Beranda blog Halaman 523

Valencia Harus Siap Dengan Latihan Keras Gattuso

0

Perjalanan karier mantan gelandang berwatak keras AC Milan, Gennaro Gattuso akhirnya sampai pula ke Spanyol. Pada 9 Juni 2022 lalu, Gattuso diumumkan sebagai pelatih anyar salah satu tim raksasa Liga Spanyol, Valencia Club de Futbol. Ia akan melatih di Mestalla hingga Juni 2024.

Gattuso menggantikan Jose Bordalas yang dipecat dari kursi pelatih. Penunjukkan ini tentu membuat Gonçalo Guedes dan kolega harus siap dengan metode latihan Gattuso. Pria yang pernah mengantongi satu medali juara Piala Dunia 2006 itu, di hari pertama melatih saja sudah melakukan tindakan yang kontroversial.

Saat memimpin anak asuhnya latihan, dengan santainya Gattuso mengisap rokok elektrik. Tentu saja video yang dipublikasikan di laman Football Italia tersebut akan memantik rasa kesal. Meskipun ya, itu adalah Gattuso. Mau kesal kok itu Gattuso.

Profil Gattuso

Pria bermata tajam itu lahir di Italia Selatan. Ia memulai bermain sepakbola di Perugia sampai pernah mencicipi nuansa sepakbola Skotlandia dengan bergabung ke Rangers. Namun, masa-masa emas Gattuso tentu saja ketika berseragam AC Milan.

Gattuso merajut kisah manisnya bersama Rossoneri selama kurang lebih 13 tahun, sejak kali pertama bergabung pada tahun 1999. Dua trofi Liga Champions Eropa ia genggam bersama il Diavolo Rosso. Namun, perjalanan Gattuso di AC Milan harus berakhir tahun 2012.

Ia lantas melancong ke Swiss. Bergabung ke FC Sion, Gattuso pada akhirnya menghabiskan masa bermainnya di sana. Usai tak menjadi pemain, Gattuso melatih klub Swiss tersebut pada musim 2012-13.

Mulai Belajar Melatih

Ketika menukangi FC Sion, Gattuso mulai belajar bagaimana caranya melatih. Ia pada akhirnya menjelma dari yang semula sosok yang dirangkul di ruang ganti, menjadi sosok yang merangkul para pemain di ruang istirahat.

Pelan-pelan Gattuso menapaki jalan menuju puncak karier kepelatihannya. Ia kembali ke Italia dan melatih Palermo tahun 2013. Tapi ia hanya sebentar di sana. Setelah melakoni 8 pertandingan, Gattuso melancong ke Yunani.

Klub OFI Crete jadi pelabuhan berikutnya. Kisahnya di Yunani juga berlangsung singkat. Hanya 17 pertandingan, dan ia kembali lagi ke Italia. Si Badak bekerja sebagai pelatih klub Serie B, Pisa Sporting Club. Beruntung, nasibnya di Pisa tak sebentar. Cukup lama Gattuso bertahan dan melatih di sana dari tahun 2015 hingga 2017.

Pada tahun 2017, Gattuso memilih bekerja di akademi muda Rossoneri. Pekerjaannya di sana sangat mulus dan terbilang sangat baik. Gattuso pada akhirnya diangkat menjadi pelatih kepala AC Milan, ketika rival Inter itu memecat Vincenzo Montella tahun 2017.

Ia bertahan di AC Milan hingga musim panas 2019. Kendati ia hanya bisa membawa Rossoneri finish di peringkat enam pada musim 2017-18. Setelah tak lagi berseragam AC Milan, ia pindah ke Napoli tahun 2019. Si Badak menjalani musim 2019-20 yang menakjubkan bersama il Partenopei dengan meraih gelar Coppa Italia.

Pengalaman Pertama di Spanyol

Semusim ia menganggur setelah Napoli menyingkirkannya pada tahun 2021. Gattuso akhirnya mendapat pelabuhan baru di Spanyol. Valencia yang tak betah dengan prestasi Bordalas yang gitu-gitu saja, memilih memecatnya dan mendatangkan Si Badak.

Dengan harapan meraih gelar, Gattuso pun dengan mantap merapat ke Valencia. Sayangnya, penunjukkan Gattuso sebagai pelatih justru ditentang oleh sebagian besar basis penggemar Valencia. Sebelum ia resmi jadi pelatih, para fans sudah menaikkan #NoToGattuso.

Para fans sama sekali tidak menginginkan Si Badak melatih tim kesayangan. Apalagi Gattuso adalah makhluk yang penuh kontroversi. Hal itu juga berkaitan dengan beberapa komentarnya. Tahun 2008, Gattuso pernah mengatakan hubungan sesama jenis itu aneh. Ia menekankan bahwa pernikahan itu adalah pria dan wanita.

Lalu, pada 2013 Gattuso pernah dikritik keras lantaran komentarnya yang merendahkan perempuan. Itu tepat ketika AC Milan menunjuk Barbara Berlusconi sebagai CEO. Gattuso bilang, ia tidak bisa melihat perempuan dalam sepakbola. Barangkali nurani Gattuso terganggu karena itu.

Namun, Gattuso sendiri telah menanggapi hal tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tak sekeras itu. Melalui media Italia, Corriere della Sera, Gattuso mengatakan komentar-komentar sinis pendukung Valencia hanya berdasarkan sifatnya di tahun-tahun yang sudah lewat.

“Saya harap untuk melakukan pekerjaan yang saya cintai dalam damai. Saya boleh dihakimi untuk itu (pekerjaan pelatih) saja. Sesuai dengan siapa saya sebenarnya,” kata Gattuso dikutip SI.

Terlepas dari itu, di sisi lain ini adalah kali pertama Gattuso menginjakkan kaki di Spanyol. Sebelumnya, Si Badak tidak memiliki pengalaman apa-apa di sepakbola Negeri Matador. Ia belum pernah jadi pemain di klub sekelas Cadiz sekalipun. Soal melatih, baru Valencia, klub La Liga yang sudi menerimanya jadi pelatih.

Ulet dan Keras

Ada dua hal yang bisa menggambarkan bagaimana Gattuso nanti ketika melatih. Pertama, ulet dan yang kedua, keras. Gattuso telah membangun reputasinya sebagai pelatih yang bisa menyusun pemain-pemain yang ulet dan pekerja keras.

Di Napoli, prestasinya itu sangat kelihatan. Dalam skemanya, Gattuso memang bukan tipe pelatih yang meminta pemain terus mengejar bola, melakukan tekanan yang sangat tinggi, atau menerapkan gegenpressing. Sebaliknya, ia justru lebih menyukai bentuk pertahanan yang solid.

Namun, Gattuso semestinya juga harus adaptif dalam sepakbola Spanyol. Apalagi identitas sepakbola La Liga adalah penguasaan bola. Gattuso dengan keuletannya, selain membuat bentuk pertahanan yang solid, juga semestinya berusaha membuat pemain Valencia lama dalam menguasai bola.

Terlebih pada musim lalu, ball possesion Valencia berada di peringkat empat terbawah di La Liga. Menurut Total Football Analysis, angkanya hanya 44,7 persen. Los Che hanya unggul dari klub semenjana seperti Deportivo, Cadiz, dan Getafe, di mana penguasaan bola ketiganya di bawah 42 persen.

Ketika di Napoli, Gattuso lebih sering membangun serangan dari bawah. Seorang penjaga gawang seperti Ospina sering dilibatkan untuk menarik lawan. Dan itu menciptakan celah dalam formasi musuh, yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk melakukan serangan balik secara vertikal.

Secara prinsipil, taktik yang diterapkan Gattuso seperti itu. Ia sering mempertahankan penguasaan bola di sepertiga pertahanan sendiri. Namun, strategi semacam ini riskan ketika menghadapi lawan dengan kualitas tekanan yang bagus di La Liga, seperti Barcelona (31,9%) dan Celta Vigo (31,2%).

Terkenal Keras dalam Melatih

Dengan sifatnya yang keras, Valencia juga harus siap dengan metode latihan keras ala Gattuso, Dalam sebuah video, kelihatan bahwa beberapa pemain bertumbangan ketika dilatih Si Badak. Ketika pemain sudah mulai tumbang, Gattuso tetap memaksa pemainnya latihan.

Ya, Gattuso memang terkenal keras dalam latihan. Ia bahkan tak segan untuk memukul para pemainnya jika tak sesuai arahan. Meski begitu, gaya melatih Gattuso mulai menunjukkan sisi positif, kendati baru satu pertandingan. Valencia berhasil mengalahkan Dortmund 3-1 di laga uji coba belum lama ini.

https://youtu.be/NJAxmRganvk

Sumber: ESPN, FootballEspana, ValenciaCF, Viva, Fbref

Dalang Dibalik Operasi Senyap Transfer Notthingham Forest

Cukup sudah cerita mengelu-elukan kembalinya Nottingham Forest ke Liga Inggris. Kini lembaran baru sudah dibuka. Nottingham sudah memulai kampanyenya menyambut Liga Inggris. Dengan cara apa?

Ya, mereka ternyata sampai detik ini diam-diam sudah melakukan operasi senyap transfer. Beberapa pemain yang dibutuhkan sudah direkrut. Dan jumlah pemainnya pun tak sedikit. Maka dari itu, Forest termasuk dalam jajaran klub dengan “jajan” paling banyak di bursa transfer musim panas ini, walaupun cuma sebatas klub promosi.

Hadiah Perjalanan Hebat Steve Cooper

Operasi senyap transfer yang dilakukan Forest tentu tak terlalu mencolok. Aktivitas transfer mereka jarang disorot media. Terlebih dari para pemain yang didatangkan dapat dikatakan bukan pemain bintang. Beberapa transfer mereka ketutup oleh hebohnya media menyorot aktivitas klub-klub besar.

Namun, siapa sangka bahwa mereka total sudah mendatangkan 11 pemain. Yang terbaru Forest kedatangan Jesse Lingard dari Manchester United. Semua transfer ini tentu ditujukan kepada sang pelatih Steve Cooper. Inilah pemain-pemain yang dibutuhkan Cooper setelah ia mengevaluasi performa timnya musim lalu maupun di pra musim kali ini.

Steve Cooper mendapat suntikan dana berkat performa apiknya menolong Forest kembali ke Liga Inggris. Siapa sangka, pelatih yang berstatus “pelatih pengganti” di tengah musim bisa membawa Forest kembali ke Liga Inggris.

