Beranda blog Halaman 528

Bisakah Klub Tidak Membayar Gaji Pemainnya?

0

Umumnya orang bekerja karena ia ingin mendapatkan gaji. Nah, setiap pekerjaan, kecuali mungkin yang berkaitan dengan relawan, pasti akan menyediakan gaji bagi para pekerja. Itu adalah hukum umum dan tidak bisa diganggu gugat, tak terkecuali menjadi seorang pemain sepakbola.

Gaji menjadi salah satu komponen penting dalam sepakbola. Karena gaji itulah yang bisa menghidupi para pemain bola. Pesepakbola yang bergaji tinggi pasti memiliki gaya hidup yang berbeda dibandingkan dengan pesepakbola yang memiliki gaji pas-pasan.

Dari mana pesepakbola itu mendapat gaji? Jelas dari tim atau klub yang ia bela. Cristiano Ronaldo mendapat gaji dari Manchester United, Mbappe dari PSG, Mohamed Salah mendapat gaji dari Liverpool, dan seterusnya. Nah, soal gaji ini ternyata nggak selamanya para pesepakbola itu akan mendapat gaji dari klub yang ia bela.

Lho kok bisa? Begini. Ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa membuat klub tidak membayar gaji pemainnya. Namun begitu, di sisi lain klub yang tidak membayar gaji pemainnya juga problematik dan bisa dituntut. Jadi bisakah klub tidak membayar gaji pemainnya dalam kondisi yang bagaimana?

Masalah Finansial

Dalam praktiknya klub bisa saja tidak membayar gaji pemainnya. Itu karena klub tersebut sedang terjerat masalah finansial. Karena klub yang tengah mendapat masalah keuangan bisa jadi tidak bisa melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pengeluaran, tak terkecuali untuk pembayaran upah pemain.

Hal semacam ini biasanya terjadi bagi klub-klub yang berada di divisi rendah atau dengan kata lain bukan berada di liga utama. Misalnya, di Inggris hal itu kemungkinan besar terjadi di klub-klub di English Football League (EFL). Atau bisa juga di Divisi Segunda kalau di Spanyol.

Namun, tidak menutup kemungkinan pula bisa terjadi pada klub-klub di Premier League atau La Liga. Walaupun kemungkinan itu tidak banyak. Sebab klub-klub yang sudah berada di kompetisi teratas biasanya manajemen keuangannya sudah mumpuni. Itu kalau di liga-liga seperti di Eropa lho ya, kalau di Indonesia itu soal lain.

Meski kemungkinannya kecil, klub yang berada di divisi teratas tapi tidak bisa membayar gaji pemain juga ada. Mari kita sebut misalnya, Barcelona. Raksasa La Liga itu pernah diterpa krisis finansial. Pada saat itulah, Blaugrana menunggak gaji pemain.

Namun di sisi lain, meskipun masalah keuangan tidak dapat dikendalikan atau di luar kekuasaan klub, karena bisa saja menimpa klub mana pun yang buruk manajemennya, tapi tidak membayar gaji pemain atau menunggaknya adalah tindakan tidak dapat dibenarkan.

Secara hukum itu tidak sah, karena merupakan pelanggaran terhadap hubungan kerja yang dimiliki antara pemain dan klub yang bersangkutan. Di Inggris, pemain sepakbola ini sama dengan pekerja di sebuah industri.

Oleh karena itu, hak karyawannya mesti sama, tunduk pada aturan Undang-Undang Hak Ketenagakerjaan 1996. Salah satu poin di dalamnya adalah hak karyawan untuk dibayar.

Masalah Kedisiplinan

Melalui tulisannya di In Brief, Lucy Trevelyn seorang lulusan hukum dari University of Greenwich dan seorang jurnalis terlatih NCTJ, menyebut bahwa klub bisa saja tidak membayar gaji pemain sepakbola karena alasan kedisiplinan.

Misalnya, ketika pemain sedang dalam masalah keluarga dan itu mengganggu performa tim. Atau ketika pemain datang ke klub malam bahkan sampai berkelahi. Atau bisa juga karena seorang pemain mangkir dari latihan dan itu bukan sekali dua kali.

Namun dalam konteks masalah kedisiplinan ini, klub bukan berarti tidak membayar penuh gaji pemainnya. Namun, klub bisa memotong sebagian gaji pemainnya itu. Biasanya dihitung dalam kisaran upah dua minggu.

Hal itu boleh dilakukan klub jika memang pemain terbukti melanggar tugas dan kewajibannya berdasarkan kontraknya sebagai pesepakbola profesional. Yang begini beberapa kali sering terjadi pada pesepakbola di tanah air.

Jika Klub Bangkrut

Pada titik tertentu sebuah klub bisa jadi berada di ujung tanduk. Mereka nyaris bangkrut. Tinggal klub ini bisa menanganinya atau tidak. Jika tidak, klub harus segera mengumumkan gulung tiker. Mengapa demikian? Karena ini berkaitan dengan pembayaran gaji.

Klub yang bangkrut tidak bisa begitu saja melupakan gaji pemain. Jadi prosesnya klub yang hendak gulung tiker harus menyerahkan pengelolaannya kepada bagian administrasi. Siapa itu? administrasi atau administrator ini ditunjuk oleh persidangan.

Administrator inilah yang nantinya akan mengolah aset yang ada. Misalnya, kompleks pelatihan yang bisa jadi akan dijual guna memperoleh uang lagi dan melunasi beban kreditur. Ketika hal begini terjadi pada klub sepakbola, maka yang paling pertama dilunasi adalah upah pemain bukan kreditur lain yang berkaitan dengan sepakbola.

Hukuman Bagi Klub yang Tidak Membayar Gaji

Di beberapa liga sepakbola profesional, kecuali mungkin Liga Indonesia, klub yang tidak membayar gaji para pemainnya bisa mendapat hukuman. Jika itu memang melanggar aturan yang ada. Misalnya di Inggris.

Klub di sepakbola Inggris, khususnya English Football League (EFL) akan mendapat konsekuensi jika gagal membayar gaji pemain tepat waktu. Salah satu hukumannya adalah klub bisa mendapat pengurangan poin berganda. Selain itu klub juga tidak bisa mendaftarkan pemainnya, sampai upah pemain dibayarkan.

Permasalahan klub yang tidak membayar gaji pemainnya ini bisa dibawa ke Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA. Istilah sederhananya, organisasi itulah yang mengurus sengketa yang berkaitan dengan klub dan pemain.

Ketika kasusnya naik ke DRC FIFA, DRC ini bisa memutuskan bahwa klub harus membayar semua remunerasi. Klub bisa saja dijatuhi hukuman atau sanksi apabila gagal membayar gaji pemain atau sampai menunggaknya. Sanksinya pun beragam, mulai dari peringatan ringan, denda, sampai larangan melakukan aktivitas transfer.

Apa yang Dilakukan Pemain Jika Gajinya Tidak Dibayar?

Bisakah pemain melakukan sesuatu jika gajinya tidak dibayar atau ditunggak? Iya, tentu saja. Di beberapa liga sepakbola profesional ada badan yang membantu pemain untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Di Inggris ada Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA). Badan itulah yang nantinya akan membantu pemain di Inggris dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan gaji, demi kepentingan kedua belah pihak, dalam hal ini pemain dan klub.

Selain DRC dari FIFA tadi, masih ada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang akan membantu pemain jika ada masalah pada klausul kontrak. Misalnya, klausul kontrak gaji yang tidak dipenuhi oleh klub. Jika yang ditunggak atau yang tidak dibayar gajinya dalam satu klub lebih dari satu orang, biasanya mereka bisa membentuk aksi solidaritas.

Karena bagaimanapun untuk pergi begitu saja dari klub tidak bisa. Sebab upah si pemain belum dibayar. Meskipun sebenarnya jika pemain itu dilirik klub lain, ia bisa memutus kontraknya dengan klub yang tidak membayar gajinya.

Hal itu tercantum pada Pasal 14 Peraturan FIFA Tentang Status dan Transfer Pemain. Dalam aturan itu FIFA mengizinkan kontrak untuk diakhiri tanpa konsekuensi apa pun jika ada alasan adil yang menyertainya. Sementara, gaji yang tidak dibayar bisa termasuk dalam “alasan yang adil” tadi.

Intinya kemungkinan klub tidak membayar gaji pemain tetap ada, termasuk menjadi tunggakan. Tapi bagaimanapun tidak membayar gaji pemain atau bahkan menunggak adalah tindakan klub yang tidak dapat dibenarkan.

https://youtu.be/4EVYHXYMKXk

Sumber: LawinSport, Linkedin, BBC, LigaLaga

Berita Bola Terbaru 11 Juli 2022 – Starting Eleven News

0

BERITA TERBARU DAN TERKINI

DRINKWATER AKUI MENYESAL SETELAH GAGAL DI CHELSEA

Eks gelandang Leicester City, Danny Drinkwater menjadi salah satu pemain yang mengalami kegagalan setelah pindah ke Chelsea dengan nilai transfer tinggi. Ia direkrut dari The Foxes dengan nilai transfer 35 juta pound pada 2017 dengan diikat kontrak berdurasi lima tahun. Bersama The Blues, Drinkwater hanya tampil dalam 23 laga di seluruh kompetisi, dengan kontribusi satu gol. Ia mengungkapkan telah menyia-nyiakan tahun-tahun terbaiknya sebagai pesepakbola selama berada di Stamford Bridge.

ATLETICO MADRID UMUMKAN TRANSFER SAMUEL LINO

Raksasa La Liga, Atletico Madrid telah mengkonfirmasi bahwa mereka merekrut Samuel Lino dari klub Portugal Gil Vicente. Pemain asal Brasil tersebut merupakan pemain kedua yang didatangkan klub ibukota Spanyol tersebut di bursa musim panas ini setelah Axel Witsel yang direkrut dengan bebas transfer dari Dortmund. Sang pemain sendiri telah menjalani tes medis pada (8/7) sebelum meneken kontraknya.

