Beranda blog Halaman 456

Ten Hag Bakal Jual Maguire, Tapi Kenapa Masih Jadi Kesayangan Southgate?

Manchester United dikabarkan akan mempertimbangkan tawaran yang datang untuk Harry Maguire di musim panas tahun depan. Sang manajer, Erik Ten Hag berniat untuk menjual kaptennya itu demi mendapatkan dana tambahan untuk perombakan skuadnya di musim depan. Kabar ini sudah menjadi perbincangan sejak awal musim ini. Meskipun Harry Maguire masih menjadi pilihan utama Gareth Southgate di bek tengah, tapi jasanya sudah tidak diperlukan lagi di Manchester United.

Harry Maguire, atau yang akrab kita sapa Lord Maguire menjadi kapten di bawah kepemimpinan Ole Gunnar Solskjaer setelah ia dibeli dari Leicester pada Agustus 2019. Maguire hanya pernah sekali menjadi starter setan merah sejak MU kalah 2-1 dari Brighton dan remuk dengan skor 4-0 melawan Brentford di dua pertandingan pembuka Premier League musim ini. Sekarang, Maguire hanya menjadi bek pilihan keempat Ten Hag.

Pilihan utama Ten Hag untuk mengisi pos bek tengah tentu saja duet Varane dan Martinez. Ten Hag bahkan lebih memilih memainkan Lindelof daripada Maguire ketika Varane cedera. Meskipun saat itu Manchester United harus menelan kekalahan 3-1 melawan Aston Villa.

Masih Jadi Andalan Inggris

Meskipun tidak terpakai di klub, Maguire masih mendapatkan kepercayaan di tim nasional. Maguire dianggap memiliki nilai lebih dan dinilai masih layak untuk memperkuat tim negeri Raja Charles itu. Southgate menjelaskan alasan mengapa Maguire masih dipilih untuk memperkuat the three lions adalah karena pengalaman yang dimiliki pemain itu.

“Kami lebih memilih pemain bertahan yang berpengalaman. Dan kami pikir di saat ini, pemain bertahan yang masih muda meskipun punya banyak kualitas yang bagus tapi kami kira mereka masih kurang matang untuk mendorong pemain-pemain di depannya untuk maju. Kami mempertimbangkan itu melihat turnamen yang kita jalani sekarang adalah Piala Dunia.”

Southgate juga membeberkan bahwa dalam proses memilih pemain untuk tim nasional Inggris, ia sudah menjalin komunikasi dengan para klub terlebih dahulu. Komunikasi itu dilakukan untuk memonitor performa para pemain di klub. Bagaimana kondisi mereka saat ini, dan bagaimana intensitas bermain mereka di klub.

“Kami menjalin komunikasi yang baik dengan semua klub akhir-akhir ini. Kami harus tahu siapa yang bermain, apa beban mereka, dan siapa yang jarang bermain. Beberapa pemain punya jadwal yang luar biasa padat, beberapa pemain lainnya punya jadwal yang longgar. Jadi skuad kami berisikan pemain dengan level kebugaran yang berbeda namun akan kita perbaiki saat latihan nanti”

Rela Jual Rugi

Harry Maguire memang pemain yang bisa dibilang berpengalaman di level internasional. Sejak debutnya di tahun 2017, Maguire telah mencatatkan 48 penampilan di semua kompetisi bersama tim nasional Inggris. Maguire juga bermain di Piala Dunia edisi sebelumnya. Ia adalah pilihan utama Southgate di turnamen tersebut setelah bermain sebanyak 7 kali dan mencetak satu gol serta satu assist.

Namun hal tersebut nyatanya tidak membuat Ten Hag segan untuk menjual kapten setan merah itu di musim depan. Meskipun MU sadar mereka tidak akan mengambil untuk dari penjualan Maguire dikarenakan harga pemain itu yang sekarang sudah turun. Manchester United saat itu harus mengeluarkan uang sebesar 80 juta poundsterling untuk bisa memboyongnya. Dan harus membayarkan gaji sebesar 190 ribu poundsterling ke Maguire.

Erik Ten Hag juga dikabarkan siap melepas Fred di musim mendatang. Kontrak Fred di Manchester United akan habis di bulan Juni mendatang. Setan merah sebenarnya masih punya opsi untuk memperpanjang kontraknya selama 12 bulan lagi, namun nampaknya itu tidak akan diambil oleh Ten Hag.

Ten Hag sebenarnya terkesan dengan etos kerja dan penyesuaian yang bisa ia tampilkan di Old Trafford. Namun, Ten Hag tetap ingin merombak lini tengah setan merah. Saat ini hanya Casemiro yang masih dinilai Ten Hag sebagai pemain yang sesuai dengan standarnya. Casemiro dinilai sebagai pemain kelas atas yang masih bisa tampil konsisten.

 

Sumber referensi: Manchester, Guardian, Express

Hina Alexander-Arnold, Mulut Gary Neville Langsung Dibungkam Klopp!

Trent Alexander-Arnold akhirnya diumumkan masuk kedalam skuad tim nasional Inggris untuk Piala Dunia di Qatar. Kesempatan ini bisa dijadikan sebagai momen pembuktian bagi Alexander-Arnold, bahwa dirinya masih bek kanan terbaik Inggris. Pemain Liverpool itu sempat diragukan apakah pantas masuk skuad Piala Dunia atau tidak. Sebab banyak yang menilai penampilan TAA akhir-akhir ini tidak seperti dirinya di musim-musim yang lalu.

Kritik Gery Neville

Salah satunya adalah bek sayap legenda Manchester United, Gary Neville. Ia meragukan kemampuan Trent Alexander-Arnold untuk bisa membantu the three lions di pentas Piala Dunia. Gary Neville menganggap bahwa Alexander-Arnold tidak pantas untuk masuk ke skuad Inggris.

“Rasanya sulit membahas performa Trent Alexander-Arnold. Ya, dia memang tampil sangat bagus ketika ditugaskan untuk membantu serangan. Namun, saat ini kita berbicara soal bagaimana nasib tim nasional Inggris di Piala Dunia 2022”.

Gary Neville menambahkan, bahwa Piala Dunia menggunakan sistem gugur, sehingga momen-momen yang tercipta akan menjadi sangat penting. Dan ia menganggap bahwa TAA tidak bisa diandalkan dalam momen-momen tersebut.

“Piala Dunia menggunakan sistem gugur. Apakah Inggris akan menang atau kalah di Piala Dunia? Itu semua tergantung kepada momen-momen yang tercipta nanti. Konsentrasi diperlukan setiap pemain. Jika tidak, maka kesalahan yang harus dibayar mahal akan tercipta”

Mantan pemain timnas Inggris itu juga menambahkan bahwa ia tidak percaya Gareth Southgate masih mempercayai TAA di skuad utamanya. Gary Neville percaya Inggris tidak akan melangkah jauh jika terus memainkan bek Liverpool itu.

“Saat ini saya benar-benar tidak bisa melihat Inggris melaju sampai babak 16 besar jika Gareth Southgate terus memainkan Trent Alexander-Arnold” tuturnya.

Tanggapan Klopp

Memang dengan Reece James yang mengalami cedera lutut, Gareth Southgate dibuat kebingungan dengan siapa yang akan mengisi pos bek kanan. Alexander-Arnold bisa dibilang juga beruntung dengan cederanya Reece James itu. Terlepas dari itu, Klopp menganggap Alexander-Arnold adalah pilihan yang sangat pantas untuk timnas Inggris saat ini.

“Saya heran kenapa ini masih diperdebatkan. Kyle Walker memang agak fit, dan Reece James jelas tidak bisa ikut karena cedera. Dengan begitu Gareth Southgate pasti senang dia masih punya Alexander-Arnold”

Klopp dengan gigih, dan secara tidak mengejutkan, mendukung anak asuhnya itu untuk bermain di level tertinggi. Meskipun banyak kritik yang datang mengenai kerentanan Alexander-Arnold dalam menghadapi tim-tim besar. Klopp bisa menjamin pemainnya itu bisa diandalkan dalam pertandingan Big Match di level Piala Dunia sekalipun. Klopp bahkan secara langsung menanggapi komentar dari Gary Neville itu.

“Saya mendengar sekarang Gary Neville mengatakan sesuatu tentang dia tidak bisa bermain di pertandingan sistem gugur. Padahal, Trent Alexander-Arnold yang sekarang masih berusia 24 tahun sudah memenangkan beberapa pertandingan final. Itu adalah pertandingan yang sangat penting di mana Anda harus bisa main bertahan.”

