro 2016 dan Piala Dunia 2014.

Sepanjang kariernya, Wilshere sukse mengumpulkan 34 caps dan dua kali mencetak gol untuk timnas Inggris. Kebetulan, 2 gol tersebut ia buat lewat sepakan jarak jauh saat membantu Inggris menang 3-2 atas Slovenia di laga kualifikasi Euro 2016.

 

5. Membela West Ham United

Meskipun tercatat berseragam Arsenal selama 17 tahun, tetapi Jack Wilshere diketahui merupakan seorang fans West Ham United. Pria kelahiran Stevenage itu memang diketahui sudah jadi fans The Hammers sejak masa kecil dan mengidolakan Paolo Di Canio.

Maka ketika The Hammers merekrutnya di musim panas 2018, Wilshere tak bisa menutupi kebahagiaannya. Meski masa baktinya terbilang singkat dan gagal tampil sesuai harapan, tetapi bergabung dengan West Ham United adalah sebuah mimpi yang jadi kenyataan bagi Jack Wilshere.

“Saya bergabung dengan klub hebat di West Ham, saya tumbuh dengan mendukung West Ham, jadi itu adalah mimpi saya untuk bermain untuk mereka,” kata Wilshere dikutip dari Hammers.news.

Ituah 5 momen terbaik Jack Wilshere semasa menjadi pemain profesional. Kini, setelah memutuskan gantung sepatu di usia 30 tahun, ia tengah bersiap untuk menatap perjalanan baru dalam karier sepak bolanya, yakni menjadi seorang pelatih.

Tak butuh waktu lama mengganggur, tiga hari setelah gantung sepatu, ia diangkat menjadi pelatih tim U-18 Arsenal. Keberadaan Per Mertesacker sebagai manajer akademi Arsenal sekaligus mantan rekannya membuat Wilshere mendapat dukungan penuh untuk menangani tim U-18.

“Sebuah kehormatan besar untuk memiliki peran ini. Ini adalah kesempatan besar bagi saya dan saya siap. Saya lapar dan tidak sabar untuk membantu para pemain muda ini berkembang dan menjadi yang terbaik yang mereka bisa di dalam dan di luar lapangan,” kata Wishere dikutip dari Sky Sports.

Penunjukannya sebagai pelatih di akademi The Gunners tentu jadi sebuah kabar yang baik setelah rentetan episode buruknya sebagai pesepakbola yang harus kalah karena cedera. Semoga saja, Wilshere mampu menelurkan talenta-talenta hebat yang dapat jadi penerusnya di masa yang akan datang.
***
Referensi: Arsenal, UEFA, Planet Sports, The Guardian, Sky Sports.

Ketika Pasar Bek Dominan Di Bursa Transfer 2022

Sir Alex Ferguson pernah berkata “permainan menyerang akan memenangkan pertandingan sedangkan permainan bertahan akan memenangkan gelar anda”. Apakah pernyataan tersebut benar-benar shahih adanya?

Ada yang setuju, ada yang pula yang tidak. Namun dalam satu momen tertentu memang perkataan itu benar adanya. Tengok saja Madrid, ketika digempur habis-habisan Liverpool di Final Champions League. Namun memang, tim-tim yang berhasil dengan cara bertahan itu tak banyak jumlahnya. Pasalnya juga dibutuhkan kualitas pemain serta kekonsistenan pertahanan yang mumpuni.

Maka dari itu, tren kebutuhan akan kesolidan lini pertahanan di bursa transfer musim panas 2022/23 kali ini menjadi dominan. Para pemain bertahan seperti centre back, full back maupun wing back kini banyak dicari.

Kasus Di Serie A

Contohnya saja di Serie A. Sebagian besar klub-klub Serie A kini mengalami perputaran kepindahan pemain bertahan yang semakin kencang. Mereka berlomba untuk merombak dan saling tambal pemain di lini belakang.

AC Milan sebagai juara bertahan saja kini masih berputar otak mencari pelapis centre back mereka. Rossoneri telah kalah uang dalam perebutan Steve Botman. Meskipun kemudian sudah menambal bek kanan mereka dengan menebus Florenzi dari Roma.

Inter kini menjadi klub yang sibuk berkutat di sektor pertahanan. Pasalnya bek mereka, Skriniar dan Bastoni kabarnya diincar klub lain dengan tawaran harga yang mahal. Inter pun tidak tinggal diam. Mereka langsung ancang-ancang untuk mencari penggantinya. Mereka tengah berusaha menebus Bremer dari Torino maupun Milenkovic dari Fiorentina.

Kemudian Napoli yang kini mungkin akan kehilangan sosok pentingnya karena diincar Chelsea, yakni Koulibaly. Tak dipungkiri aset Napoli yang satu ini dari tahun ke tahun terus menjadi komoditi panas bursa transfer. Lain halnya dengan Roma. Mourinho si masternya permainan bertahan, tentu tak lepas dari pembelian pemain belakangnya kali ini. Zeki Celik telah didatangkan dari Lille sebagai bek kanan pengganti Florenzi. Begitu pun kiper pelapis Rui Patricio, Mile Svilar.

Di kubu Juventus lebih pelik lagi masalah lini belakangnya. Mereka sudah ditinggal Chiellini, dan kemungkinan juga akan kehilangan De Ligt yang diincar Chelsea dan Munchen. Si Nyonya Tua pun harus bergerak cepat mencari bek tangguh sebagai partner Bonucci musim depan. Nama Pau Torres maupun Gabriel Magelhaens kini diisukan berpotensi menjadi pengganti De Ligt.

Kasus Di La Liga

Melompat ke negeri Matador. Klub-klub La Liga seperti Madrid, Atletico maupun Barcelona pun pada bursa transfer kali ini tak ketinggalan mengincar para aset defender. Madrid lebih cekatan lagi dengan mendatangkan Rudiger secara free transfer dari Chelsea. Hal ini menandakan bahwa klub seperti Madrid yang berstatus sebagai “sang juara bertahan” saja, menyadari pentingnya menambah kekuatan di lini belakang.

Hal yang juga terjadi di klub rival, Barcelona. Barca menambah punggawa lini belakangnya dengan mendatangkan Christensen. Barcelona juga tak dipungkiri masih terus berusaha mencari punggawa lini belakang lainnya seperti Azpilicueta dan Alonso. Hal itu dilakukan Barca sebagai jalan alternatif bagi sulitnya mereka mendapatkan Kounde dari Sevilla.

Sementara Atletico Madrid tampaknya masih adem ayem saja. Mereka memang masih mempunyai banyak stok pemain bertahan. Namun, posisi bek kanan mereka sudah lowong ditinggal Trippier dan Vrsaljko. Kini mereka mengincar Nahuel Molina dari Udinese maupun Emerson Royal dari Spurs guna menambal bek kanan.

Simeone tampaknya juga sudah memikirkan kekokohan pertahanannya yang sudah mulai luntur akhir-akhir ini. Karena Atletico dari tahun ke tahun identik dengan solidnya lini belakang mereka.

Kasus Di Premier League

Yang paling dominan perputaran pasar bek yakni terjadi di Liga Inggris. Selama ini liga nomor satu dunia ini banyak dikaitkan dengan perputaran bek-bek top dunia. Manchester City misalnya, beberapa kali tak segan merogoh koceknya demi pemain bertahan yang berharga mahal. Liverpool juga pernah berani membayar Van Dijk dengan harga mahal. Atau mungkin juga kekokohan pertahanan Chelsea era Tuchel ketika berhasil meraih Liga Champions.

Hal itu menandakan bahwa sekarang klub-klub Inggris sadar betapa pentingnya peran sosok bek. Manchester United, misalnya. Kini di bawah pelatih baru, Erik ten Hag, MU sudah mendatangkan bek kiri tangguh, Tyrell Malacia. Selain Malacia, Lisandro Martinez juga menjadi incaran MU berikutnya agar tembok Setan Merah makin kokoh.