BAYERN MUNCHEN TAK TERTARIK DATANGKAN MORATA

Sampai saat ini Barcelona masih melakukan pengejaran terhadap Robert Lewandowski. Situasi itu membuat Bayern Munchen mulai didekati beberapa agen yang berniat untuk menawarkan pemainnya sebagai pengganti Lewandowski. Salah satunya adalah agen Alvaro Morata. Akan tetapi, juara bertahan Bundesliga itu menolak kesempatan tersebut, karena mereka menilai Morata tak bisa menjadi pengganti langsung sang penyerang asal Polandia tersebut.

MILAN LEPAS LEO DUARTE KE ISTANBUL BASAKSEHIR

Bek AC Milan, Leo Duarte resmi bergabung dengan Istanbul Başakşehir dengan kontrak permanen. Klub berjuluk Rossoneri mengkonfirmasi penjualan bek tersebut di situs web mereka. Menurut laporan tersebut, Istanbul Başakşehir tidak mengaktifkan opsi 5,5 juta euro untuk membeli dan berhasil menegosiasikan biaya yang lebih rendah dengan juara Serie A tersebut. 

FIORENTINA RILIS JERSEY ANYAR UNTUK 2022/23

Fiorentina merilis jersey kandang dan tandang mereka untuk musim 2022/23 mendatang. Desain kaos kandang dan tandang tampaknya terinspirasi oleh sudut tajam dari logo baru Viola, yang dirancang ulang awal tahun ini dalam upaya untuk memodernisasi. Jersey kandang menampilkan pola berlian dengan warna ungu bergantian yang membentang dari lencana baru. Sementara seragam tandang berwarna putih pudar dan menampilkan V dalam yang terdiri dari split ungu dan hitam.

KESSIE UNGKAP NASIHAT IBRAHIMOVIC SOAL TRANSFERNYA KE BARCELONA

Rekrutan anyar Barcelona, Franck Kessie mendapat pesan khusus dari mantan rekan setimnya, Zlatan Ibrahimovic. Kessi mengatakan Ibra menyarankannya untuk bisa memberikan segala kemampuan bagi Blaugrana. Bahkan, Kessie dituntut untuk bisa berbuat lebih. Seperti diketahui, Kessie direkrut Barcelona sebagai pemain bebas transfer dari AC Milan. Menurut Kessie, awalnya, Ibra hanya memberi tahu bahwa Barcelona adalah tim yang kuat di Benua Biru bahkan dunia.

BINTANG VILLARREAL DANJUMA MENOLAK WEST HAM

West Ham adalah salah satu dari sejumlah tim Liga Premier yang tertarik dengan jasa Arnaut Danjuma. Tapi untuk saat ini setidaknya dia tidak akan menuju Inggris setelah menolak tawaran dari klub asuhan David Moyes. Prioritas utama Danjuma saat ini adalah untuk mengkonsolidasikan kampanye brilian terakhirnya, yang berakhir pada bulan April karena cedera otot. Itu artinya, Danjuma masih sangat berhasrat untuk membela Villarreal di musim depan.

GAJI BESAR SALAH JADI ALASAN MANE PERGI?

Liverpool membiarkan Sadio Mane pergi lalu mengikat Mohamed Salah dengan kontrak baru bernilai fantastis. Salah menerima gaji 400.000 pounds per pekan selama tiga tahun. Kasus Salah dan Mane ini juga mencuri perhatian Alan Hutton, analis Premier League. Menurutnya, tentu tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Liverpool memberikan kontrak fantastis pada Salah ketika membiarkan Mane pergi. Muncul dugaan bahwa Mane sebenarnya menuntut nilai gaji yang setara dengan Salah. Liverpool tidak mau mengabulkan permintaan itu dan membiarkan Mane pergi.

FERDINAND: RONALDO ATLET PALING PROFESIONAL DI MU

Rio Ferdinand membela keputusan Cristiano Ronaldo yang tak ikut tur pramusim Manchester United. Dia balik menyerang para fans yang mengecam CR7. Pria Inggris itu membela Ronaldo, mantan rekan setim yang diakuinya punya etos profesional luar biasa. “Dia adalah atlet paling sempurna, paling profesional yang pernah kami lihat sejauh ini. Atlet paling profesional yang pernah kami lihat selama lebih dari 15 tahun dan orang-orang mempertanyakan profesionalisme pria ini dan mengapa dia tidak berada di tempat latihan,” kata Ferdinand.

LAZIO RAMPUNGKAN TRANSFER NICOLO CASALE DARI VERONA

Lazio akhirnya merampungkan kesepakatan dengan Hellas Verona untuk kepindahan bek tengah Nicolo Casale. Klub ibukota Italia tersebut telah menginginkan bek tengah 24 tahun asal Italia tersebut selama berbulan-bulan, ia merupakan seorang defender yang bertalenta dan progresif yang nyaman dengan bola di kakinya. Kesepakatan sendiri dicapai dengan nilai transfer 7 Juta euro dan 3 Juta euro bonus.

HAALAND DIPERKENALKAN KE FANS MANCHESTER CITY

Erling Haaland resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Manchester City di hadapan ratusan fans yang memadati halaman Etihad Stadium. Dilansir SI, Haaland akan mengenakan nomor 9, bekas Gabriel Jesus. Ia juga berambisi untuk memenangkan banyak gelar bersama klub. Termasuk meraih gelar Liga Champions yang sudah lama diidam-idamkan oleh banyak fans.

DEMBELE TIBA DI BARCA, SIAP PERPANJANG KONTRAK

Ousmane Dembele terlihat tiba kembali di Barcelona. Saat ini Dembele berstatus bebas transfer, namun ia diyakini bakal menandatangani kontrak perpanjangan bersama La Blaugrana. Menurut Fabrizio Romano, Dembele telah menerima semua klausul yang ditawarkan oleh Barca. Kabarnya, kesepakatan itu termasuk pemotongan gaji dan kontrak berdurasi hingga 2024 mendatang.

BAYERN SIAP GAET DE LIGT

Dalam beberapa minggu kemarin, Mattijs De Ligt menjadi rebutan klub-klub papan atas macam Chelsea dan Bayern Munchen. Namun menurut Fabrizio Romano, De Ligt lebih dekat ke Bayern Munchen. Direktur Bayern, Hasan Salihamidzic akan tiba di Italia dalam beberapa hari kedepan guna melanjutkan negosiasi soal transfer De Ligt. Terakhir Juve menginginkan 100 juta euro (Rp1,5 triliun) untuk De Ligt, tapi itu bisa turun apabila Hasan mampu menawarkan kesepakatan yang oke.

CHELSEA DAN PSG JOIN PEREBUTAN LEWANDOWSKI

Di tengah ketidakjelasan transfer Robert Lewandowski dan Barcelona, Chelsea dan PSG siap menikung Barca apabila mereka gagal mencapai kesepakatan dengan Lewandowski. Dilansir Daily Mail, Lewandowski tak menutup kemungkinan bakal merapat ke Chelsea apabila keinginannya untuk gabung Barcelona musim panas ini gagal. Sedangkan PSG juga siap membajak Lewy dengan menyiapkan tawaran gaji selangit.

LUCAS PAQUETA JADI INCARAN KLUB-KLUB LIGA INGGRIS

Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas mengonfirmasi bahwa ia menerima beberapa tawaran dari klub Liga Inggris yang berminat untuk mendatangkan Lucas Paqueta. Dilansir Bein Sport, Paqueta diminati beberapa klub seperti Arsenal, Spurs dan Newcastle. Spurs lebih menggiurkan dari dua opsi lain, karena mereka bermain di Liga Champions. Newcastle ingin menduetkan Paqueta dengan Bruno Guimaraes. Sedangkan Arsenal hanya menempatkan Paqueta sebagai opsi lain apabila gagal mendapatkan Youri Tielemans.

SPURS DAPAT SAMBUTAN GILA DI KOREA SELATAN

Para pemain Tottenham Hotspur mendapat sambutan luar biasa dari penggemar saat mereka tiba di Korea Selatan untuk tur pramusim. Orang pertama yang menyambut mereka adalah Son Heung-min. Dilansir Daily Mail, Son yang sudah berada di Korsel berdiri dan memegang tulisan “Welcome to Seoul” untuk rekan-rekan satu timnya. Spurs berada di Korea Selatan untuk melakukan uji coba melawan Tim K-League dan Sevilla beberapa hari selanjutnya.

DARWIN NUNEZ LAKONI LATIHAN PERDANA DENGAN LIVERPOOL

Darwin Nunez terlihat melakoni latihan bersama skuad Liverpool setelah tiba di Thailand untuk melakoni tur pramusim. Ini jadi latihan perdana bagi Nunez setelah ia didatangkan dari Benfica beberapa minggu yang lalu. Dilansir 90min, The Reds akan menghadapi Manchester United di Bangkok, yang mana itu bisa menjadi debut tak resmi bagi sang striker

WAYNE ROONEY BUKA PELUANG LATIH KLUB MLS

Setelah memutuskan untuk tidak melanjut kerjasamanya dengan Derby County, Wayne Rooney membuka peluang untuk kembali melatih klub sepakbola. Dilansir ESPN, Rooney berminat untuk melatih salah satu klub MLS, DC United. Lantaran klub tersebut masih mencari pengganti untuk Hernan Losada, yang dipecat pada bulan April lalu. Rooney yang pernah membela DC United jadi opsi menarik untuk mengisi kursi pelatih.

ERIKSEN BAKAL JADI REKRUTAN KEDUA MU

Di tengah isu kepergian Cristiano Ronaldo dan drama transfer Frenkie De Jong yang tak kunjung rampung. Manchester United tengah berusaha merampungkan transfer Christian Eriksen sesegera mungkin. Dilansir Manchester Evening News, MU berharap transfer Eriksen bisa segera rampung dan menjadikannya rekrutan kedua klub agar segera menyusul untuk bergabung dengan skuad tur pramusim di Australia nanti.