Klopp juga mengatakan bahwa ia sama sekali tidak meragukan kemampuan bertahan TAA. Ia bisa membuktikan dengan beberapa kali Liverpool bermain di partai final dan TAA selalu hadir dengan pertahanan yang bagus.

“Kami memainkan final melawan Chelsea tahun lalu. Laga final itu sangat intens, pemain kelas atas, pemain kelas dunia di momen yang lebih baik daripada pemain yang dihadapi di Piala Dunia. Kami telah bermain melawan Tottenham dan Real Madrid dan Alexander-Arnold selalu ada di sana, selalu bertahan dengan baik”.

 

Sumber referensi: 90min, Goal, Anfield

Calon Juara? Sekuat Apa Timnas Belanda Di Piala Dunia 2022

Meneer kawakan Belanda, Louis Van Gaal akhirnya resmi memanggil para amunisinya untuk segera berkemas menuju Qatar. Namun yang perlu dicatat, 26 serdadu negeri kincir angin kini tak banyak dihuni pemain yang mentereng secara nama seperti jaman dulu macam Van Persie, Robben, maupun Sneijder.

Perpaduan senior dan junior adalah komposisi yang pas bagi Van Gaal selama ini. Tak khayal itu mampu terbukti menjadi kunci suksesnya selama ini memegang De Oranje. Ia belum terkalahkan selama 15 pertandingan sejak perhelatan Euro 2020 lalu.

Namun sekuat apa sih nama-nama yang dipanggil Van Gaal ini. Apakah Van Gaal sudah tepat dengan pemanggilannya ini? Ataukah justru, pemain yang dicoret seperti Van De Beek, Hateboer, Gravenberch, Wijnaldum maupun Botman akan menjadi masalah bagi De Oranje?

Daftar Isi

Kiper

Dari posisi di bawah mistar, kini Belanda tak lagi punya nama-nama besar macam Van Der Sar. Para penjaga gawang penerus Van Der Sar macam Stekelenburg, Tim Krul, maupun Cillessen pun tak lagi dipanggil.

Kini Van Gaal membawa tiga kiper yang hanya berkiprah di Eredivisie. Mereka adalah Justin Bijlow dari Feyenoord, Andries Noppert dari Heerenveen, dan Remko Pasveer dari Ajax.

Kalau mendengar kabar yang beredar, nama Remko Pasveer adalah nama yang mungkin akan dipakai Van Gaal sebagai kiper inti. Pasalnya, kiper berusia 39 tahun tersebut telah dipercaya pada laga-laga terakhir De Oranje di Nations League. Dan hasilnya pun meyakinkan, yakni tanpa kebobolan.

Namun jika dilihat secara catatan statistik, Pasveer masih kalah dibanding Bijlow. Bijlow sudah mencapai 6 caps, sedangkan Pasveer baru 2 kali. Dari segi performanya di klub pun masih kalah. Pasveer dari 19 pertandingan di semua kompetisi hanya peroleh 5 kali clean sheet dan 30 kali kebobolan. Sedangkan Bijlow bersama Feyenoord, dari 19 pertandingan sudah capai 9 kali clean sheet dengan kebobolan hanya 21 gol.

Artinya nanti Van Gaal tinggal pilih mana yang paling cocok. Parameter apa yang akan dilihat Van Gaal dalam menentukan starter. Jika melihat kesenioran maupun mental, Pasveer orang yang cocok. Namun apabila mau melihat statistik performa, nama Justin Bijlow lebih cocok.

Bek

Kemudian dari sektor pertahanan. Dengan sistem Van Gaal yang fleksibel menggunakan 3 atau 4 bek, Meneer yang satu ini memanggil total 9 orang di posisi ini.

Kesembilan nama bek yang dipanggil Van Gaal itu adalah Van Dijk sebagai kapten, Jurrien Timber, Stefan De Vrij, Nathan Aké, Matthijs De Ligt, Daley Blind, Tyrell Malacia, Frimpong, dan Denzel Dumfries. Ketika Van Gaal memakai posisi 3 bek, biasanya kombinasi Timber, Van Dijk, dan Ake yang sering menjadi trionya. Bahkan De Ligt dan De Vrij hanyalah pilihan pelapis bagi Van Gaal.

Di sektor Full Back kanan atau Wing Back kanan, Van Gaal akan menggunakan bek Inter Denzel Dumfries yang akan dilapisi nama baru Jeffrey Frimpong. Bek kanan Leverkusen ini mampu meyakinkan Van Gaal dengan catatan apiknya. Dari 19 pertandingan, ia sudah menorehkan 5 gol dan 3 assist. Hal itulah yang membuat ia menggeser nama Hans Hateboer, bek kanan Atalanta yang biasa menempati posisi itu.

Kemudian di sektor Full Back kiri atau Wing Back kiri tetap akan ditempati pemain senior Daley Blind. Blind akan dilapisi oleh bek baru MU, Tyrell Malacia. Memiliki nama-nama bek seperti Blind, Ake, maupun Timber adalah suatu keberuntungan bagi Van Gaal. Mereka sama-sama bertipe Versatile. Bisa dipakai di Full Back, Wing Back maupun Center Back.

Gelandang

Bergeser ke lini tengah. Biasanya, Van Gaal akan memakai Double Pivot plus satu gelandang serang di belakang dua striker pada formasi 3-4-1-2. Van Gaal juga terkadang sering memakai tiga gelandang sekaligus di formasi 3-5-2 atau 4-3-3.

Gelandang yang dipanggil Van Gaal kini berjumlah 7 orang. Tiga dari Ajax adalah Kenneth Taylor, Davy Klaassen, dan Steven Berghuis. Dua dari Atalanta yakni Teun Koopmeiners dan Marten De Roon. Sisanya, satu dari Barca ada Frankie De Jong, dan satu debutan dari PSV, Xavi Simons.

Setelah kehilangan Wijnaldum yang dicoret akibat cedera, kombinasi De Jong dan De Roon, sering dipercaya Van Gaal menjadi Double Pivot penyeimbang di lini tengah. Tentu mereka akan dilapisi oleh pemain macam Koopmeiners. Sedangkan Berghuis, Klaassen, maupun Xavi Simons akan lebih diposisikan sebagai gelandang yang akan mendukung lini penyerangan.

Lini tengah Belanda ini unik sekarang. Termasuk fenomena Steven Berghuis. Pemain ini dulunya di Feyenoord adalah sayap kanan murni. Kemudian ia disulap ketika pindah ke Ajax maupun di Timnas Belanda sebagai gelandang serang. Sekarang dengan posisi barunya itu, di Ajax ia sudah berjasa menorehkan 7 gol 6 assist.

Belum lagi ada Xavi Simons. Wonderkid PSV yang akan memimpikan debutnya di Qatar nanti. Awal musim yang fantastis bagi pemuda 19 tahun itu bersama PSV. Dari 21 pertandingan sudah 10 gol 4 assist yang ia torehkan. Posisinya yang juga Versatile, bisa dimanfaatkan Van Gaal sebagai alternatif.

Ada juga Davy Klaassen pemain kawakan yang justru jadi top skor sementara di sektor gelandang timnas Belanda, yakni dengan 9 gol. Posisinya sebagai playmaker seperti apa yang ia jalankan di Ajax, juga menjadi kekuatan tersendiri Van Gaal.

Striker

Lanjut ke posisi ujung tombak. Para striker Belanda kini juga tak diisi nama-nama besar. Mungkin hanya Memphis Depay yang berkategori nama besar. Selebihnya diisi pemain seperti Steven Bergwijn dari Ajax, Wout Weghorst dari Besiktas, Luuk De Jong dan Cody Gakpo dari PSV, Vincent Janssen dari Antwerp, dan juga Noa Lang dari Club Brugge.

Van Gaal di lini depan biasanya akan menggunakan dua striker yang cepat dan mobile di format 3-4-1-2 atau 3-5-2. Top skor mereka dengan 42 gol, Memphis Depay pasti akan menempati satu pos di lini depan. Ia biasanya didampingi Steven Bergwijn, mantan pemain Spurs yang kini moncer di Ajax. Bergwijn kini dari 20 pertandingan di semua kompetisi sudah menorehkan 10 dan 3 assist bagi Ajax.

Fenomena moncernya Cody Gakpo di PSV juga jangan dilupakan. Ia juga bisa menjadi senjata alternatif bagi Van Gaal. 13 gol dan 17 assist dari 21 pertandingan Gakpo selama ini di PSV menjadi bukti. Gakpo juga sering dimanfaatkan Van Gaal di beberapa posisi di depan. Baik itu di posisi sayap penyerangan ketika menggunakan formasi 4-3-3, maupun menjadi playmaker di formasi 3-4-1-2.