Juara bertahan, Manchester City juga sudah memburu bek kiri Marc Cucurella yang diharapkan bisa menyeimbangkan posisi bek kiri City yang hanya diisi Cancelo maupun Zinchenko. City juga sudah ancang-ancang jika mereka kehilangan Nathan Ake. Gvardiol dan Pau Torres muncul sebagai nama kandidat yang akan menggantikan Ake jika hengkang dari Etihad.

Liverpool pun sama, mereka yang sudah kadung percaya pada komposisi bek intinya, kini melengkapinya dengan mendatangkan pelapis Trent Alexander-Arnold yakni Calvin Ramsay. Lain kasusnya dengan Chelsea yang banyak kehilangan pilar belakangnya. Bek-bek incaran Tuchel seperti Josko Gvardiol, Cucurella, dan De Ligt masih menemui jalan gelap. Namun, di sisi lain Chelsea hampir mendapatkan bek Napoli, Kalidou Koulibaly.

Arsenal pun kini tak ingin kehilangan momen untuk ikut meramaikan bursa transfer bek. The Gunners tak kenal lelah terus menawar bek Ajax, Lisandro Martinez. Tetangga Arsenal, Spurs juga ikutan menggila berburu pemain belakang.

Conte sangat fokus dalam menyiapkan pertahanan Spurs musim depan. Clement Lenglet di bek tengah dan Ivan Perisic di wing back kiri sudah datang. Kini tinggal Djed Spence di wing back kanan yang ditunggu kedatangannya oleh Spurs.

Saking ramainya pasar bek, di tim medioker Liga Inggris pun saling gengsi demi memperkuat lini pertahanan mereka musim depan. Newcastle United telah mendapatkan bek tengah, Steve Botman. Bahkan untuk mendapatkan Botman pun, Newcastle mesti bersaing dengan AC Milan yang juga meminati. Aston Villa asuhan Steven Gerrard pun diam-diam sudah mendapatkan bek handal dari Sevilla, Diego Carlos.

Kondisi pasar bek di liga lain misal Bundesliga, Munchen dan Dortmund pun juga hampir sama. Dortmund bahkan sampai membawa Niklas Sule dari Munchen guna memperkuat pertahanannya musim depan. Munchen pun tak tinggal diam. Setelah Mazroui didatangkan dari Ajax untuk memperkuat sektor bek kanan, Die Roten tak tanggung-tanggung akan menebus De Ligt dari Juventus dengan nominal yang tak murah.

Serie A, La Liga, Premier League bahkan Bundesliga sekalipun kini banyak berinvestasi pada pemain bertahan musim panas ini. Hal ini makin membuktikan bahwa di era sepakbola modern seperti sekarang menunjukkan kebutuhan pada pemain belakang tak kalah penting dibandingkan kebutuhan amunisi untuk mencetak gol.

https://youtu.be/CrmUHQ2-79o

Sumber Referensi : theathletic, transfermarket, squawka

Berita Bola Terbaru 13 Juli 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

FRANCESCO ACERBI JADI TARGET MONZA SELANJUTNYA

Setelah berusaha mendatangkan Luis Suarez, kini Monza membidik bek berpengalaman milik Lazio, Francesco Acerbi. Dilansir Football Italia, Direktur Monza, Galliani sedang berada di tahap negosiasi dengan Lazio untuk membahas kemungkinan transfer Francesco Acerbi. Sang pemain tengah mencari klub baru musim panas ini, dan Monza dianggap jadi opsi yang menarik.

PSG INGIN RAUP 100 JUTA EURO DALAM PENJUALAN PEMAIN

PSG memang tak piawai dalam menghasilkan uang dari penjualan pemain. Namun musim ini mereka bertekad ingin menjual beberapa pemain untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin. Dilansir AS, Direktur Olahraga PSG, Luis Campos tengah berusaha menawarkan para pemainnya ke klub lain demi mendapatkan uang. Mereka bahkan menargetkan 100 juta euro (Rp1,5 triliun) uang yang harus didapat dari penjualan pemain

TUR PRAMUSIM SEGERA DIMULAI, FERRAN TORRES JUSTRU CEDERA

Barcelona harus rela menjalani tur pramusim ke Amerika Serikat tanpa Ferran Torres lantaran ia mengalami cedera. Dilansir Football Espana, Barcelona telah mengkonfirmasi cedera yang dialami Torres. Tapi belum ada perkiraan kapan Torres akan kembali latihan dengan skuad Barcelona.

RONALDO TERLALU TUA UNTUK CHELSEA

Dilansir Sunday World, Thomas Tuchel tak tertarik untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Manchester United. Tuchel merasa Ronaldo yang sudah berusia 37 tahun terlalu tua untuk Chelsea. Ia hanya akan memberikan dampak jangka pendek saja untuk masalah lini depan klub. Tuchel justru lebih memfavoritkan Lewandowski ketimbang Ronaldo.

LUPAKAN SANCHES, MILAN PUNYA OPSI LAIN

AC Milan mulai putar otak ketika mendengar pemain incarannya, Renato Sanches kian merapat ke Prancis bersama PSG. Dilansir Football Italia, Milan mengalihkan pandangannya kepada gelandang muda Club Brugge, Charles De Ketelaere. Kabarnya Milan telah menyiapkan uang 30 juta euro (Rp450 miliar) plus bonus untuk menebus De Keletaere dari Brugge.

MU KONFIRMASI MAGUIRE TETAP JADI KAPTEN MUSIM DEPAN

Selain menegaskan tak akan menjual Cristiano Ronaldo, dilansir Goal Ten Hag juga memastikan bahwa Harry Maguire adalah kapten Manchester United untuk musim 2022/23, meski banyak mendapat kritik musim lalu. Maguire adalah opsi paling tepat untuk mengemban peran itu.

DANI ALVES DIINCAR KLUB MLS DAN LIGA MEKSIKO

Setelah berstatus bebas transfer, Dani Alves mendapat tawaran dari klub-klub di luar Eropa. Dilansir AS, Dani Alves telah dikaitkan dengan Pumas de la UNAM, klub asal Liga Meksiko dan klub MLS, Seattle Sounders. Kini ia sedang mempertimbangkan tawaran-tawaran itu. Kabarnya, di mana pun Alves bermain, ia akan tetap tergabung dalam skuad Brazil di Piala Dunia Qatar nanti.

AKHIRNYA PHIL FODEN NAIK GAJI DI CITY

Manchester City dikabarkan telah menawarkan kontrak baru untuk Phil Foden. Dalam kontrak barunya itu, ia akan mendapat kenaikan gaji sebesar 50 ribu pound (Rp890 juta). Dilansir AS, musim depan Foden akan menerima gaji sekitar 200 ribu pound atau sekitar Rp3,5 miliar per minggu. Ini gaji yang layak untuk Foden mengingat musim lalu ia tampil luar biasa bersama Manchester City.

NETIZEN MINTA INDONESIA KELUAR DARI AFF, KETUM PSSI: JANGAN GEGABAH

Dilansir Vocketfc, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan mengklaim netizen banyak yang minta Indonesia untuk keluar dari Federasi Sepak Bola Asia (AFF) setelah merasa tercurangi karena Vietnam dan Thailand terindikasi melakukan kerjasama. Namun, Ketum PSSI tak gegabah, PSSI akan meminta AFF untuk melakukan investigasi pada pertandingan Vietnam vs Thailand Grup A Piala AFF U-19 2022. PSSI mencurigai adanya pengaturan skor dalam pertandingan tersebut.

FULHAM RESMI UMUMKAN ANDREAS PEREIRA

Melalui akun resmi Instagram Fulham, mereka mengumumkan kedatangan Andreas Pereira dari Manchester United. Dilansir situs resmi Fulham, Pereira telah menandatangani kontrak yang berdurasi 4 tahun. Namun, pihak Fulham tak mengungkapkan berapa biaya transfer yang mereka keluarkan untuk menebus sang pemain.