Kini pelatih asal Wales itu berkesempatan meracik skuadnya kembali dengan dukungan penuh dari manajemen. Cooper dipercaya untuk membawa target Forest bertahan di Liga Inggris. Betul bahwa target Nottingham Forest tak muluk-muluk. The Tricky Trees hanya ingin bertahan lebih lama di Liga Inggris. Untuk itu butuh kerja keras, termasuk menambah amunisi.

Ambisi Pemilik Evangelos Marinakis

Bicara soal menambah pemain, tentu tak lepas dari kerja manajemen klub. Kalau pemilik klub tak mau menyuntikan dana lebih, terus pelatih bisa apa? Hal ini berbeda yang dilakukan pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis.

Taipan asal Yunani itu kini menjadi salah satu pemilik Yunani pertama yang berada di deretan pemilik klub di Liga Inggris. Sejak mengakuisisi Nottingham Forest pada tahun 2017, Marinakis sudah mengeluarkan banyak kocek dari sakunya. Dan itu masih belum selesai, karena dia mengharapkan akan keluar dua kali lipat dari apa yang pernah diinvestasikannya selama 5 tahun terakhir.

Selain memiliki Forest, Marinakis juga memiliki klub Olympiakos di Yunani. Perlu dicatat juga beberapa operasi transfer Marinakis ketika di Olympiakos yang mana banyak melepas pemain berbakatnya dengan untung besar. Contohnya Daniel Podence yang dijual ke Wolves, Tsimikas ke Liverpool, maupun Manolas ke Roma. Ini adalah jaminan dari kerja cerdas manajemen Marinakis dalam mengelola pemain di Forest.

Diperkirakan juga bahwa poros aliansi antara Olympiakos dan Nottingham Forest milik Marinakis ini akan dibuat semacam kerjasama dua negara seperti halnya Leipzig dan Salzburg milik Red Bull. Dengan itu, proyek bisnis sepakbola mereka jelas dan terukur. Tak heran jika konsep yang mirip Red Bull itulah, mereka mulai membangunnya dengan kemiripan dari segi perekrutan pemain.

Peran George Syrianos

Proses perekrutan pemain sendiri tak sembarangan. Nottingham Forest dalam melakukan perekrutan pemain punya yang namanya “head of recruitment” atau kepala perekrutan khusus. Dia adalah George Syrianos. Seorang berkebangsaan Jerman, mantan kepala perekrutan pemain di VFB Stuttgart.

Marinakis mempercayakan Syrianos untuk mengelola uang yang diinvestasikan. Syrianos adalah orang yang mengerti bisnis dan ditugasi oleh Marinakis di bagian perekrutan pemain. Jadi dalam membeli pemain akan penuh pertimbangan dan tak asal-asalan. Maka dari itu penunjukan Syrianos oleh Marinakis pada musim panas lalu menjadi tepat.

Salah satu keunggulan Syrianos ini adalah penggunaan data dan analisis dalam perekrutan pemain. Dengan berbasis data dan analisis itulah, Forest akhirnya menemukan pemain seperti Djed Spence, Max Lowe, Keinan Davis, Philip Zinkernagel, sampai James Garner meski dibeli secara pinjaman.

Forest pada musim lalu juga membeli Sam Surridge dan Steve Cook. Dua orang itu terbukti memainkan peran kunci di tim utama. Sejak datang pada musim lalu, kebijakan dari Syrianos ini banyak yang menuai buahnya. Kinerja Nottingham Forest pun meningkat, dan puncaknya bisa promosi ke Premier League.

Bundesliga Mart Ala Syrianos

Syrianos juga turut bergeliat dalam bursa transfer Forest. Sebagai mantan kepala perekrutan di Jerman, nalurinya untuk membawa pemain dari Bundesliga ke Nottingham tak terbendung. Maka dari itu, tak heran beberapa operasi transfernya musim ini banyak dijuluki “Bundesliga Mart”.

Syrianos sudah membawa tiga orang yang diamatinya dari Bundesliga. Mereka adalah Taiwo Awoniyi dari Union Berlin yang ditebus dengan mahar 17,5 juta pounds. Ia merupakan top skor Union Berlin musim lalu. Kemudian kapten tim Mainz, Moussa Diakhate, bek yang ditebus dengan harga 12,8 juta pounds.

Dan yang ketiga adalah Omar Richard, bek muda yang didatangkan dari Munchen dengan mahar 8,5 juta pounds. Dari ketiga yang sudah datang ini, tidak menutup kemungkinan akan ada pemain dari Bundesliga lainnya yang dibawa Syrianos.

Selain itu, Nottingham Forest juga sudah meminjam kiper MU, Dean Henderson. Bek sayap Neco Williams dari Liverpool juga ditebus dengan mahar 17 juta pounds. Kemudian bek Giulian Biancone dari Troyes ditebus dengan mahar 5 juta pounds. Dan sisanya seperti Wayne Hennessey, Brandon Aguilera, Harris Toffolo dan Lewis O’brien didatangkan dengan status gratis.

Forest berikutnya adalah datangnya Jesse Lingard. Gelandang serang yang juga seleb tiktok ini akhirnya memilih Forest sebagai pelabuhan barunya. Yang keren, Forest tak memerlukan biaya untuk mendatangkan Lingard. Pemain yang punya clothing store “J-LINGZ” itu akan menandatangani kontraknya selama 1 tahun, yaitu sampai 2023.

Cara Klub Promosi Bertahan Di Musim Pertama

Dari beberapa perekrutan pemain itu, tentu semua ini bertujuan untuk memenuhi target bertahan di Liga Inggris musim depan. Apalagi persaingan Liga Inggris sangatlah ketat. Biasanya klub-klub promosi yang tak mau berbenah dengan investasi pemain akan selalu kesusahan.

Contoh Norwich, West Bromwich, atau Watford yang selalu kesusahan bersaing dan akhirnya hanya menjadi “tim yoyo” alias hanya mampir sejenak di Liga Inggris. Sementara klub yang bisa menambah amunisi untuk bersaing di Liga Inggris, cenderung bisa bertahan. Lihatlah bagaimana Wolverhampton dan Leeds United.

Bercermin dari aktivitas transfer senyap Nottingham Forest, barangkali klub itu sungguh-sungguh serius dengan target mereka. Forest sama sekali tidak ingin hanya numpang menyapa Liga Inggris. Mereka ingin bertahan di sana lebih lama. Dan hebatnya, untuk menambah amunisi, Nottingham hingga kini hanya mengeluarkan uang sekitar 60 juta pounds.

https://youtu.be/sE2m6GulpbU

Sumber Referensi : insidefutbol, notthinghampost, goal.com

Berita Bola Terbaru 21 Juli 2022 – Starting Eleven News

Berita bola terbaru daon terkini

PAULO DYBALA RESMI BERGABUNG KE AS ROMA

Melalui media sosialnya, AS Roma resmi mengumumkan transfer Paulo Dybala. Seperti biasa, pengumuman resmi oleh AS Roma dibarengi dengan cuplikan video pencarian anak hilang. Sementara itu, Dybala akan dikontrak hingga tahun 2025. Sang striker direkrut sebagai free agent. Jadi Serigala Ibukota tidak perlu keluar dana ekstra untuk membelinya.

MANCHESTER UNITED TERTARIK GAET YOURI TIELEMANS

Manchester United telah mengincar bidikan gelandang baru setelah menemui ketidakjelasan atas transfer Frenkie de Jong. Dikutip Tribal Football, MU melirik gelandang Leicester City asal Belgia, Youri Tielemans. Diperkirakan Tielemans akan segera bertemu bos The Foxes, Brendan Rodgers untuk membicarakan masa depannya.

NOTTINGHAM FOREST INCAR JESSE LINGARD

Nottingham Forest tertarik mendatangkan Jesse Lingard musim panas ini. Menurut The Guardian, Forest telah menawarkan kontrak dua tahun kepada Lingard. Klub pemilik dua titel Liga Champions itu juga siap memberi gaji 180 ribu pound per pekan untuk Lord Lingard. Sebagai informasi, Lingard masih belum bergabung ke klub baru setelah kontraknya di Manchester United berakhir.

ARSENAL HIDUPKAN MINAT UNTUK ARTHUR MELO

Kisah ketertarikan Arsenal terhadap Arthur Melo belum kelar. Dikutip dari laman Juvefc.com, The Gunners dilaporkan akan mencoba lagi merekrut sang gelandang di musim panas ini. Menurut laporan tersebut, Mikel Arteta masih membutuhkan jasa Arthur di timnya. Stok gelandang Meriam London cukup tipis di musim panas ini. Karena mereka melepaskan Lucas Torreira dan Matteo Guendouzi di musim panas ini.

CAF UMUMKAN 3 KANDIDAT PEMAIN TERBAIK AFRIKA 2022

Federasi sepakbola Afrika (CAF) telah merilis tiga nama calon pemain terbaik Afrika 2020. Tiga pemain itu semuanya berlaga di kompetisi Eropa. Mereka ialah Mohamed Salah (Liverpool), Sadio Mane (Bayern Munchen) dan satu pemain lainnya adalah kiper Chelsea Edouard Mendy. Adapun pengumuman pemenang Pemain Terbaik Afrika 2022 akan diadakan di Rabat, Maroko, pada Kamis (21/7) waktu setempat.

LUIS SUAREZ TAWARKAN DIRI KE DORTMUND

Luis Suarez kini tak lagi memiliki klub setelah kontraknya bersama Atletico Madrid berakhir pada 30 Juni 2022 yang lalu dan tak diperpanjang. Menurut kabar BVB BUZZ, Bomber senior asal Uruguay itu pun kabarnya ditawarkan ke Borussia Dortmund, yang kemungkinan besar akan mencari striker baru sebagai pengganti Sebastien Haller. Sebab, Haller akan absen cukup lama untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan akibat tumor testis yang dideritanya. 

BARU SAJA DITAWARIN, GUARDIOLA LANGSUNG TOLAK NEYMAR

Pep Guardiola mendinginkan rumor yang mengaitkan Neymar dengan transfer ke Manchester City, meski mengakui bahwa bintang Paris Saint-Germain itu merupakan pemain luar biasa. Media Prancis, Le Parisien seperti dilansir Goal melaporkan Neymar telah secara langsung ditawarkan ke Manchester City, namun sang manajer asal Spanyol itu mengklaim itu cuma berita palsu.

