Beranda blog Halaman 524

Nasib Pemain Argentina yang Pernah Membela MU

0

Meski belum bermain, pemberitaan soal Lisandro Martinez sudah digoreng oleh beberapa media Inggris. Mereka mempermasalahkan tinggi badan Martinez yang tak lebih dari 175 cm, di mana itu jauh di bawah rata-rata tinggi bek tengah Liga Inggris yang biasanya memiliki tinggi badan sekitar 183 cm hingga 195 cm.

Menariknya lagi, pemain 24 tahun itu menjadi pemain kedelapan asal Argentina yang pernah membela Setan Merah. Jika Martinez diremehkan karena tinggi badannya, Tujuh pemain asal Negeri Tango sebelumnya juga punya ceritanya masing-masing selama bermain di Old Trafford. Siapa saja, dan bagaimana kisahnya?

Sergio Romero

Sergio Romero didatangkan Louis Van Gaal dengan status bebas transfer dari Sampdoria, untuk menjadi pelapis bagi David De Gea di bawah mistar gawang Manchester United. Kedatangannya juga untuk mengantisipasi kepergian De Gea ke Real Madrid yg tinggal menghitung jam. Meski akhirnya transfer itu gagal dan De Gea tetap bertahan di MU hingga sekarang.

Romero dipandang sebagai kiper cadangan terbaik di Liga Inggris. Meski hanya mengantongi 7 caps di liga, penjaga gawang asal Argentina itu diandalkan di kompetisi lain seperti piala domestik dan Europa League. 

Sergio Romero berperan penting menjadi palang pintu terakhir bagi pertahanan United di kompetisi Eropa. Ia bahkan membawa United era Jose Mourinho juara Europa League musim 2016/2017. Sayang, pergantian kursi kepelatihan ke Ole Gunnar Solskjaer membuat Romero terpinggirkan, Ole lebih memprioritaskan De Gea untuk bermain di semua kompetisi. 

Meski demikian, Sergio Romero berhasil mengemas 39 clean sheet dalam 61 penampilan. Ia juga berhasil menambahkan satu trofi Piala Liga dan FA Cup ke lemari kaca Manchester United.

Angel Di Maria

Tahun 2014, ketika klub ingin membangun kembali tim di era pasca Sir Alex Ferguson, United sampai menghabiskan 75 juta euro atau Rp1,1 miliar untuk mengontrak Angel Di Maria. Kesepakatan ini awalnya berjalan normal, hingga berbagai permasalahan pun mulai muncul.

Pemain asal Argentina itu dianggap gagal. Ia tak mampu menyesuaikan intensitas permainan sepakbola Inggris. Ia hanya mencetak 3 gol, sebelum akhirnya menyepakati transfer dengan PSG.

Di Maria dianggap sebagai salah satu pembelian gagal Manchester United kala itu. Setelah berpisah dengan United, hubungan Di Maria dan MU tak begitu baik, terutama dengan para fans. Maka dari itu, ketika PSG bertandang ke Old Trafford dalam ajang Liga Champions 2018/2019, Di Maria tak disambut baik oleh fans Setan Merah.

Marcos Rojo

Didatangkan bersama Angel Di Maria, Marcos Rojo ditebus United dari Sporting Lisbon dengan harga 20 juta euro (Rp306 miliar). Selama karirnya di Inggris, Rojo bukanlah pemain yang istimewa. Ia pemain yang biasa-biasa saja bahkan cenderung inkonsisten.

Momen yang bisa diingat dari Rojo adalah ketika ia memakan buah pisang di tengah-tengah pertandingan melawan Rostov pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Hal itu dilakukan untuk menjaga staminanya agar mampu bertahan hingga 90 menit. 

Di samping itu Rojo memang mempersembahkan masing-masing 1 gelar Piala FA, Piala Liga, dan Europa League. Namun, di pertandingan final ia harus absen lantaran cedera. Rentetan cedera pula yang membuat penampilannya tak konsisten dan akhirnya ia dilego ke Boca Juniors 2021 lalu.

Alejandro Garnacho

Alejandro Garnacho jadi satu-satunya pemain Argentina yang tampil di skuad utama Manchester United musim lalu. Ia mendapat kesempatan debut di level tertinggi sepakbola Inggris setelah namanya viral karena mencetak gol solo run yang luar biasa saat mengalahkan Everton 4-1 pada laga FA Youth Cup Februari lalu.

Pemain yang berusia 18 tahun ini menjalani musim yang luar biasa bersama tim muda Manchester United. Selain mendapat kesempatan untuk tampil di skuad utama, Garnacho menjadi bintang utama ketika Manchester United U-18 menjadi juara FA Youth Cup. Garnacho mencetak 14 gol sepanjang turnamen, termasuk 2 gol pada laga final melawan Nottingham Forest.

Tak hanya itu, bakatnya yang menjanjikan mengantarkan Garnacho menembus skuad Argentina asuhan Lionel Scaloni dalam agenda internasional beberapa bulan lalu. Betapa beruntungnya Garnacho bermain untuk Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di waktu yang bersamaan. Di usianya yang masih sangat muda, ia dipercaya akan memiliki masa depan yang cerah bersama Manchester United.

Juan Sebastian Veron

Jauh sebelum nama-nama di atas, pada tahun 2001, Juan Sebastian Veron lebih dulu datang datang ke Manchester United dengan status sebagai pemain termahal dalam sejarah Liga Inggris dengan bandrol 42 juta euro atau sekitar Rp644 miliar dari klub Italia, Lazio.

Veron luar biasa di Serie A, namun ia kesulitan ketika bermain di Inggris. Veron tak mampu menanggung ekspektasi besar selama di Old Trafford. Ia gagal bersaing dengan Roy Keane dan Paul Scholes di lini tengah. Veron total hanya bertahan 2 musim dengan sumbangan 11 gol.

Meski begitu, nasibnya tak separah Di Maria. Veron masih menikmati kejayaan Manchester United dengan mengantongi satu gelar Liga inggris musim 2002/2003.

Gabriel Heinze

Datang dari Paris Saint-Germain pada 2004, Gabriel Heinze langsung menjadi pujaan para fans Setan Merah. Heinze dianggap sebagai bek serba bisa di jamannya. Kemampuannya itu membuat ia piawai memainkan peran sebagai bek kiri maupun bek tengah. 

Selain menjadi andalan Sir Alex Ferguson untuk mengawal pertahanan Manchester United, Heinze langsung memenangkan Player of the Year di musim pertamanya di Manchester. Sayang, cedera lutut serius yang ia alami pada September 2005 membuatnya absen di sepanjang musim 2005/2006. 

Serangkaian cedera dan masa penyembuhan yang tak sebentar menghambat karier Heinze di United. Ia tak mampu kembali ke performa terbaiknya, dan akhirnya pemain Argentina itu benar-benar kehilangan tempatnya ketika Manchester United mendatangkan Patrice Evra pada Januari 2006.

Carlos Tevez

Kepahlawanan Carlos Tevez dalam menyelamatkan West Ham dari jurang degradasi pada musim 2005/2006 membuat Sir Alex Ferguson kepincut untuk menambahkan pemain yang tak kenal lelah itu ke skuad Setan Merah musim berikutnya.

Musim pertamanya bersama Setan Merah, Tevez langsung membentuk koneksi yang solid bersama Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo. Trio ini memiliki peran besar saat Manchester United berhasil mengawinkan gelar Liga Inggris dengan Liga Champions pada musim 2007/2008.

Tevez jadi pemain Argentina yang sukses di Manchester United. Total ia telah mengantongi 5 trofi bergengsi termasuk dua trofi Liga Inggris dan satu Piala Dunia Antarklub. Selama berseragam MU ia juga menyumbang 34 gol dari 99 pertandingan. 

Namun, setelah rangkaian kesuksesan tersebut, Tevez justru berkhianat. Ia memilih pindah ke rival sekota, Manchester City dan merusak reputasi apik yang telah ia bangun selama di Manchester Merah. Ia jadi salah satu mantan yang paling dibenci oleh fans United.

https://youtu.be/5EmZvEW4cms

Sumber: Thesefootballtimes, Footballfaitfull, Unitedinfocus, PorosHalang

Dybala Merapat ke AS Roma, Mourinho Siap Raih Trofi Lagi?

Teka-teki itu kini terjawab sudah. Paulo Dybala yang wara-wiri di timeline lini masa dengan kabar dirinya diincar banyak klub, kini sudah memutuskan masa depannya sendiri. Setelah dilepas Juventus dengan cara gratisan, pemain yang berjuluk La Joya itu kini menatap lembaran baru di ibukota Italia bersama AS Roma. Bersama Jose Mourinho, menarik untuk dilihat tuah Dybala bagi serigala ibu kota itu musim depan.

Kok Milihnya AS Roma?

Paulo Dybala sendiri dulunya santer menjadi rebutan para klub besar ketika dirinya berpamitan kepada publik Turin dengan tangisan haru. Tangisan itu menandakan bahwa dirinya sebenarnya tak mau lepas dari genggaman Juve. Namun apa boleh buat, permintaan gajinya tak mampu dituruti oleh manajemen Si Nyonya Tua.

Ia kemudian santer dikaitkan dengan klub rival, Inter Milan. Bahkan manajemen La Beneamata intens bertemu dengan agen Dybala, Jorge Antun. Stempel pengkhianat pun segera disematkan pada Dybala karena membelot dari Juve ke Inter.