BARZAGLI: POGBA & DI MARIA, BISA BUAT JUVE GACOR LAGI

Bursa transfer musim panas ini Juve bergerak cepat untuk mendatangkan Paul Pogba dan Angel Di Maria, karena mereka ingin memberi Massimiliano Allegri amunisi baru untuk membuat mereka kembali dalam perburuan Scudetto musim depan. Dilansir Football Italia, mantan punggawa Juventus, Andrea Barzagli mengatakan bahwa Paul Pogba dan Di Maria akan membawa pengaruh baik di tim. Ia yakin mereka berdua akan membantu La Vecchia Signora kembali berjaya di Serie A

MONZA TAWAR LUIS SUAREZ

Luis Suarez kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Atletico Madrid, dan AC Monza dikabarkan berminat untuk menggunakan jasa striker 35 tahun itu musim depan. Dilansir Football Italia, Monza telah mengajukan tawaran untuk mengontrak Suarez. Direktur Monza, Adriano Galliani menghubungi sang pemain dan menawarinya kontrak dengan gaji 5 juta euro (Rp75 miliar) per tahun. 

HARGA AZPILICUETA BIKIN BARCA CIUT

Bukan rahasia lagi kalau Barcelona memang menaruh minat besar terhadap kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta. Namun setelah tahu angka yang diinginkan The Blues, nyali Barca mulai ciut. Dilansir Football Espana, Chelsea telah menetapkan harga Azpilicueta di angka 8 juta euro (Rp121 miliar) sesuai kontrak terbarunya. Namun, angka itu membuat Barca pikir-pikir lagi, 8 juta euro dirasa terlalu mahal bagi Barca, karena mereka kira mereka bisa mendapatkan Azpi secara gratis.

SERGIO BUSQUETS DIRUMORKAN BAKAL MAIN DI MLS

Ikon lini tengah Barcelona, Sergio Busquets akan bertahan di Barca musim depan. Namun, ia bisa pindah ke MLS apabila Barca tak memperpanjang kontraknya. Dilansir Football Espana, Busquets hanya menyisakan kontrak 1 tahun di Barca. Namun belum ada pembicaraan lebih lanjut tentang masa depan sang pemain. Hal ini membuat klub-klub MLS mulai mendekatinya dan apabila musim depan ia tak diperpanjang, MLS bakal jadi tujuan selanjutnya.

TAK IKUT PRA MUSIM, LO CELSO INGIN HENGKANG DARI SPURS

Keputusan tegas telah dibuat Antonio Conte untuk beberapa anak asuhnya. Conte sengaja mengeluarkan empat pemain dari tur pramusim klub di Korea Selatan. Dilansir Football London, salah satu dari empat pemain itu adalah Giovani Lo Celso. Di tengah keputusan itu, Lo Celso merasa situasi ini tak bagus untuknya, dan ia akan mempertimbangkan tawaran Villareal yang berminat untuk mempermanenkannya musim panas ini.  

ARSENAL MULAI CARI ALTERNATIF SELAIN LISANDRO MARTINEZ

Pihak Arsenal tampaknya mulai was-was karena Lisandro Martinez lebih cenderung memilih Manchester United ketimbang Arsenal sebagai destinasi selanjutnya. Dilansir Express, Arsenal mulai mencari alternatif lain untuk menggantikan Martinez. The Gunners telah mengalihkan targetnya pada bek Benfica, Alex Grimaldo. Arsenal bahkan sudah menyiapkan dana sebesar 6,4 juta pound (Rp114 miliar) untuk mengajukan tawaran pertama kepada Benfica.

Ketika Real Madrid Menghancurkan Karir Ricardo Kaka

0

Performa luar biasa Ricardo Kaka kala mengantarkan AC Milan meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions 2007 jadi alasan utama bagi raksasa Spanyol, Real Madrid untuk mendatangkannya ke Santiago Bernabeu pada tahun 2009.

Bakat dan talenta yang dimiliki Kaka tak pernah diragukan lagi. Datang dengan ekspektasi setinggi langit. Penandatanganan Kaka justru tak berjalan dengan semestinya. Semua berjalan salah bagi kedua belah pihak. Kaka hanya digunakan sebagai penghangat bangku cadangan oleh Jose Mourinho selaku juru taktik El Real

Bakatnya tersia-siakan, sinar Ricardo Kaka pun kian meredup di Ibukota Spanyol. Lantas apa yang membuat Kaka gagal menerapkan performa gemilangnya bersama AC Milan di Madrid? Berikut sepenggal kisah Ricardo Kaka, Real Madrid, dan meredupnya sinar si “Anak Tuhan”

Mencapai Puncak Bersama Milan

Semua berawal pada tahun 2003 ketika tim scouting AC Milan berhasil mengendus bakat Ricardo Kaka sewaktu ia masih bermain bersama klub lokal Brazil, Sao Paulo. Biaya 8,3 juta euro (Rp129 miliar) adalah angka yang kecil bagi Silvio Berlusconi, bos Milan kala itu. Dengan uang sebesar itu, ia mendatangkan Kaka, sosok yang jadi salah satu pemain penting di era kepemimpinannya.

Adaptasinya pun cepat, Kaka yang masih berusia 21 tahun, langsung nyetel dengan permainan Carlo Ancelotti. Dengan bakatnya, ia hanya membutuhkan beberapa bulan saja untuk menggeser gelandang serang berpengalaman, Rui Costa dari starting line-up Rossoneri

Kumpulan gol dan assist Kaka pun mulai deras mengalir. Ia langsung mencetak 14 gol serta 7 assist. Ini catatan yang mengesankan bagi bocah 21 tahun asal Amerika Selatan, yang baru pertama kali berkompetisi di Liga Top Eropa.

Tak sampai di situ, ia juga membangun koneksi yang baik dengan pemain-pemain lain macam Filippo Inzaghi dan Andriy Shevchenko di lini depan untuk mengantarkan Rossoneri ke tangga scudetto musim 2003/2004. Performa hebatnya membuat Kaka dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A pada akhir musim pertamanya.

Kecemerlangan Kaka terus berlanjut. Ia menjadi andalan lini tengah AC Milan. Dengan support dari Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo hingga Clarence Seedorf di lini tengah, Kaka cs berhasil mendominasi Eropa. Kaka berhasil menghadirkan satu trofi Liga Champions tahun 2007. Kaka bahkan keluar sebagai top skor kompetisi tersebut dengan torehan 10 gol.

Performanya yang konsisten membuat Kaka kembali meraih penghargaan pemain terbaik Serie A musim 2006/2007. Hebatnya lagi, ia melengkapi penghargaan individunya dengan meraih penghargaan paling bergengsi bagi seorang pesepakbola, yaitu Ballon d’Or.

Keputusan yang Salah!

Rangkaian prestasi yang ditunjukan Kaka bersama AC Milan, menarik minat banyak klub besar macam Manchester City dan Real Madrid. Dilansir Manchester Evening News, pada Januari 2009, City sempat menawarkan 88 juta pound (Rp1,5 triliun) untuk memboyong pemain asal Brazil itu ke Etihad Stadium. Namun Kaka menolak dan ingin bertahan lebih lama di Milan.

Namun, lima bulan kemudian, Presiden Real Madrid, Florentino Perez datang dan menyatakan minatnya pada Kaka. Ia menawarkan 67 juta euro atau sekitar Rp1 triliun lebih untuk menebus Kaka dari AC Milan.

Pada pertengahan tahun 2009, Milan dan Madrid menyepakati penjualan Kaka dengan kontrak berdurasi enam tahun. Pemasukan dari menjual Kaka berhasil membantu Milan dalam menyeimbangkan ekonomi klub.

Kesepakatan ini awalnya berjalan mulus. Milan mendapatkan uang, Kaka mendapatkan klub yang tak kalah bagusnya dengan AC Milan, dan Florentino Perez senang mendapatkan pemain yang ia inginkan. Sayang, setelah beberapa bulan di Madrid, segala macam permasalahan pun mulai membebani Kaka.

Gagal di Madrid

Kaka awalnya diproyeksikan sebagai bintang utama Los Blancos. Akan tetapi, euforia kedatangannya tak bertahan lama, karena Real Madrid berhasil mendatangkan Cristiano Ronaldo dengan nilai transfer yang lebih tinggi darinya, yaitu 94 juta euro atau sekitar Rp1,4 triliun.

Di musim pertama berseragam Real Madrid, Kaka memang bisa mencatatkan 25 penampilan di La Liga. Namun, di musim keduanya petaka pun mulai datang. Kepelatihan yang berganti ke tangan Jose Mourinho, mengganggu kestabilan Kaka di skuad utama. Mourinho justru mendatangkan gelandang kreatif dari Werder Bremen, Mesut Ozil. 

Tak hanya itu, Kaka juga mengalami cedera lutut parah yang membuatnya lebih sering tinggal di meja perawatan, ketimbang menunjukkan skill-nya di lapangan. Cedera lututnya itu membuat Kaka absen selama delapan bulan pada tahun 2010. Saat ia kembali, ia sudah kehilangan kecepatannya, Mourinho pun sudah terlanjur nyaman menggunakan Ozil sebagai pemain bernomor “10” menggantikan Kaka.

Secara permainan, Kaka juga sulit menyesuaikan skema yang diusung Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu lebih mengandalkan umpan-umpan akurat yang membelah pertahanan lawan, dan Ozil bisa memberikan apa yang diminta Mourinho. Sedangkan Kaka, ia lebih banyak memainkan sepakbola indah dengan skill individunya.

Sebagai Classic Number 10, kualitas Kaka sebenarnya tak jauh berbeda dengan Ozil, bedanya Kaka lebih membutuhkan kebebasan bergerak saat membangun serangan. Sewaktu di Milan ia juga dibebaskan dari kewajiban untuk membantu pertahanan. Sedangkan Jose Mourinho tidak suka itu, ia menginginkan semua pemainnya juga membantu pertahanan apabila tim sedang tidak menguasai bola. 

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Kaka bukan lagi pilihan utama di skuad Los Blancos. Musim 2011/12, mungkin jadi musim paling mending bagi Kaka. Di saat Real Madrid mengamankan gelar La Liga dengan 100 poin, ia mencetak 8 gol dan 16 assist dalam 40 penampilan di semua kompetisi. Namun, tak menampik bahwa kualitasnya jauh menurun apabila dibandingkan dengan masa jayanya di Milan.