SHAKHTAR DONETSK KRITIK KEPUTUSAN FIFA SOAL PEMAIN ASING

Kepala eksekutif Shakhtar Donetsk, Sergei Palkin menuduh FIFA “lalai” setelah mengeluarkan aturan yang memungkinkan pemain asing di Ukraina pergi secara gratis hingga 2023. Juara Ukraina ini menuntut ganti rugi jutaan pounds dari FIFA atas hilangnya pendapatan transfer setelah pemain diizinkan untuk menangguhkan kontrak mereka selama satu tahun karena invasi Rusia yang sedang berlangsung. FIFA mengatakan telah berkonsultasi dengan semua pemangku kepentingan terkait situasi di Ukraina sebelum memutuskan keputusan tersebut, tetapi Palkin tidak percaya mereka berbicara dengan klub Ukraina, Asosiasi Sepak Bola atau liga negara itu.

JUVENTUS TAKKAN BAWA RAMSEY KE TUR DI AS

Aaron Ramsey kembali ke Turin usai menjalani masa pinjaman selama paruh kedua musim lalu bersama Rangers. Ramsey tetap berlatih seperti biasa bersama tim selama ini, namun dia tidak diharapkan untuk ikut dalam tur pramusim ke Amerika Serikat. Football Italia menyebutkan bahwa Juventus masih berada dalam pembicaraan dengan perwakilan pemain 31 tahun itu, berusaha untuk memutus kontraknya yang masih berlaku hingga musim panas tahun depan.

RABIOT ABSEN DALAM TUR PRAMUSIM JUVE, ADA APA?

Adrien Rabiot tidak akan ikut dalam tur pramusim Juventus ke Amerika Serikat. Namun ketiadaannya dalam skuad Juventus untuk tur pramusim ke negeri adidaya tidaklah berkaitan dengan potensi kepergiannya. Menurut laporan dari jurnalis Gianluca Di Marzio, Rabiot tidak dibawa dalam skuad bersama pelatih Massimiliano Allegri karena masalah personal; itu bukanlah masalah transfer atau cedera.

RESMI JUVENTUS UMUMKAN KEDATANGAN BREMER

Juventus resmi mengumumkan kedatangan Gleison Bremer dari Torino. Si Zebra harus merogoh biaya 41 juta Euro untuk mengamankan jasa pemain asal Brasil itu, yang akan dicicil selama tiga tahun. Bremer yang dikontrak hingga tahun 2027, akan menerima gaji bersih sebesar lima juta Euro per musim, seperti dilaporkan jurnalis Italia, Fabrizio Romano.

LORD BRAITHWAITE MENOLAK DIJUAL BARCELONA

Menurut kabar dari Football Espana, Martin Braithwaite belum juga pergi dari Barcelona dan tampak tidak akan pergi sampai kontraknya habis. Sejumlah laporan menyebutkan, Braithwaite mencari untung selama berseragam Barcelona. Keputusannya ini membuat klub peminatnya, yakni Rayo Vallecano dan Ajax Amsterdam tidak bisa melakukan pendekatan lebih jauh.

PASANG HARGA MAHAL UNTUK CUCURELLA, MAN CITY OGAH BAYAR

Manchester City ngebet mendatangkan Marc Cucurella dari Brighton musim panas ini. Sementara, Brighton hanya akan melepas sang pemain dengan harga 50 juta pounds atau setara dengan Rp 895 miliar. Namun, City tidak mau menyerahkan Rp 895 miliar ke Brighton. City hanya mau membayar 30 juta pounds atau Rp 537 miliar. City kabarnya tak akan ngotot memburu pemain ini kecuali Brighton sepakat dengan harga yang ditawarkan City.

MEREKRUT LIONEL MESSI MASIH MENJADI IMPIAN INTER MIAMI

Petinggi Inter Miami berbicara tentang peluang timnya bekerja sama dengan Lionel Messi di masa depan. Penting bagi Inter Miami untuk menandatangani sosok seperti La Pulga. Tapi bukan perkara mudah tentunya. Pertanyaannya apakah realistis peraih tujuh gelar pemain terbaik dunia (Ballon d’Or) itu bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS) ini?

MESSI CETAK GOL SAAT PSG KALAHKAN KLUB JEPANG

Lionel Messi mencetak gol ketika PSG menang 2-1 atas Kawasaki Frontale pada Rabu dalam laga pramusim pertama mereka di Jepang. Messi, Neymar dan Mbappe semuanya menjadi starter PSG dalam laga yang digelar di depan 65.000 penonton yang menyesaki Stadion Nasional Tokyo. Messi membuka skor pada menit ke-32. Lalu digandakan oleh pemain pelapis Arnaud Kalimuendo di babak kedua. Kazuya Yamamura lalu memperkecil skor bagi tim tuan rumah di menit 84. 

PENAWARAN CHELSEA UNTUK KOUNDE DITOLAK SEVILLA

Asa Chelsea untuk memboyong Jules Kounde dari Sevilla kandas. Dikutip The Guardian, tawaran Chelsea senilai 55 juta euro untuk Kounde telah ditolak, dengan Sevilla bertahan dengan 65 juta euro untuk aset berharga mereka. Sevilla memang terbuka untuk menjual sang bek musim panas ini, tetapi enggan menerima tawaran apa pun yang berada di bawah harga yang mereka inginkan.

BEK LAZIO, RADU SAMPAIKAN KABAR MENGEJUTKAN

Bek veteran asal Romania, Stefan Radu menyampaikan rencananya untuk gantung sepatu di akhir musim mendatang. Dia bergabung dengan Lazio sejak tahun 2008 dari FC Dinamo. Radu adalah pemegang rekor sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di klub Ibu Kota Italia, dengan sudah membuat 423 penampilan di semua kompetisi. “Ada 99 persen kemungkinan saya akan berhenti bermain tahun depan,”katanya dikutip Football Italia.

CAPELLO KOMENTARI TRANSFER DYBALA KE ROMA

Mantan pelatih Juventus, Fabio Capello turut mengomentari kepindahan Paulo Dybala ke AS Roma. Ia mengaku terkesan dengan langkah Roma merekrut Dybala. Menurutnya, hadirnya Dybala dapat membuat Roma semakin tangguh dan menjadikan peta persaingan kompetisi Serie A menjadi jauh lebih kompetitif. “La Joya akan membawa gol dan assist, meningkatkan potensi ofensif dan dapat berkolaborasi dengan Zaniolo dan Abraham menjadi trio yang tangguh, tanpa melupakan Pellegrini,” ucap Capello.

MATEU ALEMANY, ORANG DI BALIK KESUKSESAN TRANSFER BARCELONA

Barcelona sibuk dan terbilang sukses di bursa transfer musim panas ini. Mereka berhasil mendatangkan pemain-pemain impian. Kesuksesan transfer itu tak bisa lepas dari tangan dingin Mateu Alemany yang menjadi tokoh sentral. Direktur Olahraga Barcelona tersebut mendapatkan kepercayaan Joan Laporta untuk memperoleh target pemain yang akan masuk dalam proyek Xavi Hernandez. Ketika Laporta melobi, Alemany adalah orang yang bertanggung jawab untuk kesuksesan setiap negosiasi.

BARCELONA HAMPIR PASTI DATANGKAN AZPILICUETA

Barcelona belum berhenti mencari pemain baru. Dikabarkan Football Espana, El Barca sudah mencapai kata sepakat dengan bek dan kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta. Dengan sisa kontrak setahun lagi, Chelsea meminta biaya tebusan sebesar 5 juta Euro kepada Barcelona. Dan kabarnya Klub Catalan tak keberatan dengan biaya tersebut. Nantinya, Azpilicueta akan disodorkan kontrak berdurasi dua tahun. Ada pula opsi perpanjang kontrak selama satu tahun secara otomatis, seperti yang dimilikinya di Chelsea.

VILLARREAL CAPAI KESEPAKATAN PRINSIP DENGAN CAVANI

Dikutip Marca, Villarreal telah mencapai kesepakatan prinsip dengan Edinson Cavani. Nama penyerang Uruguay itu tidak perlu diperkenalkan dan pemain berusia 35 tahun itu tersedia dengan status bebas transfer setelah kontraknya di Manchester United berakhir. Cavani setuju untuk bergabung dengan tim Kapal Selam Kuning, tetapi tim dari provinsi Castello harus terlebih dahulu menjual pemain, dalam hal ini Paco Alcacer, sebelum kesepakatan dapat diselesaikan.

VAN DE BEEK KESAL DENGAN PERLAKUAN FANS TERHADAP MAGUIRE

Gelandang Manchester United, Donny van de Beek membela kapten Harry Maguire setelah bek Inggris itu dicemooh suporter dalam kemenangan 3-1 atas Crystal Palace di Melbourne Cricket Ground. Van de Beek sendiri juga sempat menjadi sasaran kritik dari para penggemar MU dan berharap kaptennya dapat perlakuan lebih baik. Van de Beek mengaku kesal sekaligus bingung, Maguire yang tampil apik kontra Crystal Palace, masih saja dihujat oleh fans.

ZABALETA: STERLING BUKAN LEGENDA MANCHESTER CITY

Eks  pemain Manchester City, Pablo Zabaleta menilai Raheem Sterling tak layak dinobatkan sebagai salah satu legenda The Citizens. Sebagai informasi, selama memperkuat City, Sterling mempersembahkan 11 gelar dengan tercatat tampil sebanyak 337 kali dengan sumbangan 131 gol dan 94 assist. Secara statistik, Sterling layak dinobatkan sebagai salah satu legenda City. Namun Zabaleta mengatakan ‘TIDAK’ karena sikap Sterling yang mengacuhkan penggemar City yang memintanya tanda tangan saat sang pemain menjalani tur bersama klub barunya, Chelsea.

DIABY TOLAK MINAT TRANSFER NEWCASTLE UNITED

Newcastle United telah ditolak oleh pemain incarannya, Moussa Diaby. Moussa Diaby telah menolak kabar yang menyatakan dia bisa bergabung dengan Newcastle musim panas ini, karena dia menyatakan niatnya untuk bertahan di Bayer Leverkusen untuk musim mendatang. Sebagai tambahan informasi, kontrak pemain asal Prancis itu di Bayer Leverkusen masih berjalan hingga 2025 mendatang.