Namun, kepindahan itu urung terjadi. Negosiasi yang mentok,serta kedatangan kembali Romelu Lukaku membuat Inter melupakan Dybala. Alhasil klub lainnya pun berlomba mencari kesempatan mendapatkan jasanya, termasuk AS Roma. Namun permasalahan Dybala ini terletak hanya pada pemenuhan gaji. Meski secara fee sih memang ia berlabel gratisan.

Faktor Mourinho, Totti Dan Gaji

Manajemen AS Roma pun bergerak cepat mencari celah untuk mengangkut La Joya ke Olimpico. Dengan cara apa? Ya, langsung lewat telpon dari sang pelatih, The Special One, Jose Mourinho. Kabarnya Mourinho dipercaya langsung manajemen Roma untuk menjelaskan Sports Project Roma ke depannya. Mereka intens berbicara lewat telepon.

Mourinho bagaimanapun sering menjadi pemoles para pemain bintang dan terbukti berhasil, tak terkecuali yang berasal dari Argentina. Ada hubungan menarik antara Jose Mourinho dan pemain asal Argentina. Mourinho sukses raih treble di Inter dengan sebagian besar para pemain asal Negeri Tango, seperti Walter Samuel, Javier Zanetti, Cambiasso sampai Diego Milito. Ketika di Real Madrid, Mourinho juga mengeluarkan potensi terbaik Gonzalo Higuain dan Angel Di Maria.

Selain faktor Mourinho, ternyata ada peran sang legenda Francesco Totti dalam transfer Dybala. Peran Totti sedikit berpengaruh dalam membujuk Dybala mau gabung Giallorossi. Meskipun terlihat sepele yakni soal nomor punggung. Totti rela untuk tidak memensiunkan nomor punggung 10 miliknya.

Setelah tidak ada yang memakai nomor 10 di AS Roma semenjak Totti pensiun, Totti rela memberi nomor punggung sakral itu ke Dybala. Mengetahui tawaran itu, Dybala pun tersanjung dan merasa dihargai. Meskipun mungkin nantinya Dybala merasa risih dan tak mau menanggung beban nomor keramat itu.

Selain faktor Totti, sebenarnya permasalahan Dybala ini terletak pada gaji. Nah, AS Roma ternyata dapat menyanggupi biaya gaji Dybala, meskipun nilainya turun dari apa yang dia dapatkan di Juve. Dybala akan mendapatkan gaji bersih sebesar 6 juta euro (Rp 90 miliar) per tahun di AS Roma. Nominal tersebut membuat gaji Dybala turun hampir dua kali lipat dari upah tahunan yang dia dapatkan di Juventus senilai 11,5 juta euro (Rp 174 miliar).

Dybala kini sudah berada di Portugal, di mana skuad asuhan Jose Mourinho itu menjalani laga pemanasan pra musimnya. Dybala kini sedang menjalani tes medis sembari nonton pertandingan Roma melawan Sporting Lisbon. Dan bukan tidak mungkin ia akan dicoba pada pra musim berikutnya melawan Nice dan Spurs.

Paulo Dybala akan menjadi rekrutan Giallorossi keempat musim ini setelah sebelumnya mendatangkan Nemanja Matic, Mile Svilar, dan Zeki Celik. Kehadiran Dybala adalah berkah bagi penyerangan AS Roma. Dybala akan menjawab kebutuhan lini penyerangan yang akan dibangun Mourinho selain Abraham, Zaniolo, maupun Lorenzo Pellegrini.

Mourinho Part 2 Di Roma

Musim lalu AS Roma hanya duduk di posisi 6 Serie A. Artinya musim depan hanya akan mengikuti “Liga Malam Jumat”. Muncul pertanyaan, kok bisa ya, Dybala mau turun kelas dari yang tadinya main di Champions League kini sekarang di klub yang mainnya di Europa League?

Jawabannya simpel. Ya, kembali lagi ke poin sebelumnya yakni faktor Sport Project AS Roma yang diyakinkan Mourinho. Faktor sang legenda Totti, dan tentu gaji. Selain itu ternyata Dybala masih betah tinggal di Italia. Ia sudah lama tinggal di Italia semenjak di Palermo dulu.

Dybala malah melihat kedatangannya ke Roma ini sebagai peluang untuk dirinya tampil secara reguler dan membantu I Lupi tampil baik di musim ini. Dengan demikian, peluangnya untuk dilirik masuk ke timnas Argentina akan semakin besar.

AS Roma sendiri musim depan tentu hanya akan memasang target realistis. Dengan sentuhan The Special One manajemen Roma menargetkan peningkatan prestasi musim depan. Roma kini mengincar zona Liga Champions dan trofi lagi. Mengingat di musim pertamanya bersama Giallorossi, Mou sudah bisa mendapatkan trofi Conference League.

Untuk menuju target itu, Roma tentu butuh kedalaman skuad yang mumpuni. Kedatangan para pemain baru pilihan Mourinho diharapkan moncer musim depan. Termasuk Dybala. Format Mourinho pun menurut beberapa media Italia musim depan akan sedikit berubah.

Kita tahu Mourinho musim lalu sering menggunakan format 3 bek. Termasuk kala mereka memenangkan Conference League melawan Feyenoord. Kini, The Special One mungkin akan sesekali mengubahnya dengan pola bakunya 4-2-3-1 untuk memfasilitasi kedatangan Dybala.

Dybala diprediksi akan dimainkan sebagai “pemain nomor 10” yang berdiri tepat di belakang bomber, Tammy Abraham. La Joya akan diapit oleh Nicolo Zaniolo dan Lorenzo Pellegrini. Kedatangan Dybala bisa menghadirkan dimensi anyar dalam skema ofensif Roma asuhan Mourinho. Dybala juga adalah tipe pemain monster di luar kotak penalti. Sejak ia bermain di Juventus, Dybala sering mengemas gol yang bersumber dari tembakan di luar kotak penalti.

Mourinho Part 2 di Roma ini akan lebih berbahaya dengan kedatangan Dybala. Bukan tidak mungkin kalau pembelian itu berhasil, AS Roma bisa bersaing menjadi pengusik papan atas dan bersaing untuk menggamit Scudetto.

Komposisi Matic dan Cristante di double pivot. Kembalinya Spinazzola di kiri. Di kanan ada pemain baru Zeki Celik. Ditambah komando Smalling, Mancini dan Rui Patricio di belakang. Itu semua memang belum lengkap, tapi setidaknya sudah cukup untuk mengarungi musim depan.

Roma dan Mourinho paling tidak harus mendatangkan para pemain baru lagi untuk bisa memperdalam skuad agar bisa bersaing. Roma dengan Mourinho Part 2 ini boleh saja bermimpi setinggi mungkin. Namun perlu dicatat, bahwa tidak hanya mereka saja yang berbenah. Tim lainnya seperti Inter, Milan, dan Juventus pun sama. Jadi realistis sajalah.

https://youtu.be/WxfI8HpGQtY

Sumber Referensi : theathletic, marca, marca, givemesport

Mempermasalahkan Tinggi Lisandro Martinez Adalah Omong Kosong!

0

Dalam seni berdebat ada istilah yang disebut ad hominem. Istilah ini gampangnya adalah kesesatan logika. Ketika seseorang sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk membalas argumen orang lain, orang itu akan melakukan ad hominem.

Biasanya karena tidak bisa membalasnya dengan pendapat yang argumentatif, lantas menyerangnya pada kesalahan tulis, kesalahan istilah, sampai pada pembunuhan karakter. Nah, yang dilakukan sebagian orang dan media pada bek anyar Manchester United, Lisandro Martinez demikian.

Karena barangkali tak punya bahan untuk mengkritik kehadiran Lisandro di MU, maka yang diserang adalah tinggi badannya. Beberapa media bahkan terang-terangan menyebut Lisandro Martinez akan menjadi bek terpendek di Liga Premier Inggris. Padahal apa masalahnya sih?

Kedatangan Lisandro Martinez ke MU

Manchester United melalui akun resminya mengumumkan bahwa bek Ajax Amsterdam, Lisandro Martinez telah sepakat untuk merapat ke Theater of Dream. Pakar transfer Fabrizio Romano menyebut, untuk mendatangkan sang bek, United mesti merogoh kocek tak kurang dari 57 juta euro (Rp873,2 miliar).

Lisandro Martinez oleh MU diikat kontrak berdurasi lima tahun. Itu membuat pemain berpaspor Argentina akan berseragam Manchester United sampai tahun 2027. Sebagai klub yang paling sering menjadi sorotan, kedatangan Lisandro Martinez pun tak bisa luput dari komentar orang-orang, khususnya barangkali pembenci Setan Merah garis keras.

Tinggi Lisandro yang “hanya” 175 sentimeter kemudian dipersoalkan. Pemain Argentina itu dianggap tak pantas berseragam Manchester United dan bermain di Premier League. Liga Inggris bukan tempat yang pas untuk Lisandro Martinez.

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand berkomentar mengenai hal itu. Lebih tepatnya, Ferdinand khawatir terhadap Lisandro. Tubuhnya yang mungil, oleh Ferdinand disebut akan memberikan ruang bagi striker-striker jangkung Liga Inggris. Apalagi Manchester City dan Liverpool sudah memiliki Erling Haaland dan Darwin Nunez yang sekitar 10 sentimeter lebih tinggi dari Lisandro.

“Anda harus siap secara fisik untuk melawan striker-striker besar ini,” kata Ferdinand melalui Kanal Youtube-nya.

Rio Ferdinand cemas, sebagai bek tengah Lisandro Martinez akan kewalahan menangani para striker jangkung tadi. Tak hanya Haaland dan Darwin Nunez, ia juga mencontohkan striker Newcastle United, Chris Wood pun memiliki postur yang besar.