PSG TOLAK KESEMPATAN REKRUT RONALDO

Paris Saint-Germain diklaim telah menolak kesempatan emas untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo. Les Perisiens dilaporkan mengurungkan niatnya untuk merekrut CR7 karena dua alasan khusus. Dilansir Bleacherreport, alasan pertama, PSG merasa bursa transfer kali ini bukanlah waktu yang tepat. Apalagi pemain berlabel bintang di PSG sudah cukup menumpuk. Alasan kedua, PSG tak punya cukup biaya untuk membayar jasa Ronaldo. Apalagi, PSG baru-baru ini memberikan kontrak fantastis kepada Kylian Mbappe. Sehingga, kedatangan Ronaldo bisa berdampak pada aturan Financial Fair Play.

BARCELONA SELANGKAH LAGI DAPATKAN RAPHINHA

Raksasa La Liga, Barcelona dikabarkan sukses mencapai kesepakatan dengan klub Premier League, Leeds United terkait transfer bintang asal Brasil, Raphinha. Barcelona akan membayar biaya transfer senilai 58 juta euro atau setara Rp 870 miliar kepada Leeds. Barca juga akan memberikan biaya tambahan yang membuat nilai paket transfer keseluruhan mencapai 67 juta euro. Raphinha, yang diklaim bakal tiba di Barcelona pada Rabu (13/7) hari ini, akan mendapat kontrak hingga 2027 mendatang. 

RESMI! ROONEY LATIH KLUB MLS DC UNITED

Mantan pelatih Derby County dan eks bintang Manchester United, Wayne Rooney kembali ke DC United. Ia resmi ditunjuk jadi pelatih baru klub Major League Soccer (MLS) tersebut. Ini bukan kali pertama Rooney bergabung dengan DC United. Sebelumnya Rooney pernah berkostum DC United sebagai pemain pada 2018-2020. Dari 48 penampilan di lapangan, Rooney mencetak 23 gol.

MU AKHIRNYA ANGKAT TROFI LAGI DI BANGKOK

Penggemar Manchester United akhirnya dapat kembali tersenyum bahagia. Pasalnya, klub kesayangan mereka akhirnya kembali mendapatkan trofi usai lima tahun puasa gelar. Semalam, dalam laga uji coba di Stadion Rajamangala bertajuk Bangkok Century Cup, MU menggasak sang rival Liverpool dengan skor 4-0. Gol-gol MU dicetak oleh Jadon Sancho, Fred, Anthony Martial, dan Facundo Pellistri. Ini menjadi modal yang bagus buat skuad asuhan Erik Ten Hag menjelang musim 2022/23.

LIVERPOOL DIBANTAI MU, KLOPP: KAMI BENCI KEKALAHAN

Liverpool meraih hasil buruk ketika menjalani uji coba pramusim. Anak asuh Jurgen Klopp menyerah dengan skor 0-4 saat bertemu Manchester United di Rajamangala Stadium, Bangkok, Thailand, Selasa (12/7). Buat Jurgen Klopp kekalahan dari rival seperti MU, meski laga pramusim, tetap menyakitkan. “Kami benci kekalahan,” ujar manajer asal Jerman itu. Klopp menyebut salah satu alasan kekalahan Liverpool dari MU lantaran beberapa pemainnya belum dalam kondisi siap melakukan uji coba. 

LIVERPOOL MERILIS JERSEY TANDANG ANYAR MUSIM 2022/23

Liverpool meluncurkan seragam baru untuk pertandingan tandang. Kostum tandang musim 2022/23 tampak beda dengan beberapa ornament unik yang tak biasa. Meski tetap berwarna dasar putih, jersey away Liverpool ini menampilkan desain gelombang yang “mengganggu mata”. Jersey tandang baru Liverpool ini terinspirasi dari tema musik kota yang semarak dan musik dansa era 1990-an. 

INILAH PENAMPAKAN JERSEY INTER MILAN MUSIM 2022/23

Klub Serie A, Inter Milan resmi memperkenalkan seragam tempur mereka untuk musim depan. Berbeda dari dua musim yang lalu, Inter menggunakan design yang lebih sederhana di jersey kandang mereka musim ini. Mereka menggunakan design strip horizontal biru-hitam yang menjadi identitas tim mereka selama ini. Namun pola strip ini tidak ‘polosan’ karena Nike memberikan logo geometris yang akan terlihat jika terkena cahaya.

KOULIBALY SEMAKIN DEKAT GABUNG CHELSEA

Dilansir The Guardian, Chelsea dan Napoli diklaim telah menyepakati biaya transfer Kalidou Koulibaly sebesar 40 juta euro (setara Rp 601 miliar). Transfer ini nantinya akan dibayar secara berangsur hingga dua kali pembayaran. Menyoal durasi kontrak, Koulibaly disinyalir akan memperoleh kontrak selama tiga musim. Nantinya, Koulibaly akan diberikan opsi perpanjangan satu tahun andai performanya stabil. Namun laporan lain yang dikutip Fabrizio Romano, Koulibaly akan dikontrak selama lima tahun.

DAPAT ANCAMAN PEMBUNUHAN, LEWY PULANG KE BAYERN TANPA KELUARGA

Ngebet pengen hengkang dari Bayern, Lewandowski dikabarkan mendapat ancaman pembunuhan. Lewandowski akhirnya kembali ke Bayern Munchen dari libur panjangnya pada Selasa. Namun kali ini kedatangan Lewandowski tidak didampingi istrinya Anna dan dua putrinya. Media Polandia, Wirtualna Polska melaporkan keluarga Lewandowski memutuskan tidak kembali ke Jerman pasca liburan. Alasannya karena superstar Bayern ini dikabarkan mendapat berbagai ancaman di media sosial dalam beberapa hari.

BALE BERAMBISI PERKUAT WALES DI EURO 2024 DAN PIALA DUNIA 2026

Pemain senior timnas Wales, Gareth Bale mengatakan dirinya masih berambisi untuk membela negaranya tersebut pada gelaran Euro 2024 dan Piala Dunia 2026 mendatang. Dikutip dari Sky Sports, Selasa (12/7), pemain yang baru saja resmi bergabung dengan tim MLS, Los Angeles FC itu mengatakan saat ini dirinya baru akan berusia 33 tahun pada akhir pekan ini dan masih banyak tahun yang ia nantikan.

RESMI! LAZIO DAPATKAN ALESSIO ROMAGNOLI

Klub Ibukota Italia, Lazio resmi mendatangkan bek sekaligus kapten klub juara bertahan Milan, Alessio Romagnoli, dengan status bebas transfer. Romagnoli dikontrak Lazio hingga Juni 2027 setelah membela Milan pada periode 2015-2022. Defender Italia tersebut kabarnya akan mendapatkan gaji bersih senilai 3 Juta euro per musim ditambah bonus dan ada rumor yang menyebutkan bahwa ia ditawari sebuah posisi staf di Lazio saat ia pensiun sebagai pemain.

RODRIGO PERPANJANG KONTRAK DI MAN CITY

Gelandang asal Spanyol, Rodrigo telah menandatangani perpanjangan tiga tahun untuk kontraknya di Manchester City, kesepakatan itu membuat pemain berusia 26 tahun tersebut akan tetap di Klub hingga Juni 2027. Gelandang yang terus meningkat sejak bergabung dengan City pada musim panas 2019 telah membuat 151 penampilan dalam tiga musimnya di Etihad, dan memiliki 33 caps internasional untuk Spanyol.

SOLSKJAER TOLAK TAWARAN UNTUK LATIH TIMNAS IRAN

Ole Gunnar Solskjaer dilaporkan menolak tawaran melatih timnas Iran meski masih menganggur sejak dipecat Manchester United. Sekadar informasi, kursi pelatih timnas Iran sendiri tengah lowong setelah mereka memecat Dragan Skocic. Federasi sepakbola Iran lalu mengincar Solskjaer sebagai suksesor. Namun, Solskjaer diklaim menolak tawaran tersebut karena ia memiliki prioritas jangka pendek lainnya.

PENSIUN, WILSHERE LANGSUNG LATIH ARSENAL U18

Jack Wilshere resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Arsenal U-18. Amanah ini pun langsung disambut dengan penuh sukacita oleh Wilshere yang, pada beberapa hari lalu tepatnya 8 Juli, mantan pemain tim nasional Inggris itu memutuskan pensiun dini pada usia 30 tahun. “Sebuah kehormatan untuk menerima peran ini. Bukan rahasia lagi bahwa saya mencintai klub ini,” kata Wilshere. 