FERNANDES BERI SINYAL MU HEBAT TANPA RONALDO

Bruno Fernandes memberikan sinyal Manchester United lebih bagus tanpa Cristiano Ronaldo usai menang 3-1 atas Crystal Palace. CR7 masih diisukan ingin hengkang dari Old Trafford. Sejalan dengan itu penampilan MU dalam pramusim konsisten bagus. Lewat pernyataannya, FernandeS seakan menyatakan MU yang sekarang bisa lebih berbahaya meski tanpa Ronaldo. “Tiga orang di depan [Sancho, Rashford dan Martial] benar-benar agresif dalam menekan. Ketika mereka menekan, mereka membuat garis terakhir menjepit, dan membuat lini tengah menjadi sedikit lebih tinggi,” ujar Fernandes dikutip dari Mirror.

Meski Bertubuh Mungil, Pemain Ini Sukses Sebagai Bek Tengah

0

Meski kredo “Size doesn’t matter” atau dalam bahasa Indonesia, “ukuran bukanlah masalah” juga digunakan dalam sepakbola, untuk menutup anggapan miring soal tinggi badan, namun nyatanya sulit untuk mencegah perlakukan diskriminatif terhadap orang yang memiliki tinggi tidak ideal.

Apalagi dalam sepakbola, beberapa posisi memang identik dengan satu jenis tinggi badan tertentu. Seorang bek tengah misalnya. Dalam sepakbola bek tengah selalu diidealkan pada sosok pemain yang bertubuh tinggi atau jangkung. Hal itu guna menghalau serangan-serangan udara dan memenangi duel dengan striker yang biasanya juga tinggi.

Maka, kita mengenal sosok seperti Virgil Van Dijk dan Thiago Silva. Ketika ada bek yang tidak memenuhi syarat tinggi tertentu, maka acap kali ia langsung dipersoalkan. Lihatlah bagaimana Lisandro Martinez di Manchester United. Namun, kasus Lisandro ini alih-alih mempertebal stigma terhadap bek pendek harusnya membuka mata soal bek yang tidak harus bertubuh tinggi.

Karena toh sebelum Lisandro, banyak bek-bek tengah bertubuh mungil. Hebatnya para bek-bek tadi bahkan bisa menuai kesuksesan, meski badannya tidak tinggi. Siapa saja mereka?

Franco Baresi

Pabriknya pemain belakang kelas wahid, Italia tak bisa lepas melahirkan para pemain bertahan mumpuni, tak terkecuali mereka yang bertubuh pendek. Salah satunya, kita mengenal sosok Franco Baresi. Ia yang hanya memiliki tinggi 176 mampu menjadi satu di antara sekian bek Italia yang terbilang tangguh.

Tak hanya tangguh, seorang Baresi yang selama karirnya hanya membela AC Milan itu juga cerdas. Kecerdasan inilah yang bikin Baresi sejajar dengan bek-bek tinggi Italia lainnya, seperti Paolo Maldini dan Alessandro Nesta. 

Kecil-kecil cabe rawit, Baresi telah memenangkan 6 gelar Serie A, 4 Supercoppa Italia, 3 trofi Champions League dan 3 trofi Super Cup bersama Milan. Sedangkan di level internasional, ia berhasil meraih trofi Piala Dunia 1982.

Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro tak memiliki postur tubuh yang ideal untuk seorang bek tengah, tingginya hanya 176 cm. Namun, kita tak bisa menampik bahwa ia dianggap sebagai salah satu bek tengah jempolan di eranya. Meski tak ada yang mengira bahwa ia mampu memimpin lini pertahanan klub-klub top Eropa macam Juventus dan Real Madrid.

Mantan pelatih Guangzhou Evergrande ini juga pernah mewakili Italia di empat edisi Piala Dunia, termasuk menjadi kapten tim saat Timnas Italia berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2006 di Jerman. Setelah penampilan luar biasanya itu, Cannavaro memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA dan Ballon d’Or, yang mana merupakan prestasi langka bagi seorang bek.

Cannavaro juga berperan penting bagi Real Madrid saat mereka merebut kendali La Liga dari Barcelona dengan 2 gelar beruntun tahun 2006 dan 2007. Ia juga telah memenangkan lebih dari 10 penghargaan individu, termasuk Pemain Terbaik Serie A tahun 2006. Cannavaro adalah lambang kerja keras dan dedikasi, meski memiliki keterbatasan pada tinggi badan.

Carles Puyol

Carles Puyol adalah produk asli Barcelona. Ia telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk klub Catalan tersebut. Puyol bahkan telah mengemas lebih dari 590 penampilan dan meraih segalanya bersama Barca. Ia memenangkan lebih dari 20 trofi bergengsi termasuk tiga trofi Champions League dan enam trofi Liga Spanyol.

Sama halnya dengan Fabio Cannavaro, meski Carles Puyol hanya memiliki tinggi badan 178 senti, ia juga masuk dalam daftar pemain belakang terhebat sepanjang masa. Berbekal kekuatan dan daya juang yang tinggi, Puyol menikmati karir yang sangat sukses di sepakbola Spanyol.

Di level internasional, El Tiburon adalah salah satu pemain yang telah mencapai 100 caps untuk Spanyol. Puyol tergabung dalam generasi emas La Furia Roja yang memenangkan kompetisi Euro berturut-turut pada tahun 2008 dan 2012, dan yang paling spektakuler adalah meraih trofi Piala Dunia pada tahun 2010.

Ivan Cordoba

Ivan Cordoba malah lebih pendek lagi daripada pemain-pemain lain dalam daftar ini. Mantan punggawa Inter Milan itu hanya memiliki tinggi sekitar 173 cm. Cordoba bahkan lebih pendek dari pemain anyar United, Lisandro Martinez.

Nama Cordoba mulai terkenal ketika ia bergabung dengan Inter Milan tahun 2000 silam. Ia jadi talenta terbaik asal Kolombia yang mampu menembus kasta tertinggi sepakbola Italia saat itu. Dengan membangun koneksi yang solid bersama Marco Materazzi, Cordoba menjadi andalan lini bertahan Nerazzurri selama beberapa tahun. 

Karirnya yang panjang di Inter membuatnya dinobatkan sebagai wakil kapten klub di belakang Javier Zanetti. Cordoba sendiri menghabiskan 12 tahun karirnya bersama Inter, ia telah memenangkan belasan trofi termasuk raihan treble yang luar biasa tahun 2010.

Javier Mascherano

Javier Mascherano sebetulnya tumbuh sebagai seorang gelandang bertahan. Sewaktu membela Liverpool, ia cukup baik memainkan perannya tersebut. Namun pada 2010, ketika ia memutuskan untuk hijrah ke Spanyol dan bermain di Barcelona, ia disulap sebagai pemain yang piawai memainkan berbagai posisi dengan sama baiknya.

Karena Sergio Busquets tak tergantikan di posisi gelandang bertahan, Mascherano terpaksa bermain sebagai bek tengah. Ini adalah peran yang tidak biasa, terlebih dengan tinggi badan yang tak lebih dari 175 sentimeter membuat keputusan Pep Guardiola ini cukup dipertanyakan.

Namun, keputusan Pep terbilang jitu. Mascherano sukses memainkan 268 laga sebagai bek tengah yang lebih fleksibel ketimbang hanya menunggu datangnya bola. Ia bahkan memainkan peran tersebut saat Barcelona mengalahkan Manchester United 3-1 di final Liga Champions musim 2010/2011.

Raihan trofi Mascherano setelah memainkan peran barunya itu juga mengesankan. Ia mengantongi belasan trofi bersama La Blaugrana, termasuk dua trofi Liga Champions dan lima gelar Liga Spanyol.

Daley Blind

Sama halnya dengan Mascherano, ​posisi asli Daley Blind adalah gelandang bertahan. Tapi di musim 2015/2016 dirinya dijadikan bek tengah oleh Manajer MU kala itu, Louis van Gaal. Blind kerap di duetkan dengan Chris Smalling untuk menjadi tembok pertahanan Setan Merah.

Berkat eksperimen itu, Daley Blind kini dianggap sebagai pemain versatile. Meski kini ia lebih sering memainkan peran sebagai bek tengah, ia juga piawai bermain sebagai bek kiri atau bahkan bermain di posisi semula, sebagai gelandang bertahan jika diperlukan. 

Meski hanya memiliki tinggi sekitar 180 cm, Blind sukses memainkan peran tersebut. Ia meraih banyak gelar bersama United dan Ajax. Blind berhasil mengantarkan Setan Merah meraih Europa League musim 2016/2017, sedangkan bersama Ajax, Blind berhasil meraih tujuh gelar Eredivisie dan empat trofi domestik liga Belanda.

Cesar Azpilicueta

Dengan tinggi hanya 178 cm, Cesar Azpilicueta awalnya berposisi sebagai bek kanan. Namun, semakin berkembangnya pola permainan, Azpilicueta berevolusi sebagai bek serba bisa dan mampu memainkan peran bek tengah dalam skema tiga bek.

Meski tergolong pendek sebagai bek tengah, Azpi unggul dalam hal kekuatan dan kecepatan. Selain itu ia juga memiliki akurasi umpan yang bagusnya bukan main, dan kesuksesan transformasi itu ia buktikan dalam beberapa tahun terakhir.

127 laga bermain sebagai bek tengah, Azpilicueta telah meraih belasan gelar di level klub. Pencapaian tertingginya adalah ketika berhasil mengantarkan The Blues meraih dua trofi Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions musim 2021/2022.

https://youtu.be/p3SfSb0sBj0

Sumber Referensi: Footballfaithfull, Sportskeeda, HITC, GMS

Mengapa Pelatih Asal Inggris Sering Gagal?

Liga Inggris sering dianggap jadi liga terbaik di dunia saat ini. Dan tak dipungkiri tim-tim liga Inggris juga sering tampil di final kompetisi Eropa, bahkan sering terjadi All English Final. Dari semua keberhasilan tim asal Inggris itu ternyata ada fakta yang ironis.

Yakni tak ada satu pun pelatih Inggris yang ada di dalamnya. Bahkan di liganya sendiri, pelatih asal Inggris pun belum pernah menjadi juara sejak 1992 hingga sekarang. Pertanyaannya, kok bisa? Tentu ada sejumlah fakta yang menjadi penyebab fenomena tersebut.

Kultur Dan Anggapan terhadap Para Pelatih Inggris

Yang pertama menjadi faktor adalah pengaruh kebudayaan. Adanya anggapan umum yang kurang positif dari negara-negara Uni Eropa tentang kehidupan persepakbolaan Inggris. Kebanyakan klub-klub di luar Inggris menganggap pemain Inggris, atau yang kemudian menjadi pelatih, minim kemampuan teknis dan kreativitas dalam sepakbola.