Lisandro Martinez Tak Sesepele Itu

Dari segi postur, benar bahwa Lisandro Martinez lebih pendek dari bek-bek lain. Bek Tottenham Hotspur, Japhet Tanganga misalnya, ia memiliki tinggi 184 sentimeter. Everton juga memiliki Ben Godfrey, bek yang tingginya 184 sentimeter.

Di skuad Chelsea, ada nama Malang Sarr yang tingginya 182 sentimeter. Marc Guehi dari Crystal Palace tingginya 182 senti. Thiago Silva 181 senti dan Nathan Ake 180 sentimeter. Tanpa perlu memperpanjang daftarnya, dari contoh-contoh tadi memang sebagian bek di Premier League berpostur tinggi.

Hanya saja penilaian kualitas seorang bek hanya dari tinggi badannya saja itu ad hominem. Betul ada bek tinggi yang kokoh dalam duel udara, katakanlah seperti Virgil Van Dijk. Tapi kita juga tidak bisa menampik bahwa ada sosok Harry Maguire, bek tinggi yang hanya bisa haha-hihi.

Meski mungil, faktanya Lisandro Martinez tak sesepele itu. Benar bahwa tinggi Lisandro kalah dari Erling Haaland. Namun ia bermain 90 menit di dua laga saat Ajax menghadapi Dortmund di fase grup Liga Champions. Ajax bahkan memenangi dua laga itu dengan skor yang mencolok, 3-1 dan 4-0.

Lisandro Jago Duel Udara

Jika itu belum cukup, ada fakta yang sebenarnya biasa saja, tapi untuk membuktikan bahwa tinggi bek akan berpengaruh pada kualitasnya adalah omong kosong, maka tak masalah menyebut fakta ini.

Dilansir Sportbible, Lisandro yang memiliki tinggi 175 senti musim lalu sudah memenangi 79 duel. Jumlahnya empat lebih banyak dari Harry Maguire yang tingginya 194 sentimeter. Sampai di sini barangkali ada yang masih ngotot menghardik rekrutan anyar MU tersebut.

Lho, kan persaingan Eredivisie dan Premier League berbeda? Jadi wajar saja Lisandro kerap memenangi duel udara. Bukan begitu cara berpikirnya saudara-saudara. Untuk melihat kualitas seorang Lisandro, kita melihat intensitas umpan silang dalam dua liga tersebut.

Menurut FBref, musim 2021-22 rata-rata intensitas umpan silang di Eredivisie lebih tinggi daripada di Premier League. Di divisi teratas Belanda itu, rata-rata crossing mencapai 599 kali. Sementara di Premier League yang jumlah klubnya lebih banyak, rata-rata umpan silangnya hanya 444,5 kali.

Catatan lain menunjukkan bahwa Lisandro Martinez memang sangat piawai dalam mengawal pertahanan timnya. Pada musim 2021-22, di Ajax Lisandro sudah melakukan intersep sebanyak 49 kali. Ia juga memenangi 31 tekel. Itu artinya, Lisandro Martinez memiliki atribut lengkap sebagai seorang bek.

Lisandro: Saya Seperti Cannavaro!

Dengan desas-desus yang menyebut dirinya tak bakal mudah menjadi bek di Premier League, Lisandro Martinez justru menanggapinya dengan santai. Dalam sebuah wawancara yang dikutip Mirror, Lisandro Martinez dengan santai menjelaskan tentang bek yang bertubuh kecil.

Lisandro Martinez mencontohkan Fabio Cannavaro. Bek tangguh dari Italia yang pernah meraih gelar Ballon d’Or. Lisandro mengatakan ia sangat menyukai gaya bermain seorang Cannavaro. Baginya, Cannavaro nyaman ketika menguasai bola.

“Meski tingginya kurang, dia (Cannavaro) menantang setiap bola yang datang,” kata Lisandro Martinez.

Lisandro benar, tinggi Cannavaro memang hanya satu senti lebih tinggi darinya, yaitu 176 sentimeter saat masih bermain. Tak hanya itu, Lisandro juga bilang bahwa permainannya sama seperti Cannavaro.

Pria kelahiran Gualeguay itu juga mengkritik siapa pun yang mengkritiknya soal tinggi badan. Ia yang dibanding-bandingkan dengan bek jangkung Liga Inggris lainnya justru menyindir balik. Mengutip United In Focus, Lisandro Martinez justru tak ingin menjadi seperti Virgil Van Dijk, bek yang konon idola penggemar Premier League.

Menurut Lisandro, tinggi saja tidak cukup bagi seorang bek. Maka kualitas lain juga perlu diperhitungkan. Bagi Lisandro, jika bek tinggi sekadar tinggi tapi nihil kualitas, maka itu tidak ada artinya.

Ten Hag Inginkan Lisandro, Mau Gimana?

Ketika menghadiri suatu konferensi pers, manajer anyar Manchester United yang kini sudah membawa MU meraih gelar Bangkok Century Cup, Erik ten Hag bersikeras ingin mendatangkan Lisandro Martinez dari Ajax. Ten Hag tampaknya begitu terkagum-kagum terhadap Lisandro.

Dikutip SI, Ten Hag mengatakan Lisandro memiliki agresivitas yang baik dalam permainan. Lisandro, menurut Ten Hag, juga mengerti bagaimana menghentikan bola dengan cara yang tepat dan di waktu yang pas. Keterampilan Lisandro dalam mengontrol bola juga dipuji Ten Hag.

“Dia (Lisandro) seorang pejuang. Saya pikir penggemar bakal mengaguminya. Karena ia memiliki semangat berjuang,” kata Erik ten Hag.

Secara fisik, dalam hal ini tinggi, Lisandro Martinez kalah telak. Tapi omong kosong jika kita mempermasalahkan hal itu. Karena dalam sepakbola, kualitas dan visi bermain di atas karakter dan bentuk fisik. Ewako, Lisandro!

https://youtu.be/B6kgwUg2PRs

Sumber: FootballTransfers, DailyMail, GiveMeSport

Berita Bola Terbaru 19 Juli 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

PEMAIN LIVERPOOL BEN DAVIES GABUNG RANGERS

Dikutip dari Sky Sports, Bek Liverpool Ben Davies dilepas ke Rangers dengan harga sebesar 4 juta pounds. Rangers memiliki rincian pembayaran kepada Liverpool dengan biaya sebesar 3 juta pounds plus 1 juta pounds adds on yang berkaitan dengan performa individu dan juga tim. Davies sendiri memang tak terpakai di Liverpool. Karena setelah direkrut dari Preston musim kemarin ia langsung mengalami cedera dan tak bermain satu pun laga kompetitif bersama Liverpool. Tak hanya itu ia langsung dipinjamkan ke Sheffield United dan telah bermain 23 laga di sana.

KEBUT PEMULIHAN CEDERA, IBRA BERLATIH DI KOLAM RENANG

Zlatan Ibrahimovic membagikan video di Instagram Story sedang berlatih di kolam renang untuk pemulihan cedera lututnya. Dalam potongan video tersebut, bomber gaek itu terlihat berdiri di kolam renang dan mengangkat kakinya ke atas dan ke bawah di dalam air. Kakinya ditambah dengan pelampung untuk memperkuat lutut kanannya yang terluka. Ibrahimovic tampaknya  berusaha keras kembali ke lapangan secepat mungkin.

ATLETICO MADRID DIKAITKAN DENGAN SERGE AURIER

Atletico Madrid bisa membuat langkah berani untuk mengontrak mantan bek Villarreal Serge Aurier. Pelatih Los Rojiblancos, Diego Simeone saat ini sedang mencari pengganti jangka panjang untuk Kieran Trippier, menyusul kepindahannya ke Newcastle United pada Januari. Aurier sendiri telah menjadi pemain bebas transfer setelah dilepas oleh Tim Kapal Selam Kuning bulan lalu.

LEWANDOWSKI SUDAH KLOP SAMA XAVI SEJAK AWAL PDKT

Robert Lewandowski tak ragu menerima tawaran Barcelona karena Xavi Hernandez. Mereka punya misi membawa El Barca merajai Spanyol dan Eropa. Lewandowski merasa sudah klik dengan Xavi sejak pertama kali berdiskusi soal kepindahannya ke Catalan. “Dia (Xavi) bilang akan menunggu saya. Dia bilang kami bisa bekerja sama dengan baik dan meraih banyak hal. Dia punya rencana jelas membawa Barcelona bangkit lagi,” ujar Lewandowski dalam wawancara dengan BILD.

JULES KOUNDE TARGET BARCELONA SELANJUTNYA

Tak puas dengan Lewandowski, Barca mengincar pemain anyar lagi. Dikutip Marca, Senin (18/7), Blaugrana kini mengalihkan perhatian ke bek Sevilla, Jules Kounde. Hal itu karena, salah satu prioritas Xavi Hernandez musim depan adalah memperbaiki lini pertahanan. Klub Catalan itu diperkirakan akan membanderol Kounde sebesar 60 juta euro.

NOTTINGHAM FOREST BOYONG GELANDANG ASAL KOSTARIKA

Melansir BBC, Nottingham Forest berhasil mengamankan tanda tangan pemain baru lagi. Klub promosi Premier League itu telah menandatangani gelandang internasional Kosta Rika, Brandon Aguilera dengan kontrak empat tahun. Forest mengatakan pemain berusia 19 tahun, yang bergabung dari klub Kosta Rika, Alajuelense akan kembali ke tanah airnya untuk menyelesaikan pinjaman enam bulan dengan Guanacasteca sebelum bergabung dengan mereka.