JUVE TOLAK TAWARAN PEMBUKA BAYERN UNTUK DE LIGT

Tawaran pertama Bayern Munchen senilai 60 juta euro plus bonus untuk Matthijs de Ligt dilaporkan ditolak oleh Juventus. Meski demikian, Bayern tak menyerah begitu saja untuk mendatangkan pemain 22 tahun. Maka dari itu, direktur olahraga Bayern, Salihamidzic dikabarkan akan masih terus menjalin komunikasi dengan Bianconeri. Juventus dilaporkan memasang harga 100 juta untuk De Ligt. Bayern bakal sulit menyanggupi keinginan Juventus ini dan terus berusaha bernegosiasi agar Juventus mau menurunkan harga. 

 

7 Pemain Muda yang Layak Dinanti di La Liga Musim Depan

0

Setelah kepergian Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dari sepakbola Spanyol, La Liga belum menemukan figur baru untuk mendongkrak popularitas kompetisi kasta tertinggi sepakbola Spanyol tersebut. Maka dari itu, La Liga selalu menghasilkan talenta muda yang menarik perhatian di setiap musimnya.

Seperti yang dilakukan Vinicius Junior musim lalu. Meski masih berusia 21 tahun, ia telah menunjukan perkembangan yang luar biasa bersama Real Madrid. Selain mengamankan gelar La Liga, ia jadi pahlawan El Real di final Liga Champions 2021/2022 berkat mencetak gol semata wayang di laga itu.

Musim lalu Vini jadi pemain muda paling disorot selama jalannya kompetisi. Lantas bagaimana dengan musim depan? Apakah Vini kembali akan bersinar, atau lampu sorot akan bergeser ke pemain-pemain muda lain? Berikut daftar pemain muda La Liga yang aksinya menarik untuk dinantikan pada musim 2022/2023 

Rodrygo 

Nama pertama adalah rekan satu tim Vinicius di Real Madrid, Rodrygo Goes. Didatangkan dari Santos pada tahun 2019 lalu, Rodrygo perlahan mulai menunjukan kualitasnya sebagai salah satu talenta menjanjikan yang dimiliki Brazil.

Puncaknya pada musim lalu, ketika Real Madrid berhasil mengawinkan gelar La Liga dengan trofi Liga Champions. Rodrygo berhasil mencetak 4 gol dalam 33 pertandingan La Liga bersama Los Merengues. Tapi, perolehan gol Rodrygo justru kebanyakan adalah di Liga Champions. Pemain berusia 21 tahun itu mencetak 5 gol dalam 11 pertandingan.

Permainannya di Liga Champions membuktikan bahwa Rodrygo sebetulnya memiliki insting gol yang cukup baik, bahkan perolehan golnya lebih banyak dari Vinicius yang hanya mencetak 4 gol. Dengan sedikit polesan dari Carlo Ancelotti, Rodrygo diyakini bakal mempertontonkan permainan yang lebih baik musim depan.

Pedri 

Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan Pedri selain “gila”. Ia menjadi pemain dengan catatan pertandingan terbanyak dengan mengemas 73 pertandingan dalam satu kalender musim 2019/2020. Itu sudah termasuk penampilannya di Euro 2020 dan Olimpiade di Tokyo.

Selepas dari Tokyo, Pedri langsung tampil di dua partai pembuka Barca di La Liga musim 2021/2022. Sayangnya setelah itu Pedri harus menepi lantaran cedera hamstring. Meski demikian, tak menampik bahwa Pedri ini cerminan filosofi lini tengah Barcelona, ia merupakan pemain serba bisa, piawai menguasai bola dan pandai dalam memanfaatkan ruang di area lawan. 

Dia adalah pemain yang cerdas dan berbakat secara teknik. Kecepatan serta akselerasinya sangat efisien sehingga pergerakannya sangat sulit diantisipasi. Kini ia sudah pulih dan memulai pra musim bersama Barca. So, patut dinanti peran apa yang akan ia ambil di bawah asuhan Xavi yang juga seorang mantan gelandang cerdas pada musim depan.

Yeremy Pino 

Yéremy Pino dari Villarreal adalah wajah prospek sepakbola Spanyol saat ini. Pemain berusia 19 tahun itu telah memantapkan diri di skuad utama Villarreal musim lalu. Bermain di posisi sayap, ia tampil sebanyak 31 pertandingan di bawah asuhan Unai Emery.

 

Pino juga sempat tergabung dalam tim juara Europa League 2021, saat Villarreal berhasil mengalahkan Manchester United di final. Pino jadi pemain termuda dengan 18 tahun yang berhasil menjuarai kompetisi tersebut. 

Setelah musim lalu tampil impresif dengan mencetak 7 gol dan 4 assist, penampilan Pino musim depan tentu sangat dinantikan para pecinta La Liga. Terlebih usianya baru 19 tahun, Ia masih memiliki banyak waktu untuk mencapai potensi maksimalnya bersama Villareal. 

Eduardo Camavinga 

Real Madrid mendatangkan Eduardo Camavinga dari Rennes sebagai investasi jangka panjang dengan harapan bisa menjadi penerus trio lini tengah Casemiro, Toni Kroos dan Luka Modric yang usianya sudah tak muda lagi.

Meski belum sering tampil 90 menit penuh, Camavinga sudah memberikan beberapa dampak positif bagi lini tengah El Real. Dengan daya jelajah dan agresivitas yang tinggi, Camavinga mampu memberikan rasa nyaman pada lini pertahanan. Ia hampir menguasai setiap inchi area permainannya.

Menjadi cadangan dari trio lini tengah Madrid, Camavinga diberi peran oleh Ancelotti sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Hasilnya? Ia mampu menjalankan peran tersebut dengan baik. Jadi tak heran ia juga mencatatkan 1.226 menit bermain di La Liga.

Aurélien Tchouameni

Penampilan Aurelien Tchouameni musim depan juga sangat dinantikan. Calon tandem Camavinga di lini tengah ini baru didatangkan Real Madrid dari AS Monaco, setelah mengalahkan klub-klub besar lainnya seperti PSG dan Manchester United. Tchouameni jadi rebutan karena ia piawai memainkan peran sebagai gelandang bertahan dan gelandang tengah.

Ketika bermain sebagai gelandang tengah, umpan-umpan menusuknya sulit diprediksi lawan, selain itu ia juga gemar memancing lawan untuk menciptakan ruang bagi rekan setimnya.  Sedangkan ketika memainkan peran gelandang bertahan, ia memanfaatkan kecepatan dan timing sempurna untuk mencuri bola dari lawan.

Musim depan adalah musim pertama Tchouameni di La Liga. Dengan nilai transfer yang mencapai 80 juta euro (Rp1,2 triliun), sudah pasti madridista akan menaruh ekspektasi tinggi pada pemain berusia 22 tahun ini.

Mateus Cunha 

Matheus Cunha adalah seorang penyerang yang mampu bermain di segala pos lini serang. Ia mampu beradaptasi dengan peran dan taktik yang berbeda. Hal itu dibuktikan dengan penampilan impresif musim lalu bersama Atletico Madrid. 

Meskipun Cunha adalah pemain yang fleksibel, di tangan Diego Simeone, ia lebih sering dimainkan sebagai penyerang tengah. Simeone hanya sesekali menggunakan Cunha sebagai pemain sayap atau second striker.

Kekuatan utama Cunha ada pada kekuatan fisik dan kelincahannya dalam menggiring bola. Kombinasi tersebut membuat pemain berusia 23 tahun ini sulit untuk dihentikan. Saat menghadapi lawan di ruang sempit, Cunha memiliki berbagai macam trik untuk melewati lawan dan tekniknya sangat baik untuk pemain seusianya.

Musim lalu, Cunha memainkan 29 laga dengan mencatatkan 6 gol dan 6 assist di liga. Dengan perginya Luis Suarez, Diego Simeone kemungkinan akan menggunakan Cunha untuk menambal lubang yang ditinggalkan Suarez.

