Umumnya orang bekerja karena ia ingin mendapatkan gaji. Nah, setiap pekerjaan, kecuali mungkin yang berkaitan dengan relawan, pasti akan menyediakan gaji bagi para pekerja. Itu adalah hukum umum dan tidak bisa diganggu gugat, tak terkecuali menjadi seorang pemain sepakbola.
Gaji menjadi salah satu komponen penting dalam sepakbola. Karena gaji itulah yang bisa menghidupi para pemain bola. Pesepakbola yang bergaji tinggi pasti memiliki gaya hidup yang berbeda dibandingkan dengan pesepakbola yang memiliki gaji pas-pasan.
Dari mana pesepakbola itu mendapat gaji? Jelas dari tim atau klub yang ia bela. Cristiano Ronaldo mendapat gaji dari Manchester United, Mbappe dari PSG, Mohamed Salah mendapat gaji dari Liverpool, dan seterusnya. Nah, soal gaji ini ternyata nggak selamanya para pesepakbola itu akan mendapat gaji dari klub yang ia bela.
Lho kok bisa? Begini. Ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa membuat klub tidak membayar gaji pemainnya. Namun begitu, di sisi lain klub yang tidak membayar gaji pemainnya juga problematik dan bisa dituntut. Jadi bisakah klub tidak membayar gaji pemainnya dalam kondisi yang bagaimana?
Daftar Isi
Masalah Finansial
Dalam praktiknya klub bisa saja tidak membayar gaji pemainnya. Itu karena klub tersebut sedang terjerat masalah finansial. Karena klub yang tengah mendapat masalah keuangan bisa jadi tidak bisa melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pengeluaran, tak terkecuali untuk pembayaran upah pemain.
Hal semacam ini biasanya terjadi bagi klub-klub yang berada di divisi rendah atau dengan kata lain bukan berada di liga utama. Misalnya, di Inggris hal itu kemungkinan besar terjadi di klub-klub di English Football League (EFL). Atau bisa juga di Divisi Segunda kalau di Spanyol.
Namun, tidak menutup kemungkinan pula bisa terjadi pada klub-klub di Premier League atau La Liga. Walaupun kemungkinan itu tidak banyak. Sebab klub-klub yang sudah berada di kompetisi teratas biasanya manajemen keuangannya sudah mumpuni. Itu kalau di liga-liga seperti di Eropa lho ya, kalau di Indonesia itu soal lain.
Meski kemungkinannya kecil, klub yang berada di divisi teratas tapi tidak bisa membayar gaji pemain juga ada. Mari kita sebut misalnya, Barcelona. Raksasa La Liga itu pernah diterpa krisis finansial. Pada saat itulah, Blaugrana menunggak gaji pemain.
Barcelona players confirm they will take a 70% pay cut to ensure that the salaries of all club staff are covered while football is on an indefinite break 👏 pic.twitter.com/r8bOkE6JoK
— B/R Football (@brfootball) March 30, 2020
Namun di sisi lain, meskipun masalah keuangan tidak dapat dikendalikan atau di luar kekuasaan klub, karena bisa saja menimpa klub mana pun yang buruk manajemennya, tapi tidak membayar gaji pemain atau menunggaknya adalah tindakan tidak dapat dibenarkan.
Secara hukum itu tidak sah, karena merupakan pelanggaran terhadap hubungan kerja yang dimiliki antara pemain dan klub yang bersangkutan. Di Inggris, pemain sepakbola ini sama dengan pekerja di sebuah industri.
Oleh karena itu, hak karyawannya mesti sama, tunduk pada aturan Undang-Undang Hak Ketenagakerjaan 1996. Salah satu poin di dalamnya adalah hak karyawan untuk dibayar.
Masalah Kedisiplinan
Melalui tulisannya di In Brief, Lucy Trevelyn seorang lulusan hukum dari University of Greenwich dan seorang jurnalis terlatih NCTJ, menyebut bahwa klub bisa saja tidak membayar gaji pemain sepakbola karena alasan kedisiplinan.
Misalnya, ketika pemain sedang dalam masalah keluarga dan itu mengganggu performa tim. Atau ketika pemain datang ke klub malam bahkan sampai berkelahi. Atau bisa juga karena seorang pemain mangkir dari latihan dan itu bukan sekali dua kali.
Namun dalam konteks masalah kedisiplinan ini, klub bukan berarti tidak membayar penuh gaji pemainnya. Namun, klub bisa memotong sebagian gaji pemainnya itu. Biasanya dihitung dalam kisaran upah dua minggu.
Hal itu boleh dilakukan klub jika memang pemain terbukti melanggar tugas dan kewajibannya berdasarkan kontraknya sebagai pesepakbola profesional. Yang begini beberapa kali sering terjadi pada pesepakbola di tanah air.