CONTE BERENCANA JADIKAN LUCAS MOURA SEBAGAI BEK SAYAP DI SPURS

Antonio Conte ingin meningkatkan peran Lucas Moura di Tottenham Hotspur. Ia berencana menjadikan pemain asal Brasil itu sebagai seorang bek sayap. Conte selalu ‘memaksakan’ formasi 3-5-2 di setiap tim yang ia latih. Situasi demikian membuat sang arsitek tim sering mengubah seorang winger menjadi pemain yang wajib naik turun membantu pertahanan. Mengenai peluang berganti peran, itu juga bergantung pada komitmen sang pemain.

BENITEZ BERITAHU CHELSEA TENTANG KELEMAHAN KOULIBALY

Eks pelatih Chelsea, Rafael Benitez merupakan sosok yang pernah bekerja sama dengan Kalidou Koulibaly. Dia pun membocorkan kelemahan yang dimiliki bek anyar The Blues tersebut. Menurut Benitez, ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki Koulibaly. Salah satunya adalah konsentrasi di lapangan. Benitez juga khawatir Koulibaly akan kesulitan beradaptasi dengan gaya keras sepak bola Inggris. Selain itu, Koulibaly juga dinilai kurang dalam duel udara.

SHAW AKUI ERIK TEN HAG PELATIH YANG BANYAK MENUNTUT

Bek kiri Manchester United, Luke Shaw, terkesan dengan metode kepelatihan yang diterapkan bos barunya, Erik ten Hag. Shaw yakin pelatih tahu apa yang dibutuhkan tim. Ten Hag dinilai mempunyai gaya permainan sendiri yang diinginkan. Ia juga tahu bagaimana mengelola tim. Shaw mengklaim semua pemain benar-benar menerima dan menikmatinya. Bek senior Timnas Inggris itu menambahkan Ten Hag sangat aktif dan banyak sesi latihan yang diberikan.

MESSI DUA KALI LEBIH BAIK DARIPADA RONALDO

Lionel Messi dua kali lebih baik dibandingkan CR7. Penilaian itu hasil riset oleh Sci Sports berkolaborasi dengan Universidad Católica di Leuven, Belgia. Untuk riset ini, peneliti mengambil berbagai model aksi seperti shot, passes, dribble, dan tackle. Performa ini diamati dari penampilan mereka sepanjang 2013-2018. Hasilnya, Messi lebih tinggi dengan mencetak angka 1,21 sedangkan Ronaldo mencetak 0,61. Studi tersebut menyimpulkan bahwa Messi lebih banyak bermain dengan bola, menghasilkan lebih banyak peluang dan memiliki lebih banyak efek pada hasil laga daripada CR7.

MANCHESTER CITY DISEBUT TAK PERLU DATANGKAN NEYMAR

Mantan bek Manchester City, Nedum Onuoha menyebut The Citizens tidak perlu mengontrak bintang PSG, Neymar Jr pada jendela transfer musim panas ini. Tanpa mengurangi rasa hormat Onuoha mengakui kalau Neymar punya kemampuan yang hebat di lapangan. Akan tetapi, ini bukan saat yang tepat bagi Neymar untuk datang ke Etihad. Sebab, City sudah punya pemain handal di sektor sayap yakni Phil Foden dan Jack Grealish.

ARSENAL RILIS JERSEY AWAY MUSIM 2022/23

Arsenal merilis jersey tandang mereka untuk musim 2022/23, yang dirancang untuk menghormati ‘Little Islingtons’ mereka di seluruh dunia. Little Islington merupakan sebutan untuk pendukung The Gunners di luar Inggris. Jersey baru yang mencolok tersebut menggabungkan warna hitam dan emas untuk pertama kalinya dalam sejarah Arsenal, dengan grafis AFC dalam bentuk huruf yang biasa menghiasi jalan-jalan menuju ke Emirates Stadium pada hari pertandingan.

DEAL! ARSENAL SEGERA BOYONG ZINCHENKO DARI MAN CITY

Geliat transfer Arsenal di musim panas 2022 belum berakhir. Kali ini The Gunners bakal kedatangan Oleksandr Zinchenko yang dikabarkan telah sepakat untuk pindah ke Emirates Stadium. Arsenal kabarnya telah mencapai kesepakatan dengan Manchester City untuk mendatangkan Zinchenko senilai 30 juta euro (Rp 453 miliar). Kontrak berdurasi empat tahun bakal ditekan Zinchenko di Arsenal.

MARSEILLE UMUMKAN TRANSFER LUIS SUAREZ DARI KOLOMBIA

Setelah main di Spanyol, penyerang asal Kolombia Luis Suarez sepakat untuk bergabung dengan Olympique Marseille. Marseille mengumumkan lewat media sosialnya, Senin (18/7) bahwa kesepakatan telah tercapai antara Luis Suarez dengan klub asal Prancis tersebut. Dalam beberapa jam mendatang, Luis Suarez akan menjalani tes medis di Marseille.

SEBASTIAN HALLER DIVONIS KENA TUMOR TESTIS

Kabar kurang menyenangkan datang dari Borussia Dortmund. Di tengah persiapan jelang musim 2022/23, Dortmund harus menerima kabar sang penyerang Sebastien Haller didiagnosis terkena tumor testis. Dortmund akan memberi ruang bagi Haller untuk fokus pada penyembuhan tumor yang diderita. Selain itu, Dortmund juga berharap agar semua pihak menghormati Haller beserta keluarga terkait informasi yang bersifat privasi.

GARETH BALE JALANI DEBUT DI LAFC

Eks pemain Real Madrid, Gareth Bale, baru saja menjalani debutnya bersama Los Angeles Football Club (LAFC). LAFC berhasil memenangkan pertandingan atas Nashville Soccer Club dengan skor 2-1. Pemain Internasional Wales itu masuk selama 20 menit terakhir dan terkesan dengan sentuhan pertamanya untuk klub barunya. Selain Bale, legenda Italia, Giorgio Chiellini juga membuat debutnya untuk tim Steve Cherundolo. 

DIGOSIPKAN MERAPAT KE SPORTING LISBON, RONALDO: BERITA PALSU

Cristiano Ronaldo marah melihat berita palsu yang menyebut dirinya bakal kembali ke klub masa kecilnya, Sporting Lisbon. CR7 menegaskan bahwa pemberitaan yang mengatakan dirinya bakal comeback ke Sporting Lisbon merupakan berita palsu. Hal itu ditegaskan Ronaldo lewat sebuah komentar di akun Instagram Sport TV Portugal pada Senin (18/7).

TEN HAG BISA PASTIKAN CR7 BERTAHAN LAMA DI MU

Bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo dijamin akan bertahan lama dengan Setan Merah di tengah rumor CR7 mau hengkang. Hal itu disampaikan pelatih Setan Merah, Erik ten Hag yang menegaskan Ronaldo tak dijual dan akan perpanjang kontrak lama di MU. “Ronaldo bisa bertahan lebih dari musim ini? Ya,” tutur Ten Hag.

LEWANDOWSKI BERGABUNG DENGAN BARCELONA DI MIAMI

Striker haus gol asal Polandia, Robert Lewandowski bergabung dengan skuad Barcelona di Miami, Amerika Serikat menjelang tes medis dan tanda tangan kontrak. Sebagai informasi, Barcelona akan bermain melawan Inter Miami di Florida sebelum menghadapi Real Madrid di Las Vegas, Juventus di Dallas dan New York Red Bull di New Jersey.

AC MILAN RESMI PERPANJANG KONTRAK IBRAHIMOVIC

Striker veteran Zlatan Ibrahimovic rupanya enggan segera pensiun. Dia kini dikabarkan resmi bertahan di AC Milan. Lelaki asal Swedia telah meneken kontrak baru berdurasi satu musim, yang mengikatnya sampai Juni 2023. Ibrahimovic sendiri sejauh ini tercatat sudah bermain 158 kali untuk AC Milan dalam dua periode. Ia membukukan 92 gol dan 35 assist.

DYBALA SEPAKAT PINDAH KE AS ROMA

Simpang siur kabar masa depan Paulo Dybala mulai terang. Santer beredar kabar dia sudah mencapai kesepakatan dengan AS Roma. Laporan Fabrizio Romano, Dybala akan dikontrak Roma hingga tiga tahun ke depan. Artinya dia bakalan bermain di Olimpico sampai 2025 mendatang. Dalam hal ini Dybala bergabung dengan status bebas transfer alias gratis.

WEST HAM LANJUTKAN PEMBICARAAN DENGAN CHELSEA SOAL ARMANDO BROJA

West Ham United dikabarkan tengah berada dalam fase pembicaraan lanjutan dengan Chelsea soal kemungkinan mendaratkan Armando Broja pada bursa transfer musim panas ini. Dikutip Sky Sports, Senin, West Ham dilaporkan akan menawarkan kesepakatan dengan total sebesar 30 juta pounds atau sekitar Rp 537 miliar kepada Chelsea untuk sang penyerang. 

INTER DAN JUVENTUS PERANG PENAWARAN UNTUK DAPATKAN BREMER

Dua klub Serie A Italia, Inter Milan dan Juventus kini tengah bersaing untuk mendapatkan tanda tangan Gleison Bremer. Kedua klub sekarang sedang perang penawaran demi mengamankan jasa pemain Torino tersebut. Inter Milan yang tak kunjung memberikan kepastian soal nilai transfer sang pemain, berpotensi disalip Juventus. Juventus kini sedang diunggulkan karena mereka baru saja memiliki dana melimpah hasil penjualan Matthijs De Ligt ke Bayern Munchen. 