Kembali, Namun Tak Akan Pernah Sama

Tampaknya cedera lutut yang ia derita sewaktu membela Madrid sangat mempengaruhi kondisi fisik Kaka. Meski ia tak kehilangan sentuhannya terhadap bola, ia kehilangan kecepatan dan posisi utama di skuad Madrid. Selama 4 musim berseragam El Real, ia hanya mencetak 29 gol dan 39 assist. Statistik itu sangat jauh apabila dibandingkan dengan 103 gol dan 83 assist yang dicetaknya bersama Milan.

Selama di Madrid Kaka tak pernah lagi mempertontonkan dribbling cepat seperti yang pernah ia lakukan saat masih bermain untuk Milan. Sewaktu di Milan ia pernah membuat dua bek Manchester United menahan malu lantaran saling bertabrakan di ajang Liga Champions 2006/2007.

Merasa tak ada tempat lagi untuknya, Kaka pun memutuskan pergi dari Madrid. Ia sadar, seharusnya ia tak pernah meninggalkan Milan, klub yang telah membesarkan namanya itu.  Milan adalah tempat ia pulang, ia pun kembali mengenakan nomor punggung 22 yang memang tercipta untuknya. 

Kepulangan Kaka ke Italia sempat memberi harapan, tapi cedera selalu menghantui hari-harinya. Ia tak pernah mencapai level yang sama seperti dulu. Itu juga yang membuatnya sadar dan memutuskan untuk menepi dari sepakbola Eropa dan bermain di MLS bersama Orlando City.

Sumber: Pundit Feed, BR, Goal, MEN, LigaLaga

Polemik Kegagalan Timnas Indonesia U-19 Ke Semifinal AFF

Sebagian besar rakyat Indonesia pecinta Timnas kini sedang kecewa di sela-sela gema takbir Iduladha yang berkumandang. Timnas U-19 yang berhasil tampil trengginas di gelaran Piala AFF U-19 2022 harus tersingkir secara tidak masuk akal. Menjadi tim paling produktif serta paling atraktif sepanjang turnamen, nasib Garuda Muda terjegal di penentuan laga terakhir Grup A.

Wajar saja jika netizen Indonesia kecewa. Pasalnya, ada bau-bau tidak sedap yang menyengat. Karena terlihat ada semacam patgulipat yang dianggap dengan sengaja diatur demi menjegal langkah tim asuhan Shin Tae-yong ini.

Produktivitas Garuda Muda

Tapi sebelum itu, kita melihat bahwa anak-anak muda Garuda Muda tampil dominan di rumah sendiri selama turnamen ini. Berbekal beberapa persiapan yang hasilnya dinilai kurang meyakinkan, Garuda Muda mampu menjawab semua keraguan publik ketika turnamen berlangsung.

Pemusatan latihan di Korea Selatan sudah, ditempa di turnamen Toulon sudah, uji coba melawan tim lokal juga sudah. Semuanya membuat kekompakan skuad timnas U-19 ini lebih siap menghadapi turnamen AFF. Meskipun dalam laga uji coba terakhirnya kurang meyakinkan dengan dikalahkan Bhayangkara dan seri lawan Persija.

Selain itu Ronaldo Kwateh dan kawan-kawan ini juga terbebani, karena mereka tampil di rumah sendiri dan mereka, mau tidak mau harus memberikan segalanya bagi publik tanah air. Kandidat juara pun tak luput dari pundak mereka.

Berada di grup maut yakni Grup A, pasukan Garuda Muda menghadapi para pesaing beratnya macam Thailand dan Vietnam. Partai pembuka melawan Vietnam menjadi bukti awal perjalanan pasukan Shin Tae-Yong. Tampil dengan daya juang yang sangat tinggi serta kepercayaan diri lebih di rumah sendiri, mereka menahan imbang Vietnam 0-0. Ini menjadi hasil positif sebagai permulaan yang baik.

Melawan Brunei menjadi ajang pembuktian seberapa produktif timnas. Ya, benar saja timnas mencukur habis Brunei 7-0. Imbang melawan Thailand 0-0 kemudian menjadi masalah. Ketika lini serang Shin Tae-Yong kembali tumpul ketika dihadapkan pada pertahanan solid lawan. Akan tetapi tumpulnya striker kembali dijawab ketika Rabbani dan kawan kawan berhasil membobol gawang Filipina dan Myanmar di dua partai terakhir dengan total 10 gol.

Dengan memanfaatkan komposisi yang sesuai kapasitas pemainnya, Shin Tae-Yong berhasil menyajikan permainan kolektif yang berbasis pada daya juang fisik serta ditambah sentuhan kualitas individu seperti Ferdiansah, Arkan Fikri, Rabbani, maupun Ronaldo Kwateh.

Dengan itu timnas mampu keluar sebagai tim yang mempunyai produktivitas gol yang fantastis di Grup A. Mereka menciptakan 17 gol, dan kebobolan hanya 2 gol. Meskipun ya, hasil imbang 0-0 melawan Vietnam dan Thailand meski juga harus dievaluasi, terutama lini depan.

Kena Prank Regulasi

Finish dengan mengoleksi poin 11, menjadikan timnas menjadi pengumpul poin terbanyak sekaligus produktivitas gol terbanyak. Poin 11 itu mampu juga disamai oleh Thailand dan Vietnam. Akan tetapi produktivitas gol mereka di bawah timnas.

Kalau berkaca pada regulasi sebelumnya tahun 2019 yang diterapkan di berbagai babak grup, sistem selisih gol atau produktivitas gol yang menjadi acuan. Wajar saja kalau timnas kita secara di atas kertas berhak lolos ke babak berikutnya berkat hasil yang mereka capai. Itu kalau mengacu pada peraturan tahun 2019.

Namun, permasalah pelik muncul ketika aturan yang sudah belasan tahun diterapkan dalam turnamen, ditengarai mendadak diubah jelang laga pamungkas fase grup. Kecurigaan muncul ketika publikasi dokumen regulasi Piala AFF U-19 belum muncul di awal turnamen. Bahkan di laman resmi AFF maupun akun sosmed pun tidak ada. Barulah Minggu 10 Juli 2022 pagi hari, sebelum malamnya partai penentuan grup A, akun Twitter resmi AFF (@AFFPresse) mengupload perubahan regulasi.

Aturan yang ujuk-ujuk diupload itu menandakan AFF seakan tak transparan soal regulasi ini. Sejak berdiri pada 31 Januari 1984, ASEAN Football Federation (AFF) selalu mendahulukan sistem selisih gol. Selama ini regulasi seperti itulah yang diberlakukan AFF pada semua kompetisi yang mereka gelar. Baik itu Piala AFF level senior maupun kejuaran level usia muda.

Sebagai bukti dari aturan tersebut, AFF mencantumkan aturan dalam naskah undang undangnya tentang regulasi turnamen U-19 ini. Dikatakan pada pasal 9.1.5 bahwa jika ada dua tim atau lebih yang mempunyai poin yang sama, poin selisih gol lah yang menjadi penentu. Bunyi pasal itu pun masih berlaku hingga terakhir kali AFF U-19 pada 2019, sebelum terhenti dua kali akibat pandemi Covid.

Namun, regulasi yang diupload pada Minggu pagi pukul 9:54 itu mengubah segalanya. Tidak ada tanggal yang tercantum pada press release tentang aturan itu. Aturan itu mengatakan bahwa head to head lah yang menjadi dasar penentu bukan selisih gol lagi.

Berkat regulasi ajaib itu, tak sedikit membuat netizen tanah air berkomentar di lini masa. Ketika seluruh jari-jemari netizen menghujat bahkan berkata kasar perihal perubahan regulasi yang tidak transparan. Kendati begitu, media officer PSSI, Bandung Saputra melalui situs Liputan6 Senin (11/7) pagi mengatakan, sebenarnya regulasi sudah diubah sebelum turnamen Piala AFF U-19 terselenggara.

Ia juga mengatakan kalau peraturan baru yang diunggah ke Twitter AFF itu hanya untuk pengingat saja. “Ya sudah dari sebelum turnamen. Kalau diubah baru-baru ini bisa bubar turnamennya,” jawab media officer PSSI, Bandung Saputra dikutip Liputan6.com.

Meski begitu, hujatan dari publik tanah air masih berlanjut. Kali ini netizen Indonesia juga menuding kalau Vietnam dan Thailand memainkan sepakbola gajah. Kedua tim diduga dengan sengaja bermain imbang 1-1.

Usut Tuntas, Berkaca Pada 1998

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Timnas Garuda Muda tetap yang terbaik dan selalu di hati. Terlepas dari evaluasi tumpulnya timnas ketika hasil imbang 0-0 lawan Thailand dan Vietnam yang menjadi biang keladi tidak lolosnya timnas karena regulasi itu.

Namun semua itu tak perlu disesali, timnas kita sudah menunjukan yang terbaik. Kini tinggal menunggu bagaimana PSSI merespons dugaan sepakbola gajah antara Vietnam dan Thailand. Karena Ketum PSSI sendiri, yang mulia dan dipertuan agung, Muhammad Irawan seperti dikutip CNN, ingin menindaklanjuti protes tersebut. Apalagi timnas merasa dirugikan oleh pertandingan Vietnam dan Thailand.

Kita semua juga tentu akan menunggu press release dari AFF apa pun hasilnya. Sehingga tau titik permasalahannya. Untuk itu kita bisa berkaca pada kejadian 1998 ketika Mursyid Effendi dihukum karena sepakbola gajah ketika Timnas Indonesia melawan Thailand pada Piala Tiger

Kasus itu bisa tuntas secara hukum setelah Mursyid terbukti bersalah. Seharusnya bisa seperti itu. Kita doakan saja yang terbaik untuk Timnas Indonesia. Salam Garuda!

https://youtu.be/WMBL2nMUF2Y

Sumber Referensi : kompasiana, libero, aseanfootball, liputan6, bola.net, bolasport

Katanya Incar UCL, Kenapa PSG Malah Tunjuk Galtier?

0

Seorang yang tidak terlalu paham sepakbola pun pasti akan mengerti. Sebuah klub jika ingin berkembang, jika ingin memenuhi targetnya harus mencari komponen yang sesuai. Misalnya, jika klub itu menginginkan trofi Liga Champions, maka yang harus dicari klub itu adalah pemain-pemain yang bisa mengantarkannya ke sana.