Jika Klub Bangkrut
Pada titik tertentu sebuah klub bisa jadi berada di ujung tanduk. Mereka nyaris bangkrut. Tinggal klub ini bisa menanganinya atau tidak. Jika tidak, klub harus segera mengumumkan gulung tiker. Mengapa demikian? Karena ini berkaitan dengan pembayaran gaji.
THE PANDEMIC HAS BEEN OVER THE CLUBS BEGINS TO DROP 😔
The Chievo Verona club is now just a memory. The traditional Italian club was forced to disband due to debt and tax arrears
🥀 R.I.P CHIEVO VERONA (1929-2021)#Chievo #Bangkrut #SerieA #SerieB #Bankrupt #ChievoVerona #RIP pic.twitter.com/JMxGMTnesG
— SPORTS HIGHLIGHT (@SorotanOlahraga) August 23, 2021
Klub yang bangkrut tidak bisa begitu saja melupakan gaji pemain. Jadi prosesnya klub yang hendak gulung tiker harus menyerahkan pengelolaannya kepada bagian administrasi. Siapa itu? administrasi atau administrator ini ditunjuk oleh persidangan.
Administrator inilah yang nantinya akan mengolah aset yang ada. Misalnya, kompleks pelatihan yang bisa jadi akan dijual guna memperoleh uang lagi dan melunasi beban kreditur. Ketika hal begini terjadi pada klub sepakbola, maka yang paling pertama dilunasi adalah upah pemain bukan kreditur lain yang berkaitan dengan sepakbola.
Hukuman Bagi Klub yang Tidak Membayar Gaji
Di beberapa liga sepakbola profesional, kecuali mungkin Liga Indonesia, klub yang tidak membayar gaji para pemainnya bisa mendapat hukuman. Jika itu memang melanggar aturan yang ada. Misalnya di Inggris.
Klub di sepakbola Inggris, khususnya English Football League (EFL) akan mendapat konsekuensi jika gagal membayar gaji pemain tepat waktu. Salah satu hukumannya adalah klub bisa mendapat pengurangan poin berganda. Selain itu klub juga tidak bisa mendaftarkan pemainnya, sampai upah pemain dibayarkan.
Permasalahan klub yang tidak membayar gaji pemainnya ini bisa dibawa ke Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA. Istilah sederhananya, organisasi itulah yang mengurus sengketa yang berkaitan dengan klub dan pemain.
Ketika kasusnya naik ke DRC FIFA, DRC ini bisa memutuskan bahwa klub harus membayar semua remunerasi. Klub bisa saja dijatuhi hukuman atau sanksi apabila gagal membayar gaji pemain atau sampai menunggaknya. Sanksinya pun beragam, mulai dari peringatan ringan, denda, sampai larangan melakukan aktivitas transfer.
CAS Update
The Court of Arbitration for Sport Panel has dismissed Kaizer Chiefs’ appeal and confirmed FIFA’s DRC decision. This means the Club will not be able to register any player for two consecutive transfer windows.#Amakhosi4Life pic.twitter.com/BtqCTCY8Ss
— Kaizer Chiefs (@KaizerChiefs) October 27, 2020
Apa yang Dilakukan Pemain Jika Gajinya Tidak Dibayar?
Bisakah pemain melakukan sesuatu jika gajinya tidak dibayar atau ditunggak? Iya, tentu saja. Di beberapa liga sepakbola profesional ada badan yang membantu pemain untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Di Inggris ada Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA). Badan itulah yang nantinya akan membantu pemain di Inggris dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan gaji, demi kepentingan kedua belah pihak, dalam hal ini pemain dan klub.
Selain DRC dari FIFA tadi, masih ada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang akan membantu pemain jika ada masalah pada klausul kontrak. Misalnya, klausul kontrak gaji yang tidak dipenuhi oleh klub. Jika yang ditunggak atau yang tidak dibayar gajinya dalam satu klub lebih dari satu orang, biasanya mereka bisa membentuk aksi solidaritas.
Karena bagaimanapun untuk pergi begitu saja dari klub tidak bisa. Sebab upah si pemain belum dibayar. Meskipun sebenarnya jika pemain itu dilirik klub lain, ia bisa memutus kontraknya dengan klub yang tidak membayar gajinya.
Hal itu tercantum pada Pasal 14 Peraturan FIFA Tentang Status dan Transfer Pemain. Dalam aturan itu FIFA mengizinkan kontrak untuk diakhiri tanpa konsekuensi apa pun jika ada alasan adil yang menyertainya. Sementara, gaji yang tidak dibayar bisa termasuk dalam “alasan yang adil” tadi.
Intinya kemungkinan klub tidak membayar gaji pemain tetap ada, termasuk menjadi tunggakan. Tapi bagaimanapun tidak membayar gaji pemain atau bahkan menunggak adalah tindakan klub yang tidak dapat dibenarkan.
https://youtu.be/4EVYHXYMKXk
Sumber: LawinSport, Linkedin, BBC, LigaLaga