TIEMOUE BAKAYOKO DIGELEDAH POLISI BERSENJATA DI MILAN

Tiemoue Bakayoko hampir menjadi korban salah tangkap polisi Milan. Tampak dalam video yang diunggah jurnalis Italia, Tancredi Palmeri, Bakayoko sedang digeledah oleh polisi di dalam mobilnya. Kemudian ada percakapan di mana seorang petugas memberi tahu rekannya bahwa Bakayoko adalah seorang pemain sepakbola dan lalu menyadari bahwa mereka telah salah menangkap orang. Dari laporan Football Italia, penggeledahan itu dilakukan dengan latar belakang kasus penembakan di Milan beberapa waktu sebelumnya.

ATLETICO MADRID NEKAT MAU BOYONG RONALDO

Gonjang-ganjing soal transfer Cristiano Ronaldo di musim panas 2022 ini berlanjut. BBC menyebut, eks pemain Real Madrid ini akan segera kembali ke Kota Madrid, dengan membela Atletico Madrid. Klub asuhan Diego Simeone itu dikabarkan tertarik merekrut Ronaldo. Namun Atletico Madrid masih pikir-pikir bila harus memberikan tebusan 40 juta euro, belum lagi gaji Ronaldo yang tinggi.

Menanti Ledakan Sterling di Lini Depan Chelsea

0

Chelsea jadi klub Liga Inggris ketiga yang pernah dibela oleh Raheem Sterling. Sebelum menandatangani kontrak dengan Chelsea, Sterling sudah pernah membela tim The Big Six lainnya yaitu Liverpool dan berhasil mendominasi sepakbola Inggris bersama Manchester City.

Meski sempat menjadi pemain andalan Pep Guardiola, namun peran Raheem Sterling sedikit berkurang setelah datangnya Jack Grealish dari Aston Villa. Kini, klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu justru kembali mendatangkan dua penyerang baru yaitu Julian Alvarez dan Erling Haaland, yang mana membuat posisi Sterling di skuad utama City kian tak menentu.

Chelsea pun datang untuk menyelamatkan karir Raheem Sterling. Setelah melepaskan si ular kadut, Romelu Lukaku ke Inter Milan, Chelsea sebetulnya masih memiliki stok yang cukup di sektor penyerang. Maka dari itu muncul pertanyaan mengapa Chelsea mendatangkan Sterling, apa istimewanya pemain 27 tahun tersebut?

Mengapa Chelsea Membeli Raheem Sterling?

Pertanyaan pertama yang muncul setelah melihat potret Sterling terpampang di akun media sosial Chelsea adalah, mengapa The Blues membeli pemain itu? Ya, mungkin hampir semua fans Chelsea akan mempertanyakan hal yang sama, lantaran mereka berfikir, klubnya lebih membutuhkan seorang pemain bertahan, ketimbang pemain yang bernaluri menyerang macam Sterling.

Namun, dilansir SI, meski Chelsea lebih membutuhkan pemain bertahan ketimbang pemain menyerang, Thomas Tuchel justru mengklaim bahwa penandatanganan Raheem Sterling musim panas ini adalah prioritas nomor satu bagi klub. 

Chelsea menebus pemain berkebangsaan Inggris itu dari Manchester City dengan bermodalkan 56 juta euro atau sekitar Rp850 miliar, dan Tuchel ingin memainkan Sterling di posisi sayap kiri. Sang juru taktik menegaskan bakal menjadikan Sterling sebagai titik fokus serangannya musim depan, karena Tuchel ingin melakukan beberapa peremajaan taktik musim depan.

Sederhananya, Chelsea membutuhkan gol dari Sterling. Meskipun ia bukan bomber tajam macam Jamie Vardy atau Harry Kane, nyatanya Sterling mampu memberikan performa yang konsisten dalam urusan mencetak gol bersama Manchester City. Selama bermain di bawah asuhan Pep Guardiola, pemain berusia 27 tahun itu selalu berhasil mencapai dua digit gol selama 7 musim berseragam biru langit.

Apa yang Bisa Diberikan Sterling?

Permasalahan utama Chelsea adalah soal mencetak gol. Sejak kepergian Eden Hazard, Chelsea memang tak pernah lagi memiliki penyerang yang piawai mencetak gol. Dari nama-nama Timo Werner, Christian Pulisic hingga Romelu Lukaku. Semuanya gagal menyamai catatan Hazard bersama Chelsea. Praktis hanya Mason Mount yang mampu mencetak dua digit gol dengan catatan 11 golnya musim lalu. 

Sterling hadir menawarkan jawaban atas permasalahan itu. Statistik golnya sangat mengesankan. Selama di City, Sterling telah mengemas 131 gol dalam 337 pertandingan bersama The Citizen. Performa terbaiknya hadir di musim 2019/2020 di mana ia mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Sterling memiliki naluri gol yang tinggi. 

Mungkin beberapa orang tetap meragukan kemampuan Sterling karena mereka berpikir bahwa ia bermain bagus, ya karena satu tim dengan Kevin De Bruyne, Riyad Mahrez atau Bernardo Silva dan gol-golnya pun hanya tap in yang mana itu mudah untuk dilakukan.

Namun, jangan salah. Mengeksekusi gol tap in memanglah mudah, namun untuk menemukan momentum yang tepat guna menciptakan situasi gol tap in bukanlah perkara mudah. Pergerakan tanpa bola dan insting untuk membaca arah datangnya bola jadi atribut unggulan yang ditawarkan Sterling.

Selain gol, Sterling juga mampu menawarkan skill olah bola yang ciamik di area sepertiga lawan. Mengandalkan kecepatan dan tusukan-tusukan tajam, pergerakan Sterling sangat merepotkan pertahanan lawan. Kecepatan yang dimiliki Sterling akan sangat berguna untuk membongkar pertahanan tim yang menerapkan skema bertahan cukup dalam.

Dengan adanya Raheem Sterling di skuad Thomas Tuchel musim depan, itu akan membuat seorang Kai Havertz jadi lebih fokus untuk mencetak gol daripada memainkan peran ganda sebagai penyerang yang menciptakan peluang untuk rekan satu tim dan sekaligus menjadi pencetak gol utama The Blues.

Potensi Peran yang Diambil Sterling di Chelsea

Kedatangan Sterling membuat Tuchel bisa mengeksplor skema permainan Chelsea. Dilansir Football London, Tuchel dikabarkan tak akan banyak menggunakan skema 3-4-3 lagi, melainkan ia akan mencoba formasi 4-3-3 atau 4-2-2-2 dan bermain dari bawah. Jadi, pemain macam Sterling ini adalah pemain yang cocok untuk skema sepakbola menyerang yang diusung Tuchel musim depan. 

Hal itu didukung dengan Sterling yang mampu bermain dalam berbagai peran dan posisi. Ia mampu tampil di posisi second striker, sayap kiri, sayap kanan, bahkan ia mampu bermain sebagai false nine dengan cukup baik. Fleksibilitas seperti ini merupakan bukti bahwa Sterling adalah pemain yang kaya akan kemampuan teknis. 

Yang jadi pertanyaan adalah mau taruh di mana Sterling? Pasalnya Chelsea masih memiliki cukup opsi di lini serang. Di skuad Thomas Tuchel musim depan, masih ada nama-nama Timo Werner, Kai Havertz, Christian Pulisic, Callum Hudson-Odoi, hingga Mason Mount. 

Sepanjang musim 2021/2022, skuad asuhan Thomas Tuchel belum menemukan kombinasi sempurna untuk trio lini depan, dan Sterling dipercaya bisa mengupgrade kualitas lini serang Chelsea yang kurang maksimal musim lalu. 

Jika Tuchel memakai tiga penyerang, Sterling bisa ditempatkan sebagai sayap kiri atau kanan ditemani Havertz sebagai penyerang tengah dan Mount sebagai sayap di sisi yang lain. Mereka bisa memainkan umpan-umpan pendek cepat dan Sterling melakukan larian menusuk untuk membongkar pertahanan lawan.

Jika itu dirasa kurang efektif, Sterling bisa memainkan peran false nine dan bertukar posisi dengan Havertz. Berbekal kepiawaian mencari ruang kosong, Sterling mampu memberikan opsi umpan yang menjanjikan di dalam kotak penalti, ini juga jadi alasan mengapa Sterling kerap mencetak gol tap in

Pembelian Tepat?

Secara taktikal, Raheem Sterling adalah pembelian cerdas yang dilakukan Chelsea. Sterling bisa menjadi jawaban atas tumpulnya lini serang Chelsea dalam beberapa tahun terakhir. PR nya tinggal bagaimana kualitas umpan dan kemampuan pemain Chelsea lain dalam menemukan Sterling di ruang kosong.

Selain ketidakpuasan Tuchel akan stok penyerangnya, Sterling juga akan memudahkan Tuchel untuk melakukan eksperimen baru dengan pola serangan yang diperkirakan akan lebih variatif musim depan. Tuchel akan memperbanyak memainkan serangan melalui bola bawah, dan skema seperti itu adalah makanan sehari-hari Raheem Sterling sewaktu bermain di Manchester City.