Selain kebiasaan Van Gaal yang sering menggunakan dua striker mobile dengan kecepatan seperti Depay dan Bergwijn, ia juga tak lupa membawa dua striker jangkung untuk menghadapi bola-bola atas sekaligus menjadi supersub kala deadlock.

Luuk De Jong dengan tinggi 188 cm dan Weghorst dengan 197 cm, membuat keduanya dapat dijadikan variasi serangan Belanda. Lini depan mereka akan semakin bervariasi dengan duel bola-bola udara jika diperlukan. Maka dari itu, meskipun tak banyak nama mentereng di lini depan, namun secara fungsi maupun kebutuhan semuanya tergolong komplit.

https://youtu.be/TeR10rilyUw

Sumber Referensi : fourfourtwo, goal.com, sportingnews

Tanpa Kante dan Pogba, Gimana Kedalaman Skuad Prancis Piala Dunia 2022?

0

Para peserta Piala Dunia sudah mulai mengumumkan skuadnya. Salah satunya Timnas Prancis. Sang allenatore, Didier Deschamps sudah mengumumkan nama-nama yang akan diberangkatkan ke Qatar. Kendati peraih dua kali trofi Piala Dunia itu pastilah pusing.

Betapa tidak? Dua poros lini tengah andalan Deschamps, Paul Pogba dan N’Golo Kante tak bisa dibawa. Dua pemain itu diterpa cedera sehingga harus absen di Piala Dunia 2022. Mau atau tidak, suka ataupun tidak suka, Didier Deschamps mesti mengatur siasat untuk mencari pengganti yang sepadan dengan dua pemain itu.

Meski tentu saja, untuk sampai ke tahap sepadan kualitasnya tidak mudah. Well, bagaimana sih susunan skuad Prancis di Piala Dunia 2022, meski tanpa Kante dan Pogba? Berikut ini adalah kedalaman skuad Prancis untuk Piala Dunia 2022.

Daftar Isi

Kiper

Mari kita mulai dari posisi penjaga gawang. Meski terlihat sepele, posisi kiper adalah posisi yang krusial. Penunjukkan kiper yang tepat akan memperbesar peluang tim itu tidak kebobolan. Dengan begitu, juga memperbesar kesempatan untuk meraih kemenangan.

Pada Piala Dunia mendatang, Didier Deschamps masih mempercayakan sektor penjaga gawang pada kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris. Ia dipilih tentu saja karena penampilannya yang selalu mengesankan. Apalagi di Tottenham, Lloris sulit tergantikan.

Tidak hanya itu, Hugo Lloris juga sudah membuktikan kualitasnya di Piala Dunia 2018. Lloris membantu Prancis juara dengan 3 kali clean sheets dari 6 laga yang dilakoni di Rusia. Pada Piala Dunia sebelumnya, kiper The Lilywhites itu hanya kebobolan 5 gol. Ia juga mencatatkan 12 kali penyelamatan.

Hugo Lloris sudah pasti akan menempati posisi kiper utama. Sementara itu, untuk pelapisnya, Deschamps memanggil Alphonse Areola dari West Ham dan tentu saja, Steve Mandanda yang sekarang berseragam Rennes. Yang menarik, tidak ada nama Mike Maignan di skuad Prancis. Kabarnya, meski sudah cukup fit, tapi Deschamps tidak mau ambil resiko memanggil Maignan yang baru pulih dari cedera.

Bek

Soal sektor pertahanan atau bek, Didier Deschamps memanggil sembilan nama untuk berangkat ke Qatar. Namun dari sembilan nama itu ada beberapa alumni Piala Dunia 2018 yang tidak dipanggil. Samuel Umtiti, Adil Rami, Sidibe, sampai Benjamin Mendy tidak dipanggil.

Deschamps memilih nama-nama pemain seperti Raphael Varane yang pada bulan Oktober lalu mengalami cedera. Lalu ada Ibrahima Konate, Presnel Kimpembe, Benjamin Pavard, Dayot Upamecano, Lucas dan Theo Hernandez, Jules Kounde, dan William Saliba.

Nama-nama tadi cukup menarik untuk dilihat kiprahnya di Piala Dunia. Misalnya William Saliba. Bek Arsenal itu sebelumnya tidak dipanggil Deschamps untuk Piala Dunia 2018 maupun EURO 2020. Ia baru masuk skuad Prancis pada tahun ini.

Kaps Saliba di Prancis juga masih sedikit. Sejauh ini Saliba baru bermain 7 kali bersama Les Bleus. Dua di laga persahabatan dan lima di UEFA Nations League. Meski begitu, kualitas Saliba memang layak untuk dipanggil ke Piala Dunia.

Deschamps tahu betul bahwa Saliba benteng pertahanan Arsenal. Ia rajin melakukan sapuan dan intersep. Kehadiran Ibrahima Konate dan Jules Kounde juga menarik. Kounde sudah bermain di Timnas Prancis sejak tahun lalu, sedangkan bek Liverpool itu baru tahun ini.

Ibrahima Konate dan Saliba mungkin saja akan berduet di sektor tengah. Sementara sektor fullback, Theo Hernandez dan Benjamin Pavard akan menjadi pilihan Deschamps. Oh iya, khusus Theo, ia juga baru dipanggil tahun ini. Theo Hernandez tidak bermain di Piala Dunia 2018 maupun EURO 2020 lalu.

Theo baru menciptakan 7 kaps di Les Bleus. Namun, pemain AC Milan itu sudah mengoleksi 4 asis. Hal itu berbeda dengan Lucas Hernandez dan Benjamin Pavard yang sudah memperkuat Timnas Prancis pada Piala Dunia 2018.

Gelandang

Setelah dari bek, kita ke posisi gelandang. Posisi yang ditinggalkan dua pemain andalan Les Bleus, N’Golo Kante yang cedera hamstring dan Paul Pogba yang cedera meniskus. Deschamps pun harus memutar otak. Yang menarik, ia berani merombak total lini tengah skuad Les Bleus.

Dari enam nama yang dipanggil untuk menempati posisi gelandang, tidak ada satu pun pemain alumni Piala Dunia 2018. Tidak ada nama-nama seperti Corentin Tolisso dan Thomas Lemar. Semua yang akan turun adalah pemain debutan.

Piala Dunia nanti, Deschamps tampaknya akan mengandalkan dua gelandang muda Real Madrid, Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga. Performa apik menjadi alasan kedua pemain dipilih. Camavinga misalnya. Gelandang Real Madrid itu sangat rajin melakukan operan, plus ia juga piawai dalam membantu serangan.

Sementara Tchouameni bisa dipakai untuk berduel di lini tengah. Selain dua nama itu, Deschamps memanggil Matteo Guendouzi, Jordan Veretout, Youssouf Fofana, dan Adrien Rabiot. Keempatnya adalah muka baru, kecuali Adrien Rabiot yang sudah masuk Timnas Prancis sejak 2016.

Rabiot akan menjadi pemain yang memikul beban Kante dan Pogba sebagai gelandang yang paling senior. Pengalamannya di Prancis, kendati tidak ikut pada Piala Dunia 2018, yang membuat Deschamps menunjuknya.

Sementara penunjukkan Veretout, Fofana, dan Guendouzi adalah perjudian bagi Deschamps. Apalagi karena ketiganya tidak banyak kaps di level internasional. Meski di level klub, ketiganya lumayan. Baik Guendouzi, Fofana, dan Veretout piawai melakukan operan. Persentase operan sukses ketiganya, menurut Fbref bahkan di atas 80%.

Penyerang

Untuk nama-nama di lini depan, Deschamps masih mengandalkan para pemain yang ia bawa di Piala Dunia 2018. Antoine Griezmann, Olivier Giroud, Ousmane Dembele, sampai Kylian Mbappe. Sementara itu, ada tiga nama yang tidak ada di Piala Dunia edisi sebelumnya.

Kingsley Coman, Karim Benzema, dan penyerang enerjik dari RB Leipzig, Christopher Nkunku. Khusus Coman, sebetulnya ia pernah dipanggil di skuad Prancis untuk kualifikasi Piala Dunia 2018. Namun, dalam skuad Prancis yang memenangi Piala Dunia tersebut tidak ada nama pemain Bayern Munchen itu.

Piala Dunia 2018 juga jadi titik balik kembalinya Benzema di Piala Dunia dengan membela Timnas Prancis. Pada Piala Dunia edisi sebelumnya, Benzy tidak bermain karena perselisihan dengan Valbuena akibat dugaan rekaman seks. Benzema juga pernah berselisih dengan federasi sepakbola Prancis.