Nico Williams 

Nico Williams adalah adik dari Inaki Williams. Sama-sama bermain di Athletic Bilbao, Nico adalah pemain sayap kanan yang dinilai memiliki potensi tinggi di kemudian hari. Pemain sayap Los Leones telah menjadi starter dalam 11 pertandingan dari 34 penampilannya musim lalu. 

Meskipun ia gagal mencetak gol di La Liga, ia menunjukkan potensi tak terbatas, ia memiliki beberapa keterampilan dribbling yang menarik. Bersama sang kakak, ia bisa menjadi salah satu andalan Athletic Bilbao musim depan.

Meski usianya masih 19 tahun, kecepatan dan keterampilan Nico Williams telah membuatnya menjadi pemain sayap jempolan di usianya. Selain itu, ia juga masuk dalam  tim U-21 Spanyol musim lalu. Dengan sedikit polesan Ernesto Valverde, Nico akan memainkan peran penting untuk Bilbao di masa depan.

https://youtu.be/H6dpEBZjtJk

Sumber: Foottheball, Khelnow, Breakingthelines, Libero, Tottalfootballanalys

Gagal Mulu ke UCL, Mengapa Arsenal Pertahankan Arteta?

0

Ketika klub-klub lain di Premier League, terutama yang tergabung dalam komplotan “Big Six” beberapa tak betah dengan manajernya, Arsenal tidak. Tatkala Manchester United sudah mulai meninggalkan Rangnick yang problematik, dan Tottenham Hotspur yang juga merekrut manajer kaliber Antonio Conte, Arsenal tetap dengan Arteta.

Bahkan sebelum Premier League musim 2021/22 tuntas, kontrak Arteta, oleh Arsenal sudah diperpanjang. The Gunners memperpanjang kontrak Arteta sampai 2025 mendatang. Tujuannya? Pada waktu itu, Arsenal sedang mempercayai Arteta. Bahwa kelak mantan pemainnya itu akan membawa The Gunners ke Liga Champions.

Tapi kenyataannya tidak demikian. Harapan itu sudah pecah berkeping-keping. Arsenal justru gagal ke Liga Champions, sedangkan Tottenham melenggang mulus ke sana. The Lilywhites seolah-olah mengajari Arsenal betapa ganti manajer adalah keputusan yang tepat.

Namun, Arsenal ibarat tak bergeming apa-apa. Arsenal secara keseluruhan masih mempercayai proses Arteta. Tapi, apa yang sebenarnya membuat Arsenal begitu percaya pada legendanya sendiri? Toh, prestasi Arteta saat menukangi Arsenal gitu-gitu doang?

Memberikan Trofi

Meski terkesan biasa-biasa saja, selama melatih Arsenal, Arteta bukan tanpa trofi. Sejak mantan asisten Pep Guardiola itu menukangi Arsenal dari tahun 2019, setidaknya sudah ada dua tambahan trofi ke lemari. Arteta membantu arsenal untuk menjadi juara FA Cup musim 2019/20.

Bahkan hebatnya, Arteta hanya butuh 18 bulan untuk membawa Arsenal meraih trofi tertua di Inggris tersebut. Pada waktu itu, banyak yang mulai menaruh kepercayaan pada Arteta. Meskipun Arsenal belum menunjukkan tanda-tanda berkembang di bawah Arteta, setelah finish di peringkat delapan di akhir musim 2019/20.

Akan tetapi, itu wajar karena Arteta masuk pada pertengahan musim 2019/20. Ia masuk menggantikan Unai Emery, dan Freddie Ljungberg yang hanya melatih sebentar. Musim berikutnya, Arteta kembali memberi satu trofi lagi melalui Community Shield tahun 2020 dengan mengalahkan Liverpool yang sebelumnya juara Liga Inggris.

Paham Kondisi dan Ekspektasi Klub

Terlepas dari prestasinya di kompetisi domestik, Arsenal patut diakui menjalani masa yang rumit ketika diasuh Arteta. Beberapa kali Arsenal terperosok dan terpental dari zona Liga Champions atau bahkan zona kompetisi Liga Konferensi.

Namun, tanpa mengabaikan hal-hal buruk itu, Arteta jelas menjadi sosok yang paling memahami Arsenal luar dalam. Selain ia pernah menjadi mantan pemain yang begitu dicintai Gooners, ia juga tahu kualitas anak didiknya. Arteta juga paham ekspektasi penggemar terhadap klub.

Sebab itu, beberapa kali Arteta telah mengambil langkah yang benar dan pemain sudah mulai mengerti taktiknya. Kini tinggal menunggu waktu. Waktu di mana Arteta bisa menciptakan tim dengan para pemain yang tahu cara bermain dengan taktiknya.

Karena pemahamannya terhadap klub sangat dalam, Arteta bahkan terbilang berani dalam menyusun keputusannya. Ia acap kali tak gentar mengotak-atik skema permainannya sendiri. Arteta beberapa kali menguji setiap pola permainan yang berbada. Memang ada bagian yang gagal dan berhasil, tapi itu semua bagian dari eksperimen sang percaya proses.

Mempromosikan Pemain Muda

Arteta beberapa kali memang terlihat mengubah skemanya. Ia tak menentu dalam menempatkan pemain. Terkadang seorang Granit Xhaka ia taruh sebagai bek kiri. Atau di lain kesempatan Arteta membuat Thomas Partey sebagai poros tunggal ketika Arsenal mampu mendominasi permainan Manchester City di kandang.

Tak hanya soal permainan, barangkali karena paham dengan skuadnya, Arteta tak ragu untuk mempromosikan pemain muda. Para pemain muda banyak yang berpendar di tangan Arteta. Misalnya Gabriel Martinelli, Bukayo Saka, dan tentu saja Emile-Smith Rowe.

Khusus nama ketiga, pada dua musim terakhir telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Arteta benar-benar bisa menyulap pemain muda seperti Smith Rowe jadi pemain yang dahsyat dan bisa meledak lebih dini. Pada musim 2020/21 dan 2021/22, Smith Rowe setidaknya sudah bermain sebanyak 53 kali di skuad Arteta di Premier League.

Penampilannya juga sangat impresif dengan 12 gol dan 6 asis. Bukan sekadar itu, menurut FBref, nilai expected goals (xG) Smith Rowe juga mengalami peningkatan. Dari yang di musim 2020/21 hanya di angka 2,0, pada musim 2021/22 nilai expected goals (xG) Smith Row naik menjadi 5,8 per 90 menit.

Tanpa menisbikan pemain lain, melalui Smith Rowe kita bisa melihat bagaimana Arteta memoles pemain muda. Ia tidak hanya mempercayai pemain muda untuk bermain di skuad utama. Tapi Arteta juga memolesnya. Membuat pemain muda jadi menaruh kepercayaan pada Arteta.

Dicintai Para Pemain

Rasa percaya itu kemudian berubah menjadi rasa cinta. Ya, Arteta begitu dicintai para pemain-pemainnya. Itu bukan tanpa alasan, karena Arteta adalah sosok yang tegas di luar maupun di dalam lapangan. Ia mengerti harus berbuat apa dan bagaimana. Arteta mencontohkan bagaimana dirinya tidak mentolerir tindakan indisipliner.

Dengan menanggalkan status kapten Aubameyang, yang membuat pemain Gabon itu akhirnya hengkang, menunjukkan bahwa Arteta benar-benar tegas dan tak pandang bulu. Justru karena itulah ia dicintai. Di samping beberapa pemain seperti Magelhaes, Odegaard, Nketiah, bahkan Elneny berhasil menemukan permainan terbaiknya.

Arteta juga beberapa kali mendapat pujian dari para pemain-pemainnya. Pablo Mari, bek Arsenal yang jarang dimainkan oleh Arteta pun tak bisa tidak memuji Arteta. Menurut Mari, Arteta adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Mari mengatakannya setelah mendengar rencana Arteta ke depan.