Adanya Raheem Sterling di skuad The Blues tak hanya meningkatkan kualitas lini serang Chelsea. Tapi pengalaman dan kedewasaannya juga akan memberikan para penyerang-penyerang muda Chelsea, sosok yang lebih dewasa untuk dijadikan panutan.

https://youtu.be/oU6S8tb-S2w

Sumber: Fottheball, Footballfaithfull, Coachesvoice, Ruang Taktik, Football London, SI

Kesepakatan Jersey Paling Menguntungkan di Sepakbola Eropa

0

Tidak hanya sebagai penanda tim, jersey atau seragam juga menjadi barang jualan klub sepakbola. Bukan hanya dalam bentuk fisiknya yang dijual. Melainkan ruang yang ada di jersey itu juga ada nilai jualnya. Maka dari itu, kita sering melihat jersey sepakbola di bagian depan, lengan, atau belakang pasti ada sponsornya.

Selain sponsor yang terpampang, kesepakatan jersey ini juga berkaitan dengan apparel atau perusahaan yang memproduksi jersey. Tak jarang kesepakatan-kesepakatan itu berbuah keuntungan yang sangat besar bagi klub. Nah berikut kesepakatan jersey paling menguntungkan di sepakbola Eropa.

Arsenal (Emirates dan Adidas)

Kesepakatan Arsenal dengan Puma berakhir tahun 2019 lalu. The Gunners kini beralih ke apparel paling terkemuka di Jerman, Adidas. Kesepakatan antara Arsenal dan Adidas terjalin dengan nilai kesepakatan 391 juta dolar atau sekitar Rp5,8 triliun.

Meski Arsenal sudah meninggalkan kerja sama dengan Puma, tapi untuk kerja sama dengan Emirates Airlines, maskapai penerbangan dari Uni Emirat Arab justru diperpanjang. Belum lama ini Arsenal memperpanjang kontraknya lima tahun dengan Emirates.

Jadi The Gunners akan mendapat uang dari Emirates sebesar 280 juta dolar (Rp4,1 triliun) dalam lima tahun. Angka itu meningkat karena sebelumnya, pendapatan Arsenal dari sponsor hanya di angka 86 juta dolar (Rp1,2 triliun).

Bayern Munchen (Deutsche Telekom dan Adidas)

Raksasa Bundesliga, Bayern Munchen juga tak mau kalah dari Arsenal. Sudah sejak 2015, Die Roten menjalin kesepakatan dengan perusahaan olahraga lokal, Adidas Sportswear.

Yang fantastis, kesepakatan antara Bayern Munchen dan Adidas bisa mencapai 1,07 miliar dolar atau sekitar Rp16 triliun lebih. Selain mensponsori klub, Adidas juga memegang saham Bayern Munchen sebanyak 8,33 persen.

Pada musim 2020-21, Bayern Munchen mendapat gelontoran duit dari kesepakatan itu mencapai 125 juta dolar (Rp1,8 triliun). Tidak hanya dengan Adidas, Bayern Munchen juga menjalin kesepakatan jersey dengan perusahaan telekomunikasi asal Jerman, Deutsche Telekom. Perusahaan itu akan membayar 47 juta dolar (Rp704,3 miliar) per musim kepada Bayern Munchen.

Juventus (Jeep dan Adidas)

Dalam catatan sejarah sepakbola Italia, Juventus menjadi salah satu merek yang paling sukses. La Vecchia Signora sejak 1981 telah bergonta-ganti sponsor. Juve pernah disponsori produsen pemanas dan pendingin udara, Ariston.

Lalu, merangkak pada tahun 2000 hingga 2003, perusahaan sekelas Lotto mulai mensponsori Juve. Lalu pada era modern di tahun 2003 hingga 2015, Juve pernah mendapat kesepakatan sponsor dari Nike.

Namun, sekarang Juventus sudah meneken kesepakatan dengan perusahaan mobil, Jeep dan apparel Adidas. Keuntungan Bianconeri dari kesepakatan keduanya ditaksir sekitar 121 juta dolar (Rp1,8 triliun) per musim. Dan itu akan berlangsung hingga 2024 mendatang.

Barcelona (Spotify dan Nike)

Bagi perusahaan-perusahaan kenamaan, merek Barcelona barangkali cukup menggiurkan di dunia sepakbola. Maka bukan sebuah kemustahilan jika akhirnya perusahaan platform musik, Spotify sampai mau menjadi sponsor mereka.

Selain nama stadion, kesepakatan dengan Spotify juga berkaitan dengan jersey. Spotify dan Barcelona menjalin kemitraan di jersey senilai 57,5 juta euro (Rp873 miliar) per musim. Nilai kesepakatan Spotify jauh lebih banyak dari sponsor lama Barcelona, UNICEF yang dulu hanya 1,5 juta dolar (Rp23 miliar) per musim.

Namun, jika dibandingkan dengan kesepakatan yang Barca jalin dengan perusahaan asal Jepang, Rakuten berbeda. Karena ketika mensponsori Barcelona, perusahaan perdagangan elektronik itu sanggup membayar 65 juta dolar (Rp975 miliar) per tahun.

Barcelona juga menjalin kesepakatan dengan Nike hingga 2028. Dilansir Marca, merek olahraga itu saat ini membayar Barcelona sebesar 105 juta euro per musim atau setara dengan Rp1,5 triliun lebih.

PSG (Accor Live Limitless dan Air Jordan)

Secara keseluruhan, dalam setiap musimnya Paris Saint-Germain menghasilkan 148 juta dolar (Rp2,2 triliun) dari hasil sponsorship. PSG sendiri punya rekam jejak dalam bekerja sama dengan sponsor dan apparel. Banyak sponsor masuk ke PSG, termasuk Nike.

Pada musim 2021-22, setelah tidak lagi memakai Nike, PSG berganti apparel ke Air Jordan, sebuah perusahaan olahraga yang didirikan pebasket legendaris, Michael Jordan.

Air Jordan dan PSG menjalin kesepakatan senilai 80 juta dolar (Rp1,2 triliun) per musim. Selain itu, PSG juga menjalin kerja sama dengan perusahaan hotel asal Prancis, Accor Live Limitless senilai 79 juta dolar (Rp1,1 triliun) per tahun.

Chelsea (Three dan Nike)

The Blues menjalin kerja sama dengan perusahaan jaringan telekomunikasi, Three. Perusahaan tersebut menandatangani kontrak pada tahun 2020. Dikabarkan surat kabar Britania Raya, Mirror, kesepakatan keduanya senilai 40 juta poundsterling (Rp716 miliar).

Sementara itu, Nike yang sudah memproduksi jersey Chelsea sejak 2017 menjadi apparel Chelsea selama 15 tahun, setelah sebelumnya bekerja sama dengan Adidas. Untuk itu, Nike akan membayar 71 juta dolar (Rp1 triliun) per musim pada The Blues.

Manchester United (Team Viewer dan Adidas)

Manchester United menjadi salah satu klub yang hebat dalam menjual brand-nya. Banyak sponsor berdatangan ke Old Trafford. Sebelum yang kita lihat sekarang, Adidas dan perusahaan otomotof Amerika Serikat, Chevrolet sudah mensponsori Setan Merah pada 2014.

Tak main-main, Manchester United bisa mengumpulkan uang sponsor dari keduanya ditaksir sekitar 187 juta dolar (2,8 triliun) per musim. Sebuah nilai kesepakatan sponsor jersey yang fantastis. Sampai akhirnya Chevrolet tak lagi mensponsori Manchester United.

Musim 2021-22, MU giliran disponsori perusahaan perangkat lunak Team Viewer. Sementara Adidas masih tetap menjadi apparel Manchester United. Setan Merah mendapat keuntungan dari Team Viewer sebesar 60 juta dolar (Rp897,8 miliar) per musim.

Real Madrid (Emirates dan Adidas)

Perusahaan maskapai penerbangan yang sangat masyhur dari Dubai, Emirates juga mensponsori raksasa sepakbola Eropa, Real Madrid. Perusahaan maskapai itu akan membayar 84,1 juta dolar (Rp1,2 triliun) per tahun untuk kemitraan dengan jawara La Liga tersebut.

Real Madrid juga banyak memiliki sponsor, termasuk yang datang dari apparel. Tapi satu yang paling dahsyat adalah kerja samanya dengan perusahaan Adidas. Apparel asal Jerman itu akan membayar 36 juta dolar (Rp539 miliar) per tahun sebagai sponsor kit.

Namun, pada tahun 2022 para sponsor Real Madrid, termasuk Adidas memperbaharui kontraknya. Khusus untuk apparel sendiri, Adidas akan menaikkannya menjadi 120 juta euro per musim (Rp1,8 triliun) per musim. Itu belum dengan keuntungan penjualan kaos, yang kalau dirata-rata senilai 52 juta euro per tahun (Rp789 miliar).

Jika ditotal dengan sponsor lainnya, kabarnya Los Merengues mulai tahun 2022 akan meraup keuntungan sebesar 3,4 miliar dolar (Rp50 triliun). Hal itu membuat Real Madrid jadi satu yang berharga di antara banyak klub Eropa.

Manchester City (Etihad dan Puma)

Manchester City terkenal sebagai salah satu klub yang kaya. Sebagian besar duitnya berasal dari negara Timur Tengah. The Citizens menjalin kesepakatan dengan perusahaan penerbangan asal Abu Dhabi, Etihad Airways.

Perusahaan tersebut juga mengambil alih nama stadion. Nah, selain itu, Etihad juga mensponsori jersey Manchester City. Nilai kesepakatannya bahkan mencapai 55 juta euro (Rp836 miliar). Soal apparel, Manchester City tercatat menjalin kerja sama dengan raksasa olahraga asal Jerman, Puma. Manchester City dan Puma menjalin kontrak kit sejak 2019.