Bukan hanya pemain, tapi pemilihan pelatih juga semestinya paling tidak memiliki curriculum vitae yang meyakinkan untuk mencapainya. Logika sederhananya seperti itu. Namun, Paris Saint-Germain, klub super duper raksasa dari Prancis berbeda. Klub yang memiliki bertriliun-triliun uang di saldonya itu justru berpikir lain.

Memang betul PSG kini sedang tidak mengalami kesulitan yang berarti. Liga domestik sudah mereka amankan. Kylian Mbappe sudah mereka peluk erat-erat. Lionel Messi masih tersenyum-senyum saja di Parc des Princes. Uang juga berlimpah. Tapi yang tidak mereka punya logika sederhana tadi.

PSG belum lama ini memecat Mauricio Pochettino dari jabatan pelatih. Sosok pelatih yang memberi PSG tiga gelar domestik: Ligue 1, Coupe de France, dan Trophée des Champions. Poch juga turut membawa PSG ke 16 besar Liga Champions.

Les Parisiens memecat pelatih yang pernah membawa Tottenham Hotspur ke final Liga Champions itu, dan menggantinya dengan Christophe Galtier. Sebentar, ada yang kenal Galtier?

Profil Christophe Galtier

Singkatnya, Galtier adalah mantan pelatih yang membawa Lille juara Ligue 1, yang secara otomatis membawa mereka ke fase grup Liga Champions. Sebelum melatih Lille, Christophe Galtier membawa Saint-Etienne juara Piala Liga Prancis. Selebihnya?

Ya nggak ada. Ketika bermain di Liga Champions pun, Galtier hanya bisa membuat Lille jadi pecundang di fase grup. Hanya bisa meraih satu poin saja, dengan lima kali kekalahan dan satu hasil imbang. Setelah tidak di Lille, sebelum melatih PSG, Galtier melatih OGC Nice.

Dan kamu tahu Nice mengakhiri Ligue musim 2021-22 di posisi berapa? Yup benar sekali! Posisi kelima alias tidak masuk zona Liga Champions. Tapi bisa lolos ke Liga Konferensi Eropa atau kita menyebutnya kompetisi kasta ketiga di Eropa.

Tidak Menginginkan Liga Champions?

Barangkali dengan menunjuk Galtier, PSG mungkin sudah tidak mendambakan Liga Champions lagi. Les Parisiens dalam hal ini Nasser Al-Khelaifi, bisa jadi hanya butuh yang penting PSG bisa juara di kompetisi Eropa. Tak peduli pada kasta berapa pun. Itu saja.

Namun, melihat alasan di balik pemecatan Pochettino, PSG sebenarnya masih mengincar Liga Champions. Karena Poch dipecat juga karena gagal di Liga Champions. Meskipun PSG sendiri, melalui Nasser Al-Khelaifi menegaskan bahwa mereka akan bersikap pragmatis ke depan. “Hari ini kita harus realistis,” kata Nasser dikutip Sporting News.

Nasser juga mengatakan bahwa ia akan mulai menghilangkan kebiasaan membeli pemain dan pelatih mahal. Ia selain realistis, juga pelan-pelan mengurangi kilauan di PSG. Nggak mau bling-bling lagi katanya. Oke, kita pegang omongan itu.

Namun, pada titik tertentu Nasser sepertinya tidak ingat, bahwa untuk menjadi juara, termasuk Liga Champions nggak ada kaitannya dengan skuad yang mewah atau tidak. Lihat bagaimana Bayern Munchen bisa mengalahkan PSG pada Liga Champions 2020.

Padahal pada waktu itu nilai skuad Bayern Munchen hanya di angka Rp14 miliar. Sedangkan waktu itu nilai skuad PSG sekitar Rp15 miliar. PSG juga mesti melihat bagaimana Chelsea bisa menjadi juara Liga Champions 2021 ketika nilai skuad mereka hanya Rp12 miliar.

Dengan kata lain, justru ketika skuadnya mewah tapi masih tetap gagal, bisa jadi PSG memang klub yang problematik. Tapi tak apalah. Penunjukkan Galtier juga masih membuat PSG untung. Apalagi gaji pelatih berkebangsaan Jerman itu ditaksir lebih murah dari Pochettino, yaitu 330 ribu euro (Rp5 miliar) per bulan, sedangkan Poch dulu digaji sekitar 1,1 juta euro (Rp16,7 miliar) per bulan.

Tanpa Kompromi

Sejak penunjukkannya sebagai pelatih anyar PSG, Christophe Galtier akan mendukung proyek klub. Les Parisiens yang menginginkan tidak ingin bermewah-mewah akan ia turuti. Bahkan Galtier berani mengatakan tidak akan kompromi pada pemain yang menentangnya.

Inilah yang membedakan Galtier dengan Pochettino. Dulu Pochettino melakukan pendekatan dengan penuh ketelitian. Tapi ia tidak tegas, ia lemah dalam mempertahankan otoritasnya sebagai pelatih. Unai Emery yang dulu melatih PSG juga sama. Emery harus berjuang keras untuk menavigasi perbedaan di ruang ganti.

Pertanyaannya, apakah Galtier bisa konsisten dengan omongannya sendiri? Apakah pelatih berpaspor Prancis itu nanti tidak akan uring-uringan ketika melihat betapa panasnya ruang ganti Les Parisiens?

“Saya sudah siap. Jika saya menerima pekerjaan ini dan tanggung jawab ini, itu karena saya mampu melakukannya,” kata pelatih 55 tahun itu dikutip Daily Mail.

Menghadapi Ego Pemain

Galtier mendasari keyakinannya itu karena ia merasa pengalamannya di Saint-Etienne dan Lille sudah cukup. PSG sendiri juga sudah yakin, kemampuannya dalam mengontrol skuad dua klub Prancis itu menjadi modal penting dalam mengatasi skuad PSG. Tapi tunggu dulu.

Memangnya PSG, Saint-Etienne, dan Lille adalah klub yang sama? Tentu saja tidak saudara-saudara. PSG adalah PSG. Dengan skuad mewahnya, itulah yang bisa jadi akan merepotkan Galtier. Apalagi ada tiga pemain yang memiliki ego tinggi dan merasa dirinya hebat dan terkenal.

Galtier mesti sanggup mengendalikan ego Lionel Messi, Neymar, dan tentu saja Kylian Mbappe. Sebelumnya, marwah seorang Pochettino bisa luntur karena mengganti sosok Lionel Messi dan Kylian Mbappe. Sekarang, apa Galtier sanggup menghadapi pemain dengan ego semacam itu?

Baiklah, Galtier pernah menangani pemain elit saat melatih Pierre-Emerick Aubameyang dan Dimitri Payet ketika berada di Saint-Etienne. Tapi itu tahun-tahun lalu, sudah kelewat sangat jauh. Kini Galtier menghadapi sosok pemain elit dengan level yang berbeda. Bukan hanya level permainannya yang berbeda, tapi level egonya juga.

Oh ya, Galtier juga harus menghadapi Kylian Mbappe terutama. Karena pemain itu punya gembok yang bisa mengerangkeng tangan dan kaki Galtier. Bukan tidak mungkin aura Galtier akan kalah dari Kylian Mbappe. Apalagi Mbappe selain menjadi pemain, ia juga menjadi Thanos yang siap melenyapkan siapa saja di PSG.

Mengapa PSG Menunjuk Galtier?

Selain berkelindan dengan proyek dan paradigma baru dari Nasser Al-Khelaifi, penunjukkan Galtier juga sebenarnya tak lepas dari nepotisme. Galtier dan direktur sepakbola baru PSG, Luis Campos adalah konco kentel. Hubungan keduanya terjalin baik ketika di Lille.

Campos melihat Galtier sebagai sosok pelatih bernilai tinggi. Konon keduanya telah menjalin pembicaraan. Galtier telah memiliki visi dan pendekatan yang akan membuat PSG bermain lebih disiplin. Ia biasa menggunakan formasi 4-4-2.

Namun, Campos tampaknya menginginkan PSG bermain dengan tiga bek. Kendati begitu, lantaran hubungan keduanya yang mesra, Galtier disebut-sebut bakal fleksibel mengenai taktiknya nanti. Ia menerima saran Campos itu. Meskipun belum bisa diprediksi mana sistem dan formasi yang akan dipakai Galtier nanti.

Akan tetapi, yang pasti Galtier akan tetap berkomitmen dengan gaya permainannya yang intens. Ia mungkin akan beradaptasi dengan sistem baru, namun Galtier akan tetap fokus dengan pola permainannya yang mengandalkan serangan balik.

Mengingat Galtier memiliki reputasi meningkatkan tim yang berkinerja buruk. Oleh sebab itu, Galtier dipandang oleh Nasser Al-Khelaifi dan Luis Campos cocok untuk melatih Paris Saint-Germain. Akhirul kalam, semoga bisa lolos ke Conference League dan juara, PSG!

https://youtu.be/GxbEP847vAY

Sumber: SportingNews, DailyMail, SkySports, TheAthletic

African Super League Hanya Jadi Alat Politik FIFA?

Munculnya ide African Super League memunculkan banyak pertanyaan. FIFA selaku otoritas tertinggi sepakbola seakan tak konsisten dihadapkan dengan penyelenggaraan beberapa kompetisi baru. Kita tahu bahwa ide European Super League beberapa waktu lalu ditolak mentah-mentah oleh FIFA dan UEFA.

Memang sih, banyak protes terhadap munculnya ide European Super League yang konon katanya tak adil itu. Namun kenapa FIFA malah menggolkan adanya African Super League?

Tiba Tiba Muncul Afrika Super League

Memang beda cerita kalau di Afrika ini. African Super League diketok palu oleh FIFA sebagai kompetisi baru yang akan dihelat di Benua Afrika. Kompetisi baru ini nantinya akan diisi klub-klub terbaik di Afrika, yang bakal diselenggarakan di bulan Agustus 2023 mendatang. Dan jangan salah, sebagai prize money-nya akan disediakan sebesar 100 juta dolar (sekitar Rp1,4 triliun).