“Dia (Arteta) adalah orang yang sangat baik ketika itu. Bagaimana dia menemukan solusi untuk kami dan membuatnya mudah untuk memainkan permainan. Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Itu berarti dia adalah pelatih yang luar biasa,” kata Pablo Mari seperti dikutip Football365.

Misi Melanjutkan Pembangunan Arsenal

Arteta telah menunjukkan perkembangan yang meski pelan tapi terasa berdampak. Beberapa pemain mengalami peningkatan yang signifikan. Granit Xhaka, misalnya. Xhaka sebelumnya menjadi pemain yang paling malas untuk ditonton permainannya.

Pemain Switzerland itu bermain tidak konsisten. Xhaka lamban dalam bertahan dan rentan terhadap kesalahan. Namun, Arteta telah menyulap Xhaka, selain posisinya yang baru juga membuat sang pemain bermain konsisten dan stabil dalam skuad.

Odegaard di bawah Arteta juga bermain solid. Bukayo Saka yang sempat dipromosikan oleh Unai Emery, di tangan Arteta performanya terus menanjak. Kemitraannya dengan Smith Rowe bikin Arsenal tak usah lagi bingung soal mencetak gol. Artinya, proses pembangunan itu sudah mulai kelihatan dan Arteta harus melanjutkannya.

Apalagi Arteta bukan hanya meningkatkan level pemainnya, tapi juga para stafnya. Jadi tidak ada alasan lain lagi untuk tidak memakai jasa pelatih kelahiran San Sebastian. Belum lagi kolaborasi Arteta, Edu, dan Josh Kroenke sudah mulai kelihatan.

Arteta dan Edu menyusun strategi pemain mana yang bakal dibeli, sedangkan Josh Kroenke akan tunduk pada cetak biru yang dibuat keduanya. Hasilnya pun sudah mulai kelihatan, Arsenal sudah merekrut Matt Turner, Marquinhos, Fabio Vieira, dan Gabriel Jesus.

Khusus Jesus, mungkin ia akan menjadi jawaban Arsenal untuk naik level. Apalagi di laga uji coba melawan Nurnberg, Gabriel Jesus sudah mencetak brace. Akhir kata, ini menandakan Arsenal telah siap untuk menatap musim yang baru dengan target yang tak kalah baru. Yakin saja Arsenal tak lagi gagal, yang penting “percaya proses”.

https://youtu.be/mYbt8SJqYOw

Sumber: Khelnow, JustArsenal, PaininTheArsenal, Football365, Detik

Berita Bola Terbaru 12 Juli 2022 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

BALE BEBERKAN ALASAN GABUNG LAFC

Gareth Bale akhirnya membeberkan alasan mengapa ia lebih memilih bergabung Los Angeles FC. Dilansir 90min, Bale memilih LAFC lantaran mereka tengah naik daun di kompetisi MLS. Selain itu, negosiasi yang mereka jalani terasa sangat menyenangkan, LAFC melakukan negosiasi dengan baik. Hal itu membuat Gareth Bale nyaman dan percaya bahwa LAFC adalah pilihan yang tepat.

AKHIRI MASA PINJAMAN, RAMSEY BALIK KE JUVE

Aaron Ramsey kemungkinan bakal hengkang dari Juventus pada musim panas ini. Meski begitu, dilansir Football Italia, Ramsey telah kembali ke Juventus setelah dipinjamkan selama enam bulan di Rangers. Kontrak Ramsey di Juve akan berakhir Juni 2023 mendatang, namun Juve yang sudah tak menginginkannya tengah mencarikan klub baru untuknya.

HANDANOVIC TETAP PERPANJANG KONTRAK DI INTER

Inter tampaknya belum mau melepas Samir Handanovic., walau Andre Onana sudah merapat. Dilansir Football Italia, Handanovic sudah genap 10 tahun berseragam Inter Milan. Ia telah mengemas 438 penampilan bersama Nerazzurri dan akan terus bertambah lantaran Inter berniat ingin mempertahankan sang penjaga gawang. Hal itu dilakukan agar Handanovic bisa membantu Onana beradaptasi di Serie A. 

TAMMY ABRAHAM TERLIHAT DI MATCH ASTON VILLA, ADA APA?

Penyerang AS Roma, Tammy Abraham terlihat mengunggah foto yang sedang berada di pertandingan uji coba Aston Villa. Sebelumnya Tammy Abraham memang pernah memperkuat Aston Villa, namun kini ia berstatus sebagai pemain AS Roma. Dilansir Football Italia Abraham berada di match Aston Villa ternyata hanya mendukung saudara laki-lakinya, Timmy Abraham yang juga bermain untuk Aston Villa.

SUAREZ TOLAK TAWARAN DARI KLUB DI LUAR EROPA

Luis Suarez dikabarkan telah menolak beberapa tawaran dari klub-klub yang bermain di luar Eropa. Dilansir Football Espana, Suarez masih ingin bermain di level Eropa dan menolak tawaran River Plate yang dikabarkan berminat menggunakan jasanya. Cruz Azul, klub asal Meksiko juga berminat, namun Suarez menegaskan bahwa ia hanya akan menerima tawaran dari klub-klub Eropa saja.

TRINCAO AKAN GABUNG SPORTING CP

Francisco Trincao tampaknya tak akan kembali berseragam Barcelona musim depan. Setelah menghabiskan masa pinjaman di Wolves, Trincao dikabarkan akan bergabung dengan Sporting CP. Menurut Fabrizio Romano, Sporting Lisbon sudah mencapai kesepakatan dengan Barca untuk mengontrak Trincao dengan biaya 10 juta euro (Rp151 miliar). Pembayaran akan dicicil dua kali dan Barca mencantumkan klausul “Buy Back” dalam 3 tahun mendatang. 

LINDELOF SENANG DENGAN PERUBAHAN YANG DIBAWA TEN HAG

Tampaknya hampir semua pemain Manchester United senang dengan sistem kepelatihan yang diterapkan Erik Ten Hag. Hal itu juga sempat disampaikan oleh salah satu pemain MU, Victor Lindelof. Dilansir dari Goal, Lindelof melihat semua pemain merasa bersemangat untuk bekerja dengan Ten Hag. Kualitas sesi latihan pun jauh meningkat, dan Ten Hag kerap memperhatikan hal-hal kecil dalam sesi latihan, itu sangat membantu pemain untuk berkembang.   

SCAMACCA ABSEN DI PRAMUSIM SASSUOLO

Gianluca Scamacca tidak terlihat bergabung dengan skuad Sassuolo yang tengah melakoni laga pramusim melawan Real Vicenza. Dilansir Football Italia, Absennya Scamacca dikaitkan dengan rumor bahwa ia akan segera merampungkan kepindahannya ke PSG dalam beberapa hari ke depan. Pihak PSG kabarnya kian dekat dengan kesepakatan ini. Kabarnya, Sassuolo membandrol Scamacca di kisaran 50 juta euro atau Rp759 miliar.

LISANDRO MARTINEZ BAKAL JADI BEK PALING PENDEK DI LIGA INGGRIS

Apabila MU berhasil merampungkan transfer Lisandro Martinez, ia akan menjadi bek tengah terpendek di Liga Inggris. Dilansir Sportbible, Lisandro hanya memiliki tinggi sekitar 175 cm. Tinggi Lisandro masih kalah jauh apabila dibandingkan dengan bek-bek tengah Manchester United seperti, Lindelof yang memiliki tinggi 187 cm dan Varane 191 cm. Meski begitu, Lisandro Martinez memiliki statistik menang duel udara sebanyak 79 kali, itu 4 lebih tinggi dari Harry Maguire.

POGBA TOLAK TANDATANGANI JERSEY MU

Paul Pogba yang tiba di Turin langsung disambut oleh para pendukung Juventus. Ia sesekali menandatangani jersey dan berfoto dengan penggemar. Namun, ada yang menarik dari momen itu, Dilansir Talksport, salah satu fans justru menyodorkan jersey Manchester United, mantan klub Paul Pogba. Pemain berusia 29 tahun itu langsung berhenti sejenak dan mengangkat jarinya, seakan memberi isyarat bahwa ia tidak mau menandatangani yang satu itu.