Kini sepertinya tidak ada alasan untuk tidak memanggil Benzy. Gelar Ballon d’Or yang diraih lebih dari cukup untuk jadi alasannya. Dengan 27 golnya di La Liga musim lalu, sekaligus membawa El Real juara Liga Champions dan La Liga, tentu Benzy akan jadi andalan Prancis di lini depan.

Belum Mbappe yang sedang tampil manis bersama PSG. Barangkali Deschamps nanti akan memasang Benzema, Mbappe, dan Griezmann di lini depan. Dengan pelapisnya ada Nkunku, Coman, Ousmane Dembele, dan Giroud yang siap jadi pelapis striker.

Dari nama-nama tadi, Nkunku layak dinanti kiprahnya. Ia baru mencatatkan 8 kaps bersama Timnas Prancis. Meski begitu, paling tidak Nkunku sudah menciptakan 2 asis di ajang Nations League lalu.

Determinasinya di RB Leipzig bisa jadi modal. Nkunku sudah mengemas 12 gol dari 14 laga Bundesliga. Dengan kata lain, Deschamps bisa mengandalkan Nkunku sebagai alternatif.

Lalu untuk Griezmann, meski performanya di klub sedang anjlok, tapi ia bisa diandalkan dalam situasi deadlock. Terutama untuk eksekusi bola mati. Akhirul kalam, dari kekuatannya itu, mampukah Timnas Prancis mematahkan kutukan juara bertahan?

https://youtu.be/0oBGTONq2_g

Sumber: SI, SportingNews, GOAL, Marca, FootballLondon, FootyStats, Transfermarkt, TempoBola

Jika Ingin Bersaing di Papan Atas, Liverpool Harus Beli Gelandang Ini

0

Liverpool mengawali musim 2022/23 dengan sangat mengecewakan. Krisis lini tengah dipercaya jadi salah satu permasalahan utama The Reds musim ini. Maka dari itu, Liverpool menjadikan gelandang tengah sebagai target utama dalam bursa transfer Januari mendatang. Sebetulnya Jurgen Klopp sudah meminjam Arthur Melo dari Juventus. Namun, itu dirasa tak berhasil.

Sang pemain tak menjalankan tugasnya dengan baik karena lebih sering mengalami cedera, ketimbang beraksi di lapangan untuk membantu Liverpool memperbaiki peringkat di liga. Dan salah satu upaya untuk menanggulangi kesalahan transfer Melo, Jurgen Klopp harus mendatangkan pemain baru agar performa klub ikut terkerek.

Nah, soal siapa yang layak untuk didatangkan oleh Liverpool, Jude Bellingham jadi target utama Jurgen Klopp di bursa transfer Januari nanti. Namun, sang pemain juga diminati beberapa klub besar Eropa, seperti Real Madrid dan Manchester United. Jadi, selain Bellingham kira-kira siapa yang cocok untuk memperkuat lini tengah The Reds?

Jude Bellingham

Bellingham sendiri sudah lama dirumorkan dengan Liverpool. Apalagi setelah The Reds terseok-seok di awal musim akibat cederanya beberapa pemain kunci seperti Thiago Alcantara, Naby Keita, dan Alex Oxlade-Chamberlain.

Pemain muda asal Inggris ini mulai menarik perhatian dunia ketika mendarat di Signal Iduna Park pada tahun 2020 silam. Tak butuh waktu lama bagi pemain yang saat itu baru berusia 17 tahun itu untuk menjadi idola di Dortmund. Ia langsung bisa mendapatkan tempat di skuad inti Die Borussen.

Bersama Dortmund, Bellingham berkembang jadi pemain tengah serba bisa. Jika tidak bermain di tengah, ia bisa bermain di sisi kiri serangan dalam skema 4-2-3-1. Ini menjadi sangat menarik, di usia yang masih sangat belia, Bellingham bisa menjadi andalan lini tengah Dortmund.

Bocah 19 tahun itu dianggap sebagai bakat paling menjanjikan saat ini. Belum genap berusia 20 tahun saja, ia sudah mengumpulkan 111 pertandingan dan mencetak 19 gol serta 20 assist selama berseragam Die Borussen.

Borussia Dortmund sudah menetapkan harga super fantastis untuk Jude Bellingham. Kabarnya, 150 juta Euro atau setara Rp2,3 triliun jadi harga paling murah yang bisa ditawar oleh para peminat pemain Timnas Inggris tersebut.

Moises Caicedo

Selanjutnya ada nama dari Liga Inggris, Moises Caicedo. Gelandang Brighton ini sudah dikaitkan dengan Liverpool sejak bursa transfer musim panas kemarin. Namun, karena kesepakatan yang tak kunjung tercapai, Caicedo belum bisa berganti seragam merah khas Liverpool.

Sejak kedatangannya di Brighton pada tahun 2020, pemain internasional Ekuador itu telah berkembang pesat menjadi andalan lini tengah The Seagulls. Caicedo telah membentuk kemitraan yang sangat baik dengan Alexis Mac Allister sebagai double pivot. Dan itu jadi pertanda baik karena Liverpool mulai menggemari formasi 4-4-2 yang mana membutuhkan dua gelandang solid.

Performa Caicedo membuat klub-klub papan atas macam Chelsea, Manchester United, hingga Liverpool berminat menggunakan jasanya. Brighton dikabarkan terbuka dengan segala bentuk negosiasi. Terlebih, dengan kepergian Graham Potter ke Chelsea, membuat Caicedo membuka kesempatan untuk hengkang. Apabila Liverpool mengajukan tawaran yang menggiurkan, Brighton pasti tak akan menolak.

Douglas Luiz 

Douglas Luiz merupakan gelandang andalan Aston Villa. Pemain asal Brasil tersebut bergabung dengan Villa dari Manchester City pada 2019. Dan sejak tahun pertama kedatangannya, Luiz sudah mampu menembus skuad inti dan menjadi andalan Dean Smith saat itu.

Jadi tak heran apabila pemain Brazil tersebut kini telah menjelma pemain kunci bagi lini tengah Aston Villa. Sebagai gelandang yang cenderung bertahan, Luiz mampu melayangkan 2,1 tekel per laga. Itu jadi poin penting dalam membantu Liverpool untuk menyaring serangan lawan.

Sebetulnya bursa transfer musim panas lalu jadi kesempatan besar untuk Liverpool guna menggaet sang pemain, tapi kesepakatan tak kunjung tercapai hingga jendela transfer ditutup. Meski kontrak sang pemain baru di perpanjang, Liverpool masih jadi yang terdepan untuk mendatangkan sang pemain.

Konrad Laimer

Di bursa transfer musim panas kemarin, Liverpool telah mencoba mendatangkan Konrad Laimer dari RB Leipzig. Tetapi klub asal Jerman tersebut menolak tawaran dari Liverpool dan beralasan tidak ingin melepas Laimer dalam waktu dekat.

Namun, kontrak gelandang 25 tahun tersebut akan berakhir pada 30 Juni 2023 nanti. Dan situasi ini bakal jadi kesempatan bagus jika Liverpool tertarik untuk mendatangkannya pada bulan Januari nanti. Pasalnya, Leipzig yang tertekan bisa saja melepas sang pemain dengan harga murah karena mereka tak mau kehilangan Laimer secara gratis di akhir musim.

Menurut Bundesliga News, Laimer merupakan gelandang terbaik Bundesliga dalam urusan transisi. Kemampuan untuk meredam serangan lawan dan membantu serangan sama baiknya. Bahkan etos kerja yang tinggi dan fleksibilitasnya di lapangan tengah membuat Laimer mampu menyesuaikan di segala skema permainan.

Guido Rodríguez

Gelandang yang berpotensi besar merapat ke Liverpool selanjutnya adalah Guido Rodriguez. Pemain asal Real Betis ini kabarnya juga diinginkan secara khusus oleh pelatih The Reds, Jurgen Klopp.

Beda halnya dengan Jude Bellingham, harga Guido jauh lebih ekonomis. Kabarnya, Liverpool cukup merogoh kocek senilai 30 juta euro atau sekitar Rp476 miliar saja jika ingin menggaet pemain berkebangsaan Argentina itu. Apalagi kontraknya bakal berakhir tahun 2024 mendatang, jadi The Reds bisa menawar lebih murah.

Guido memiliki keunggulan di sektor bertahan dan akurasi umpan yang mumpuni. Itu akan membantu Liverpool dalam memperbaiki transisi yang selama awal musim 2022/23 masih belum tertata rapi. Namun, Liverpool tampaknya bukan satu-satunya klub yang berminat pada jasa pemain berusia 28 ini. Manchester United juga dikabarkan menaruh minat pada Guido.