Presiden CAF, Patrice Motsepe membahas African Super League ini pada pertemuan para komite eksekutif CAF di Maroko, Juli 2022. Melihat sangkut pautnya dengan ide European Super League, Motsepe dan Gianni Infantino selaku presiden FIFA langsung menepisnya. Mereka mengklaim bahwa ide African Super League itu sudah ada sejak 2019 silam.

Sementara, European Super League yang diinisiasi oleh Florentino Perez dan kawan-kawan itu baru ada 2021 lalu. Artinya bagi FIFA, African Super League itu sudah ada duluan idenya dan tidak nyolong ide dari European Super League.

Ide African Super League itu awalnya diusulkan oleh presiden FIFA, Gianni Infantino pada 2019 ketika ia mengunjungi Republik Kongo pada peringatan 80 tahun pembangkit tenaga listrik nasional TP Mazembe. Infantino awalnya berambisi membuat kompetisi itu menjadi kompetisi papan atas dunia. Infantino selain juga akan menyediakan total uang yang signifikan, ia juga berambisi menyuntikan dana untuk perbaikan infrastruktur klub.

Sejumlah besar uang dari African Super League akan diinvestasikan kembali ke sepak bola Afrika. Termasuk pemberian suntikan dana 1 juta dolar (Rp14,9 miliar) setiap tahunnya kepada 54 anggota CAF sebagai kontribusi untuk pengembangan sepak bola.

Tim-tim yang bermain di African Super League juga harus memiliki kualifikasi tim akademi muda dan tim sepakbola wanita. Termasuk seperti Al Ahly, Raja Casablanca, Zamalek, Mamelodi Sundowns, TP Mazembe, dan lainnya. Nantinya di African Super League ini akan ada total 24 tim yang dibagi menjadi tiga grup berdasarkan jangkauan geografis.

African Super League ini akan diadakan di Tanzania. Di mana teknis pemilihan tim dan pembaharuan teknis lainnya termasuk pembagian grup akan dilakukan pada Agustus 2022 mendatang.

Politik FIFA

Nah, setelah ide African Super League itu diketok palu oleh FIFA, sekarang banyak muncul protes mengenai turnamen baru tersebut. Ya, meskipun alih-alih untuk meramaikan jagad sepakbola Afrika, turnamen ini dianggap hanya “mainan” FIFA saja.

Menurut konferensi “play the game” yang diselenggarakan di Odense Denmark, mengatakan bahwa FIFA secara tidak langsung menjadikan Afrika sebagai “boneka” mereka. Dengan memberi prize money, pengembangan fasilitas infrastruktur dan sebagainya, FIFA paling tidak sudah bisa menggenggam suara mereka.

Hal itu bertujuan supaya beberapa agenda penting FIFA dapat serta merta mulus didukung oleh beberapa anggota dari Afrika. Mengingat aturan dalam setiap pengambilan keputusan FIFA yakni “one country, one vote”. Dalam hal ini lebih tepatnya dikenal dengan politik utang budi antara FIFA dan Afrika.

Sudah jamak terendus, FIFA sebagai otoritas sepakbola dunia hanya berkutat pada hal cuan. Kita tengok ide European Super League yang mereka tolak. Mereka ketar-ketir dengan ide para penggagas European Super League seperti Perez, Agnelli dan kawan-kawan. Mereka takut lumbung materi yang selama ini didapatnya dari sepakbola Eropa direbut oleh mereka.

Kembali lagi pada masalah African Super League. Jika ingin melihat sisi komersialitas jelas African Super League ini masih jauh kalah dengan European Super League. Dari segi pasar TV Rights, seberapa banyak sih yang mau menonton African Super League ini? Mentok hanya pada pasar negara-negara di Afrika saja.

Nasib Liga Champions Afrika dan AFCON 2023 Mundur Ke 2024

Terlepas dari politik bisnis yang dilakukan FIFA tersebut, sebenarnya CAF sendiri sudah memiliki turnamen yang serupa yakni Liga Champions Afrika yang sudah jalan dari musim ke musim. Sama halnya dengan Liga Champions Eropa. Bahkan mereka dalam pertemuan resmi komite eksekutif CAF di Maroko itu menyepakati perubahan regulasi final Liga Champions Afrika.

Di mana mulai musim depan final Liga Champions Afrika akan dilakukan dalam dua leg. Artinya dengan masih bergulirnya Liga Champions Afrika, kini berarti nantinya akan ada 2 kompetisi yang dijalankan klub-klub di Afrika.

Dengan adanya African Super League ini, ternyata justru berimbas pada kompetisi lainnya di Afrika. AFCON 2023, turnamen terbesar antar negara-negara di Afrika yang sedianya sudah tercatat akan diselenggarakan pada Juni-Juli 2023 di Pantai Gading, tiba-tiba diputuskan untuk diundur. Karena akan bertabrakan dengan rencana kompetisi baru yakni African Super League yang kebetulan disepakati diselenggarakan di bulan Agustus 2023.

FIFA dan CAF sudah menyepakati pengunduran itu karena beralasan bahwa pada musim Juni-Juli 2023 itu Pantai Gading sebagai host diperkirakan sedang dilanda cuaca ekstrim seperti hujan lebat dan banjir. Oleh sebab itu, dalam pertemuan komite eksekutif CAF juga disepakati kalau AFCON 2023 diundur ke tahun 2024 yakni di bulan Januari-Februari.

Nah, dengan ditundanya AFCON ke bulan Januari-Februari ini bukan tidak mungkin akan segera memunculkan permasalahan baru bagi tim-tim Eropa yang dihuni pemain-pemain dari negara Afrika. Yang sejatinya AFCON pada Juni-Juli 2023 yang notabene musim libur Liga-Liga Eropa, eh, malah mundur di Januari-Februari di mana Liga-Liga Eropa masih dalam mode sibuk-sibuknya.

Yang jelas semua permasalahan ini muaranya adalah dengan adanya pembentukan kompetisi baru yang namanya African Super League, dan distempel resmi oleh FIFA pula. Bagi sebagian publik sepakbola dunia mungkin memandang kompetisi ini memunculkan secercah harapan baru bagi majunya persepakbolaan Afrika.

Bagaimanapun persepakbolaan Afrika ini secara kualitas tak kalah dibanding Asia maupun Amerika. Banyak pemain hebat lahir dari benua ini. Dan tak ada salahnya FIFA terus memajukan pamor sepakbola Afrika di dunia. Namun perlu dicatat, hati-hati dengan FIFA, masalahnya organisasi ini juga sering banyak intrik di dalamnya.

Sumber Referensi : foottheball, cafonline, espn

Berita Bola Terbaru 9 Juli 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

CHRISTENSEN BANGGA BERKOSTUM BARCELONA

Tantangan baru menanti Andreas Christensen di Barcelona selepas hengkang dari Chelsea. Bek tengah asal Denmark ini antusias menatap tahapan selanjutnya. Pemain bertinggi 187 cm itu bersyukur bisa menjadi bagian dari Blaugrana. “Saya sangat bangga. Ini mimpi yang sudah lama saya miliki. Saya berterima kasih kepada presiden, wakil presiden, Mateu (Alemany), dan Jordi Cruyff,” kata Christensen. Sebagai informasi, Christensen bakal bermarkas di Camp Nou sampai Juni 2026.

LEEDS RESMI DATANGKAN WINGER FEYENOORD, LUIS SINISTERRA

Klub papan tengah Premier League, Leeds resmi mengontrak pemain sayap Feyenoord, Luis Sinisterra dalam sebuah aktivitas transfer musim panas mereka yang cukup sibuk. Pemuda 23 tahun itu tiba di Elland Road dengan biaya transfer yang tidak diungkapkan dan telah menandatangani kontrak lima tahun, yang berlangsung hingga musim panas 2027.

JERSEY TANDANG BAYERN MUNCHEN DILUNCURKAN

Desain mewah dan elegan begitu terlihat di kostum tandang terbaru Bayern Munchen. Seragam yang sangat bersih, didominasi warna putih dengan aksen emas mencolok ini akan dipakai FC Hollywood saat laga tandang musim 2022/23. Perpaduan warna putih dan emas ini jadi yang pertama dalam sejarah klub. Jersey away ini adalah penghormatan atas keperkasaan Bayern menjuarai Liga Jerman sepuluh tahun beruntun.

WEST HAM MEREKRUT GELANDANG FLYNN DOWNES

West Ham United merekrut gelandang Flynn Downes dari Swansea City. Pemain berusia 23 tahun bergabung dengan kontrak lima tahun. Opsi lainnya satu tahun lagi, dengan biaya yang tidak diungkapkan. Mantan pemain internasional Inggris U20 ini menikmati kesempatan untuk melanjutkan karirnya bersama tim masa kecilnya setelah West Ham mengalahkan tantangan sejumlah klub terkemuka untuk mengamankan jasanya.

CEDERA, INSIGNE TUNDA DEBUT BERSAMA TORONTO FC

Mantan pemain Napoli Lorenzo Insigne harus menunda debutnya bersama Tim MLS, Toronto FC. Manajer Bob Bradley menyebut Insigne tidak akan menjalani debut bersama Toronto FC melawan San Jose lantaran sang pemain mengalami cedera betis dan harus menjalani perawatan. Pelatih Bob Bradley menjelaskan kemungkinan Lorenzo Insigne baru akan kembali memperkuat Toronto FC saat bertanding melawan Charlotte FC pada 23 Juli.

PERPISAHAN EMOSIONAL DIEGO CARLOS DENGAN SEVILLA

Diego Carlos telah resmi berpisah dengan Sevilla untuk bergabung dengan klub Premier League, Aston Villa. Menjelang bergulirnya kegiatan pra-musim, Carlos sengaja terbang kembali ke Andalusia untuk menggelar acara perpisahannya dengan klub dan juga para fans Sevilla. Dalam pidato perpisahannya, Carlos menyatakan bahwa Sevilla tak layak diberi ucapan perpisahan hanya melalui media sosial. Ia pun tak kuasa menahan air matanya.