Kontraknya akan berlangsung sampai 2029 mendatang, dan Manchester City, menurut laporan Forbes akan memperoleh 650 juta poundsterling atau sekitar Rp11,6 triliun atas kesepakatan tersebut. Kesepakatan yang sangat fantastis untuk sekadar apparel jersey.

https://youtu.be/1HJgNGopH1E

Sumber: Sportsbrowser, 90Min, AllFootballApp, SI, FootyHeadlines, FH

Nasib Cristiano Ronaldo, Sudah Diobral Tetap Tak Laku

Bimbang antara mau bertahan atau tetap tinggal. Pertanyaan yang menjadi dilema bagi diri CR7 sekarang ini. Sudah diobral ke sana ke mari oleh agennya, tapi belum laku juga. Lho kok bisa? Isu Ronaldo mau cabut dari Old Trafford memang menjadi bumbu sedap transfer musim panas kali ini.

Teka-teki ke mana mega bintang ini melanjutkan karirnya pun belum terjawab. Tawaran sih banyak, namun belum satu pun yang nyantol. Apa sih yang menyebabkannya?

Dari Segi Usia

Ya, yang pasti usia menjadi momok bagi setiap tim untuk merekrut pemain. Seperti diketahui sekarang tren di sepakbola masih didominasi dengan transfer pemain muda yang potensial. Artinya klub-klub sekarang tentu memikirkan prospek jangka panjang mereka dalam memilih pemain.

Sebenarnya untuk kasus Ronaldo ini memang terdapat pengecualian. Sudah berusia 37 tahun, akan tetapi kondisi fisiknya masih terjaga. Sebagai salah satu “GOAT” seperti Messi, performa Ronaldo di usia segitu sebenarnya masih layak untuk berpengaruh dalam klub yang dibelanya. Contoh saja MU musim lalu. Bagaimana jika MU tidak ada Ronaldo?

Meskipun begitu, tetap saja kini keadaannya beberapa klub yang dikaitkan dengannya masih berpikir dua kali untuk merekrutnya. Postur fisik yang masih terjaga serta naluri gol yang masih buas, membuat Ronaldo sebenarnya masih akan cocok berkontribusi di klub mana pun.

Gaya bermain

Tapi masalahnya, terkadang terletak pada gaya permainannya. Usia memang tak bisa bohong. Untuk bermain 90 menit tiap pekannya memang Ronaldo masih bisa. Akan tetapi, jangan harap Ronaldo akan terus berlari atau menjemput bola ke bawah layaknya pemain umur 20-an.

Nah, model bermain seperti itulah yang harus ditanggung klub yang ingin memakai jasanya musim depan. Ronaldo sekarang hanyalah seorang target man yang lebih sering berada di kotak penalti lawan. Tak khayal gaya bermain seperti itu di era sekarang jarang diminati oleh klub-klub yang punya pelatih dengan taktik modern football seperti sekarang ini.

Contohnya saja Tuchel di Chelsea maupun Nagelsmann di Munchen. Sudah pasti gaya permainan dua pelatih itu tidak butuh pemain yang hanya berdiam diri di kotak penalti lawan. Gaya bermain yang fleksibel dan rajin pressing-lah yang diperlukan. Pemain yang ogah-ogahan berlari dan malas pressing cenderung tidak diminati pelatih-pelatih generasi sekarang.

Di era sepakbola sekarang pun pemain yang cenderung “egois” biasanya akan merusak ritme tim. Klub dan pelatih di era sepakbola modern sekarang ini banyak suka gaya permainan yang tak bergantung pada satu sosok alias lebih mengedepankan kerja tim. Nah, hal inilah yang tentu menjadi batu sandungan bagi Ronaldo. Ketika pemain dengan gaya bermain dan sikapnya di lapangan seperti Ronaldo agaknya sekarang sudah jarang diminati.

Masih dalam konteks gaya bermain. Gaya bermain Ronaldo yang terlalu menjadi “centre of point” bagi tim juga jarang disukai. Sikap Ronaldo yang cenderung dituakan, dihargai dan mempunyai pengaruh keseganan bagi rekan-rekannya di klub sering kali mengganggu sistem kerja permainan. Wajar sih kalau superstar mintanya terus dihargai. Tapi, kalau apa-apa semua bola harus melalui Ronaldo, dan ia juga mintanya terus menjadi starter, itu hanya akan menghambat keharmonisan tim.

Gaji

Tapi yang terpenting dari segala perkara kenapa Ronaldo banyak ditolak klub adalah masalah gaji. Ya, gaji adalah faktor utama yang menghambat Ronaldo mendapatkan klub baru. Gaji CR7 di MU sekarang ini mencapai 500 juta pounds (Rp 8,9 triliun) per tahun. Artinya CR7 masih menjadi pemilik gaji termahal di Liga Inggris sekarang ini di atas pemain macam De Bruyne maupun Mo Salah.

Nah, gaji sebesar itu untuk pemain setua itu mungkin dianggap banyak klub terlalu mahal. Bisa-bisa keuangan klub yang bersangkutan susah bernafas kalau mendatangkan CR7. Bagaimana tak megap-megap, sekarang banyak klub yang sedang berlomba-lomba merestrukturisasi gaji supaya tak kena FFP (Financial Fair Play). Dan sudah barang tentu banyak klub besar Eropa yang masih dalam pemulihan keuangan akibat krisis pandemi yang melanda.

Harga beli Ronaldo sih memang terjangkau, Jorge Mendes kabarnya membandrol kliennya hanya di sekitar nominal 15 juta pounds (Rp 270 miliar). Namun masalahnya soal gaji, negosiasinya mungkin akan alot ketika Ronaldo masih meminta gaji tinggi.

Klub Yang Menolaknya Ronaldo

Dan terbukti, beberapa safari Mendes ke beberapa klub mengalami penolakan. Yang pertama, di mana Mendes bertemu pemilik baru Chelsea, Todd Boehly membicarakan kans Ronaldo untuk gabung. Apa yang terjadi setelahnya? Karena Todd Boehly ambisi ingin tampil di percaturan pemilik Inggris, dirinya sih mau-mau saja jika Ronaldo datang.

Akan tetapi beda dengan Tuchel, bagaimanapun Tuchel lah pelatihnya bukan Boehly. Tuchel mengatakan pada Boehly bahwa Chelsea tidak membutuhkan jasanya dalam tim.

Sikap jelas Tuchel itu pun konon kabarnya sama dengan sikap Nagelsmann. Pelatih muda Munchen itu beranggapan bahwa Ronaldo juga tidak masuk dalam rencana timnya musim depan. Kabar santernya Munchen akan mendatangkan Ronaldo karena ditinggal pergi Lewandowski.

Tapi kemudian, Munchen malah menjawabnya dengan memperpanjang kontrak Serge Gnabry yang digadang-gadang akan menjadi suksesor Lewy bersama Mane di Munchen.

Penolakan lainnya datang dari PSG. Klub sultan yang satu ini diharapkan mampu membayar gajinya. Namun kini, PSG sedang berubah secara kebijakan. Bahkan nama-nama bintang seperti Neymar pun kabarnya juga akan diobral. Dan sudah pasti PSG tak butuh jasa Ronaldo.

Kasus penolakan lain terjadi ketika ada tawaran untuk Ronaldo dari klub asal Saudi Arabia yang tak disebutkan namanya. Klub itu disebutkan telah mengajukan tawaran gaji sebesar 275 juta pounds (Rp 5 triliun) per tahun. Akan tetapi hal itu malah ditolak mentah-mentah oleh Ronaldo. Gimana sih Ronaldo ini? Sudah ditolak klub, eh sekarang malah menolak klub.

Ada juga isunya Ronaldo dikaitkan dengan kembalinya ke Kota Madrid. Tapi bukan Real Madrid melainkan Atletico Madrid. Namun kesulitan finansial, maupun salary cap pasti akan jadi penghalang CR7 ke Atletico.

Kini kita tak melihat Ronaldo ikut tur Manchester United. Posisinya sekarang Ronaldo berada di Kota Lisbon. Ketika terlihat ia berada di Lisbon, langsung dikaitkan kalau ia akan kembali ke klub asalnya dulu, Sporting CP. Tapi hal itu juga dibantah pihak Ronaldo bahwa itu sebagai berita palsu.

Jadi, bagaimana sekarang? Sudahlah Ronaldo, kalau tidak ada cocok alangkah baiknya untuk stay di Old Trafford. Sambil membuktikan bahwa sikap ksatria, kesetiaan, dan nilai balas budi ada dalam dirimu.

https://youtu.be/A1s90SEMK1A

Sumber Referensi : si.com, sportskeeda, sportsbrief

Fabio Capello dan 11 Pemain Terbaik Pilihannya

Italia adalah salah satu produsen pelatih handal di dunia sepak bola. Tengok saja Claudio Ranieri, Antonio Conte, Roberto Mancini atau Carlo Ancelotti. Para allenatore lulusan Coverciano itu sudah membuktikan kualitasnya lewat banyaknya trofi juara yang berhasil mereka menangkan.

Namun, rasanya sungguh tak adil bila tak menyebut nama Fabio Capello dalam jajaran pelatih terbaik dari Negeri Pizza. Memang, di era sekarang nama Fabio Capello jelas kalah tenar. Namun, pria yang kini berusia 76 tahun itu adalah salah salah satu manajer top yang paling disegani di dunia sepak bola, khususnya di tahun 90-an dan awal 2000-an.