TEN HAG TEGASKAN RONALDO TAK DIJUAL

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag menegaskan bahwa Cristiano Ronaldo akan masuk dalam rencana timnya untuk musim 2022/2023. Dilansir The Guardian, melalui konferensi pers pertamanya, Ten Hag menegaskan bahwa Ronaldo tidak dijual. Ia bahkan sudah berbicara dengan Ronaldo sebelum isu kepergiannya mencuat, dan Ronaldo tak pernah menunjukan gelagat kalau ia ingin pergi dari klub.

JACK WILSHERE BALIK KE ARSENAL?

Kabar cukup mengejutkan datang dari mantan pemain Arsenal, Jack Wilshere. Setelah beberapa hari lalu memutuskan untuk pensiun dari dunia sepakbola di usia 30 tahun, kini ia kembali terlihat di Emirates Stadium. Dilansir situs resmi Arsenal, Pihak klub mengumumkan bahwa Wilshere akan menjadi pelatih kepala tim U-18 Arsenal. Posisi ini diberikan untuk memberi apresiasi bagi mantan jebolan akademi Arsenal itu.

BINTANG MUDA CHICAGO FIRE SEPAKAT GABUNG CHELSEA

Klub Liga Inggris, Chelsea dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal dengan bintang muda Chicago Fire. Menurut Fabrizio Romano, Chelsea telah mencapai kesepakatan dengan penjaga gawang muda Chicago Fire, Gabriel Slonina. Kabarnya kesepakatan itu akan bernilai 10 juta dolar (Rp150 miliar). Meski begitu, Slonina tetap tinggal di Chicago dan berstatus pemain pinjaman. 

JUVENTUS RESMI UMUMKAN KEMBALINYA POGBA

Juventus resmi mengumumkan kepindahan Paul Pogba dari Manchester United. Dilansir situs resmi Juventus. Juve mendapatkan Pogba secara gratis dan ia telah menandatangani kontrak kerja hingga Juni 2026. Kembalinya Paul pogba ke pelukan La Vecchia Signora, ditandai dengan tagline #Pogbacktoback

LA LIGA AKHIRI KERJASAMA DENGAN BANCO SANTANDER

Setelah menjadi sponsor Liga Spanyol sejak musim 2016/2017, Banco Santander resmi mengakhiri kerjasamanya dengan pihak La Liga. Dilansir Football Espana, La Liga mengumumkan bahwa mereka mengakhiri kesepakatan sponsor jangka panjang mereka dengan Banco Santander pada akhir musim 2022/2023 nanti. Pernyataan ini dikeluarkan langsung oleh pihak La Liga dan selaku presiden La Liga, Javier Tebas akan mengumumkan kerjasama dengan pihak baru musim depan.

SPURS BUKA PELUANG DATANGKAN KEMBALI WALKER-PETERS

Meski Spurs sudah mengamankan lima pemain baru musim ini, Antonio Conte tampaknya belum puas dengan materi pemain yang ia punya. Dilansir Football London, Conte membuka peluang untuk mengaktifkan klausul pembelian kembali Kyle Walker-Peters musim panas ini. Untuk mengaktifkan klausul itu, Spurs harus menyiapkan uang sekitar 30 juta pound (Rp535 miliar) guna menebus sang pemain. 

LEWANDOWSKI MASIH TERLIHAT DI PRAMUSIM BAYERN

Sempat diisukan bakal melakukan mogok latihan, Robert Lewandowski terlihat kembali ke Jerman untuk bergabung di sesi latihan skuad Bayern Munchen Dilansir Get Football News Germany, Robert Lewandowski akan memulai latihan pramusimnya bersama Bayern Munich pada hari ini. Meski ia ingin segera merampungkan transfernya, Lewandowski tetap profesional dan datang ke kamp latihan Bayern. 

CHELSEA ALIHKAN TARGET KE KALIDOU KOULIBALY

Chelsea yang mulai pesimis lantaran Bayern Munchen semakin di depan dalam persaingan untuk mendapatkan Mattijs De Ligt dari Juventus, mulai mencari opsi lain. Dilansir Football Italia, Chelsea telah mengalihkan targetnya pada Kalidou Koulibaly, bek tangguh milik Napoli. Kabarnya, agen Koulibaly sudah melakukan pertemuan dengan pihak Chelsea untuk membahas transfer ini.

SERGE GNABRY BUKA PELUANG MERAPAT KE CHELSEA

Setelah kepergian Lukaku ke Inter Milan, Chelsea juga sedang berusaha untuk memperbaiki komposisi lini serang mereka. Dan kini mereka tengah melakukan pembicaraan dengan Serge Gnabry. Dilansir Football London, Gnabry telah memberikan lampu hijau kepada Chelsea, dengan menyampaikan bahwa ia membuka peluang untuk bergabung dengan mereka. Gnabry diperkirakan akan menjadi pengganti Hakim Ziyech. 

VIDAL RESMI BERPISAH DENGAN INTER

Inter Milan telah mengumumkan bahwa mereka resmi berpisah dengan Arturo Vidal. Melalui akun resmi Instagramnya, Inter mengunggah video yang menampilkan aksi Vidal di lapangan dan mengucapkan salam perpisahan untuk pemain asal Chile itu. Menurut Fabrizio Romano, Vidal akan meninggalkan sepakbola Eropa dan segera merampungkan transfernya ke Flamengo. 

PERKEMBANGAN TRANSFER FRENKIE DE JONG

Transfer Frenkie De Jong ke Manchester United ada kemajuan. Menurut jurnalis Gerard Romero, Barca dan MU sudah mencapai kata sepakat soal harga De Jong di angka 85 juta euro (Rp1,2 triliun). Perwakilan Manchester United juga sudah berada di Spanyol untuk meyakinkan sang pemain agar mau pindah ke Manchester. Transfer akan segera rampung setelah Barca membayar tunggakan gaji De Jong

MU VS LIVERPOOL TUR PRAMUSIM BANGKOK, THAILAND

Duel antara Manchester United dan Liverpool akan tersaji nanti malam. Laga ini akan dimainkan di Rajamangala Stadium Bangkok, Thailand pukul 20:00 WIB. Laga ini akan dikemas layaknya laga kompetitif Premier League untuk menarik perhatian pasar sepakbola Asia. Itu juga jadi alasan mengapa MU dan Liverpool tak menghadapi tim lokal ketika tur di Thailand.

GABRIEL JADI INCARAN JUVENTUS

Dengan merapatnya De Ligt ke Bayern Munchen dan Napoli yang tak mengizinkan Koulibaly untuk bergabung dengan tim Italia lain, Juventus mulai mencari opsi lain untuk menambal lini pertahanan mereka. Dilansir Football Italia, Juventus tengah memantau situasi bek Arsenal, Gabriel. Ia jadi kandidat paling masuk akal saat ini. Kabarnya Arsenal menginginkan 40 juta euro (Rp600 miliar) untuk Gabriel

ROMAGNOLI TIBA DI ROMA

Dilansir Football Italia, Alessio Romagnoli telah mendarat di Roma untuk merampungkan kepindahannya ke Lazio. Romagnoli akan segera menjalani tes medis di Lazio setelah dilepas Milan secara gratis. Ia akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan gaji 2,9 juta euro (Rp43 miliar) per tahun. 

BARCA MASIH PD DAPETIN BERNARDO SILVA

Di tengah paceklik keuangan, Barcelona menjadi klub yang cukup aktif di bursa transfer kali ini. Barca masih ingin menambah amunisi di lini tengah musim depan. Dilansir Football Espana, Barca optimis bisa mendatangkan Bernardo Silva dari Manchester City. Namun, dengan harga Silva yang mencapai 80 juta euro (Rp1,2 miliar), transfer ini akan bergantung pada kepindahan Frenkie De Jong ke Manchester United

Kenapa Pemain Inggris Harganya Terlalu Mahal?