Youri Tielemans

Youri Tielemans bisa jadi nama yang paling sulit untuk didatangkan Liverpool musim dingin nanti. Pasalnya, Arsenal saja tak sanggup untuk menggoda sang pemain, apalagi Liverpool yang performanya juga masih angin-anginan. Kabarnya, Brendan Rodgers selaku manajer Leicester juga masih membutuhkan Tielemans untuk mengerek performa tim di paruh kedua Liga Inggris musim 2022/23.

Namun, keadaan ekonomi Leicester yang berada di situasi tidak baik-baik saja, bisa jadi titik lemah yang bisa dimanfaatkan oleh Liverpool. Dengan mengajukan tawaran yang menguntungkan bagi klub, The Reds mungkin bisa menggoyahkan pendirian manajemen The Foxes

Soal kemampuan? Sudah bukan persoalan lagi bagi Tielemans. Pemain berkebangsaan Belgia itu dikenal sebagai playmaker cerdas dan berbakat secara teknis. Selain itu, ketenangan Tielemans dalam menguasai bola juga diatas rata-rata. Saat ini, harga pasar Tielemans berada di kisaran 55 juta euro (Rp838 miliar) dan itu bukanlah angka yang sulit bagi Liverpool.  

Ibrahim Sangare

Nama terakhir yang mungkin bisa didatangkan Liverpool pada bursa transfer Januari nanti adalah Ibrahim Sangare dari PSV Eindhoven. Atribut yang bisa diunggulkan Sangare adalah soal bagaimana ia merebut bola. Pemain internasional Pantai Gading ini dikenal sebagai tukang jagalnya PSV. Musim 2021/2022, Sangare rata-rata melakukan 3,6 tekel per 90 menit.

Yang terpenting adalah soal harga. Bandrol Sangare tidak lebih dari 25 juta euro (Rp381 miliar). Dengan harga yang jauh lebih murah, Liverpool bisa mendapatkan pemain dengan kualitas yang sangat baik. Bahkan beberapa pengamat sepakbola mengatakan kalau Sangare ini Frenkie De Jong versi lite atau versi murah. Gimana Liverpool? mau pertahanin Arthur Melo atau beli gelandang baru?

Sumber: Footballfaithfull, Liverpoolfc, Transfermarkt

Berita Bola 11 November 2022 – Starting Eleven News

0

ALASAN POGBA CABUT DARI MU DI ERA FERGUSON

Paul Pogba akhirnya mengungkap alasan ia pergi dari Manchester United di era Sir Alex Ferguson. Pogba cabut dari MU ke Juventus pada tahun 2012 silam. Pogba mengatakan saat itu Sir Alex Ferguson menawarinya kontrak baru yang dianggap sangat tak layak oleh agennya Mino Raiola. “Mino Raiola menjawabnya: ‘Kontrak ini, bahkan anjing saya tidak akan menandatanganinya! Paul, Bangunlah ayo pergi! ‘ Saya bangun dan kami pergi,” tandas Pogba.

SOUTHAMPTON RESMI DATANGKAN PELATIH ANYAR

Southampton telah menyetujui kesepakatan dengan Nathan Jones dari Luton untuk menggantikan Ralph Hasenhuttl sebagai manajer baru klub. Jones telah menyetujui kontrak jangka panjang setelah bertemu dengan tim Liga Premier itu pada hari Rabu. Southampton dipahami membayar Luton paket kompensasi sekitar 2,5 juta pounds untuk Jones dan asistennya, Chris Cohen dan Alan Sheehan.

ANCELOTTI: VINICIUS JR TIDAK PERLU SELALU TANGGAPI PROVOKASI LAWAN

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menyarankan Vinicius Jr untuk belajar mengabaikan provokasi lawan di lapangan. Sebelumnya, pada laga Madrid vs Vallecano, Vinicius terindikasi merayakan gol Eder Militao secara demonstratif di hadapan tribun tempat suporter tuan rumah duduk. Selain itu, Vinicius Jr juga beberapa kali terlibat pertengkaran di lapangan sepanjang pertandingan. Vinicius pun disarankan Ancelotti untuk tidak mudah terprovokasi. Apalagi di laga-laga sebelumnya, pria Brasil itu memang kerap terprovokasi.

FRANCK RIBERY: ANEH RASANYA JADI PELATIH

Legenda sepak bola Prancis, Franck Ribery telah memulai kariernya sebagai pelatih di Salernitana. Ribery memutuskan menjadi asisten pelatih Klub Italia itu setelah gantung sepatu bulan lalu. Ribery mengaku masih belum terbiasa dengan tugas barunya. Ia bahkan merasa aneh menjadi pelatih. Namun, ia sangat menikmati tantangan dan dengan senang hati memberikan bantuannya kepada seluruh penggawa I Granata.

BINTANG MUDA ROMA MENOLAK PANGGILAN TIMNAS AUSTRALIA

Bintang muda AS Roma, Cristian Volpato menolak panggilan Australia untuk berlaga di Piala Dunia 2022 Qatar. Penolakan Cristian Volpato untuk mewakili Timnas Australia di Piala Dunia 2022 itu diketahui dari pernyataan Graham Arnold yang mengaku sudah menghubungi Volpato sebanyak tiga kali. Usai penolakan itu, ada isu yang berkembang bahwa Volpato sedang menunggu panggilan timnas Italia. Volpato pun akhirnya buka suara. Seakan membantah spekulasi bahwa dirinya memprioritaskan Timnas Italia, Cristian Volpato mengaku ingin fokus menata kariernya di AS Roma.

STRIKER SPURS HARRY KANE SANGAT CAPEK!

Harry Kane tak bermain penuh saat Tottenham Hotspur tersingkir di babak ketiga Carabao Cup 2022/23. Ada kekhawatiran Kane mengalami cedera dan mengancam peluangnya tampil di Piala Dunia 2022. Manajer Tottenham, Antonio Conte buru-buru mengklarifikasi dengan menyebut Kane cuma kelelahan. Sebab, Kane sudah 21 kali musim ini dengan rataan main hampir 90 menit. Conte tak mau mengambil risiko menahan Kane terlalu lama sehingga berakibat fatal.

KESEMPATAN TERAKHIR CR7 PECAHKAN SATU REKOR PELE DAN KLOSE

Cristiano Ronaldo berpotensi mengukir rekor anyar saat mentas di Piala Dunia 2022 nanti. Sejak debutnya pada edisi 2006, CR7 telah mencetak gol di empat Piala Dunia terpisah, suatu prestasi yang juga dicapai oleh Pele (Brasil), Uwe Seeler (Jerman Barat), dan Miroslav Klose (Jerman). Jika bintang Portugal itu mencetak gol di Qatar, dia akan keluar sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia.

CONOR MCGREGOR MAU BELI LIVERPOOL

Bintang sekaligus legenda dunia MMA Conor McGregor menyatakan ketertarikannya untuk membeli Liverpool. Ketertarikannya muncul setelah terungkap kabar bahwa Fenway Sports Group (FSG), yang membeli The Reds seharga 300 juta pounds, mengonfirmasi kepada The Athletic bahwa mereka siap untuk menerima tawaran jika ada yang berminat membeli klub mereka. McGregor sendiri sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan wacana membeli klub Liga Inggris lainnya. Manchester United dan Chelsea sempat diincar petarung asal Amerika Serikat tersebut.

BELUM PULIH, CAVANI DIRAGUKAN TAMPIL DI PIALA DUNIA 2022

Striker Uruguay yang kini bermain di Valencia, Edinson Cavani belum pulih dari cedera pergelangan kaki hanya dua minggu jelang pertandingan pembuka melawan Korea Selatan di Piala Dunia. Pelatih Valencia Gennaro Gattuso berharap Cavani bisa tampil di Qatar meski pergelangan kaki kanannya masih bengkak. Kata Gattuso, Cavani telah menunjukkan kesediaannya bermain yang luar biasa meski tidak ikut berlatih.

GESTUR LEWANDOWSKI SAAT MENERIMA KARTU MERAH BISA MENAMBAH HUKUMAN

Gestur Robert Lewandowski saat mendapat kartu merah di laga Barcelona versus Osasuna mendapat sorotan. Saat meninggalkan lapangan, ia menggosok hidungnya dengan jari telunjuk. Laporan wasit merinci bahwa dia membuat beberapa gerakan ketidaksetujuan saat keluar lapangan setelah menerima kartu merah, dan kemudian menunjuk wasit. Jika komite disiplin menganggapnya sebagai pengabaian terhadap wasit, mereka akan menambah hukuman dua laga alih-alih skorsing satu laga yang seharusnya diterima.