Meski tak terlalu sukses dengan timnas Inggris dan Rusia, tetapi Fabio Capello punya rekam jejak mentereng ketika menukangi tim-tim besar Eropa semacam AC Milan, AS Roma, Juventus, hingga Real Madrid.

Faktanya, selama hampir 16 tahun kariernya sebagai pelatih, Capello secara teori sudah memenangkan 15 trofi bergengsi, termasuk di antaranya 2 trofi scudetto bersama Juventus yang kemudian dicabut karena skandal calciopoli.

Dengan rekam jejak seperti itu, tentu sudah banyak pemain hebat dunia yang pernah merasakan tangan dingin Fabio Capello. Namun, siapa saja para pemain terbaik dunia yang pernah dilatih Capello?

Kebetulan, dalam sebuah video bersama channel Laureus pada tahun 2017 silam, Fabio Capello mengungkap 11 pemain terbaik pilihannya. Lalu, bagaimana susunan starting eleven terbaik pilihan Fabio Capello? Siapa saja mantan anak asuhnya yang masuk dalam starting eleven pilihannya? Berikut daftarnya!

 

Kiper: Gianluigi Buffon

Kita mulai dari kiper. Pilihan Capello jatuh kepada mantan kiper timnas Italia, Gianluigi Buffon. Capello pernah melatih Buffon semasa menjadi allenatore Juventus. Menurutnya, Buffon yang pernah merasakan jadi juara Piala Dunia merupakan kiper terbaik dalam 15 tahun terakhir.

 

Bek Kiri: Robero Carlos

Berikutnya posisi bek kiri. Pilihan Capello jatuh kepada mantan anak asuhnya di Real Madrid, Roberto Carlos. Capello memang punya hubungan khusus dengan bek kiri asal Brasil itu.

Faktanya, sosok yang membawa Roberto Carlos ke Santiago Bernabeu adalah Fabio Capello. Bahkan, Capello tak butuh waktu lama untuk meyakinkan petinggi Madrid untuk segera mengangkutnya dari Inter Milan.

“Saya membelinya untuk Real Madrid. Kami menandatangani Roberto Carlos dalam 12 jam. Ini rekor menurut saya”, ujar Capello dikutip dari The Statesman.

Kita perlu berterima kasih kepada Capello. Pasalnya, dialah yang mengubah posisi Roberto Carlos dari seorang winger kiri menjadi bek kiri atau bek sayap. Bersama Capello, 2 trofi La Liga pernah Roberto Carlos cicipi.

 

Bek Tengah: Franco Baresi dan Paolo Maldini

Beralih ke posisi sentral di lini belakang, yakni bek tengah. Pilihan Capello untuk mengisi posisi ini jatuh kepada dua mantan kapten AC Milan, Franco Baresi dan Paolo Maldini. Soal kualitas, kita tak perlu mempertanyakannya lagi. Sebab, sudah banyak pengamat dan legenda sepak bola dunia yang mengakui duo tersebut sebagai bek terbaik dalam sejarah sepak bola.

Salah satu periode terbaik keduanya bersama Capello terjadi di tahun 1991 hingga 1993. Baresi dan Maldini adalah dua sosok vital dalam skuad “Gli invincibili” AC Milan yang tak terkalahkan selama 58 pertandingan liga dari 19 Mei 1991 hingga 21 Maret 1993.

Berkat Franco Baresi dan Paolo Maldini, AC Milan juga hanya kebobolan 15 gol dalam 34 pertandingan saat mereka memenangkan Serie A pada musim 1993/94. Di musim tersebut, Milan dan Capello juga memenangkan Liga Champions dan berkat duo Baresi dan Maldini, mereka hanya kebobolan 2 gol sepanjang turnamen.

 

Bek Kanan: Cafu

Untuk melengkapi kuartet di lini pertahanan, Fabio Capello menjatuhkan pilihannya kepada mantan kapten timnas Brasil, Cafu sebagai bek kanan. Capello bekerja sama dengan Cafu semasa menjadi allenatore AS Roma di musim 1999 hingga 2004.

Di bawah asuhan Capello, Cafu dipasang sebagai wingbacks kanan dalam formasi 3-4-1-2. Saat itu, keduanya sukses mempersembahkan scudetto ketiga untuk AS Roma di musim 2000/2001.

“Dia bagus sebagai bek, fantastis saat menyerang. Juara dunia seperti Buffon, saya suka profesional”, ujar Capello dikutip dari The Statesman.

 

Gelandang Tengah: Fernando Redondo dan Frank Rijkaard

Beralih ke lini tengah. Dua gelandang yang dipilih Fabio Capello untuk mengisi lini tengah dalam formasi 4-2-3-1 pilihannya adalah Fernando Redondo dan Frank Rijkaard. Rijkaard yang merupakan mantan anak asuhnya di AC Milan merupakan seorang gelandang tengah yang mampu bermain sebagai deep-lying playmaker.

Sementara itu, Fernando Redondo bakal mengisi posisi holding midfielder. Capello pernah bekerja sama dengan Redondo semasa melatih Real Madrid di musim 1996/1997.

Dijuluki “El Principe”, Redondo adalah salah satu gelandang terbaik di masanya dan sosok yang merevolusi seorang gelandang bertahan. Selain jadi perusak irama serangan lawan, Redondo juga punya kemampuan sebagai playmaker meski dirinya beroperasi dekat dengan garis pertahanan.

Keluwesannya dalam menggiring bola sungguh menyenangkan untuk ditonton. Inilah yang jadi sebab Capello memasukkannya dalam daftar Best XI pilihannya. Capello berujar bahwa ia membutuhkannya untuk bertahan dan Redondo adalah sosok pemain yang disukai semua manajer.

 

Sayap Kiri: Raul

Beralih ke lini depan. Secara mengejutkan, pilihan Capello untuk menempati posisi sayap kiri jatuh kepada mantan kapten Real Madrid, Raul. Penempatan Raul sebagai seorang sayap kiri tentu membuat generasi sekarang bertanya-tanya. Sebab, posisi asli dari Raul adalah penyerang murni.

Namun faktanya, di periode pertamanya melatih Madrid di era 1996, Capello memang menurunkan Raul sebagai seorang sayap kiri. Keputusan tersebut dibuat karena pada masa tersebut Los Blancos bermain dengan tiga penyerang sekaligus, yakni Predrag Mijatovic, Davor Suker, dan Raul.

Meski ide tersebut tidaklah populer di kalangan media dan mendapat kritik tajam dari para fans, termasuk ketua Real Madrid saat itu, Lorenzo Sanz yang akhirnya memecat Capello, tetapi taktik dan keputusannya saat itu berbuah trofi La Liga di musim 1996/1997.

 

Sayap Kanan: Dejan Savicevic

Beralih ke sisi kanan, pemain pilihan Capello untuk menempati sayap kanan jatuh kepada Dejan Savicevic. “Salah satu pemain dengan imajinasi yang fantastis”, begitulah Capello menggambarkan mantan anak asuhnya semasa di AC Milan.

Capello melatih Savicevic di periode pertamanya melatih rossoneri pada 1991 hingga 1996. Di bawah asuhan Capello, Savicevic berhasil memenangkan 7 trofi prestisius bersama Milan. Savicevic adalah salah satu pencetak gol dalam kemenangan bersejarah Milan atas Barcelona di final Liga Champions 1994.

 

Gelandang Serang: Ruud Gullit

Untuk mengisi pos gelandang serang, pilihan Fabio Capello jatuh kepada Ruud Gullit. Playmaker yang dulu terkenal akan rambut gimbal ala Bob Marley itu pernah bekerja sama dengan Capello di AC Milan pada periode 1991 hingga 1994. Pada periode tersebut, Gullit sukses mempersembahkan 2 trofi scudetto dan 2 trofi Supercoppa.

 

Penyerang tengah: Marco van Basten

Pernah menukangi AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Real Madrid di periode terbaiknya, tentu membuat Fabio Capello pernah bekerja sama dengan banyak penyerang hebat. Namun, untuk melengkapi susunan Best XI pilihannya, Capello memilih Marco van Basten untuk mengisi posisi penyerang tengah.

“Sangat kuat sebagai pemain, sangat kuat sebagai manajer, pemain yang sangat profesional”, kata Capello dikutip dari The Statesman.

Kualitas dan kesuburan mantan striker dan pelatih timnas Belanda itu tak perlu diragukan. Van Basten pernah 4 kali meraih titel top skor Eredivise secara beruntun dan menjadi Cappocanieri 2 kali. Yang penting lagi, ia adalah peraih 3 kali Ballon d’Or.

Itulah tadi susunan 11 pemain terbaik pilihan Fabio Capello. Selain memilih Best XI, Fabio Capello juga melengkapi susunan pemain terbaiknya dengan memilih dua pemain tambahan. Dua pemain tambahan tersebut adalah “Il Fenomeno” Ronaldo Luis Nazario de Lima dan “Il Capitano” Francesco Totti.

“Ronaldo tidak banyak bermain dengan saya tetapi jika saya harus memilih satu pemain yang luar biasa, saya harus memasukkannya”, kata Capello dikutip dari The Statesman.

Sementara itu, pertimbangan utama Fabio Capello memilih Totti adalah kemampuan “Pangeran Roma” itu untuk bermain di berbagai posisi di lini depan.

Itulah susunan lengkap pemain terbaik pilihan Fabio Capello. Bagaimana football lovers, apakah Best XI pilihan Capello ini ada lawan?
***
Referensi: The Statesman, 90min, Talksport, These Football Times, Forza Italian Football.