Ibarat setelah makan di resto elit nan mewah, setelah itu tahu harganya sangat mahal, biasanya terbesit pikiran “kalau tau harganya mahal begini, tadinya makan di warteg saja bisa dapat 3 kali makan”. Seperti itulah umumnya restoran elit ketika mereka membandrol sajiannya dengan tawaran-tawaran menggiurkan.

Hal itulah yang persis menggambarkan harga para pemain Inggris sekarang ini di bursa transfer. Ibarat makanan mahal ala resto elit, walaupun rasanya mungkin sebelas dua belas sama warteg. Harga para pemain Inggris sekarang ini telah berubah.

Trennya menjadi mahal di bursa transfer. Lantas apa penyebabnya? Jawabannya sama seperti kenapa restoran elit itu harganya mahal. Ada beberapa faktor daya tarik yang menyertainya.

Heboh Media

Faktor yang pertama terlihat jelas adalah media. Bagaimana seringnya pundit dan media-media Inggris terlalu menggembar-gemborkan para pemain Inggris. Kadang terkesan lebay dengan istilah “the next”. Seperti Andy Carroll ketika moncer di Newcastle, langsung dibilang “the next Alan Shearer”. Kemudian juga beberapa pemain yang secara performa dilebih-lebihkan seperti dulu ada Jack Wilshere, Danny Welbeck, dan masih banyak lagi. Dan lihat, mereka kini nasibnya kini seperti apa.

Akhir-akhir ini banyak ditemukan contoh kasus serupa seperti harga Jack Grealish yang ditebus dengan harga 100 juta pounds (Rp1,7 tirliun), kini di City mainnya seperti apa? Kemudian harga Sterling ketika dibeli City maupun kini dibeli Chelsea, harganya pun masih tergolong tinggi.

Belum lagi kapten abadi dunia akhirat Harry Maguire, Sancho, maupun Wan Bissaka ketika ditebus MU. Ramsdale dan Ben White yang ditebus Arsenal dari tim medioker dengan harga cenderung mahal. Ada juga Declan Rice yang dibandrol hingga 150 juta pounds (Rp2,6 triliun) meski sepi peminat. Memang sudah gila harga pasaran para pemain Inggris ini sekarang.

Memang, tak dipungkiri kualitas para pemain itu secara performa tak terlalu buruk-buruk amat. Bahkan dalam tim sebelumnya mampu berpengaruh besar. Dan tak jarang juga para pemain Inggris itu menjadi tulang punggung di klubnya. Namun tetap saja, mereka belum berada pada level untuk dihargai dengan nilai yang begitu tinggi.

Hal ini kadang berdampak pada pemain yang hanya “one season wonder” artinya hanya bermain bagus pada kurun waktu tertentu yang seketika menjadi buah bibir. Namun setelah itu tak tau kelanjutannya seperti apa.

Kebutuhan Homegrown

Tentu faktor media bukan segalanya untuk mempengaruhi para pemain Inggris berharga mahal. Faktor lain yang menyertai ialah kebutuhan para klub-klub Inggris akan pemain berstatus “Homegrown Player”. Pemain yang masuk kriteria “Homegrown Player adalah pemain berkebangsaan mana pun, tidak harus Inggris dan telah berada di klub yang terafiliasi dengan asosiasi sepakbola Britania Raya selama tiga tahun sebelum umur 21 tahun.

Jumlah “Homegrown Players” yang harus didaftarkan klub Inggris berjumlah 8 pemain dari total 25 pemain yang didaftarkan klub ke liga. Jika hanya ada 5 pemain saja, maka klub itu hanya bisa mendaftarkan pemainnya dengan total 22 pemain saja.

Aturan tersebut yang menjadikan kebutuhan akan pemain asli Inggris pun meroket. Peraturan ini sebenarnya cukup baik untuk memberdayakan pemain Inggris asli akademi agar bisa berkembang dan ikut bersaing di ketatnya kompetisi. Namun permasalahan yang terjadi adalah, kuota yang harus diisi oleh masing-masing tim sebanyak delapan pemain itu bukan jumlah yang sedikit.

Maka dari itu, sering para klub mengakalinya dengan menggunakan para pemain muda asli binaan yang belum matang sebagai penghangat bangku cadangan saja. Kalau semisal butuh untuk starting eleven, mereka biasanya akan mencari pemain Inggris yang kemampuannya sudah matang. Dan masalahnya, pemain seperti itu pasti sudah dibandrol mahal oleh klubnya karena tau banyak yang membutuhkannya.

Contohnya tim dengan banyak pemain asing adalah Manchester City. Maka klub kaya raya asal Manchester itu akan melakukan apa saja untuk mendapatkan pemain asli Inggris demi memenuhi kuota “Homegrown Player”. Terbukti Manchester City rela menggelontorkan uang dengan nominal besar untuk mendatangkan pemain seperti Sterling, Stones, Walker, Grealish maupun kini Kalvin Phillips.

Pemain Inggris Lebih Suka Main Di Negerinya Sendiri

Dari faktor “Homegrown Player, sebenarnya kita bisa melihat dampak lain yang menyertai, kenapa pemain Inggris itu harganya cenderung mahal. Kita lihat pada sisi kebetahan beberapa pemain Inggris bermain di liga negaranya sendiri. Bahkan kalau dilihat dari skuad timnas Inggris sekarang, mayoritas diisi oleh para pemain yang bermain di Liga Inggris.

Menengok Liga Inggris sendiri, kini notabene tak dipungkiri banyak dijajah para pemain top luar Inggris. Maka dari itu, preferensi dan status eksklusif para pemain Inggris terutama yang main di timnas sangat menjadi rebutan dan harganya pasti menjulang tinggi.

Pemain Inggris ini juga bisa dibilang terlalu betah bermain di negara sendiri. Faktanya, ada banyak pemain Inggris yang mencoba peruntungan di luar tanah Britania dan malah berujung flop. Ambil contoh, Michael Owen saat pindah ke Real Madrid.

Meskipun begitu, di era sekarang ini banyak juga yang bisa dikatakan berhasil, seperti Tomori, Smalling, Young, maupun Tammy Abraham yang merantau di Serie A. Itupun semua juga pemain reject dari Liga Inggris. Ditambah kualitas Serie A yang tentu saja berbeda dengan Liga Inggris.

Di Jerman pun dulu ada pemain seperti Owen Hargreaves, Jadon Sancho, maupun kini Jude Bellingham. Bahkan sekarang Bellingham dibandrol dengan harga yang tak masuk akal hingga ratusan juta pounds.

Sekarang Banyak Klub Inggris Yang Kaya

Selain itu, alasan lain mengapa pemain berpaspor Inggris harganya mahal yakni karena banyak klub-klub Liga Inggris sekarang memiliki kekayaan berlimpah berkat para investor asing. Klub-klub Inggris ini rata-rata lebih kaya daripada kesebelasan di liga lainnya. Karena popularitas yang luas, peringkat hak siar televisi, dan biaya pemasukan yang otomatis tinggi. Hal ini yang membuat kondisi finansial kesebelasan Inggris lebih kuat.

Semakin kuat kondisi finansial sebuah kesebelasan, akan membuat mereka tak segan mengucurkan lebih banyak uang. Misalnya saja, ketika kesebelasan seperti Chelsea atau Manchester City datang menanyakan harga pemain ke sebuah klub, hanya klub bodoh yang akan meminta sedikit uang pada mereka.

Artinya, jika ada klub yang memiliki pemain muda berbakat asal Inggris dan diincar oleh klub besar, pastinya mereka akan menaikkan harga seenak jidat. Sebab, klub tersebut tahu bahwa klub yang mengincar pemainnya tersebut sanggup memenuhi harga yang mereka inginkan.

Dari beberapa faktor itu semua intinya adalah, ketika faktor kekuatan media ditambah dengan faktor kebutuhan dan disempurnakan oleh faktor peraturan, maka nilai harga pemain Inggris yang sebenarnya tidak terlalu spesial bisa menjadi berubah di luar nalar. Dan tren itu sepertinya akan terus berlanjut.

https://youtu.be/Nkga_lOXn5M

Sumber Referensi : thethletic, sportskeeda, givemesport