HASIL PERTANDINGAN

Bertanding di Old Trafford, Manchester United berhasil mengalahkan Aston Villa pada putaran ketiga Piala Liga Inggris. Aston Villa unggul 1-0 duluan di menit ke-48 lewat Ollie Watkins. MU kemudian mengimbangi 1-1 di menit ke-49 melalui Anthony Martial. Villa kembali memimpin di satu jam permainan berkat bunuh diri Diogo Dalot, tapi Marcus Rashford memperdaya Robin Olsen di menit ke-67, sebelum Bruno Fernandes di menit 78 dan Scott McTominay di menit 90 menyempurnakan malam Setan Merah.

Dari ajang Liga Italia pekan ke-14, Juventus susah payah menundukkan tuan rumah Hellas Verona dengan skor 1-0. Adalah Moise Kean yang mencatatkan namanya di papan skor. Setelah mendapat umpan terobosan Adrien Rabiot, Kean sukses memperdaya kiper lawan di menit 60. Hasil ini membuat anak asuh Allegri meraih lima kemenangan beruntun di pentas Serie A. Di pertandingan lain, Lazio menang 1-0 atas Monza.

Real Madrid membekuk Cadiz dalam duel sengit pekan ke-14 La Liga 2022/23, di Santiago Bernabeu. El Real keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1. Eder Militao membuka kemenangan Madrid di babak pertama. Toni Kroos menggandakannya di babak kedua di menit 70. Lalu Lucas Perez sempat memperkecil ketinggalan Cadiz di menit 81. 

SKUAD TIMNAS INGGRIS DI PIALA DUNIA 2022

Gareth Southgate resmi mengumumkan 26 pemain Piala Dunia 2022. Pemain senior Harry Kane, Jordan Henderson dan John Stones tetap diandalkan. Tapi anehnya, pemain bagus macam Fikayo Tomori (AC Milan), Chris Smalling dan Tammy Abraham (AS Roma) tidak dipanggil. Southgate justru memanggil nama-nama kurang populer yang minim jam terbang seperti Conor Coady dan Calum Wilson. Harry Maguire, yang permainannya kurang bagus juga diikutsertakan. 

ALASAN SOUTHGATE BAWA BEK LAWAK MAGUIRE KE PIALA DUNIA

Masuknya Harry Maguire dalam rombongan Inggris di Piala Dunia 2022 memicu perdebatan. Gareth Southgate angkat bicara soal keputusannya memanggil Maguire. Menurutnya, Maguire punya pengalaman dan lebih baik ketimbang bek-bek muda Inggris saat ini. “Pemain-pemain yang lebih muda memiliki kualitas sangat bagus, tetapi tidak cukup untuk mengalahkan pemain lain yang berpengalaman,” tuturnya.

SKUAD TIMNAS PORTUGAL PIALA DUNIA 2022

Timnas Portugal merilis nama-nama pemain yang akan unjuk gigi di Qatar. Fernando Santos masih akan mengandalkan nama-nama lawas di Piala Dunia 2022. Cristiano Ronaldo bakal jadi tumpuan di lini depan. Lalu, ada dua penggawa senior lain yakni kiper Rui Patricio dan bek tengah Pepe. Santos juga menyisipkan beberapa pemain muda ke skuad Portugal. Seperti Nuno Mendes dan Goncalo Ramos.

MARCO REUS ABSEN LAGI BELA JERMAN

Malang betul nasib Marco Reus. Dia sepertinya tidak berjodoh dengan turnamen besar. Cedera membuat Reus harus absen di Piala Dunia 2022. Ini bukan kali pertama Reus tidak bisa membela negaranya di Piala Dunia atau Piala Eropa. Saat Jerman jadi juara Piala Dunia 2014, Reus harus absen karena cedera engkel pada laga ujicoba beberapa hari sebelum kickoff. Cedera juga menghambat Reus untuk tampil di Piala Eropa 2016 dan 2020. Tercatat Reus hanya mentas di Piala Eropa 2012 dan Piala Dunia 2018.

PENYEBAB GOSENS TAK DIPANGGIL TIMNAS JERMAN

Timnas Jerman memanggil sejumlah nama lawas seperti Thomas Muller, Mario Gotze, Manuel Neuer, hingga Leon Goretzka untuk Piala Dunia 2022. Tapi, tak ada nama Robin Gosens dalam daftar skuad Der Panzer. Persoalan menit bermain di level klub ternyata jadi alasan tidak dipanggilnya Gosens. “Gosens tidak terlalu banyak bermain dalam dua musim terakhir. Saya merasa dia bisa memahami alasan di balik keputusan saya,” ujar Hansi Flick.

HASIL DRAWING BABAK KEEMPAT PIALA LIGA INGGRIS 2022/23

Drawing babak 16 besar atau putaran empat Carabao Cup 2022/23 telah digelar. Hasilnya, memunculkan big match Manchester City vs Liverpool dan Gillingham FC yang diperkuat Elkan Baggott kembali menghadapi klub Premier League, Wolverhampton Wanderers. Satu duel lainnya yang mempertemukan sesama klub Premier League adalah Newcastle United vs Bournemouth. Sementara Manchester United akan menghadapi Burnley. Putaran keempat Carabao Cup akan digelar Desember mendatang usai Piala Dunia 2022.

KLOPP TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA LIVERPOOL

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp buka suara soal Liverpool dijual atau mencari investor baru. Klopp menjelaskan dia tidak masalah dengan Liverpool dijual. Hanya saja setelah itu klub harus benar-benar tidak mengubah komitmen yang sebelumnya dibangun. Sehingga tidak mengganggu pemain dan tim inti. Hingga saat ini belum ada kejelasan dan masih menjadi teka-teki publik, apakah Liverpool akan dijual atau bahkan hanya mencari investor baru.

PSG PERTIMBANGKAN REKRUT JOAO FELIX

Dilansir Football Espana, PSG membidik penyerang Atletico Madrid, Joao Felix, sebagai target transfer pada bursa Januari 2023 mendatang. Diketahui, Felix tidak terlalu diperhitungkan oleh pelatih Diego Simeone. Sejak awal musim ini, dia menghabiskan lebih banyak waktu di bangku cadangan daripada di lapangan. Mengenai harga yang diminta, Atletico Madrid kabarnya akan mempertimbangkan tawaran lebih dari 130 juta euro.

LUKAKU MUNGKIN ABSEN SELAMA FASE GRUP PIALA DUNIA 2022

Romelu Lukaku tetap masuk dalam skuad Timnas Belgia untuk Piala Dunia 2022. Padahal ia masih dalam perawatan atas cedera otot bicep femoris. Sebelumnya ia juga bermasalah dengan otot hamstring. Pelatih Belgia, Roberto Martinez tampak melakukan perjudian dengan tetap membawa Lukaku ke Qatar. Martinez sudah mengakui belum bisa memakai jasa Lukaku selama fase grup. Secara medis, Lukaku siap diturunkan kalau Belgia lolos ke 16 besar.

NASSER AL KHELAIFI KEMBALI KRITIK LIGA SUPER EROPA

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi selama ini menjadi pihak yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan terhadap Liga Super Eropa. Terbaru, Al-Khelaifi kembali memberikan kritikan dengan menyebut pengelola kompetisi tersebut sama sekali tak tahu tentang dunia sepak bola. Al Khelaifi menambahkan, ia memberikan dukungan penuh kepada UEFA untuk melakukan perubahan dalam sistem kompetisi agar menjadi lebih menarik.

FIFA TOLAK PERMINTAAN DENMARK PAKAI JERSEY PRO HAM SAAT LATIHAN

FIFA kembali mendapatkan sorotan jelang Piala Dunia 2022. Kali ini, FIFA melarang tim nasional Denmark menggunakan jersey dengan bertuliskan pesan kemanusiaan pada saat latihan. Federasi sepakbola Denmark (DBU) mengatakan, pada 2021 dua sponsor kit latihan membuka jalan untuk berbagi pesan-pesan kritik yang ditujukan kepada Qatar. Mereka ingin menekan kegiatan komersial untuk mempromosikan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia. Sayangnya, rencana tersebut dilarang FIFA.

SENEGAL PAKAI DUKUN SEMBUHKAN SADIO MANE KE PIALA DUNIA

Senegal saat ini sedang harap-harap cemas terkait cedera Sadio Mane yang berpotensi bisa absen di Piala Dunia 2022. Mereka pun mencari cara alternatif untuk menyembuhkan pemain bintangnya. Sekjen Federasi Sepak Bola Senegal (FSF), Fatma Samoura mengungkapkan bahwa pihaknya bakal menggunakan dukun untuk mengobati Sadio Mane. Ia berharap ada keajaiban agar Mane pulih tepat waktu agar bisa membela Senegal di Piala Dunia 2022. 