FERRAN TORRES BAHAS SOAL KEDATANGAN LEWY KE BARCA

Ferran Torres membahas mengenai transfer Robert Lewandowski. Penyerang Barcelona itu membahas transfer Lewandowski ketika menghadiri kampus sepakbolanya di Foios, utara Valencia, ketika beberapa pers lokal memanfaatkan kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan terbesar musim panas kepadanya. “Kami tahu bahwa Lewandowski ingin datang ke Barcelona. Kami tahu dia adalah pemain dan gol-gol yang telah dia cetak dalam beberapa musim terakhir. Mari kita lihat kesepakatan apa yang bisa dicapai Bayern dan Barcelona,” kata Ferran Torres,

LUIS SUAREZ MASIH INGIN BERMAIN DI EROPA

Luis Suarez saat ini masih berstatus free agent setelah kontraknya habis bersama Atletico Madrid. Dia masih ingin bermain di Eropa demi bisa menjaga kebugaran dan kualitas permainannya untuk Piala Dunia 2022. Namun dia mengungkapkan bahwa dirinya mengiyakan tawaran dari raksasa Argentina, River Plate. Tapi negosiasi batal karena River tersingkir dari Copa Libertadores setelah kalah dari Velez Sarsfield di babak 16 besar.

LIMA ATURAN ERIK TEN HAG DI MU

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, dikabarkan telah mengeluarkan aturan terbaru untuk pemainnya. Aturan pertama adalah, jika ada pemain yang terlambat latihan atau mengikuti pertemuan tim, ia akan tergusur dari tim utama. Peraturan kedua, para pemain dilarang meminum alkohol selama pekan pertandingan. Ketiga, menu makan di tempat latihan diubah dengan menambahkan lebih banyak ikan dan sayuran. Aturan keempat adalah pengecekan rutin indeks massa tubuh (BMI) setiap bulan, peningkatan berat badan pemain bisa terpantau dari pengecekan ini. Yang kelima adalah, para pemain harus menyampaikan semua permasalahan mereka langsung kepada Erik ten Hag.

LIVERPOOL SEPAKAT JUAL NICO WILLIAMS KE FOREST

Liverpool dikabarkan sudah sepakat untuk melepas bek kanan mereka, Nico Williams ke klub promosi Premier League, Nottingham Forest pada jendela transfer musim panas 2022 ini. Liverpool menjual Williams ke Nottingham Forest dengan biaya transfer mendekati 17 juta pounds. Williams merupakan produk asli akademi Liverpool. Pemain internasional Wales itu sudah menimba ilmu di akademi The Reds sejak masih berusia sembilan tahun.

MU LUNCURKAN JERSEY ANYAR MUSIM 2022/23

Manchester United resmi merilis jersey terbaru untuk musim 2022/23 mendatang. MU turut melibatkan pemain-pemain bintang mereka dalam perilisan jersey baru ini. Tentu saja jersey home 2022/23 MU ini didominasi warna merah. Ada pola garis-garis vertikal yang tampak dalam jersey tersebut meski tampak samar. Di bagian depan, ada logo sponsor mereka yang terpampang dengan besar. Lalu ada juga badge klub dan logo Adidas.

ANGEL DI MARIA RESMI BERSERAGAM JUVENTUS

Mantan bintang PSG, Angel Di Maria akhirnya resmi juga berseragam Juventus. Di Maria akan jadi pemain Bianconeri untuk semusim ke depan. Kepastian ini diumumkan oleh Juventus, Sabtu (9/7) dini hari WIB setelah Di Maria menuntaskan proses tes medis di J Medical. Di Maria jadi pembelian pertama Juventus musim panas ini dan akan mengenakan nomor punggung 22.

TIBA DI TURIN, POGBA SELANGKAH LAGI GABUNG JUVENTUS

Bintang timnas Prancis, Paul Pogba dikabarkan sudah tiba di kota Turin untuk merampungkan proses transfernya ke Juventus. Dikutip dari Besoccer, Kehadiran Pogba di Turin dilakukan untuk menjalani tes medis bersama Juventus pada akhir pekan ini sebelum meneken kontrak resmi. Bagaikan de javu, kali ini Pogba bakal menandatangani kontrak sekali lagi bersama Juve setelah sebelumnya sang pemain juga dilepas oleh Setan Merah secara cuma-cuma.

GABRIEL JESUS BRACE, ARSENAL BUNGKAM TIM JERMAN DI LAGA UJI COBA

Gabriel Jesus tampil impresif dalam laga debutnya berseragam Arsenal. Bomber yang baru direkrut dari Manchester City itu mencetak dua gol ke gawang tim Jerman Nurnberg, Jumat (8/7). Dua gol ini menunjukkan kesan bagus dari Jesus yang mengenakan nomor punggung 9 dan akan menjadi striker utama Arsenal di musim anyar ini. Arsenal sendiri menang dengan skor 5-3 pada laga itu, dengan dua gol lainnya dilesakkan Mohamed Elneny, dan dua gol bunuh diri dari pemain lawan.

JACK WILSHERE UMUMKAN PENSIUN

Eks pemain Timnas Inggris dan Arsenal, Jack Wilshere, memutuskan untuk gantung sepatu pada usia 30 tahun. Wilshere merasa sudah legawa dengan keputusannya pensiun sebagai pesepakbola profesional. Dirinya mengaku sudah menjalani mimpi-mimpi masa kecilnya. Dilansir dari The Athletic, Wilshere akan resmi menjadi pelatih Arsenal U18 mulai pekan depan. 

TOTTENHAM PINJAM BEK BARCELONA CLEMENT LENGLET

Tottenham Hotspur kembali menambah kekuatannya untuk menghadapi kompetisi musim 2022/23. Kali ini, mereka meminjam bek tengah Clement Lenglet dari Barcelona selama satu musim. Kedatangan Lenglet membuat skuad Tottenham musim ini semakin mentereng. Sebelumnya, mereka berhasil mendaratkan Fraser Forster, Yves Bissouma, Ivan Perisic, dan Richarlison.

DULU DIBUANG, NATHAN AKE KEMBALI DILIRIK CHELSEA

Guna menambal kepergian Andreas Christensen dan Antonio Rudiger, dilaporkan oleh Sky Sports, Chelsea berminat untuk memulangkan bekas defender mereka asal Belanda, Nathan Ake yang sekarang bermain di Manchester City. Meski negosiasi tahap awal sudah dibuka, laporan yang sama mengklaim jika kedua belah klub belum membahas soal harga si pemain.

BLATTER DAN PLATINI BEBAS DARI TUDUHAN MENIPU FIFA

Sepp Blatter dan Michel Platini dibebaskan dari tuduhan melakukan penipuan terhadap FIFA oleh sebuah pengadilan kriminal di Swiss, Jumat (8/7). Kasus ini berpusat di sekitar pembayaran 2 juta dollar dari FIFA ke Platini dengan persetujuan Blatter pada tahun 2011, untuk pekerjaan yang dilakukan satu dekade sebelumnya. Vonis itu dikeluarkan menyusul persidangan 11 hari pada bulan lalu di Pengadilan Kriminal Federal Swiss di Bellinzona.

TOTTENHAM HOTSPURS LEPAS STEVEN BERGWIJN KE AJAX

Klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam telah resmi merekrut Steven Bergwijn dari Tottenham Hotspur pada bursa transfer musim panas tahun ini. Seperti diumumkan masing-masing klub, Jumat (8/7), nilai transfernya mencapai 31,25 juta euro. Bergwijn telah menandatangani kontrak lima tahun untuk kembali ke klub liga Belanda itu. Sebelumnya, ia pernah bermain di akademi Ajax dan pindah ke PSV Eindhoven pada 2011

REAL MADRID KONFIRMASI PELEPASAN LUKA JOVIC KE FIORENTINA

Luka Jovic resmi bergabung dengan Fiorentina dari Real Madrid dengan durasi kontrak hingga Juni 2024. Sempat diisukan akan gabung Fiorentina dengan status pinjaman, Madrid justru melepas pemain 24 tahun ini secara gratis. Dengan catatan, Madrid akan mendapatkan 50% dari hasil penjualan Jovic, jika Fiorentina berniat untuk menjualnya. Jovic juga rela gajinya diturunkan untuk bergabung dengan La Viola.

ROMAGNOLI SEGERA MERAPAT KE LAZIO

Eks bek AC Milan Alessio Romagnoli dikabarkan akan segera merapat ke Lazio pada musim panas 2022 ini. Kabar ini diklaim oleh Gianluca di Marzio, via Fabrizio Romano. Laporan itu menyebut bahwa Romagnoli sudah menyepakati kontrak berdurasi lima tahun di Lazio. Laporan itu juga menyebut Romagnoli sebenarnya mendapat kans bermain di Premier League bersama Fulham. Namun ia menolak tawaran klub tersebut.

KLUBNYA BERLUSCONI INGIN DATANGKAN CAVANI

AC Monza terus menebar sensasi positif. Klub milik Silvio Berlusconi itu dikaitkan dengan Edinson Cavani. Kebetulan Cavani tak memiliki klub. Andalan tim nasional Uruguay ini berstatus agen bebas setelah menyelesaikan petualangan di Manchester United. Menurut Football Italia, Direktur Monza, Adriano Galliani telah membuka pembicaraan dengan perwakilan Cavani.

REAL MADRID KEMBALI BERLATIH DI VALDEBEBAS

Real Madrid mengadakan sesi latihan pertama sebagai pemanasan sebelum memulai kegiatan pra-musim pada Jumat (8/7) sore waktu setempat. Meski demikian, belum semua pemain berkumpul lengkap dalam sesi latihan perdana di Valdebebas. Sebagian besar pemain inti Los Blancos tercatat memperkuat negaranya masing-masing di UEFA Nations League bulan Juni lalu sehingga mereka diberikan waktu liburan yang lebih panjang. Namun diperkirakan pekan depan semuanya sudah akan berkumpul lengkap.