Memang ini cuma persepsi. Namun persepsi itu telah meluas di Eropa daratan yang berdampak pada kecenderungan enggannya mereka mengontrak para pelatih Inggris untuk klub atau timnas mereka. Kalaupun ada mungkin sedikit, seperti Roy Hodgson di Inter maupun Steve McClaren di Twente.

Masih berkaitan dengan faktor anggapan. Faktanya memang pemain Inggris atau pelatih Inggris sangat terpaku dengan pola ortodoks 4-4-2 dengan gaya Kick And Rush plus permainan yang selalu mengandalkan fisik yang dominan. Minim sekali pemain atau pelatih Inggris yang skillfull dan mengandalkan kemampuan teknis.

Kurangnya kreatifitas dan imajinasi dalam bermain inilah yang berpengaruh pada gaya bermain atau taktik yang ditampilkan oleh para pelatih Inggris. Lebih jauh lagi, jika ditarik ke belakang, para pemain muda Inggris yang dibina sejak belasan tahun memiliki waktu yang lebih sedikit dalam mempelajari teknik bermain hingga mengembangkan visi permainan. Beda jika dibandingkan pemain muda di kelompok usia yang sama misal di Spanyol atau Jerman.

Memang ada alasan tersendiri yang mengatakan bahwa di Inggris para pemain di kelompok mudanya sudah dibiasakan tampil kompetitif. Di mana kemenangan dan hasil lebih diutamakan. Bukan proses pembelajaran tentang teknis dan sistem dalam permainan.

Orang tua di Inggris umumnya memotivasi anaknya untuk menang dan mencetak gol, bagaimanapun caranya. Hal itu yang akhirnya mendorong mereka hanya mengandalkan tendangan-tendangan jarak jauh maupun permainan fisik seperti adu kuat bodi maupun adu kuat bola udara.

Masalah Kepopuleran Jadi Pelatih dan Masalah Lisensi

Masalah yang kedua yang membuat para pelatih Inggris kurang bersinar adalah masalah lisensi dan kepopuleran melatih. Profesi pelatih tidak populer di Inggris. Bahkan sekarang cenderung para mantan pemain Inggris lebih suka menjadi pundit seperti Gary Lineker, Alan Shearer, Jamie Carragher maupun Gary Neville. Hal inilah yang juga menjadi penyebab minimnya lahir pelatih Inggris. Mengingat jumlah para eks pemain yang berminat untuk menjadi pelatih tak sebesar di negara-negara Eropa lainnya. Gimana mau berkualitas, kalau secara jumlah saja terbatas?

Faktor lisensi kepelatihan juga menjadi penyebab dari langkanya jumlah pelatih Inggris. Lantas apa yang menyebabkannya? Inggris termasuk yang memiliki aturan berbeda dalam sertifikasi kepelatihan. Mereka sebenarnya lebih longgar secara aturan dalam lisensi ketimbang negara-negara Eropa lainnya.

Bagi pelatih yang telah dikontrak klub-klub Liga Inggris sebelum tahun 2010, mereka tidak diharuskan memiliki lisensi kepelatihan UEFA Pro License atau sertifikat level tertinggi untuk melatih klub.

Kelonggaran ini tentunya sedikit berpengaruh negatif pada kualitas pelatih yang ada. Apalagi karena siapa pun bisa ditunjuk sebagai pelatih klub asalkan memiliki kenalan petinggi klub, orang dalam, atau mantan pemain klub tersebut tanpa keharusan akan kepemilikan lisensi.

Aturan ketat dengan sertifikasi bagi pelatih klub di Inggris baru berlaku sejak tahun 2010. Sementara di liga-liga Eropa lainnya, lisensi UEFA Pro License adalah sebuah keharusan bahkan sejak sebelum tahun 2010.

Pelatih Asal Inggris Muter Itu-Itu Saja Dan Kualitasnya Juga Standar

Dengan jumlah pelatih yang terbatas karena masalah kultur, lisensi dan kepopuleran maka imbasnya banyak pelatih Inggris yang namanya hanya itu-itu saja. Dan secara kualitas pun, biasa biasa saja. Umumnya mereka berkutat di klub-klub sekitar Inggris saja. Seperti misalnya, Sam Allardyce, Steve Bruce, Alan Pardew, dan lain sebagainya.

Sekarang cenderung para pelatih tersebut tak mampu bersaing. Hal itu berkat invasi para pelatih top Eropa non Inggris. Secara komposisi, pelatih asal Inggris di Liga Inggris musim 2022/23 ini bisa dihitung dengan jari. Bahkan kini, klub-klub medioker seperti Crystal Palace, Southampton, Wolves maupun Leeds lebih percaya pelatih non Inggris.

Tak berbeda jauh di Serie A yang juga mempunyai pelatih yang muter itu-itu saja. Tapi bedanya di Italia, mereka punya pembinaan pelatih yang berkualitas. Makanya tak heran meskipun di Serie A banyak pelatih yang muter itu-itu saja, tapi sering melahirkan pelatih top dunia.

Hal itu pula yang membedakan kualitas para pelatih Inggris dan Italia yang keluar melatih di negeri orang. Apa banyak pelatih Inggris sukses melatih di luar Inggris? Boro-boro, di Inggrisnya saja dijajah pelatih asing.

Namun jika dipikir, dengan predikat liga terbaik nomor satu dunia sekarang, Inggris mungkin tak terlalu mempermasalahkan kualitas para pelatihnya. Toh dengan para pelatih asing mereka bisa mendongkrak rating liga. Beda dengan Italia yang kurang dalam hal bisnis mendongkrak rating liganya.

St. George Park Dan Lahirnya Pelatih Muda Inggris, Sebuah Harapan?

Meski begitu, sejak kehadiran St.George Park atau pusat sepakbola nasional Inggris pada 2012 menjadi bagian dari reformasi FA. Sepakbola Inggris mulai menunjukkan perubahan yang signifikan sejak 2012. Di mana model ini sebenarnya meniru apa yang sudah dilakukan Perancis dengan “Clairefontaine”, Spanyol dengan “Ciudad del Futbol” maupun Italia dengan “Coverciano”.

Dampak dari dibukanya St. George Park dimulai dengan munculnya para bintang muda yang tak selalu mengandalkan permainan Kick and Rush seperti Raheem Sterling, James Maddison, Jack Grealish dan Phil Foden yang kreatif. Namun perlu diingat juga bahwa beberapa pemain itu makin matang karena juga ditempa oleh pelatih asing di klubnya.

Hasil nyata yang lain dari pembukaan St. George Park yakni prestasi tim muda Inggris yang menjadi juara dunia di kategori U-21 maupun U-17. Nilai plusnya lagi yakni sekarang banyak ketertarikan para pelatih Inggris untuk belajar mengembangkan sistem teknik permainan tanpa terpaku pola lama. Hal itulah yang telah dimulai oleh Gareth Southgate sejak dipercaya menangani The Three Lions.

Selain itu, yang terpenting di era sekarang sudah mulai bermunculan para pelatih muda revolusioner yang berbakat serta terbuka dengan ide-ide segar permainan baru seperti Steven Gerrard, Eddie Howe, Graham Potter, maupun Frank Lampard. Bukan tidak mungkin mereka akan menjadi pelopor kesuksesan pelatih inggris di era-era mendatang.

https://youtu.be/UGoGZtoDSbI

Sumber Referensi : fourfourtwo, quora, sportdw

Lingkaran Konflik Mbappe, Messi, dan Neymar

0

Saat sesi latihan, Kylian Mbappe mengajak Neymar untuk mengikuti latihan seperti pemain lain. Namun, jabatan tangan Mbappe tidak disambut baik oleh Neymar. Pemain Brazil itu ragu-ragu untuk menyambut tangan Mbappe. Hal itu berbeda ketika Neymar menerima uluran tangan Lionel Messi.

Entah apa yang ada di pikiran Neymar. Namun, faktanya kejadian itu menandakan satu hal. Bahwa ada yang tidak beres dalam skuad Paris Saint-Germain. Sepertinya Neymar dan Mbappe sedang saling sensi. Keduanya seperti menjaga jarak.

Akan tetapi, dalam laporan Mirror menyebut justru yang tengah berkonflik adalah Kylian Mbappe dan Lionel Messi. Sebenarnya ada apa dengan mereka ini? Mengapa para pangeran Paris ini mau menyambut musim baru justru terlihat memanas?

Neymar dan Messi Dicemooh Fans PSG

Paris Saint-Germain memang menyelesaikan musim 2021-22 dengan satu gelar Ligue 1. Namun, pasukan Les Parisiens masih saja tidak bisa lepas dari cemoohan para fans. Oh iya, sebelum itu nggak usah kalian tanyakan, sejak kapan PSG punya fans.

Karena walau kelihatan sebagai klub yang sukar untuk diidolai, PSG tetaplah memiliki fans. Mereka juga sama seperti fans klub lain: banyak menuntut. Ketika berhasil menjuarai Ligue 1 pun para fans masih punya waktu untuk mencemooh klubnya sendiri.

Kala itu, yang menjadi sasaran cemoohan adalah duet Amerika Latin, Lionel Messi dan Neymar. Kedua superstar itu dihujani ejekan dari para fans saat melakoni laga melawan Bordeaux, sekitar Maret 2022. Para fans mencemooh keduanya atas kegagalan PSG di Liga Champions.

Sebelumnya, Paris Saint-Germain telah gagal di babak 16 besar. Real Madrid yang kelak jadi juara, mengalahkan PSG ketika itu. Nasser Al-Khelaifi, presiden Les Parisiens juga menyempatkan diri untuk ngamuk saat kekalahan atas El Real.

Namun, yang menyakitkan barangkali diterima oleh Messi dan Neymar. Keduanya jadi sasaran ejekan setelah ultras PSG sebelumnya sudah meminta Nasser Al-Khelaifi minggat dari Parc des Princes.

Omongan Nasser Al-Khelaifi

Sebagai seorang presiden klub, Nasser Al-Khelaifi sama sekali tak gentar dengan ancaman itu. Bahkan ancaman dari para fans hanya seperti bau knalpot motor yang gampang sirna disapu angin. Sekeras apa pun suara fans, senyaring apa pun itu, bagi Nasser tak akan berpengaruh.

Ia toh masih tetap duduk nyantai di singgasana. Alih-alih mundur dari jabatannya, Nasser Al-Khelaifi justru mulai bergeliat merencanakan PSG musim mendatang. Nasser merombak total PSG, tidak lagi mewah sebagaimana sedekade terakhir.