IDENTITAS PEMAIN AS ROMA YANG KHIANATI MOURINHO TERUNGKAP

Dikutip Marca, Identitas pemain AS Roma yang disebut mengkhianati Jose Mourinho dan tim diungkapkan media-media Italia. Kabarnya, sosok itu adalah Rick Karsdorp. Sebelumnya, Mou mengungkapkan ada seorang pemain AS Roma yang menunjukkan sikap buruk saat tim menghadapi Sassuolo. Mourinho tidak menyebutkan pemain spesifik yang dimaksud. Tapi, kemudian media berbasis di Roma, Corriere dello Sport, memunculkan nama Rick Karsdorp sebagai pemain yang dianggap bersalah oleh Mou.

Meraba Kekuatan Tersembunyi Portugal di Piala Dunia 2022

Portugal adalah salah satu negara kuat yang kini namanya jarang dibicarakan jelang Qatar 2022. Maklum performa mereka sedang inkonsisten akhir-akhir ini. Terutama sang mega bintang Cristiano Ronaldo.

Kini, 26 nama sudah siap untuk berkemas dan berangkat bersama Fernando Santos ke Qatar. Bagaimana sebenarnya melihat kekuatan “Brazilnya Eropa” ini? Apakah ada senjata rahasia selain Ronaldo?

Selalu Gagal Kuasai Dunia

Seleccao Das Quinas ini memang tak pernah kehabisan talenta sepak bolanya, layaknya Brazil. Banyak bakat individu yang skillfull lahir di tiap masanya. Namun sayang, dalam ajang tertinggi di dunia ini, nama Portugal sudah lama paceklik prestasi.

Negara yang belum pernah juara dunia ini, mentok tertinggi prestasinya yakni sebagai juara ketiga. Itupun sudah terlampau lama yakni pada Piala Dunia 1966. Terakhir kali timnas Portugal tampil mengesankan adalah di Piala Dunia 2006 Jerman.

Portugal bersama komando Luis Figo dan juga debut dari Cristiano Ronaldo, berhasil melaju hingga babak semifinal. Namun sayang, langkahnya ketika itu terhenti oleh Prancis. Mereka juga kalah saat memperebutkan tempat ketiga oleh tuan rumah Jerman.

Setelah itu, Portugal melempem. Mentok mereka hanya bisa sampai babak 16 besar. Bahkan di Piala Dunia 2014 Brazil, mereka tak mampu lolos dari fase grup.

Perjalanan Sulit Menuju Qatar

Nah, di tahun ini bersama pelatih yang pernah membawa mereka pertama kali merasakan juara Eropa, Fernando Santos, Portugal menatap harapan baru di Qatar nanti.
Menghadapi Ghana, Uruguay dan Korea Selatan di Grup H, tak dipungkiri mereka masih dijagokan sebagai unggulan.

Meskipun penampilan mereka akhir akhir ini cenderung inkonsisten. Lihat saja di partai terakhir Nations League. Mereka kalah atas Spanyol dan gagal ke semifinal. Belum lagi kalau dilihat dari segi kelolosannya ke Qatar.

Portugal ini termasuk tim yang kesusahan untuk lolos dari kualifikasi Piala Dunia. Mereka hanya menempati runner up grup di bawah Serbia. Sehingga mereka harus melalui babak playoff terlebih dahulu. Untungnya, mereka bisa menang atas Turki dan Makedonia Utara di babak playoff.

Kekuatan Tim

Namun semua itu sudah dilewati. Kini Fernando Santos berjanji dengan 26 skuad yang dibawanya akan memberikan perlawanan yang berbeda. Skuad mereka didominasi oleh muka lama yang berpengalaman, serta dipadupadankan dengan para pemain muda debutan.

Pakem taktik andalan mereka adalah pakem khas ala Portugal 4-2-3-1. Dari kiper ada rising star Diogo Costa, Jose Sa dan Rui Patricio. Nampaknya Rui Patricio yang lebih berpengalaman akan menjadi starter pilihan Santos di bawah mistar.

Di sektor 4 bek belakang. Di kanan ada Joao Cancelo yang akan dilapisi oleh Diogo Dalot. Di bek tengah, ada pemain 39 tahun Pepe yang akan berduet dengan Ruben Dias. Mereka akan dilapisi oleh Antonio Silva maupun Danilo Pereira. Di sektor bek kiri, ada dua talenta yang akan saling bersaing yakni Nuno Mendes serta Raphael Guerreiro.

Kekuatan di sektor belakang ini termasuk solid. Kekuatan dua full back terutama Cancelo yang bisa menjadi Inverted Full Back akan menjadi salah satu kekuatan. Kesenioran Pepe yang mungkin sudah mulai melambat kecepatannya, akan aman di backup dengan solid oleh Ruben Dias.

Kemudian di sektor tengah. Banyak nama baru muncul seperti Matheus Nunes, João Palhinha, maupun Vitinha. Nama lain langganan macam Ruben Neves, William Carvalho, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, João Mário juga masih menjadi andalan.

Double pivot mereka akan ditempati oleh Ruben Neves yang akan ditemani salah satu dari Palhinha, Carvalho ataupun Vitinha. Sedangkan Bruno, akan tetap pada posisi playmaker free role di belakang striker. Lini serang akan dipimpin oleh Cristiano Ronaldo yang didapuk sebagai kapten.

Portugal juga masih memiliki Andre Silva, Joao Felix, Rafael Leao, dan Goncalo Ramos. Empat pemain itu bisa menjadi alternatif bagi Fernando Santos untuk menciptakan kreasi di lini serang. Joao Felix dan Leao bisa bergantian di sisi sayap kiri.

Sementara Andre Silva dan Goncalo Ramos bisa jadi opsi ketika CR7 mengalami deadlock. Khusus Ramos, ia juga bisa bermain di sisi sayap. Tidak hanya itu, masih ada Bernardo Silva yang akan diplot sebagai sayap kanan. Horta maupun Otavio bisa menjadi pelapisnya.

Pragmatis Ala Fernando Santos

Dalam sistem bermain Fernando Santos sejak kedatangannya pada 2014 silam, ia selalu menggunakan sistem permainan yang pragmatis. Cara bermain bertahan pun seringkali dilakukan Santos demi menuju keseimbangan tim di tengah permainan. Seperti yang pernah ia lakukan di Euro 2016. Ketika itu Portugal dengan caranya itu, ia bawa menjadi juara Eropa.

Namun sistem itu tampaknya tak selalu langgeng dan tentu ada masanya. Di Piala Dunia 2018, dan Piala Eropa 2020 Santos tak bisa lagi mengulangi keberhasilan sistem yang sama. Buktinya dengan sistem permainan yang itu-itu saja, mereka gagal di dua event tersebut.

Berkaca juga pada performa tim yang kerap inkonsisten jelang menuju Qatar, Santos harusnya segera kerja keras untuk memutar otak. Ia harus segera punya solusi alternatif.

Senjata Baru Portugal

Sistem permainan ala Santos harus diubah lebih bervariasi. Kekuatan pemain barunya yang masih fresh macam Leao maupun Otavio bisa dimanfaatkan menjadi senjata rahasia Santos di posisi flank penyerangan.

Kita tahu, central permainan seperti Ronaldo, Bernardo Silva, maupun Bruno Fernandes, pasti akan menjadi incaran penjagaan ketat para musuhnya. Nah, dengan kekuatan kecepatan, serta akselerasi duo winger debutan tersebut bisa jadi pembeda.

Selain itu, Santos juga harus bisa mengeluarkan potensi para pemain debutan lain di lini depan macam Goncalo Ramos maupun Ricardo Horta. Bisa jadi, para pemain tersebut bisa menjadi dewa penolong. Layaknya kita tahu dulu pernah ada seorang striker bernama Eder yang muncul sebagai pencetak gol di final Euro 2016. Banyak opsi senjata sebenarnya bagi Santos.

Di fase Grup nanti, Uruguay akan menjadi lawan terberat mereka. Terakhir mereka bertemu di Piala Dunia 2018. Ketika itu langkah Portugal di 16 Besar dihentikan oleh Uruguay. Artinya, pertemuan ini sekaligus bisa dijadikan ajang pembalasan dendam bagi Portugal.

Kemudian wakil Afrika, Ghana yang pernah mereka kalahkan di babak Grup Piala Dunia 2014, harusnya bisa kembali mereka taklukan. Termasuk wakil Asia, Korea Selatan.