VENEZIA RILIS JERSEY HOME TERBARU UNTUK MUSIM 2022/23

Dikenal karena jersey unik dan luxurious-nya, Klub Serie B Italia Venezia merilis home jersey terbarunya untuk musim 2022/23 nanti. Berkolaborasi dengan desain studio asal Jerman, Bureau Borsche serta Kappa, jersey ini menghadirkan pilihan short sleeve dan long sleeve dengan estetika era 90an. Logo emas yang berkilauan serta warna dasar hitam berkelas digabungkan dengan hiasan hijau serta warna oranye yang membuat jersey kandang mereka terlihat sangat menawan.

TIMNAS INDONESIA U19 GILAS FILIPINA 5-1

Peluang Timnas Indonesia U19 untuk bisa lolos semifinal Piala AFF U19 2022 masih terbuka seusai mengalahkan Filipina dengan skor 5-1 pada matchday keempat, Jumat (8/7). Pada laga yang dihelat di Stadion Patriot, tim asuhan Shin Tae Yong menjebol gawang Filipina berkat aksi Rabbany Tasnim yang mencetak hattrick, dua dari titik penalti, serta satu lewat sundulan kepala. Gol lainnya tercipta berkat aksi berkelas Alfriyanto Nico serta tendangan Razza. Indonesia kini berada di posisi ketiga grup A dengan 8 poin. Di laga terakhir, Indonesia mengusung misi wajib menang atas Myanmar agar bisa lolos ke babak selanjutnya. 

Kebijakan Kontroversial Piala Dunia 2022 Qatar

Sejak ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar banyak menuai kritik. Sejumlah kontroversi dikabarkan menyelimuti Piala Dunia Qatar. Soal hak asasi manusia, perbudakan modern, korupsi, sampai pembangunan stadion yang mengorbankan nyawa.

Kendati begitu, hitung mundur Piala Dunia 2022 Qatar sudah dimulai. Dengan kata lain sebentar lagi Piala Dunia yang berlangsung di Negara Teluk itu digelar. Namun, soal kontroversi masih terus berlanjut. Kali ini soal peraturan pada saat Piala Dunia digelar.

Belum lama ini pihak Qatar sudah mengumumkan serangkaian aturan pada saat Piala Dunia 2022 terselenggara. Lucunya, kebijakan-kebijakan itu pun tak bisa lepas dari masalah pelik. Banyak dari kebijakan yang dikeluarkan Qatar untuk Piala Dunia 2022 justru menimbulkan gejolak penolakan dari berbagai pihak. Apa saja kebijakan kontroversial tersebut?

Larangan LGBT

Qatar menerapkan asas ketimuran pada Piala Dunia 2022. Maka dari itu, hal-hal yang bertentangan dengan budaya timur akan dilarang, termasuk kampanye kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT.

Kepala Keamanan Piala Dunia 2022, Mayjen Abdulaziz Abdullah Al-Anshari dikutip media Spanyol, Marca, menegaskan bahwa kampanye LGBT akan dilarang. Segala simbol LGBT termasuk bendera akan disita oleh pemerintah Qatar, dalam hal ini panitia Piala Dunia 2022.

Walaupun FIFA dan penyelenggara Piala Dunia Qatar mengatakan bahwa siapa pun boleh datang, termasuk kaum LGBT. FIFA dan penyelenggara Piala Dunia 2022 akan menghormati orientasi seksual masing-masing orang. Tapi Qatar sendiri tetap tegas melarang kampanye LGBT.

“Jika saya mengambil bendera LGBT dari seorang penggemar, itu bukan untuk menghinanya, tapi untuk melindunginya. Karena tidak ada jaminan ketika anda mengibarkan bendera LGBT, anda akan aman. Jadi tolong tidak perlu mengibarkan bendera LGBT,” kata Kepala Keamanan Piala Dunia, Abdullah Al-Anshari dikutip Marca.

Pelarangan LGBT ini tentu bertentangan dengan budaya di negara-negara Eropa. Apalagi di sisi lain, negara seperti Inggris justru mendukung kampanye LGBT. Jelas peraturan ini menuai banyak kritik. Para penggemar Wales dan pendukung LGBT, juga mengkritik kebijakan itu.

Walaupun Qatar mengizinkan kaum LGBT menonton Piala Dunia, salah seorang penggemar sepakbola Wales dan juga anggota salah satu kelompok pendukung LGBT Rainbow Wall, Tracy Brown dikutip BBC masih merasa takut dan tidak aman untuk pergi Qatar. Hal itu karena homoseksual masih ilegal di Qatar dan dapat dihukum dengan hukuman penjara.

Mantan bintang Timnas Jerman, Olivier Bierhoff juga mengkritik hal itu. Bierhoff, dikutip BBC mengatakan, perlakuan Qatar terhadap kaum LGBT tidak dapat diterima. Gelombang kritik juga datang dari Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate.

Dilansir BBC, Southgate mengatakan bahwa akan sangat memalukan jika penggemar sepakbola tidak bisa datang ke Piala Dunia hanya karena ketatnya aturan LGBT. Belum lagi, laporan Metro menunjukkan bahwa kaum LGBT yang sudah tinggal di Qatar saja setiap harinya diselimuti ketakutan.

Larangan Hubungan Seks di Luar Nikah

Selain pelarangan kampanye LGBT, pemerintah Qatar juga memiliki peraturan bahwa tidak boleh ada hubungan di luar nikah. Siapa pun yang datang ke Qatar mesti menghormati dan menaati peraturan tersebut, tak terkecuali pada Piala Dunia 2022 nanti.

Pelarangan hubungan seks di luar nikah akan tetap diterapkan pada gelaran akbar sepakbola sedunia itu. Dilansir WION, sesiapa yang melakukan hubungan seks di luar nikah atau one night stand atau hubungan dalam semalam, dan dinyatakan bersalah harus siap menghadapi hukuman satu tahun penjara sesuai laporan.

Namun bisa juga orang yang melanggar aturan di negara tersebut akan dihukum tujuh tahun penjara. Padahal di negara-negara di Eropa misalnya, sangat biasa melakukan one night stand. Beberapa bahkan ada yang menjalin hubungan tanpa harus menikah.

Tak sedikit pesepakbola yang juga begitu. Cristiano Ronaldo, misalnya. Pria kelahiran Funchal, Portugal itu belum menikah. Ia hanya menjalin hubungan kekasih dengan Georgina Rodriguez. Walaupun belum menikah, Ronaldo dan Georgina sudah memiliki anak.

Pelarangan hubungan seks di luar nikah oleh pemerintah Qatar pada Piala Dunia nanti menimbulkan pertanyaan. Bagaimana dengan pesepakbola yang belum menikah tapi sudah terbiasa menjalin hubungan kekasih?

Apalagi pemerintah Qatar juga melarang dua orang yang belum menikah tinggal di satu kamar. Maka wajar kalau akhirnya tak sedikit pesepakbola memilih untuk menikah sebelum Piala Dunia 2022 digelar. Bek tangguh Timnas Inggris, Harry Maguire misalnya, memilih menikahi kekasihnya, Fern Hawkins pada 26 Juni 2022.

Sebelumnya, ada Dani Carvajal yang menikahi pacarnya, Daphne Canizares. Lalu ada pula bek Barcelona dan Spanyol, Jordi Alba menikahi sang kekasih, Romarey Ventura belum lama ini setelah menjalin hubungan dan dikaruniai dua anak.

Kendati hubungan seks di luar nikah dilarang, tapi pihak penyelenggara mengatakan tidak akan ikut campur dalam urusan privasi masing-masing orang. Hmmm… jadi gimana nih?

Larangan Minum Alkohol di Dalam Stadion

Tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar juga menegaskan akan melarang siapa pun minum alkohol di dalam stadion, tak terkecuali para fans. Aturan itu berlaku selama pertandingan Piala Dunia di dalam stadion.

Menurut laporan Reuters yang dikutip Tempo menjelaskan, bahwa siapa pun boleh minum alkohol sebelum atau sesudah pertandingan. Selain itu, para fans yang hadir juga masih diperbolehkan minum alkohol pada saat-saat menjelang pertandingan digelar.

Namun, setelah masuk ke dalam stadion, itu tidak boleh. Pihak keamanan akan memberikan pembatasan terkait minuman beralkohol, termasuk tidak akan menyediakannya di dalam stadion. Ini juga berkelindan dengan hukum di Qatar yang melarang penduduknya minum alkohol di tempat umum, kecuali di hotel, restoran, dan klub tertentu.

Peraturan ini di sisi lain juga memberikan tantangan sendiri bagi Qatar. Karena sebelumnya pada Piala Dunia 2014, FIFA pernah menekan Brazil yang awalnya melarang minuman beralkohol. Sehingga Brazil pun mencabut larangan minuman beralkohol.

Pembatasan Minuman Beralkohol

Disamping melarang siapa pun menenggak minuman beralkohol pada saat pertandingan, Qatar juga akan melakukan pembatasan pada distribusi minuman beralkohol. Qatar kabarnya akan mengantisipasi sekitar 1,2 juta orang yang terbiasa minum alkohol.

Untuk itu, Qatar akan mengurangi distribusi minuman beralkohol dengan membatasi aksesnya. Dilansir Tempo, minuman beralkohol hanya akan ada di fans zone yang terletak di Al Bidda Park, Doha, Ibukota Qatar. Selain itu Qatar akan menyediakan sekitar 15 ribu sampai 20 ribu bir di sudut bekas Klub Golf Doha, dekat dari fans zone.

Minuman beralkohol akan tersedia di area-area tertentu saja, seperti yang sudah ditentukan otoritas Qatar. Secara tidak langsung persediaan minuman alkohol akan dibatasi seiring pembatasan tempat penyedianya. Hal ini berkebalikan dengan sepakbola yang juga tidak lepas dari brand minuman beralkohol.

Padahal beberapa merek minuman beralkohol seperti Heineken kerap kali menjadi sponsor ajang besar seperti Piala Dunia. Lalu mengapa alkohol dibatasi?

Maka dari itu perusahaan raksasa penghasil bir asal Belgia, Anheuser-Busch Inbev atau dikenal ABInbev menekan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 untuk mengubah kebijakan lokal tentang minuman alkohol selama gelaran Piala Dunia 2022 berlangsung.

Sumber: Movendi, TimesNowNews, BBC, Okezone, Wionews, Metro, Tempo, Marca