Nasser Al-Khelaifi bahkan memiliki rencana untuk memakai pemain-pemain lokal Prancis. Ia tidak mau lagi membeli pemain dengan harga selangit. Tampaknya, rencana Nasser ini melahirkan desas-desus baru soal transfer Neymar.

Konon Neymar akan menerima dampak dari rencana itu. Dengan kata lain, posisi Neymar di PSG terancam, dia tinggal menunggu waktu bakal dilepas. Terlebih Nasser Al-Khelaifi sudah mengatakan, barang siapa yang tidak cocok dengan proyeknya akan pergi. Sontak omongan itu bikin rumor kepergian Neymar makin kencang berhembus.

Mbappe Ingin Neymar Keluar

Di sisi lain, sang pemilik bayangan Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe berterus terang menginginkan mantan pemain Barcelona itu hengkang. Sebuah laporan dikutip Sports Tiger menyebut, Mbappe menginginkan Neymar untuk angkat kaki karena masalah indisipliner.

Akan tetapi, benarkah begitu? Apakah Neymar sungguh-sungguh tidak disiplin? Dalam beberapa laporan menyebut Neymar adalah salah satu pemain PSG yang tengah krisis kedisiplinan. Dilaporkan El Pais yang dikutip AS, bahwa Neymar sering mangkir latihan.

Laporan El Pais yang lain menyebut bahwa Neymar tak suka berlatih. Hal itu membuat Mbappe akan memilih Neymar menjadi salah satu yang harus keluar dari PSG. Belum lagi penampilan Neymar musim lalu pun tak mengesankan. Hanya 13 gol dan 6 asis dalam 22 pertandingan.

Sementara itu, Nasser Al-Khelaifi sendiri belum menentukan sikap yang jelas soal masa depan Neymar. Saat menjalani wawancara dengan media Prancis, Le Parisien, Nasser hanya bertele-tele. Jawabannya pun ngelantur ke mana-mana.

“Kemungkinan Neymar pergi? Apa yang bisa saya katakan pada Anda adalah bahwa kami berharap semua pemain melakukan lebih dari musim lalu, lebih banyak lagi! Mereka semua harus dalam kondisi 100 persen,” kata Nasser Al-Khelaifi.

Messi Tak Ingin Neymar Hengkang

Kondisi di tubuh PSG semakin runyam ketika Lionel Messi, sahabat karib Neymar tak menyepakati kepergian bintang Brazil tersebut. Bahkan bukan hanya itu, Messi sama sekali tidak setuju apabila PSG harus menghukum Neymar atas tindakannya yang tidak disiplin.

Menurut laporan Mirror, La Pulga menentang segala keputusan negatif yang mengarah pada Neymar. Pemain timnas Argentina itu mendukung Neymar. Bagi Messi, Neymar memberikan dampak yang signifikan bagi klub, terutama di ruang ganti. Jadi, Neymar tidak layak untuk dibuang begitu saja.

Persilangan pendapat ini membuat hubungan Messi, Neymar, dan Mbappe retak. Lucunya, presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi masih belum terbuka mengenai keadaan itu. Di tengah situasi tak menentu Neymar, Nasser hanya bertele-tele dan sukar untuk menyampaikan keadaannya ke publik.

Padahal sebelum mulai musim 2022-23, status Neymar ini harus segera jelas. Apalagi si pemain ternyata memiliki klausul yang bisa membuatnya bertahan di Paris hingga 2027. Akan tidak lucu apabila akhirnya Neymar justru hengkang lantaran rekomendasi dari Kylian Mbappe.

Situasinya justru semakin runyam. Laporan harian Prancis, L’Equipe menjelaskan bahwa hubungan Neymar dan Mbappe malah jadi tidak harmonis. Keduanya sudah tak memiliki kesamaan visi. Mbappe bahkan tak punya keraguan sedikit pun untuk mengolok-olok Neymar.

Pura-Pura Harmonis Saat Tur Pramusim

Saat hubungan tiga bintangnya mulai retak, PSG melakukan tur pramusim ke Negeri Sakura. Mbappe, Neymar, dan Lionel Messi ikut ke Jepang. Ketika tiba di Negeri Matahari Terbit, PSG justru memasang ketiganya di depan publik.

Seolah-olah menutupi apa yang tengah terjadi, ketiganya umbar senyum di hadapan publik Jepang dalam sebuah konferensi pers. Barangkali dengan memasang ketiganya itu bisa menepis masalah internal yang terjadi di Paris Saint-Germain.

Di Jepang, rencananya anak asuh Christophe Galtier akan melakoni laga pramusim menghadapi tiga tim dari J-League. Les Parisiens akan menjajal kekuatan Kawasaki Frontale, Urawa Red Diamonds, dan Gamba Osaka.

Namun, PSG semestinya tidak hanyut begitu saja. Seolah melalaikan masalah internal yang lama-lama bisa menggerogoti stabilitas tim. Walau bagaimana, konflik antara ketiga pemain bintang tersebut mesti segera diselesaikan.

PSG, dalam hal ini Nasser Al-Khelaifi dan Galtier mesti secepatnya menemukan obatnya. Sebab jika membiarkan keharmonisan antarpemain rusak dengan menutupinya, justru bisa jadi membuat PSG makin terperosok ke dalam lubang.

Les Parisiens mungkin piawai mengakali aturan financial fair play. Tapi soal keharmonisan pemain, apalagi mereka adalah para bintang, sama sekali tidak bisa dijawab dengan uang.

https://youtu.be/k7d2RVQuZwE

Sumber: MundoDeportivo, Mirror, YardBarker, SoccerLaduma, Voi, Sportsmole

Evaluasi Untuk Atalanta Jelang Musim 2022/2023

Sejak ditukangi Gian Piero Gasperini, Atalanta secara perlahan mengubah imejnya dari tim medioker menjadi tim yang bertarung di papan atas klasemen Serie A. Sejak musim 2017/2018, La Dea bahkan sudah rutin berpartisipasi di kompetisi Eropa.

Gasperini dan anak asuhnya sukses membuat sensasi besar di musim 2019/2020. Lolos ke fase grup Liga Champions, Atalanta secara mengejutkan berhasil finish sebagai runner-up grup C meski di 3 laga pertamanya selalu menelan kekalahan.

Kejutan kembali mereka torehkan di fase gugur. La Dea sukses menundukkan Valencia di babak 16 besar dengan skor agregat 8-4. Perjalanan mereka baru terhenti di babak perempat final usia kalah dramatis dari PSG.

Ciri khas Gasperini di Atalanta adalah taktik menyerang dengan formasi 3-5-2 atau 3-4-2-1. Agresivitas, high pressing, dan pergerakan dinamis pemain di kedua sisi sayap jadi gaya bermain yang sangat enak ditonton sekaligus membuat lawan kelabakan.

Statistik jadi buktinya. Di bawah asuhan Gasperini, Atalanta keluar sebagai salah satu klub tersubur di Eropa. Di periode 2018 hingga 2021, anak asuh Gasperini berhasil menghasilkan 265 gol. Selama periode itu pula, La Dea secara beruntun finish sebagai peringkat ketiga di Serie A dan 2 kali mencapai final Coppa Italia.

Finish di Peringkat 8, Atalanta Gagal Lolos ke Kompetisi Eropa

Sayangnya, kisah indah itu tak bertahan lama. Momentum Atalanta terhenti di musim lalu. Setelah 5 musim beruntun tak pernah absen dari pentas Eropa, La Dea untuk pertama kalinya gagal lolos ke kompetisi antarklub Eropa.

Hasil tersebut didapat setelah mereka hanya sanggup finish di peringkat kedelapan. Capaian tersebut jadi yang terendah bagi Gian Piero Gasperini sejak dirinya melatih Atalanta di musim 2016/2017.

Musim lalu memang jadi musim buruk bagi La Dea. Di paruh musim pertama, Rafael Toloi dan kolega terlalu banyak menelan hasil imbang. Sementara di paruh kedua, penampilan Atalanta makin inkonsisten. Hanya memetik 4 kemenangan dan menelan 7 kekalahan dalam 15 pertandingan terakhirnya membuat posisi Atalanta terus merosot.

Penurunan performa Atalanta juga terlihat di jumlah gol yang mereka cetak. Setelah 2 musim beruntun mampu menembus 90 gol, musim lalu, agresivitas yang jadi ciri khas La Dea seolah sirna. Luis Muriel dan kolega hanya mampu mencetak 65 gol dalam semusim.

Penampilan Atalanta di pentas Eropa juga tak bagus-bagus amat. Terlempar ke Liga Europa, laju mereka terhenti di babak perempat final.

Sebab-Sebab Menurunnya Performa Atalanta

Melihat dari sepak terjang mereka dalam beberapa musim terakhir, mudah untuk mengatakan kalau penyebab menurunnya performa Atalanta adalah karena lini depan mereka yang tak setajam dulu. Di 3 musim sebelumnya, Duvan Zapata, Josip Ilicic, dan Luis Muriel berhasil menghasilkan lebih dari 20 gol dalam semusim.

Akan tetapi, di musim lalu, top skor Atalanta yakni Luis Muriel dan Mario Pasalic hanya menghasilkan 14 gol. Ini jadi rekor terburuk penyerang La Dea sejak mereka ditangani Gasperini.

Namun, permasalahan utama Atalanta bukanlah sekadar ketajaman lini serang saja. Lebih daripada itu, Gasperini harus mulai menyadari bahwa taktiknya tak lagi manjur seperti sedia kala.

Di musim 2020 dan 2021, Atalanta masih memuncaki daftar tim dengan nilai Expected Goals (xG) dan Shot-Creating Actions (SCA). Namun, di musim lalu, capaian mereka menurun. La Dea hanya mencatat nilai xG sebesar 66,2 dan nilai SCA sebesar 958. Nilai tersebut hanya menempatkan mereka di posisi kedua di bawah Inter yang jadi tim paling agresif di Serie A musim lalu.

Masalahnya, meski nilai xG dan SCA yang mereka catat masih cukup tinggi, tetapi tingkat konversi peluang Atalanta tergolong rendah. Dari 597 tembakan, hanya 168 tembakan saja yang mengarah tepat sasaran alias hanya 28,1% saja yang mampu mengancam gawang lawan. Catatan tersebut bahkan hanya lebih baik dari Cagliari dan Genoa yang terdegradasi di akhir musim.

Ini jadi indikasi kuat tumpulnya lini serang La Dea. Namun, tak hanya itu. Dari nilai konversi yang rendah, kita juga bisa berasumsi bahwa taktik menyerang yang diusung Gasperini tak lagi ampuh dan mulai terbaca oleh lawan.