Lolos sebagai juara grup adalah harga mati bagi langkah awal mereka di Qatar nanti. Pasalnya kalau hanya menjadi runner up. Besar kemungkinan langkah mereka akan sulit. Pasalnya mereka nanti akan bertemu lawan berat Brasil, yang diprediksi menjadi juara grup G.

https://youtu.be/1zrxmphirTg

Sumber Referensi : theathletic, dailymail, sportingnews

Menimbang Langkah Generasi Emas Amerika Serikat di Piala Dunia 2022

0

The Yanks telah kembali! Amerika Serikat akan kembali meramaikan gelaran Piala Dunia 2022 setelah sempat absen di edisi 2018 usai menelan hasil buruk di babak kualifikasi. Untuk mempersiapkan Piala Dunia kali ini, Timnas Amerika Serikat telah merilis daftar 26 pemain yang akan mereka bawa ke Qatar.

Diperkuat nama-nama top macam Christian Pulisic dan Brenden Aaronson, skuad The Star and Strips siap berikan kejutan kepada tim-tim unggulan macam Inggris dan Argentina di Piala Dunia 2022.

Negara yang bercokol di posisi 16 rangking FIFA tersebut tergabung di Grup B bersama Inggris, Wales, dan Iran. Di atas kertas, Amerika Serikat seharusnya menjadi favorit sebagai negara pendamping Inggris untuk lolos ke babak selanjutnya. Namun, mampukah Christian Pulisic cs membuktikannya?

Hampir Saja!

Tak mudah bagi The Yanks untuk memastikan satu tempat di Piala Dunia Qatar. Mereka harus melewati jalan terjal demi mengamankan satu tiket penerbangan ke Qatar. Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona CONCACAF saja, Amerika Serikat bahkan hampir dinyatakan tidak lolos secara otomatis karena hampir terlempar dari posisi ketiga klasemen zona CONCACAF.

Inkonsistensi di babak kualifikasi dianggap jadi permasalahan utama Timnas Amerika Serikat. Dari 14 pertandingan kualifikasi, The Yanks hanya mampu mengantongi tujuh kemenangan saja. Sisanya, skuad asuhan Gregg Berhalter cuma mampu meraih empat imbang dan tiga kekalahan. Termasuk kalah di laga terakhir yang cukup membuat Aaronson dan kolega was-was.

Pada laga terakhir babak kualifikasi, Amerika Serikat harus menjalani laga tandang ke markas Kosta Rika di Stadion Nacional de Costa Rica. Agar memantapkan diri untuk lolos ke putaran final, Amerika Serikat tak boleh kalah, apalagi kalah besar karena mereka bisa saja tersalip oleh Kosta Rika yang hanya berselisih tiga poin di peringkat empat.

Sialnya, Amerika Serikat malah kalah 2-0 dari Kosta Rika. Gol-gol yang dicetak Kosta Rika lahir dari aksi Juan Vargas dan Anthony Contreras. Meski menang, Kosta Rika tetap gagal menyalip guna menempati posisi tiga. 

Kosta Rika berhasil mengumpulkan 25 poin sama dengan Amerika Serikat. Tapi mereka harus puas berada di posisi ke-4 karena kalah selisih gol. Skuad racikan Gregg Berhalter beruntung, mereka berhasil lolos secara langsung ke Qatar, sedangkan Kosta Rika harus berjuang lagi di babak play-off.

Generasi Emas?

Meski mengalami kesulitan di babak kualifikasi zona CONCACAF, pendukung The Yanks layak optimistis dengan peluang di Piala Dunia 2022. Pasalnya, mereka datang ke Timur Tengah berbekal kekuatan terbaik. Skuad tim berjulukan The Stars & Stripes tersebut dihuni oleh banyak pemain yang berkarier di liga-liga top Eropa.

Bahkan, ada sejumlah pendapat menyebut bahwa Amerika Serikat akan tampil dengan generasi emas mereka. Bagaimana tidak? Skuad mereka berisikan pemain-pemain bintang macam Weston McKennie dari Juventus, mantan pemain Barcelona yang kini berseragam AC Milan, Sergino Dest, anak dari George Weah, Timothy Weah, Gio Reyna dari Borussia Dortmund, dan masih banyak lagi.

Salah satunya yang bakal jadi ikon Amerika Serikat di Qatar nanti adalah Christian Pulisic. Meski dalam beberapa musim terakhir tak banyak mendapat menit bermain bersama Chelsea, sang juru taktik tetap mempercayai Pulisic sebagai andalan di lini depan. Bahkan pemain berusia 24 tahun itu di amanahi ban kapten oleh Gregg Berhalter.

Dengan didominasi pemain-pemain di bawah 25 tahun, skuad asuhan Gregg Berhalter kemungkinan menjadi tim termuda di Piala Dunia Qatar. Rata-rata usia mereka di Piala Dunia nanti berada di 25 tahun, 175 hari. Meski berisikan pemain-pemain muda, kekuatan Amerika Serikat tak bisa dianggap remeh.

Menyebut mereka sebagai generasi emas tentu bukan tanpa alasan. Keganasan skuad Gregg Berhalter sudah teruji di CONCACAF Nations League 2021. Mereka meraih gelar juara setelah menaklukan Meksiko dengan skor 3-2 di partai final. Dan kini, mereka akan menjaga tren positif tersebut di Piala Dunia 2022.

Permainan Amerika Serikat

Timnas Amerika bakal membawa misi untuk mengembalikan kejayaan mereka setelah gagal tampil di edisi lalu. Dan orang yang akan menjadi nakhoda adalah pelatih kepala mereka, Gregg Berhalter. Riwayat bermain yang cukup panjang membuat mantan punggawa Timnas Amerika Serikat ini memiliki beberapa preferensi strategi dan taktik yang cocok bagi negaranya itu. 

Gregg yang lama di Eropa memilih formasi 4-3-3 menyerang sebagai pakem andalannya. Penggunaan formasi ini juga sangat beralasan. Materi pemain muda yang dibawa Gregg sangat cocok dengan skema 4-3-3 menyerang. Brenden Aaronson, Jesús Ferreira, Timothy Weah hingga Gio Reyna diperkirakan akan bergantian untuk menemani Pulisic di lini depan Amerika Serikat.

Gregg bukan tipe pelatih yang kaku. Selain 4-3-3, pelatih berusia 49 tahun itu juga punya formasi alternatif yakni 4-1-4-1. Gregg mencoba formasi tersebut di sembilan laga Amerika Serikat, di mana tujuh di antaranya berakhir dengan kemenangan. Dengan kedua formasi tersebut Gregg memiliki rata-rata poin yang cukup tinggi. Dari 56 laga, Gregg mampu mendapatkan rata-rata 2,11 poin per laga.

Mengandalkan 4-3-3, Amerika Serikat kerap memanfaatkan area lebar lapangan. Gregg bahkan menggambarkan bek sayapnya sebagai “kekuatan super” tim. Bek sayap The Yanks dituntut untuk naik ke depan guna memecah konsentrasi bek lawan. Dalam situasi ini, Gregg mengandalkan Sergino Dest atau DeAndre Yedlin di kanan serta Antonee Robinson di sisi kiri. 

Untuk mengisi ruang yang ditinggalkan oleh bek sayap, biasanya gelandang akan melebar untuk mengover posisi tersebut. Sedangkan Aaronson yang diplot menjadi sayap atau gelandang serang akan sedikit turun untuk menjadi mesin pengejar bola apabila terjadi serangan balik. 

Jika pola sudah terbentuk, tim tak akan banyak memainkan bola. Bola justru dengan cepat dikirimkan ke depan dengan Pulisic menjadi sasaran utama. Tyler Adams biasanya akan mengambil peran ini, akurasi umpan lambungnya jadi salah satu yang terbaik di skuad Amerika Serikat. 

Seberapa Jauh Amerika Serikat Melangkah?

Berhadapan dengan Inggris, Iran dan Wales, The Yanks diharapkan mampu tampil meyakinkan guna menemani The Three Lions ke babak 16 besar. Mengandalkan kecepatan dan stamina pemain muda, Amerika Serikat dipercaya mampu menyulitkan tim-tim macam Wales dan Iran.

Pencapaian terbaik The Yanks di Piala Dunia adalah peringkat ketiga pada edisi perdana tahun 1930 di Uruguay. Sementara itu, di abad ke-21, pencapaian terbaik Amerika Serikat adalah perempat final di Piala Dunia 2002 yang diselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang. 

Kini, Piala Dunia 2022 kembali ke Asia, dan Amerika Serikat datang dengan skuad terbaik yang mereka punya. Jadi, bukan tidak mungkin apabila Amerika Serikat mampu tampil konsisten, mereka bakal mengulangi kesuksesan di Piala Dunia 2002 silam.

Sumber: Us Soccer, The Athletic, Transfermarkt, Libero