Selain itu, ada indikasi keretakan di manajemen Atalanta. Direktur teknis La Dea, Giovanni Sartori hengkang di bulan Mei lalu setelah hubungannya dengan Gasperini dikabarkan runtuh. Aktivitas transfer Atalanta dalam beberapa musim terakhir sepertinya jadi penyebab renggangnya hubungan di antara keduanya.

Ini bukan kali pertama Gasperini terlibat cekcok. Sebelumnya, ia pernah terlibat perseteruan dengan pemain senior sekaligus kapten tim, Papu Gomez. Gasperini menganggap mantan anak asuhnya indisipliner, sementara Gomez mengaku hampir dipukul mantan pelatihnya.

Apa yang Harus Dilakukan Atalanta Jelang Musim 2022/2023?

Gasperini sendiri sepertinya sadar akan posisinya saat ini. Penurunan prestasi dan kegagalan menembus kompetisi Eropa membuatnya siap angkat kaki dari Gewiss Stadium pada bulan Mei lalu. Namun, keputusan itu batal setelah ia bertemu empat mata dengan presiden Atalanta, Antonio Percassi.

“Dengan Percassi ada hubungan harga diri dan rasa terima kasih. Saya mengatakan kepadanya, ‘mungkin saya yang harus pergi’, tetapi dia sama sekali tidak menginginkannya,” kata Gaseperini dikutip dari Sportsmax.

Kepada La Gazzetta dello Sport, Gasperini juga mengeluhkan lini depan timnya dan aktivitas transfer yang berjalan statis. Gasperini bilang kalau beberapa permintaan transfernya tidak terpenuhi.

Sudah bukan rahasia lagi jika tiap musimnya bintang-bintang Atalanta laku terjual mahal. Meski begitu, scouting mereka masih sukses menambalnya dengan profil yang tak kalah hebat.

Seperti Juan Musso yang menggantikan Pierluigi Gollini. Merih Demiral yang mengisi pos yang ditinggalkan Christian Romero, atau Teun Koopmeiners dan Mario Pasalic yang jadi bintang baru La Dea.

Sayangnya, kisah yang sama tak terjadi di lini depan. Sudah lama Atalanta tak punya figur sebagai ujung tombak. Semenjak performa Josip Ilicic menurun pasca depresi pada 2020 silam, Gasperini praktis hanya bisa mengandalkan Duvan Zapata dan Luis Muriel.

Pada awalnya, Zapata dan Muriel sukses mencetak banyak gol. Namun, di musim lalu, jumlah gol mereka menurun. Zapata hanya mencetak 13 gol, sementara Muriel hanya mencetak 14 gol.

Sebenarnya, Atalanta sudah mencoba meregenerasi penyerangnya dengan mendatangkan Sam Lammers di musim panas 2021. Namun, striker asal Belanda itu hanya mampu mencetak 2 gol di sepanjang musim 2020/2021 sebelum akhirnya dipinjamkan ke Eintracht Frankfurt di musim lalu.

Selain lini depan, Gasperini juga mengakui bahwa kepergian Robin Gosens meninggalkan lubang yang cukup dalam. Zappacosta atau Joakim Maehle yang jadi penggantinya jelas memiliki gaya bermain yang berbeda dibanding Gosens yang kerap mencetak gol dan asis.

Siap Merombak Tim! Atalanta Menuju Masa Transisi

Untuk itulah, jelang musim baru 2022/2023, Gasperini dan Atalanta mesti membenahi diri. Sejauh ini mereka baru membeli gelandang asal Brasil, Ederson dari Salernitana dengan cara tukar tambah. La Dea dilaporkan membayar 15 juta euro plus menyertakan Matteo Lovato secara permanen dan meminjamkan Caleb Okoli.

Selain itu, La Dea juga mempermanenkan Jeremie Boga dan Merih Demiral yang secara total menelan biaya hingga 42 juta euro. Dari aktivitas transfer yang sudah tercatat, lagi-lagi, belum ada penyerang baru yang datang ke Bergamo.

Akan tetapi, ada sebuah kabar baik para para penggemar Atalanta. Menurut Calciomercato, Gasperini sudah berencana untuk merombak lini serangnya jelang musim baru 2022/2023.

Tak tanggung-tanggung, Luis Muriel yang sudah jadi andalan selama 3 musim terakhir siap dilego ke AS Roma. Roma dirumorkan menjadikan Muriel target incaran mereka setelah gagal mendaratkan Federico Bernardeschi.

Seiring berjalannya waktu, rumor tersebut memanas dan kedua tim dikabarkan tengah menjajaki pertukaran pemain. Selain Muriel, Roma coba meminta Mario Pasalic. Sebagai gantinya, Atalanta akan mendapat Stefan El Shaarawy dan Carles Perez.

Di luar rumor tersebut, Atalanta juga dikabarkan tengah secara intens bernegosiasi dengan Inter Milan untuk mendapat jasa Andrea Pinamonti. Striker 23 tahun itu menjalani masa peminjaman yang bagus bersama Empoli dengan mencetak 13 gol di Serie A musim lalu.

Sayangnya, meski memimpin perburuan Pinamonti, Atalanta belum menemui kesepakatan dengan pihak Inter yang ingin memasukkan opsi pembelian kembali. Namun, La Dea yang kabarnya sudah mengantongi kesepakatan personal dengan Pinamonti hingga 2027 tak menyerah dan mencoba mendapat incarannya dengan metode peminjaman plus kewajiban beli.

Apa yang kini tengah terjadi di dalam tubuh Atalanta adalah bukti bahwa klub kebanggan Kota Bergamo itu kini tengah menuju masa transisi. Selain hasil buruk di musim lalu, beberapa pilar utama Gasperini dalam beberapa musim terakhir juga mulai menua sehingga perlu dilakukan peremajaan skuad. Kepada La Gazzetta dello Sports, Gian Piero Gasperini sendiri menjanjikan Atalanta akan jadi tim yang muda dan kuat di musim depan.

“Atalanta akan muda dan kuat. Saya bertahan untuk rakyat. Ada keinginan untuk balas dendam. Kami tidak besar, kami bekerja untuk menjadi besar. Sementara itu, kami akan berjuang, kami akan bersenang-senang.”

Kita nanti saja akan seperti apa Atalanta di musim depan. Target minimalis seperti lolos ke kompetisi Liga Europa atau Conference League sepertinya cukup masuk akal untuk skuad Atalanta saat ini. Namun, jika mereka kembali gagal lolos, sepertinya ini memang jadi akhir kisah dongeng Gian Piero Gasperini bersama La Dea.

https://youtu.be/cQIilmhK_F8
***
Referensi: FBref, SempreInter, Football Italia, Goal, Cult of calcio, Football Italia, Sportsmax.

Berita Bola Terbaru 20 Juli 2022 – Starting Eleven News

Berita bola terbaru dan terkini

CHELSEA AJUKAN TAWARAN UNTUK REKRUT KIMPEMBE

Dilansir Sky Sports, Chelsea siap mengeluarkan biaya 40 juta pounds atau setara Rp 716 miliar untuk Presnel Kimpembe yang mencatatkan 28 pertandingan bersama timnas Prancis. Sementara, PSG dilaporkan bersedia menjual Kimpembe seharga 42 juta pounds dan Juventus muncul sebagai saingan Chelsea. The Blues masih sangat berhasrat memperkuat barisan pertahanan meski beberapa hari lalu mereka sudah amankan jasa Kalidou Koulibaly.

DYBALA BERANI PAKAI NOMOR 10 PENINGGALAN TOTTI DI ROMA?

Paulo Dybala bakal diboyong secara gratis oleh AS Roma karena berstatus tanpa klub setelah dilepas Juventus pada musim panas ini. Bersama Giallorossi, penyerang asal Argentina itu diperkirakan akan mengenakan jersey Nomor Punggung 21 di AS Roma, meski Francesco Totti, sang legenda klub sudah menawarkan untuk memberinya Nomor 10 yang bersejarah.

SETELAH DYBALA, ROMA MENGHUBUNGI BELOTTI

AS Roma belum puas meski telah mendapatkan tanda tangan Paulo Dybala. Mereka masih menginginkan penyerang lagi. Kini setelah mengamankan Dybala, AS Roma dikabarkan juga melanjutkan pembicaraan untuk mantan striker Torino, Andrea Belotti. Roma telah melanjutkan negosiasi untuk Andrea Belotti, yang belum memiliki penawaran pasti setelah menolak perpanjangan kontrak di Torino.

TEN HAG PASRAH JIKA MU TANPA DE JONG DI MUSIM INI

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag mengaku akan menerima jika MU tidak mendapatkan Frenkie de Jong pada bursa transfer musim ini. Sejak awal De Jong adalah target utama Ten Hag bersama United. Akan tetapi, gelandang timnas Belanda itu menolak keluar dari Barcelona. Meski demikian Ten Hag mengisyaratkan tidak harus terus menerus membidik Frenkie de Jong. Pelatih asal belanda itu sudah memiliki daftar pemain yang bisa dijadikan holding midfielder.

CHELSEA BIDIK JULES KOUNDE

Chelsea dikabarkan tengah membidik bek Sevilla, Jules Kounde setelah dipastikan gagal mendaratkan bek Manchester City Nathan Ake pada bursa transfer pemain musim panas ini. Dikutip dari AS, Selasa, Chelsea akan menghadapi persaingan dari Barcelona yang telah berupaya dan bernegosiasi sejak lama dengan Sevilla untuk mendapatkan Kounde. The Blues diperkirakan bersedia membayar sebesar 65 juta euro atau sekitar Rp 988 miliar kepada Sevilla.

INGGRIS SETUJUI UJI COBA LARANGAN HEADING DI LAGA SEPAKBOLA U12

FA Inggris telah diberikan persetujuan untuk menjalankan uji coba musim depan untuk menghilangkan sundulan yang disengaja dalam laga di tingkat U-12. Pelarangan sundulan kepala pada sepakbola usia dini di Inggris berdasar kajian yang menyebutkan sejumlah mantan pesepakbola profesional telah meninggal karena penyakit fungsi otak yang diyakini terkait erat dengan menyundul bola.

BROOKLYN BECKHAM DIPECAT SUPERDRY SEBAGAI BRAND AMBASSADOR

Kabar tak sedap datang dari Brooklyn Beckham. Belum setahun menjadi brand ambassador Superdry, putra David Beckham itu dikabarkan diberhentikan dari jabatan tersebut. Brand fashion Inggris tersebut memutus kontraknya yang bernilai 1 juta pound (Rp 18 miliar) dengan Brooklyn Beckham. Brooklyn sendiri sempat menuai kritikan di media sosial setelah mempromosikan produk vegan Superdry tapi tetap mengonsumsi daging dan membuat konten ala chef memasak steak.

AC MILAN KEMBALI LIRIK BEK TOTTENHAM JAPHET TANGANGA

AC Milan dikabarkan kembali menghidupkan ketertarikan mereka terhadap bek Tottenham Hotspur Japhet Tanganga untuk memperkuat lini pertahanan musim panas ini. Rossoneri sendiri diketahui telah menggelar negosiasi awal dengan Tanganga, tetapi mereka belum menjalin kontak apa pun dengan Tottenham. Sementara Japhet Tanganga diproyeksikan sebagai pengganti Alessio Romagnoli yang hijrah ke Lazio.

MBAPPE DAN SAM KERR JADI BINTANG COVER FIFA 23

Bintang PSG Kylian Mbappe bersanding dengan bintang sepak bola wanita Chelsea, Sam Kerr menghiasi sampul gim FIFA 23. Bagi Sam Kerr ini merupakan sejarah, karena ia menjadi pesepakbola wanita pertama yang jadi sampul gim sepakbola tersebut. Sementara itu, Mbappe telah dipilih untuk sampul untuk tahun ketiga berturut-turut. Masih berusia 23 tahun, Mbappe terus berkembang pesat setelah mencetak 39 gol di semua kompetisi untuk PSG musim lalu.

KUBO DILEPAS OLEH REAL MADRID KE REAL SOCIEDAD

Real Madrid akan menjual pemain muda Jepang Takefusa Kubo ke rival La Liga Real Sociedad. Klub asal Basque itu membenarkan bahwa Kubo akan menjadi rekrutan terbaru mereka di musim panas, sembari menunggu pemeriksaan medis. Kubo pindah ke San Sebastian dalam kesepakatan senilai 6,5 juta Euro, sementara Madrid mempertahankan sebagian dari hak bermain pemain internasional Jepang tersebut.

MATTHIJS DE LIGT RESMI KE BAYERN MUNCHEN

Bek tengah asal Belanda Matthijs de Ligt resmi berlabuh ke Bayern Munchen dari Juventus. Jurnalis sekaligus pakar transfer sepak bola, Fabrizio Romano mengatakan transfer tersebut menghabiskan total biaya 80 juta euro atau setara Rp 1,2 triliun. 70 juta euro dibayar di muka sedangkan 10 juta euro sisanya tambahan di belakang. Bersama Die Roten, De Ligt dikontrak dengan durasi lima tahun sampai tahun 2027. 

MANCHESTER CITY RILIS JERSEY AWAY MUSIM 2022/23

Manchester City merilis jersey away terbaru mereka. Mengambil unsur merah list hitam, tim berjuluk The Citizens itu bernostalgia dengan era kejayaan tim pada tahun 1969. Selain itu, untuk merayakan warisan klub dengan simbol bermain tanpa rasa takut, dan di luar dunia sepak bola. Seragam ini menampilkan garis-garis vertikal merah dan hitam.

TOTTENHAM BOYONG DJED SPENCE DARI MIDDLESBROUGH

Tottenham Hotspur resmi mengumumkan kedatangan pemain anyarnya, Djed Spence. Tak tanggung-tanggung, Spence diikat The Lilywhites hingga 2027 mendatang. Spurs menebus Spence dari klub Divisi Championship, Middlesbrough, dengan biaya pokok sebesar 12,5 juta pounds plus bonus senilai 7,5 juta pounds.

LIVERPOOL RESMI JUAL BEN DAVIES KE RANGERS

Raksasa Premier League, Liverpool akhirnya resmi menjual bek Ben Davies ke klub Skotlandia, Rangers secara permanen pada Rabu (20/7) dini hari WIB.  Meski tak disebutkan secara rinci, tetapi rival sekota Glasgow, Celtic itu kabarnya harus membayar biaya transfer awal senilai 3 juta pounds plus biaya tambahan 1 juta pounds untuk menggaet Davies.

LAGI-LAGI MAGUIRE JADI SASARAN SUPORTER

Fans Manchester United menjadikan kapten mereka, Harry Maguire sebagai target utama cemoohan dalam laga pramusim lawan Crystal Palace. Sang bintang timnas Inggris itu dicemooh oleh mayoritas pendukung Setan Merah yang memadati pertandingan di Melbourne Cricket Ground, Australia, Selasa (19/7). Cemoohan dari fans itu ditengarai karena performa buruk Maguire pada musim lalu, yang sering bikin blunder.

HERE WE GO! JUVE TIKUNG INTER UNTUK TRANSFER BREMER

Juventus sukses menikung Inter Milan dalam perburuan pemain bintang Torino, Gleison Bremer. Jurnalis Gianluca Di Marzio mengungkapkan terkait transfer Gleison Bremer dari Torino ke Juventus mencakup biaya transfer senilai 41 juta euro plus tambahan 9 juta euro, jadi total 50 juta euro (Rp 766 miliar), jauh lebih tinggi dari harga yang selama ini dikaitkan ke Inter Milan yang senilai 35 juta euro.

FANS TORINO MARAH GLEISON BREMER DIJUAL KE JUVENTUS

Kepindahan Gleison Bremer ke Juventus membuat fans Torino naik pitam. Para penggemar Torino memberikan respons negatif soal penjualan Gleison Bremer ke Si Nyonya Tua. Hal itu dapat diketahui berdasarkan komentar dari fans ketika Presiden klub, Urbano Cairo mengunggah status di media sosial soal penjualan Gleison Bremer.

MU CUMA FINIS KEENAM, CR7 GAGAL DAPAT BONUS HINGGA RP 53M

Manchester United cuma bisa finis di peringkat keenam Liga inggris musim lalu. Hal itu menyebabkan Cristiano Ronaldo gagal mendapat bonus 1 juta pounds atau Rp 18 miliar yang seharusnya ia raih jika MU lolos ke Liga Champions 2022/23. Tak hanya itu, CR7 juga melewatkan bonus dengan jumlah yang sama karena ia tak meraih penghargaan pemain terbaik UEFA. Nilai yang sama juga harusnya diraih Ronaldo jika ia menang Ballon d’Or. Artinya, bonus keseluruhan yang gagal didapat Ronaldo musim 2021/22 kemarin mencapai 3 juta pounds atau kurang lebih Rp 53 miliar.

RESMI GABUNG BARCELONA, LEWANDOWSKI DIBANDEROL HARGA GILA

Melalui media sosialnya, Selasa (19/7), Barcelona resmi mengumumkan perekrutan Robert Lewandowski dari Bayern Munchen dengan mahar 45 juta euro (sekitar Rp 689 miliar). Lewandowski mendapat kontrak empat musim bersama Barcelona hingga 2026 mendatang. Blaugrana menetapkan biaya pembelian Lewandowski oleh klub lain selama terikat kontrak mencapai 500 juta euro atau setara dengan Rp 7,652 triliun.

NAGELSMANN SEBUT BARCELONA GILA, TAK PUNYA UANG TAPI BISA BELI LEWANDOWSKI

Juru latih Bayern München, Julian Nagelsmann menyoroti aktivitas transfer Barcelona di musim panas ini. Dia menyebut Barcelona gila karena tak punya uang, tetapi bisa beli Robert Lewandowski. “Saya tidak tahu bagaimana mereka melakukannya, ini agak aneh, agak gila,” ucap Nagelsmann. Selain Lewandowski, Barca sebelumnya juga mengeluarkan uang untuk membeli Raphinha dari Leeds United.

SUDAH ADA REAL MADRID, LIVERPOOL IKUT BERBURU JUDE BELLINGHAM

Dilansir Sportbible, Liverpool muncul sebagai pesaing Real Madrid untuk merekrut bintang muda Borussia Dortmund, Jude Bellingham musim panas 2023. Menurut laporan, Madrid melihat pemain internasional Inggris itu sebagai pengganti Luka Modric yang sempurna. Sementara, Liverpool dilaporkan sudah menghubungi Dortmund untuk mengunci tanda tangan sang pemain. Di sisi lain Dortmund akan membebani pelamar dengan biaya transfer sekitar 100 juta Euro.

STADION WANDA METROPOLITANO RESMI BERGANTI NAMA

Markas Atlético Madrid, Stadion Wanda Metropolitano resmi berganti nama menjadi Civitas Metropolitano menyusul kesepakatan klub dengan perusahaan pengembang Civitas Pacensis. Dalam rilis resmi tim, Atletico Madrid tidak mengumumkan nilai kemitraan tersebut. Sementara, menurut Football Espana, Civitas menjalin kerja sama dengan Los Rojiblancos selama setidaknya 10 tahun ke depan.

SEGERA DAPAT LAMPU HIJAU MASUK AS, XAVI BISA DAMPINGI BARCELONA

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez seperti dikabarkan sebelumnya, tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat lantaran riwayat perjalanannya yang pernah berkunjung ke Iran. Kini, kabar terbaru menyebutkan, Xavi sudah mendapatkan lampu hijau untuk masuk ke Amerika Serikat guna mendampingi anak asuhnya menjalani tur pra musim. Xavi dilaporkan akan terbang ke negeri Paman Sam pada 20 Juli, sore waktu Eropa.

MU SIKAT CRYSTAL PALACE DI LAGA UJI COBA

Tren positif terus diperlihatkan Manchester United pada laga uji coba pra musim. Kali ini giliran Crystal Palace yang menjadi korban keganasan MU dalam laga di Melbourne Cricket Ground, Australia, Selasa (19/7). Pasukan Erik ten Hag itu menang dengan skor 3-1 berkat gol-gol dari Anthony Martial, Marcus Rashford dan Jadon Sancho. Kemudian Palace mencetak gol hiburan dari Joel Ward di tujuh menit terakhir babak kedua.

BARCELONA MENANG TELAK ATAS INTER MIAMI

Barcelona menghajar wakil Major League Soccer Inter Miami dengan skor telak 6-0 dalam duel uji coba pramusim di DRV PNK Stadium, Florida, Amerika Serikat, Rabu (20/7) pagi WIB. Enam pemain Barcelona yang mencetak gol dalam laga ini adalah Pierre Emerick Aubameyang, Raphinha, Ansu Fati, Gavi, Memphis Depay dan si bocah ajaib Ousmane Dembele.